Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
2103
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e044c8d8d9b175fd07aa942/akhir-penantianku-jilid-iv--20-true-story
SELAMAT DATANG AGAN SISTA Halo! :kiss Selamat berjumpa kembali dengan gue dalam rangka melanjutkan JILID IV kemarin yang gue akhiri di tengah alias Mid-season Finale. Udah berasa kayak cerita series bule The Walking Dead, Nancy Drew, etc yak? Hahaha. Karena berbagai pertimbangan, gue memutuskan untuk menyelesaikan di sana. Hapunten ya agan sista! Semoga agan sista bisa memahaminya... Ga pernah g
Lapor Hansip
26-12-2019 13:00

AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]

icon-verified-thread
SELAMAT DATANG AGAN SISTA


Halo! emoticon-Kiss

Selamat berjumpa kembali dengan gue dalam rangka melanjutkan JILID IV kemarin yang gue akhiri di tengah alias Mid-season Finale. Udah berasa kayak cerita series bule The Walking Dead, Nancy Drew, etc yak? Hahaha. Karena berbagai pertimbangan, gue memutuskan untuk menyelesaikan di sana. Hapunten ya agan sista! Semoga agan sista bisa memahaminya...

Ga pernah gue lupa untuk selalu ngucapin terima kasih atas dukungan dan apresiasi agan sista selama ini! Makin hari, makin bikin semangat gue aja untuk terus melanjutkan cerita gue ini yang (kayaknya) masih panjang. Hehehe.

Masih melanjutkan tema cerita di JILID IV gue sebelumnya, insya Alloh di JILID IV 2.0 ini gue akan menjawab bagaimana kondisi ibu gue, bagaimana hubungan gue dengan Bang Firzy, bagaimana pendidikan gue, bagaimana pekerjaan gue, dan banyak puzzle-puzzle lainnya yang belum terjawab. Dengan semangat 'tak boleh ada kentang di antara kita' yang tak hentinya diucapkan oleh agan sista, insya Alloh juga gue akan melanjutkan sampai selesai (semoga tanpa hambatan) di thread gue yang ini.

Kembali lagi gue ingatkan gaya menulis gue yang penuh strong language, absurd-nya hidup gue dan (kayaknya masih akan) beberapa kali nyempil ++-nya, jadi gue masih ga akan melepas rating 18+ di cerita lanjutan gue kali ini. Gue berharap semoga agan sista tetap suka dan betah mantengin thread ane ini sampe selesai! emoticon-Peluk

Dengan segala kerendahan hati gue yang belajar dari thread sebelumnya, kali ini gue memohon agan sista untuk membaca juga peraturan mengenai thread ini yang kayaknya banyak di-skip (karena dinilai ga penting), terutama mengenai kepentingan privasi dan spoiler. Semoga dengan kerja sama semuanya, membuat thread ini semakin bikin nyaman dan betah untuk jadi tempat nongkrong agan sista semuanyaemoticon-Malu


AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]




INDEX




PERATURAN




Quote:Original Posted By dissymmon08
Halo agan sista!

Hapunten pisan belum sempet balesin komen aku satu per satu... Insya Alloh ane kejarin untuk balesin komen-komennya. Tapi semua komen agan sista selalu ane baca kok. Karena komen, cendol, kritik, dan saran agan sista selalu nyemangatin ane untuk terus nulis cerita! Wuff yu! emoticon-Kiss

Pada kesempatan ini juga ane mau sekalian ngumumin kalau kali ini ane mutusin buat kolaborasi sama Bang Firzy alias Bang Ija (@yanagi92055 untuk nulis sekuel cerita AKHIR PENANTIANKU (THE SERIES) ini! Yay~ Well, kalau Bang Ija mah nulis sekuel ini dalam rangka melanjutkan cerita MUARA SEBUAH PENCARIAN (THE SERIES) punya dia ya... Judul cerita sekuel kami adalah :



Untuk gambaran ceritanya, bisa dibaca di PROLOGUE pejwan di thread-nya. Mungkin agan sista ada yang tertarik baca kisah ane ini, bisa dimampirkan ke thread tersebut. JILID I dan JILID II untuk AKHIR PENANTIANKU (THE SERIES), insya Alloh akan segera rilis juga. Semoga agan sista mau bersabar menunggu emoticon-Malu

Kebetulan, kami juga udah bikin beberapa FAQ untuk menjawab beberapa pertanyaan yang belum terjawab hingga akhir cerita AKHIR PENANTIANKU (THE SERIES). Agan sista bisa mampir ke SINI.

Dan sebagai bonus, kami kasih sopiler TEASER beberapa percakapan di cerita baru kami tersebut. Bisa agan sista cek di SINI.

Semoga cerita lanjutan dari ane dan Bang Ija ini bisa kembali menghibur, mengisi waktu luang, sekaligus menjawab segala puzzle yang mungkin masih ada dari cerita ane sebelumnya! Amiiin~

Sampai jumpa di cerita AMOR & DOLOR! emoticon-Peluk
Polling

Poll ini sudah ditutup - 37 Suara

Kepikiran untuk mulai post JILID I... Setuju kah? 
48.65%
Boleh juga Mi dicoba.
51.35%
Nanti aja, Mi.
Diubah oleh dissymmon08
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 87 lainnya memberi reputasi
82
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 43 dari 46
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
29-07-2020 17:15
terimakasih untuk TS untuk menuangkan waktunya menulis cerita hidupnya.
Bagian ini pasti terberat untuk menulis, karena meremind kisah pilu yang pastinya sangat menguras emosi dan perasaan.
Bahkan dengan kebiasaan TS yang baperan kemungkinan tulisan ini adalah bagian tersulit, terimakasih juga ke Pak Tua yang dengan legowo memberi kesempatan ke TS mengulang memorynya untuk mengenang cerita masa lalu.
Pada akhirnya sebagai pembaca semakin yakin bahwa alam semesta beserta isinya ada yang mengatur.
Perjalanan hidup itulah yang membentuk karakter seseorang. Pahit, manis, getirnya kehidupan merupakan pembelajaran berharga yang seharusnya membuat seseorang menjadi orang yang lebih baik.
Keep semangat emi, setiap satu kesulitan hidup akan selalu ada dua kemudahan yang diberikan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dissymmon08 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
31-07-2020 21:21
Nyesek banget sumpahemoticon-Frown

Semoga kehidupan kak emi saat ini bahagia terus ya, siapapun itu pasangannya. No drama lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dissymmon08 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
01-08-2020 09:37
Mi gue ada orang dalem yang bisa ngubah takdir nih..mau ga? Biar kehidupan lo yang udah lewat ini bisa disesuaikan..wkwkwk..jadi happily ever after..

etapi kalo gitu nanti yang ada lo ga punya materi buat cerita yak..haha..serba sulit memang dikehidupan 'mending ini mending itu' ini..
Diubah oleh yanagi92055
profile-picture
profile-picture
dissymmon08 dan capt.dragunov memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
02-08-2020 05:30
Jodoh tidak bisa dipaksakan yaa... adaaa aja Tanda” bahwa kita tidak berjodoh.
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
03-08-2020 14:53
LAAAAMAAAAAAAAAAAAAAAK OOOOOY EMIH UPDATENYA

emoticon-Ngamuk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dissymmon08 dan 3 lainnya memberi reputasi
2 2
0
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
04-08-2020 13:18
Sist emi kemana yak
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
05-08-2020 12:37
KISAH TENTANG F: AKHIR PENANTIAN (PART 01)


Hati gue mempertanyakan banyak hal :
− Kenapa ini bisa terjadi?
− Berapa lama waktu yang gue habiskan sia-sia selama hubungan ini berjalan?
− Berapa lama gue buang-buang waktu untuk berjuang?
− Berapa liter air mata yang gue keluarin untuk nangis karena harus bertahan di hubungan ini?
− Berapa banyak tenaga yang udah gue abisin untuk memikirkan mereka?
− Dan banyak hal lainnya.

Ga kok. Gue bukan jadinya perhitungan, terus jadinya ngitungin semua biaya yang pernah gue abisin sama Bang Firzy terus gue minta dia ganti rugi istilahnya. Ga kok… Tenang aja. Gue cuma… Lagi ngerasa sia-sia dan putus asa aja. Sia-sia atas segala pengorbanan dan putus asa untuk berjuang kembali. Gue lagi butuh waktu untuk recovery… Dari hubungan ini. Dari pertemanan ini. Dari partnership ini. Dan semoga gue juga bisa mencoba melepas dia…

Setelah semua yang udah gue lalui, boleh kan gue nangis dan minta istirahat sejenak?

Terkadang emang, gue juga udah ngerasa kok kalau urusan pribadinya gue dengan Bang Firzy pun udah ga baik dan ga punya cukup alasan untuk terus dipertahankan. Kesannya emang hubungan ini tuh kayak dipaksakan untuk diperjuangin. Tapi entah kenapa gue selalu yakin kalau dia serius sama gue. Dia ga bener-bener pengen nyakitin gue. Dia masih sayang dan cinta sama gue. Dia… SELALU sayang dan cinta sama gue. Iya kan, Zy?

Tapi ternyata... Untuk terus mendampingi dia, udah terasa berat.

Kejadian saat itu, membuat semuanya semakin berat. Adanya statement dari adiknya yang bilang kalau dia dan nyokapnya ga akan kasih restu untuk hubungan gue, gue dianggep bad influence untuk kakaknya, dan banyak kalimat-kalimat lain yang menurut gue ga enak aja untuk disampein oleh seorang adik terhadap kakaknya… Membuat gue ga kuat lagi menahan beban berat dan beban ‘cinta sendiri’ ini lagi.

Gue lelah.

Asli.

Gue udah lelah saat itu. Gue udah sangat lelah. Bukan lelah mencintai Bang Firzy. Tetapi lelah bertahan dan berjuang. Gue lelah harus terus menerus mencari cara untuk menyelesaikan masalah. Gue lelah harus terus menerus jadi pihak tersakiti tanpa punya kekuatan untuk ngebela diri. Gue sedang lelah harus mengalah. Dan gue lelah untuk mencari kebahagiaan. Cukup sampai di sini.

Perpisahan saat itu adalah obat untuk kelelahan hati gue.


XOXOXO


“Mi… Lu sakit?” tanya seseorang dari depan pintu ruangan gue.

Saat itu gue sedang piket karena sedang tanggal merah alias hari libur nasional. Di kantor gue ada kebijakan dimana tahun pertama karyawan baru, wajib masuk kerja (setengah hari) di semua tanggal merah dan dilarang untuk mengambil cuti. Kecuali ijin tidak masuk karena sakit, tetapi wajib disertakan surat sakit. Nah untuk karyawan lama, tetep ada bagiannya masuk di tanggal merah yang ada, tetapi bergantian. Ya itung-itung sembari nemenin karyawan baru lah. Jadi memang, kantor gue jadinya ga pernah bener-bener kosong.

Dilalahnya, saat itu yang masuk di divisi gue adalah gue dan Pak Irwan.

Seharusnya gue dan Debby sih yang diminta untuk masuk di tanggal merah hari itu. Tapi beberapa hari yang lalu, entah gimana ceritanya, Debby pindah ke divisi tetangga. Dia pindah ke Divisi Pengelola Perumahan. Ruang lingkup pekerjaannya masih berhubungan sih dengan divisi gue, sangat berhubungan malah. Tetapi dia pindah untuk bekerja di bawah Manager lain, Ibu Widyaningrum atau Ibu Ningrum.

Ada sedikit kehebohan beberapa hari ini karena urusan kepindahan Debby. Tanpa sepengetahuan kami, Debby katanya kirim pesan langsung ke e-mail pribadi Pak Romi, Direktur kami. inti isi e-mail-nya ya dia ga betah ada di divisi gue dan ingin pindah. KATANYA, dia juga bilang kalau Pak Edward itu suka bersikap ga adil dan sebagainya, jadinya dia ga betah sama sekali di divisi gue itu. Dia bilang juga kalau Ibu Ningrum yang meminta dia untuk masuk ke divisi beliau makanya dia memilih divisi tersebut.

Entah gimana ceritanya, kasus Debby yang kirim e-mail ke Pak Romi ini ternyata didenger seantero kantor. Banyak pro kontra yang gue denger. Beberapa percaya kalau Debby emang diminta pindah sama Ibu Ningrum dan disuruh kirim e-mail demikian. Tapi beberapa bilang kalau itu mah akal-akalan Debby aja biar jauh dari Pak Edward. Entahlah. Gue juga kan ga banyak ngobrol lagi sama Debby sejak dia mulai diemin gue. Jadi, gue mah manut aja dan ga komen apapun ketika liat Debby udah mulai berganti job desk dan berganti tim. Bahkan dia sampe ga sempet hand over pekerjaan dia yang masih on-progress saking kilatnya dia pindah. Dia pasti punya alasan tersendiri.

Tapi dari serangkaian cerita yang ada mah, satu pertanyaan gue : Siapa yang bikin Debby kirim pesan demikian langsung ke e-mail Direktur? Debby sendiri atau emang beneran disuruh sama Ibu Ningrum? Kenapa gue nanya begitu? Ya karena hal yang dilakuin sama Debby itu BUKAN KEBERANIAN namanya. Tapi TIDAK TAHU SOPAN SANTUN.

Isi pesannya memang sopan. Tapi bro, dia melangkahi Pak Edward, Manager dia sendiri, dan Divisi HRD. Oke emang dia udah tau e-mail pribadi Pak Romi, tetapi di kantor ini ada hierarki dan aturan yang harus dipatuhi lah. Bahkan dia ga lewat General Manager maupun Sekretaris Direktur juga yang biasanya menerima semua berkas atau surat dari siapapun. Eh dia malah langsung begitu! Pak Edward dkk pun murka jadinya. Mereka menyidang Debby segera. Tetapi karena keputusan Debby sudah bulat. Dia akhirnya dipindahkan ke divisi Ibu Ningrum se-segera mungkin. Ga usah ditanya ya gimana perasaan Pak Edward saat itu.

“Oh, Debby.” Paham lah ya kenapa Pak Irwan mau masuk di tanggal merah ini?

Dia nyamperin gue yang lagi tiduran di lantai, di bawah meja gue. Sedari pagi tadi, gue emang lagi ga enak badan banget. Rada meriang. Kayaknya kebanyakan pikiran gue abis putus dari Bang Firzy. HAHAHANJ*NG! Becanda kok. Gue mungkin cuma kecapean aja. Cape hati dan cape kerjaan paling.

Dia mendadak megang kening gue. Entah beneran peduli apa ga saat itu. “Badan lu panas, Mi. Muka lu pucet banget. Hari ini lu balik dijemput sama Kak Ija kan?” tanya dia.

“Gue bisa balik sendiri.” Entah kenapa gue ngerasa mendadak dia sok peduli banget sama gue saat itu.

“Lu putus sama Kak Ija ya?” Nah kan bener kecurigaan gue.

“Kenapa emangnya? Kok tumben lu mau ngajak ngomong gue?”

“Gue peduli sama lu, Mi. Kapan gue ga peduli sama lu? Udah buru pulang aja, gapapa. Bilang Pak Edward sekarang kalau lu sakit. Lu ijin pulang cepet. Mumpung lu masih kuat jalan pulang. Pulang sendiri kan lu katanya?”

“…” Gue bingung mau ngerespon gimana.

“Nanti gue suruh Pak Irwan back up kehadiran lu dan ingetin ke Pak Edward juga kalau misalnya lu ditanyain lagi nanti. Makanya lu juga ijin langsung ke Pak Edward."

Tapi bener juga kata Debby, masih ada Pak Irwan dan jam kerja gue tinggal 2 jam lagi. Mendingan gue balik saat gue masih kuat jalan pulang. Iya kan? Bukan jebakan kan? Otak gue udah konslet banget nih, ga kuat dipake mikir banyak. “Gue coba ijin sama Pak Edward.”

“Gue cuma peduli aja sama lu. Gue kasian sama lu. Gue tau kok. Ga usah lu tutup-tutupin. Lu nge-drop begini karena putus sama Kak Ija kan? Berat emang putus setelah hubungan segitu lama… Apalagi kalau tau Kak Ija udah punya pengganti-nya sekarang.” kata dia sambil pergi ninggalin gue. Tanpa penjelasan lanjutan tentang maksud ‘… udah punya pengganti-nya sekarang’ itu apa.

Kaget ga sih lu? Pas tau kalau lu putus belom sampe sebulan, bahkan baru beberapa hari eh mantan lu udah punya pacar baru?

Nyesek ga sih lu? Pas tau kalau pacar lu masih bisa bilang ga mau putus sama lu, padahal beberapa hari setelah putus eh dia udah punya pacar baru?

Marah ga sih lu? Pas sadar kalau lu sekarang sakit karena kebanyakan mikirin dia, eh dia di luar sana langsung buru-buru nyari pacar baru?

Gue ga bisa deskripsiin lagi perasaan gue saat itu kayak gimana. Entah kenapa, saat itu gue merasa hina banget. Gue ngerasa rendah diri, bukan rendah hati oke tapi bener-bener rendah diri. Gue ngerasa bener-bener buang-buang waktu dan hidup gue, berpikir kalau di luar sana Bang Firzy masih mengharapkan kembali sama gue. Dan lebih bikin gue murka adalah ketika gue tau itu semua dari Debby. Kenapa harus Debby yang lebih tau tentang Bang Firzy daripada gue? Kenapa bisa dia tau lebih dulu? Kenapa???


XOXOXO


Entah gimana ceritanya, saat itu gue pengen banget turun di Stasiun Pondok Cina untuk beli jajanan favorit gue, cinlok. Jeleknya gue emang, kalau gue lagi marah, gue harus makan banyak dan makan makanan pedes. Gue harus makan jajanan favorit gue juga, walaupun gue sadar itu ga sehat. Gue berniat beli cinlok favorit gue itu Rp20.000 atau Rp30.000 sekalian dah. Biar puas-puas deh gue.



Sepanjang perjalanan sampai menuju Stasiun Pondok Cina ini, gue full dengerin lagu metal. Gue ga bisa nangis terus-terusan karena dengerin lagu-lagu sedih. Gue sampe sakit begini kan karena gue nangis terus-terusan beberapa hari ini dan di sana si bangs*t malah... Ah anj*ng! Gue ga bisa mendeskripsikan lagi apa yang gue rasain saat itu.

Sakitnya itu ya Alloh…

Kenapa sih, Zy? Rasanya gue pengen samperin Bang Firzy langsung dan nodong dia dengan pertanyaan “KENAPA SIH??? KENAPA BISA BEGINI??? TERUS SELAMA INI MANA YANG JUJUR DARI KAMU, ZY? MANAAA?” Entah gue punya kekuatan apa ga untuk itu.

“Yaelah, kenapa ujan deres begini sih? Tapi yaudah lah. Nanggung udah sampe sini.” gumam gue dalam hati. Gue udah males ngeluarin jas ujan atau payung gue di dalem tas. Saat itu gue lagi make jaket parasut gue yg lumayan lah ga bikin gue basah kuyup. Jadi gue langsung bablas keluar stasiun sambil ujan-ujanan.

Setelah pesen cinlok Rp30.000,-, gue jalan balik ke stasiun yang emang jaraknya deket sama kang cinlok itu. Gue sengaja misahin Rp5.000,- di satu plastik sendiri untuk gue makan langsung di Stasiun Pondok Cina ini sebelum ngelanjutin perjalanan ke rumah gue. Gue berdiri di depan stasiun menikmati cinlok gue sambil ngeliatin jalanan yang basah diguyur ujan, sendirian.

Pengen banget bilang “Dulu… Gue begini pasti sama Firzy.” tapi hati dan pikiran gue menolak untuk itu. Soalnya…

Sebentar…

Di sana gue ngeliat…

Gue bener-bener ngeliat di sana… Di sana ada orang yang sangat gue kenal, jalan berdua di bawah payung sambil bergandeng tangan dengan cewek lain, yang kayaknya gue kenal…



Cewek itu nengok, ketika mereka mau nyebrang jalan di depan stasiun sebelum mereka ngilang dari penglihatan gue. Dan cewek itu… Kak Ara.

“Oh… Dia pengganti gue? Jadi dia yang ternyata bisa menggantikan gue di hidup lu, Zy? Kalau emang dari awal lu maunya sama dia, KENAPA LU HARUS NYARI KESANA SINI DULU? KALAU EMANG DARI AWAL LU SAYANG SAMA DIA, KENAPA LU HARUS SAYANG SAMA GUE KEMAREN-KEMAREN? KALAU EMANG DARI AWAL JODOH LU ITU DIA, KENAPA LU HARUS NYAKITIN GUE SAMPE SEBEGITUNYA, ZY??? KENAPA? KENAPA DIA HARUS DIKENALIN KE GUE JUGA KETIKA DIA ADALAH ORANG YANG AKAN MENGGANTIKAN POSISI GUE? BAHKAN DIA… DIA ADALAH ORANG YANG DISEBUT-SEBUT KELUARGA LU, ZY! GUE NGERASA HINA BANGET! GUE NGERASA… YA ALLOH… MATI AJA GUE!”



Quote:Chrisye – Pergilah Kasih
Tak pernah kusangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kautinggalkan begitu saja
Sekian lamanya kita berdua

Tak kusangka begitu cepat berlalu
Tuk mencari kesombongan diri
Lupa sgala yang pernah kau ucapkan
Kautinggalkan daku

Pergilah kasih
Kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Smoga tercapai sgala keinginanmu

Kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Smoga tercapai sgala keinginanmu


“Orang yang kucintai mencintai orang yang ia cintai… Kenapa harus SELALU seperti ini ya di kisah gue sama Firzy?”

Gue langsung masuk lagi ke dalam stasiun dan naik kereta yang datang. Gue mau bener-bener pulang. Gue mau ngurung diri gue. Persetan sama sakit gue. Gue udah ga peduli lagi. Orang hina kayak gue, mati pun kayaknya ga akan ada yang nyariin. Ga akan ada orang yang kehilangan gue. Ga akan ada orang yang ngerasa gue berarti di hidup mereka. Ga akan. Sama sekali ga akan.

Kalau ga karena ujan, gue pasti udah malu banget diliatin orang-orang di kereta gara-gara gue nangis begini. “Udah cukup gue dihinakan begini, gue udah ga perlu sampe dipermalukan lagi. Udah cukup. Udah cukup---"

“Heh!” Tiba-tiba ada orang nyolek gue dari belakang. “Udah kerja di sana masa masih miskin aja lu sampe segitunya ga bisa beli payung?”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oktavp dan 25 lainnya memberi reputasi
26 0
26
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 16 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
05-08-2020 13:33
emoticon-Turut Berduka
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
05-08-2020 17:45
Kayanya ini patah hati terhebat kak Emi ya, sampe ngedrop bahkan kek kehilangan semangat gitu emoticon-Frown
Trus si Dajjal tau darimana ya kalian putus ? Hmm jgn2 si dajjal liat tuh adegan bg Ija berlutut mohon2 sm kak Emi atau nih ya, dia liat Bg ija sama kak Ara lagi berdua..
Hmmmm nebak aja dah dulu......
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
05-08-2020 22:27
gausah percaya s debby ĺagi lah plis, btw sakit banget gue kalo jadi lu sis. sakiiiiit anjer sampe ke tulang²
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
06-08-2020 08:35
Updete barengan sama gan pirjy
Ngebacanya jadi enak
Abis baca dari bang ija trus lanjut updetan gan Emi.
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
06-08-2020 15:48
Gw tadi pas baca ceritanya bang ija, gw tebak2 pasti ketemu emi, ternyata bener di ceritaiin disini.

Ditunggu Akhir Penantianku Jilid II & I Hahahaha...
Diubah oleh yudhiestirafws
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
07-08-2020 01:33
dari awal hubungan sudah terlihat tidak sehat
emi dan keluarga memandang ija "tinggi"
sementara ija dan keluarga memandang "rendah" emi

ija terlalu memaksa emi untuk menjadi yang dia inginkan,
tapi disisi lain dia ngga memperjuangkan emi ke keluarganya...
seharusnya ija berusaha untuk "memantaskan" emi didalam keluarga ija..
bukan sekedar adu debat atau marah ngga jelas dengan keluarga, terutama ibu, yang ada malah jadi anak durhaka...
----------------------
jadi flashback kisah sama mantan...mantan berhati malaikat...
fisik dan karakter 11-12 sama emi...emoticon-Thinking

ane sama mantan berada di "zona" berbeda, miriplah sama ija dan emi....
dan dari awal ane sudah menyadari kalau sebetulnya kita susah untuk jalan hingga nikah,
ketika ada momen "besar" yang bisa menjadi penyebab putusnya ane sama mantan, ya ane memilih untuk pisah baik baik,
kalau terus dipaksakan bakal berat buat mantan, terutama karena susahnya mantan untuk masuk kedalam keluarga besar ane...
profile-picture
profile-picture
dissymmon08 dan jiyanq memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
07-08-2020 21:46
Dari judulnya kayaknya dah mau tamat untuk chapter ini, ditunggu chapter lainnya
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
08-08-2020 16:16

Emy supalonely ... Pas banget
Diubah oleh teka22
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
10-08-2020 08:20
fade to black...metallica.
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
12-08-2020 09:19
Emiiiiii.. Kangeeennnnn.. Sama update nya..
*biasanya abis ngepost gini, ada update nih*
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
13-08-2020 17:00
Ara kan udh merit mi
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
14-08-2020 10:24
Yahh.. kak Emi belum update jg emoticon-Frown
profile-picture
dissymmon08 memberi reputasi
1 0
1
AKHIR PENANTIANKU (JILID IV _ 2.0) [TRUE STORY]
15-08-2020 08:12
KISAH TENTANG F: AKHIR PENANTIAN (PART 02)


“Heh!” Tiba-tiba ada orang nyolek gue dari belakang. “Udah kerja di sana masa masih miskin aja lu sampe segitunya ga bisa beli payung?”

Gue langsung nengok dong ye kan… “Sibangs*t ga tau apa kalau---” Gue terdiam karena…

“Kalau dipikir-pikir, bagus juga ya aku ngomong kayak kamu dan Radit begitu? Cocok ga?”

Karena ternyata cowok yang ada di belakang gue itu Fani. “Fani”

Udah lama banget gue ga ngeliat dia bahkan udah ga kepoin semua media sosial dia. Entah gimana kabar dia selama ini setelah putus sama gue dan punya pacar baru. Yang gue tau cuma dia berenti dari S2 karena keterima CPNS dan ikut program pertukaran pelajar atau semacamnya di Australia. Gue ga tau dia udah berangkat kesana atau belum. Btw, kalau gue setau itu kan berarti gue masih banyak tau tentang dia ya? Hahaha.Ya intinya mah gue belum pernah ngobrol lagi sama dia. Selain chat di BBM gue waktu itu. Lagipula gue juga ga ngebales lagi chat dari dia itu kan.

“Kok kamu ujan-ujanan? Buru-buru banget ya?”

“Kok kamu ada di sini?”

“Emangnya aneh kalau aku ada di sini? Emang seharusnya aku ada di mana, Mi?”

“DUHILAH! BENER JUGA! KALAU GUE BILANG ‘Bukannya kamu seharusnya ada di Indonesia Timur kan udah lolos CPNS?’ BERARTI GUE KETAUAN DONG KALAU MASIH UPDATE TENTANG DIA? FAKFAKFAK!” teriak gue di dalam hati.

“Pasti tau dari anak-anak ya kalau aku mau pindah? Hahaha.” Padahal putusnya gue sama dia pun ga begitu baik. Bahkan saat dia berusaha ingetin tentang Bang Firzy ke gue, gue masih ga menggubris dia. Tapi dia sekarang ketawa dihadapan gue seakan ga terjadi apapun.

“HAHAHA.” Tolol banget Emilya! Malah cengengesan begitu saking ga tau lagi mau ngejawab apa. Sumpaaah!

“Kamu sekarang kerja dimana, Mi?”

“Jakarta Utara, Fan…”

“Setiap hari naik kereta?”

“Ya begitulah… Hehehe. Kamu udah keterima di Indonesia Timur sana kan?”

“Alhamdulillah, Mi… Sekarang lagi ada semacam pelatihan gitu di Jakarta. Ini aku mau ke rumah kakak aku. Istri dia baru aja lahiran…”

“Berapa hari di sini?”

“Seminggu paling. Bisa lah kita bareng terus seminggu ini, sekalian nemenin kamu juga kan…”

“Hah??? Apaan???” Kaget dong gue ditanyain begitu! Dia udah tau gitu gue putus sama Bang Firzy???

“Eh iya maaf. Kamu ijin dulu aja sama pacar kamu… Masih sama alumni itu kan?”

Eh ga ding, dia ga tau gue udah putus sama Bang Firzy. Hahaha. “Hmm. Begitulah…” Gue ga enak jawab kalau gue udah ga sama Bang Firzy. Gue ga mau Fani tau dulu. Toh nanti juga dia bakalan tau sendiri…

“Aku juga udah ga sama cewek yang dulu ketemu di S2 kemarin… Aku udah nemu pengganti aku. Insya Alloh, taun depan aku mau nikah, Mi…”

“Oh iya? Alhamdulillah…” Terus gue mendadak keabisan kata-kata banget. Gimana coba rasanya ngeliat mantan kita yang satu udah punya pacar lagi eh mantan kita yang satunya lagi udah mau nikah taun depan. Sedangkan di sisi lain, gue malah baru aja ngejomblo. Nyesek. Banget.

Gue ga sengaja ngeliat cincin di tangan kiri dia… Dia udah tunangan. Dia emang bener-bener tinggal nikah. Ini gue lagi ngobrol sama calon suami orang lho! Bukan cuman sekedar mantan doangan.

“Kamu juga cepetan nikah, jangan kelamaan pacarannya. Toh dia juga umurnya udah pas bukan buat nikah? Hehehe.”

“Santai aku mah…” jawab gue santai. Padahal mah di dalem hati nyesek banget gue.

“Biar kamu bisa lebih bahagia, Mi… Mungkin kita emang pernah gagal di hubungan ini, karena ternyata kita ga menemukan kebahagiaan kita di satu sama lainnya. Sampai akhirnya kamu nemuin alumni itu dan aku nemuin si dia… Bahkan aku sempet gagal sama cewek yang sebelumnya. Terima kasih banget, karena gagalnya hubungan kita bikin kita jadi bisa mengerucutkan pencarian cinta kita masing-masing. Jadinya kita bisa tau, sosok yang gimana sih yang sebenarnya emang kita butuhkan di hidup kita…”

“…”

“Kalau udah merasa cukup, udah ga usah coba nyari yang lebih sempurna lagi dari yang kamu punya sekarang. Selama kamu udah bahagia sama dia. Cape lho, Mi... Kalau kamu terus berusaha nyari yang lebih sempurna lagi, pencarian kamu ga akan pernah berakhir… Kamu bakalan terus aja ngerasa kurang puas dan pengennya nyari terus.”

“Masalahnya… Gue ga punya siapa-siapa lagi sekarang.” ucap gue dalam hati. Semoga aja air mata gue masih bisa gue tahan biar gue ga keliatan berkaca-kaca atau nangis sekarang.

“Liat sekeliling kamu… Syukuri apa yang kamu punya---” Fokus gue terpecah ketika ada notifikasi masuk ke handphone gue.

Dret. Dret. Dret.

Quote:Fazli Ramadhan : Sial. Motor mogok.


“… Kalau kamu ngerasa ga cocok sama dia. Mungkin dia yang bener-bener mencintai kamu dan bener-bener bisa ngebahagiain kamu itu, bukan yang saat ini mendampingi kamu. Tapi mungkin aja, dia itu orang yang selama ini ga kamu anggep, namun dia selalu ada di sisi dan hati kamu… Puitis banget toh aku?”

“Hahaha. Kamu bisa aja, Fan…”

“Kalau ga karena aku ketemu dia dan dia nuntut keseriusan, mungkin aku masih jalan-jalan keliling Indonesia buat naklukin gunung kali. Hehehe.” Fani ngeliat ke jendela di luar. “Aku udah mau sampe. Aku turun duluan ya…” Fani mengelus kepala gue. “Jangan lupa bahagia, Mi…” bisik dia sebelum turun dari kereta.

Ga lupa dia senyum sama gue, sebelum pintu kereta kembali ditutup. “Ayo senyum!”

Tanpa diduga, gue juga ikutin instruksi Fani buat ikutan tersenyum. Ternyata ga semua mantan gue itu nyakitin gue, buktinya masih ada mantan gue yang terus berusaha menjaga komunikasi baik kayak Fani. Dan Fazli… Hmm. Fazli? Gue emang ngejaga komunikasi sama dia ya? Bukannya gue juga baru-baru ini ngobrol lagi sama dia ya?

Kemudian terlintas omongan Fani tadi yang bilang ‘…Mungkin dia yang bener-bener mencintai kamu dan bener-bener bisa ngebahagiain kamu itu, bukan yang saat ini mendampingi kamu. Tapi mungkin aja, dia itu orang yang selama ini ga kamu anggep namun dia selalu ada di sisi dan hati kamu…’ Apa mungkin, orang yang sebenernya gue sayang itu Fazli?

Gue ngeliat ulang chat gue sama Fazli. Selama ini chat gue sama dia emang lebih kayak biasa aja. Ga lagi ngebahas gimana di masa depan atau semacamnya, kecuali bahasan tentang cincin yang waktu kemarin itu ya… Lagi somplak kali otaknya, mendadak ngebahas cincin. Tapi kalau dipikir-pikir, emang cuman Fazli yang ga pernah bikin gue nangis karena dia nyakitin gue. Cuman Fazli yang selalu berusaha ngejagain gue dan ga pernah mau gue tersakiti. Dan Fazli adalah orang yang pertama kali menemukan gue serta mengingatkan gue kalau gue itu pantas untuk dicintai sebagai diri gue apa adanya.

“Kalau gue tersakiti sama Bang Firzy, kenapa gue ga mencoba kembali ke Fazli aja ya? Tapi, apa ini bukan pelarian namanya?” tanya gue dalam hati.

Gue turun dari kereta dan jalan keluar dari stasiun. Tepat ketika gue lagi jalan kaki sambil berusaha mesen ojek online untuk pulang ke rumah, gue ngeliat ada cowok yang gue kenal lagi nongkrong di pinggir jalan sambil ngecekin motornya. "Gue kira dia udah cabut kemana, eh masih aje di sini ternyata."

Siapa lagi kalau bukan Fazli? Kayaknya dari dulu jaman SD, SMP, SMA, bahkan sampe sekarang gue udah kerja. Motor dia mogoook mulu. Hahaha. “Ga bosen motor mogok mulu?” sapa gue sambil jongkok di samping dia.

“Bacot.”

“Dih. Kalau ga suka dibacotin, jangan ngeluh di chat.”

“Itu lagi cerita, bukan ngeluh.”

“Terus kalau ngeluhnya gimana?”

“Kayak lu di semua status lu! Noh itu namanya ngeluh.”

“NGESELIN! Yaudah gue balik duluan!” kata gue sambil berdiri dan bersiap ninggalin Fazli.

“Yaudah.” Dia masih berusaha starter motornya.

Gue ngeliatin dia yang masih serius sama motornya itu. Kasian banget, celana blue jeans dan sweater abu muda udah keburu kotor kena oli dan pasir. Kayaknya dia sampe jongkok-jongkok buat ngebenerin motornya itu. Mau banget rasanya gue tinggal. Tapi kasian aja gitu ngeliatnya… Masa gue tega ninggalin dia sendirian benerin motornya?

“Kenapa sih masih aja setia make ini motor? Ini motor umurnya lebih tua dari kita kali.”

“Emang.”

“Terus kenapa?”

“Ya bagus dong harusnya kalau gue setia ngerawat ini motor walaupun motornya udah tua dan sering mogok begini? Motor aja gue rawat, apalagi cinta gue?” kata Fazli sambil terus nyoba starter motornya sampe akhirnya motornya mendadak bisa nyala.

“…” Gue terdiam. Ini dia lagi berusaha ngelawak apa beneran kepengen ngomong begitu sih? Terus maksud dia masih setia sama cintanya gitu? Bukan cintanya dia sama gue kan?

Kita kembali diem-dieman selama kurang lebih 15 menit... Ya, gue memutuskan untuk nungguin dia ngebenerin motor dia. Toh rumah kita searah, kenapa gue harus ninggalin dia?

Sampe akhirnya... “ALHAMDULILLAH! AYO NAIK!” kata dia sambil narik tangan gue untuk ikut naik ke motornya. Mau ga mau, gue ikutan naik dong sama dia.

Sepanjang perjalanan, gue lebih banyak diem demi menikmati perjalanan bareng kami lagi. Biasanya kalau sama Bang Firzy, gue banyak cerita tentang apapun. Tapi sama Fazli, diem-dieman gini aja udah nyaman kok. Pengen banget rasanya nyender ke punggungnya yang tepat ada di hadapan gue. Cuman, rasanya ga enak aja. Gue aja ga suka ngeliat Bang Firzy mendadak pegangan tangan sama Kak Ara padahal baru putus sama gue. Masa gue di belakang malah sender-senderan dan boncengan sama mantan?

“Gue paham kok kalau gue salah dulu pernah memilih kabur dari lu ketika gue ga bisa mengejar lu. Bahkan sampe pas lu nanyain ke gue lewat surat apa kita masih bisa balikan, gue memilih untuk ga pernah bales surat lu itu. Tapi asal lu tau, Mi… Jauh di dalam hati gue, kadang gue ga pernah ngerasa kita pernah bener-bener putus karena kita cuman berpisah doang. Setiap hari gue ngeliat lu, dan gue yakin lu juga ngeliat gue. Kita cuman emang lagi diem-dieman aja... Gue tau kalau lu juga udah beberapa kali pacaran setelah putus sama gue dan gue pernah beberapa kali mencoba mencintai cewek lain di belakang, tetapi rasa sayang gue ke lu masih sama, Mi… Ga pernah berubah.”

“…” Bales apa ya kalau lagi patah hati terus diajak ngomong begini sama mantan?

“Bales dong!” SEMUA ROMANTISMENYA JADI ILANG PAS MENDADAK DIA NGELABRAK GUE BEGITU! Bangs*t emang!

“Terus gue harus bales apa?”

“Ya apa kek. Sayang balik kek. Kangen kek. Atau makasih kek minimal. Ini bengooong aja kayak orang bego.”

“Dih, a*u.”

Love you too~ Nah gitu dong!”

“Kuping lu budek apa gimana??” Gue bilang apa, dia bales apaan. Ga jelas banget ini cowok. Untung sayang eh untung mantan… Hahaha.

“Emang tadi gue bilang apaan?” Dia nanya balik dengan tampang songong ala dia.

“Tadi lu bilang ‘Love you too.’---” Belom sempet gue nyelesein omongan gue, dia udah langsung nyamber lagi.

“Halah, iya Mi. Elah jadi ga enak diulang-ulang mulu. Love you more~” kata dia sambil mengelus kepala gue. Oke gue kejebak sama omongan dia yang selalu bikin gue ga bisa berkutik. Dia selalu punya cara untuk bikin gue degdegan sejak kami pacaran dulu.

“…”

“Lu kangen ga sama gue? Kangen deket sama Pitak ga, Deung?” Oke, dia masih inget ledek-ledekan kita pas jaman kita kecil. Gue panggil dia Pitak dan dia panggil gue Hideung.

“Zli…” Cuman kata-kata itu yang keluar dari bibir gue.

“Sini nyender ke gue. Jangan nangis lagi. Gue tau kok lu abis nangis. Pasti gara-gara pacar lu kan? Kenapa? Dia kasar ama lu apa lu putus sama dia? Pacar lu ga boleh liat lu kayak begini. Dia harus ngeliat Emi yang selalu strong apapun yang terjadi, biar lu ga disakiti lagi. Gue cuman bisa ngejagain lu sampe kita masuk SMP pas dulu. Jadi selama ini lu strong sendiri. Tapi sekarang lu bisa cerita lagi sama gue, ga usah masang-masang status galau terus. Cape gue ngeliatnya tapi ga enak mau komen. Insya Alloh gue bisa usaha buat jagain lu lagi. Lu ga usah lagi pura-pura strong ya, Mi. Cerita sama gue.” Tanpa babibu, gue langsung nyenderin kepala gue ke punggung dia.

Sumpah ya, gue ga nyangka kalau gue bakalan ketemu sama Fazli sekarang setelah gue ngeliat Bang Firzy yang dengan mudahnya bisa move on dari gue. “Malu ah diliatin sama orang, kayak anak alay nangis di jalan. Eh lu panas badannya---” dan setelahnya gue udah ga denger lagi si Fazli ngomong apa lagi. Gue meremin mata gue, menikmati momen saat itu.

Mendadak gue ngerasa Bang Firzy bullshit banget omongannya. Dia bilang kalau dia ga pernah mau putus dari gue. Faktanya apa? Dia gampang banget kan ganti haluan ketika gue baru aja putus sama dia beberapa hari? Apa jangan-jangan dia emang tadinya berniat begitu sama semua cewek yang pernah dia deketin? Kalau udah sampe sayang banget dan jadi pacar dia, terus dia nunggu semua cewek buat putusin dia baru deh dia nyari cewek lain lagi? Apa jangan-jangan dia emang ga pernah bener-bener ga mau putus sama gue? Jadi perasaan dia yang sebenernya gimana sih?

Gue akhirnya kembali menikmati, ya, menikmati kedekatan gue kembali dengan Fazli… Terakhir gue mencoba balikan sama dia ketika gue duduk di bangku SMP, tetapi ya dia ga pernah ngebales surat gue itu dan pergi begitu aja. Dia ga pernah balik lagi ke gue. Apalagi pas ternyata kita ga satu sekolah di SMP, Fazli entah kenapa sejak ga ngebales surat gue malah jadi bersikap dingin sama gue bahkan seakan benci banget. Gue mikirnya, mungkin karena gue satu sekolah dengan mantan gue yang lain, Deni… Entahlah. Cuma dia dan Tuhan alasannya.

Andai Fazli tau, kalau gue dulu bener-bener pengen balikan sama dia walaupun gue lagi satu sekolah sama Deni. Mungkin gue masih jadian kali ya sama dia? Wong kita pasangan ga neko-neko... Asli. Gue sama sekali ga kepikiran buat balikan lagi sama Deni selama kami satu sekolah dulu, karena ya gue emang cuma sayang Fazli saat itu. Ya gue paham, itu hanya cinta monyet. Tapi kalau perasaan ‘cinta monyet’ itu masih terus ada sampe sekarang, apa masih dibilang ‘sekedar cinta monyet’ bukan bener-bener cinta?

Andai Fazli tau… Karena cuman Fazli yang menyayangi gue apa adanya dan ga pernah sekalipun pernah menyakiti gue. Dia yang selalu berusaha ngelindungin gue. Dia orang yang pertama menganggap kalau gue itu berharga…


XOXOXO


“Lho? Kok kalian bisa barengan gini?” tanya bokapnya Fazli yang ternyata lagi ngobrol sama bokap gue di depan rumah gue. Kayaknya beliau kaget ngeliat kita mendadak barengan padagal selama ini kita ga pernah keliatan bareng sama sekali sejak jaman sekolah dulu.

“Lho? Kok Ayah di depan rumah Emi?” tanya balik Fazli ke bokapnya.

“Ayah yang nanya duluan, jadi jawab dulu. Jangan main nanya balik kamu! Hahaha. Kamu ketemu sama Emi di jalan apa gimana? Bukannya kamu katanya mau ke rumah temen kamu?”

“Udah balik. Tadi di jalan ketemu sama Emi, jadi diajak bareng. Yaudah buru turun. Berat nih motornya jadinya.” Fazli ngomong begitu tanpa ngelirik ke gue.

Kebiasaan Fazli dari dulu ga pernah berubah. Entah kenapa, mantan gue yang jadi jagoan di komplek rumah gue ini selalu mendadak bersikap dingin setiap kali ketemu sama bokap nyokapnya di sekitaran komplek. Dia kayak ga mau aja gitu ketauan kalau dia itu akrab sama temen atau pacarnya. Dia kayak pengen banget keliatan terkesan kayak cowok dingin tanpa belas kasian gitu ke siapapun di depan orang tua dia. Gue pikir dia udah berubah, arena dia udah dewasa dia ga akan begini lagi. Ternyata Fazli ga pernah berubah.

“Fazli! Kok maen nyuruh Emi begitu? Sabar kenapa sih? Lagian kalau kalian mau keluar kemana lagi juga gapapa. Masih sore ini ya, Pak?” tanya bokap Fazli ke bokap gue yang dari tadi diem aja sambil senyum dengan ekspresi bingung. Dia pasti kaget kenapa gue pulang sama Fazli. Pasti dia mau nanya sama gue ‘Emang Pirji kemana, Mi?’

“Makasih ya, Zli.” kata gue sambil berdiri di samping dia.

“Yo. Istirahat lu.” Dia langsung tancap gas ke arah rumah dia, tanpa menghiraukan panggilan bokapnya. Gue udah biasa sama sikap Fazli yang begitu. Ga sakit hati, tapi ya emang dia kayak begitu orangnya.

“Misi, Om… Mau masuk dulu ke dalem.” ucap gue sambil sedikit membungkukkan badan gue ketika lewat di hadapan mereka dan masuk ke dalam rumah. Bokap gue dan bokapnya Fazli masih melanjutkan obrolan di depan rumah kami.

“Masuk emang ke dalem, kan kalau keluar mah ga mungkin ke dalem, Mi. Ke Luar.” Gue cuman senyum dan ketawa template banget ngejawab lawakan bokapnya itu. Badan gue udah makin ga enak soalnya.

Oke. Dan MASIH SEPERTI BIASA, bokapnya Fazli MASIH ngelawak seperti bapak-bapak pada umumnya. Beda banget antara bokap dan anaknya. Apalagi kalau mereka lagi barengan begitu, dingin banget ke satu sama lainnya. Ga keliatan kayak bokap dan anak, kecuali karena emang mirip baru deh keliatan kalau mereka ini bokap sama anak.

Ketemu sama Fazli, bokapnya, dan bokap gue lumayan mengobati rasa sakit di hati gue. Tetapi saat gue masuk ke dalam rumah dan nemuin nyokap gue yang tengah tidur pules di kamarnya, gue terdiam… Rasa sakit itu muncul lagi. Hati gue mendadak ngerasa nyesek, panas, terbakar, marah, dan penuh emosi.

“Ma… Maafin Emi, Ma… Emi ga bisa ngewujudin keinginan Mama untuk kenalan sama keluarganya Bang Firzy. Maafin Emi, Ma… Emi ga bisa nyenengin Mama dengan kenalin Mama calon suami Emi. Maafin Emi juga, Ma. Kali ini Emi kayaknya ga bisa ngewujudin target Emi tepat waktu. Maaf Emi ga bisa nyenengin Mama saat Mama kondisinya lagi begini. Bukannya nyenengin Mama eh Emi malah bikin Mama kecewa sama Emi… Maafin Emi ya, Ma. Semoga Emi ga durhaka sama Mama…” ucap gue sambil bersimpuh di samping tempat tidur Mama.

Gue ga berharap nyokap bisa mendengar gue gue ga mau dia kebangun terus malah jadi nangis karena denger curhatan gue, tetapi gue merasa sedikit lega kalau apa yang gue rasain ini bisa tersampaikan ke nyokap gue.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dennisCS1 dan 21 lainnya memberi reputasi
22 0
22
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
prof-pic
Tulis balasan post ini gan...
prof-pic
Guest
Halaman 43 dari 46
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
natsu-no-hanami-n2h---fiksi
Stories from the Heart
you
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia