Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
63
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dfdeb42c0cad73d4717024e/perundungan-bullying-yang-masih-merajalela
Orang-orang yang melakukan agresi ini tidak hanya menyerang fisik tapi juga mental mereka bahkan pelecehan seksual. Menyematkan julukan yang kurang menyenangkan pun dapat disebut perundungan atau bully.
Lapor Hansip
21-12-2019 16:52

Perundungan (Bullying) yang masih merajalela

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
google image


Perundungan berasal dari kata rundung yang berarti menganggu, mengusik, atau yang lebih dikenal dengan istilah bullying.

Quote:Kasus Pertama

Belasan tahun silam seorang siswi bertubuh bongsor harus jatuh terpelanting di depan kelas karena kakinya dijegal olah salah seorang siswa. Tidak ada yang membantu, sebagian siswa lainnya yang berada di dalam kelas justru tertawa cekikikan. Sisanya hanya menatap dengan wajah bingung, tidak tahu ingin melakukan apa. Jika membantu, kemungkinan besar kemalangan akan berpindah pada mereka karena siswa yang menjegal kaki siswi, sebut saja Vipin, paling ditakuti di kelas.

Pil pahit Vipin masih terus berlanjut. Siswa itu, sebut saja Narto masih gemar mencari ‘hiburan’ dengan membututi Vipin. “Vipin cendang, Vipin Cendang! Dasar bo*oh, Id*ot!” berkali-kali Narto yang sudah dua kali tinggal kelas itu meneriakkan kalimat yang sama berkali-kali. Tidak lupa pula ia membuat matanya seakan (maaf) juling.Iya, Cendang dalam bahasa Padang berarti juling.

Vipin gadis kecil pendiam. Dia justru memilih kembali ke tempat duduknya di sudut kelas. Sendirian dan tidak berkawan. Riskan memang dan tidak hanya terjadi satu hari saja namun selama lima hari dalam seminggu, Vipin harus merasakan hal yang sama bahkan ‘kelewatan’ oleh Narto dan antek-anteknya. Sayang, beberapa guru hanya melihat hal tersebut sebagai kenakalan siswa- siswi yang ‘biasa’.

Kala itu Vipin masih kelas 3, dua tahun setelahnya ia tidak lagi terlihat di sekolah dan malah lebih sering terlihat di pasar bersama ibunya menjual langkitang. Sejenis kerang yang diberi bumbu khas Padang. Tidak ada yang bertanya kenapa dia berhenti sekolah, beberapa orang bilang maklum. ‘Vipin memang punya kelainan otak, jadi memang sedikit terbelakang.’


Quote:Kasus Kedua

Banyak orang yang bilang jika Sekar adalah gadis kecil yang cerewet di masa kecilnya. Ia tidak mau diam jika melihat hal baru dan akan sering bertanya soal ini itu sampai tahu. Ekonomi memburuk, krisis moneter pun terjadi. Harga pangan melonjak tanpa ampun dan semua usaha jenis apa pun lesu karena mata uang ikut turun.

Kehidupan Sekar yang mempunyai seorang adik pun berganti dan harus minggir dari perantauan pulang ke kampung halaman. Bagi gadis kecil itu, pulang kampung adalah kegembiraan karena akan bertemu nenek dan kakek. Keduanya sangat mencintai Sekar.

Artinya ia akan punya kasih sayang ganda selain dari ibu dan ayah ketika berada di kampung nanti. Namun berbeda dengan Sekar, pulang bagi enggan kedua orangtuanya, pulang kali ini adalah mimpi buruk. Krisis moneter telah menghancurkan usaha mereka dan pulang ke rumah menjadi momok dan tekanan.

Sikap Ayah Sekar berubah menjadi keras dan ibunya pun menjadi perempuan berwajah sendu yang selalu tersenyum ekstra meski di belakang pintu sering mengusap air mata.

Sekar ‘kecil’ yang tidak paham situasi apa yang tengah terjadi dituntut untuk mengerti dengan keadaan tanpa penjelasan. Ia tidak punya waktu bermain karena harus membantu orangtuanya. Tanpa penjelasan apa pun tentu menimbulkan pemberontakan kecil.

Ayah Sekar yang kebingungan melihat pemberontakan itu memilih untuk menuntaskannya dengan cara ‘cepat’. Pukulan, rotan dan lidi dan amarah. Waktu terus berlalu, Sekar memang penjadi lebih pendiam dan seringkali gemetar ketika mendengar suara tinggi dari orang lain.


Quote:Kasus Ketiga

Kali ini ada memar baru di wajah Rahayu. Perempuan itu terus menyeka memar dengan kain yang dibaluri dengan air hangat. Tidak ada wajah meringis kesakitan atau tangisan. Matanya kosong menatap cermin. Sekelebat bayangan samar kejadian lusa tidak bisa ia lupakan. Ia menerima beberapa pukulan dan tamparan dari kekasih. Cek cok panjang yang membawa pertikaian dan ‘tangan’.

Anehnya Rahayu tidak bisa menolak. Dipukul, dan ditendang seakan ‘harus’ diterima pada dirinya. Rahayu menyalahkan penuh jika semua yang terjadi adalah kesalahan dirinya yang bersikap dan berbuat seperti tidak seperti yang kekasihnya inginkan.

Manut, dan diam. Hanya itu yang ia lakukan. Orang lain adalah pembenaran dan Rahayu harus menuruti. Begitulah ‘Aturan’ itu berlaku sewaktu ia masih begitu kecil. Setiap kali orangtuanya memberikan ‘pelajaran’ Rahayu harus diam dan mendengarkan. Apa pun yang terjadi.


Ketiga kasus di atas merupakan bentuk dan dampak dari aktivitas perudungan dan tindak kekerasan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Perundungan atau yang sering kita kenal dengan istilah bullying merupakan sebuah agresi dengan tujuan mengancam hingga menyakiti.

Orang-orang yang melakukan agresi ini tidak hanya menyerang fisik tapi juga mental mereka bahkan pelecehan seksual. Menyematkan julukan yang kurang menyenangkan pun dapat disebut perundungan atau bully. Beberapa orang mungkin menganggapnya wajar, tapi tidak semua orang dapat menerimanya dengan mudah.

Vipin yang memutuskan untuk keluar dari sekolah karena malu terus diejek, Sekar yang berubah menjadi pemalu dan Rahayu yang menerima kekerasan hanya tiga jenis dampak perundungan. Trauma bertahun-tahun, dan jika dibiarkan terus menerus, korban akan depresi, rendah diri karena merasa hidupnya tidak berharga dan yang paling fatal, percobaan bunuh diri.

Sebenarnya masih banyak kasus lain yang korbannya tidak selalu perempuan. Laki-laki pun tidak luput dari predator-predator kekerasan. Mereka yang merasa superior dan punya kekuatan berlaku semena-semena pada korban yang tekucil. Hal semacam ini adalah gunung es yang berada di bawah permukaan laut. Tidak nampak namun ada keberadaannya.

Sewaktu di sekolah dasar (SD) pun seringkali ku temui perundungan atau bully setiap harinya di kelas. Lucunya mereka hanya berani pada anak-anak atau orang yang mereka anggap lemah. Seringkali pembully justru menghindar ketika dilawan balik atau menghadapi kawanan.

Jika pelaku bully atau perundungan merupakan sebuah siklus, yang tadinya korban menjadi pelaku maka saya setuju dengan statment tersebut. Hanya sebuah pengamatan kecil, aku pun melihat jika perundungan dilakukan oleh mereka yang mendapatkan kekerasan pula di rumah (mungkin orangtua) atau orang lain yang dirasa lebih superior dari dirinya. Tidak ingin dianggap remeh, atau ingin menyalurkan kekesalan mereka pun mencari pelampiasan ke orang lain.

Ini salah satu bentuk dampak perundungan atau bully yang cukup unik bagiku.

Lantas bagaimana menghadapi kasus perundungan ini?

Saranku adalah jangan diam. Ketika korban tidak melakukan apa-apa, pelaku akan berpikir jika dia memang punya otoritas dan kekuatan untuk melakukan apa saja. Terus melakukan perlawanan dan jika sudah ke tahap fatal, laporkan pada pihak yang berwajib.

Sederhananya, jangan ragu atau malu untuk menceritakan perundungan pada orangtua atau kawan yang dipercaya. Bangun rasa percaya diri dan buang blaming the victim. Semua yang terjadi bukan berarti semuanya adalah kesalahan korban. Buang jauh-jauh pikiran tersebut.

Jangan sampai traumatik akan kekerasan mempengaruhi kehidupanmu kelak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
123lalalolo dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
21-12-2019 16:52
Diubah oleh wariar17
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 20:00
Masalah'y udah jadi budaya turun menurun.
emoticon-Mad
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 20:16
Yg ngebully biasanya gak lbh makmur drpd yg di bully emoticon-Big Grin
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 20:20
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela

Harus kuat mental

emoticon-Coblos
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 20:23
bully terus aja
orang yg dulu di bully banyak kok yg suksesemoticon-Ngakak (S)
https://www.moneysmart.id/korban-bul...es-siapa-saja/
Diubah oleh MrJeffBezos
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 20:30
Gua waktu kecil suka dibully pas gua dewasa gua berubah lebih baik dari mereka yg bully gua emoticon-Cool
profile-picture
enator23 memberi reputasi
1 0
1
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 20:35
sebagian besar pembully itu jenis bocah ganking daripada yg badannya gede tapi lonewolf, dan tipe sosial macem gini itu lumrah di indo ngebuat gank buat nunjukin eksistensinya kaga bocah kaga orang bangkotan sama aja emoticon-Betty emoticon-Najis
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan pemburu.kobokan memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 20:55
Ane dulu pas SD kelas 5 s/d 6 setiap hari sabtu selalu jadi korban bully 1 sekolahan pas senam kesegaran jasmani. Cuma gara2 1 temen sekelas yang mulai dulu alhasil semua yang ikt SKJ ikt nge bully. Jadi kl setiap hari sabtu pasti merupakan hari ane nangis wkkww. Guru nya pun cuma bisa bilang udah lupain aja krn dia da minta maaf. Cuma di ulangin trs sampai 1 1/2 thn kl ga slh. Tuh tmn kebetulan bapaknya kepala yayasan di sekolah itu, jd guru2 kynya pd mikir2 kl mau hukum tuh anak.

Cuma pas SMP sialnya satu kelas lagi ma tuh manusia, dan lagi ane jd korban bully. Tp krn uda ga tahan, inget banget pas dia lg meleng ane angkat bangku kayu tmpt ane duduk, trs hantem ke belakang kepalanya, alhasil ane di DO dan tuh manusia katanya sempet 1 bln di rumah sakit ktnya geger otak wkkwkw. Sampai sekarang kadang masih ketemu di jalan, dia lgsg buang muka gt.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
elpacino16 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 20:57
bully ers adalah orang pengecut, beraninya keroyokan. besarnya juga jadi orang pengecut..
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:00
Waktu jaman2 SMP , Setiap masuk kelas diteriakin eh anak babi masuk emoticon-Frown , dan setiap gw ngerjain soal , diludahin . Dan akhirnya ane homeschooling emoticon-2 Jempol
profile-picture
zelfrizk memberi reputasi
1 0
1
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:00
Quote:Original Posted By norain
Ane dulu pas SD kelas 5 s/d 6 setiap hari sabtu selalu jadi korban bully 1 sekolahan pas senam kesegaran jasmani. Cuma gara2 1 temen sekelas yang mulai dulu alhasil semua yang ikt SKJ ikt nge bully. Jadi kl setiap hari sabtu pasti merupakan hari ane nangis wkkww. Guru nya pun cuma bisa bilang udah lupain aja krn dia da minta maaf. Cuma di ulangin trs sampai 1 1/2 thn kl ga slh. Tuh tmn kebetulan bapaknya kepala yayasan di sekolah itu, jd guru2 kynya pd mikir2 kl mau hukum tuh anak.

Cuma pas SMP sialnya satu kelas lagi ma tuh manusia, dan lagi ane jd korban bully. Tp krn uda ga tahan, inget banget pas dia lg meleng ane angkat bangku kayu tmpt ane duduk, trs hantem ke belakang kepalanya, alhasil ane di DO dan tuh manusia katanya sempet 1 bln di rumah sakit ktnya geger otak wkkwkw. Sampai sekarang kadang masih ketemu di jalan, dia lgsg buang muka gt.


mantap
anehnya society ga nolong korban bully sama sekali. pas korban bully ngelepasin emosi, jadi si korban bully yg salah. perilaku buruk pelaku bullying bertahun2 dianggap tidak salah.
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:07
Miris banget!
emoticon-Ngamuk
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:14
kadang oknum guru kalo ngeliat anak dibully, dia tau tapi diem aja.

biasanya gitu
profile-picture
Nazh.ar memberi reputasi
1 0
1
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:15
Ane jg dulu termasuk korban bully
Akhirnya smpe skrg ane anti sosialisasi sma lingkungan tmpt ane tinggal. Terkadang liatnya aja jijik. Eh malah ane kena tegur ortu karena gk sosialisasi sma lingkungan sekitar. Dan ane jg gk mau bilang kenapa sikap ane begitu. Jadinya yah gtu diem aja.
Berbanding terbalik kalau ane di tempat lain emoticon-Big Grin
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:20


Quote:Original Posted By valvalis
mantap
anehnya society ga nolong korban bully sama sekali. pas korban bully ngelepasin emosi, jadi si korban bully yg salah. perilaku buruk pelaku bullying bertahun2 dianggap tidak salah.


We live in societyemoticon-Traveller
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:21
dibully, tonjok emoticon-Smilie
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:32
bully ps 2emoticon-Shakehand2
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:47
semua baliklagi ke orangtua keluarga didikan kasih sayang. anak pemalu pendiam itu kan yg buat orangtua mulai dari 0 th - anak tsb menjadi pemalu.. so ortu jgn sibuk kerja bicaralah sama anak ngobrol yg panjang jgn biarkan anak sibuk sendiri suruh keluar sosialisasi..
0 0
0
Perundungan (Bullying) yang masih merajalela
24-12-2019 21:59
? bullying itu dari zaman purbakala juga ada tauk...yang lemah ditindas oleh yang kuat, itu udah hukum alam..solusi paling simpel ya si lemah mesti jadi kuat......solusi lain ya si kuat lindungin yang lemah...atau si lemah kabur dari si kuat....itu sudah emoticon-Traveller
0 0
0
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia