Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
50
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1f33e70577a93243124c8d/cinta-di-dinding-biru
Ayana menghempaskan diri di sofa. Wajahnya serupa rembulan suram. Alis tebalnya masih terpaut. Menekuri layar ponsel di genggaman tangan. Berkali-kali ia menggulirkan jemari pada aplikasi media sosialnya. Ia masih serius membaca sebuah kolom komentar akun seorang pria dan wanita. Ada gemuruh di dada. Kepalanya terasa berat. Ingin sekali ia menyudahi lalu keluar dari akun itu. Namun, rasa penasara
Lapor Hansip
15-01-2020 22:46

Cinta di Dinding Biru

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Cinta di Dinding Biru

Quote:

Cinta di Dinding Biru

Liberosis Biru

Bagaimana bisa aku menepis segala tentangmu.
Bahkan di kala malam aroma tubuhmu bak harum petricor.
Irama suaramu berembus seperti topan, merasuk ke dalam aorta menembus bilik-bilik jantung, memporak-porandakan debaranku. Dan bibirmu ibarat candu, dopamin pemantik gairah beradu dalam saliva beraroma nikotin.

Apa yang patut kusangkal?
Ini bukan seabsurd kenopsia maupun adronitis yang datang tiba-tiba seakan savana tanpa hujan sudah beralih tandus.
Hanya kelopak zinia yang tak lengkap tanpa cumbuan embun pun Harleen Quinzel tak lengkap tanpa Arthur Fleck.
Kita adalah keindahan dalam gelap dan gelap dalam keindahan.


20 Januari 2019
Adeline Nordica


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Ayana menghempaskan diri di sofa. Wajahnya serupa rembulan suram. Alis tebalnya masih terpaut. Ia menekuri layar ponsel di genggaman tangan. Berkali-kali wanita berlesung pipi itu menggulirkan jemari pada aplikasi media sosialnya.

Ia masih serius membaca sebuah kolom komentar akun seorang pria dan wanita. Ada gemuruh di dada. Kepalanya terasa berat. Ingin sekali ia menyudahi lalu keluar dari akun itu. Namun, rasa penasaran seolah mengambil alih separuh akal sehatnya.

Ia memang menaruh hati pada si pria. Sosok yang sudah mengisi bilik kosong di hatinya. Pria yang selalu melambungkan harapan ketika mereka bercengkerama di dinding biru.

"Heran, deh. Sekalinya dengan cewek ini mesra banget. Gak pernah marah-marah meskipun berguraunya kelewat batas. Belum lagi dia nyantai banget lepasin tawa. Kayak nyaman banget. Gak mungkin hanya sekadar teman," lirih Ayana seraya men-klik komentar lain di tulisan Pandu.

Rasa penasarannya semakin menjadi-jadi. Seolah pemburu kelaparan, napasnya semakin cepat. Jarinya segera menekan akun si wanita.
Tak ada biodata jelas. Hanya beberapa foto unduhan dari internet sebagai pemanis puisi, dan prosanya. Gambar wanita itu pun sengaja dibuat seperti kartun. Beberapa adalah tulisan curhatan si wanita tentang kerinduan kepada prianya.

Cinta di Dinding BiruSumber

Hei, apa ini? Ada foto dia dan seorang pria yang ditutup emotikon. Jangan-jangan ini .... Ayana tahu selama ini pria pujaannya tak pernah sekalipun menampakan wajah asli. Dugaannya semakin menjadi apalagi si pria memberikan reaksi love pada foto itu.

Lelehan air mata perlahan mengalir di pipi Ayana. Ia berharap mereka bukan pasangan seperti yang diduganya selama ini. Apakah gadis bermata kelereng itu yang selalu merasa besar kepala setiap berinteraksi dengan Pandu? Ia merasa cintanya bertepuk sebelah tangan.

"Bodoh! Kenapa tak kamu serang saja si perusuh itu? Teror di inbox-nya. Suruh Vivian menjauh dari Pandu." Sebuah suara berbisik di telinga Ayana.

Ayana menggigit bibir bawahnya. Jarinya gemetaran. Ia akan menekan tombol keluar tapi ...

"Teror atau kau kehilangan pangeranmu. Tunggu apa lagi, Ay?" Suara itu semakin menggema di kepalanya. Kali ini memerintah dengan keras.

Rasa cemburu Ayana sudah naik ke ubun-ubun. Penuh semangat jari-jarinya lincah mengetik kata-kata tak pantas di inbox Vivian. Ia tersenyum licik ketika pesannya meluncur mulus. Puas? Tidak! Ternyata ia memiliki sebuah ide. Ya, wanita itu harus disingkirkan sejauh mungkin. Tersisih belum cukup. Aku ingin ia menderita secara psikis.

***

Seminggu kemudian beranda teman-teman Ayana ramai membicarakan Vivian. Banyak teman-teman wanita menghujatnya sebagai pelakor. Desas desus itu kian menjadi apalagi Ayana pandai berakting seolah si pria adalah kekasihnya. Menuduh Vivian sebagai orang ketiga dalam hubungan (tak pernah ada) mereka. Gadis berambut sepinggul itu semakin percaya diri. Dramanya mulus tak terendus. Apalagi banyak teman-teman satu grupnya bersimpati kebablasan tanpa menyelidiki. Menyerang akun Vivian dengan kata-kata lebih kotor.

Jangan beri panggung pada perusak hubungan orang. Ih, najis kayak gak laku aja jadi orang. Cuih!

Begitu sebuah tulisan di kolom komentar foto Vivian bersama wajah pria yang tertutup stiker. Tulisan yang tak lain dari sahabat Ayana, Maya. Ayana tersenyum puas. Ia menunggu tanggapan dari si pria pujaannya di akun Vivian. Nihil. Terakhir si pria online sekitar dua hari yang lalu.

Kian hari kian gencar serangan dari Ayana dan teman-temannya. Vivian sudah mengklarifikasi bahwa dugaan mereka salah. Foto pria itu bukanlah pria yang dimaksud. Percuma bicara pada orang yang tengah terbakar emosi. Bicara benar pun malah semakin diintimidasi.

Halah! Pasti lu, lagi halu. Lu, tahu kan Ayana itu pasangannya Pandu. Dasar pelakor!

Astaghfirullah. Kenapa Kak Maya ngomong seperti itu. Bukankah sudah saya bilang itu suami saya, bukan Bang Pandu. Silakan konfirmasi sendiri dengan orang bersangkutan. Terima kasih atas tuduhannya. Saya tidak menyangka orang berpendidikan seperti kakak tega memfitnah. Ini foto kami tanpa stiker. Silakan cocokan dengan foto Bang Pandu. Kalaupun abang memiliki kekasih tidak mungkin saya tidak tahu.

Bacot, lu! Masih juga gak mau ngaku. Ngapain juga Pandu mesti ngasi tahu lu kalau dia dan Ayana jadian. Memang lu siapa? Dasar Keong Racun! Udah salah malah ngelunjak.

Vivian menangis membaca komentar pedas Maya. Ia tak tahu menahu apa yang tengah terjadi. Padahal ia tengah menetralkan suasana hati di selepas masa keguguran. Untuk menghibur hati ia menunggah foto bersama suami. Padahal sedari membuka akun tak pernah sekalipun ia mau membuka privacy-nya untuk umum. Ia hanya ingin berkonsentrasi untuk menulis saja. Entah kenapa hari itu ia rindu dan ingin sekali menampakan kebahagiaan mereka. Ternyata berbuah petaka.

Akhirnya Vivian memutuskan untuk offline sementara waktu. Ia akan menenangkan diri dari dunia maya seraya menunggu balasan pesan dan telepon dari Pandu.

"Ah, pasti dia masih sibuk." Vivian menaruh android di sebelahnya. Tiba-tiba telinga wanita berlijbab itu berdenging. Kepala seperti ditusuk-tusuk jarum. Perutnya juga kram. Wanita itu meringkuk menahan sakit luar biasa di perut. Ia mengambil hp lalu menekan nama suaminya. Tak ada jawaban sementara penglihatan mulai buram. Vivian mengirim pesan. Nihil. Terpaksa ia menekan nomor ibunya.

Di sudut kota lain Ayana mulai men-stalking akun Pandu. Mencari tahu apakah si pria sudah aktif bermedia sosial. Zonk! Ia malah menemukan akun Vivian yang telah offline.

***

Tiga hari berikutnya.
Ayana dan Maya yang tengah berada di sebuah cafe tersentak membaca sebuah tulisan di beranda Pandu. Tawa berderai mereka berubah menjadi aroma ketakutan. Keringat dingin mulai membasahi telapak tangan Ayana.

Baru beberapa hari dinas ke luar kota dapat kabar kalau adik tersayang saya, Vivian masuk rumah sakit lagi. Awalnya dia tidak mau cerita kenapa. Sebagai abang, saya mesti tahu dan meluncurlah pengakuannya.
Untuk kalian yang sudah meneror adik saya, MINTA MAAF KEPADA ADIK SAYA ATAU SAYA PERKARAKAN KALIAN.

Jangan kira saya tidak tahu dalangnya. Kamu Wanita halu bin mythomania percuma berwajah cantik jika hatimu menyimpan kebusukan. Di depanku, kamu alim. Tidak tahunya itu hanya topeng. Pandai sekali kamu bersandiwara. Apakah tabayyun tak ada artinya untuk dirimu?

Awalnya saya mulai jatuh hati padamu. Sayang sekali seribu wanita sepertimu diberikan padaku, tetap nol di hadapanku. Camkan itu!


"Loh, kok gak sama dengan cerita lu sih, Ay. Lu bilang kalian jadian. Tapi, masa' lu gak tahu Vivian itu adiknya Pandu. Jangan bilang yang halu itu, lu?!" Maya menatap tajam pada teman di depannya.

Bibir Ayana sudah bergetar hebat. Kepalanya tertunduk. Suara musik cafe sudah terdengar samar-samar.

Cinta di Dinding Biru

"Sial! Kawan sendiri lu manfaatin. Dasar sakit lu!" Mia bergegas pergi setelah mendorong bahu Ayana.

"May, tolong dengerin penjelasan gue. Maafin gue." Ayana sudah mengejar Maya ke luar cafe.

"Bomat! Gue mau minta maaf sama Vivian. Lu, harusnya minta maaf juga, bukan cuma sama gue. Noh! Vivian, Pandu, dan gank kita yang udah lu tipu. Nyesel gue udah masuk drama, Lu. Lain kali kalau cinta jangan bego. Otak lu juga dipakai!" Maya masuk dan menghempaskan pintu mobil.

Terios silvernya melaju membelah jalan. Ayana terpekur di depan cafe. Tubuhnya luruh lalu berjongkok dan menangis sejadi-jadinya.

-Tamat-

25 Mei 2019
Adeline Nordica
Diubah oleh AdelineNordica
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NovellaHikmiHas dan 17 lainnya memberi reputasi
16
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Cinta di Dinding Biru
15-01-2020 22:47
Diubah oleh AdelineNordica
profile-picture
profile-picture
andrialong05 dan embunsuci memberi reputasi
2 0
2
Cinta di Dinding Biru
16-01-2020 08:41

Opia Mars dan Venus

Opia Mars dan Venus

Cinta di Dinding BiruSumber

Rhys masih bermonolog. Membicarakan tentang impian-impian, prestasi, dan percintaan dengan beragam wanitanya dulu. Mata sedikit sipit itu berbinar. Wajah antusias menyimpan kebanggaan, sedikit jemawa tersirat dari perkataannya. Kadang alis pekat itu naik turun mengikuti ekspresi wajah tampannya.

Beragam pengalaman ia tuturkan tanpa jeda. Berpacu dengan waktu. Seakan menit akan melibas suaranya. Larik merah pudar hasil isapan nikotin bertahun-tahun itu masih saja membuka dan menutup. Bibirnya memang seksi selaras dengan dagu sedikit lancip dan rahang yang kokoh. Cambang mulai tumbuh subur di sisi pipi putihnya.

Ia memang tak pandai membisu. Ada saja topik pembicaraan. Baru berhenti ketika akan tidur, mempunyai hajat lain, dan ketika bosan. Hatinya ibarat cuaca, tak terprediksi. Kapan ia senang atau sedih hanya dirinya yang tahu.

Anak rambut Rhys meriap dimainkan embusan angin malam. Ia menyingkirkan dengan tangan kiri, sedikit tergangguโ€“sesekali mengumpatโ€“dan tangan kanan masih memegang beberapa lembaran aksara hasil buah pikirannya. Ia memainkan pulpen di sela jemari. Mengacak-acak rambut sebatas leher beberapa kali. Pria bertubuh tegap itu memang konseptor jempolan.

Cinta di Dinding Biru

Zara, wanita di depannya sama seperti gelas kopi Gayo yang tandas ia minum. Membisu dan menjadi penikmat sejati dari ribuan kata-kata dari bibir si pria. Sebuah atensi yang wajib dilakukan setiap mereka bertemu. Ketika suasana hatinya secerah mentariโ€“dapat dihitung jariโ€“Rhys tak segan mendekap wanitanya, menghapus air mata bahkan memberikan suntikan dopamin. Lalu kembali tak acuh seakan Zara hanyalah boneka.

Baru saja bibir Zara hendak bicara, Rhys mengambil alih dengan intonasi tinggi. Wanitanya tersenyum kecut. Entah seperti apa sebentuk hati wanita berlesung pipit itu sekarang. Tangannya sedikit gemetar memegang cangkir porselen berisi Thai Green Tea. Ada bulir bening di sudut matanya.

Kata 'kita' hanya sebuah pemanis saat mereka bercengkerama. Hubungan tak terdefinisi, mungkin absurd. Mereka berada di naungan kanopi cafe berornamen klasik, suguhan lagu All of Me, dan cerahnya malam dengan formasi rasi bintang di atas sana. Ah, harusnya malam ini menjadi kencan romantis mereka berdua.

***

Saat Rhys terlelap dalam buaian mimpi, sebuah jembatan telah berdiri kokoh. Ia tak pernah tahu diam-diam kepingan kekecewaan Zara membentuk sebuah jarak dalam hubungan mereka.

Tak ada pesan perpisahan. Teman berbaginya hanya pergi sejenak. Perlahan menjauh. Jenuh dengan monolog tak henti tentang ke'aku'annya. Wanita beraroma Guess Pink itu hanya butuh kata 'kita' dalam artian sebenarnya. Bukan sekadar formalitas belaka.


-------------------------๐Ÿ’”๐Ÿ’”------------------------

Sometimes you gotta burn some bridges just to create some distance
I know that I control my thoughts and I should stop reminiscing
But I learned from my dad that it's good to have feelings
When love and trust are gone
I guess this is moving on
Everyone I do right does me wrong
So every lonely night I sing this song
I hate you, I love you,
I hate that I love you
Don't want to but I can't put nobody else above you

~I Hate You, I Love You-Gnash ft. Olivia Oโ€™Brien~

Cinta di Dinding Biru
Diubah oleh AdelineNordica
profile-picture
profile-picture
andrialong05 dan embunsuci memberi reputasi
2 0
2
Cinta di Dinding Biru
16-01-2020 15:05
Singgah dik. Main2 yaa
profile-picture
profile-picture
andrialong05 dan AdelineNordica memberi reputasi
2 0
2
Cinta di Dinding Biru
16-01-2020 17:35
Quote:Original Posted By embunsuci โ–บ
Singgah dik. Main2 yaa


Terima kasih sudah mampir kakak sayangemoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
andrialong05 dan embunsuci memberi reputasi
2 0
2
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 09:50
Quote:Original Posted By AdelineNordica โ–บ
Terima kasih sudah mampir kakak sayangemoticon-Big Kiss


Oke, siib dek sayangemoticon-Kiss
profile-picture
andrialong05 memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 10:26
keren nih,,,,,,
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 10:40
Quote:Original Posted By andrialong05 โ–บ
keren nih,,,,,,


Terima kasih sudah mampir, Ganemoticon-Jempol
0 0
0
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 10:42
sama sama
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 10:55
Quote:Original Posted By andrialong05 โ–บ
sama sama


emoticon-Shakehand2emoticon-Shakehand2emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Maaf mengganggu kenyamanan membaca agan. Masih ada typo untuk nama Mia. Harusnya menjadi Maya
Diubah oleh AdelineNordica
profile-picture
andrialong05 memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 11:00
dimaklumi.....
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 11:18
Quote:Original Posted By andrialong05 โ–บ
dimaklumi.....


Terima kasihemoticon-Jempol
0 0
0
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 11:34
woooww salah paham wkwkwk
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 11:53
Quote:Original Posted By kemintil98 โ–บ
woooww salah paham wkwkwk


Sering gitu di dumay. Apalagi untuk beberapa orang yang memang jarang posting fotonya
profile-picture
kemintil98 memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh radheka
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 13:43
ternyata cinta onlineemoticon-Leh Uga
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 17:24
Quote:Original Posted By yash15 โ–บ
ternyata cinta onlineemoticon-Leh Uga


Iya, Gan. Padahal belum ketemu udah segitunya cemburu
0 0
0
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 19:22
Quote:Original Posted By AdelineNordica โ–บ
Sering gitu di dumay. Apalagi untuk beberapa orang yang memang jarang posting fotonya


Kemungkinan ada di dunia nyata loh kisah ini. Padahal udah respect eh dianya gitu iih jadi eilfil
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
17-01-2020 21:47
Quote:Original Posted By kemintil98 โ–บ
Kemungkinan ada di dunia nyata loh kisah ini. Padahal udah respect eh dianya gitu iih jadi eilfil


Karena di dumay kadang pakai topeng. aslinya gak tahu gimana. Selama ini masih ketemu teman yang baik2. Pernah VC dan meet up
profile-picture
kemintil98 memberi reputasi
1 0
1
Cinta di Dinding Biru
18-01-2020 08:59
Quote:Original Posted By AdelineNordica โ–บ
Karena di dumay kadang pakai topeng. aslinya gak tahu gimana. Selama ini masih ketemu teman yang baik2. Pernah VC dan meet up


Hehe klo udah didumay mah hati2 kudunan say. Apalagi sekarang banyak tuh hp berkamera jahat emoticon-Ngakakemoticon-Hammer2
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
sisi-hati-yang-terbagi
Stories from the Heart
ular-berkepala-tikus
Stories from the Heart
tigapart-2
Stories from the Heart
before-morning-comes
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
bacot-santuy-1
Stories from the Heart
tentang-perjalanan
Copyright ยฉ 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia