Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ddfb7d98012ae7f734d568b/the-haunted
”Hm....Risley”. Gumannya perlahan mengucapkan sebuah nama, dan bis perlahan bergerak meninggalkan pelataran Bandara Ngurah Rai menuju daerah Kuta dan, dengan hanya membutuhkan waktu 15 menit, Penny telah tiba di Kahlia Resort Hotel. Kahlia Resort terletak di daerah Pantai, dengan memiliki berpuluh-puluh bungalow berciri khas Bali, dengan pintu dan jendela berukir dan menghadap ke lautan nan le
Lapor Hansip
28-11-2019 19:04

The Haunted ( part 2 )

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Cerita sebelumnya (https://kask.us/iDCdG )

( Lanjutan )
Bab 1 :
Kepergian…… 

Hm....Risley”. Gumannya perlahan mengucapkan sebuah nama, dan bis perlahan bergerak meninggalkan pelataran Bandara Ngurah Rai menuju daerah Kuta dan, dengan hanya membutuhkan waktu 15 menit, Penny telah tiba di Kahlia Resort Hotel.
Kahlia Resort terletak di daerah Pantai, dengan memiliki berpuluh-puluh bungalow berciri khas Bali, dengan pintu dan jendela berukir dan menghadap ke lautan nan lepas. Penny disambut ramah oleh para resepsionis yang segera dengan sigap memainkan jari jemarinya di atas key board, sementara lagu-lagu ciri khas Bali mengumandang jernih, mengalun berirama dengan hentakan-hentakan yang teratur menyambut kedatangannya di Kuta, Bali.

Malam pertama di pulau dewata dilewatkan Penny dengan hanya mengenal lingkungan dan fasilitas Hotel.  Kadang, Dia mampir di restauran ataupun cafe-cafe kecil yang berderet di sepanjang halaman hotel di tepi pantai. Kerumunan  tamu-tamu dari hotel, cukup memadati dan menyemarakan suasana malam yang memiliki bulan penuh

Barbeque yang di sediakan oleh Hotel sama sekali tidak menarik perhatiannya, juga hanya dilewatinya walaupun beberapa karyawan dengan senyum ramah mempersilahkannya untuk bersantap malam. Udara pantai tidak terasa begitu dingin,  angin kadang-kadang bertiup agak kencang menerpa seluruh kujur tubuhnya.

Penny berdiri di tepi pantai menjauh dari keramaian, memandang laut yang terbentang lepas di hadapannya. Bulan bersinar menyinari permukaan air laut yang bergerak perlahan ke tepi pantai diterpa angin semilir, menimbulkanwarna perak keemasan dari riak kecil yang bergaris hidup disepanjang tepi pantai, memberikan kesan tersendiri di malam nan indah disepanjang tepi pantai. 

Penny mengambil salah satu kursi santai yang tersedia, digeser agak sedikit mendekati ke pantai, lalu dia duduk bersender dengan mata terpejam. Suara deburan riak kecil menyibak di tepian, saling bersambungan  menjadi nada nada irama berkumandang di telinganya. Sementara angin semilir tetap meniup perlahan, mempermainkan ujung ujung rambutnya yang terurai, lepas... bagaikan hamparan laut yang terbentang bebas tak bertepi.

Penny sedikit berguman dengan mata tetap terpejam. Terbayang jelas, Garry, suaminya yang tampan, seorang pengusaha sukses dan terkenal merupakan salah seorang anak dari keluarga kaya di Jakarta.

Tidak ada satupun perempuan di Jakarta ini yang tidak akan menyukai calon suami mu, Pen..”. Kata-kata ibunya masih terngiang jelas, ketika malam itu Garry bersama kedua orang tuanya dan juga keluarga besarnya datang berkunjung ke rumahnya untuk melamar.

”Tinggi, cakep dan badannya atletis, ditambah  dari keluarga kaya dan terhormat lagi”. Tambah  kakak perempuansatu-satunya, Liska, yang telah menikah dan memiliki anak 2 perempuan.

Penny masih terdiam, tak bereaksi.

Kamu harus hati-hati menjaganya nanti. Jangan ada yang menyambar...” Lanjutnya sambil mengedipkan matanya.

Husss…!” Sela Ibunya kencang. “Hati-hati kalau bicara, Lis!. Tidak bagus itu. Baru dilamar, koq.. sudah kesana pemikirannya!”. Tambahnya lagi sambil menepuk pundak Liska.

Lho, Ibu…. Saya hanya mengingatkan saja. Karena Garry tidak seperti Laki-Laki biasa lainnya..”. Jawab Liska serius.

Maksudnya, seperti Tony, suami kamu itu”. Sambut Ibunya cepat.

Ya, begitulah…, mana ada yang mau ngejar mas Tony. Udah biasa-biasa saja tampangnya, biasa-biasa juga hartanya”. Liska menjelaskan.

Yah… keadaannya lain dong, Lis…. Penny itu Pragawati terkenal, pasti ketemunya dengan kalangan yang terkenal juga, tidak mungkin ketemu dengan laki-laki dari kalangan kantoran pemerintah kaya suamimu itu....!”. 

Ya.. ibu, begitu banget membandingkannya. Jangan dalam-dalamlah.., sedikit saja biar ga begitu sakit, gitu…”. Kata Liska dengan sedikit cemberut.

Udahlah… kok, jadi ribut!. Kalau si Garry nanti cari cewe lagi, Penny tinggalin aja, atau cari laki lain. Emang kaga mampu…”. Sambar Penny sedikit geram.

Tuh… kan, kalau pemikiran orang terkenal begitu, bu… sombong!. Merasa paling cantik dan paling laku”. Kata Liska perlahan.

Lah, emangnya salah… bukan soal terkenal apa tidaknya, itu sebuah konsekwensi dari prinsip saling menghormati dan menyayangi. Kalau nanti si Garry melakukan hal itu, yah… tanggung sendiri akibatnya karena dia telah melangkahi prinsip tersebut. Fair enough kan..?”. Tutur Penny tenang.

Tuh..kan, Bu…?. “.  Sela Liska cepat sambil menunjuk hidung Penny.

Sudah lah…, jadi ramai nanti…!”.

Dan tiba tiba, Tony, suami Liska, muncul dengan perasaan heran.

“Lho, ini ada perkumpulan apa di dapur?. Sementara Ayah dan tamu nyariin tuh..!”.

Ibu Liska langsung bergerak meninggalkan ruangan dapur menuju ruang tengah yang luas dimana keluarga besar dari Garry dan Penny tengah berkumpul setelah menyelesaikan acara lamaran dan juga makan malamnya.

Ada apa ni, kumpul-kumpul”. Tanya Tony dengan nada yang masih penasaran.

Mau tau aja. Urusan perempuan…”. Balas Liska sedikit judes tapi manja.

Begini, mas…”. Penny menjawab. “Kata kak Liska, si Garry yang tampan dan pengusaha itu, harus di jaga ekstra hati-hati, karena pasti banyak perempuan yang naksir..”.

Tonny mengerutkan keningnya.

Terus jawab saya, biarin aja… berani-berani main perempuan, tanggung jawab risikonya..”. Tutur Penny menambahkan.

Tonny semakin mengkerutkan keningnya.

Maksudnya, risiko apa…?”. Tanya Tonny penasaran.

Yah…, risiko...!. Jawab Penny singkat.

Risiko apa..?. Resiko itu kan banyak…?”. Tonny semakin penasaran.

Risikonya…, Penny akan tinggalin si Garry dengan kondisi apapun, atau Penny akan main lelaki lain. Emangnya ga mampu…”.

Jawab Penny datar sambil melangkah meninggalkan Liska dan Tonny yang masih terpaku.

 

..............

( bersambung )

Diubah oleh mangendol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
onee643 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
The Haunted
31-12-2019 20:13
ada bis ya dari bandara ke kuta gan?
0 0
0
The Haunted
05-01-2020 23:02
keren
0 0
0
The Haunted
06-01-2020 11:41
Lanjut gan
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
illusi
Stories from the Heart
the-piece-of-life
Stories from the Heart
cinta-di-dinding-biru
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
secangkir-kopi
B-Log Personal
indahnya-kebersamaan
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia