News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
15
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e280ed110d29537212f270f/tvri-masih-punya-utang-rp377-miliar-honor-karyawan-ngadat
Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin menjelaskan kronologi pemberhentian Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI per 16 Januari 2020 dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, Selasa (21/1).
Lapor Hansip
22-01-2020 15:58

TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat

Past Hot Thread

Rabu, 22 Januari 2020 TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat

Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin saat menghadiri rapat dengar pendapat di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21-1-2020). Foto: ANTARA/Abdu Faisal

jpnn.comJAKARTA - Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin menjelaskan kronologi pemberhentian Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI per 16 Januari 2020 dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, Selasa (21/1).

Dalam rapatnyang dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Haris Almasyhari dan Bambang Kristiyono itu, Arief mengatakan bahwa keputusan memberhentikan Helmy berpangkal dari munculnya kasus keterlambatan pembayaran honor satuan kerabat kerja (SKK) karyawan TVRI pada bulan Desember 2018 sebanyak Rp7,6 miliar.


Arief mengungkapkan bahwa TVRI memiliki utang anggaran 2019 senilai Rp37,7 miliar yang terdiri atas Liga Inggris Rp27 miliar dan bulu tangkis BWF senilai Rp5,8 miliar.


Baca Juga:




Kondisi itu diduga mengakibatkan masih banyaknya penundaan pembayaran honor, khususnya honor SKK karyawan TVRI.


Akibatnya, karyawan pun merespons keterlambatan pembayaran honor tersebut dengan melakukan pemberhentian siaran pada tanggal 10 Januari 2019.


Selain itu, karyawan juga melakukan mosi tidak percaya kepada Dirut dan Dewan Direksi TVRI.


Baca Juga:




Arief mengatakan bahwa Dewas diberi tugas menindak tegas dewan direksi apabila ada pelanggaran. Namun, Dewas lebih dahulu melakukan tindakan-tindakan pembinaan sebelum memberi tindakan tegas tersebut.


"Pada tanggal 11 Januari dan 29 November, Dewas memberikan surat teguran kepada Dirut TVRI. Jadi, kami sudah melakukan pembinaan-pembinaan sebelumnya," kata Arief.




Apalagi, dalam RDP DPR RI pada tanggal 20 Mei 2019 menegaskan teguran kepada Dewan Direksi terkait kasus keterlambatan pembayaran tersebut dan meminta Dewas menindak dewan direksi apabila ada pelanggaran.


Baca Juga:

Indra Sjafri Ungkap Pertimbangan Shin Tae-Yong dalam Memilih Pemain
Namun, surat teguran Dewas TVRI kepada Dirut TVRI Helmy Yahya dibalas dengan surat bertanggal 29 November 2019.


"Inti surat adalah mempertanyakan kewenangan Dewas dengan penembusan kepada DPR, BPK, dan Kominfo. Artinya, ini adalah ranah internal yang dibawa ke ranah eksternal," kata Arief.


Pada tanggal 2 Desember 2019, Komisi I DPR RI meminta kembali dewan direksi terkait dengan pembayaran honor SKK karyawan yang telat. Bahkan, diberi batas waktu hingga 31 Desember 2019.


Akhirnya, Dewas TVRI melayangkan surat pemberitahuan rencana pemberhentian Dirut TVRI Helmy Yahya ke dewan direksi.


Setelah itu, terjadilah mediasi antara Dewas, Dewan Direksi, Kominfo, dan Komisi I DPR RI pada tanggal 6 Desember 2019.


"Kemudian surat pembelaan pak Dirut kami terima pada tanggal 19 Desember 2019 sehingga akhirnya kami (Dewas TVRI) bersidang dan mengambil keputusan memberhentikan Dirut dengan SK Dewas Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pemberhentian pada tanggal 16 Januari," kata Arief.


Surat Keputusan tersebut juga sudah ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia dan DPR RI serta para menteri kabinet kerja. (antara/jpnn)





  


BERITA TERKAIT















0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
23-01-2020 13:16
Quote:Original Posted By jpnn.com

Rabu, 22 Januari 2020 TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat

Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin saat menghadiri rapat dengar pendapat di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21-1-2020). Foto: ANTARA/Abdu Faisal

jpnn.comJAKARTA - Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin menjelaskan kronologi pemberhentian Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI per 16 Januari 2020 dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, Selasa (21/1).

Dalam rapatnyang dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Haris Almasyhari dan Bambang Kristiyono itu, Arief mengatakan bahwa keputusan memberhentikan Helmy berpangkal dari munculnya kasus keterlambatan pembayaran honor satuan kerabat kerja (SKK) karyawan TVRI pada bulan Desember 2018 sebanyak Rp7,6 miliar.


Arief mengungkapkan bahwa TVRI memiliki utang anggaran 2019 senilai Rp37,7 miliar yang terdiri atas Liga Inggris Rp27 miliar dan bulu tangkis BWF senilai Rp5,8 miliar.


Baca Juga:




Kondisi itu diduga mengakibatkan masih banyaknya penundaan pembayaran honor, khususnya honor SKK karyawan TVRI.


Akibatnya, karyawan pun merespons keterlambatan pembayaran honor tersebut dengan melakukan pemberhentian siaran pada tanggal 10 Januari 2019.


Selain itu, karyawan juga melakukan mosi tidak percaya kepada Dirut dan Dewan Direksi TVRI.


Baca Juga:




Arief mengatakan bahwa Dewas diberi tugas menindak tegas dewan direksi apabila ada pelanggaran. Namun, Dewas lebih dahulu melakukan tindakan-tindakan pembinaan sebelum memberi tindakan tegas tersebut.


"Pada tanggal 11 Januari dan 29 November, Dewas memberikan surat teguran kepada Dirut TVRI. Jadi, kami sudah melakukan pembinaan-pembinaan sebelumnya," kata Arief.




Apalagi, dalam RDP DPR RI pada tanggal 20 Mei 2019 menegaskan teguran kepada Dewan Direksi terkait kasus keterlambatan pembayaran tersebut dan meminta Dewas menindak dewan direksi apabila ada pelanggaran.


Baca Juga:

Indra Sjafri Ungkap Pertimbangan Shin Tae-Yong dalam Memilih Pemain
Namun, surat teguran Dewas TVRI kepada Dirut TVRI Helmy Yahya dibalas dengan surat bertanggal 29 November 2019.


"Inti surat adalah mempertanyakan kewenangan Dewas dengan penembusan kepada DPR, BPK, dan Kominfo. Artinya, ini adalah ranah internal yang dibawa ke ranah eksternal," kata Arief.


Pada tanggal 2 Desember 2019, Komisi I DPR RI meminta kembali dewan direksi terkait dengan pembayaran honor SKK karyawan yang telat. Bahkan, diberi batas waktu hingga 31 Desember 2019.


Akhirnya, Dewas TVRI melayangkan surat pemberitahuan rencana pemberhentian Dirut TVRI Helmy Yahya ke dewan direksi.


Setelah itu, terjadilah mediasi antara Dewas, Dewan Direksi, Kominfo, dan Komisi I DPR RI pada tanggal 6 Desember 2019.


"Kemudian surat pembelaan pak Dirut kami terima pada tanggal 19 Desember 2019 sehingga akhirnya kami (Dewas TVRI) bersidang dan mengambil keputusan memberhentikan Dirut dengan SK Dewas Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pemberhentian pada tanggal 16 Januari," kata Arief.


Surat Keputusan tersebut juga sudah ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia dan DPR RI serta para menteri kabinet kerja. (antara/jpnn)





  


BERITA TERKAIT

















ntar dulu.. ini BWF ama liga Inggris khan ga mungkin tiba2 ada khan?.. pasti sudah melalui rapat.. dan ini pun sudah berjalan berapa bulan.. itu dewan kenapa ga protes dari awal?.. katanya dewan pengawas, tapi apa yg diawasi?, kalau memang menurut mereka "tidak sesuai", kenapa bisa lolos itu BWF ama liga Inggris?..

mengada-ada sekali..
emoticon-Cape d...
profile-picture
UriNami memberi reputasi
1 0
1
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
23-01-2020 09:41
Quote:Original Posted By 54m5u4d183
Utang harus dilunasi


Sure,,
Semua hutang wajib di lunasi.. untuk keperluan apapun..

anyway, untuk keperluan usaha tentu gua lebih suka hutang.. sharing resiko dengan bank emoticon-Malu
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
1 0
1
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
23-01-2020 09:39
Quote:Original Posted By berylucu
Kalau ente jadi orang tua yes,, jangan mewariskan utang ke anak...
Tapi kalo usaha tanpa utang, waduhh.. kapan berkembang nya gan..


Utang harus dilunasi
profile-picture
berylucu memberi reputasi
1 0
1
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
23-01-2020 09:36
Quote:Original Posted By 54m5u4d183
Utang bukan untuk diwariskan


Kalau ente jadi orang tua yes,, jangan mewariskan utang ke anak...
Tapi kalo usaha tanpa utang, waduhh.. kapan berkembang nya gan..
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
1 0
1
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
22-01-2020 16:17
ada satu anggota dawas yang ngebantah ini. data2 yang dituduhkan ke helmi yahya harus dicek lagi. jadi ada 5 anggota dawas, 1 anggota menolak pemecatan, 4 mendukung. yang 4 ini keliatan cuma buat2 alesan biar si helmi yahya ditendang.

silahkan ditonton lebih lengkapnya.
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
1 0
1
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
22-01-2020 16:14
Arief mengungkapkan bahwa TVRI memiliki utang anggaran 2019 senilai Rp37,7 miliar yang terdiri atas Liga Inggris Rp27 miliar dan bulu tangkis BWF senilai Rp5,8 miliar.

27 m + 5,8 m= 37,7 m


emoticon-Cape d...
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
1 0
1
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
24-01-2020 16:38
Jadi bukan karena buaya ? emoticon-Big Grin

Jatah anggaran untuk TVRI ini berapa sih ?
Jadi agak aneh soalnya ...
Katakanlah kalau anggarannya cuma sedikit, apa ya bakal berani untuk menayangkan program bermutu yang berharga mahal ...

...
Tapi nanti akan ketahuan kok ... apa yang ada di balik semua ini, tinggal kita lihat seperti apa saja tayangannya nanti.
Diubah oleh bingsunyata
0 0
0
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
23-01-2020 10:03
27 tambah 6 aja masih 33 itu 4 nya buat tim penyidik minta komisi gitu emoticon-Bingung
0 0
0
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
22-01-2020 17:00
Utang bukan untuk diwariskan
0 0
0
TVRI Masih Punya Utang Rp37,7 Miliar, Honor Karyawan Ngadat
22-01-2020 16:49
Mending tayangin aja wayang semalam suntuk, tinggil sorot kamera ke 1 arah, selesai, bisa ditinggal ngopi tak perlu ganti ganti angle kamera
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia