News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
73
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de279d182d4953507503d28/konflik-nagorno-karabakh-jalan-terjal-armenia-dan-azerbaijan-menuju-perdamaian
Ada beberapa konflik di dunia yang hingga sekarang belum selesai, salah satunya adalah Konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan yang mempersengketakan wilayah Nagorno-Karabakh dan 7 wilayah di sekitarnya.
Lapor Hansip
30-11-2019 21:16

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom, salam sejahtera. Om swastiastu. Namo buddhaya. Wei de dong tian.

emoticon-I Love Indonesia

Hai, GanSis. Apa kabar? Kali ini ane mau membahas tentang konflik Nagorno-Karabakh yang hingga sekarang belum selesai juga.

emoticon-I Love Indonesia

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Peta wilayah Nagorno-Karabakh (merah).
Gambar: rferl.org
---------------


Ada beberapa konflik di dunia yang hingga sekarang belum selesai, salah satunya adalah Konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan yang mempersengketakan wilayah Nagorno-Karabakh dan 7 wilayah di sekitarnya. Secara de facto wilayah ini berada di bawah kendali Republik Artsakh yang mayoritas beretnis Armenia, tapi secara de jure merupakan bagian dari Azerbaijan.



Awal Konflik
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Peta kawasan Transkaukasia saat ini.
Gambar: pinterest.com
---------------


Konflik bermula pada awal abad ke-20 ketika Kekaisaran Rusia runtuh. Dengan cepat wilayah jajahan di Kaukasia Selatan memerdekakan diri menjadi Republik Federasi Demokratik Transkaukasia yang beranggotakan Armenia, Azerbaijan, dan Georgia. Negara ini hanya berumur sebentar karena Georgia memisahkan diri. Pada perkembangannya Armenia dan Azerbaijan juga membentuk negara sendiri hingga menimbulkan sengketa wilayah yang berujung kerusuhan etnis di sekitar perbatasan.

Menyusul kekalahan Turki Ottoman dalam Perang Dunia I, pada Desember 1918, seorang Jenderal Armenia Andranik Ozanian memasuki Nagorno-Karabakh guna meredam kerusuhan. Inggris sebagai pemenang perang kurang setuju dengan langkah Armenia. Pada tahun 1919, pasukan Inggris mulai menduduki Kaukasia Selatan. Mandat atas Nagorno-Karabakh dikembalikan kepada Azerbaijan melalui Khosrov bey Sultanov yang menjadi Gubernur Jenderal Nagorno-Karabakh. Inggris memerintahkan untuk meredam kerusuhan yang justru berakhir Pembantaian Shusha dengan jumlah korban 20.000 etnis Armenia.



Di Bawah Kendali Uni Soviet
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Vladimir Ilyich Ulyanov atau Lenin, penguasa Uni Soviet pertama.
Gambar: bbc.co.uk
---------------


Perselisihan kedua etnis ditangguhkan setelah Uni Soviet yang notabene entitas lanjutan dari Kekaisaran Rusia kembali menginvasi Kaukasia Selatan pada April 1920. Uni Soviet mendirikan Transkaukasia Soviet dan membentuk Biro Kaukasia (Kavbiro) untuk mengurus konflik. Kavbiro adalah sebuah komite beranggotakan 7 orang.

Pada 4 Juli 1921, terjadi pembahasan tentang Nagorno-Karabakh. Kavbiro sepakat memasukkan Nagorno-Karabakh ke dalam wilayah Armenia Soviet yang baru, tapi batal sehari kemudian setelah menerima wejangan dari Pusat (Moskow). Kavbiro memilih membentuk Nagorno-Karabakh Autonomy Oblast (NKAO), lalu menjadikannya bagian dari Azerbaijan Soviet. Kebijakan ini bertujuan menciptakan konflik abadi antaretnis untuk memastikan keduanya terus berperang satu sama lain, bukan melawan Uni Soviet.

Para sarjana modern Armenia dan Azerbaijan berspekulasi bahwa keputusan ini merupakan bagian dari divide et impera sebab Uni Soviet bukan hanya menerapkannya kepada Nagorno-Karabakh, tapi juga Nakhichevan. Sebuah wilayah yang terkurung Armenia, namun menjadi bagian dari Azerbaijan.

Selama beberapa dekade kendali Uni Soviet, orang Armenia di NKAO tetap berkeinginan kuat bergabung dengan Armenia Soviet. Pada tahun 1930-an, Sekretaris Komunis Armenia Aghasi Khanjian sempat melayangkan protes kepada Stalin agar NKAO dan Nakhichevan kembali kepada Armenia. Malang ia justru dibunuh oleh kaki tangan Stalin.



Meningkatnya Pertikaian
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Renaissance Square, Stepanakert.
Gambar: armenianweekly.com
---------------


Setelah kematian Stalin, orang Armenia kembali menyuarakan ketidakpuasan terhadap Moskow. Pada tahun 1963, sekitar 2.500 orang Armenia di NKAO menandatangani petisi menuntut bergabung dengan Armenia Soviet atau berada langsung di bawah kendali Rusia. Hal ini menyebabkan bentrokan di Stepanakert ibu kota NKAO yang menewaskan 18 orang Armenia.

Berturut-turut pada tahun 1965 dan 1977, terjadi demonstrasi besar-besaran di Yerevan ibu kota Armenia Soviet yang kembali menyerukan penyatuan NKAO dengan Armenia. Titik terang mulai terlihat ketika tahun 1985, pemimpin Uni Soviet yang baru Mikhail Gorbachev menerapkan glasnost dan perestroika. Perestroika berkaitan dengan reformasi ekonomi, sementara glasnost berarti keterbukaan yang memberikan kebebasan terbatas warganegara Uni Soviet untuk mengungkapkan keluhan tentang sistem dan pemimpin Uni Soviet.

Kebijakan ini ditanggapi oleh anggota parlemen NKAO pro-Armenia yang mengungkapkan kebobrokan Azerbaijan Soviet karena telah menekan kebebasan budaya dan ekonomi masyarakat Armenia di NKAO, seperti pelarangan bahasa Armenia, ketiadaan buku pelajaran berbahasa Armenia, dan pemutusan saluran televisi berbahasa Armenia. Pernyataan anggota parlemen NKAO pro-Armenia ditutup dengan resolusi sepihak penggabungan Nagorno-Karabakh dengan Armenia Soviet pada 20 Februari 1988.

Sebelumnya pada akhir 1987, terdengar desas-desus tentang orang Azerbaijan di desa Ghapan dan Meghri, Armenia Soviet yang terpaksa mengungsi ke Azerbaijan Soviet karena persekusi dari orang Armenia. Hal ini meningkatkan ketegangan antara kedua etnis, terlebih saat kedua kepala desa menyangkal tuduhan. Pada 20 Februari 1988, bertepatan dengan resolusi anggota parlemen NKAO pro-Armenia, terjadi perkosaan yang menimpa dua perempuan Azerbaijan. Dua siswi yang sedang melakukan pelatihan medis di RS Stepanakert ini diduga diperkosa oleh orang-orang Armenia. Bentrokan antaretnis pun pecah di Askeran, NKAO. Tercatat 2 pemuda Azerbaijan tewas dalam bentrokan.

Bentrokan di Askeran menjadi awal pogrom (pengusiran dengan kekerasan) terhadap etnis Armenia di Sumgait, sebuah kota yang terletak di wilayah Azerbaijan Soviet, sekitar 25 km sebelah utara Baku ibu kota Azerbaijan Soviet. Selain sebagai balasan bentrokan di Askeran, orang Azerbaijan juga menganggap sebagai balasan persekusi di desa Ghapan dan Meghri. Tercatat 32 orang tewas: 26 orang Armenia dan 6 orang Azerbaijan. Data ini disangkal pihak Armenia sebab kemungkinan jumlah korban jauh lebih banyak.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Pogrom terhadap etnis Armenia di Sumgait, Azerbaijan.
Gambar: artsakhpress.am
---------------


Hampir semua populasi Armenia yang tersisa di Sumgait memutuskan mengungsi ke tempat aman di wilayah Armenia Soviet. Mereka dipukuli, diperkosa, dibunuh, dan dimutilasi di jalan-jalan Sumgait atau di dalam rumah selama 3 hari pogrom tanpa intervensi dari polisi lokal. Bentrokan mereda setelah pasukan Uni Soviet memasuki kota pada 1 Maret 1988. Kesaksian korban selamat mengingatkan masyarakat Armenia tentang kekejaman Genosida Armenia di masa lalu.

Pada 23 Maret 1988, Moskow menolak tuntutan penyatuan NKAO dengan Armenia Soviet. Pasukan Uni Soviet dikerahkan ke Yerevan ibu kota Armenia Soviet untuk mencegah protes lanjutan, walaupun gagal karena masyarakat Armenia percaya apa yang berlaku di Nakhichevan akan terulang di Nagorno-Karabakh. Sebelum pembentukan Nakhichevan, terdapat 40% etnis Armenia yang di masa depan menghilang total karena eksodus akibat persekusi. Begitu pula Nagorno-Karabakh yang pada 1920-an terdapat 94% populasi Armenia, namun menyusut menjadi 73% pada 1980-an.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Gempa dahsyat Armenia 1988.
Gambar: medium com
---------------


Kegigihan rakyat Armenia terkait Nagorno-Karabakh sempat mereda saat gempa bumi dahsyat melanda Armenia pada 7 Desember 1988. Namun, wacana kembali mencuat ketika anggota Komite Karabakh yang baru terbentuk dijebloskan ke penjara oleh Moskow. Hal ini menciptakan konflik baru Armenia vs Moskow yang telah kehilangan kepercayaan kepada Gorbachev.

Pada bulan-bulan berikutnya, konflik antaretnis tak terhindarkan lagi. Pertukaran penduduk secara liar dan paksa terjadi di masing-masing wilayah. Orang Armenia dipaksa keluar dari wilayah Azerbaijan Soviet, begitu pun orang Azerbaijan dipaksa keluar dari wilayah Armenia Soviet. Kedua belah pihak mengantongi jumlah korban jiwa versi masing-masing, namun menurut berita Time pada Oktober 1989, menyatakan lebih dari 100 orang tewas di Armenia dan Azerbaijan sejak Februari 1988.



Perang Nagorno-Karabakh (1988-1994)
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Permukiman di Nagorno-Karabakh yang hancur dan telah ditinggalkan pemiliknya.
Gambar: moderndiplomacy.eu
---------------


Resolusi anggota parlemen NKAO pro-Armenia pada 20 Februari 1988 terkait penyatuan wilayah dengan Armenia Soviet dianggap sebagai awal dari Perang Nagorno-Karabakh (1988-1994). Perselisihan ini berdampak pada populasi kedua negara sekaligus memburuknya stabilitas kawasan. Situasi di NKAO menjadi tak terkendali yang memaksa Uni Soviet untuk sementara waktu mengambil kendali wilayah ini, sebuah langkah yang disambut baik orang Armenia.

Pada September 1989, Azerbaijan Soviet memblokade jaringan kereta api yang secara efektif melumpuhkan perekonomian Armenia sebab 85% barang keluar-masuk melalui jalur kereta api. Ini sebagai balasan blokade Armenia Soviet atas wilayah Nakhichevan sekaligus hukuman terkait serangan gerilyawan Armenia terhadap awak kereta Azerbaijan yang memasuki wilayah Armenia Soviet.

Pada Januari 1990, pogrom terhadap etnis Armenia yang tersisa di Baku dimulai. Gorbachev mengumumkan darurat militer dan mengerahkan pasukan untuk memulihkan ketertiban. Konflik baru Azerbaijan vs Moskow pun pecah di Baku. Uni Soviet yang telah rapuh tak mampu mengendalikan massa yang beringas. Bentrokan di ibu kota Azerbaijan Soviet ini menyebabkan kematian 120 orang Azerbaijan dan 8 prajurit Uni Soviet.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Deklarasi Kemerdekaan Armenia pada 21 September 1991.
Gambar: panorama.am
---------------


Pada awal 1991, Gorbachev mengadakan referendum nasional guna memutuskan apakah Uni Soviet akan tetap bersama atau tidak. Lima republik memboikot referendum, termasuk Armenia yang segera mendeklarasikan kemerdekaan pada 21 September 1991. Bertolak belakang dengan Azerbaijan yang masih menuruti Moskow, Ayaz Mutalibov sebagai pemimpin Azerbaijan berpaling kepada Gorbachev demi mendapatkan dukungan atas konflik di NKAO guna melucuti gerilyawan Armenia yang telah mempersenjatai diri.

Operasi militer gabungan Soviet-Azerbaijan dengan sandi Operation Ring dikerahkan untuk mendeportasi paksa orang-orang Armenia dari seluruh wilayah Azerbaijan Barat, pegunungan Kaukasia Kecil, NKAO, dan sepanjang perbatasan barat laut Armenia-Azerbaijan. Operasi ini melibatkan kendaraan militer, artileri, dan helikopter tempur untuk menumpas gerilyawan Armenia. Deportasi massal ini dilakukan dengan pelanggaran HAM berat yang banyak didokumentasikan organisasi HAM internasional.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Operation Ring yang menyisir etnis Armenia.
Gambar: allinnet.info
---------------


Metode kekerasan, intimidasi, dan persekusi dalam Operation Ring terbukti gagal total. Orang Armenia yang seharusnya takut dan menyudahi tuntutan atas Nagorno-Karabakh justru semakin gigih berjuang. Tindakan kekejaman yang mereka terima telah memperkuat keyakinan bahwa satu-satunya jalan penyelesaian Nagorno-Karabakh adalah perlawanan bersenjata. Berbondong-bondong etnis Armenia di NKAO membentuk milisi sukarela yang terdiri dari unit-unit liar tak teratur.

Sempat ada upaya perdamaian yang mempertemukan kedua belah pihak dibantu Kazakhstan dan Rusia di Zheleznovodsk, Rusia. Namun, terhenti sebab di lapangan kedua pihak terus saling menyerang. Puncaknya saat sebuah helikopter Azerbaijan yang membawa tim mediasi Rusia, pengamat Kazakhstan, dan pejabat tinggi Azerbaijan ditembak jatuh oleh milisi Armenia di desa Karakend, NKAO.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Pengungsi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.
Gambar: wikipedia.com
---------------


Pada akhir 1991, milisi Armenia mulai merampas desa-desa yang dulu dihuni etnis Armenia. Dalam beberapa kasus pasukan gabungan Soviet-Azerbaijan yang tak ingin terlihat gagal memilih membumihanguskan desa-desa sebelum meninggalkannya. Di saat yang sama, milisi Armenia juga berhasil merebut desa-desa etnis Azerbaijan. Pada 19 Desember 1991, Uni Soviet memutuskan berhenti dari Operation Ring. Seiring pembubaran Uni Soviet pada 31 Desember 1991, berangsur-angsur pasukan Uni Soviet keluar dari NKAO yang membuat zona konflik semakin tak terkendali.

Kedua belah pihak mulai mempersenjatai diri. Masyarakat diaspora Armenia di seluruh dunia kompak menyalurkan bantuan untuk negeri leluhur, bahkan di Amerika Serikat mereka berhasil melobi Kongres untuk mengembargo Azerbaijan secara ekonomi dan militer. Sementara itu, Azerbaijan memperoleh banyak dukungan dari Turki dan beberapa negara Arab. Azerbaijan percaya diri mengobarkan perang berskala besar.

Pada 21 November 1991, Azerbaijan mencabut status otonomi Nagorno-Karabakh dan mengubah nama ibu kota dari Stepanakert menjadi Khankendi. Sebagai tanggapan, masyarakat Armenia di Nagorno-Karabakh mengadakan referendum pada 10 Desember 1991 tanpa peran etnis Azerbaijan. Pada 6 Januari 1992, Republik Nagorno-Karabakh (NKR) mendeklarasikan kemerdekaan dari Azerbaijan.

Pada Februari 1992, Rusia bersama beberapa bekas wilayah Soviet membentuk Commonwealth of Independent States (CIS). Azerbaijan enggan bergabung, sedangkan Armenia yang khawatir akan invasi Turki menjadi anggota CIS. Secara tidak langsung Armenia mendapat payung keamanan kolektif organisasi di bawah komando Rusia. CIS mendirikan markas baru di Stepanakert untuk mengambil peran lebih aktif dalam konflik Nagorno-Karabakh.

Selama musim dingin 1991-1992, Stepanakert diblokade oleh pasukan Azerbaijan yang bermarkas di Khojaly dan Shusha. Serangan udara AU Azerbaijan secara serampangan meneror penduduk sipil, menghancurkan banyak bangunan, RS, dan pos-pos militer. Khojaly memiliki satu-satunya bandara di kawasan NKR yang berperan penting bagi kelangsungan hidup penduduk sebab NKR memang tidak memiliki akses darat dengan Armenia. Hal ini menjadi alasan kuat milisi Armenia untuk merebut Khojaly dari pihak Azerbaijan. Dibantu oleh Resimen ke-366 CIS, pasukan Armenia berhasil merebut Khojaly yang berakhir pada peristiwa Pembantaian Khojaly. Sedikitnya 161 warga sipil Azerbaijan terbunuh, namun otoritas Azerbaijan menyatakan 613 korban tewas.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Pembantaian Khojaly.
Gambar: change.org
---------------


Pembantaian Khojaly memaksa Mutalibov menyerahkan kekuasaan kepada parlemen Azerbaijan yang kemudian menunjuk Yaqub Mammadov sebagai Presiden. Pada 7 Mei 1992, dialog damai kembali diadakan, kali ini atas prakarsa Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani. Upaya perdamaian batal saat pasukan Azerbaijan yang tersisa di Shusha terus melancarkan serangan artileri berskala besar dengan roket GRAD ke Stepanakert.

Pada 8 Mei 1992, ratusan milisi Armenia dengan tank dan helikopter menyerang Shusha. Pertempuran sengit terjadi di jalan-jalan kota menyuarakan perang mati-matian dari kedua belah pihak yang menginterpretasikan Kristen (Armenia) vs Islam (Azerbaijan). Pada keesokan harinya milisi Armenia yang kalah jumlah dan senjata malah berhasil merebut kota dan memaksa orang Azerbaijan keluar dari Shusha.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Monumen peringatan Pertempuran Shusha. Tampak tank T-72 milik Armenia.
Gambar: wikipedia.com
---------------


Peristiwa ini menyulut Turki untuk berperan dalam konflik Nagorno-Karabakh dengan memberikan bantuan dan penasihat militer bagi Azerbaijan secara substansial. Pada Mei 1992, komandan CIS bernama Yevgeny Shaposnikov mengeluarkan ancaman bagi Barat, terutama Amerika Serikat agar tak ikut campur dalam konflik di Kaukasia. Atas dasar persamaan agama, milisi Checnya juga berpartisipasi di belakang Azerbaijan, walaupun akhirnya mengundurkan diri dengan alasan Azerbaijan lebih mementingkan nasionalisme daripada Islam.

Kegagalan mempertahankan Shusha membuat parlemen Azerbaijan kembali mengangkat Mutalibov secara sepihak. Sebagian besar rakyat Azerbaijan menganggap hal ini sebagai kudeta. Sementara itu, kubu demokrat terus merongrong parlemen agar segera melakukan pemilu yang lebih demokratis. Saat itu parlemen Azerbaijan memang dihuni para pejabat bekas rezim komunis Azerbaijan Soviet.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Peta wilayah Lachin yang menjadi akses darat utama Armenia dengan Nagorno-Karabakh.
Gambar:
---------------


Konflik internal Azerbaijan dimanfaatkan maksimal oleh Armenia yang memutuskan menyerang Lachin, kota kecil Azerbaijan di celah sempit yang memisahkan Armenia dengan Nagorno-Karabakh. Untuk pertama kalinya Armed Forces of Armenia (Angkatan Bersenjata Armenia) terjun ke dalam konflik Nagorno-Karabakh. Pasukan Armenia mengambil alih kota dan mengusir semua warga Azerbaijan. Praktis konvoi militer dan suplai mengalir deras menuju NKR karena kini akses darat telah terbuka.

Sementara itu, unjuk rasa besar-besaran di Baku mendapat perlakuan represif dari rezim Mutalibov. Pada 16 Juni 1992, Abulfaz Elchibey menjadi Presiden Azerbaijan setelah kudeta bersenjata yang didukung Front Rakyat. Di bawah kepemimpinan Elchibey, Azerbaijan betul-betul menolak bantuan Rusia dan mendekat ke Turki.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Abulfaz Elchibey, Presiden Azerbaijan kedua.
Gambar: aniarc.am
---------------


Azerbaijan melakukan serangan berskala besar ke NKR pada pertengahan 1992. Lebih dari 8.000 personel AD Azerbaijan dengan 4 batalion tambahan, 90 tank, 70 kendaraan tempur infanteri, dan beberapa helikopter tempur digunakan dalam operasi militer yang dikenal dengan Goranboy Operation. Berturut-turut pasukan Azerbaijan di bawah komando Suret Huseynov menguasai wilayah Askeran, Goranboy, dan Mardakert.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Pasukan Azerbaijan dalam Goranboy Operation.
Gambar: nostalgiya.az
---------------


Sikap brutal pasukan Azerbaijan dalam operasi ini membuat Pemerintah Armenia mengeluarkan ancaman untuk turun langsung membantu para milisi Armenia yang bertempur di NKR. Pada 18 Juni 1992, NKR mengumumkan keadaan darurat. Pada 15 Agustus, Komite Pertahanan NKR dibentuk atas konsolidasi dari Pemerintah Armenia. Reformasi militer berlangsung cepat yang kemudian bersatu di bawah panji Pasukan Pertahanan NKR.

Perlahan pasukan NKR berhasil membendung laju pasukan Azerbaijan. Pada akhir 1992, pasukan Azerbaijan mulai kelelahan yang membawa kerugian besar. Dengan sangat terpaksa Huseynov menarik mundur pasukannya kembali ke Ganja, Azerbaijan untuk pemulihan.

Bersambung ke post selanjutnya....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 17 lainnya memberi reputasi
18
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
30-11-2019 21:16
Ketika musim dingin semakin dekat, kedua belah pihak menurunkan tensi pertempuran guna menghemat sumber daya gas, listrik, dan logistik. Armenia tetap menderita atas blokade jaringan rel kereta api oleh Azerbaijan sejak September 1989. Walaupun begitu, bantuan dari Turki mengalir ke NKR atas dasar kemanusiaan.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Perang Saudara Georgia 1992.
Gambar: jemalkasradze.blogspot.com
---------------


Sementara itu, tetangga Georgia memulai perang saudara melawan separatis Abkhazia dan Ossetia. Pipa minyak dari Rusia ke Armenia hancur akibat pertempuran. Masyarakat Armenia di NKR menjalani musim dingin tanpa pemanas. Kebutuhan pangan menjadi sulit didapat karena masing-masing menyetok untuk keuntungan sendiri.

Masyarakat diaspora Armenia di seluruh dunia kembali menyalurkan bantuan untuk negeri leluhurnya. Pada Desember 1992, 33.000 ton biji-bijian dan 150 ton susu formula tiba dari Amerika Serikat melalui Batumi, kota pelabuhan Georgia di tepi Laut Hitam. Pada Februari 1993, Uni Eropa memberikan bantuan 4,5 juta euro kepada Armenia. Tanpa disangka Iran juga membantu penyediaan gas dan listrik bagi Armenia yang menyebabkan ketidaksukaan Azerbaijan yang sebenarnya juga dibantu oleh Iran. Hubungan bilateral Azerbaijan-Iran pun merenggang.

Berakhirnya musim dingin menjadi penanda berlanjutnya pertempuran. Pasukan NRK memulai serangan baru ke NKR bagian utara yang tahun sebelumnya dikuasai pihak Azerbaijan. Pasukan NKR semakin di atas angin yang menciptakan kekalahan-kekalahan militer berikutnya bagi Azerbaijan.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Pengungsi Azerbaijan yang mencoba keluar dari Kelbajar.
Gambar: 1905.az
---------------


Hal ini menggoyang situasi dalam negeri Azerbaijan. Huseynov dan Menteri Pertahanan meminta bantuan Rusia yang ditafsirkan sebagai pembangkangan oleh Presiden Elchibey. Di lain pihak, pasukan NKR sukses merebut Kelbajar yang membuat Elchibey memberlakukan keadaan darurat dalam 2 bulan ke depan dan menjalankan wajib militer menyeluruh.

Pada 30 April 1993, Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengeluarkan Resolusi 822 yang diprakarsai oleh Turki dan Pakistan, menuntut penghentian permusuhan dan penarikan semua pasukan NKR dari Kelbajar. Resolusi 822 berdampak besar bagi Azerbaijan yang sedang fokus masalah dalam negeri. Elchibey mengundurkan diri pada 18 Juni. Anggota parlemen bernama Heydar Aliyev mengambil alih kekuasaan, lalu menunjuk Huseynov sebagai Perdana Menteri pada 1 Juli. Aliyev membubarkan 33 batalion dari Front Rakyat yang dianggap tak becus berperang. Pada 10 Oktober 1993, Aliyev menjadi Presiden Azerbaijan yang baru.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Presiden Heydar Aliyev.
Gambar: en.president.az
---------------


Untuk kedua kalinya Armenia memanfaatkan konflik internal Azerbaijan dengan sangat baik. Pasukan NKR tak menghiraukan Resolusi 822 dan terus merangsek maju. Bulan-bulan berikutnya pasukan NKR menguasai 5 distrik di NKR bagian utara.

Pada Juli 1993, pasukan NKR bersiap melebarkan kekuatan ke Agdam yang separuh wilayahnya adalah bagian dari Azerbaijan. Pada 4 Juli, pasukan NKR menyerang Agdam. Menghadapi keruntuhan militer yang nyata, Aliyev berusaha bernegosiasi dengan Pemerintah NKR. Sementara itu, ekspansi pasukan NKR meluas ke wilayah Azerbaijan yang lain, seperti Fizuli dan Jebrail di sebelah selatan NKR.

Melihat keagresifan Armenia dalam konflik Nagorno-Karabakh, Turki mengancam Armenia agar tidak menyerang Nakhichevan dan menuntut Armenia segera keluar dari wilayah Azerbaijan. Pada awal September 1993, Turki mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Turki-Armenia. Hal ini langsung dibalas Rusia yang menggertak bahwa Turki takkan berpartisipasi dalam konflik. Pada September 1993, pasukan Azerbaijan hampir tumbang keseluruhan. Di tengah keputusasaan, Aliyev merekrut 1.000-1.500 mujahid Afghanistan untuk bertempur melawan pasukan NKR di Fizuli yang tetap berujung kegagalan.

DK PBB kembali mengeluarkan Resolusi 877 dan 884 pada Oktober dan November 1993, menekankan poin yang sama dengan resolusi sebelumnya serta mengakui Nagorno-Karabakh sebagai bagian dari Azerbaijan. Pada 10 Januari 1994, secara mengejutkan pasukan Azerbaijan yang tersisa merebut kembali sedikit wilayah Martakert. Namun, serangan berikutnya tak lagi efektif. Saat pertempuran merebut kembali Kelbajar, pasukan Azerbaijan kehilangan sekitar 1.500 prajurit yang menjadi pertempuran paling berdarah selama perang.

Kepemimpinan politik Azerbaijan beberapa kali berpindah tangan, namun kekalahan demi kekalahan terus terjadi. Pasukan Azerbaijan mengalami demoralisasi yang menyebabkan kehilangan komitmen berperang. Alasannya tentu sudut pandang. Azerbaijan menganggap Nagorno-Karabakh sebagai ambisi, sementara bagi orang Armenia adalah mempertahankan tanah air hidup atau mati.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Peta wilayah Republik Artsakh yang sebagian wilayahnya hasil mencaplok wilayah Azerbaijan.
Gambar: polgeonow.com
---------------


Setelah 6 tahun pertempuran sengit, kedua belah pihak akhirnya menyetujui gencatan senjata. Azerbaijan yang kelelahan tak ingin pasukan NKR terus melaju menuju Baku. NKR berubah nama menjadi Republik Artsakh dan berpartisipasi dalam penandatanganan gencatan senjata di Bishkek, Kyrgyzstan bersama delegasi Armenia dan Azerbaijan pada 5 Mei 1994. Disaksikan oleh Rusia sebagai mediator, masing-masing pihak sepakat menghentikan permusuhan pada 12 Mei 1994 pukul 00.01 dini hari.



Bentrokan Lanjutan Setelah Gencatan Senjata
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Pasukan Azerbaijan siap sedia di garis depan.
Gambar: aljazeera.com
---------------


Pada 4 Maret 2008, terjadi protes Pemilu Armenia yang berbuntut bentrokan antara massa etnis Armenia dan pasukan Azerbaijan di Martakert. Armenia menuduh Azerbaijan mencoba mengambil keuntungan dari kerusuhan, sementara Azerbaijan menganggap Pemerintah Armenia sedang berusaha mengalihkan perhatian dari kecurangan Pemilu. Sekitar puluhan orang tewas dan luka-luka dalam insiden ini. Pada 14 Maret 2008, kembali PBB menegaskan Nagorno-Karabakh adalah bagian dari Azerbaijan dan menuntut Armenia segera menarik semua pasukannya.

Pada Februari 2010, konflik kembali pecah di Nagorno-Karabakh. Azerbaijan menuduh Armenia menembaki pasukan Azerbaijan di dekat Tap Qaraqoyunlu, Qızıloba, Qapanlı, Yusifcanlı, Agdam, dan desa-desa di Cavahirli yang mengakibatkan 3 orang prajurit Azerbaijan tewas dan 1 luka-luka. Bentrokan berkembang menjadi kontak senjata yang menewaskan 74 orang dari kedua belah pihak antara 2008 sampai 2010.

Pada 12 November 2014, pasukan Azerbaijan menembak jatuh helikopter Mi-24 milik Republik Artsakh di Agdam. Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan bahwa helikopter ini tak bersenjata dan menyebutnya sebagai provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Armenia bahkan mengancam bahwa Azerbaijan akan menghadapi konsekuensi serius atas apa yang terjadi.

Sementara itu, pihak Azerbaijan menyatakan kalau helikopter itu bersenjata dan berusaha menyerang posisi pasukan Azerbaijan. Pertempuran setelah penembakan helikopter menyebabkan 64 korban tewas: 27 prajurit Armenia dan 37 prajurit Azerbaijan. Tahun 2014 menjadi tahun paling mematikan bagi pasukan Armenia sejak gencatan senjata tahun 1994. Selain itu, 6 warga sipil Armenia dan 2 warga sipil Azerbaijan juga terbunuh sepanjang tahun 2014.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Masyarakat Republik Artsakh atau Nagorno-Karabakh yang mayoritas beretnis Armenia.
Gambar: explorepartsunknown.com
---------------


Pada tahun 2015, kembali terjadi pertempuran sporadis yang menewaskan 42 prajurit Armenia dan 64 prajurit Azerbaijan. Berkah minyak di Laut Kaspia membuat Azerbaijan semakin tak sabar dengan konflik Nagorno-Karabakh. Pada tahun 2015, Azerbaijan menghabiskan 3 miliar US dollar untuk mililter, angka yang lebih besar dari seluruh anggaran nasional Armenia.

Antara 1-5 April 2016, pertempuran sengit pecah di sepanjang perbatasan yang menewaskan 88 prajurit Armenia dan 92 prajurit Azerbaijan. Media massa Armenia ramai memberitakan prajurit Armenia bernama Qyaram Sloyan (20 tahun) yang dieksekusi potong kepala oleh pasukan Azerbaijan pada 2 April 2016.

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
Qyaram Sloyan
Gambar: en.168.am
---------------


Terbaru pada Desember 2018, seorang prajurit Armenia terbunuh saat menjaga pos perbatasan. Pada bulan yang sama, kembali 2 prajurit Armenia terbunuh oleh pasukan Azerbaijan. Konflik Nagorno-Karabakh, jalan terjal Armenia dan Azerbaijan menuju perdamaian.

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

Sumber Referensi:
1 2 3 4 5 6 7

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

Sekian thread dari ane. Ambil bagusnya, buang buruknya. Semoga bermanfaat. Bye.

emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Rate 5 Star
Diubah oleh mengeja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agus.malaikat. dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
30-11-2019 21:55
hmm, agan TS, apakah konflik militer negara armenia vs azerbaijan selama abad 21 itu jg turut mempengaruhi kasus georgia vs rusia pula, gan ??
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan mengeja memberi reputasi
2 0
2
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
01-12-2019 15:35
Quote:Original Posted By yoseful
hmm, agan TS, apakah konflik militer negara armenia vs azerbaijan selama abad 21 itu jg turut mempengaruhi kasus georgia vs rusia pula, gan ??

Gak ngaruh bre, itu sendiri2 walaupun masih di Kaukasia juga

emoticon-Big Grin
0 0
0
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
03-12-2019 11:04
perang ini sungguh panjang dan melelahka
profile-picture
mengeja memberi reputasi
1 0
1
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
03-12-2019 12:24
Quote:Original Posted By yuswijaya
perang ini sungguh panjang dan melelahka

Bener bre, dari akhir 1980-an gak kelar2. Perang Korea juga sama panjang dan melelahkan, tapi gak gini2 amat

emoticon-Hammer2
0 0
0
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
05-12-2019 14:19
Kasusnya mirip Kepulauan Falkland (Malvinas) di lepas pantai Argentina. Mau merebut sekeras apa pun nggak akan bisa karena mayoritas penduduk dari etnis lawan (78% populasi Kepulauan Falkland adalah keturunan Inggris). Mereka yang sudah beranak pinak pasti setia dengan negeri leluhur. Apalagi dalam kasus Nagorno-Karabakh populasi Armenia sekarang sudah 99%.

Sama seperti Armenia andai sekarang hendak merebut Nakhichevan pun nggak akan bisa karena 99% sudah etnis Azeri. Konflik turun-temurun yang sulit selesai sekalipun biang kerok Rusia yang turun tangan.

Memang divide et impera itu jahat nggak ketulungan, ya. Memelihara konflik demi kepentingan pribadi, ibarat dosa jariyah.

emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
05-12-2019 15:14
Quote:Original Posted By astrophel
Kasusnya mirip Kepulauan Falkland (Malvinas) di lepas pantai Argentina. Mau merebut sekeras apa pun nggak akan bisa karena mayoritas penduduk dari etnis lawan (78% populasi Kepulauan Falkland adalah keturunan Inggris). Mereka yang sudah beranak pinak pasti setia dengan negeri leluhur. Apalagi dalam kasus Nagorno-Karabakh populasi Armenia sekarang sudah 99%.

Sama seperti Armenia andai sekarang hendak merebut Nakhichevan pun nggak akan bisa karena 99% sudah etnis Azeri. Konflik turun-temurun yang sulit selesai sekalipun biang kerok Rusia yang turun tangan.

Memang divide et impera itu jahat nggak ketulungan, ya. Memelihara konflik demi kepentingan pribadi, ibarat dosa jariyah.

emoticon-Hammer (S)

Ane demen banget kalo agan Astro yang komen

emoticon-Big Grin

Tapi kalo Azerbaijan sekarang mulai perang bisa menang juga, soalnya uang mereka lagi banyak2nya gara2 minyak
profile-picture
48y24rd memberi reputasi
1 0
1
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
06-12-2019 10:48
azerbaijan kalah kebanyakan akibat konflik internal sendiri. Banyak minyak ngak ngaruh
Diubah oleh gil4ngdemonic
profile-picture
mengeja memberi reputasi
1 0
1
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
06-12-2019 20:31
Quote:Original Posted By mengeja
Ane demen banget kalo agan Astro yang komen

emoticon-Big Grin

Tapi kalo Azerbaijan sekarang mulai perang bisa menang juga, soalnya uang mereka lagi banyak2nya gara2 minyak

Apa, sih?

emoticon-Malu

Tetap sulit. Awal perang pun sama seperti keadaan sekarang yang notabene perekonomian Azerbaijan jauh lebih baik daripada Armenia, apalagi saat Azerbaijan memblokade jaringan rel kereta api. Armenia sudah kacau-balau, tambah lagi bencana gempa.

Tetap menang, kan? Malah kalau nggak ada gencatan senjata, Armenia bisa terus meluaskan wilayah ke timur. Seperti kubilang, wilayah sengketa 99% sudah etnis Armenia. Dulu masih 74% saja sudah keras melawan, apalagi sekarang? Pasti mati-matian memperjuangkan tanah air.

Satu lagi, di belakang Armenia ada Rusia hehe.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
07-12-2019 11:34
Quote:Original Posted By gil4ngdemonic
azerbaijan kalah kebanyakan akibat konflik internal sendiri. Banyak minyak ngak ngaruh

Bener ribut sesama, kaya mana mau menang

emoticon-Hammer2

Quote:Original Posted By astrophel
Apa, sih?

emoticon-Malu

Tetap sulit. Awal perang pun sama seperti keadaan sekarang yang notabene perekonomian Azerbaijan jauh lebih baik daripada Armenia, apalagi saat Azerbaijan memblokade jaringan rel kereta api. Armenia sudah kacau-balau, tambah lagi bencana gempa.

Tetap menang, kan? Malah kalau nggak ada gencatan senjata, Armenia bisa terus meluaskan wilayah ke timur. Seperti kubilang, wilayah sengketa 99% sudah etnis Armenia. Dulu masih 74% saja sudah keras melawan, apalagi sekarang? Pasti mati-matian memperjuangkan tanah air.

Satu lagi, di belakang Armenia ada Rusia hehe.

Bener juga ya bre. Dari dulu ekonomi Azerbaijan udah lebih baik dari Armenia, tapi tetep kalah

emoticon-Leh Uga
0 0
0
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
08-12-2019 22:36
Quote:Original Posted By astrophel
Apa, sih?

emoticon-Malu

Tetap sulit. Awal perang pun sama seperti keadaan sekarang yang notabene perekonomian Azerbaijan jauh lebih baik daripada Armenia, apalagi saat Azerbaijan memblokade jaringan rel kereta api. Armenia sudah kacau-balau, tambah lagi bencana gempa.

Tetap menang, kan? Malah kalau nggak ada gencatan senjata, Armenia bisa terus meluaskan wilayah ke timur. Seperti kubilang, wilayah sengketa 99% sudah etnis Armenia. Dulu masih 74% saja sudah keras melawan, apalagi sekarang? Pasti mati-matian memperjuangkan tanah air.

Satu lagi, di belakang Armenia ada Rusia hehe.


Lalu yg menjadi alasan kenapa resolusi PBB menetapkan wilayah Karabakh menjadi wilayah Azerbaijan sementara etnis nya kebanyakan orang Armenia..
0 0
0
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
09-12-2019 14:51
Quote:Original Posted By yueda
Lalu yg menjadi alasan kenapa resolusi PBB menetapkan wilayah Karabakh menjadi wilayah Azerbaijan sementara etnis nya kebanyakan orang Armenia..

Karena secara hukum memang milik Azerbaijan. Di atas ada pembahasan tentang sejarah pembentukan Nagorno-Karabakh Autonomy Oblast.

emoticon-Big Grin
0 0
0
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
15-12-2019 19:10
Macam India - pakistan saja
profile-picture
mengeja memberi reputasi
1 0
1
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
15-12-2019 19:11
ooo...begono emoticon-Cool
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
profile-picture
profile-picture
gnuta dan mengeja memberi reputasi
0 2
-2
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
15-12-2019 19:20
manusia dari dulu suka saling bantai ya, siapa sih yg ajarin?emoticon-Bingung
profile-picture
mengeja memberi reputasi
1 0
1
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
15-12-2019 19:21
perang menyisahkan pilu
profile-picture
mengeja memberi reputasi
1 0
1
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
15-12-2019 19:35
panjang x lebar
profile-picture
mengeja memberi reputasi
1 0
1
Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian
15-12-2019 19:39
Kasian bgt warga disitu, perang mulu..
Itulah kenapa ane akhirnya tdk menjadi nasiyonalis.
Ane globalis. Berpengharapan seluruh dunia happy bersama2..
profile-picture
mengeja memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia