Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
68
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e25301ea2d1955ec30da2b3/he-was-my-drugs-part-1
Dulu, sebelum bersamamu aku menyukai, bahkan sangat menyukai kehidupan hingar-bingar malam Jakarta. Hampir setiap event yang diadakan oleh club-club besar ternama di Jakarta pernah kudatangi, tidak sekali atau dua kali, sepertinya sudah tidak bisa dihitung lagi dengan jari. Aku suka ambience tempat yang kata orang “gelap” itu, tempat yang mengharuskan kita mengeraskan tiga kali volume suara ki
Lapor Hansip
20-01-2020 11:44

He was my drugs (Part 1)

Past Hot Thread
Dulu, sebelum bersamamu aku menyukai, bahkan sangat menyukai kehidupan hingar-bingar malam Jakarta. Hampir setiap event yang diadakan oleh club-club besar ternama di Jakarta pernah kudatangi, tidak sekali atau dua kali, sepertinya sudah tidak bisa dihitung lagi dengan jari. Aku suka ambience tempat yang kata orang “gelap” itu, tempat yang mengharuskan kita mengeraskan tiga kali volume suara kita jika ingin bicara. Suara hentkan bass entah dari hasil mixtape atau piringan hitam si DJ, entahlah. Intinya aku selalu menikmatinya. Lalu, kamu datang. Kamu yang tak jauh berbeda denganku. Gaya bicaramu, jokes-jokesmu. Kamu yang merasa memiliki suatu yang sama denganku. Hal yang kita akhirnya kira dan percayai sebagai sesuatu yang bisa menyatukan. Kita sepakat itulah yang membuat kita mencari kebahagian dengan cara yang sama, dan yang paling penting kita melakukannya bersama-sama. Lucky me, waktu itu aku tidak lagi menikmati hingar-bingar malamku sendiri.

 

Dulu, apapun minuman yang kau pilih sebagai teman malam kita, aku suka. Walaupun ada beberapa minuman yang sangat kubenci, dua sampai tiga shot saja sudah bisa membuatku bicara ngelantur tidak karuan. Sampai sekarang masih kuhafal jelas bentuk botol dan warna minuma itu. Tapi  aku suka. Bahkan, ingin berlama-lama denganmu. Melupakan waktu dan pekerjaan yang menunggu, yang selalu memusingkan kepalaku. Aku suka duduk disebelahmu. Menghirup wangi manis parfumu. Bahkan ketika kita hanya duduk bersebelahan dan kau memegangi tanganku erat, tanpa bicara hanya mengamati meja-meja disebelah kita atau keadaan di club malam itu. Aku ingat semua lagu kesukaanmu yang diputar DJ kala itu. Ada beberapa yang tidak kutau dan tidak kusuka, tapi aku mencarinya dan memasukannya kedalam playlist laguku agar bisa kudengarkan setiap hari. Tiap malam itu datang, peduli apa dengan dunia, kamu adalah duniaku.

 

Dulu, kita pernah saling menguatkan. Pernah sama-sama takut kehilangan. Kamu adalah seseorang yang kucintai dengan sangat. Sementara bagimu aku adalah pemilik pelukan paling hangat. Seseorang yang selalu kamu inginkan untuk menemani kerja paruh waktumu,atau sekedar menemanimu menikmati Matcha Espresso Fusion kesukaanmu. Bersamamu, waktu berjalan lambat namun sempurna. Waktu itu aku betah berlama-lama denganmu, walaupun banyak pekerjaan yang kutinggalkan hanya untuk bisa bersamamu. Tidak pernah aku merasa bersalah meninggalkan apa yang memang nyatanya penting untukku hanya untuk bersamamu.

 

Dulu, kau selalu ingin bertemu. Hampir setiap hari kau menjemputku di kantor, menemaniku makan siang, atau bahkan kau sudah tiba-tiba ada di lobby kantorku ketika kau absen di jam kuliahmu. Kau selalu mencariku. Kau seperti selalu membutuhkanku. Kau pun pernah menerjang hujan lebat, datang ke kantorku padahal kelasmu mulai beberapa jam lagi hanya untuk memintaku menemanimu mengedit salah satu project videomu. Aku merasa penting. Aku sangat merasa dicintai waktu itu. Kau pernah bilang padaku bahwa tidak ada yang tau kata sandi hpmu, email bahkan atm-mu. Tapi, kau membuat ku tau, bahkan ada saat dimana aku membuat atm mu terblokir. Kau tidak pernah sedikit pun marah kepadaku.

 

Hal yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya adalah dicintai kamu. Juga segala penerimaan kamu atas banyak kurangnya aku. Kamu tau semua masalalu buruk yang menimpaku, kau tau label yang diberikan banyak teman teman kita kepadaku, semua itu seakan bukan masalah bagimu. Waktu itu kamu rela mendampingiku mengejar apa yang aku impikan, kamu juga yang tak mau aku menyerah, kamu yang selalu mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Kamu seakan-akan menjadi kekuatan bagiku. Kamu seakan terang dari gelapku. Kamu menerima aku yang tak prnah lepas dari salah. Aku yang tidak mampu mengendalikan diri. Namun saat itu, tak pernah sekali pun terfikir untukmu pergi meninggalkanku. Kamu tetap disampingku. Mengajakku memperbaiki segala salah yang pernah membuat kita terluka. Begitu pun sebaliknya aku kepadamu.

“kenapa lo bisa suka sama gue, label gue kan cewe gak bener dimata semua orang”?
“gabaik karena apa? Karena suka clubbing hamper tiap minggu? Karena ngerokok? Karena feed Instagram lo paka baju yang kebuka”? I like how the way you express yourself, kenapa gue mesti gasuka sama orang yang malah jadi dirinya sendiri? many people fake their life, hey".

"are you sure about that"?

"Gue juga bukan cowo baik, lo tau jelas bahkan cerita detailnya, kenapa masih bolehin gue deket sama lo"?

"everyone has a second chance to change, anggep ini trial buat lo hahaha"

Mungkin kita bukan dua orang yang saling jatuh cinta pada cinta pertama. Aku pernah jatuh cinta dan terluka. Sedangkan kamu, pernah dicintai namun menyia-nyiakan. Kita bertemu atas perasaan yang telah ditempa. Ditempa karenakejadian dengan orang lain atau karena pilihan sendiri yang berakhir penyesalan.

Sambil mengusap-ngusap kepalaku kamu pernah bercerita “kamu tau gak dulu aku pernah pacaran lama, tiga tahunan gitu abis kita lulus-lulusan”.
“oh pacaran pas kuliah”? aku mendongak
“iya, dulu aku sayang banget sama dia. Padahal dia bukan tipe aku, tapi aku sayang, aku mau anter jemput dia pas kuliah padahal rumah dia di bintaro, kamu tau rumah aku di Bekasi. Aku mau ngerjain tugas dia, padahal tugas aku sendiri belum selesai, aku dulu bahkan sering banget nginep dirumahnya”.
“sumpah? why you guys then end up?”
“waktu itu ada fase aku terpengaruh sama kata temen-temen aku, padahal aku udah kenal deket banget sama keluarganya apalagi sama kakaknya, tapi temen-temen aku lebih bisa mempengaruhi mereka bilang aku bego, bucin, banyak deh sampe aku fikir iya juga ya aku kok kaya di perbudak. Akhirnya, aku mulai boong, aku pergi ke club, suka ikut temen aku ke senopaty live-musican, aku juga mulai selalu ikut party yang diadain temen-temen aku yang biasanya aku selalu absen gapernah dateng karena gak dibolehin mantan aku. Aku mulai suka, yang awalnya aku iseng. Aku ketemu sama cewe yang kaya aku banget. Kaya kamu gitu deh”.
“hah? Kok aku ?”
“Iya kaya kita gini, cara gaulnya, cara ngomongnya, jokes-jokes kita kan nyambung. Kaya satu lingkaran gitu. Terus juga cewe ini supel, kaya selalu ada omongan yang gak ngebosenin, she’s kinda smart”.
“ya kamu jangan ngecompare gitu dong sama mantan kamu”
“iya sih gaboleh ngecompare, tapi karena selama 3 tahun aku bener-bener bucin, yang aku tau cewe tuh mantan aku doang, aku gatau apa namanya waktu itu tapi aku gabisa berenti mikirin si cewe yg ketemu sm aku di club. Aku dulu juga gapernah ada fikiran untuk genit or cheat dia gitu. Tapi at the time, aku mulai ngerasa capek sama mantan aku, aku mulai banyak alesan buat gak jemput dia, buat ketemu di kampus aja aku kabur-kaburan, padahal biasanya kalo di cari aku di tongkrongan aku selalu ada. Ini engga, aku milih cabut walopun setelahnya aku ada kelas. Se jahat itu”
Hening.
“terus’?
“I cheated behind her back. Aku mulai risih sama mantan aku. Mulai fikir dia banyak kurangnya. Lebih ke annoying dari pada nyenengin. Gitu aku mikirnya waktu itu. Ditambah lagi cewe yang ketemu sm aku di club ini cantik. You know, sorry to say ya yang mantan aku tuh.. gimana ya intinya diangkatan aku aja dikampus, gak ada yang notice dia siapa. Se biasa itu”
“Sedangkan kamu? famous ya hahaha” kucubit lemak diperutnya
“jelas. Siapa yang gatau aku hahaha. Pokoknya intinya pada saat itu aku gatau kenapa terbersit di pikiran dan hati aku, aku nyesel pacaran tiga tahun sama mantan aku ini dan kesel sama diri aku sendiri how can I waste my time on her. Aku juga mulai ngungkit apa apa aja yang udah aku kasih ke dia selama pacaran. Tapi aku kasian buat mutusin dia waktu itu”
“kok.. kamu jahat ya”
“emang. Tapi pegang kata kata aku pasti nanti ada saat dimana tuhan bikin kamu ngerasain keduanya. Ditinggalin atau ninggalin. Karena hidup pasti tentang dua cerita itu. Kaya miskin, jahat baik, seneng sedih dicampakan mencampakan. Ya gak”?
“I will notice deh, lanjut dong”
“singkat cerita aku berani putusin mantan aku, padahal sama si cewe club ini aku belum tau dia banget, tapi aku suka. Aku nyaman deket sama orang yang setipe sm aku. Cara mainnya, cara nongkrongnya. Aku bahkan ngenalin dia ke tongrongan aku dirumah, di kampus, aku kaya bangga punya dia. Sampe ada waktu dimana dia bilang dia ada kerjaan di Surabaya. Aku inget banget kejadiannya sebelum DWP sebelum kita ketemu. Kalo kamu ngeh waktu itu instastory aku yang makan di warung itu tuh warung di Surabaya, aku nyamperin dia karena gakuat banget gaketemu dia semingguan gitu”.
“sinetron banget nih cerita, lanjutan ini bikin jump scare gak nih”?
Si story teller menarik nafas dalam. Terdiam beberapa detik. Baru kemudian melanjutkan ceritanya “as you may guess, pas aku dateng ke apartment yang dia kasih tau ke aku, aku tunggu di lobby, tapi dia gapernah turun, gapernah dateng, aku langsung lost contact, semuanya di blok, Instagram juga. Aku sempet nanya ke temen yang dia bawa pas party beberapa kali, tapi kebanyakan dari mereka pun bilang kalo mereka juga baru ketemu pas di event partynya blowfish beberapa minggu sebelum aku ketemu mereka waktu itu. Auto gabisa mikir deh aku hahaha. You know aku langsung pesen tiket pulang sambal mengutuk diri sendiri sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta. Aku langsung kefikiran mantan aku. Aku nyesel, Dan awalnya yang aku gapengen DWP aku langsung beli tiket DWP dan ketemu kamu deh”.
Hening.
“apa yang kamu tangkep dari cerita aku ini”? katanya sambil mengecup keningku

Tentu banyak sekali hal yang bisa ditawarkan waktu, tapi menurutku setia adalah pilihan. Kamu bisa saja membiarakan dirimu pergi, terlepas dari kendali, atau tetap berdiri pada hati yang sama. Cinta yang sama. Ya kan? Kamu bisa mengikuti arus perasaanmu yang berliku. Arus fikiranmu yang tidak menentu yang bisa menumbuhkan rindu-rindu baru kepada seseorang yang baru juga. Atau mungkin tetap bertahan pada rasa yang sama, rindu yang sama, mencoba kembali memperbarui rasa dan fikiran dan kembali jatuh cinta. Sebenarnya pasti akan selalu ada pilihan untuk tetap bertahan atau melepaskan, dengan alasan jenuh atau bosan. Ada orang yang lebih memilih pergi demi hati yang baru yang mungkin lebih menarik atau lebih berseri. Ada yang memilih melakukannya diam-diam, terang terangan merajam dada kemudian mengaku khilaf setalah semuanya menjadi luka. Ada yang pandai bermain hati, lihai sekali tanpa pernah diketahui oleh seseoarang yang mencintainya. Ada juga yang minta maaf berkali-kali, bahkan dengan bodoh memberi kesempatan berkali-kali. Ada yang segera berubah, ada yang tetap berjuang dengan tabah.

Untuk urusan hati yang begini, tentu selalu ada pilihan. Selalu ada kesempatan. Jika ingin memilih setia, pasti akan ada jalan berliku, menghadapi fase-fase sulit bisa saja bosan atau enggan. Namun, harusnya cinta selalu bisa dijadikan alasan untuk bertahan bukan?

Setiap pulang tentu akan ada banyak hal menarik yang ditemui di jalan. Akan ada coffee shop, mall, bar, toko buku, tempat karoke dan hal-hal lainnya. Akan ada banyak hiburan dan kesenangan di pinggir jalan. Namun, harusnya setiamu mengantarkanmu pulang kerumah

"kalo kamu pernah nyianyiain orang, kalo aku pernah disia-siain”.
“sakit gak?” hahaha
“mayan it makes me hard to moving on anyway”.
“sampe sekarang”?
“hm. Menurut kamu?”
‘Iya. Tapi percaya deh aku gak akan kaya mantan kamu. Janjiiiiii”. ucapmu
Semeyakinkan itu kata-katamu waktu itu.

Pertanyaan yang paling mudah di jawab di dunia ini adalah: apa kamu ingin Bahagia? Sudah dapat dipastikan semua prang ingin dirinya Bahagia ingin hidupnya tidak merana. Namun, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan ia akan baik-baik saja selamanya. Seperti daun di ranting pohon contohnya,. Sehijau apapun, pada akhirnya akan meguning dan mengering, lalu rapuh dan jatuh. Atau mungkin sebelum darun itu kering, angin lalu membawanya jauh dari ranting.

Sama seperti kebahagiaan. Terkadang, saat semua yang kita rasa menyenangkan, saat yang kita fikir semua akan baik-baik saja. Tiba-tiba hancur tak terduga Terbang bersama angin mengembara. Meninggalkanmu sebatang kara. Dan, seketika kamu menjadi orang yang yang percaya lagi akan kebahagiaan.

********to be continue*****************

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Veloster10 dan 6 lainnya memberi reputasi
3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
He was my drugs (Part 1)
21-01-2020 02:22
jejak kak emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Lihat 1 balasan
He was my drugs (Part 1)
21-01-2020 08:28
Yaa udah nasip harus bisa terima jadi nomer dua

emoticon-Leh Uga
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
21-01-2020 10:42
Balasan post moukiddi
:siapgan
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
21-01-2020 10:42
Balasan post combustor
emoticon-Sorry
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
21-01-2020 11:09
Balasan post nailea
@nailea
Komen nya urutan kedua gitu kamsud nya

emoticon-Leh Uga
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
He was my drugs (Part 1)
21-01-2020 16:46
Mantap, lanjutkan!
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
He was my drugs (Part 1)
21-01-2020 17:07
masih anget
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
He was my drugs (Part 1)
21-01-2020 17:50

He was my drugs (Part 1) What de club!

Kisah ini aku tulis berdasarkan apa yang kita pernah alami bersama. Aku rasa jika pun kamu menemukan kisah ini tanpa sengaja kamu akan sadar si pemeran utama dalam kisah ini adalah kamu. Si pemberi pelangi namun juga menjadi si pematah hati.

 

Pernah suatu waktu, saat kita masih bersama aku membaca sebuah novel tentang kiat-kiat usaha untuk melupakan. Katanya Terkadang kita tidak butuh sesorang yang paham dengan dunia kita. Orang yang sekegiatan dengan kita. Yang kita butuhkan hanyalah orang yang mau menerima dunia kita. It’s to be honest from deep in my heart, aku tidak sepakat dengan apa yang penulis tersebut ungkapkan. Waktu itu di umurku yang baru meninjak dua puluh tahun, tau apa aku soal perasaan orang lain, atau apa yang orang lain fikirkan tentang aku. Aku tidak peduli. Aku terkesan pilih – pilih teman, pilih – pilih pasangan bahkan juga sampai pilih – pilih pekerjaan. Bagiku orang – orang yang pantas berada disampingku adalah mereka yang juga si perokok aktif, mereka yang sejalan denganku, tempat nongkrongnya, party atau event yang didatanginya, cara gaul, jokes – jokes, sampai tempat liburan yang dipilihnya di pertengahan atau akhir tahun, waktu itu pokoknya aku hanya ingin bersama dengan orang – orang yang satu dunia denganku. Yang tidak sesuai atau tidak masuk kriteria pertemananku sudah dipastikani will get rid of them for sure.

 

Pernah, ada saat dimana ada lelaki baik yang mendekatiku, tampan dan rupawan, dia tidak merokok, tidak suka pergi ke club, tidak suka menikmati live music, bahkan sudah pulang kerumah saat pukul sebelas malam. Dia mengajaku nonton dan pergi ke coffee shop waktu itu. Aku mundur teratur, bagiku dia bukan sama sekali tipeku.Why ? Simple. Yang menjadi topik pembicaraan kami waktu itu adalah party yang akan diadakan Fable minggu depan but poor him, he didn’t even notice. Entah kenapa jadi ilfeel seketika. Bukan dia. Aku tidak mau orang – orang seperti dia ada bersamaku. Apakah itu yang dinamakan egois ? Yang aku ingat sikap “pilih-pilih” ku itu membawa aku kepadamu. Mengantarkan aku kepada apa yang aku sebut lingakaran setan. Toxic.

 

Begini, apa yang aku dan kamu jalani itu tidak pernah direncanakan sebelumnya. Tiba-tiba saja waktu mempertemukan kita. Kita dulu adalah teman di sekolah menangah atas. Sekelas pula. Tapi tidak dekat, kita hanya sebatas tau nama saja. Kamu si pintar dan kaya (who doesn’t notice you in school) dengan pacarmu yang cantik. Aku si anak cheerleader yang pacaran dengan anak OSIS teman dekatmu. Siapa yang akan kira kan time will reunite us after three years ?Aku dulu bukan anak gaul ibukota yang sudah kenal club dari SMA, walopun aku sudah merokok pada saat itu tapi aku belum berani untuk pergi-pergi ketempat yang kata anak famous disekolah ku “hype”. Aku fikir tidak baik untuk bermaksiat dengan uang orang tuaku hahaha. Jadi label ku waktu itu disekolah masih bagus, tetap masuk geng famous dan masih diperhitungkan disekolah sebagai anak yang tidak bergajulan. Tapi ketika aku sudah kerja, sudah bisa mendapatkan penghasilan dari jerih payahku sendiri barulah aku berulah. Aku mulai keranjingan pergi ke club, pernah setiap hari dalam seminggu aku tidak pernah absen pergi kesana. Ada atau tidak ada orang yang mau menemaniku aku tetap pergi. Semua club dari yang kecil sampai yang besar di ibukota aku datangi. Aku juga sampai izin ke kantor dengan alasan sakit, padahal aku pergi liburan ke Bali, menghadiri salah satu event di Omnia dan Potato Head. What such an intersting!

 

Berapa banyak uang yang aku habiskan untuk itu semua ? Well un-countable.

Tapi, aku suka. Aku merasa that’s the real me.Come on, i just try to be authentic.

 

Apa yang aku sebut lingkaran setan dimulai. Masa-masa sekolah usai. Aku dan dia lulus dan melanjutkan studi dengan pilihan jurusan masing-masing, bahkan sudah mulai mencoba peruntungan di dunia kerja karena jurusan yang dipilih. Aku mengambil jurusan Sekretaris dan kamu lebih memilih Photography.

 

Karena kebiasaan buruk baruku itu, yap pergi ke club. Aku jadi sering tidak pulang kerumah. Fikirku, karena aku harus langsung pergi ke kantor jadi aku memilih untuk tidur di hotel saja. Aku juga tidak pernah kefikiran unuk menginap dirumah temanku. Malah mereka yang suka numpang tidur di hotelku. Media sosial insatgram waktu itu sedang booming-boomingnya, aku menjadi salah satu user setianya. Kegiatan partyku tiap malam, liburanku, pekerjaanku apapun itu yang sekarang aku fikir lebih mengarah kepada ajang pamer aku bagikan di feed harianku atau yang lebih sering disebut instastory. Aku dan kamu sudah saling mem-followwaktu itu, tapi hanya sebatas pemberi love struck dalam setiap foto di feed terbaru.

Aku tidak begitu menyukai dunia photography, tapi aku suka mendokumentasikan party-thingsku tiap minggu. Seingatku, setiap foto barumu muncul di feed instagramku, tanpa melihat dengan detail caption beserta gambarnya pasti akan langsung aku double touch layar hp ku agar memunculkan love struck dan notification di berandamu. Sedangkan kamu, selalu menjadi penonton setia party harian di instastoryku. 

And...

 

I love beaches anyway, because I like to wear bikini. You guys may guess where this story up to right?


Followers Instagramku bertambah significant waktu itu karena feed harianku yang terkesan bebas dan kebarat-baratan. Party, nongkrong, kerja, meeting, liburan, shopping, makan di tempat fancy, all of that gather on one circle and repeated. Sampai ada saat dimana awal percakapan yang menjadi awal dari segalanya dimulai. Direct message di instagramku memunculkan notifikasi nama baru yang asing untukku. Bukan nama – nama yang ada di daftar komentator setia instasoryku.

 

Kamu. Yap. Namamu. Boleh sebut saja dia M ? as Male. And me F as F*ckhahaha bukan ya, tapi as Female.

 

Male Replied your story 

M: Party mulu mbaknyah, take a rest woy mati muda lo nanti

Typing

F: wkwk hey. Thanks for remind

M: Jenja ada event tau kamis depan, dateng gak?

F: Hua, iyaa. Belum tau nih soalnya barengan sama basque. Lagi bingung pilih yang mana huhu. Lo dateng ?

M: Iya nih, berkabar aja kalo lo dateng juga biar rame. Kalo bisa rsvp table nya deketan wkwkwk. SHVR dateng gak?

F: wkwkwk. Okeee. 

F: Dateng donggg.

M: Mantappp

M: kalo gue bikin party lo dateng dong. Lo biasanya kalo party gitu sama siapa ?

F: Siapp masnya berkabar aja. Kali aja kekurangan orang buat ngabisin minuman yekan wkwk

F: seringnya sih sama temen-temen gue. Gabanyak paling berempat atau paling banyak paling berenaman

M: oohh. Ganti ganti juga lo ya tempatnya, tapi paling seru Lucy sih. Tau kan ?

F: Lucy in the sky? SCBD ? Wkwk dasar ngincer anak anak bocah lo ya. Banyak banget dede2 gemes cuy

M: yee musicnya gilaakkk wkwkwk joget banget dah

Bingung aku waktu itu harus membalas apa. Juga, belum ada perasaan apapun kepadamu. It did feel awkward. Kuputuskan hanya membaca pesan terakhirmu. Namun, muncul satu lagi notification pesan baru. You did much effort dude!

M: see ya ms. Party! Don’t miss me on every party you are attending. Will invite you as well

After 1 hour

Typing

F: keep on eye on your phone notification kang wkwk

 

Kita dua orang yang sehobi. Kita tidak suka hal – hal yang sepi, kita suka sesuatu yang heboh, yang ramai. Kita akan lebih memilih bertemu di waktu yang hampir larut, pukul setengah sebelas malam misalnya tepat di bar atau club yang sudah kita sepakati sebagai meeting point. Pukul sebelas malam adalah waktu yang sudah cukup larut menurutku memang dan sudah merupakan waktu yang tepat bagi para muda mudi untuk pulang dan bersiap-siap untuk tidur. Kita juga tidak pernah tertarik untuk menonton film-film baru yang ada di bioskop atau seperti si pasangan-pasangan penikmat senja lainya menyesap secangkir kopi sambil ditemani semilir angin yang bertiup lembut di pertengahan sore. That was not literally us.

***

Dragonfly, 2017

 
Salah satu Club yang mengusung Public American Bar terbaik yang menjadi tempat favoritku untuk menghabiskan malam. Konsep design dan interior juga dibuat sangat berkelas dan glamour dengan kapasitas penunjung 800-1000 orang. Standing table dan Sofa juga tersedia cukup banyak yaitu sekitar 30 buah dengan pembagian rata 15 buah untuk masing-masingnya. Aku jadi tidak perlu menunggu lama untuk konfirmasi sofa atau table sudah full book atau belum. All the visotors are good, karena rules mereka cukup ketat yaitu untuk wanita dress up and heels is a must.
 
Malam itu suara dentuman bass sudah terdengar dari luar bahkan sebelum aku masuk dan duduk di reservation sofaku. Teman-temanku ternyata sudah lebih dulu tiba, berbincang satu sama lain atau hanya sekedar merokok mengamati keadaan sekitar. Kami memakai warna pakaian serupa. Hitam. The most elegan one. That night, i wear a low back dress and carry a handy clutch for my stuff.
 
Tidak beberapa lama setalah kedatanganku, dua pelayan dengan kemeja dan rompi menghampiri sofa kami.

“Udah sempet pesen minum kak?”
“Oh iya belum, eh lo pada mau minum apa ? Lo pada aja deh yang milih gue ngikut”. Kataku dengan suara lebih keras tiga kali dari biasanya.
Teman 1: “mm… eh mau gak kalo satu whiske satu lagi vodka”?
Semua dan termasuk aku: “NGIKUTTTT”
“Aku mau whiskeynya yang ballantine’s ya mas, vodkanya grey goose aja”.
“Oke kak, mixernya mau apa nih”?
“apa aja deh mas”.
“sprite ya kak”?
“Kurang nampol mas, orange jus aja” sebuah suara menyambar dari arah yang tak terduga. Dia a.k.a kamu. Dengan balutan kemeja hitam panjang, ripped jeans dan sneakers, santai namun formal dan necis.
“SUMPAH”? hahaha kita ketemu juga akhirnya kataku langsung berdiri menyambutmu yang langsung masuk ke area sofaku. “Geng kenalin nih temen gue waktu SMA”.
Kamu waktu itu berdiri dan langsung memeluku akrab.
“Sofa gue di tengah yang paling sepi sendiri ya, main main lah”
Si mas berompi masih berdiri mematung “Eh iya mas, hahaha sorry sorry jadinya iya deh orange jus aja. Geng orange jus ye”. Kataku juga kepada teman temanku tanpa berharap persetujuan mereka.
“oke kak ditunggu ya, gelasnya berarti 8 ya”
“Sip mas thankyou ya”
Kamu masih menatapku. “gila ya gue gak ditawarin duduk”katamu
“yaelah kaya sama siapa aja lo,sini” kutepuk sofa empuk disampingku. Kamu menghampiri aku. Seketika aroma parfumu yang manis memenuhi rongga paru-paruku.
“lo beda banget sumpah sekarang, udah berapa lama sih kita gak ketemu, gue ngeliat lo maya doang by Instagram macem artis lo hahaha. Cantikan tapi”.
“mulai. Jangan gue deh yang lo jadiin mangsa malem ini”
“mangsa? Mangsa mah dipotong kali”
“ANGSA WOY” hahaha seketika tawaku pecah. Receh. RIP selera humorku. “Lo minum apa malem ini’?
“tebak dong” matanya mengerling menggoda.
“Baileys” hahaha godaku. “bener gak”?
“emang anak nongkrong, salah tau. Gilbeys sama Bacardh”.
“Lo suka rum ya”? tanyaku sambil menyalakan rokoku. “Eh sambil sebat ya” aku menatap si yang aku ajak bicara. Tidak ada jawaban. “woy”?
Sambil tanpa berkedip, hampir terlihat seperti setengah bengong “demi lo ngerti minuman’?
“hahaha yaelah gue kira apaan. Kudu lah masa kite party kaga tau ilmunye. Minimal ngerti-ngerti dikit lah” kataku bercanda sedikit memakai logat Betawi tiba-tiba saja.
“I impressed. Super impressed” ditatapnya mataku. “Lo suka vodka ya, kenapa tuh anyway? Gue liat di instastory lo pasti ada vodka walopun gonta-ganti merknya”
Dalam hatiku, I impressed too. Kamu bahkan hafal minuman yang sering ku pesan disetiap partyku. “mm.. kenapa ya mungkin karena bisa dimunum straight up kali ya, on the rocks juga sabeb sih” kataku santai
“wah sumpah sih ini kita harus minum bareng kapan-kapan”
“ngapain kapan-kapan gila, nih ntar ada minuman, minum aja sekarang segala kapan-kapan lo”
“ye serius iniiii, jarang tau ada cewe yang ngerti minuman gue kira lo party ngikutin jaman doang”hahahaha tawa renyahnya tumpah.
“rum apa aja yang enak”? tanyaku
“Miller” katanya sambal menyalakan rokoknya
“ck. Lo bisa serius gak, itu beer anjir”
“ngetes. Tau beneran ternyata”
“Anak SMA juga tau please”
“ya teacher’s campbell lah”
“ITU Whiskey” kataku melotot. “ Ah udah ah capek”
“hahaha iya iya, yang enak tuh Don-Q, Myers tapi nih the most ya menurut gue yang paling enak Lemon Hart atau Negrita. Lo belom pernah coba kan”
“udah lah”
“udah pas di kasih orang dari table sebelah sebelom passed out”? ditatapnya aku lembut sambal memberikan sedikit senyum kecil. Menggoda.
“hahaha keliatan boong ya. Iya deng belom”

Tidak terasa sudah hampir satu jam aku berbincang ngalor-ngidul tidak karuan dengan kamu. Asik juga. Seperti tidak susah mencari topik pembicaraan, selalu saja ada. Suprisingly kamu juga suka minum, dan tau knowledgenya. Impressed. Rasanya tidak ingin waktu berjalan. Aku sampai lupa dengan ketujuh temanku yang sudah sibuk dengan kegiatanya sendiri. Ada yang mengajak wanita dari table lain kenalan, ada yang sibuk berfoto, ada yang sudah asik dengan minuman dan menikmati music serasa dunia milik sendiri. How awesome that night.
 
Lounge Dansa DF sudah hampir dipenuhi puluhan kepala malam itu. Ya Penuh. Namun tidak sesak.
 
Kamu? Malam itu membuat aku tidak pernah berfikir dua kali untuk menjadi tidak dekat. Kamu beda. Waktu itu kamu masih berbeda. Namun, waktu itu aku terlalu dini, terlalu cepat mengambil kesimpulan tentangmu. Tapi aku hanya manusia. Aku mudah terkesan dan terkesima dengan caramu. Intinya, kamu sama sepertiku. Kita satu dunia. That was i called Lingkarang setan.

 
*********************** to be continue*********************************



profile-picture
Veloster10 memberi reputasi
1 0
1
He was my drugs (Part 1)
21-01-2020 18:22
numpang nenda gan
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
He was my drugs (Part 1)
21-01-2020 19:09
lanjutkan
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
He was my drugs (Part 1)
21-01-2020 22:31
waiting
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
22-01-2020 08:53
Balasan post kopinisasi
emoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
22-01-2020 08:53
Balasan post adorazoelev
gorengan dong gan
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
22-01-2020 08:54
Balasan post palice
sabeb gannnn
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
22-01-2020 08:54
Balasan post tukang.keren23
emoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
22-01-2020 08:55
Balasan post kamal955
emoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
moukiddi memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
He was my drugs (Part 1)
23-01-2020 15:50
ceritanya bagus, sesikit saran.
dialog tag setelah petik awal(") gunakan huruf kapital. di akihir sebelum petik di kasih koma atau titik.
profile-picture
sixfloor memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
23-01-2020 16:16
Balasan post sofiayuan
Komentarnya bagus, sedikit saran.
Ceritanya bagus, *sedikit saran.
Dialog tag setelah *tanda baca petik awal (") , gunakan huruf kapital. *di bagian *akhir, *tanda baca titik diberikan sebelum tanda baca petik*

Note :
* = saran revisi
0 0
0
He was my drugs (Part 1)
Lapor Hansip
23-01-2020 17:09
Balasan post sofiayuan
lucky me, makasih banget sarannya!! huhu aku bener bener blm ngerti tentang punggunaan tanda baca pas nulis. Well such a good advise, rceived with thankss
0 0
0
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-itu-dari-quotmamaquot
Stories from the Heart
he-is-my-beloved-stepbro
Stories from the Heart
pamer-calon-bojo
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia