Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
10
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dd7184309b5ca75643b23a0/maya--the-untold-story
Kisah ini adalah pelengkap dari kisah-kisah ane sebelumnya, di cerita ini akan diungkapkan secara detail dari kisah demi kisah yang sekiranya menarik untuk diceritakan. Bagi yang mengikuti cerita ane yaitu My Story Of life dan Selepas Aku Lulus Kuliah akan tak asing dengan alur cerita yang ada. Cerita kali ini akan dibuat trilogi dengan tiga tokoh fokus utama di setiap kisahnya. Langsung aja ke c
Lapor Hansip
22-11-2019 06:05

Maya : The Untold Story

icon-verified-thread
Kisah ini adalah pelengkap dari kisah-kisah ane sebelumnya, di cerita ini akan diungkapkan secara detail dari kisah demi kisah yang sekiranya menarik untuk diceritakan. Bagi yang mengikuti cerita ane yaitu My Story Of life dan Selepas Aku Lulus Kuliah akan tak asing dengan alur cerita yang ada. Cerita kali ini akan dibuat trilogi dengan tiga tokoh fokus utama di setiap kisahnya. Langsung aja ke cerita pertama yang akan dibuat chapter demi chapter.

Maya : The Untold Story

Credit : dok.Pribadi dengan editan


MAYA : THE UNTOLD STORY



Prolog

Pernahkan kalian jatuh cinta? semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta seperti halnya aku yang beranjak dewasa pun bisa mengenal cinta. Siapa yang tidak merasa indah saat mengenal cinta? hati berbunga- bunga meskipun hanya sekedar melihat wajahnya semata. Ini memang lebay, namun di kenyataannya memang dimata orang umum mereka yang jatuh cinta terlihat lebay terlebih jika di ungkapkan lewat media sosial.

Masa putih abu-abu katanya indah, tapi bagiku itu hanya sebuah kisah kelabu tanpa warna di hidupku. ketika orang lain sudah banyak cerita indah mengenai cinta, aku hanya memendam rasa yang ada dalam hati dan tak berani diungkapkan. Pemahamanku bahwa pacaran itu kurang baik membuatku malas untuk berpacaran dan lebih fokus pada pelajaran.

Namun semua itu berubah saat di akhir september 2011, ketika itu aku mengenal anak-anak 10 A yang saat itu merupakan siswa baru. Awalnya aku cuek saja dan hanya satu orang yang menarik bagiku yaitu Mila, gadis cantik terpintar di kelasnya dan sudah pernah mengikuti jambore pramuka di luar negeri dan selebihnya aku bersikap biasa-biasa saja tanpa rasa ataupun tertarik tau lebih jauh. Saat jadi senior di acara MOS pun tak ada cerita spesial tentang mereka. Yang membuatku berubah saat itu adalah perkataan dari sahabatku sendiri sebut saja namanya Emon.

" Adnan, katanya ada anak kelas 10 yang menyukaimu lho, sampai-sampai kalau kamu lewat kelasnya suka di cie-cie in." kata emon saat itu

"Ah masa sih?" kataku seakan tak percaya

"serius Nan, itu kata saudaraku dina katanya ada yang suka kamu namanya yeti." kata emon

Sejak saat itu aku menjadi perhatian dengan anak-anak kelas 10 A yang semua siswanya adalah perempuan. Terkadang aku curi-curi pandang kepada anak-anak kelas tersebut dan berharap yang menyukai adalah seorang perempuan yang cantik. Terkadang aku menerka-nerka siapa itu Yeti mulai dari ciri tasnya dan lain sebagainya. Seperti halnya di pagi itu aku melihat dua anak kelas 10 A yang berjalan dan salah satunya memakai tas yang dipakai Yeti, aku kira dia adalah yeti ternyata dia adalah Maya.

Terkadang aku beranikan diri bertanya kepada Dina tentang Yeti dan dijawab olehnya. Namun lama kelamaan ternyata aku sering komunikasi dengan Dina dan malah aku jatuh cinta padanya karena dia pintar dan juga baik serta dia cantik. Wajar saja bila aku jatuh cinta padanya dan mengharapkannya tapi nyatanya dia sudah ada yang punya.

"Apakah kamu punya perasaan padaku?" Tanyaku saat itu.

"Jujur.. aku biasa-biasa saja dan kuanggap hanya sebagai teman dan tak lebih." itulah jawaban dari Dina saat itu,  jujur mendengarnya saja terasa menyakitkan, percobaan pedekate ku saat itu mulai dari membujuknya minta nomor hp dengan berbagai modus hasilnya malah seperti ini. 

Namun hal itu disadari setelahnya ternyata memang Dina sudah ada yang punya dan hebatnya yang menjadi pacarnya adalah orang yang dulu selalu dia tolak dan selalu mengejar-ngejarnya. Hatiku memang luka, tapi nyatanya aku masih saja tetap cinta pada dina dan berharap dia putus dengan kekasihnya dan menjalin cinta denganku.

Seiring waktu berlalu, harapanku menjadi tak menentu, sahabatku yang juga teman sebangku yaitu Emon malah sudah mempunyai pacar baru yang bernama Dhiza, terkadang Emon juga sering memanas-manasiku karena mungkin dia tahu bahwa aku suka pada Dina yang tak lain masih saudaranya sendiri. Terkadang aku pun kepo dengan sosok Dhiza hingga saat itu aku mengira bahwa itu adalah Maya. Setelah sekian lama aku menyadari bahwa sangkaanku keliru dan sosok Dhiza memang cantik namun dia bukan sosok kriteria yang diharapkan.

Berawal dari dua kali prasangka yang salah kisahku dengan Maya bermula, berawal dari kisah cintaku yang bertepuk sebelah tangan dengan dina kisah ini dimulai. Perubahan kisah cintaku dari yang terpendam menjadi terungkap akan memulai ceritanya...



Story by tafakoer
Sumber gambar : dokumentasi pribadi dengan editan
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Maya : The Untold Story
22-11-2019 06:05
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
25-11-2019 17:52
Part 1 : Awal Mula


Maya : The Untold Story

26 Desember 2011

Tak terasa aku sudah kelas 12 SMA, ini menandakan masa-masa putih abu-abu sebentar lagi akan berakhir. Untuk urusan prestasi tentu saja aku baik-baik saja, tapi urusan cinta? Aku hanya sekedar menjadi pengagum rahasia yang tak berani ungkapkan cinta. Berbanding terbalik dengan teman-teman sekelasku seperti Emon yang sudah beberapa kali ganti pacar sejak dari awal masuk sekolah. Belum lagi si Budi yang terkenal playboy yang bergonta-ganti pacar dengan rayuan gombalnya yang bisa membuat para cewek luluh karenanya.

Kini aku sudah ada di akhir bulan Desember tepatnya di tanggal 26 desember di masa-masa liburan sekolah. Seperti biasa di masa liburan aku berkunjung ke rumah kakek nenek tercinta untuk melepas rasa pikiran suntuk karena pelajaran di sekolah. Pikiranku mengingat kembali pada Dina, sosok yang aku cinta namun tak bisa menjadi pacarku dan bila ku ingatnya ada rasa suka sekaligus luka yang menyatu, seorang dengan tipe ideal bagiku namun tak bisa aku dapatkan. Rasanya lelah aku mengejar dia selama ini dan beberapa hari ini pikiranku teralihkan oleh seseorang yang mulai mengusik pikiranku yaitu sosok Maya.

Bayanganku terlintas dengan kejadian saat acara technical meeting selepas uas dimana ada perlombaan lomba pidato saat itu yang begitu membekas dalam ingatan..

_____________


15 Desember 2011

Aku duduk terpaku melihat mereka yang ikut lomba pidato antar kelas. Aku tengok kiri ke kanan melihat situasi sekitar.

"Heh Nan, ini ambil kameranya sana foto-foto, bukannya kamu suka foto-foto?" ucap samsu sembari bercanda.

"Apaan sih?" Ucapku.

"Sana foto-foto." ucap samsu sambil mendorongku.
Maya : The Untold Story

Aku pun segera mengambil kamera dari samsu dan foto-foto. Aku pun memotret keadaan sekitar dan tak luput Maya yang sedang berpidato pun jadi objekan foto dariku dan situlah aku mulai terpesona dengannya. Wajahnya yang sedikit sendu dan terlihat kalem membuatku mulai jatuh hati padanya. Gaya penyampaian yang cukup oke banget membuat rasa kagumku tumbuh padanya. Sepertinya dia cocok jadi seseorang yang menemani putih abu-abuku dan jika bisa bersama bersama dengannya selamanya. Dia terlihat begitu jago banget pidatonya dibandingkan dengan teman sekelasnya yang lain.


____________


Maya, itulah dirinya. Rasanya dia sosok yang tepat untuk pelabuhan cintaku di masa putih abu-abu. Rasanya aku harus berhenti mengejar Dina yang tak pernah cinta padaku. Segera aku main hp dan main Facebook di hp, iseng ku kirimkan pesan ke Dina

"Tolong sampaikan salamku pada Maya, Salam Kenal Dariku."


Itulah pesan yang ku kirim kepada Dina agar disampaikan kepada Maya.

"Cie.. oke nanti saya sampaikan" itulah balasan pesan dari Dina.

Pesan itu tak aku balas lagi, selepas cintaku bertepuk sebelah tangan dengan dina aku harap maya bisa membuat cerita cintaku lebih berwarna.

"Huuuh.." ucapku melepaskan rasa beban dalam diriku yang terkadang lelah dengan namanya cinta.
Maya : The Untold Story
Iseng aku pergi jalan-jalan menikmati pemandangan di kampung kakek dan nenek sembari bernostalgia dengan kenangan di masa lalu nikmati pemandangan yang memanjakan mata dan juga mendengarkan kicaunya para burung. Ku susuri kebun dan juga main-main ke sungai melihat pemandangan alam untuk melepaskan penat jiwa ini. Dalam hati aku berharap sekali ada kisah cinta di masa putih abu-abuku..
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
27-11-2019 17:36
Part 2 : Tentang Pesonanya


Maya : The Untold Story


Januari 2012

Tahun baru telah tiba, kini aku berada di tahun baru dan menunggu kabar balasan dari maya lewat dina

"Sudah ada kabarnya?" Tanyaku pada Dina lewat pesan medsos

"Belum ada, soalnya kalau tak di sekolah jadinya tak bertemu." jawab Dina.

"Oh.. kirain sudah ada.. Oh ya saya mau berbagi info pelajaran buat dina, mau tidak?" Kataku menanggapi jawaban Dina dan mengajaknya berdiskusi berbagi ilmu. Jika aku jujur sebenarnya itu adalah sebuah modus untuk pedekate dengan Dina tapi cara tersebut gagal karena Dina sudah punya pujaan hati yang selalu muncul di komenan di media sosial yang terkadang membuat hati ini terbakar karenanya.

"Ah... Andai saja aku bisa memilikimu Dina.." Ucapku dalam hati yang belum bisa menerima kenyataan yang ada.

Dina, sosok yang baik hati dan pintar. Enak banget bila diajak ngobrol dan terkadang terbuka saat berbicara sehingga aku suka padanya namun memang mau tak mau harus membuka mata menerima kenyataan yang ada.


***



Hari demi hari berlalu dan akhirnya masa masuk sekolah tiba lagi. Seperti biasa aku masuk sekolah dan disibukkan kembali dengan organisasi. Sesekali aku berbicara dengan Dina menanyakan kabar dari Maya, dan kali ini sudah ada jawaban.

"Sudah ada jawaban darinya, katanya salam kenal juga." kata Dina lewat pesan media sosial.

"Oh.. apakah dia punya akun facebook? Kalau ada boleh minta Facebooknya?" Kataku meminta pada Dina.

"Azkia Nisa, Itu nama akun facebooknya, coba cari aja hehe.." jawab dina padaku.

Segera aku mencari nama facebooknya dan akhirnya aku menemukan nama akun tersebut dan segera aku kirim pesan padanya.

"Hai.. salam kenal maya, aku adnan dan salam kenal dariku untukmu. Bisakah kita saling berkenalan dan berteman?"

Itulah pesan yang aku sampaikan padanya dan berharap segera ada balasan. Beberapa waktu aku tunggu ternyata masih saja tiada jawaban darinya. Akupun segera menanyakan kepada Dina.

"Kok gak ada balasan dari pesan facebooknya dia?" Tanyaku pada dina

"Hmm.. mungkin saja dia jarang buka Facebook, dia kan anak pesantren." Jawab Dina

"Anak pesantren? Pesantren mana?" Kataku sambil bertanya kembali

"Dia anak pesantren X, kemarin-kemarin aku susah bertemu dengannya dan baru beberapa waktu yang lalu jumpa dan berbincang cukup lama dengan maya." Kata Dina lagi.

" Bicara apa saja?" Kataku yang semakin kepo.

"Bicara banyak hal mulai dari kakinya yang sakit saat acara pramuka dan juga dia cerita dia kemarin pulang ke rumah papanya.." Ucap Dina.

Diriku termenung menerima pesan dari Dina. Maya pulang ke rumah papanya? Mungkinkah Maya anak Broken Home?
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
29-11-2019 16:11
Part 3 : Lebih Dekat Denganmu


Maya : The Untold Story


Januari-Februari 2012

Maya anak broken home? Sungguh tak bisa aku percaya. Namun setelah aku telisik lebih jauh ternyata memang benar bahwa Maya adalah anak broken home karena ayah dan ibunya bercerai. Rasa kepoku pada maya membuatku menjadi seseorang yang kepo dadakan hingga akhirnya aku tahu banyak hal, mulai dari nama ayah dan ibunya, tanggal lahir, tempat tinggal, jumlah adiknya dan juga sejarah yang berkaitan dengan maya sendiri yang membuatku terkejut dengan maya, mungkinkah aku bisa menerima dirinya?

Tak dapat dipungkiri sosok maya mulai mengalihkan perhatianku dari sosok dina. Setiap pagi dan setiap waktu aku sesekali melihat ke arah kelasnya maya agar bisa sekedar melihat dirinya. Rasa rindu dan cinta kepada dirinya semakin tumbuh dari waktu ke waktunya hingga akupun beberapa saat sampai mencoba mondok di pesantren tempatnya belajar meski ujungnya kurang betah.

Hari demi hari berlalu akhirnya balasan pesanku hadir

"Maaf baru balas, Bukan aku tak mau kenal kakak. Kakak juga tau sendiri masalahnya dan bagaimana keadaannya aku "


Itulah pesan dari maya di suatu hari secara tiba-tiba dan membuatku senang karenanya.

"Iya tidak apa-apa, aku bisa mengerti kok." jawabku.

"Mengerti apa kak? Aku jadi bingung." Tanggapnya seakan tak mengerti jawabanku.

"Eh kak bagaimana biar semangat belajar?" Sambung maya lagi padaku

"Tidak apa-apa kok hehe.. tips belajar itu ya kita harus fokuskan diri dan punya tujuan utama pada cita-cita kita" itulah jawaban dan pesan yang disampaikan kepada maya.

Terus terang aku tak berani untuk berkata lebih jauh karena aku belum bisa lebih dekat dengannya. Waktu dan kesempatan terkadang tidak berpihak saat aku sibuk untuk persiapan Ujian Nasional kala itu dimana masa-masa pengayaan sudah dimulai.

"Bang adnan kayaknya sedang merah-merahnya dan terkena virus merah jambu, lebih baik hati-hati saja" itulah ucapan dina di suatu hari, terus terang saat pedekate dengan maya aku masih berhubungan dengan dina.

Memang aku jatuh cinta kepada maya, dengan segala kekurangannya aku mencoba kenal lebih jauh. Dari sorotan mata dan tatapannya membuatku tak mudah untuk melupakan dirinya. Hanya dengan berjumpa dirinya saja aku senang dan tak ada dirinya menjadi sebuah pertanyaan bagiku.

"Kak, kenapa kok tak ke pesantren lagi" Tanya maya di suatu hari lewat pesan facebook.

"Gpp lagi sibuk saja" jawabku.

" Pasti ada sesuatu yang disuka ya?" Tanya dia.

" Enggak kok hehe biasa aja buat cari ilmu" jawabku dengan sedikit berbohong.

"Yahh.. kirain ada sesuatu, padahal aku itu.." tanggapnya

"Sesuatu apa?" Tanyaku penasaran karena aku berpikir dia juga suka padaku.

"Gpp..gak jadi hehe" jawab maya.

"Yah.. kirain apaan. Btw pernah pacaran tidak?" Tanggapku dan kembali bertanya pada maya.

"Pernah.. sudah ah aku sakit mengingatnya, biarlah itu sebagai sesuatu." balas maya.

Mengetahui jawaban maya aku tak berani bertanya lebih jauh karena memang takut menyakiti maya. Ternyata memang bukan aku yang pertama hadir untuk dirinya, entah yang orang ke berapa yang hadir untuk dirinya.

"Selamat ya kak udah diterima di kampus x, seneng aku dengar kakak diterima" kata maya mengucapkan selamat padaku.

"Terima kasih.. ini baru tahap awal saja, masih ada tahap lainnya, mohon do'anya aja " tanggapku.

"Amiin.. sukses buat testnya." kata maya.

Aku tersenyum dengan kata-kata maya, hadirnya telah memberi warna baru dan semangat baru, mungkinkah dia adalah jodoh untukku? Aku harap dialah jodohku.
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
01-12-2019 19:13
Part 4 : Nasib Kisah Cintaku


Maya : The Untold Story


Februari 2012

Pedekateku dengan maya sudah jauh berkembang. Semakin lama aku mengenalnya aku semakin yakin untuk berusaha membuatnya menjadi jodohku di masa depan nanti. Melihat sahabat sekelas seperti Emon dan Dhiza yang semakin mesra terkadang mengusik jiwa meranaku untuk bisa seperti mereka saling mencintai satu sama lain. Sebenarnya jika mengurai kembali kisah masa lalu bukannya aku tak disukai oleh orang lain, hanya saja memang diri ini dan waktu yang tak memungkinkan.


_____________

2007-2009

Masih aku ingat kala itu aku masih duduk di bangku SMP saat aku menaksir seseorang dan tak kusadari ternyata ada yang menaksirku juga, sebut saja namanya Diva. Awalnya aku tak menyadari hal tersebut hingga ada tulisan yang aku anggap janggal pun tak aku sadari. Pernah juga saat itu sedang jalan di depan pintu kelas dan hampir saja bertabrakan dengannya dan aku hanya senyum saja tanpa ada rasa apapun. Semua itu akhirnya aku ketahui setelah ada sms yang masuk ke hp bapak ( saat itu no hp masih bersama dengan nomor hp bapak)

"Ini no hpnya adnan?" Tanyanya di sms.

"Iya" jawabku pendek.

Di lain waktu ada lagi sms masuk dan parahnya hp tersebut sedang dibawa bapak yang isinya sungguh mencengangkan.

"Sayang... Aku sayang kamu, lagi apa?"

Gila! Ini sungguh gila! Ternyata dia sampai beraninya begitu padaku. Semenjak itulah aku sedikit benci padanya dan coba menghindar. Dia memang cantik, namun aku tak suka dengan Diva yang cerewet dan judes serta suka berkata kasar. Sehingga saat aku bertemu dengannya aku pasang muka masam padanya.


2010

Isu ada yang suka memang tak asing bagiku, tanpa kusadari ada beberapa orang yang suka padaku sebut saja namanya Winda, katanya dia kagum padaku dan setelah sekian lama aku ketahui ternyata orangnya cantik dan baik dan aku menyesal tak mendekati dirinya dahulu.

Juli - Desember 2011

Kabar ada yang suka pun muncul, ternyata tak hanya yeti dan maya saja, siswi lainnya pun ada yang suka dan kagum padaku dan bila bertemu pun terlihat malu. Entah karena aku geer atau memang benar-benar suka semua itu tak aku tahu jawabannya dengan pasti karena itu hanya sekedar dugaan. Kuat dugaan karena aku dianggap pintar oleh banyak orang membuat aku disukai dan dikagumi banyak orang.


19 Desember 2011

Di pagi itu aku iseng buat status di facebook

"Haduh.. pagi-pagi udah capek, sarapan pagi nih

Tak lama kemudian ada komenan dari avril, adik kelas di sekolah dan saling berbalas komenan

-----------------
Avril : Sarapan apa?
Me (aku) : Ada aja deh..
Avril: Oh.. eh lho ada yang suka ke kamu anak kelas 10
Me : Serius? Emang siapa?
Avril : itu kata temen sih, gak tau bener atau tidaknya
Me : orang mana dia?
Avril : Anak pesantren X
Me : inisialnya E yang tinggi-tinggi itu?
Avril : gak tau deh cari aja
Me : oke deh aku mau jadi detektif dadakan dulu
Avril : selamat mencari ya.. Eh Aku suka padamu mau gak jadi pacarku?
Me : ah jangan bercanda
Avril : Serius lho

-----------------

Komenan tersebut tak aku balas lagi karena aku memang tak suka dia yang gaya bahasa kasar. Dari percakapan tersebut aku mendapat informasi berharga yang aku ketahui bahwa anak pesantren X tempat maya belajar ada yang menyukaiku. Mungkinkah itu maya? Dan setelah lama aku kuak dan ternyata memang mayalah yang suka padaku.

_________________


Semakin hari cinta semakin bertumbuh, ibarat bunga yang terus bermekaran cintaku terus bertambah. Kini di setiap waktu jika sempat aku berhubungan dengan maya lewat pesan sms atau pesan facebook. Kini nomor hpnya sudah aku punya dan jikalau sempat aku sms dengan paket sms gratisan yang tenar saat itu.

" Hai sedang apa?" Tanyaku lewat SMS.

"Abis belajar di pesantren nih kebetulan lagi istirahat." jawab maya.

"Oh.. kalau aku lagi belajar nih hehe.." kataku

"Belajar apa?" Tanya maya

"Belajar buat UN" Jawabku

"Semangat ya." kata maya menyemangatiku.

"Iya.. makasih.. semangat juga buat belajarnya ya." kataku padanya.

Saat itu aku bicara panjang lebar padanya, ditengah mati lampu sore itu aku smsan dengan asyik bersama maya. Haruskah aku ucapkan cinta padanya?
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
22-12-2019 10:42
Part 5 : Maukah Kau Menerimaku?




Maret 2012

Sudah beberapa bulan berlalu, aku sudah mengenal maya sedikit lebih jauh. Pikiranku pada dina sudah mulai terlupakan dan teralihkan pada sosok maya yang terus menari-nari dalam pikiranku. Tentang pesonanya hingga memori saat perjumpaan dengannya membuatku selalu terpikirkan tentangnya. Terkadang aku sempat terpikir dan takut dirinya sudah ada yang punya dan ingin ucapkan cinta segera padanya agar aku bisa merasakan apa itu cinta yang tak bertepuk sebelah tangan. Meskipun terbatas dalam komunikasi, namun hal itu tak menyurutkanku untuk lebih dekat dengan dirinya.

***



9 Maret 2012


Masih teringat dengan jelas di sore itu selepas pulang sekolah aku seperti biasa berkomunikasi dengan maya. Sebagaimana biasanya aku ngobrol ngalor ngidul dengannya ketika dia sempat balas pesan dariku. Karena dia seorang anak pesantren, terkadang dia curi-curi waktu untuk bisa saling berkirim pesan dengannya. Terkadang aku iri dengan Emon dan Dhiza yang bisa begitu eratnya berpacaran hingga saling kirim sms dan saling berbalas komentar di media sosial. Terus terang aku ingin sekali seperti mereka merasakan keseruan yang mungkin belum aku rasakan memiliki seseorang yang aku cintai.

"Maukah kau menerima cintaku?" Kataku dalam pesan memberanikan diri ungkapkan cinta.

Hati dag dig dug menanti pesan dari maya sore itu, terkadang aku terpikir akan rasa takutku pada penolakan cinta kembali seperti yang sebelumnya. Rasa resah pun muncul namun tak lama karena ada pesan balasan dari maya.

"Hmm.. bagaimana ya.. sebenarnya aku masih trauma dengan yang sebelum-sebelumnya, aku mau berpikir dulu dan butuh waktu jadi tunggu jawabannya seminggu lagi" balasnya di SMS.

Mendapatkan pesan tersebut memang sedikit terasa lega karena tidak ada penolakan cinta, namun karena jawaban tersebut membuatku bingung apakah cinta akan berbalas atau bertepuk sebelah tangan. Dalam kebimbangan sore itu aku mengalihkan pikiranku berjalan-jalan di sore itu untuk tidak terus terfokus pada maya.


***



16 Maret 2012

Seminggu sudah berlalu, namun jawaban dari maya belum ada juga. Rasa resah dan gelisah terkadang menyapaku karena rasa takutku pada cinta yang ditolak. Namun hal tersebut tidak terlalu menjadi beban pikiran, hal ini karena aku sedang fokus try out untuk persiapan Ujian Nasional yang akan dilaksanakan bulan depan. Karena tak ada jawaban maka aku pun segera menghubungi maya lewat SMS.

"Bagaimana jawabannya apakah kamu akan menerima cintaku?" Tanyaku saat itu.

Tak lama kemudian ada pesan yang masuk ke hp.

"Setelah berpikir panjang lebar, aku siap membuka lembaran baru bersamamu" jawab maya.

Yes !

Cintaku kini tidak bertepuk sebelah tangan lagi dan aku bergembira karena hal tersebut karena cintaku kini tak ditolak lagi.

" Terima kasih telah menerima cintaku" kataku ke maya.

"Sama-sama.." jawab maya.

Sejak saat itu akupun rajin berkomunikasi dengan maya dan ada hal yang harus dikorbankan yaitu pulsa hp jebol karena banyak kirim SMS dengan maya seperti yang terjadi di sore itu. Akibatnya akupun berganti nomor hp yang bisa mengirim banyak sms gratis kala itu agar tidak kehabisan pulsa saat berkomunikasi dengan maya kala itu.

Beberapa hari komunikasi dengan maya begitu lancar dan aku sangat menikmati berkomunikasi dengan maya, namun beberapa hari setelahnya justru tak ada lagi kabar tentangnya. Kemanakah dirimu Maya?
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
10-01-2020 19:41
Part 6 : Haruskah ini Berakhir?




April 2012

Hari demi hari berlalu dan berganti minggu. Aku menanti kabar dari maya namun tak kunjung hadir juga. Rasa resah dan gelisah pun muncul dan hati terkadang berkata "masihkah aku teristimewa di hatinya?". Ku coba hubunginya lewat SMS namun masih tak ada jawaban darinya. Teringat sebuah lagu yang tenar saat itu

"Aku tanpamu butiran debu.."

Seperti itulah kondisiku saat itu, meski memang itu lebay namun tetap saja aku ingin bercakap-cakap dengannya meskipun lewat pesan SMS.

Waktu terus berjalan dan aku berjuang dalam hal lain yaitu mengejar cita-cita melanjutkan kuliah. Saat itu aku mencoba ikut test beasiswa pergi jauh dari kampung halamanku. Disana banyak sekali hal menarik yang terjadi mulai dari hal serius hingga sesuatu yang bercanda. Sehabis test beasiswa tersebut hati berkecamuk dengan kisah cinta yang ada dan membuatku berubah pikiran karena rasanya dengan berat harus melepaskan cintaku kepada maya untuk sebuah cita-cita. Meski terkadang aku jumpa dengannya di sekolah, namun rasanya aku harus melepasnya dan memfokuskan diriku pada cita-cita dibandingkan dengan kisah cinta.


29 april 2012

"Hai apa kabar? Maaf aku baru menghubungi kembali karena kemarin aku sibuk untuk menghubungi kakak"

Hari itu aku terima pesan dari dia, tiba-tiba muncul keraguan untuk melepasnya.

"Kabarku baik-baik saja, iya tak apa kok" balasku kala itu.

Akupun mengobrol panjang lebar dengannya, dalam kebimbangan aku pun memutuskan sebuah jalan untuknya dan mungkin ini yang terbaik.

"Mohon maaf sepertinya kita sekarang temanan dulu saja, karena aku mau fokus mengejar cita-citaku yang tertunda. Jikalau aku kembali aku kan menjemputmu dan menyambung cinta lagi, tidak apa-apa kan?" Kataku di pesan SMS.

Selepas pesan itu terkirim akupun tertidur dengan lelapnya karena menunggu sebuah balasan dan besoknya aku mendapat pesan balasan dari maya.

"Jika itu yang terbaik aku akan menerima, tetap semangat untuk cita-citanya ya kak"

Itulah isi pesan balasan dari maya dan akupun merasa lega karena telah mencoba menghindar darinya secara perlahan. Namun apakah aku bisa tanpa dirinya?
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
14-02-2020 20:16
Part 7 : Sebuah Janji



Mei 2012

Komunikasi dengan maya kembali lancar dan hubungan dengan maya tetap berjalan meskipun cita-cita menjadi halangan. MOU beasiswa pun aku tanda tangani karena aku memang ingin langsung kuliah setelah lulus sekolah.

"Kenanglah aku.. kapan pun engkau mau.."

Sebuah lagu aku dengarkan lewat headset di perjalanan saat itu, teringatku pada hubungan dengan maya yang seakan akan sebentar lagi akan terpisahkan oleh jarak dan waktu. Lambat laun aku akan lulus sekolah dan segera meneruskan perkuliahan yang penuh dengan tantangan baru.

"Terima kasih atas perhatiannya kak, jangan lupakan janji kakak karena aku akan setia menunggumu kak"

Itulah yang dikatakan maya saat aku berkomunikasi dengannya. Ucapannya begitu meyakinkanku bahwa maya akan menungguku dalam meraih cita-cita dan menyambutku saat pulang nanti. Ini adalah penyemangat bagiku dan berharap itu bisa terwujud di masa depan nanti bersama maya meskipun dirinya merupakan anak yang broken home tak menyurutkanku untuk menjadikannya pendamping hidupku.

Beberapa hari berlalu ternyata akun facebooknya baru dan segera ku add akun Facebook barunya. Kini bayang-bayang maya selalu terlintas di pikiranku.

Maya oh maya.. mengapa aku selalu memikirkanmu?
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
14-02-2020 20:16
Part 8 : (Masih) Baik-baik Saja



Juni 2012

Hubunganku dengan maya baik-baik saja menurutku. Hanya saja aku jarang mengabari maya dan sibuk dengan hal lain yaitu cita-citaku. Ya, cita-citaku begitu menggebu untuk bisa menjadi terbaik dalam kehidupan dan juga mengubah nasib keluargaku menjadi lebih baik. Meskipun begitu, aku sempatkan diri untuk memberi hadiah buku kepada maya sebagai hadiah ulang tahunnya di tanggal 25 mei. Meskipun tak mengasihnya tepat waktu bagiku sebagai bentuk perhatianku padanya

"Hmm bete banget malam ini, mana gak ada si dia lagi"

Tulisnya di status facebooknya malam itu. Kini dia telah ganti akun facebook karena akun facebook lamanya dipakai oleh adiknya.

"Hayoo bete kenapa.." komenku di statusnya

"Bete apa aja deh" balasnya di komenan

Cukup lama aku berbalas komenan dengannya hingga akhirnya tak ada balasan komentar darinya dan akupun segera tidur lagi malam itu.

Itulah kisah cintaku dengan maya, walau bagiku terlihat sederhana dan keterbatasan tetap saja bagiku ini terasa indah.

Karena merasa nyaman dengan maya maka aku putuskan buat puisi untuknya di lembaran kertas dan kemudian ku kirimkan puisi lewat pesan sms

Quote:
kisahmu, kisahku

berjuta cerita indah di hidupku
tak seindah saat bersamamu
berjuta mimpi terindah di hidupku
adalah saat ku bisa bersanding denganmu
berjuta harapan yang ku inginkan
salah satunya bisa bersama dirimu selamanya...

tak habis ku kenang kau di dalam hidupku
saatku bisa berkenalan denganmu
kau hanya tersenyum saat dapat salam dariku

seiring berjalannya waktu..
entah mengapa rasa cinta itu muncul
semua datang secara tiba-tiba..

berawal dari suatu kekaguman
rasa cinta itu muncul..
kau memang bukanlah wanita pertama
yang mengisi hidupku..
namun saat terindah adalah saat bersamamu

kau adalah yang ku cari selama ini
kau selalu ada di dalam khayalku di masa lalu
kau adalah sosok yang ku dambakan
yang selalu ada di dalam mimpiku..
kau tersenyum padaku dan ku tersenyum padamu
semoga tuhan mempersatukan kita suatu saat nanti
dan saat ini kan ku jaga keindahan cinta..
kisahku, kisahmu takkan habis ditelan waktu

13 juni 2012





"Ah gomball.. sekarang udah pandai merayu ya, gak sangka kakak yang pendiam jago juga wkwk" balasnya di pesan SMS mengomentari puisiku.

" Serius lho bukan gombalan, puisi ini untukmu" balasku saat itu.

Aku dan maya saling balas pesan saat itu, lambat laun telah berlalu dan tak terasa sekarang sudah di masa akhir sekolah dan sebentar lagi aku akan berpisah dengan maya dan juga sekolah ini..
Diubah oleh tafakoer
0 0
0
Maya : The Untold Story
11-03-2020 20:39
Part 9 : Perpisahan Sekolah

COMING SOON..
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
corona-akan-berlalu
Stories from the Heart
hantu-pramuka
Stories from the Heart
setengah-hijrah-bab-1
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
kumpulan-cerpen
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia