Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
92
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc03b696df2311b5c7c10ee/ratni-kembali
Namaku Ratni, hari ini merupakan hari kelulusanku dari sebuah SMK jurusan tata kecantikan di suatu kota di Jawa Tengah. Pesta perpisahan penuh haru di sekolah telah berlalu, kini saatnya aku dan yang lain kembali kerumah melanjutkan jalan cerita hidup kami masing-masing.
Lapor Hansip
04-11-2019 21:53

Ratni Ke(m)Bali

Past Hot Thread
Gans..
Kalo elu baca anggap aja ini buku harian yang ga sengaja lu temuin di pinggir jalan atau di mana aja yang jelas elu ga tau siapa yang punya. Gue merasa perlu nulis cerita ini karena gue berharap satu orang di dalam cerita ini akan membacanya suatu saat nanti. So, mudah-mudahan thread ini ga didelete oleh yang berwenang dan suka ga sukanya kalian terhadap thread ini gue ga peduli karena gue tau sudah pasti ada satu orang yang sangat menyukai thread ini, yaitu gue.

Happy Reading

💖-------------------------💖


Ratni Ke(m)Bali


Quote:
Juli, 2012

Namaku Ratni, hari ini merupakan hari kelulusanku dari sebuah SMK jurusan tata kecantikan di suatu kota di Jawa Tengah. Pesta perpisahan penuh haru di sekolah telah berlalu, kini saatnya aku dan yang lain kembali kerumah melanjutkan jalan cerita hidup kami masing-masing.

"Nduk apa ndak sebaiknya kamu tinggal di rumah saja, lagian pernikahanmu sama erwin sudah ditetapkan tahun depan to"

Beberapa hari setelah kelulusan ibu bicara kepadaku, mungkin bermaksud mencegah keberangkatanku senin depan. Oiya, dulu saat masih sekolah aku prakerin di sebuah salon kecantikan yang memiliki cabang hampir di setiap kota besar di Indonesia. Kebetulan pusatnya memang berada di kotaku dan kebetulan juga setelah lulus mereka langsung menerimaku bekerja di sana sebagai beautician tanpa perlu di training lagi.

"Ndak bisa buk, aku udah terlanjur tandatangan kontrak e. Nanti kalo tak batalkan kena denda buk, jutaan"

"Lagian aku di tempatkan di Denpasar cuman 1 tahun. September tahun depan aku sudah pulang kok buk, nikahku kan Desember jadi ya masih bisa lah aku kerja dulu buat bantu-bantu bapak sama ibu juga."

Mendengar jawabanku itu ibu hanya bisa mengiyakan dan mendoakan yang terbaik untukku. Beberapa hari yang lalu, tepatnya sehari setelah kelulusan aku dan Erwin pacarku bertunangan. Hari pernikahan kami sudah di tetapkan. Ada yang aneh pada diriku, entah kenapa aku tidak senang dengan rencana pernikahan ini. Erwin pacar yang baik tapi entahlah, ketika tau akan menikah aku tidak bisa menggambarkan rasa tidak suka ini. Ingin menghilang rasanya dan aku merasa beruntung mendapat pekerjaan yang mengharuskan aku jauh darinya.

"Nduk, jaga dirimu baik-baik di sana. Jangan nakal, jangan lupa ibadah, jangan lupain mas ya, hehe"

Senin pagi hanya Erwin yang mengantarku ke Adisucipto, tampak berat dirinya melepasku pergi ke kota yang belum pernah kami datangi. Raut sedih nampak jelas di wajahnya, tapi aku tidak sama sekali merasakan hal yang sama dengannya. Aku sudah tak sabar, aku senang, aku bebas! Begitu pikirku, namun jelas tak ku tunjukan padanya.

"Iya mas, kamu juga ya. Yaudah aku tak masuk kedalem mas, mau check in. Kamu pulang aja, hati-hati ya".

Kucium tangannya lalu segera melangkah menuju tempat check in tanpa menoleh lagi ke arah Erwin. Singkat kata aku sudah di kursi pesawatku, Loin Air. Tepat pukul 7.30 pesawat lepas landas mulai meninggalkan kotaku menuju kota baru dengan cerita baru yang menanti di sana.

Denpasar, entah kenapa kota ini membuatku bersemangat...



Nb. Cerita lanjut next day tiap malam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lukakelana dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 5
Ratni Ke(m)Bali
10-11-2019 14:56
Quote:Original Posted By megaut
Haha lanjut kok gans....
Dps mana gans, deket mess ratni ga? Hahah


Ane di renon, dari MBG agak jauh sekitar 20 menit lah..
Lanjut gelar tiker dolo.. emoticon-Toast
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
11-11-2019 04:11
Ijin tersesat dimari ahhh emoticon-Traveller
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
11-11-2019 10:11
Bagian 5

Quote:Merantau memang enak kalau bisa dapat tempat tinggal gratis seperti di mess ini, ada banyak temannya pula. Hanya saja kami kaum wanita tidak lepas dari yang namanya bergosip, siapa yang tidak ada sudah tentu dia yang akan dijadikan bahan obrolan. Selain itu ada satu hal yang hilang bila tinggal rame-rame seperti ini, yaitu privasi. Kepowati ada dimana-mana, haha.. pulang malem dikit, atau keluar sama siapa ada aja yang pengen tau. Jangankan begitu, saat baru selesai terima telpon atau smspun ga jarang ditanyain. "Dari siapa?" Wu dasar kepo!

Malam ini gue baru aja selesai telponan atau lebih tepatnya di telpon Erwin, telponnya tak angkat karena males aja kalo dia ngadu lagi sama ibuk. Pernah beberapa kali telpon dan smsnya ga gue gubris dan hasilnya ibuk malah marah-marah nelpon ke gue. Percakapan kami tadi ga jauh-jauh dari ungkapan kangennya, dan pertanyaan-pertanyaan standar orang pacaran. Udah maem? Lagi apa? Udah maem? lagi apa? Gitu terus sampai panas rasanya telinga ini kiri kanan. Yang bikin gue lemes malam ini adalah obrolannya tentang rencana pernikahan kami.

"Seandainya nanti kita sudah menikah mas akan jadi suami yang bla bla bla......" Begitu katanya Erwin tadi dan gue cuman bisa ha ah ho oh doang dengerin semua kampanyenya. Haha!

Baru lulus SMK dan akan segera menikah, gue melamun berpikir tentang hidup nantinya akan seperti apa. Gue takut, tapi ya sudahlah. Yang akan terjadi silahkan terjadi, gue pasrah tapi sebelum menikah gue pengen bebas ngejalani apa yang gue mau.

"Woi lailatul ngapain bengong lu!?" Candra ngagetin gue yang emang lagi bengong di sofa ruang tamu. Dia nampak baru pulang entah darimana. Yang penting dia selalu membawa bungkusan buat gue.

"Woi lailatul lailatul seenak jidat lu ganti nama orang, btw apa ini? Buat gue kan?"

"Iya rat, dimaem ya itu nasi jinggo kalo 1 kurang 2 pas rat makanya gue beliin dua spesial buat elu. Haha, btw ngapa ngelamun lu, baru juga tadi gajian.. hepi donk rat!"

"Ya kaga napa-napa, kepo lu ah! Btw ini makasi ya can, sering-sering aja lu kek gini. Haha"

"Iya kalo ada rejeki gampang rat, lha wong cuman 3rb doang kok sebungkusnya".

"Hah? Ya ampun mahal can, tempat gue cuman seribuan kok."

"Hahaha itu nasi kucing rat! Ya sudah makan sana, gue mau ganti baju."


Candra berlalu ke kamarnya, sementara gue mengambil sendok di dapur. Nasi bungkus daun pisang ini isinya ternyata lebih banyak dari nasi kucing, sederhana lauknya hanya suiran ayam, kacang tanah dan tempe manis serta sedikit osengan sayur atau terkadang di ganti dengan mie. Walau begitu sambalnya mantap menurut gue, bikin nagih cuman memang tergantung tempat belinya sih.

Nasi jinggo ke dua sedang gue nikmati ketika Candra kembali ke ruang tamu tempat gue berada.

"Wih rat, laper apa doyan lu? Haha, gimana mantapkan pedesnya?"

"Ho oh, beli dimana nih, besok-besok mau lagi donk!"

"Di imbo rat, gue beli sama bli komang kok tadi. Oiya besok kita libur bareng lagi lho, jalan yuk!?"

"Halah jalan gimana can, elu suruh gue nangkring di spion lagi? Hm no way can!"

"Haha kali ini engga Rat, besok rencana gue sama bli komang mau ke Tanah Lot, kalo elu mau ikut nanti gue kabarin dia biar ajak temennya satu lagi. Gimana?"


Tanpa menunggu jawaban gue sicandra tampak menelpon bli komangnya itu, mengabari kalau besok pagi gue bakal ikut ke Tanah Lot. "Ya, ya, oke, bye, sampe jumpa besok bli komang...." Begitu kata terakhir yang gue denger sekembali gue dari dapur, minum, nyuci dan naruh sendok bekas maem tadi.

"Rat besok lu ikut ya, tadi bli komang udah sanggupi besok bakal bawa temennya buat ikut kita, namanya bli putu"

"Hm, iya deh..btw elu kenal sama temennya?"

"Kenal kok rat, yaudah ya besok mereka jam 9an sudah jemput. Gue sekarang mau telponan sama orang rumah dulu, awas lu sana pergi ke kamar. Hush hush, hahaha!"


Gue berlalu dari sana dan menuju kamar, sebelum masuk menutup pintu gue panggil candra, "Can makasi ya" dia hanya tersenyum sambil mengacungkan jempol tangan kanannya karena yang tangannya yang kiri sedang menahan hp di telinga. Di kamar nampak Linda yang juga sedang telponan, hm... Yah memang di mess ini jam-jam kalong seperti ini adalah jamnya telpon-telponan, sebab jamnya gratisan. Hahaha.

Terlelap di sebelah orang yang sedang asik telponan memang menyebalkan tapi mau bagaimana lagi, gue coba biasakan diri dengan situasi seperti ini. Merem dan sabar adalah kuncinya, haha mesti tidak efektif tapi bila saatnya tiba tidur adalah sebuah kepastian buat gue.

Met bobok..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lumut66 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Ratni Ke(m)Bali
11-11-2019 10:14
Quote:Original Posted By indrabayu.com
Ane di renon, dari MBG agak jauh sekitar 20 menit lah..
Lanjut gelar tiker dolo.. emoticon-Toast


Quote:Original Posted By revooolution26
Ijin tersesat dimari ahhh emoticon-Traveller


Silahkan gans...
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
Lapor Hansip
11-11-2019 13:50
Balasan post megaut
Kayaknya bakal ada sesuatu nih....Tungguin ah..
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
11-11-2019 22:31
nitip sandal ah
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
12-11-2019 11:55
Bagian 6

Quote:Bangun pagi sinar mentari hangat di hati
Seiring Bob Marley nyanyikan lagu kita
Aku belum mandi dan gosok gigi
Aku sudah di air
Dengan segelas kopi kupandang lautan lepas...


Haha itu lirik lagu tapi ga tau judulnya apa yang jelas setiap pagi jam 7 lagu ini pasti gue denger dari radio yang gue setel di hp. Asing pertama kali tapi lama-lama jadi asik dengernya sekalian juga sebagai pertanda waktu buat gue. Setiap hari dari jam 7 sampai jam 9 gue mau berangkat kerja, gue selalu dengerin saluran radio GM ini. Enak-enak lagu yang diputer, pop indonesia yang hits tapi bukan yang terbaru..

Pagi ini gue sudah bersih-bersih, nyuci baju dan mandi. Hp sengaja gue setelin radio terus biar sampai habis batrenya. Gue duduk dengan Candra di teras mess sambil ngobrol ringan sampai kemudian tepat jam 9 bli komang dan seorang lagi datang menjemput dengan membawa motor masing-masing. "Syukurlah" gue ngebatin melihat mereka yang datang, akhirnya gue beneran duduk di jok belakang motor bukan nangkring di spion. Agak surprise ketika cowok yang ikut bli komang saat membuka helmnya gue lihat itu adalah wicak. Mereka menyapa kami lalu kemudian ikut duduk di bangku teras yang panjang ini.

"Rat ini kenalin bli komang, eh kalian udah kenal ya haha. Itu lho Rat kenalin namanya putu wicaksana putra." kata Candra.

Gue dan bli komang sudah berkenalan beberapa waktu yang lalu begitu juga dengan wicak, gue sebenarnya sudah kenal tapi entah kenapa candra sepertinya lupa. Walau begitu gue dan wicak tetap bersalaman menyebutkan nama masing-masing lalu kemudian tertawa berbarengan. Candra nampak keheranan dan bertanya ada apa.

"Can, gue sama wicak ini udah kenal kok. Dulu dia kan yang jemput gue di bandara."

"Lah iya gue lupa, haha. Heh cak elu kok ga bilang kemaren di telpon kalo udah kenal?"

"Elunya ga nanya can, lagian lu ngomong di telpon ga bisa di sela. Haha.. udah ah ayo berangkat, elu bareng gue ya can biar bli komang sama ratni, hehe?!"


Aseli gue kaget denger katanya wicak yang terakhir itu. Tapi gue lega karena ternyata wicak cuman mau godain candra dan bli komang yang sedari tadi senyum-senyum doang. Ada sedikit kendala sebelum berangkat tapi bisa disiasati, kami kekurangan helm atau tepatnya gue ga punya.

"Rat elu ada jilbab, kain, taplak, selendang atau apalah?" Tanya wicak ke gue.

"Jilbab ga bawa cak, adanya kain. Buat apa sih?"

"Nah buru gih ambil, lu pakek buat kerudung. Buat gantinya helm, tenang pokoknya aman."


Tanpa banyak bertanya gue ambil kain yang gue punya untuk mengerudungi kepala ini. Bli komang pun tampak manggut-manggut mengiyakan saran dari wicak itu. Menarik buat gue sebuah kenyataan di sini, kata wicak kerudung, peci, atau penutup kepala lainnya seperti udeng dsb yang berhubungan dengan adat dan keagamaan bila kita pakai saat sedang naik motor tidak akan di tilang polisi. cmiiw.

Perjalanan ke Tanah Lot di mulai...
Awal dari malu-malu yang menjadi malu-maluin...
Diubah oleh megaut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lumut66 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Ratni Ke(m)Bali
12-11-2019 11:57
Quote:Original Posted By jiyanq
Kayaknya bakal ada sesuatu nih....Tungguin ah..

Selamat menunggu gans....
Quote:Original Posted By ksbbali
nitip sandal ah

Kalo nitip sepasang ya brae
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
12-11-2019 11:58
kwkekeke
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
Lapor Hansip
12-11-2019 12:58
Balasan post megaut
Cerita oke,gaya bertutur juga iyes,sayang dikit banget...
Sorry,sis. Tapi over all oke kok. emoticon-Toast
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
12-11-2019 21:15
Quote:Original Posted By jiyanq
Cerita oke,gaya bertutur juga iyes,sayang dikit banget...
Sorry,sis. Tapi over all oke kok. emoticon-Toast


Yang penting kalo ada yang kurang menurut elu inget lagi pembukaan trit ini ya gans...
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
12-11-2019 21:16
Bagian 6+

Quote:Ada jarak kurang lebih satu jengkal antara gue dan wicak saat ini dalam perjalanan menuju pantai Tanah Lot. Kami berjalan beriringan, bli komang dan candra di depan sementara gue dan wicak ngikut di belakang mereka. Dari mess di jalan GC kami terus berkendara ke arah barat melalui jalan sunset road hingga ujung jalan itu tembus ke daerah seminyak atau kerobokan, gue lupa haha. Yang jelas sampai di sana kami semua mampir dulu di sebuah warung tipat cantok namanya. Gado-gadonya orang Bali. Candra memesankan menu untuk kami semua ketika kami sudah duduk di satu meja makan yang sama.

Lumayan rasanya apalagi kebetulan gue memang sedang lapar, tipat cantok ini berupa potongan ketupat, tahu dan sayur yang diberi bumbu kacang. Di warung itu candra seperti orang kalap gue lihat, ga cukup dengan seporsi tipat cantok dia masih memesan makanan yang lain lagi. Bulung nama makanan yang dia pesan, semacam rumput laut yang diberi kuah pedas. Gue yang penasaran mencoba, dan ternyata gue suka. Ya beneran gue suka, pedasnya pas bikin nagih tapi ya tetep gue ga pesen lagi, malu sama wicak. Hahaha..

Setelah itu semua perjalanan kami lanjutkan pas di tengah hari. Panasnya cuaca tidak begitu gue khawatirkan, maklum gue ga pernah lupa pake krim pagi sebelum berangkat kemanapun dan krim malam menjelang tidur.

"Rat apa kabar?"

"Hah? Apa cak?!" Kabar?"

"Hahaha, daritadi gue laper banget rat, bawaannya lemes, mata sepet, arah mata angin juga ga jelas tadi gue lihat."

"Sebelum makan?"

"Iya Rat!"

"Lah sekarang setelah makan?"

"Jelas semua rat, bahkan elu udah kelihatan cantik lagi rat walau sekarang ini elu di belakang gue, kelihatan rat, hahaha".

"Apasih cak dasar gila! Jadi daritadi lu diem itu karena laper ya? Hahaha"

"Hahaha iya rat!"

"Woalah kirain kesambet setan elunya."

"Iya kesambet setan cantik bernama ratni, haha!"

"Wuu dasar gila!"


Gue menoyor kepala wicak saat mengatakan kata yang terakhir itu, dan entah kenapa gue bisa "ga sopan" seperti itu. Tapi ada suatu kelegaan yang ga pernah gue rasain sebelumnya. Dekat wicak gue merasa bisa enteng mengeluarkan siapa sebenarnya gue ini. Nyaman, mungkin itu kata yang lebih tepat. Setelah gue toyor kepalanya, dia malah menggaruk-garuk helmnya seakan itu adalah kepalanya yang sedang gatal.

"Cak, emang tembus ya?"

"Hahahaha!"


Begitulah sepanjang perjalanan kami habiskan dengan banyak bercanda sambil sesekali Wicak menjelaskan nama-nama daerah yang kami lalui sebagaimana layaknya seorang tour guide kepada tamunya. Ini daerah Kerobokan kemudian daerah Munggu dan entah apa lagi gue lupa namanya hingga akhirnya setelah kurang lebih berkendara selama 1 jam dari warung tipat cantok tadi kami sampai di pintu masuk Pantai Pura Tanah Lot.

Setelah membayar karcis masuk dan memarkir motor kami mulai berjalan kaki memasuki areal tempat wisata ini. Bagi wanita yang sedang datang bulan tidak diperkenankan datang kemari karena ini merupakan kawasan suci dan kalau melanggar pantangan tersebut bisa celaka katanya. Gue percaya itu karena prinsip memang dimanapun bumi dipijak maka disana langit dijunjung. Kami berjalan melewati banyak sekali artshop sebelum sampai di tepian pantai.

Panas terik udara tidak menjadi penghalang gue untuk bilang wow dengan pemandangan yang ada di depan mata ini. Waktu terbaik untuk kemari adalah senja kalau kata wicak dan bli komang karena bisa melihat sunset dari sini. Sebuah Pura di tengah lautan membuat gue bertanya-tanya dalam hati, bagaimana caranya masyarakat disini bila melakukan ibadahnya di sana.

"Ini airnya lagi pasang, nanti kalau surut akan kelihatan kok ada bebatuan yang membentuk jalan menuju ke Pura itu."

Begitulah bli komang menjelaskan ketika kutanyakan hal itu. Disini juga ada sebuah gua yang terdapat ular di dalamnya, tapi gue ga lihat karena takut. Berjalan ke sebelah kanan ada lagi sebuah tempat yang bagus dan lumayan teduh, dari sini gue bisa melihat sebuah tebing yang bolong di tengahnya, keren. Haha, kalau pas sunset katanya lebih keren lagi karena sinar mataharinya masuk tembus ke sana katanya.

Di tempat memandang tebing bolong itu kami mengambil posisi masing-masing berpasangan saling menjauh. Candra dengan bli komang dan gue dengan wicak. Di bawah sebuah pohon dan beralaskan rumput kami duduk berdua.

"Rat, elu selama di sini udah kemana aja?"

"Baru ini cak gue keluar, kemaren-kemaren libur ga ada temennya.hehe"

"Oh, nomer gue masih kok yang dulu."

"Trus?"

"Nabrak! hehe, eh rat elu tau ga mitosnya disini?"

"Engga cak, emang ada apa?"

"Konon ni ya, kalo kesini ga boleh sama pacar nanti bisa putus."

"Hah, masa iya sih cak?"

"Believe or not aja sih rat, tapi tenanglah kita kan ga pacaran. Masa iya kita putus sebelum pacaran, haha"

"Haha bisa aja lu cak, gue ga mau pacaran dulu sorry cak!"

"Hah? Yang mau jadiin lu pacar siapa gemblung! Gue cuman sedikit khawatir sama candra rat, mereka berdua keknya pacaran deh."

"Kenapa cak? Elu suka ya sama candra, ciyee.."

"Bukan rat, dia itu udah gue anggap kakak yang baik hati dan tidak sombong rat. Haha, gue berharap dia segera ketemu jodohnya, trus nikah soalnya lu tau sendiri sebenarnya umur dia sudah layak panen!"

"Hahaha, embuh cak! Balik yuk!"


Wicak menganggap candra itu kakak dan gue senang tau hal itu, sebelum pulang gue membeli sebuah gelang sebagai tanda aja kalau gue dari sana. Di perjalanan pulang jarak antara kami masih tetap sekitar sejengkal. Ada saja yang diobrolin wicak yang katanya untuk menghilangkan kantuk. Apapun itu selalu membuat gue antusias mendengarnya, apalagi jika tentang dirinya.

Bersama wicak gue bisa bebas menjadi diri gue yang sebenarnya, entah kenapa tapi yang jelas gue suka...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lumut66 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Ratni Ke(m)Bali
13-11-2019 23:35
Bagian 7

Quote:"Wicak terimakasih ya untuk hari ini."

Itu sms yang gue kirim ke wicak malam ini setelah tadi dari pantai Tanah Lot. Sejam, dua jam bahkan sampe beberapa hari kedepan ga ada balasan darinya, ish!! Padahal gue inget betul dia bilang nomornya masih sama. Gue coba miskol pake privat nomer nyambung, tapi kenapa ga di bls sms gue!! Setiap sms masuk selalu gue harap dari dia tapi ternyata bukan, kalo ga Erwin ya operator. Huh!

Semakin hari penghuni mess semakin berkurang, ada yang sudah balik di tempatkan di kota asal dan ada juga yang memilih kos. Mess ini katanya memang di sewa perusahaan cuman 6 bulan untuk menampung karyawan dari kantor pusat sementara menunggu kantor Bali ini mendapat karyawan yang berdomisili di sini. Waktu pertama kali gue ke sini mess ini sudah jalan 3 bulan dan sekarang sisa kurang dari 2 bulan masa kontraknya.

"Can besok kan gue libur nih sendirian pula, bisa minta tolong bli komang anterin cari kosan ga?" Tanya gue suatu siang di kantor waktu jam istirahat.

"Hm...nanti lu apa-apain bli komang gue lagi rat,haha.. hm.. yaudah sebentarcoba gue tanyain dulu ya, lu tunggu kabar aja nanti dari gue."

"Iya, makasi banyak can."


Gue berlalu meninggalkan candra karena di panggil untuk megang pasien perawatan. Hari ini pasien yang perawatan cukup ramai hingga akhirnya waktu yang dinanti-nanti tiba, apalagi kalau bukan jam pulang haha. Seperti biasa candra dijemput sama bli komang.

"Ratni besok jadi ya tapi sore-sore, lu tunggu aja di mess, ok!"

"Oh iya, sekali lagi makasi can!"


Candra berlalu bersama bli komangnya, sementara gue hanya berdua dengan Linda berjalan kaki menuju mess karena Erna ternyata sudah ada yang jemput juga. Kadang jauh kadang dekat rasanya jarak antara mall ini dengan mess bila ditempuh dengan berjalan kaki. Semua tergantung isi dompet, haha.. skip!

Hari ini gue bangun agak siang, maklum libur dan semalem gue habis lembur cuci pakaian, anak-anak mess sudah berangkat rupanya tinggal gue sendirian di sini. Mau bersih-bersih mess kok ya eman rasanya, keenakan yang lain. Akhirnya gue cuma malas-malasan seharian hingga jam 5 sore ada suara motor gue denger berhenti di depan pagar mess yang sengaja gue gembok. Bli komang sudah datang itu dugaan gue tapi ketika gue lihat dari pintu mess itu bukan dia. Motornya gue kenal, wajah orangnya apalagi. Yes, eh kok yes sih.haha! Ya itu Wicak! Gue bergegas membukakan gerbang dan mempersilahkan duduk di bangku teras.

"Rat maem dulu ya kita, ini gue beli 2 bungkus. Ambilin sendok donk."

"Eh iya cak, tunggu."


Gue manut dengan apa yang dia suruh, setelah mengambil sendok kami makan berdua. Duh pas banget orang ini dateng bawa maem pas gue laper, begitu pikiranku saat itu. Tapi ada angin apa ya dia kemari.. mana sebentar lagi bli komang katanya mau ke sini lagi... Duh jadi ga enak..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
lumut66 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Ratni Ke(m)Bali
13-11-2019 23:57
Keren judulnya, kreatip gitu, dalam satu kalimat tersampaikan 2 ide, kembali ke Bali? Semoga gak salah, baru baca judul soalnya. Ok, numpang baca dulu ya gan...
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
14-11-2019 12:23
Quote:Original Posted By lukakelana
Keren judulnya, kreatip gitu, dalam satu kalimat tersampaikan 2 ide, kembali ke Bali? Semoga gak salah, baru baca judul soalnya. Ok, numpang baca dulu ya gan...


Gue juga baru ngeh gitu artinya gans...
Happy reading aja ya
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
14-11-2019 21:24
Bagian 7+

Quote:Senang dan kenyang tentu saja gue rasakan karena wicak kemari plus membawa makanan untuk kami. Gue lahap diapun lahap, setelah makanannya habis dia minum dan kemudian menyalakan rokok. Ga suka sebenarnya melihat dia merokok tapi apalah daya gue bukan siapa-siapanya. Sendok bekas makan kami gue bawa ke dapur sekalian bikinin wicak kopi, tanpa dia minta dan tanpa gue tanya.

"Ini cak kopi buat elu, cobain dulu jarang-jarang gue buatin kopi ke orang.hehe"

"Eh iya makasi rat, kok elu bisa baca pikiran gue pengen ngopi?"

"Haha ga gitu lah, kalo orang ngerokok biasanya kan ngopi juga cak sama kek bapak dirumah setiap rokokan mesti minta dibikinin kopi."

"Elu yang bikinin?"

"Ya ndak mesti kadang ibuk kadang gue."

"Oh, pantes enak rat kopi buatan elu. Ga manis ga pait, pas kek elu."

"Heleh! Apaan sih cak! Eh ngomong-ngomong elu ada angin apa nih bisa kesini?"

"Lho katanya elu minta gue anter cari kosan rat, kemaren candra yang bilang di telpon. Kata dia elu ga ada pulsa makanya minta tolong dia nelponin gue."

"Hah?! Eh iya iya, he eh cak. Hm... Telpon dari candra lu angkat cak, gue sms aja ga pernah lu balas, dasar som lu ya!"

"Haha bukan gitu Rat, nih lihat."


Wicak menunjukan hpnya ke gue, ternyata layarnya blank, hidup tapi tak ada gambar hanya lampu. Gue coba miskol ternyata cuma getar dan kedap kedip doang. Hm pantas saja, syukurlah gue lega tau itu penyebabnya.

"Kemaren candra telpon pas hp ada di depan mata rat, gue angkat ternyata dia."

"Haha pantes aja ya cak, trus itu hp rusak kenapa dibawa-bawa bukannya diservis?"

"Baru gajian tadi gue Rat, hehe..ini hp gue bawa buat jaga-jaga aja haha. Nanti sekalian mampir ke service hp dulu ya Rat."

"Iya manut cak, yang penting elunya ga gue repotin maksud gue hari ini elu ga ada kuliah kan?"

"Ada sih, tapi gue udah titip absen kok dari semalem demi elu!"

"Heleh gembel!! Ayo ah, berangkat sekarang ni?"

"Gak, taon depan rat! Haha..."

"Wicak!!!"


Kali ini kali kedua gue berboncengan dengan Wicak, jarak di antara kami masih satu jengkal. Beberapa hari yang lalu gue udah sempat beli helm, yah walaupun belum punya motor tapi ga ada salahnya juga kan. Yang penting mentalnya dulu yang sudah nyampe, kalau misal kita pengen jadi pemimpin walaupun saat ini bukan siapa-siapa tapi kalo sudah punya mental pemimpin lama-lama pasti akan jadi pemimpin tapi tentu harus ada usahanya juga. Jadi kalo sekarang gue udah punya helm lama-lama pasti gue punya motor, hehe.

Tujuan pertama kami adalah tukang servis hp di daerah Denpasar yang di sepanjang jalan menuju kesananya banyak terdapat kios penjual bunga. Kalo orang sini atau sudah lama tinggal di sini pasti tau daerah mana yang gue maksud, saat valentine jalan ini pasti lebih macet dari biasanya dan di sini juga terdapat supermarket terkenal di kota ini, ada kolam renangnya.

"Rat tunggu aja sebentar ya, kata tukang servisnya cuman ganti LCD. Sabar ya."

"Iya cak, santae wae lah."

"Itu mess kapan habis kontraknya rat? Harus dapat kosan sekarang ya?"

"Masih kurang dari 2 bulan sih cak, cuman kalo bisa dapet lebih cepat kan lebih baik to."

"Oh gitu, hm.. besok atau lusa deh ya gue cariin sendiri kosan buat elu Rat, udah mau malem nih ga enak kalo cari kosan."

"Iya Cak gue manut, makasi banyak ya. Eh itu keknya hp lu udah jadi deh."

"Oh iya, sebentar Rat gue ambil dulu."


Hp Wicak tampaknya sudah bener, sedari tadi untuk beberapa saat dia sibuk dengan hp "baru"nya. Nomor gue dimiskolnya beberapa kali dan konyolnya sms gue yang sudah lewat sekian hari dibalasnya juga,
"Sama-sama Rat terimakasih juga untuk hari ini. Btw lu lg ap?"
Konyol ya dia dan entah kenapa gue ikut-ikutan konyol dengan langsung membalas smsnya itu,
"Lg keluar nih sm cow, tapi skrg ga tau mau d ajak kmn!"

"Haha... Eh rat elu sibuk banget keliatannya, smsan sama siapa sih?"

"Woalah embuh cak! Hahaha..."

"Hehe.. nyari kosannya dipending kan ya, sekarang elu pengen kemana rat gue anterin!?"

"Hm..gue pengen tau alun-alun sini Cak."

"Hm..ada dua sih, yaudah ayo naek kita berangkat."


Kami pergi dari tempat service hp itu, jarak gue dengan wicak di atas motor masih tetap sejengkal. Dia mengarahkan motornya mengikuti jalan yang gue lihat memang satu arah dari tadi...
profile-picture
profile-picture
lumut66 dan ariid memberi reputasi
2 0
2
Ratni Ke(m)Bali
15-11-2019 16:21
lu ngetik cerita ut
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
15-11-2019 17:26
Quote:Original Posted By kucingkuncung
lu ngetik cerita ut


Iya cung
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
15-11-2019 17:47
Quote:Original Posted By megaut
Iya cung


Cerita tentang apa ut
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
15-11-2019 17:50
Quote:Original Posted By kucingkuncung
Cerita tentang apa ut


Lu bacalah cung masa gue kasi tau lagi.
0 0
0
Halaman 3 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye-cp3
Stories from the Heart
black-eye2
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia