others
Batal
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de1d4a4af7e932c06666114/era-kekaisaran-naruhito-era-reiwa-yang-menggantikan-era-heisei
Jepang memasuki era baru sejak 1 Mei 2019. Hari itu, Pangeran Naruhito, 59 tahun, akan naik tahta menggantikan sang ayah, Kaisar Akihito, 85 tahun, yang rencananya akan turun tahta pada 30 April karena faktor usia. Putra mahkota yang memiliki nama lengkap Kotaishi Naruhito Shinno itu bakal menjadi kaisar Jepang ke- 125, sekaligus kaisar pertama yang lahir pasca Perang Dunia II. Tak hanya pergantia
Lapor Hansip
30-11-2019 09:32

Era kekaisaran Naruhito, Era Reiwa yang Menggantikan era Heisei

icon-verified-thread
Jepang memasuki era baru sejak 1 Mei 2019. Hari itu, Pangeran Naruhito, 59 tahun, akan naik tahta menggantikan sang ayah, Kaisar Akihito, 85 tahun, yang rencananya akan turun tahta pada 30 April karena faktor usia. Putra mahkota yang memiliki nama lengkap Kotaishi Naruhito Shinno itu bakal menjadi kaisar Jepang ke- 125, sekaligus kaisar pertama yang lahir pasca Perang Dunia II.

Era kekaisaran Naruhito, Era Reiwa yang Menggantikan era Heisei

Tak hanya pergantian kaisar baru, pemerintah Jepang juga sudah menetapkan nama  baru  bagi era kekaisaran Naruhito, yaitu era Reiwa. Dalam bahasa Jepang, Reiwa berarti “harmoni yang indah”. Era Reiwa menggantikan era Heisei yang telah  berlangsung selama 30 tahun pemerintahan kaisar Akihito. Nama Reiwa diadaptasi dari antologi puisi klasik Jepang abad VIII. Pergantian nama ini diumumkan secara resmi oleh pemerintah Jepang pada 1 April lalu.

Penamaan era di masa pemerintahan kaisar adalah salah satu tradisi Jepang yang terkait dengan sistem kalender tradisional Jepang. Nama sebuah era memang mengikuti era kekaisaran. Dalam sejarah Jepang modern, sudah ada empat era, yaitu Meiji (1868-1912), Taisho (1912-1926), Showa (1926- 1989), dan yang sebentar lagi yang berakhir, Heisei (1989-2019).

Pengangkatan Pangeran Naruhito sebagai kaisar baru Jepang, sebetulnya bukan peristiwa mengejutkan. Sudah sesuai jadwal. Maklum, pada 2016 silam, Kaisar Akihito sudah mengumumkan ke publik Jepang bahwa dirinya akan segera mengundurkan diri dengan alasan faktor usia dan kesehatan. Ia memang sempat menjalani operasi jantung dan operasi kanker prostat.

Akihito khawatir akan sulit untuk menjalankan kewajibannya sebagai kaisar, saat menyampaikan alasan rencana pengunduran dirinya sebagai kaisar, pada Juni 2016 lalu. Kaisar Akihito adalah kaisar pertama di Jepang yang memilih opsi mengundurkan diri. Pemerintah Jepang pun bergerak cepat. Dibuatlah sebuah Undang-Undang (UU) yang membolehkan kaisar mengundurkan diri. Dalam UU sebelumnya, Kaisar digantikan oleh putra mahkota setelah ia meninggal dunia.

Setelah UU tersebut disahkan pada Desember 2017, pemerintah Jepang mengumumkan secara resmi bahwa kaisar Akihito akan mundur pada 30 April 2019. Diumumkan pula bahwa penggantinya adalah putra mahkota Pangeran Naruhito. Kini hampir 1,5 tahun setelah pengumuman itu, era Naruhito akan segera dimulai.

Era kekaisaran Naruhito, Era Reiwa yang Menggantikan era Heisei

Sebagai negara monarki konstitusional, posisi kaisar di Jepang sebenarnya hanya simbol negara. Ia tidak memiliki kekuasaan politik. Namun, status kaisar di Jepang sangat khas karena terkait erat dengan mitologi dan agama. Kaisar pertama Jepang, yaitu Kaisar Jimmu pada abad ke 6 Masehi, dipercayaisebagai keturunan langsung Amaterasu Omikami, dewi matahari dan alam semesta yang disembah dalam agama Shinto, agama asli Jepang.

Para kaisarJepang selanjutnya pun dipercaya sebagai keturunan Amaterasu Omikami oleh para pemeluk agama Shinto. Ini juga faktor yang membuat kekaisaran Jepang terus bertahan. Tidak ada yang berani membunuh kaisar Jepang dan mengklaim diri sebagai kaisar. Bahkan di abad ke-16, ketika Jepang terjatuh ke era militer, para panglima perang di Jepang hanya memperebutkan status shogun (jenderal militer), bukan kaisar.

Ada isu yang kembali hangat menjelang pelantikan kaisar baru Jepang, yaitu soal kaisar perempuan. Naruhito tidak memiliki anak laki- laki. la hanya dikaruniai seorang anak perempuan, yaitu Aiko, yang löni berusia 17 mhun. Isu kaisar perempuan menjadi isu panas di Jepang. Bahkan istri pangeran Naruhito, yakni Masako Owada, 55 tahun, sempat mengalami depresi karena merasa tidak bisa memberikan keturunan laki-laki.

Sebetulnya, Jepang tercatat pernah memiliki delapan kaisar perempuan. Kaisar perempuan terakhir yang berkuasa adalah Kaisar Go Sakummachi (1762-1771). Namun untuk saat ini, agaknya sulit untuk mewujudkan gagasan kaisar perempuan di Jepang. Merujuk UU tahun 1947, hanya laki-laki yang bisa menjadi kaisar. Artinya, jika ingin menyiapkan Putri Aiko sebagai kaisar berikutnya, UU harus diubah. Selain itu, faksi tradisionalis di pemerintahan Jepang menolak konsep kaisar perempuan.

Era kekaisaran Naruhito, Era Reiwa yang Menggantikan era Heisei

Publik Jepang sebenarnya tidak alergi pada kaisar perempuan. Dua pertiga warga Jepang tidak keberatan dengan kaisar perempuan. Saat ini, setelah Naruhito, giliran berikutnya untuk kursi kaisar adalah Pangeran Akishino, 55 tahun, yang merupakan adik kandung Naruhito. Urutan ketiga, yaitu Pangeran Hisahito, 12 tahun, anak Akishino.

Berkaca pada kasus depresi Putri Masako, penekanan pada konsep kaisar laki-laki membuat banyak perempuan yang menikah dengan keluarga kerajaan akan mendapat tekanan mental berat. Dikhawatirkan ini bisa berdampak negatif. Siapa nanti perempuan yang mau menikahi Hisahito?




0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia