Female
Batal
KATEGORI
link has been copied
3
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de60268349d0f66424b6291/4-hal-pemicu-munculnya-perilaku-dikeloni
perilaku ‘masih minta dikeloni’ bisa jadi muncul karena ia belum mengembangkan kelekatan yang sehat itu. Berarti si kecil belum percaya sepenuhnya bahwa ibunya akan selalu ada dan merespons segala kebutuhannya meskipun tidak bersama-sama secara fisik. la masih tergantung pada kehadiran lbu secara fisik untuk mendapatkan perasaan nyaman dan aman.
Lapor Hansip
03-12-2019 13:36

4 hal Pemicu munculnya Perilaku Dikeloni

Past Hot Thread
icon-verified-thread
“Kakak sekarang ’kan sudah gede, sebentar lagi mau sekolah kan? Jadi kalo tidur nggak usah ditemenin Bunda lagi ya?” bujuk Asih ke putri sulungnya Aya (6 tahun). Tapi Asih tahu kalau Aya pasti menolaknya. Begitulah yang selalu terjadi setiap malam, Aya sampai detik ini masih harus selalu dikeloni (memeluk/ menepuk punggung anak saat ia mau tidur). Repot sekali. Apalagi sejak Asih melahirkan anak kedua beberapa bulan lalu. Tambah repot deh!

Kebiasaan dikeloni ini masih banyak terjadi pada anak-anak yang sudah melewati masa balita. Saat mereka bayi sih masih wajar, bahkan menyenangkan karena bisa mengeloni si buah hati hingga ia terbuai dan jatuh tertidur. Tapi setelah mereka beranjak besar, kok masih minta dikeloni ya?

4 hal Pemicu munculnya Perilaku Dikeloni

Kebiasaan ini bisa jadi merupakan indikasi dari insecure attachment. Attachment atau ‘kelekatan' adalah ikatan kasih sayang yang kuat terhadap orang yang istimewa bagi diri seseorang. Ikatan tersebut membuat seseorang merasa bahagia dan nyaman ketika berinteraksi dan berada di dekat orang yang dianggapnya istimewa itu.

Kelekatan yang sehat (aman) atau biasanya disebut dengan secure attachment terbentuk jika anak mengembangkan kepercayaan terhadap pengasuh utamanya. Dalam hal ini biasanya adalah ibunya, dan kemudian lingkungannya. Salah satu tanda dari kelekatan (attachment) yang sehat ini adalah anak dapat mengatasi stres ketika berpisah sesaat dengan ibunya, dan lebih mudah dinyamankan oleh orang lain atau oleh dirinya sendiri.

Sedangkan kelekatan yang tak sehat (insecure attachment) ditandai dengan kurang bisanya anak menoleransi perpisahan sesaat dengan pengasuhnya, terus-menerus merasa resah, rewel, atau menangis. Sebaliknya anak justru mulai berusaha memberi jarak secara emosional atau dengan kata lain acuh saja saat ia terpisah sementara dari ibunya. Kelekatan yang kurang sehat ini terbentuk jika anak belum mengembangkan kepercayaan pada ibunya.

Jadi perilaku ‘masih minta dikeloni’ bisa jadi muncul karena ia belum mengembangkan kelekatan yang sehat itu. Berarti si kecil belum percaya sepenuhnya bahwa ibunya akan selalu ada dan merespons segala kebutuhannya meskipun tidak bersama-sama secara fisik. la masih tergantung pada kehadiran lbu secara fisik untuk mendapatkan perasaan nyaman dan aman.

4 hal Pemicu munculnya Perilaku Dikeloni

Yang seringkali luput dari kesadaran adalah seringkali para para orangtua (ibu), terlalu menyayangi dan melindungi anak. Lnilah yang membentuk kelekatan kurang sehat. Ada kalanya, si kecil terjatuh sedikit, lbu langsung menanggapinya secara berlebihan. Si sulung ngambek, ayah langsung menanggapi dengan menuruti kemauannya. Anak juga tak dilatih melakukan berbagai hal sendiri dan jarang ’dilepas’ sendirian’.

Selama ini attachment (kelekatan) serinq dianggap sama artinya dengan dependency (ketergantungan). Padahal keduanya mengandung pengertian berbeda. Ketergantungan anak pada figur tertentu justru timbul karena tak adanya rasa aman. Anak tak dapat mengembangkan otonomi, bebas bereksplorasi, tak cemas jika ditinggal untuk sementara, jika tak mendapatkan rasa aman. Hal inilah yang akan menimbulkan ketergantungan pada fîgur tertentu.

Kelekatan dan ikatan yang sehat antara lain dapat terbentuk bila Ibu menyusui selama 6 bulan dan jika memungkinkan melanjutkan hingga 2 tahun, merespon Secara positif kebutuhan anak, misalnya segera mengganti popoknya yang basah, bereaksi sewajarnya bila ia menangis karena terjatuh, dan sebagainya. Sering menyentuh dan membelai si kecil, termasuk menggendongnya. Jika sedang bersamanya, sebaiknya lbu benar-benar memberi perhatian penuh padanya. Jadi meski lelah karena seharian bekerja, jika si kecil ingin ditemani maka lbu sebaiknya benar-benar menemaninya, secara fisik dan emosional. Terakhir, menepati (konsisten) hal-hal yang lbu katakan pada anak sejak ia masih sangat kecil.


Quote:Selain kelekatan tak sehat, ada beberapa hal yang juga dapat memicu munculnya perilaku dikeloni ini:
1. Karakter anak.
Beberapa anak memang mudah takut pada berbagai hal, misalnya takut gelap, takut sendirian, dan lain- lain. Kehadiran lbu sebelum ia tidur dianggap bisa menghilangkan rasa takutnya.
2. Situasi kamar.
Terkadang situasi kamar dipersepsi anak kurang menyenangkan, misalnya terlalu gelap, poster yang tergantung jika malam hari terlihat menakutkan, terlalu panas, atau terlalu sesak dengan berbagai barang.
3. Pembiasaan.
Ada dua pembiasaan orangtua yang bisa memunculkan kebiasaan dikeloni ini, yaitu tidur bersama dalam satu tempat (Co-sleeping). Secara psikologis tidur bersama memang mendatangkan efek positif pada hubungan ibu dan anak. Namun jika anak tak dibiasakan tidur sendiri, apalagi jika ia masih tidur bersama sampai usianya lebih dari 5 tahun maka timbul efek yang kurang baik (bergantung). Dan kebiasaan orangtua mengeloni anak sejak bayi (misalnya dengan menggendong, menyusui, memeluk, atau kebiasaan lain yang dijadikan anak sebagai sumber kenyamanan), tİdak dikurangi dan terus dilanjutkan hingga sekarang.


4 hal Pemicu munculnya Perilaku Dikeloni


Quote:Itulah beberapa sebab mengapa anak masih minta ditemani tidur. Ibu bisa memilah mana kira-kira yang menjadi penyebab untuk si kecil ibu. Terakhir, hal berikut ini bisa ibu lakukan untuk mengikis kebiasaan anak yang masih minta dikeloni:
A. Selalu beri pengertian setiap kali minta dikeloni. Katakan “tidak usah ditemani kakak pasti bisa tidur sendiri dengan nyenyak. Ibu sama ayah ada di kamar sebelah, dan pasti besok juga akan ketemu kakak lagi di kamar ini”.
B. Berikan barang pengganti kehadiran ibu, misalnya guling atau boneka, sehingga anak akan tetap merasa nyaman meskipun tidur sendirian.
C. Ciptakan ritual pengantar tidur yang menyenangkan namun tidak memakan waktu yang lama, misalnya menyikat gigi bersama, bermain perang bantal selama 5 menit, minum susu bersama, membacakan buku atau bercerita. Setelah ritual selesai, minta si kecil tidur sendiri tanpa dikeloni.
D. Jika penyebabnya adalah situasi kamar, buatlah beberapa perubahan sehingga kamar menjadi tempat yang nyaman bagi anak.



Referensi


Diubah oleh babygani86
profile-picture
profile-picture
adnanami dan bonek2004 memberi reputasi
2
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
4 hal Pemicu munculnya Perilaku Dikeloni
06-12-2019 20:45
Gitu ya bund, anak ane yang pertama sebelum punya adek selalu minta dikeloni kalau mau bobok, dia selalu nyari tangan ane untuk dielus-elus, diganti tangan ayahnya aja dia kerasa tapi semenjak punya adek pelan-pelan bisa bobok sendiri, cuma kadang timbul cemburu kalau ane sedang ngeloni/ nyusuin adeknya.
0 0
0
4 hal Pemicu munculnya Perilaku Dikeloni
12-12-2019 15:00
This is a nice post, some girls won't live their life after marriage and especially after their first baby.
but there are so many options to live their lives, there are online jobs for those whom would like to work and there are online courses for those whom would like to study further too
one of my cousins had her graduation after her first baby. she did theInstitute of Structural Engineers course online. now she is a Structural Engineer
0 0
0
4 hal Pemicu munculnya Perilaku Dikeloni
16-12-2019 15:46
I feel Structural Engineer Near mebecause I have following Advanced Diploma in Structural Engineering programme via online and also this is not an expensive cost to become a professional structural engineer compare than the greatest opportunity from the College of Contract Management education provider.
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia