Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
76
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2a1348eaab253ddb61f91c/kembalinya-sang-mantan
Benarkah Mantan itu Terindah Suasana pagi itu, ketika usai menyelesaikan seluruh kewajiban pagi hari kugeser layar benda pipih berwarna putih kemudian kutekan logo sosmed berwarna hijau, kudapati grup baru di dalamnya. Ya..., grup alumni Ma' had Aly. Dadaku tiba-tiba berdegup dan bergetar meski sangat lembut, pikiran pun melayang pada 18 tahun silam. Ma'had yang penuh kenangan indah namun juga men
Lapor Hansip
24-01-2020 04:42

Kembalinya Sang Mantan

icon-verified-thread
Benarkah Mantan itu Terindah

Kembalinya Sang Mantan

Suasana pagi itu, ketika usai menyelesaikan seluruh kewajiban pagi hari kugeser layar benda pipih berwarna putih kemudian kutekan logo sosmed berwarna hijau, kudapati grup baru di dalamnya. Ya..., grup alumni Ma' had Aly. Dadaku tiba-tiba berdegup dan bergetar meski sangat lembut, pikiran pun melayang pada 18 tahun silam.

Ma'had yang penuh kenangan indah namun juga menyisakan sesak di dada. Aku pun jadi teringat seseorang yang pernah mengisi dan menghiasi hati, ia yang berniat menggenapkan agamaku.

Pikiranku tiba-tiba tertarik mundur delapan belas tahun silam. Pasca kelulusan Ma'had Aly, lelaki cerdas dari kota apel itu datang ke rumah menemui kedua orang tuaku, berniat untuk menjadikanku penyempurna agamanya.

Datanglah ia kerumah orang tuaku di kota tahu. Ayah dan ibuku menyerahkan keputusannya kepadaku.

Harapan indahnya hari-hari yang akan datang menghiasi hidupku. Ia pun berharap demikian.

Selang beberapa hari sepulangnya dari rumahku, ia memperoleh kabar dari negeri piramida bahwa ia diterima di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Esoknya ia ceritakan kabar itu padaku melalui SMS. Kemudian ia menanyakan kepadaku, bagaimana kelanjutan dari hubungan kami. Aku katakan padanya bagaimana kalau ia datang saja ke rumah orang tuaku, bagaimana baiknya.

Sebelum mengakhiri SMS nya, ia sampaikan kepadaku, bagaimana kalau menikah dahulu secara agama saja sebelum keberangkatannya.

Esok harinya ia berangkat ke kota tahu dimana orang tuaku tinggal. Ketika menemui kedua orang tuaku, ia sampaikan niatnya untuk menikah secara agama saja terlebih dahulu. Karena kedua orang tuanya berharap besar kepadanya supaya mendahulukan pendidikannya.

Orang tuaku, terutama ayah tidak sepakat akan usulnya itu. Ayah ingin menikahkanku seperti pernikahan pada umumnya. Ia pun akhirnya tidak dapat berbuat apa-apa.

Dua hari sebelum keberangkatannya, ia sampaikan padaku, bahwa ia membebaskan ku. Maksudnya terserah aku mau menunggunya hingga lulus kuliahnya, ataukah akan meninggalkannya ketika ada orang lain yang datang untuk menikahiku.

Satu tahun berlalu, ia berada di negeri piramida. Tidak ada tanda-tanda akan kelanjutan hubungan kami. Hingga suatu hari, murobbiku menanyakan kepadaku, akan kesiapanku jika ada yang ingin menikahiku.

Dengan bermodal istikharah, kusampaikan pada murobbiku bahwa aku siap. Tidak lama dari hari itu, akupun ta'aruf dengan seorang lelaki yang direkomendasikan murobbiku.

Kemudian, setelah beberapa hari dari proses ta'aruf keluarga dari lelaki itu datang kerumah orang tuaku untuk mengkhitbah ku.

Dari pertemuan itu disepakati hari pernikahan kami sebulan kemudian.

Datanglah hari pernikahan kami, beberapa hari sebelum pernikahan kami, aku harus menyebarkan undangan kepada orang-orang yang kukenal.

Ternyata kebetulan di bulan itu, lelaki yang pernah singgah dihatiku liburan semester. Kabar itu kuterima dari adik perempuannya, kebetulan berada pada satu grup kajian.

Aku meminta tolong adikku untuk menyampaikan undangan pernikahanku.

Menurut cerita adikku, ia tidak akan menghadiri undangan pernikahanku. Katanya percuma datang, paling-paling tidak dapat melihatku.

Semenjak pernikahanku itu, aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentangnya. Akan tetapi namanya masih terukir di hati.

Namun pagi ini, setelah 18 tahun berlalu. Rasa yang telah dengan paksa kukubur, kembali hadir. Sesak meliputi dadaku, teringat SMS terakhirnya di kala itu.

Setiap kali ia ikut berkomentar ataupun nimbrung pada percakapan di grup, rasanya ingin sekali menyapanya. Akan tetapi jemari ini masih 'tak sanggup merangkai huruf demi huruf nenjadi kalimat sapa untuknya. emoticon-Turut Berduka

The End

Sumber; Opini pribadi
Sumber Gambar; Pinterest
Diubah oleh NovellaHikmiHas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Enisutri dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 04:42

Hangatnya Hari Bersamamu

Kehangatan yang 'Tak Terlupakan
Kembalinya Sang Mantan

Pagi itu, pagi yang cerah dan sejuk. Matahari 'tak begitu terik, sehingga udara di pagi itu tidak terasa panasnya.

Seperti pada pagi-pagi biasanya, usai kami berdo'a bersama-sama untuk memulai pembelajaran, Pak Aunur memberikan nasehat pagi.

Namun, untuk pagi itu Pak Aunur tidak memberikan nasihat-nasihatnya kepada kami seperti biasanya. Pak Aunur juga tidak memberikan motivasi pagi untuk kami, murid-murid kelas 4 SDM 01, Surabaya.

Akan tetapi, di pagi itu Pak Aunur memberikan peraturan tambahan pada kelas kami. Pasalnya, beberapa hari terakhir murid-murid dikelas kami disinyalir banyak yang izin keluar kelas ketika proses pembelajaran berlangsung.

Beberapa murid memang benar-benar izin ke toilet untuk menuntaskan hajatnya, namun tidak sedikit juga yang ke toilet hanya ingin bermain-main air di kamar mandi. Atau hanya ngobrol-ngobrol dengan anak-anak dari kelas lain. Bercerita tentang permainan-permainan yang sedang digandrungi.

Sehingga dengan sangat terpaksa, pagi itu Pak Aunur memberikan peraturan tambahan selain aturan-aturan yang sebelumnya sudah disepakati bersama, yaitu tidak diperkenankan izin keluar kelas ketika proses pembelajaran berlangsung. Apapun alasannya, tidak akan diizinkan untuk meninggalkan kelas ketika pembelajaran berlangsung.

***
Karena sudah disepakati bersama, kamipun mau tidak mau, suka tidak suka, tetap mengikuti dan menurut pada aturan yang telah ditetapkan di kelas kami itu.

Ketika pelajaran berlangsung, aku perhatikan baik-baik apa saja yang diterangkan oleh Pak Aunur. Namun, tiba-tiba aku merasa kaki sebelah kiri ku terasa begitu hangat.

Kemudian akupun menoleh pada teman sebangkuku, wajahnya pucat pasi. Sejurus kemudian kulihat kakiku yang menjadi penuh kehangatan di pagi itu.

Dan... tidak hanya terasa hangat saja kaki ini, namun akupun mencium bau- bau yang kurang sedap pada cairan hangat yang mengenai kakiku.

Akhirnya, aku pun mengangkat tangan dan menyampaikan pada Pak Aunur, "Pak ini di kaki saya ada air yang hangat."

Pak Aunur mendekat pada bangku tempatku duduk. Teman di sampingku menunduk dan wajahnya begitu pucat.

"Kamu ngompol Dira?" tanya Pak Aunur kepada teman sebangkuku.

"I ... i ... Iya Pak," jawab Dira bergetar.

"Kenapa kamu tidak izin tadi?" tanya Pak Aunur.

"Kata Bapak tadi, tidak diperbolehkan izin di saat pembelajaran berlangsung?" jawab Dira dengan mata berkaca-kaca.

"Ya sudah, sekarang kalian berdua ke kamar mandi sana dibersihkan najisnya, ganti seragam kalian! Pinjam seragam cadangan yang ada di UKS!" perintah Pak Aunur kepada kami.

Kami pun meninggalkan kelas untuk membersihkan pakaian kami. Dan Pak Aunur memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan najis yang tercecer di kelas.

Benar-benar pagi itu penuh kehangatan yang 'tak terlupakan.

The End

Sumber; Opini Pribadi
Sumber gambar; Pinterest
Diubah oleh NovellaHikmiHas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Katakhoi dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 04:43

Menanti Pangeran Bertopeng

Lelaki Idaman Setiap Gadis
Kembalinya Sang Mantan

#Cerpen

Reina gadis ayu, semampai, berkulit kuning langsat, hidung mancung, alisse nanggal sepisan, untune miji timun, begitu sempurna secara fisik.

Tidak cukup kesempurnaan fisik, iapun juga gadis berotak encer, sehingga namanya tidak asing di kalangan para dosen. Banyak sekali yang ingin dekat dan berkawan dengannya.

Namun, saking sempurnanya itu gadis, banyak para jomblower yang minder dan tidak pede mengajukan proposal kepada Reina untuk menjadi imamnya. Ataupun berniat ingin jadi follower sekalipun di akun instagramnya, tak satupun ada yang berani.

Hari berganti bulan, purnama berganti kalender.
Dan kini, usia Reina telah menginjak 27tahun. Usia lumayan kritis di era Jokowi, entah apa coba hubungannya antara usia Reina dengan bapak Presiden yang paling merakyat ini.

Aahh... sudahlah...
Jangan dipikir apa hubungannya, yang jelas adalah kini usia Reina sudah melebihi usia matang, pastinya ia berkeinginan menyempurnakan agamanya.

Tidak hanya karena usianya dianggap krisis seperti itu, akan tetapi sepasang telinganya sering terasa panas dan berasap-asap ketika ada acara keluarga.

Pastinya tidak sedikit dan juga berulang kali, para kerabat akan menanyakan status jonesnya itu. Berulang kali dan kesekian kalinya pertanyaan para kerabat, yang ujung-ujungnya Reina hanya sanggup tersenyum, dengan menyembulnya lesung pipit di kedua pipinya.

Reina memiliki kriteria untuk lelaki idamannya, yaa ..., lelaki yang diidam- idamkan dalam mimpi dan do'anya adalah lelaki sholih, bertanggung jawab, penyayang, perhatian juga ganteng dan berjenggot.

Dalam penantiannya itu, akhirnya Reina pun menemukan pendamping yang di dambanya melalui murobbinya, dimana ia berorganisasi dan merupakan wadah untuk dapat saling berfastabiqul khoiroot.

Hari istimewa yang dinanti-nanti itu pun akhirnya datang juga. Akad nikah itu dilaksanakan di kediamannya dengan penuh khidmat. Tamu laki-laki dipisahkan dari tamu perempuan, untuk meminimalisir ikhtilat.

Ketika akad nikah, Reina berada diruangan tersendiri, tidak disandingkan mempelai laki-lakinya.

Setelah usai prosesi akad nikah, pengantin laki-laki pun diantarkan untuk menemui pengantin perempuan di kamarnya.

Hingga akhirnya, bertemulah pengantin laki-laki itu dengan Reina, namun ketika Reina hendak mencium punggung tangan suaminya sebagai bentuk penghormatannya, tiba-tiba dari puncak kepalanya terasa basah.

Dan segeralah Reina berdo'a "Alhamdulillahilladzi ahyana ba'da ma amatana wa ilayhinnusuur".

Sambil membulatkan matanya ia pun melihat punggung si emak menjauh darinya, menuju pintu kamarnya yang terbuka dan pada tangan kanan emaknya menggenggam sebuah gayung.

Tamat emoticon-Ngacir2

Sumber; Opini pribadi
Gambar; pinterest
Diubah oleh NovellaHikmiHas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Enisutri dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 04:43

Cita-cita yang 'kan di Ridhai

[Cerpen]Cita-cita Warisan Sang Ayah
Kembalinya Sang Mantan

"Emak ..., Choirul kangen emak ..., Hu ... Hu ... Hu ...," tangis Choirul di atas kasur yang berada di kamar belakang berukuran 180x200cm. Kasur itulah kasur dimana tempat tidur emak semasa hidupnya.

Choirul adalah anak keempat dari Emak Khadijah, diusianya yang masih enam tahun itu, Choirul harus rela tidak lagi mendapatkan kasih sayang dan belaian lembut dari seorang ibu.

Takdir mengantarkan Choirul menjadi seorang piatu, emak Choirul harus kembali menghadap sang Khaliq dengan jalan serangan jantung yang menimpanya dini hari ketika semua anggota keluarga tengah lelap dalam tidur.

Setiap kali Choirul merasa kangen kepada emaknya, ia akan datang ke kamar emak Khadijah kemudian menangis sembari mengelus-elus tempat tidur emaknya itu.

"Emak, emak mengapa meninggalkan Choirul Mak?" tangisnya malam itu.

Itulah yang dilakukan anak laki-laki berkulit putih dengan dua lesung pipit di kedua pipinya, setiap kali ia kangen, ataupun ketika sedih dan gundah dalam hari-harinya.

*****

Satu tahun pun berlalu, rumah luas di tengah kota Pahlawan itu hanya berpenghuni Pak Yasin, Anisa, dan Choirul. Kakak Choirul yang pertama dan kedua telah berpulang kepada sang Khaliq ketika masih balita, jauh sebelum emak pun juga harus berpulang.

Pak Yasin akhirnya memutuskan menikah kembali, dengan harapan supaya Anisa dan Choirul dapat merasakan kasih sayang dan juga perhatian dari seorang ibu.

Pernikahan pun berlangsung, kini rumah bercat putih dan berpagar hijau itu kedatangan penghuni baru, istri Pak Yasin. Dalam benak Pak Yasin, kedua anaknya akan kembali bahagia dengan kehadiran Ibu Niken.

Namun, ternyata bukan kebahagiaan dan keceriaanlah yang di dapat Anisa dan Choirul, justru sebaliknya. Choirul dan Anisa harus menerima kemarahan, cubitan dan juga pukulan dari istri baru bapaknya.

Tak ayal, para tetangga sekitar sajalah yang sering mengasihi Anisa dan Choirul. Anak laki-laki berkulit putih yang mewarisi kulit ibunya itu sering kali ketika bermain-main dengan anak tetangga, ia diberi kue-kue juga makan.

Enam tahun pun berlalu, kesedihan, kesakitan dan penderitaan yang dialami Choirul, menjadikannya kuat dan tangguh.

Di usia dua belas tahun, Pak Yasin Bapak Choirul memutuskan supaya di tingkat Sekolah Menengah Pertama, Choirul dikirim ke pondok.

Selama enam tahun, Choirul berada di sebuah Pesantren di daerah Ponorogo, Jawa Timur. Hampir tiap libur pondok pun, Choirul tidak menghabiskan liburannya di rumah.

Di setiap liburan semester, ia ikut berlibur ke rumah teman-temannya yang berbeda-beda daerah tempat tinggalnya.

Hal itu ia lakukan karena ketika liburan pondok awal-awal ia menjadi santri, menghabiskan waktu liburan di rumah, baginya sama saja dengan setor badan.

Kalau tidak hatinya yang bakal sakit karena kemarahan, tuduhan dan umpatan istri bapaknya, ya tubuhnya pun tidak kalah pula menjadi sasaran kebencian ibu Niken kepadanya.

*****

Bagi sebagian besar anak yang berada di pondok akan merasa sedih disana, namun tidak dengan Choirul, justru ia lebih senang berada di pondok.

Terbebas dari istri bapaknya dan kedua adiknya yang lebih disayang dan dibela oleh Pak Yasin dan Ibu Niken.

Tidak terasa Choirul pun akhirnya lulus dari Pondok Pesantren Daarussalam, Ponorogo.

Sebagian besar teman- temannya, mendaftar tes untuk mendapatkan beasiswa pendidikan untuk kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Choirul juga ingin melanjutkan pendidikannya di negeri piramida itu, seperti sebagian besar kawan-kawannya.

Pergilah ia mengikuti tes bersama kawan-kawannya. Sembari menunggu hasil tes, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di kos-kosan yang ia huni pasca kelulusannya dari Pesantren.

Ia terpaksa harus keluar rumah karena ibu Niken tidak menghendakinya. Choirul berjualan apa saja yang bisa dijual tanpa modal. Terkadang ia berjualan koran, kacang, tahu, dan juga kerupuk.

Ia menjualkan produksi tetangga kosnya. Ketika laku, ia mendapatkan sedikit keuntungan yang dapat ia gunakan untuk kebutuhan hidupnya di hari itu.

Hari pengumuman tes itu pun tiba.
"Alhamdulillah!" teriak sukur Choirul dan tidak lupa bersujud syukur, namanya tercantum dalam pengumuman kelulusan tes sebagai mahasiswa Al Azhar, Kairo.

Siang itu, ia datang ke rumah bapaknya, untuk mengabarkan bahwa ia lolos tes masuk di universitas Al Azhar.

"Pak, Alhamdulillah Choirul lolos tes pak," Choirul mengabarkan dengan wajah berbinar, berharap bapaknya bangga kepadanya dan mendukung cita-citanya itu.

Namun, ternyata jawaban bapak Choirul tidak seperti yang ia bayangkan.

"Bapak tidak ada uang untuk membantu biaya keberangkatanmu kesana, sudah cukup bapak biayai kamu sekolah sampai lulus pesantren," jawaban Pak Yasin dengan datar.

"Sekarang bapak masih repot untuk membiayai Ratih dan Sisil," tegas Pak Yasin.

Dari pernikahan ayahnya dengan Bu Niken, ayahnya memiliki lagi dua anak perempuan. Sehingga perhatian lelaki pemimpin keluarga itu dari awal kelahiran adiknya tidak penuh lagi padanya.

Mendengar jawaban ayahnya itu, hancur hati Choirul. Pupus sudah harapan dan cita-citanya.

Setelah menenangkan hatinya yang remuk itu, pemuda berkulit putih berambut lurus itu pun pamit kepada bapaknya.

"Baiklah Pak, kalau begitu Choirul pamit dulu," suaranya lirih, kemudian ia mencium punggung tangan bapaknya sembari mengucap salam.

Pemuda bermata sedikit sipit mewarisi mata bapaknya itu kembali ke kos-kosan, menenangkan diri, dan berusaha mengikhlaskan akan takdir Allah ini.

Choirul harus tetap hidup, menjalani dan membiayai kehidupannya sendiri.

Choirul pemuda supel, teman-temannya banyak, selain berjualan, ia diajak rekannya untuk membantu mengajar di sebuah pondok.

Hari-hari ia lalui sendiri, selain mengajar, ia pun kuliah di Universitas swasta di sore harinya. Meski tidak seperti yang di cita-citakan tapi tetap ia lalui perkuliahan dengan sepenuh hati, dengan biaya sendiri.

Di usianya yang ke dua puluh enam tahun, akhirnya Choirul menggenapkan separuh agamanya dengan menikahi gadis yang diperkenalkan oleh kepala sekolah dimana ia membantu mengajar.

Satu tahun pernikahannya, ia dikaruniai seorang anak laki-laki. Di hati terdalam Choirul, 'anakku ini harus bisa sekolah ke luar negeri terutama ke Timur Tengah'.

Karena tekad Choirul seperti itu, dari kecil, putra pertama Choirul yang bernama Nadzif dimasukkan pesantren dengan harapan dapat meneruskan cita-cita sang ayah.

"Nadzif, harus masuk pesantren ya," ucap Choirul di suatu hari.

"Tidak mau ayah, Nadzif ingin menjadi dokter, mana bisa jadi dokter kalau sekolahnya di pesantren?" tolak Nadzif kepada ayahnya.

Choirul pun akhirnya bercerita bagaimana dulu cita-citanya ingin bersekolah ke Timur Tengah.

Nadzif yang mendengarkan cerita sang ayah dengan menatap mata ayahnya yang berkaca-kaca itu, akhirnya terenyuh.

"Baiklah ayah, in sya Allah Nadzif akan berusaha melanjutkan cita-cita ayah yang gagal," ucap Nadzif penuh semangat.

Enam tahun telah berlalu, Nadzif telah lulus dari pesantren yang berada di kota santri, Bangil, Jawa Timur.

Nadzif menjadi lulusan terbaik, dengan nilai tertinggi, ditambah lagi putra sulung Choirul ini telah menjadi Hafidz 30 juz dengan sanad.

Keberhasilan Nadzif ini tidak lepas dari do'a-do'a kedua orang tuanya di sepertiga malam terakhir yang dilangitkan.

Perjuangan Nadzif tidak berhenti disitu, pasca kelulusan ia mengikuti tes masuk Universitas Madinah.

Nadzif mengubur cita-citanya sendiri demi cita-cita sang ayah yang tertunda.

Di dalam benak Nadzif hanya satu, 'Ridho Allah itu terletak pada Ridho kedua orang tua'. Maka apapun yang bisa membuat kedua orang tuanya Ridha, maka ia yakin bahwa Allah pun akan Ridha dengan apa saja yang ia lakukan.

Benar saja, nama Nadzif ikut terpampang pada website pengumuman lulus seleksi mahasiswa Madinah.

Sujud syukur Nadzif akan takdir Allah, bahwa ia dapat membahagiakan sang ayah, dengan meneruskan cita-citanya.

Sumber; Opini pribadi
Sumber gambar; pinterest
Diubah oleh NovellaHikmiHas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Enisutri dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 05:23
Kalo memang cinta, kejar dong
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Katakhoi dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 05:29
Quote:Original Posted By njir
Kalo memang cinta, kejar dong


Dia udah nikah sama cowo lain emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Katakhoi dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 05:34
Quote:Original Posted By juzie.wowwowwow
Dia udah nikah sama cowo lain emoticon-Mad


Oya? Wkwkwk
Gw baca bawahnya doangemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan NovellaHikmiHas memberi reputasi
2 0
2
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 06:38
mantan terindah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Katakhoi dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 07:58
Quote:Original Posted By NovellaHikmiHas
Mantan oh Mantan


Pagi-pagi dah bahas mantan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Katakhoi dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 08:31
emang ada ya mantan terindah?? kenapa bisa jadi mantan kalau itu terindah??? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Katakhoi dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 08:32
gara-gara lagunya mbak raisa ni jadi ada istilah mantan terindah, buat ane adanya mantan blangsakk emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan NovellaHikmiHas memberi reputasi
2 0
2
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 08:37
Quote:Original Posted By salmino
gara-gara lagunya mbak raisa ni jadi ada istilah mantan terindah, buat ane adanya mantan blangsakk emoticon-Ngakak


Ah yg boneng gan
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan NovellaHikmiHas memberi reputasi
2 0
2
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 08:48
Quote:Original Posted By njir
Ah yg boneng gan


Yang bener emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan NovellaHikmiHas memberi reputasi
2 0
2
Kembalinya Sang Mantan
Lapor Hansip
24-01-2020 09:23
Balasan post njir
jgan dikejar lagi kan udah nikah.. hehehe
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan NovellaHikmiHas memberi reputasi
2 0
2
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 09:28
Quote:Original Posted By doer81
jgan dikejar lagi kan udah nikah.. hehehe


Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan NovellaHikmiHas memberi reputasi
2 0
2
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 09:30
Quote:Original Posted By juzie.wowwowwow
Dia udah nikah sama cowo lain emoticon-Mad


Jadi ban serep kalau cinta beneran emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 10:25
Mantan hmm 😌
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan NovellaHikmiHas memberi reputasi
2 0
2
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 10:42
Quote:Original Posted By kucingkampung97
Jadi ban serep kalau cinta beneran emoticon-Cool


Udah 18 thn brlalu gan
Kali aja si cowo udah punya bini dan anak.. bahkan cucu emoticon-Hammer

Btw, ts umurnya brp ya kira2 emoticon-Embarrassment
Diubah oleh juzie.wowwowwow
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 10:47
Quote:Original Posted By juzie.wowwowwow
Udah 18 thn brlalu gan
Kali aja si cowo udah punya bini dan anak.. bahkan cucu emoticon-Hammer

Btw, ts umurnya brp ya kira2 emoticon-Embarrassment

Gak baca emoticon-Ngakak (S)
Mungkin udah punya anak tapi kalau cucu sih belum kayaknya...

Kepo banget dah, ente sendiri berapa? Ane yang udah tuir aja di bilang masih bocil emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 10:48
Quote:Original Posted By kucingkampung97
Gak baca emoticon-Ngakak (S)
Mungkin udah punya anak tapi kalau cucu sih belum kayaknya...

Kepo banget dah, ente sendiri berapa? Ane yang udah tuir aja di bilang masih bocil emoticon-Mad


Ih kepo emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kembalinya Sang Mantan
24-01-2020 10:50
Quote:Original Posted By juzie.wowwowwow
Ih kepo emoticon-Embarrassment


Kepo dikit gpp dong biar saling kenal emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
pamer-calon-bojo
Stories from the Heart
partitur-partitur-sri
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
relakan-aku
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia