News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
184
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e21979710d2956059753711/lebih-pilih-toa-untuk-peringatan-bencana-pak-anies-gak-mau-pakai-aplikasi-ahok
Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana menyoroti langkah Pemprov DKI yang lebih memilih menggunakan alat pengeras suara atau toa untuk memberi peringatan bencana. Menurut dia, cara ini merupakan cara kuno.
Lapor Hansip
17-01-2020 18:16

Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?

Past Hot Thread
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?

Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?

WE Online, Jakarta - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana menyoroti langkah Pemprov DKI yang lebih memilih menggunakan alat pengeras suara atau toa untuk memberi peringatan bencana. Menurut dia, cara ini merupakan cara kuno.

Karena itu, ia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggunakan cara yang lebih modern seperti menggunakan aplikasi di ponsel.

Ia mengatakan untuk memberi peringatan bencana ini pernah dilakukan saat era Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Yakni, aplikasi bernama Pantau Banjir diyakini akan lebih efektif memberikan peringatan kepada masyarakat Jakarta.

"Pada 20 Februari 2017, Pemprov DKI meluncurkan aplikasi Pantau Banjir yang di dalamnya terdapat fitur Siaga Banjir," ujarnya dalam pernyataan persnya, Kamis (16/1/2020).

Lanjutnya, ia mengatakan Fitur "Siaga Banjir" dalam aplikasi itu, kata William, bisa memberikan pemberitahuan ketika status pintu air meningkat. Dengan demikian, masyarakat bisa bersiaga untuk mengantisipasi masuknya air ke rumah mereka.

"Fitur itu memberikan notifikasi ketika pintu air sudah dalam kondisi berbahaya serta berpotensi mengakibatkan banjir pada suatu wilayah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan aplikasi tersebut hingga kini memang masih bisa diakses. Namun, fitur Siaga Banjir itu sudah tidak ada lagi sejak pembaruan versi 3.2.8 pada 13 Januari lalu.


Sambungnya, pada versi terbaru, pengguna hanya bisa melihat ketinggian air di tiap RW, kondisi pintu air, dan kondisi pompa air. Karena itu, ia menyarankan Anies kembali mengembangkan dan memanfaatkan fitur "Siaga Banjir" sebagai sistem peringatan dini.

"Aplikasi berbasis internet gawai seharusnya lebih efektif dan lebih murah, ketimbang memasang pengeras suara yang hanya dapat menjangkau radius 500 meter di sekitarnya," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) M Ridwan mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menambah enam perangkat pengeras suara atau toa untuk peringatan bencana kepada warga. Bahkan, anggaran yang disiapkan tidak tanggung-tanggung Rp 4 miliar untuk enam set toa.

Ia mengatakan nama alat tersebut adalah Disaster Warning System (DWS). Sambungnya, perangkat ini tergabung dalam sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) BPBD Jakarta.

"Tahun 2020 pengadaan enam set DWS," ujarnya kepada wartawan Rabu (15/1/2020).

Sambungnya, ia mengatakan enam set DWS ini dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 yang terbagi menjadi dua komponen mata anggaran yakni untuk pemeliharaan dan pengadaan DWS.
sumber

☆☆☆☆☆☆

Ada yang punya penjelasan lengkap mengenai alat DWS yang dibilang "Bukan Toa Masjid" oleh bawahan Anies? 4 milyar lho.

Padahal kalau misalkan memakai internet dan bekerjasama dengan provider, nilai sebesar itu bisa ditekan jauh hingga dana yang ada bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting.

Kita coba pakai bahasa awam saja.

Di hulu sana, di bendungan-bendungan yang mengarah ke Jakarta, terpasang alat yang yang mengukur tekanan air ke bendungan, pendeteksi gerakan tanah, pendeteksi gerakan dinding bendungan, serta ketinggian air. Semua itu tercatat oleh sebuah program, terserah berbasis apa. Terpasang juga CCTV dari segala arah yang memantau langsung keadaan bendungan dan permukaan air. Lalu semuanya dikirim real time ke pusat siaga bencana di Jakarta. Dan di ruang server pusat siaga bencana Jakarta terpasang beberapa layar TV ukuran 40 inchi untuk menampilkan hasil grafis dan video dari bendungan di luar Jakarta.

Pusat siaga bencana Jakarta juga memasang alat deteksi ketinggian muka air sungai yang terpasang di beton agar tidak dicuri. Alat tersebut terpasang 3. Paling bawah kondisi normal. Tengah kondisi siaga. Atas kondisi bahaya.

Alat tersebut secara otomatis akan mengirim alarm ke pusat siaga bencana. Begitu kondisi air berada di posisi siaga, maka pusat bencana Jakarta mengirim permintaan sms blast ke provider-provider telepon seluler. Dari sana sms akan dikirim ke seluruh handphone yang berada di area terjangkau yang telah disepakati. Jadi masyarakat kan langsung bergerak siap-siap menghadapi banjir dan menjauh dari area terdampak.

Semua ini terhubung dengan internet. Mudah, murah, cepat. Tak perlu keluar uang hingga 4 milyar.

Beda masalahnya kalau memang banjir dianggap berkah seperti apa kata pendukung Anies Baswedan.

Orang bego kadang lebih nyolot. Apalagi soal uang besar. Ada aja alasannya.

Gitu deh.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
feraldi2001 dan 42 lainnya memberi reputasi
43
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 7 dari 7
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 00:30
Quote:Original Posted By Arzal
Dari zaman kampanye gw jg udah sangka si Anies ini mainin peran antitesis Ahok.


Antitesisnya kafir!
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 00:30
Toa made in china emoticon-Kagets
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 06:43


Quote:Original Posted By roninthirst
toa masjid kan banyak banget di jakarta (pemukiman padat penduduk) jadi gak usah beli toa lagi, kalau fungsinya cuma buat beritahu status banjir doang emoticon-Big Grin


pengadaan toa ya kudu disesuaikan d titik banjir en dlm radius km banjirny..

emg masjid pasti ada d titik banjir dan radius km-ny? sok teu loe ah emoticon-Nohope
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 07:35
... memalukan kualitas receh banget yang di punya oleh gabener pilihan jualan ayat & mayat
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 09:45
Ngapain pake app cafeer
Mending toa lebih halal
Biarpun made in aseng
Ah gapapalah yang penting seimin
Gakbener rasa pleciden

Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?


...............................emoticon-Ngacir
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 10:43
Wow 6 toa 4 miliar. sungguh hemat ya pak Gabener.
Harusnya mah 10 miliar aja sekalian. Wong horang kaya koq negara ini. emoticon-Big Grin
Sekalian tiap rumah warga dipasang toa dah. Biar makin mantap suaranya. emoticon-Jempol
Wakakakaka.
Orang kolot emang susah la. Apalagi gengsi mau pake sistem gubernur sebelumnya.
Kalo orang begini aja bs jadi gubernur, berarti semua orang jg bisa. emoticon-Ngakak
Diubah oleh bladedrewz
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 10:55
heh TS emoticon-Blue Guy Bata (L)

Ente bisa2nya ya ngarepin sesuatu hal yg modern dari kadal gurun kolot? emoticon-Blue Guy Bata (L)

Kalo mau ngarep yg bagus2, liat dulu orangnyaaa emoticon-Kroasia

Kadal gurun jaman baheula ente harepin bisa modern? emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
Bukan.Arab memberi reputasi
1 0
1
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 11:38
nais inpoh
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 11:40
Toa itu heibat cuyy buktinya bisa suruh orang solat..heee
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 12:27
Seterah lo deh wan aibon


Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
profile-picture
profile-picture
deconfliker dan tllaisn memberi reputasi
2 0
2
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 12:31
Loe bego... Itu aplikasi produk kafir... Klo toa produk china... Tau gak loe????

Bang japar nehhh!!!
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 13:43
Setiap HPsemuanya hampir ada fitur GPSnya, kalo pake Qlue bakal gampang sekali ketahuan lokasi mana saja yg banjir. Bahkan banjirnya bisa dipetakan berdasarkan kedalamnya. Aplikasinya tinggal diupdate dgn isian formulir sederhana mengenai banjir
profile-picture
alexprison memberi reputasi
1 0
1
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 14:23
Quote:Original Posted By jokokembarloro
Di kota2 besar negara maju, pasti punya sistem kayak gini, sirine, toa. Karena memang gak cukup, contoh tsunami, tetep aja pakai sirine.
Gw aja sms dah gak pernah gw buka karena isinya promo doag.
WA dah kebanyakan grup, buka bisa 1 jam kemudian. Emang cebong2 dungu ini yang kerjaanya online mulu.
belum kalau bencana terjadi malam malam hari. Mungkin karena ini gagasan Anies, coba kalau ini keluar dari yang dulu dapat sisaan ngaku2 petahana itu, dari pantatnya juga dijilatin dulu lalu dibilang jenius!!!


iya terus kenapa idolalu lu nganggarin 4 miliar buat beli TOA 6 biji doang ?
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 15:18
Numpang liwat ya.....emoticon-Traveller
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 17:00
Quote:Original Posted By daimond25
Suara Peringatan Banjir Jakarta yang Tak Pernah Terdengar
CNN Indonesia


Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?


Suara Peringatan Banjir Jakarta yang Tak Pernah Terdengar
CNN Indonesia
Jumat, 17/01/2020 10:18
Bagikan :
Suara Peringatan Banjir Jakarta yang Tak Pernah Terdengar
Toa peringatan dini bencana di wilayah Jakarta. (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan telah memasang pelantang suara peringatan dini banjir di sejumlah titik rawan banjir di wilayah ibu kota RI tersebut.

Kini, pengadaannya akan ditambah di sejumlah lokasi yang anggarannya masuk dalam Program Pengelolaan Risiko Bencana dengan total anggaran hingga Rp4,3 miliar.

Namun, sejumlah warga korban banjir di Jakarta mengaku tak mendengar peringatan banjir dari Toa yang dikelola langsung BPBD DKI Jakarta tersebut. Beberapa warga yang ditemui mengaku tahu kabar banjir dari sesamanya, media massa, dan media sosial.


Sahuri (66), warga RT 5 RW 7 Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku tak mendengar suara peringatan banjir yang merendam rumahnya sehari setelam malam pergantian tahun 2019 ke 2020 lalu. Kabar banjir justru ia dengar dari anaknya lewat berita di internet.

"Nggak terdengar," kata Sahuri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/1).

Lihat juga: Peringatan Bencana DKI Rp4,3 M, Termasuk Toa Banjir Rp7 Juta
Berdasarkan pantauan, lokasi Toa peringatan dini banjir untuk warga Bidara Cina berada di Sekretariat RW 7. Lokasinya berjarak lebih dari 200 meter dari rumah Sahuri.

Pelantang suara itu dipancang dengan tiang dengan tinggi sekitar 5 meter, dan terdiri atas empat toa yang mengarah ke berbagai arah mata angin.

Warga Kelurahan Bidara Cina lain, Nur Hidayat juga mengaku tak mendengar suara pengumuman dini banjir di kelurahannya. Padahal, rumah Hidayat berada di samping Sekretariat RW 07, tempat toa itu berada.

Hidayat mengaku memang sempat mendengar suara lewat toa itu. Menurutnya, bunyinya mirip suara sirine yang dibunyikan satu sampai tiga kali sesuai peringatan level siaga prediksi banjir akan datang. Tapi, katanya, itu sudah lama.

"Suara sirine. Oooeeeeettt gitu," ujar Hidayat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/1), dengan menirukan suara sirine yang pernah ia dengar

"Saya juga nggak ngerti rusak atau gimana. Cuma emang dari tahun kemaren juga nggak bunyi. Pas banjir nggak bunyi" sambungnya.

Salah satu warga di kelurahan Bidara Cina yang rumahnya terkena banjir, TIas, mengaku tak menghiraukan apapun saat air bah merendam rumahnya tahun baru lalu. Ia juga menilai keberadaan toa untuk peringatan dini banjir juga tak efektif.

"Masa kita mau pantengin toa. Udah nggak mikirin apa-apa dah," imbuhnya.

Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?

Di tempat terpisah, Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan pun ada warga yang mengaku tak mendengar keluar bunyi peringatan dari toa yang terpasang.

Uum (49 tahun) warga Kelurahan Pengadegan mengaku sempat mendengar suara sirine dari kantor Kelurahan Pengadegan, lokasi toa peringatan banjir berada. Namun, suara yang ia dengar itu adalah saat waktu sedang diuji coba saja.

"Waktu tes denger. Waktu banjir nggak tahu," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/1).

Warga lain di Kelurahan Pengadegan Zulkarnain (42) mengaku juga tak mendengar pengumuman banjir lewat pengeras suara. Ia justru tahu kabar banjir langsung dari aparat kelurahan yang turun ke rumah warga. Hal itu menurut Zulkarnain cukup membantu.

"Lumayan. Ngebantu. Cuma kadang warga dikasih tahu sama lurah, nanti warga ngeliat kondisi kali," katanya.

Saat dikonfirmasi Lurah Pengadegan, Azhari, mengatakan toa yang dipancang di depan kantor Kelurahan Pengadegan memang dipasang belum lama, awal Desember 2019. Namun, ia tak mengetahui detail cara kerjanya.

"Terkait Early Warning System (EWS) bisa ditanyakan ke BPPD DKI," ujar Azhari lewat pesan singkat, Kamis (16/1).

Lihat juga: Isyarat Cemburu Jokowi, Meredam Anies dan Mengangkat Sandiaga
Peringatan Pelengkap

Berbeda dengan toa pada umumnya, toa ini dinamai Disaster Warning System (DWS) dan tergabung dalam sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) BPBD DKI Jakarta. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI M Ridwan menjelaskan alat DWS adalah pengeras suara berskala besar yang dapat didengar dari radius 500 meter.

Setidaknya ada empat pengeras suara yang dipasang di tiang tinggi dan terhubung dengan sistem di kantor pusat BPBD DKI Jakarta.

Selain itu DWS juga dipasang di lokasi rawan banjir. Peringatan dini yang diberikan ialah soal ketinggian muka air sungai dan perkiraan datangnya air kiriman dari hulu. Sehingga warga yang tinggal di bantaran sungai bisa mempersiapkan diri datangnya banjir.

"DWS kami gunakan untuk melengkapi info peringatan yang kami kirim melalui WAG grup camat dan lurah," kata Ridwan.

Adapun kawasan yang sudah dipasang toa pada 2019 lalu adalah:

1. Ulujami, Jakarta Selatan

2. Petogogan, Jakarta Selatan

3. Cipulir, Jakarta Selatan

4. Pengadegan, Jakarta Selatan

5. Cilandak Timur, Jakarta Selatan

6. Pejaten Timur, Jakarta Selatan

7. Rawa Buaya, Jakarta Barat

8. Kapuk, Jakarta Barat

9. Kembangan Utara, Jakarta Barat

10. Kampung Melayu, Jakarta Timur

11. Bidara Cina, Jakarta Timur

12. Cawang, Jakarta Timur

13. Cipinang Melayu, Jakarta Timur

14. Kebon Pala, Jakarta Timur

Sementara enam kawasan yang rencananya akan dipasang toa, yakni Tegal alur, Rawajati, Makasar, Jati Padang, Kedoya selatan, dan Cililitan. Kawasan ini dalam pemetaan BPBD termasuk dalam daerah rawan bencana banjir.


https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200117095009-20-466173/suara-peringatan-banjir-jakarta-yang-tak-pernah-terdengar



0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 20:42
buat apa
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
19-01-2020 20:49
Ane doakan yg terbaik untuk jakarta
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
20-01-2020 01:16
Quote:Original Posted By i.am.legend.
Soalnya ini lagi ngomongin alat deteksi dan peringatan gan.

Kalau solusi kan udah mau dijalanin lagi normalisasinya.

Anies yang gak mau ngegusur makanya jadi ribet.


Mksdnya sejauh ini kan kalo normalisasi cmn wacana akan

Yg diaplikasikan itu cmn buat "kalo udah keburu banjir" alias cmn warning buat warga untuk ngungsi

Yg begituan yg di gas

Skala prioritas ga ada sama sekali

Qlue jaman dulu kan jg enak, jd warga bantu liatin

Air kali lagi pasang - lapor - tindak lanjuti, entah pompa atau cek tanggul aman apa kagak, biar siaga

Toh memang wajar ga mungkin bisa standby 100% menyeluruh dgn akurasi 100% juga tanpa bantuan rakyat, dengan teknologi yg ada sekarang


Makanya qlue enak dulu, ad yg ga beres dikit, yg dimana warga sendiri kan lebih tau parameter" abnormalitas lingkungan sekitar tempat tinggal

Tinggal lapor, pemda yg beresin

Yg penting kan gercep pasca laporan

Lah ini ditinggalin, balik ke toa, toh kalo toa lebih cocok kalo buat bencana alam yg beneran ga bisa dihindari/dicegah kyk tsunami ato gempa bumi


Paling kagak memang skrg nasi udh jd bubur, ya pantengin/bikin tools yg mempermudah informasi akan indikasi yg bakalan banjir gt
Diubah oleh anus.bau.edan
0 0
0
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
20-01-2020 10:37
toa tuh udh terbukti buat apa aj bisa, klo hp kecemplung aer banjir mati mana bisa ngabarin tetangga, ga ush pake kuota inet, wifi buat nyanyi aja bisa
0 0
0
Halaman 7 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia