Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
9
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc24034349d0f5bfc6a087b/asystolic-maker
Sekelumit cerita dan peristiwa seorang pria yang berijazah perawat, bekerja sebagai Petugas medis merangkap psikolog, psikiater, juru angkat beban, operator forklift,janitor,koki, bahkan therapist yang bekerja di kapal lepas pantai. Part 1 Dua ranjang di kanan dan kiri ku kasurnya terbungkus sprei tipis berwana biru, dengan 2 bantal berbalutkan kain bernada sama  bertumpuk di sudut nya Mirip deng
Lapor Hansip
06-11-2019 10:38

Asystolic Maker

Sekelumit cerita dan peristiwa seorang pria yang berijazah perawat, bekerja sebagai Petugas medis merangkap psikolog, psikiater, juru angkat beban, operator forklift,janitor,koki, bahkan therapist yang bekerja di kapal lepas pantai.


Part 1

Dua ranjang

di kanan dan kiri ku

kasurnya terbungkus sprei tipis berwana biru, dengan 2 bantal berbalutkan kain bernada sama 
bertumpuk di sudut nya

Mirip dengan yang kau temukan di rumah sakit

Memang ini adalah rumah sakit

Dengan ukuran lebih kecil

Tanpa dokter

Hanya medic

Bukan dokter

Hanya medic

Kadang mereka memanggilku dokter

Tapi aku tak mau di panggil dokter

Karena aku hanya medic

Bukan dokter

Hanya medic

Sudah 17 hari berada di kapal ini

Sekitar 50 orang sejauh ini datang berkunjung

Lebih banyak dari 9 tahun aku bekerja

Di kapal ini

Ada apa dengan crew kapal ini?

Kadang membutuhkan 1 jam untuk memberikan pengobatan walaupun hanya sekedar batuk

55 menit mencurahkan isi hati, dan sisanya memberi obat.

“Thanks doc, felt better already”
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1
Asystolic Maker
06-11-2019 18:45
Part 6

2 hari berlalu.

Pria itu masih terbaring lesu.

Ku tepuk lembut tangan nya.

"Bring you some breakfast buddy" buka ku sambil menujukkan satu kotak makan berisi sandwich.

Muka nya berseri.

"Terimakasih" jawabnya.

"Bagaimana keadaan mu hari ini?"

"Lebih baik, aku rasa besok aku sudah bisa bekerja, hanya saja 2 hari ini aku merasa sangat lemah dan lapar" balasnya.

"Bolehkah aku meliihat luka mu?" Tanya ku.

"Ya,tentu saja" jawab nya sambil menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.

Ku buka perban yang menutupi lututnya.

Terlihat luka itu sudah membaik,tidak terlalu merah dan bengkak seperti dua hari yang lalu.

Ku ambil sarung tangan ku dan beberapa helai kasa steril.

Ku siramkan dengan cairan 'garam'.

"Masih sakit?" Tanya ku.

"Sedikit" katanya.

Setelah bersih, kembali ku tutup luka nya.

"Semuanya akan baik-baik saja" kata ku.

Dia hanya menganggukan kepalanya pelan sambil membuka kotak makanan yang tadi aku bawa.

"Aku akan segera kembali"

"Anda akan pergi kemana?" Tanya nya balik.

"Merokok." Jawabku.

"Bolehkah aku ikut?"

Ku hanya terdiam sejenak.

"Yes,why not, after i cut your fucking leg" jawab ku.

Dia hanya tersenyum dan mengacungkan jari tengah nya ke padaku.
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
06-11-2019 13:25
Part 5

“Sebentar, saya akan sambungkan dengan dokter jaga” kata seseorang di balik telepon.

“Tapi aku…”

Suara nya hilang terganti dengan suara musik, persis dengan music ketika anda menunggu jawaban dari operator seluler.

“Ya, Nama ku Dokter Sankhet, apa yang bisa ku bantu”

“Nama ku John, petugas medik kapal Viking Explorer, aku hanya ingin meminta saran dari mu” jawab ku.

“Saat ini seorang pasien sedang terbaring lemas dengan memar dan luka di lutut kanan nya, awalnya kupikir seperti bisul, 2 hari yang lalu” lanjut ku.

“Apa yang sudah anda berikan” balas nya

“Antibotik, Anti radang dan anti nyeri, Pagi tadi terlihat membaik, tapi sayangnya keadaan luka nya memburuk” lanjut ku.

“Ok, anda bisa menambahkan Bla…Bla…Bla… untuk Bla…Bla…Bla…, kita akan monitor perkembangan nya sampai besok”

Telepon pun di tutup.

----


Teringat hari ku.

5 tahun yang lalu.

Bukan bisul.

Seorang pria mengetuk pintu dengan keras.

Ku buka pintu ku.

Dia terlihat pucat.

“Are you Ok?” tanya ku.

“Dadaku terasa sakit”.

Segera ku bawa pria tersebut ke klinik.

Tidak jauh dari kamar ku, hanya 2 lantai saja.

Aku menumpukkan 2 buah bantal dan memberi sinyal agar pria tersebut berbaring di ranjang.

Memasangkan selang oksigen ke hidung nya.

Aku melihat Jarum indikator oksigen menyentuh warna kuning.

Aku melihat sekeliling ruangan.

Beberapa Botol oksigen.

Dan semunya kosong.

Fuck.

Aku mulai memasang beberapa selang, bla…bla..bla.. dan beberapa alat bla..bla…bla di dada dan jari pria tersebut.

Aku memberikan obat dan menyuruh pria tersebut untuk meletak kan nya di bawah lidah nya.

Pria tersebut menuruti ku.

Aku meraih sebuah telepon yang berada di meja.

Dan mulai menekan 3 angka, '999'

“Hello, OIM Speaking” jawab seseorang di balik telepon.

“Hi, Saya John, Medic, sepertinya anda harus segera ke klinik, ada sesuatu yang harus kita diskusikan”.

“Ada apa?” tanya pria tersebut.

“Heart Attack” jawab ku.

Tut..tut..tut..telepon terputus.

5 menit kemudian pria yang tadi berbicara dengan ku di telepon tiba di klinik.

Dia menghampiri pria yang terbaring di ranjang.

“bagaimana kondisi nya?” tanya pria tersebut.

“Medivac” jawab ku.

“No, It looks like a gastric problem, same as several month ago, your back to back said a patient has a heart attack, but it was gastric problem” kata pria tersebut dengan nada yang tinggi.

“Observed him, wait and see” lanjut nya.

Pria tersebut melangkah mendekati pintu.

Sebelum meraih tangkai pintu klinik, aku meraih dan menarik coverall nya.

Pria tersebut menoleh dan memandangku dengan tajam.

“Aku akan membawa sendiri pria ini ke rumah sakit terdekat walaupun anda tidak menyetujui nya” kata ku.

Dia terdiam, dan menatap ku dengan dalam.

“Fuck”.

Pria itu pun berlalu.

Sekitar 10 menit kemudian beberapa tim medis pelabuhan singapura datang, melakukan beberapa test kepada pria malang tersebut.

Untung nya instalasi kami sedang berlabuh di salah satu pelabuhan di Singapore.

“We need to evacuate him”
Kata seorang tim medis kepada pria yang berdebat dengan ku barusan.

Pria tersebut memandang ku sesaat , pandangan nya tidak tajam seperti tadi.

Dia kemudian menganggukkan kepalanya tanda menyetujui saran dari tim medis.

1 jam berlalu.

Mungkin sudah 5 batang rokok habis ku hisap.

Seseorang memanggilku.

“Mr. Eric want to see you in his office now”

Aku hanya menunjukkan sebatang rokok ku yang tengah ku hisap, dan dia pun mengerti dan berlalu.

Aku mengetuk pintu sebuah ruangan.

“Come in”

“anda mencari saya” tanya ku.

“Ya, aku mendapat kabar bahwa Andy mempunyai penyempitan pembuluh darah jantung, dan sedang dalam ruangan operasi saat ini.”

Aku pun menarik nafasku, sangat dalam,dan ku hembuskan pelan-pelan.

“Maaf tadi aku tidak mempercayai mu” balasnya

---


Aku menatap pria yang terbaring, meringis kesakitan.dengan luka memar di sekujur kaki kanan nya.

Di salah satu ranjang itu.

mengambil beberapa obat, dan sebotol air minum.

“Semuanya akan baik-baik saja” kata ku.

Dia hanya menganggukan kepalanya pelan.











ok
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
06-11-2019 11:58
Part 4



“Seperti Biasa, aku akan memberikan kata mutiara sebelum memulai rapat ini” kata seorang pria yang duduk tepat di depan ku.

“Kita memerlukan sekitar 2 tahun untuk belajar berbicara, tapi membutuhkan waktu yang lama bahkan mungkin seumur hidup kita untuk berhenti berbicara” kata pria tersebut.

Semua orang di ruangan menganggukkan kepala mereka.

Pria tersebut terlihat puas dan tersenyum.

30 menit berlalu.

Aku beranjak dari kursi ku dan berjalan menuju “Chamber of Death”.

Kunyalakan sebatang rokok ku, dan menghisap nya dalam-dalam.

Pria tadi memasuki ruangan merokok, dan mendekat kepada ku.

“Sepertinya anda sedang banyak fikiran” tanya nya.

“Ya, mungkin, beberapa hari ini aku berfikir tidak karuan, tapi itu tidak penting” jawab ku.

“Menurut anda,berapa berat botol air minum ini?” tanya pria tersebut kepadaku sambil menunjukkan sebotol air minum mineral di tangan nya.

“Entahlah, mungkin kurang dari satu kilo gram” jawab ku.

“Menurut anda,berapa lama anda bisa memegang botol ini dengan posisi tangan anda tegak lurus” lanjut nya.

“Mungkin satu atau dua jam, dan setelah itu tangan ku akan kebas” balasku.

“Tepat, seperti itulah pikiran manusia” kata pria tersebut.

“Terkadang kita terlalu memikirkan hal hal yang sepele begitu lama, sehingga akan terasa berat kita rasa” lanjutnya.

“Mungkin cerita nya akan berbeda bila anda bertanya ‘seberapa berat dan berapa lama aku dapat memegang sekaleng bir’” balas ku.

Dengan senyum kecut dia pun berlalu.

Ada Apa dengan pria ini?

Terkadang sangat mudah untuk memberi semangat kepada seseorang ketika orang tersebut ‘tidak peduli’ dengan semangat yang anda berikan.

Pun sebalik nya, akan sangat sulit memberi semangat kepada seseorang ketika orang tersebut peduli dengan ‘semangat’ yang anda berikan.
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
06-11-2019 10:50
Part 3

24 orang di dalam ruangan berukuran 6x5 meter.

Beberapa hanya bisa berdiri.

“ok, Safety”

Buka seorang pria di meeting pagi itu.

Sunyi.

Tak ada kata kata.

23 pasang mata menatap ku.

“Go ahead” kata seorang pria tua yang duduk disebelah ku.

“Go ahead untuk apa?” tanya ku.

“Kamu adalah seorang petugas keselamatan, biasanya engkau akan melaporkan issue-issue yang sedang panas di kapal ini, terlebih masalah keselamatan” jelas nya.

“tapi aku bukan ‘Safety’, aku hanyalah medic” balasku.

“Safety, Medic, doesn’t matter, you go first you cunt” kata seseorang di ujung sana diikuti dengan canda tawa semua orang di ruangan.

“Ok, selamat pagi, namaku john, aku adalah seorang medic, bukan safety, bila aku tidak salah membaca clausal contract yang aku tanda tangani” buka ku.

“Sepertinya aman aman saja, tidak ada yang special” lanjut ku.

30 menit kemudian, mereka membubarkan diri.

Seseorang menghampiri kursi ku, pria yang tadi membuka rapat.

“Apakah anda tidak tahu bahwa tugas anda disini adalah sebagai Petugas keselamatan, petugas medis dan seorang admin?” tanya pria tersebut.

Rahangku terjatuh, ‘menganga’, seakan tidak percaya.

“Next time you will open the meeting with STOP card review, Safety issues, Medical issues, and other shit that you need to address to all crew” lanjut nya.

“Tapi aku hanya seorang me..”

“Sshhh….”potong pria tersebut sambil menempelkan jari telunjuk kanan di mulut nya.

“Aku tidak peduli” lanjut nya sambil berlalu.
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
06-11-2019 10:44
Part 2

Sawatdee-krap

“Selamat Pagi Khun Jhon”

Seseorang menyapaku.

Senyuman nya begitu lebar.

Bagaimana bisa seseorang bisa tersenyum lebar di pagi hari ini?

Di kapal ini

“Selamat pagi Mr…” oh sial aku lupa nama tuan tersebut

Mungkin karena nama mereka terlalu sulit untuk di ucapkan

Segera ku koreksi:

“Good morning sir, you won a lottery lately?”

“hampir” balasnya

Aku hanya mengangguk-angguk kan kepala

“Another day in paradise Khun Jhon!”

Aku kembali menganggukan kepalaku sambil mengabil bungkus rokok di dalam saku celana.

Ku ambil sebatang dan ku apitkan di antara bibir ku.

Sesaat sebelum ku bakar dengan korek berlogo “Tokai”, tuan yang aku lupa namanya bertanya:

“Aku tidak tahu bila anda merokok”

“sesekali” jawab ku.

“Seharusnya anda menjadi contoh untuk crew kapal ini” balasnya dengan nada yang sedikit meningkat.

Aku pandang wajah tuan tersebut sebentar.

Beberapa detik kemudian ku bakar rokok ku.

Dan ku hembuskan asap rokok ku.

Hilang sangat cepat.

Mungkin karena angin yang kencang.

Di pagi ini.

“aku juga manusia, sama seperti anda”Jawab ku.

Sebentar tuan tersebut hanya menggelengkan kepalanya

Dan berlalu dari hadapan ku.
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye-cp3
Stories from the Heart
black-eye2
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia