Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
34
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e44b0caaf7e9306981fe057/before-morning-comes
Ketika kebanyakan orang tengah terlelap dalam tidur dan hangatnya selimut yang menutupi tubuh mereka, beberapa orang di luaran sana ternyata masih terjaga dan bahkan sedang bekerja untuk mencukupi kehidupan keluarganya. ***** Seorang bapak berseragam oranye yang tidak lagi muda dengan jenggot yang telah memutih di dagunya sedang menyapu di jalanan sepi ibukota. Sesekali ada mobil yang lewat denga
Lapor Hansip
13-02-2020 09:13

Before Morning Comes

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Ketika kebanyakan orang tengah terlelap dalam tidur dan hangatnya selimut yang menutupi tubuh mereka, beberapa orang di luaran sana ternyata masih terjaga dan bahkan sedang bekerja untuk mencukupi kehidupan keluarganya.

*****

Seorang bapak berseragam oranye yang tidak lagi muda dengan jenggot yang telah memutih di dagunya sedang menyapu di jalanan sepi ibukota. Sesekali ada mobil yang lewat dengan suara khas kendaran roda empat.

______________

*ssssrrrrrttttt.... suara mobil berhenti dengan rem yang di injak cukup kasar.
Aku diusir keluar dari mobil mewah itu.

"Mana bayaran gue! Lu jangan maunya gratisan doang dong! Gue nggak peduli meskipun elu laki gue, bayar tetep bayar!" teriakku pada mas Anton, pria yang merupakan pelanggan utamaku.

"Tuh ambil!" beberapa lembar uang berwarna biru di lemparkan dari jendela mobil ke jalanan sepi ini.

Aku kesal dan geram dengan perlakuan mas Anton malam ini. Dia meninggalkanku begitu saja di jalanan. Ingin rasanya aku mengamuk!
Kulemparkan sepatu hak tinggi hitamku ke jalanan sambil terus mengumpat saat mobil mas Anton perlahan menghilang dari pandangan.

"Arrggghhh... Sial... siaaalll....!!"

Kupunguti lembaran uang kertas itu sambil terus mengumpat bahwa semua pria itu sama saja. Mereka hanya ingin gratisan!
Aku berjalan ke pinggir trotoar dan duduk disana.
Ku ambil handphone mewahku dan mencoba menghubungi seseorang. Sialnya, telponku tidak dijawab. Benar-benar menyebalkan!

Aku membuka tas dan mengambil sebatang rokok, meskipun sudah kucari-cari, tak ku temukan korek api yang kubutuhkan! Sial.

Sementara itu, bapak yang berseragam oranye mengambil sebuah sepatu yang kulemparkan tadi dan membawanya ke hadapanku. Dia juga meminjami korek api miliknya untuk ku pakai.

"Ini non, korek non."

Aku memandangnya sekilas dan mengambil korek yang ia tawarkan. Kunyalakan rokok dan ku hisap dengan nikmat.

"Mau di stopin taksi, non?" tanya bapak itu ramah.

"Nggak, pak, saya masih mau disini. Makasih." Kukembalikan korek itu padanya.

Bapak berseragam oranye itu masih berdiri di dekatku, di tangannya, ia menggenggam sapu lidi panjang.

"Kerjanya kenapa nggak siang aja, pak?" tanyaku pada si bapak tukang sapu. Ia pun akhirnya duduk di trotoar juga dengan jarak lebih dari satu meter dari tempat dudukku.

"E....ee... enakan jam segini, non, nyapunya. Sepi."

"Kota ini tuh nggak pernah sepi, pak, paling hati orang-orangnya aja yang kesepian."

"Emang non merasa sepi?"


Before Morning Comes

Aku menggelengkan kepala dan tersenyum kecut.

"Teman saya banyak, pak. Tapi ya, gitu... gonta-ganti. Lebih seru. Kalau bapak?" Masih dengan senyum kecutku, aku terus menghisap rokok dan menghembuskan asapnya ke udara.

Before Morning Comes

"Saya... saya bertiga sama anak dan istri."

Bapak tukang sapu juga mengambil sebatang rokok dari kantong seragam oranyenya dan menyalakan korek api lalu menikmati barang yang membuat candu itu.

"Udah gede anaknya?" tanyaku penasaran.

"Sepuluh tahun. Saya terlambat nikah, non, tapi ya saya masih bersyukur di kasih anak."

"Saya juga kayaknya bakalan telat nikah..."

"Kenapa?"

"Sibuk sama kerja keras saya."

"Buat keluarga di kampung?"

"Ngapain mikirin saudara, pak? Saudara-saudara saya aja nggak pernah mikirin saya kok. Yang penting itu sekarang cari uang, cari duit biar kaya. Iya nggak pak?"
aku bangga dengan prinsip yang selalu ku pegang.

"Emang non capek-capek kerja buat duit?"

"Saya kerja tu buat nyari seneng, pak. Biar hidup saya senang."
Kujawab pertanyaan itu dengan senyum manisku sambil terus menghisap rokok di tanganku yang semakin mengecil karna terus terbakar.

"Dan... eem... non senang?"

Pertanyaan bapak tukang sapu itu bagaikan petir yang menyambarku kencang. Tidak pernah ku jumpai bahkan tidak pernah sekalipun kudengar ada orang yang bertanya padaku, 'Apakah aku senang?' 'Apa aku bahagia?' tidak. Orang-orang akan bertanya 'Apa prestasimu?' 'Harta apa saja yang kamu miliki?' 'Sudah punya anak berapa?' dan sebagainya. Tapi tidak pernah ada yang bertanya, 'Apa kau bahagia?!'

Aku menahan sesuatu yang tak kutahu dan gemuruh rasa yang tidak karuan di dalam relung hatiku.
Kenapa tiba-tiba ada orang asing yang bertanya apakah aku bahagia dengan semua uang yang kumiliki, teman-teman yang kupunyai dan semua yang ku anggap kerja keras dengan menjual diri. Aku terdiam tak bisa berucap apa-apa. Kumatikan rokok dan ku buang puntungnya begitu saja.

*tang-ting-tung-ting-tang-ting-tung... suara HP ku berbunyi, aku berdiri dari dudukku dan mengangkat telepon dari orang yang barusan tidak menjawab panggilanku.

"Halo, ahh biasa, ribut tadi tu, minta diskon segala, ngomong sih mau ngawinin gue, halah palingan minta gratisan. Janjiin doang pengen ngawinin. Bilang cinta... cihh, dirumah juga paling takut sama bininya. Gue di jalan Surabaya, jemput ya. Oke, bye."

Bapak berseragam oranye itu masih melanjutkan pekerjaan menyapunya. Aku memperhatikan si bapak dan memberanikan diri untuk bertanya;

"Ngomong-ngomong, gaji cukup tuh pak buat menghidupi anak sama istri?"

"Yah, kalau di bilang cukup, ya nggak cukup lah non, apalagi kalau dibanding dengan uang yang non punya itu, tapi saya ya bersyukur aja lah..."

"Emang kalau bapak punya uang banyak, mau diapain uangnya?"


Si bapak menghentikan pekerjaan menyapunya dan kembali duduk di trotoar yang tadi ia duduki kemudian menjawab pertanyaanku,

"Kalau saya punya uang sebanyak yang non punya itu, pasti saya akan ajak anak dan istri saya untuk makan enak. Makan ayam kentaki, bukan ayam kentaki yang dijual di gerobak itu. Bukan."

"Saya punya temen, setahun yang lalu, dia nikah, cuman ya sialnya, pacarnya itu selain pemalas, dia juga pemabok dan penjudi. Sampai akhirnya, tidak lama ini, dia kembali menjual diri lagi. Ya, saya mikir aja, jadi istri rugi juga ya, melebihi jadi pembantu. Cuman bedanya, kalau udah nikah, pelanggannya cuma satu."
Aku menarik satu batang rokok lagi, ku nyalakan dan ku hisap pelan sebelum kulanjutkan opiniku tentang untung rugi jika menjadi seorang istri.

"Jadi istri orang itu nggak enak, pak. Kerjaannya banyak, bayarannya nggak ada."

"Susah, non,"
bapak di sebelahku mulai memberikan opininya.

"Susah kalau rumah tangga harus di lihat dari untung ruginya. Susah. Hidup saya ini, kalau ngikutin kata nggak enak, semuanya nggak enak. Nggak enak jadi tukang sapu jalanan, gajinya kecil, nggak cukup buat makan. Nggak enak tinggal di pinggir kali, nyamuknya banyak. Belum lagi nanti tiba-tiba di gusur. Makanya, karna hidup saya terus menerus hidup nggak enak, maka saya jadi terus berusaha untuk hidup enak. Dengan bersyukur dan bersyukur."

"Emang bapak yakin bisa hidup enak?"

"Kalau hidup enak seperti yang non katakan tadi, dengan punya banyak uang dan sebagainya, sampai mati pun nggak bakalan saya rasain, non. Nggak bakalan. Tapi, hidup kan nggak melulu tentang uang, non? Keluarga penting. Anak, anak juga penting. Nggak melulu uang. Dan jika istri saya pemikirannya sama dengan apa yang non pikirkan tentang uang dan hidup enak, maaf ya non, maaf... pasti sudah lama saya di tinggalkan oleh istri saya. Pasti."


Jawaban bapak tukang sapu jalanan yang bahkan tidak ku ketahui namanya ini benar-benar menusuk sanubariku. Aku seperti ditampar sekeras-kerasnya mendengar apa yang bapak itu ucapkan. Tak terasa, ada butiran airmata yang menetes di pipiku. Kuhisap rokok yang ada ditanganku dengan gemetar. Sambil ku usap airmataku yang hampir jatuh, aku bilang pada si bapak,

"Saya hanya mau berjuang untuk laki-laki yang benar-benar peduli sama saya, pak. Yang nggak hanya butuh badan saya aja."

Aku lalu terdiam, ingin sekali rasanya aku menangis dan berteriak dengan keras atas apa yang bergejolak di hati. Sementara bapak berseragam oranye itu memandang ke depan dengan tatapan kosong.

"Oh, itu jemputan saya datang."

Tepat saat adzan shubuh berkumandang, kulihat Fajar datang. Fajar, sahabatku yang selalu ada untukku dan terus meyakinkanku untuk meninggalkan dunia kelam ini, dia pernah mengaku akan menerimaku apa adanya, tapi dia berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari diriku.

Aku bergegas berdiri dan membonceng motor Fajar, aku berpamitan pada bapak itu dengan memberikan senyumanku dan mengajak Fajar segera pergi dari sini. Bapak tukang sapu hanya memandangku berlalu menjauh. Namun sebelum itu, aku meletakkan semua lembaran uang kertas biru yang ada di tasku tepat di sebelah tempat aku duduk tadi.


*Sebenarnya aku tidak pernah merasakan pagi, tapi pagi ini membuatku ingin merasakan yang namanya pagi. Makasih, ya, pak.

End.

______________

*NB : Ini bukan cerita asli karangan aku, yaa. Kemarin, mager banget mau ngapa-ngapain, lalu aku buka YouTube dan menonton beberapa video dari trailer KKN Desa Penari, video investigasi pesugihan rumah makan, terus nonton beberapa film pendek tentang cerita misteri pendakian sampai akhirnya aku klik video yang ada di rekomendasi yutub dan aku menemukan film pendek ini yang berjudul "Before Mornig Comes", yang menjadi inspirasi dari tulisan kali ini. Beberapa kalimat dari video tidak aku tulis karna kurasa kurang tepat untuk dibaca. Banyak pake kata-kata yang nggak umum... hahaha.
Selengkapnya, tonton video nya disini yah... >>



#BeforeMorningComes
#IndonesiaShortFilmDrama

Banyak film pendek bagus dari channel itu gaes... buruan nonton di Viddseedotcom!

Video ini sebenarnya udah di posting lama sih, tapi baru kemarin-kemarin aja aku lihatnya gegara nonton satu video dan video lain muncul di rekomendasi gitu daahhh...

Buat kalian yang udah nonton video ini sebelumnya, share donk pendapat kalian tentang film pendek ini yahh...
Salut banget buat translator nya yang sangat 'pas' ngetranslate percakapan dua oran dalam video itu ke bahasa Inggris yang gampang banget dimengerti, yang buat mereka para penonton dilua Indonesia nggak ngerti bahasa Indonesia pun, bakal memahami seluruh obrolan sepanjang film.

Keren!

*Ditulis oleh : Aandzee (gooney)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alva610 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Before Morning Comes
13-02-2020 09:13
reserved buat komen emoticon-Wink
0 0
0
Before Morning Comes
13-02-2020 09:14
satu lagi deh yahh
0 0
0
Before Morning Comes
13-02-2020 09:23
njiirrr banyak bgt typo dan huruf yg gak lengkap alias kurang!
sama kayak hidup aku yg gak genap, alias ganjil 🤣🤣🤣
0 0
0
Before Morning Comes
16-02-2020 12:58
sedih gw bacanya
profile-picture
goonerettekw memberi reputasi
1 0
1
Before Morning Comes
16-02-2020 13:39
bagus banget nihh semoga makin banyak deh karya karya keren kaya ginii yang dibuat generasi bangsaa
0 0
0
Before Morning Comes
16-02-2020 13:40
dari hal tersebut kita harus belajar untuk bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan
profile-picture
goonerettekw memberi reputasi
1 0
1
Before Morning Comes
16-02-2020 13:49
Quote:Original Posted By bomxyz
sedih gw bacanya


udah lihat video nya juga kah bre?
0 0
0
Before Morning Comes
16-02-2020 13:50
Quote:Original Posted By margareth23
bagus banget nihh semoga makin banyak deh karya karya keren kaya ginii yang dibuat generasi bangsaa


di channel itu banyak video bagus gan, lihat juga judulnya "Jantera"
0 0
0
Before Morning Comes
16-02-2020 14:06
Quote:Original Posted By margareth23
dari hal tersebut kita harus belajar untuk bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan


bahkan nikmat sehat juga harus selalu kita syukuri yah gan, keinget kalo pas lagi sakit itu gaenak bgt emoticon-Sorry
0 0
0
Before Morning Comes
16-02-2020 15:27
jam segitu duduk pgr jln apa g takut didatengin rainmas backbone mbak?
0 0
0
Before Morning Comes
16-02-2020 16:29
Apa pulak ini mbar? Kisah si manis jembutan ancol? emoticon-Amazed
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh radheka
Before Morning Comes
16-02-2020 22:04
keren banget ceritanya , ada beberapa pelajaran yang bisa diambil ,
tapi kalo bisa akhirnya diperjelas , jangan bikin penasaran wkwkw , gimana tuh nasip cewek sama si fajar nantinya hahahahaha
profile-picture
goonerettekw memberi reputasi
1 0
1
Before Morning Comes
16-02-2020 22:38
anti klimas a.k.a. cliffhangger beb...
emoticon-Matabelo
tapi presentasi kamu ke bentuk tulisan juga matching sama video...
emoticon-2 Jempol
matching atau fit yaahh kata yang pas untuk ungkapinnya emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
goonerettekw memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh radheka
Before Morning Comes
17-02-2020 08:47
Quote:Original Posted By anugrahmulya
jam segitu duduk pgr jln apa g takut didatengin rainmas backbone mbak?


apa tu gan rainmas backbone? emoticon-Matabelo
0 0
0
Before Morning Comes
17-02-2020 08:50
Quote:Original Posted By sikurus97
keren banget ceritanya , ada beberapa pelajaran yang bisa diambil ,
tapi kalo bisa akhirnya diperjelas , jangan bikin penasaran wkwkw , gimana tuh nasip cewek sama si fajar nantinya hahahahaha


wkwkwk, agan udah nonton video nya kah?
itu si fajar mah ane yg bikin karakter itu, mas anton jugak ane yg kasih nama emoticon-Ngakak
kayaknya kan yg jemput pake motor itu aslinya kang ojek, tapi ane bikin aja biar serasa itu fajar.
Fajar kan pagi, jadi ane ambil nama itu.
Sotoy bgt ya emoticon-Leh Uga
0 0
0
Before Morning Comes
17-02-2020 08:52
Quote:Original Posted By anasabila
anti klimas a.k.a. cliffhangger beb...
emoticon-Matabelo
tapi presentasi kamu ke bentuk tulisan juga matching sama video...
emoticon-2 Jempol
matching atau fit yaahh kata yang pas untuk ungkapinnya emoticon-Ngakak (S)


ahaha makasihh beb, itu buat yg gak nonton videonya, at least dgn baca, mreka bisa bayangin adegannya kayak gimana. Lebih greget nonton video nya sih emang emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
anasabila memberi reputasi
1 0
1
Before Morning Comes
17-02-2020 08:54
Quote:Original Posted By eLjembut
Apa pulak ini mbar? Kisah si manis jembutan ancol? emoticon-Amazed


jembutan ketekmu emoticon-Gila
kau tak baca po ituk tulisan akukk udah ada videonya pulak, kau nonton dahh sono mbut
0 0
0
Before Morning Comes
17-02-2020 12:17
keren filmny. sebuah pelajaran hidup. uang tak bisa beli kebahagiaan dan keluarga. sebuah tamparan keras buat ane. thanks
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
bukan-cinta-buta
Stories from the Heart
perjuangan-cinta-dion
Stories from the Heart
kompilasi-misteri-4-in-1
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
aku-masih-cinta-dia
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia