Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
218
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dca8159337f93523d6b4c24/cinta-sepekan
Ponselku berdering tanda notifikasi muncul, kuintip ponselku yang sedari tadi tergeletak diatas ranjang. Ada sebuah pesan "Assalamu'alaikum, aku Zahir duda, punya anak kembar, ingin mencari pendamping yang serius aja. Jika berkenan aku mau perkenalan, jika tidak abaikan pesan ini."
Lapor Hansip
12-11-2019 16:54

Cinta Sepekan

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Cinta Sepekan
Image: ganet

Quote:kutatap foto dua wajah polos anak kecil itu, dengan perasaan bercampur aduk, aku hanya bisa memandangi. akhirnya kita belum berjodoh, walaupun hanya sepekan tapi tak bisa bohong bahwa hati ini sudah kuberikan kepadanya


****


Ponselku berdering tanda notifikasi muncul, kuintip ponselku yang sedari tadi tergeletak diatas ranjang. Ada sebuah pesan

"Assalamu'alaikum, aku Zahir duda, punya anak kembar, ingin mencari pendamping yang serius aja. Jika berkenan aku mau berkenalan, jika tidak abaikan pesan ini."

Seketika mataku terbelalak memandangi layar ponsel, rasa curiga bercampur aduk langsung saja aku menghampiri mbk iparku yang masih asyik memasak sambil mendendangkan lagu dangdut dibarengi tarian yang entah dia ciptakan sendiri atau justru plagiat tapi gagal total. pokoknya yang ada melihat atraksi komedi bukan melihat diva sedang menyanyi.

"mbk Imah... ini pasti ulah mbk Imah" sambil menyodorkan ponsel yang kubawa tadi

"Apa sih nduk?" matanya menyipit melihat dengan seksama ponselku.

"Alhamdulillah akhirnya usaha mbk gak sia-sia ada yang mau ngajakin kamu serius itu nduk, udah cepetan dibalas, jangan kelamaan, nanti keduluan yang lainnya, mbk udah gak sabar dapat adik ipar ini. Kamu udah kelamaan menjomblo umurmu udah pangkat 3 lho".

"Jadi, beneran ini ulah mbk Imah? Mbk...." belum sempat aku bicara mbk Fatimah udah memotong pembicaraanku.

"Nduk kali ini dengarkan mbk!" Wajah serius mbk Fatimah yang jarang aku lihat selama ini

"Nduk apa salahnya dicoba dulu, kenalan kan belum tentu langsung suruh menikah hari ini juga to, kalo gak cocok juga bisa mundur, siapa tahu ini memang jodoh yang dikirim Allah buat kamu, tentang statusnya duda atau perjaka itu gak masalah yang penting pertama agamanya". Jelas mbk Fatimah, aku lalu dia. Tanpa kata apapun aku melangkah gontai menuju kamarku.

Kupandangi chat dari nomor tak bernama itu, dalam hati berkata "Zahir, okeylah aku akan coba mengenalnya." Aku mengikuti saran mbk Imah.

Ku balas chat itu "Wa'alaikumsalam, maaf saya lama balesnya jujur saya terkejut mendapat chat darimu. Kalau memang berkenan silakan berkenalan dulu tak apa-apa. Tujuanku juga serius mencari pendamping hidup". Isi chat tersebut sangat kaku.

Selang beberapa detik ponsel berbunyi, dia membalasnya lagi "Terimakasih, boleh saya telpon kamu?"

Aku berfikir agak lama akhirnya kumengiyakan. Tak lama ponsel berdering tanda panggilan masuk. Rasa gemetar tanganku meraih ponsel.

"Assalamualaikum, ini Ranum ya?." Suara serak dan sedikit berat terdengar merdu membawaku pada lamunan

"Wa....wa'alaikumsalam, iya benar, kamu eh gmn aku panggilnya?"

"Panggil Zahir biar lebih akrab, lagian kita kayaknya masih sebaya, umurku 28 tahun, kamu?"

"Apa? Aku, em...aku sudah 31 tahun." Aku agak malu menyebutkan umur karena usiaku dibilang sudah kadaluwarsa.

"Oh jadi kita selisih 3 tahun ya?"

"Iya, tapi aku lebih tua dari kamu? bagaimana?"

"Gak masalah buatku, yang penting mau aku ajak ibadah dan dalam hal kebaikan"


Lama kami terdiam saling menunggu satu sama lain membuka obrolan lagi, tapi tetap saja hening. Lalu dia kemudian mulai berbicara lagi

"Ranum, aku orang to the point aja ya, niat aku serius sama kamu, aku tidak mau pacaran aku maunya langsung menikah aja."

"Apa?"aku agak gugup karena Zahir tidak suka basa basi

" tapi apa kamu sudah yakin memilih aku, kamu kan belum kenal aku seperti apa?"

"Inshaa Allah aku yakin, jadi kamu siapnya kapan nanti aku akan ketempatmu untuk melamarmu."

" Tapi, kamukan belum tahu tentangku, misalnya saja biodataku."

"Aku sudah tahu kok, kan sudah dapat bio datamu, nama,alamat, nama ayah, cita citamu, semua aku tahu dari biro jodoh online"

"hah??" Aku kaget seingatku aku tidak pernah mengikuti ajang biro jodoh, aku berpikir keras jangan-jangan waktu itu, yah aku ingat waktu itu mbk Imah memintaku menulis biodata selengkap-lengkapnya alasannya untuk mencarikanku pekerjaan, oh ternyata mbk Imah dibalik semua ini.

"Halo, kamu masih dengar suara aku?"

"Iiya...ya aku dengar kok!"

"Ya sudah nanti disambung lagi, aku mau tugas dulu."

"Tunggu sebentar!, aku mau tanya kamu duda karena bercerai atau istri meninggal?"

"Istri aku meninggal waktu melahirkan si kembar, oh ya aku kirim foto anak-anakku ya."

Aku memandangi ponsel ku buka chat di wa, aku menerima foto anak kecil mungil dengan bola mata bulat, cantik sekali.

"Ya aku udah lihat anak-anak, anak-anak sekarang sama siapa kalau kamu kerja?"

"kalau aku kerja sama pengasuhnya, okey udah dulu ya nanti disambung lagi, assalamualaikum."
Ia mengakiri salam dan aku membalas salam itu seketika itu tlp mati. Aku masih terpaku sambil menggenggam ponselku.

Ke esokan harinya, pagi-pagi aku sudah mendapat wa darinya , "assalamualaikum, kamu lagi ngapain?".

Entah kenapa hati ini mulai berdebar membaca pesan itu, lalu kubalasnya.

****


Selama empat hari berurut-turut, kami hanya ngobrol lewat pesan saja. Tapi itu sudah cukup membuat aku bahagia, dan aku sudah mulai menyukainya. Ya...aku sudah jatuh cinta.

Hari kelima, aku memandangi ponsel berharap dapat pesan darinya, tapi tidak. Rasa kangen mulai muncul dengan tiba-tiba. Tapi tetap saja aku tidak berani menulis pesan terlebih dahulu.

Hari keenam, aku bercerita kepada mbk iImah tentang Zahir dan sejauh mana kami merencanakan pernikahan yang dibilang dadakan. Belum bertemu, aku sudah mantap, yang kutahu hanya namanya dan nama kedua anaknya selebihnya aku tidak tahu apapun.

Mbak imah menyarankan. aku untuk bicara ke Bapak, tapi sebelm itu mbk Imah memintaku untuk menanyakan identitasnya lengkap karena hanya itu yang bisa mdnjadi gambaran dan acuan.

Hari ketujuh, sudah dua hari kami tidak komunikasi, akhirnya aku memberanikan diri untuk langsung meneleponnya. Panghilan siara aktif telepon berdering namun tiba tiba panggilan ditolak. Aku penasaran aku ulangi panggilan telpon lagi. Tapi tetap saja ditolak.

Aku mulai khawatir selang beberapa detik wa darinya

"Hmm"

"Kamu lagi ngapain, kok telponku gak diangkat?"

" Aku lagi nyantai, wa aja ya, aku lagi gak pengen terima telpon"

"Lho kenapa, aku mau bicara kan lebih enak bicara langsung dari pada nulis pesan."


Ada perasaan aneh yang aku pun tidak bisa menggambarkannya. Aku mulai tidak yakin bahwa Zahir ini bener-benar serius.

"Oh ya anak-anak mana?" Ku mulai menanyakan anaknya lewat chat

"Dah tidur"

"Fotoin ya, aku mau lihat mereka"

"Ah ribet."


"Lho kok gitu, aku hanya minta foto, aku pengen lihat, aku memang suka sama anak-anak. Ayolah fotoin, oh ya mana biodata kamu? Kok gak kamu kasih sih?" bujukku

" kamu ini belum menikah sudah minta ini itu."

"Apa?" Aku terkejut dengan balasanya itu.
"Lho aku minta apa to? Kan katanya kamu serius sama aku, aku cuma minta biodata dan fotoin anakmu. Kok kamu bilangnya begitu,

"Akhir bulan ini kan aku ketempatmu nanti tahu sendiri to."


"Lho ya gak gitulah, aku kan belum bilang sama bapakku, makanya aku minta biodata sama kamu, la terus apa yang harus kuceritakan sama bpk, aku aja hanya kenal namamu tak lebih dari itu."

"kamu itu ribet ya"

"okey kalau emang kamu gak mau kasih data ke aku, aku tak mundur aja dari perkenalan kita, apalagi kamu bilang aku suka minta hal-hal yang aneh, menurutku itu wajar lho. Aku malah ada kesan curiga sama kamu."

" Jadi kamu mundur berarti selama ini modusin aku, kamu php aku ya?."

"Mana ada aku serius kok, justru aku itu ragu sama kamu".

" ya udah gak usah wa aku lagi, bye...".


Seketika nomorku sudah diblokir, dan aku mencoba menulis pesan terakhir entah itu terkirim atau tidak

" aku minta maaf, selama ini aku percaya sama kamu, sudah kugantungkan harapan kepadamu, dan ada ruang kosong yang aku khususkan untuk kau tempati di hatiku, tapi seketika kamu telah menghancurkannya. Biarlah Allah nanti yang menjelaskan bahwa selama ini aku tidak penah mempermainkanmu, wakaupun cuma sepekan tapi tetap saja kamu punya tempat terindah disini wassalamu'aikum".


Lanjut
Part2-Bukan Cinta Sepekan

Part 3-Gelisah

Part 4- Gejolak

Part 5 Maaf

Part 6 Chef Al bag. 1

Part 7 Chef Al Bag. 2

Part 8 Chef Al Bag. 3

Part 9 Tulisan di Bangku Sekolah

Part 10 Lamaran

Part 11 Keputusan

Part 12 Lelah

Part 13 Jodoh Pilihan Bapak

Part 14 Rasa

Part 15 Seluruh Cinta

Part 16 Bahtera Bag.1

Part 17 Bahtera bag 2

Part 18 Bahtera bag.3
Diubah oleh Enisutri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nofivinovie dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 11
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
Cinta Sepekan
15-11-2019 02:56
Quote:Original Posted By avatar1927
PUEBI-nya juga dicek lagi ya, misalnya kalimat langsung itu setelah tanda (") ngga ada spasi dan pakai huruf kapital. Juga pemakaian koma dan huruf kapital masih kurang tepat, misalnya: "Nduk kali ini dengarkan mbk!" ini harusnya "Nduk, kali ini dengarkan Mbak!"


Iya makasih banyak....krisannya, memang ane akui kurang teliti, banyak sekali kesalahan di peubi. Inshaa allah nanti diperbaiki. Jangan lupa mampir lagi ya....emoticon-2 Jempol
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 05:58
Quote:Original Posted By Enisutri
Insha allah dilanjutin lagi


Eh bentar, ini cerita real atau fiksi, Sis ?hehe emoticon-Peace


Quote:ID PENGEPUL BATA emoticon-Bata (S)
0 0
0
Cinta Sepekan
15-11-2019 07:38
Quote:Original Posted By Enisutri
Wehehehe.... iya mangko enek part 2 kyok drakoremoticon-Peluk


Mantebbbbbbbbbbb emoticon-Big Kiss
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 08:43
Quote:Original Posted By colongan.id
Eh bentar, ini cerita real atau fiksi, Sis ?hehe emoticon-Peace


Ada true storynya kok...
0 0
0
Cinta Sepekan
15-11-2019 10:57
udah,?
cuma gitu aja?

aku berharap cerita ini bakalan panjang loh...emoticon-Maluemoticon-Malu
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 13:13
Wah seru mbak ceritanya. Masuk hot tread juga. Semangat💪🏻
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:15
Quote:Original Posted By Enisutri
Ada true storynya kok...


Mantep lanjutin Sis, sampai tamat kalau bisa emoticon-Big Grin



Quote:ID PENGEPUL BATA emoticon-Bata (S)
0 0
0
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:18
waduh sepekan???

sempat.berasa gak tuh:tepar:tepar:tepar


Lecet2 dong
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:24
Quote:Original Posted By Surobledhek746
waduh sepekan???

sempat.berasa gak tuh:tepar:tepar:tepar


Lecet2 dong


Berasa itu ramun belum aja ketemu udah diblokir emoticon-Ngakak
0 0
0
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:25

Part 7 Chef Al Bag.2

Chef Al menatapku dengan tajam, aku tidak berkutik sama sekali. Ia kemudian memandang kebawah, melihat pisau yang jatuh tepat disebelah kaki kiriku. Aku tambah panik dan takut, tubuhku mematung dan tidak bisa bergerak. Ingin rasanya lari dari tempat itu tapi tidak bisa.

Chef Al, kemudian duduk jongkok, mengambil pisau itu. Sekarang pisau itu sudah ada digenggamannya. Tadinya aku pikir ia akan mengacungkan pisau itu kepadaku, tapi ternyata tidak. Ia mengembalikan Pisau itu kedalam wadahnya.


“Kamu, tidak apa-apa kan?” tanya Chef Al padaku.

“Aaaaa ... kkkķu ... , maaaa ... aaf ...” suaraku terputus-putus karena aku ketakutan.

“Kak, jangan bikin temanku ketakutan gitu , dong!” sela April, membuatku tambah terkejut.

“Hah, kakak?” Aku langsung mengalihkan pandanganku kearah April memastikan perkataan April barusan.

“Ranum, kenapa sih kamu bengong gitu? Aneh banget,” tanya April yang tidak paham dengan suasana yang kualami.


Lalu Chef Al melangkah mendekati adiknya itu. Ia kemudian menjewer telinga adiknya.


“Dasar, centil, ngapain kamu disini, mau obrak-abrik dapur Kakak lagi ya? Kemarin satu unit kompor penggorengan Kakak rusak, sekarang apa lagi ini,” nada suara Chef tidak terlihat marah kepada adiknya.

“Aduh, Kak, lepasin dong, sakit ini, aku kan malu sama Ranum,” kata April
Chef Al melepaskan tangannya dari telinga adiknya itu.

Aku mulai bisa menggerakkan tubuhku yang sedari tadi kaku seperti patung.

“Kak, kenali ini Ranum, dan Ranum kenalkan ini Kakakku yang paling tampan sedunia” sambil mengedipkan matanya kearahku. Aku jadi tambah gerogi. Sebab ingat waktu di meeting tadi aku mengakui kalau Chef Al yang ternyata kakaknya si April ini tampan.
Chef Al lalu mengulurkan tangannya, dengan ragu-ragu aku menjabat tangannya.


“Ranum,” kataku singkat.

“Al,” jawabnya lebih singkat lagi.

“Pril, cepat kembali ke hotel, ini sudah waktunya makan malam, rombongamu akan makan malam di resto Kakak. jangan mentang-mentang kamu pemilik hotel, seenaknya saja kesana-kemari. Ini kan kamu lagi ikut seminar jadi bersikaplah profesional,” penjelasan Chef Al tambah membuatku terkejut kembali. Jadi, April-lah yang punya hotel ini, dan kakaknya yang punya resto.


Aku dan April menuju resto tempat para peserta berkumpul. Disana sudah dihidangkan berbagai masakan nusantara yang lidahku masih bisa menerimanya. Seketika perutku menjadi lapar. Aku dan April ikut bergabung dengan peserta lain menyantap makanan yang dihidangkan.

***

Ponselku berdering, kuambil ponsel yang aku letakkan diatas meja.

“ Halo, assalamu’alaikum,” ucapku

“Wa’alaikumsalam, nduk, gimana kabarnya? Mbak Imah kangen banget baru dua malam gak lihat kamu rasanya kok beda ya,” tutur Mbak imah.

“Sama Mbak, Ranum juga kangen ocehan Mbk Imah tiap pagi, oh, ya kabar Bapak gimana Mbk? Sehat kan?” tanyaku kepada Mbak Imah.

“Sehat, alhamdulillah, Bapak itu kangen sama kamu, kemaren tak lihat Bapak ambil bingkai fotomu terus dibawa ke kamar Bapak,” kata Mbak Imah menceritakan kabar Bapakku.

“Ya Allah mbk, aku kangen banget sama Bapak, pengen ngomong sama Bapak, tapi jadwal hari ini masih padat, salamin sama Bapak ya Mbak, anak wedoknya ini kangen,” ucapku dengan mata berkaca-kaca.

“Iya nduk, ya sudah Mbak udah lega dengar kabarmu, jaga diri baik-baik, ya nduk,” ucap Mbk Imah.

“Iya Mbk, tolong jagain Bapak ya mbk,” ucapku seraya memberi salam dan menutup telepon dari Mbak Imah.


April keluar dari kamar mandi. Sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.


“Habis ditelpon siapa?” tanya April sambil mendekatiku.

“Mbk Iparku, tanya kabarku, yuk dah jam 07.00, nanti kita telat lho materinya,”

“iya, bentar lagi, oh ya kita kan hari ini materi bikin bento untuk bekal anak sekolah,” ucap April sambil tersenyum yang aku rasa ada maksudnya.

“Ngapa senyam-senyum? Aneh kamu ya,”

“Kamu pura-pura gak tahu, atau memang gak tahu beneran sih!, coba lihat jadwal hari ini materi bikin bento oleh Chef terganteng sedunia yaitu Chef Al” sambil memainkan alisnya.

“Iya, iya aku tahu, yuk turun sekarang,” ajakku


Aku dan April turun kebawah menuju resto, disanalah kami mendapat materi membuat bento. Chef Al mulai mempraktikkan cara membuatnya, yang paling mempesona Chef Al ini sangat detail menjelaskan kandungan protein, karbohidrat yang harus seimbang pada sekotak bento. Bukan hanya itu saja, Chef Al kalau lagi masak, keren banget.

Aku dan April menyelesaikan tugas kelompok menghias bento, dan alhamdulllah kami dapat peringkat ke-3. Untuk merayakan keberhasilan kami April akan mengajakku makan diluar nanti malem. Katanya tempatnya istimewa bersama orang istimewa juga.

***

“Ranum, sudah siap,” tanya April.

“Bentar ya, aku masih pake jilbab,” kataku kepada April.

Penampilanku memang beda dengan April, aku hanya memakai jilbab segi empat dan pakean yang casual, sedangkan April dia memakai gaun yang feminim tapi sopan, dia tidak menggunakan jilbab rambutnya di curly pokoknya cantik banget. Aku sangat suka sama April anaknya humble, tidak sombong, bahkan tak ada satupun yang tahu kalau dia adalah pemilik hotel tersebut.

Kami keluar dari kamar hotel, sebenarnya aku tidak tahu mau diajak makan malam dimana, bayanganku sih makan di lesehan dengan menu ayam bakar sambel terasi lalapan, pasti enak banget. Karena dihotel aku gak nemu lalapan. Tapi kalau dilihat dari pakaiannya April mungkin agak terlalu berlebihan untuk sekedar makan di lesehan.

April mengambil mobilnya yang terparkir di halaman depan hotel, aku lalu masuk mobilnya. Mobil kemudian melaju, kira kira 15 menit kami sampai sebuah tempat, bukan sebuah lesehan tapi sebuah tempat yang megah, apalagi kalo bukan Restoran ala italiano

“Ayo, dah sampai kita, aku laper banget ini,” ajak April.


Aku mengikuti April dari belakang, April pun kemudian menggandeng tanganku memasuki temppat itu. Seumur-umur baru ini aku masuk ke tempat beginian.


“Eh, itu Kakak Num,” kata April mengagetkanku, kukira aku Cuma makan berdua dengan April.


Chef Al melambaikan tangan tanda merespon April yang tersenyum padanya. Aku dan April menuju meja Chef Al, sebelum duduk Chef Al menyalami, dan mempersilahkan duduk.

April duduk Sebelah Chef Al, dan aku duduk diseberang menghadap Chef Al. Aku agak gerogi dan merasa kurang nyaman.


“Yuk, Kak, pesen makanan,” kata April antusias tidak sabar untuk makan.


Chef Al memanggil pelayan. Pelayan memberikan buku daftar menu kepadaku, April, dan Chef Al. Aku, masih membolak balik daftar menu yang tertulis di buku menu tersembut. Demi Allah aku asing dengan nama makanan yang tertera antara lain fettucin alfredo, linguine alle vongole, Ravioly with tomato sous, abalone and mushroom omeltte, Ricotto and Parmigiana.


“Ranum, kamu mau pesan apa?” tanya April.

“Em aku ngikut kamu aja deh,” jawabku, karena aku tidak tahu sama sekali makanan yang nantinya akan disajikan.

“Kak Al apa?” tanya April kepada Chef Al.

“Samain aja.” jawabnya singkat.


Akhirnya April memesan makanan yang bernama Linguine alle vongole. Kami Ngobrol-ngobrol bertiga seraya menunggu pesanan datang. Beberapa menit makanan itu sudah siap tersaji di meja. Bentuknya seperti mie gepeng, sebut saja pasta dimasak dengan minyak zaitun dicampur cumi, kerang hijau, dengan irisan daun peterseli, Diberi saos tomat serta parutan keju.

Ini saat yang menegangkan bagiku makan makanan yang belum pernah sama sekali aku makan. Dalam hati aku berkata “Ranum semoga perut kamu bisa terima ini, jangan sampe malu-maluin, ini makanan mahal Ranum,” kataku dalam hati.

Sebelum aku menyuap suapan pertama aku melihat Chef Al dan April menikmatinya, sepertinya enak. Suapan pertama masuk ke mulutku, makanan itu masih aku biarkan dimulut tanpa aku kunyah. Kemudian pelan-pelan aku kunyah dan merasakan dengan indera perasaku, agak aneh memang, lidahku tidak bisa mendeteksi rasa makanan itu enak atau tidak.

Cepat-cepat aku telan makanan itu tanpa membayangkan yang aneh-aneh. Sampai pada suapan kelima, dan apa yang terjadi perutku mulai menunjukkan tanda-tanda demo, aku menahannya tapi, aku tidak kuat juga. Aku minta izin ke kamar kecil.


“Uuueeeek ... uueek ...” aku memuntahkan seluruh makanan yang aku makan tadi, walaupun sudah keluar semua tapi tetap saja aku masih mual dan terus muntah-muntah.

“Ranum, kamu ini benar-benar ndeso banget ya, malu-maluin aja, aduh, bagaimana kalo sampe mereka tahu, bukannya aku tidak menghargai makanan tapi perutku ini tak bisa kompromi,” Aku bicara sendiri.


Tanpa aku sadari Chef Al yang sedari tadi menungguku diluar pintu kamar mandi mendengar ucapanku.

Bersambung

Home
Diubah oleh Enisutri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:27
Quote:Original Posted By corongalam
udah,?
cuma gitu aja?

aku berharap cerita ini bakalan panjang loh...emoticon-Maluemoticon-Malu


Kalau banyak yang penasaran aku panjangin kok. Penasaran ya... ada bumbu true story itu.
profile-picture
corongalam memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:28
Quote:Original Posted By purwanti29
Wah seru mbak ceritanya. Masuk hot tread juga. Semangat💪🏻


Ya mbk, makasih dah mampir. Dah sampe indo kah?
0 0
0
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:28
Quote:Original Posted By Enisutri
Kalau banyak yang penasaran aku panjangin kok. Penasaran ya... ada bumbu true story itu.


Penasaran dongemoticon-Maluemoticon-Malu

Panjangin deh, aku tungguinemoticon-Maluemoticon-Malu
0 0
0
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:30
Quote:Original Posted By corongalam
Penasaran dongemoticon-Maluemoticon-Malu

Panjangin deh, aku tungguinemoticon-Maluemoticon-Malu


Inshaa allah...ranum juga masih menunggu dan mengharap ada kabar darinya...emoticon-Ngakak
profile-picture
corongalam memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:30
Quote:Original Posted By Enisutri
Inshaa allah...ranum juga masih menunggu dan mengharap ada kabar darinya...emoticon-Ngakak


Ranum itu kamu yaemoticon-Maluemoticon-Malu
0 0
0
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:35
bukan tokoh imajenasi kok tapi hampir mirip x ya...
profile-picture
corongalam memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 15:39
Quote:Original Posted By Enisutri
bukan tokoh imajenasi kok tapi hampir mirip x ya...

Kok kayaknya itu kamu ya..
emoticon-Maluemoticon-Malu


Ya udah kalo malu2 cerita disini cerita di tmpat laen ajaemoticon-Maluemoticon-Malu
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 17:23


Quote:Original Posted By Enisutri
Ya mbk, makasih dah mampir. Dah sampe indo kah?
belum mbak. Masih bulan depan pulangnya

profile-picture
Enisutri memberi reputasi
1 0
1
Cinta Sepekan
15-11-2019 20:01
Gelar tikar dulu
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
1 0
1
Halaman 2 dari 11
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
illusi
Stories from the Heart
the-piece-of-life
Stories from the Heart
cinta-di-dinding-biru
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia