Food & Travel
Batal
KATEGORI
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dd77b3bf4d695352f6a8520/kampung-kemangi-platuk-donomulyo-surabaya
Banyaknya wabah demam berdarah akibat nyamuk dengue pernah merisaukan warga di daerah Sidotopo Wetan Surabaya. Tak mempan diberi obat nyamuk, sekitar delapan warga terserang demam berdarah, saat itu. Di tengah kerisauan, muncullah gagasan untuk beramai-ramai menanam kemangi di sekitar rumah. Alhasil, nyamuk-nyamuk dengue hilang, warga pun kembali tenang. Daun kemangi? Ya. Daun kemangi ternyata men
Lapor Hansip
22-11-2019 13:07

Kampung Kemangi Platuk Donomulyo, Surabaya

Banyaknya wabah demam berdarah akibat nyamuk dengue pernah merisaukan warga di daerah Sidotopo Wetan Surabaya. Tak mempan diberi obat nyamuk, sekitar delapan warga terserang demam berdarah, saat itu. Di tengah kerisauan, muncullah gagasan untuk beramai-ramai menanam kemangi di sekitar rumah. Alhasil, nyamuk-nyamuk dengue hilang, warga pun kembali tenang. Daun kemangi? Ya. Daun kemangi ternyata mengandung banyak keistimewaan. Bila selama ini hanya memanfaatkannya sebagai lalapan, tampaknya Anda perlu menambah belajar memahami daun kemangi.

Kampung Kemangi Platuk Donomulyo, Surabaya

Aroma daun kemangi yang tajam, ternyata mampu menyesakkan penciuman nyamuk sehingga nyamuk memilih kabur. Karena itulah, Puskesmas setempat menggerakkan masyarakat agar menanam kemangi di lingkungan rumah. Dan pilot projectnya adalah Kampung Platuk Donomulyo RT 04 RW 13, Kel. Sidotopo Wetan, Kec. Kenjeran, Surabaya.

Warga kampung ini sebenarnya sudah lebih dulu bersemangat menggerakkan kegiatan kampung. Jadi, ketika anjuran dari pihak Puskesmas datang, warga sudah dengan mudah melakukannya. Daun kemangi tinggal memetik di pot depan rumah, kemudian dihaluskan dan diletakkan di sudut-sudut rumah tempat bersarangnya nyamuk. Nyamuk pergi dan angka pasien demam berdarah pun turun drastis. Giat warga semakin bersemangat dan menambah budidaya kemangi sehingga semakin banyak dan merata di gang sepanjang 146 meter itu. Di tiap depan rumah yang terdiri dari 75 KK itu tampak hijau asri oleh berbagai bunga maupun tanaman produktif, termasuk tanaman kemangi. Dari situlah kampung ini pun ditahbiskan sebagai Kampung Kemangi.

Kemangi kemudian menjadi pembicaraan. Dari sekadar menjadi lalapan, kemangi tampil menjadi pengusir nyamuk. Selain berdaya guna mengusir nyamuk, kemangi semakin berkembang di tangan warga Platuk Donomulyo. Kemangi diolah menjadi berbagai macam kudapan. Variannya terus bertambah plus menghasilkan keuntungan ekonomi bagi warga. Hebatnya, tak hanya seorang dua orang yang menikmati keuntungan, tapi semua ibu-ibu bergerak memanfaatkan kemangi sebagai bahan dasar berbagai macam produk.

Salah satu kreasi bersama warga yakni Kerepis (kemangi, serai, dan jeruk nipis). Minuman itu dikemas dalam botol plastik berukuran sedang. Produksi Kerepis ini, katanya, sudah tak terhitung jumlahnya. Ada yang membeli untuk dijual kembali ke sekolah-sekolah. Selain dibuat minuman Kerepis, kemangi juga sudah banyak diolah menjadi bermacam varian kudapan. Antara lain sebagai campuran risoles, botok, agar-agar, nugget, dan banyak lagi.

Kampung Kemangi Platuk Donomulyo, Surabaya

Tak berhenti pada tanaman kemangi, berbagai tanaman toga yang dikembangkan warga juga dimanfaatkan untuk bermacam olahan. Tanaman obat itu antara lain ada jambu, serai, cincau, daun kari, daun ungu, mengkudu, hingga bawang tiwei Dayak. “Semua tanaman itu memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan. Saya sampai membuat buku sendiri, berisi tentang manfaat berbagai tanaman. Buku itu bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi warga dan siapa saja yang membutuhkan.

Berbagai kreasi warga Platuk Donomulyo sebenarnya sudah layak mendapat apresiasi. Semangat dan kreatifitas yang sudah ditunjukkan warga, bisa menjadi khazanah pariwisata di Surabaya. Hingga kini, katanya, masih sebatas para pejabat setempat yang sudah mengunjungi Kampung Kemangi; dari Puskesmas, pejabat kelurahan dan kecamatan. Meski demikian, diakui, semangat warga akan terus digelorakan. Mengadakan workshop secara periodik untuk mengembangkan berbagai produk olahan, sosialisasi akan pentingnya kesehatan dengan memanfaatkan tanaman di lingkungan sekitar, senantiasa dilakukan.

Semua kader bergerak dengan suka rela, sesuai kapasitasnya. Ada Kader Batra (pengobatan tradisional) yang mengenalkan akupuntur dan tanaman herbal. Bumantik (ibu-ibu pemantau jentik) juga terus bergerak setiap Jum’at. Anak-anak Karang Taruna juga turut mendokumentasikan serta meng upload tiap kegiatan melalui kanal youtube dan instagram. Lalu apakah Kampung Kemangi sudah siap menjadi destinasi wisata? Bagi mereka, yang penting geliat kegiatan warga terus dan tak berhenti. Yang penting terus berkreasi, hingga saatnya nanti warga Surabaya akan tahu dari hasil yang diusahakan.




0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia