Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
229
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2fef4ba727683b9b04e457/tanah-iblis-sebuah-legenda-terlarang-dari-tengah-kabut
Anyeonghaseo, para Sesepuh dan seluruh penghuni forum STFH yang tercinta. Sebelum memulai untuk bercerita, ijinkan ane menyapa agan-agan semua yang ada di sini. Semoga selalu dilimpahi nasib baik di sepanjang tahun 2020 ini. Ini adalah thread kedua ane di STFH setelah beberapa tahun lalu ane sempet bikin curhatan berjudul What's Left in Kudus yang merupakan kisah personal ane. Nah buat thread kali
Lapor Hansip
28-01-2020 15:22

TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)

Anyeonghaseo, para Sesepuh dan seluruh penghuni forum STFH yang tercinta.

Sebelum memulai untuk bercerita, ijinkan ane menyapa agan-agan semua yang ada di sini. Semoga selalu dilimpahi nasib baik di sepanjang tahun 2020 ini.

Ini adalah thread kedua ane di STFH setelah beberapa tahun lalu ane sempet bikin curhatan berjudul What's Left in Kudus yang merupakan kisah personal ane.

Nah buat thread kali ini akan berbeda, karena ane di sini hanya berperan menceriterakan ulang sebuah kisah yang ane dapet dari temen ane. Kisah tentang legenda sebuah desa di masa lalu yang ketika ane denger pertama kali, cukup membuat bulu kuduk ane merinding.




Penting untuk dibaca1


profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 22 lainnya memberi reputasi
19
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 10
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 15:26

INTRO

Quote:Entah gimana awalnya, tapi pertemuan ane dengan Moses (nama samaran) di bulan Agustus tahun lalu,
menjadi titik pertama ketertarikan ane pada kisah ini.

Kita berdua berjanji ketemuan di Semarang, ngobrol ngalor ngidul karena terhitung sudah tiga tahun tidak ketemu. Sampai akhirnya, Moses membuka sebuah topik baru.

"Pernah enggak, kamu lihat sebuah desa dimana setiap rumahnya menaruh sesajen lengkap dengan bakaran kemenyan di teras depan mulai dari selepas Maghrib sampai seusai Subuh? Ritual itu ternyata masih ada di zaman modern begini dan masih terus dijalankan." Moses memulai ceritanya dengan bahasa Jawa khas Semarangan.

Awalnya ane agak gak tertarik. Selain karena emang ane sedang enggak mood bahas cerita horor, ane pikir Moses cuma mencoba mengada-ada mengingat akhir-akhir ini sedang banyak viral kisah-kisah sejenis. Jadi ane nanya sekadar nanya tanpa menaruh perhatian yang besar.

"Masak, to?"

"Iyo, itu di desa tempat tinggal Pakdheku. Kemarin aku diajak sama bapak dan ibu kesana buat nengok Budhe yang lagi sakit. Dulu sih aku pernah kesana sekali, itupun udah lama waktu masih TK."

Kok lama banget rentang waktunya, tanya ane mulai penasaran juga.

"Karena bapak juga males balik lagi ke desa itu. Kalau enggak kepaksa, juga ogah. Selain tempatnya yang terpencil dan akses jalannya yang susah, kayaknya bapak enggak terlalu suka sama hawa desanya."

Tanpa nunggu tanggapan dari ane lebih jauh, Moses buru-buru buka smartphone-nya, utak atik sebentar lalu nunjukin sebuah titik di g**gle maps.

"Nama desanya Srigati. Kalau kamu enggak percaya, besok aku ajakin kesana...gimana?"

Mau enggak mau ane pantengin titik itu. Sebuah desa yang benar-benar terpisah dari desa terdekat dan dikelilingi oleh hutan yang lebat. Letaknya ada di sebuah kaki salah satu gunung di Jawa Tengah. Setidaknya itu yang bisa ane tangkep dari citra satelit maps.

"Jadi..." Perhatian ane akhirnya tersedot seluruhnya. "Gimana ceritanya pas kamu datang kesana kemarin?"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kallong29 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 15:41
nyimak sambil gelar tiker emoticon-Blue Guy Peace
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 15:59
nunggu lanjutannya sambil selonjoran..
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
1 0
1
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 16:48
nyimak emoticon-coffee
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
1 0
1
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 16:48

SATU

Cerita ini ane buat melalui PoV Moses tentang pengalaman dia berkunjung ke Desa Srigati. Ada sedikit tambahan narasi dan dramatisasi agar ceritanya lebih enak untuk dinikmati oleh agan-agan semua.

Quote:Satu goncangan yang lumayan keras, dan Moses terbangun dari tidurnya yang nyaman. Butuh beberapa detik baginya buat mengembalikan kesadaran sepenuhnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang seketika merangsek masuk ke dalam otak. Kenapa dia ada di mobil keluarga dan mau kemana mobil ini membawanya?

"Sudah berapa tahun kita enggak kesini ya, bu? Jalannya enggak makin bagus tapi malah makin parah begini!" Gerutuan Bapak yang tampak sibuk mengendalikan kemudi mobil, sedikit menyadarkan Moses. Dia benarkan posisi duduknya, dan dari balik jendela matanya nyalang menatap suasana sekeliling.

Jalan semen yang cuma muat untuk jalan satu mobil, deretan rapat pohon tinggi besar di kiri jalan, jurang menganga di sebelah kanan dan jalur yang berliku dan kadang menanjak tajam menjadi pemandangan yang terhampar di depan mata.

"Wis, bapak fokus nyetir aja! Enggak usah bicara aneh-aneh...tinggal dua kelokan juga udah sampai!" Ibu Moses tampak ngeri melihat pemandangan yang ada di depannya. Hilang konsentrasi sedikit saja, bisa-bisa mobil mereka terperosok ke jurang.

Kini, Moses ingat semuanya.

Kemarin sore sebuah telepon masuk. Sebuah telepon dari seseorang yang Moses tahu begitu dihormati oleh seluruh keluarga besar dari pihak Bapak. Kakak tertuanya. Atau yang Moses kenal sebagai Pakdhe Sukoco (nama samaran). Tak lebih dari lima menit Bapak mengobrol di telepon, sebelum beliau menutup sambungannya dan kemudian menghampiri Moses, ibu dan Rista (nama samaran, adik Moses yang baru saja masuk SMA) yang sedang duduk di depan televisi.

"Mbak Ginah sakit lagi. Mas Koco tadi baru telepon. Kayaknya kita harus ke Srigati besok, bu..." Moses masih ingat betul bagaimana raut wajah Bapak yang menunjukkan keengganan tapi di sisi lain, rasanya kok tidak patut kalau kakak ipar sakit tapi mereka tidak berkunjung.

Begitupun dengan Ibu. Beliau menghembus nafas berat, melirik sedikit ke arah Moses dan Rista sebelum angkat bicara.

"Apa enggak dibawa saja ke Rumah Sakit di kota S*******a saja, Pak. Biar Mbak Ginah bisa dirawat dengan baik dan kita nengoknya juga enggak kejauhan." Ibu bahkan tak berusaha menyembunyikan protesnya. Dan wajah bapak sedikit memerah. Mungkin beliau kurang suka dengan cara bicara Ibu, apalagi di depan kedua anaknya. Walaupun Moses dan Bapak tahu, bukan gara-gara Budhe yang sakit-sakitan yang membuat Ibu bersikap seperti itu.

Tapi karena Srigati.

"Bagaimanapun mereka adalah mas dan mbakyuku, Bu. Dan ibu tahu sendiri, kan, bagaimana kepercayaan Mas Sukoco..."

"Iya, Mas Koco lebih percaya dengan Mbah Sumadi daripada dokter!!" Ibu makin kehilangan kesabaran. Dia potong omongan Bapak begitu saja.

Semua yang ada di situ terdiam seribu bahasa. Moses melirik sedikit ke Rista yang mulai menunjukkan gestur tak nyaman berada di tengah-tengah perselisihan itu. Hingga beberapa detik berlalu, nafas berat Ibu terdengar begitu jelas.

"Ya sudah, tapi satu malam saja. Kalau bisa nanti kita rayu Mas Koco biar mau membawa Mbak Ginah ke Rumah Sakit. Lagipula, Moses dan Rista masih liburan. Kita bisa ajak mereka nengok Budhe." Ibu sudah bersabda. Rista melompat girang, tapi tidak dengan Moses.

Memori kunjungan pertamanya ke Srigati 17 tahun lalu, bukanlah sebuah memori yang layak dikenang. Ingin dia menolak...tapi dia paham watak sang Ibu yang jika sudah sekali berkata, maka ada baiknya untuk menurut saja.

Dan di sinilah Moses hari ini. Duduk di jok belakang, memandang nanar Rista yang terlihat begitu antusias dengan perjalanan ini. Jelas, dia adalah satu-satunya orang yang antusias, karena ini adalah kunjungan pertamanya ke Srigati.

"Udah deket ya, Bu?" Tanyanya bersamaan dengan mobil yang berkelok tajam ke kiri. Pohon-pohon besar sudah mulai tergantikan dengan perkebunan sawi dan kubis milik warga.

"Kita udah sampai kok, Ris..." Moses yang menjawab ketika matanya menangkap sepasang tugu di kanan dan kiri jalan setinggi paha orang dewasa yang nyaris tak terlihat karena dirambati rumput-rumput liar dengan tinggi yang nyaris sama.

Tugu masuk desa Srigati.

Bersamaan, suara adzan Maghrib pecah menggema di udara.


Quote:Srigati, sebenarnya terlalu kecil jika disebut sebagai desa. Mungkin Dusun lebih tepat untuk disematkan. Letaknya berada di lembah sebelah timur sebuah gunung di Jawa Tengah.

Tak banyak yang bisa Moses katakan tentang desa ini seperti jumlah KK atau sebagainya. Hanya saja, Srigati tampak seperti sebuah dusun yang terisolasi. Lokasinya berada di paling ujung dan berbatasan langsung dengan hutan gungliwangliwung (hutan belantara yang tak dihuni manusia) bernama Alas Gandawangi. Sedang dari desa di bawahnya, harus melalui jalan semen selebar satu mobil sepanjang kurang lebih tiga kilometer dengan hutan milik Perhutani di kanan kirinya, sebelum benar-benar masuk ke Srigati.

Jelas akses yang sulit untuk dilewati. Beruntungnya lagi, kali itu mobil keluarga Moses sudah melewati tapal masuk desa ketika kabut mulai turun ke bawah. Tak bisa dibayangkan, bagaimana jika tadi kabut turun ketika mereka masih berada di jalan hutan.

Setelah memasuki Srigati, jalan mulai landai. Panorama masih diisi dengan perkebunan milik warga sepanjang seratus meter sebelum Moses bertemu dengan rumah pertama.

Adzan sudah usai digemakan. Dari balik kabut tipis, indera penglihatan Moses nyalang menatap rumah itu. Samar nampak seorang nenek-nenek dengan punggung terbungkuk dan tubuhnya dibalut pakaian khas Jawa, membawa keluar sebuah tampah bambu terisi penuh, entah itu apa, tapi yang Moses tahu di tengah tampah tersebut tampak sesuatu yang mengepulkan asap berbau tajam dan khas.

Memori Moses, mau tak mau, diseret kembali ke masa lalu. Dan dia tidak suka. Benar-benar tidak suka.

Mobil terus melaju. Rumah berikutnya berjarak agak jauh, namun makin masuk ke desa, rumahnya kian banyak dan rapat. Tapi dari itu semua, setiap pemilik rumah melakukan hal yang sama; mengeluarkan tampah berisi penuh dengan kemenyan di tengahnya, diletakkan di teras depan kemudian mereka bersimpuh menghadap barat sambil menggumamkan sesuatu.

"Ini yang ibu enggak suka!" Ibunya mendesis, tapi Bapak memilih mengabaikannya.

Kabut kian menebal. Bapak menginjak gas sedikit lebih dalam, hanya agar mereka lekas sampai ke tujuan, atau agar Rista tak buru-buru penasaran dan mulai tanya-tanya apa yang sedang dilakukan SELURUH WARGA DESA INI.

Lampu jauh ditembakkan, bersamaan dengan mobil mereka yang berbelok ke kiri di sebuah perempatan. Moses sudah tak mau lagi melihat keluar. Dia tak mau lagi dibuat merinding dengan apapun itu yang dilakukan oleh orang-orang Srigati.

Hingga kemudian, mobil kembali berbelok dan berhenti di sebuah rumah. Mungkin rumah paling besar di desa ini. Rumah bergaya limasan dengan tembok kayu, tapi lantainya sudah dipasangi keramik warna putih. Seseorang berdiri di teras depan, seakan menunggu kedatangan Moses dan keluarga. Hanya tampak siluetnya samar tertutup kabut. Tapi itu bukan Pakdhe atau Budhe.

Bukan. Dia adalah seorang perempuan muda, tiga tahun lebih tua dari Moses. Namanya Anik (nama samaran), putri bungsu Pakdhe Sukoco dan Budhe Ginah.

"Om, bulik! Akhirnya sampai juga. Lho, Moses sama Rista ikut juga??" Dia menyambut dengan senyum hangat khas warga desa ketika Moses keluar dari mobil. Dia mendekat, masuk ke teras dan bersalaman dengan Mbak Anik. Dan seperti yang Moses duga, di teras rumah Pakdhenya juga tergeletak benda yang sama seperti yang ada di teras-teras rumah lain di Srigati.

Tampah berisi kemenyan yang dibakar lengkap dengan jajanan pasar.

"Duh, baunya!" Rista menyeletuk sambil masuk bersama Bapak Ibu ke dalam rumah. Meninggalkan Moses yang masih terpaku di teras hanya ditemani oleh Mbak Anik.

"Moses enggak masuk? Budhe kangen banget lho sama kamu."

"Iya, mbak..."

Saat itu suara Iqomat lamat-lamat masuk ke telinga Moses. Dia menoleh ke belakang. Kabut sepenuhnya menebal. Dia kemudian menyadari, suara itu bukan berasal dari Srigati, tapi dari desa di bawahnya.

Di desa ini tidak ada masjid. Batinnya sambil berlalu masuk ke dalam rumah.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
forlano dan 19 lainnya memberi reputasi
20 0
20
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 17:16


Quote:Original Posted By ahmadra
Apik mas e


Monggo diikuti mas e, akan banyak kisah2 lain yg menurutku sebagai yg udah denger 50% adalah kisah yg “gila” dan sangat menarik
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 17:37
Nandain dulu gan
Ntar malam bacanya
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
1 0
1
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 18:23
Manteb nih ada yg horor lagiemoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
Reagle dan aan1984 memberi reputasi
2 0
2
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 18:23
Quote:Original Posted By Reagle
Nandain dulu gan
Ntar malam bacanya

Bang rey kesini gak ajak aku, huft
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Dauh.Tukad dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 18:54
Quote:Original Posted By adorazoelev
Manteb nih ada yg horor lagiemoticon-2 Jempol


Keduluan nih emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bauplunk dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 19:21
Quote:Original Posted By aan1984
Keduluan nih emoticon-Leh Uga

Iya dong aemoticon-Betty
Quote:Original Posted By Reagle
Baru nandain dis belum baca emoticon-Cape d... (S)
Ntar klo bagus gw panggil emoticon-Malu

Mention aja kalo nemu yg baru ya bang reyemoticon-Malu
profile-picture
Reagle memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 19:23
ninggal jejak dulu emoticon-Wowcantik
0 0
0
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 19:27
emoticon-Cool udah?gitu doang?
0 0
0
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 19:32
mumpung masih panas, pasang tenda dlu disini 🤟
0 0
0
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 19:44
Quote:Original Posted By Reagle
Ok dis emoticon-Big Grin

Sip dah
emoticon-Goyang
profile-picture
Reagle memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 19:45
emoticon-Wow kayanya serunih lanjutkeun gan emoticon-Ngacir2
0 0
0
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 20:01
Quote:Original Posted By Reagle
Lah masih disini aja dis
Pulang gih ke rumah
Rumah lo mau dibakar tu wkwkkk

Selow bang rey, lagi ngetik dikit lagi nih
emoticon-Belum Tidur
profile-picture
Reagle memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 20:59
Quote:Original Posted By Reagle
Ok dis
Semangat ngetiknya emoticon-Big Grin

Udah update tuhemoticon-Malu
profile-picture
Reagle memberi reputasi
1 0
1
TANAH IBLIS (Sebuah Legenda Terlarang dari Tengah Kabut)
28-01-2020 21:06
nyimak
0 0
0
Halaman 1 dari 10
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
everytime
Stories from the Heart
you-made-me-love-more
Stories from the Heart
the-perfect-darkness
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia