News
Batal
KATEGORI
link has been copied
59
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dba9db7f0bdb2273d075b71/anies-salahkan-e-budgeting-buatan-ahok-djarot-tergantung-manusianya
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap sistem rancangan anggaran secara digital alias e-budgeting sebagai penyebab adanya anggaran yang kontroversial, seperti lem aibon Rp 82 miliar. Pendahulunya, Djarot Saiful Hidayat menyebut kesalahan pada sistem e-budgeting tergantung pada manusia yang memasukkan data. E-budgeting sendiri dibuat oleh Gubernur era Basuki Tjahaja Purnama atau
Lapor Hansip
31-10-2019 15:39

Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya

Quote:Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap sistem rancangan anggaran secara digital alias e-budgeting sebagai penyebab adanya anggaran yang kontroversial, seperti lem aibon Rp 82 miliar.

Pendahulunya, Djarot Saiful Hidayat menyebut kesalahan pada sistem e-budgeting tergantung pada manusia yang memasukkan data.

E-budgeting sendiri dibuat oleh Gubernur era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Djarot selaku Wakil Ahok saat itu, menganggap petugas yang menginput data berperan besar kalau terjadi kesalahan pada e-budgeting.

"Sebetulnya sistemnya itu tergantung pada yang menginput, tergantung manusianya juga siapa yang menginput," ujar Djarot saat dihubungi, Kamis (31/10/2019).

Namun, Djarot menganggap seharusnya yang memasukan data anggaran tidak bisa sembarangan orang.

Pasalnya, untuk mengakses e-budgeting dan menginput data, dibutuhkan kode sandi khusus.

"Makanya yang begitu harus punya PIN, kode akses untuk masuk. Enggak bisa semua orang bisa masuk input," jelasnya.

Dengan begitu, kata Djarot, jika ada dugaan oknum yang melakukan kesalahan input data bisa diketahui.

"Nah oknum-oknum itulah yang menginput siapa? Kan masing-masing punya password, enggak bisa sembarangan," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah pengadaan dalam rancangan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tahun 2020 masih bermasalah.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut sistem e-budgeting adalah penyebabnya.

Masalah yang muncul soal anggaran itu adalah viralnya anggaran untuk beli lem aibon senilai Rp 82 miliar dan bolpoin Rp 123 miliar.

Anies menganggap dua hal itu merupakan komponen dari kegiatan yang belum dibahas sampai rampung.

Anies menjelaskan, dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), pihaknya hanya merencanakan sampai kegiatan dan jumlah anggaran.

Sementara sistem e-budgeting mengharuskan pihaknya mencantumkan komponen kegiatan.

E-Budgeting adalah sistem penyusunan anggaran buatan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sistem ini dibuat untuk memudahkan Pemprov dalam menyusun anggaran.

Mantan Mendikbud ini menganggap sistem digital ini tidak sepenuhnya otomatis. Menurutnya untuk melakukan verifikasi rancangan anggaran, masih harus dilakukan secara manual.

"Ini sistem digital tetapi masih mengandalkan manual sehingga kalau ada kegiatan-kegiatan, jadi gini ketika menyusun RKPD di situ diturunkan bentuk kegiatannya," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

https://www.suara.com/news/2019/10/3...ung-manusianya


Ayo wan jangan mau kalah.. emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 20:43
Quote:Original Posted By Unapzeus
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Ini artinya apa ya? Apa satuan bisa dimasukkan secara manual gitu, tanpa ada proses verifikasi di tingkat SKPD?

Soal transparansi ane sangat setuju dan sebetulnya bagus. Tapi misal rencana anggaran belum masuk ke tahap pembahasan, memangnya ngapain juga mesti dipublikasi? Apa fungsi SKPD kalau begitu? Udah aja berdasarkan aspirasi masyarakat aja. Ajakin musyawarah sambil ngopi-ngopi.

Emang sih medianya yang terlalu keblinger kata ane mah. Sama yang pertama viralin tuh. Emang dasar musuhnya Anies aja, semua kesalahan di Jakarta pokoknya karena ulah Anies.

Iya juga ya. Buat afa gunanya petugas kebersihan kalo masyarakat bisa buang sampah di tempat sampah?

emoticon-Wow
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1 0
1
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 20:42
Gabener over smart emoticon-Ngakak

Bata only!
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 20:41
Balasan post gabener.edan
Quote:Original Posted By gabener.edan


sebagai pemimpin wan aibon tetap harus bertanggung jawab dan salah....

Salahnya wan aibon apa? karena dia adalah pemegang hak belanja tuk daerahnya dan bertanggung jawab akan hal tersebut....

Itulah tugas paling utama dari pemimpin di daerah maupun negara...

Kalo ente bilang wan aibon kagak salah berarti ente gobloknya natural ...

Ente pernah liat kasus andi mallarangeng...

Doi kagak korupsi tapi doi tetap bersalah karna lalai dan terjadi lah korupsi di departemennya...

Sistem yg ente bilang itu sudah di terapkan di dunia per ojolan dalam setahun belakangan ini...

emoticon-Cool


Salah ngganya kan keputusan kejaksaan, gan emoticon-Ngakak
Ane sih komentar lebih ke sistemnya aja. Dan pada kasus APBD Jakarta, aibon yang katanya dianggarkan 82 miliar itu untuk sekolah, mestinya pihak sekolahnya dulu yang dikoreksi, bukan wan abudnya. Kecuali yang tampil di aplikasi betul-betul yang sudah diloloskan oleh wan abud. Begitu, gan.

Dengan sistem yang pintar, yang salah akan ketahuan di tingkat mana. Maka itu ngga baek asal ada sistem buat publikasi doang mah.
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1 0
1
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 20:41
Balasan post Unapzeus
@Unapzeus

kapan gue ngomong "ahok ngegas lo bilang prestasi" ????


Kalau memang itu dari anggaran sekolah, berarti di sistem belum ada validasi pagu anggaran dong? Mana ada sekolah bisa menganggarkan segitu besar kalau pagunya sudah dibatasi?


TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat mengaku keliru saat memasukkan anggaran lem aibon sebesar Rp 82 miliar dalam APBD DKI Jakarta 2020. Kepala Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, Sudarman, mengaku dirinya salah saat memasukkan anggaran itu.

"Yang masukan itu saya, saya salah pilih komponen, saya keliru," ujarnya di Balai Kota, Rabu 30 Oktober 2019.

sumur

apa masih salah sistem? pertanyaan gue belum dijawab gimana caranya memprogram smart feature yang bisa menolak entry pembelian ketika parameter yang dinput masih dalam batas wajar.....parameter apa yang bisa dipakai untuk menilai pembelian tsb bukan pemborosan.....
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 20:34
Balasan post baniwahyudi
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Ini artinya apa ya? Apa satuan bisa dimasukkan secara manual gitu, tanpa ada proses verifikasi di tingkat SKPD?

Soal transparansi ane sangat setuju dan sebetulnya bagus. Tapi misal rencana anggaran belum masuk ke tahap pembahasan, memangnya ngapain juga mesti dipublikasi? Apa fungsi SKPD kalau begitu? Udah aja berdasarkan aspirasi masyarakat aja. Ajakin musyawarah sambil ngopi-ngopi.

Emang sih medianya yang terlalu keblinger kata ane mah. Sama yang pertama viralin tuh. Emang dasar musuhnya Anies aja, semua kesalahan di Jakarta pokoknya karena ulah Anies.
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 20:09
Quote:Original Posted By Unapzeus
Apa bedanya sih sama ente yang setuju kalo anies ngga bisa kerja dan semua media itu valid semua? emoticon-EEK!

Bedanya ane punya bukti kongkrit yg bisa diverifikasi publik emoticon-Embarrassment
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
0 0
0
Lihat 1 balasan
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 20:04
Quote:Original Posted By Unapzeus
@obnoxiouspussy Ahok ngegas lo bilang prestasi. Sial emoticon-Ngakak

Ok deh, ane kalemin nih.

Karena ente nanya begitu, jadi lebih jelas kesalahan emang ada di sistem. Begini, gan. Ane jelasin lagi ya. Di berita soal anggaran DKI yang sepintas ane baca ada anggaran lem aibon sampe 82 miliar di sekolah. Sebetulnya ane pengin tanya, itu betulan sekolah atau disdik gitu, tapi ane ngga tertarik karena media betul-betul bermain politik.

Kalau memang itu dari anggaran sekolah, berarti di sistem belum ada validasi pagu anggaran dong? Mana ada sekolah bisa menganggarkan segitu besar kalau pagunya sudah dibatasi?

Menjawab pertanyaan ente, gimana ane mau jelasin batas wajar item pembelian kalau baru batas pagu aja sudah jebol?

Rasanya ane pengin jelasin gimana sistem e-budgeting yang semestinya, gan. Tapi bakal panjang ngetiknya kalau jelasinnya ke orang yang ngga ngerti penganggaran macam ente. Tapi nanti ane coba.


sebagai pemimpin wan aibon tetap harus bertanggung jawab dan salah....

Salahnya wan aibon apa? karena dia adalah pemegang hak belanja tuk daerahnya dan bertanggung jawab akan hal tersebut....

Itulah tugas paling utama dari pemimpin di daerah maupun negara...

Kalo ente bilang wan aibon kagak salah berarti ente gobloknya natural ...

Ente pernah liat kasus andi mallarangeng...

Doi kagak korupsi tapi doi tetap bersalah karna lalai dan terjadi lah korupsi di departemennya...

Sistem yg ente bilang itu sudah di terapkan di dunia per ojolan dalam setahun belakangan ini...

emoticon-Cool
Diubah oleh gabener.edan
profile-picture
yeesalah memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 20:03
Balasan post baniwahyudi
Quote:Original Posted By baniwahyudi

Oh jadi semua argumen ente benar2 berfondasi pada asumsi ente bahwa ahok sebenernya gak becus kerja dan semua media itu cuma penggiringan opini ya? emoticon-EEK!

Argumen yang sangat cerdas emoticon-Embarrassment


Apa bedanya sih sama ente yang setuju kalo anies ngga bisa kerja dan semua media itu valid semua? emoticon-EEK!
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 20:03
Quote:Original Posted By Kakek.Sugiono69
siapapun yg jadi gubenur jakarta itu sama saja
semua tidak pintar
buktinya sampai sekarang jakarta itu levelnya jauh dibawah shanghai & tokyo


kowe kayak pintar aja . . .

justru kowe yang levelnya jauh dibawah orang orang dungu . . .
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 20:00
Quote:Original Posted By Unapzeus
@obnoxiouspussy Ahok ngegas lo bilang prestasi. Sial emoticon-Ngakak

Ok deh, ane kalemin nih.

Karena ente nanya begitu, jadi lebih jelas kesalahan emang ada di sistem. Begini, gan. Ane jelasin lagi ya. Di berita soal anggaran DKI yang sepintas ane baca ada anggaran lem aibon sampe 82 miliar di sekolah. Sebetulnya ane pengin tanya, itu betulan sekolah atau disdik gitu, tapi ane ngga tertarik karena media betul-betul bermain politik.

Kalau memang itu dari anggaran sekolah, berarti di sistem belum ada validasi pagu anggaran dong? Mana ada sekolah bisa menganggarkan segitu besar kalau pagunya sudah dibatasi?

Menjawab pertanyaan ente, gimana ane mau jelasin batas wajar item pembelian kalau baru batas pagu aja sudah jebol?

Rasanya ane pengin jelasin gimana sistem e-budgeting yang semestinya, gan. Tapi bakal panjang ngetiknya kalau jelasinnya ke orang yang ngga ngerti penganggaran macam ente. Tapi nanti ane coba.

Oh jadi semua argumen ente benar2 berfondasi pada asumsi ente bahwa ahok sebenernya gak becus kerja dan semua media itu cuma penggiringan opini ya? emoticon-EEK!

Argumen yang sangat cerdas emoticon-Embarrassment
0 0
0
Lihat 1 balasan
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 19:50
Quote:Original Posted By spam.hunter
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya

System semart nenek lu emoticon-Blue Guy Bata (L)


Bangcad

Yg penting santun dan seimin
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 19:47
Balasan post obnoxiouspussy
@obnoxiouspussy Ahok ngegas lo bilang prestasi. Sial emoticon-Ngakak

Ok deh, ane kalemin nih.

Karena ente nanya begitu, jadi lebih jelas kesalahan emang ada di sistem. Begini, gan. Ane jelasin lagi ya. Di berita soal anggaran DKI yang sepintas ane baca ada anggaran lem aibon sampe 82 miliar di sekolah. Sebetulnya ane pengin tanya, itu betulan sekolah atau disdik gitu, tapi ane ngga tertarik karena media betul-betul bermain politik.

Kalau memang itu dari anggaran sekolah, berarti di sistem belum ada validasi pagu anggaran dong? Mana ada sekolah bisa menganggarkan segitu besar kalau pagunya sudah dibatasi?

Menjawab pertanyaan ente, gimana ane mau jelasin batas wajar item pembelian kalau baru batas pagu aja sudah jebol?

Rasanya ane pengin jelasin gimana sistem e-budgeting yang semestinya, gan. Tapi bakal panjang ngetiknya kalau jelasinnya ke orang yang ngga ngerti penganggaran macam ente. Tapi nanti ane coba.
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 19:23
Balasan post Unapzeus
@Unapzeus malah ngegas sante aja gan, klo figur diatas kegedean, silahkan dibagi 100.000 biar lebih kecil....point gue tetap sama gimana caranya program menilai jumlah pembelian suatu item itu dalam batasan wajar/tidak selama harga normal dan nilainya masih dibawah pagu tanpa intervensi/supervisi manusia sesuai keinginan wanabud....
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 19:18
Lem untuk dipakai anak sekolah diganti UHU atau sejenisnya kan bisa? Apa pemko Jakarta mau bikin 1 generasi mabok lem Aibon?
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 18:56
Balasan post obnoxiouspussy
@obnoxiouspussy makin ngasal nih. Yang realistis dong. Sekolah sama Dinas Pendidikan itu beda. Penganggaran ATK untuk sekolah Jakarta mana yang sampe 2,5M? Kalau ikut alur, jadi ketahuan emang salah sistemnya. Gini aja deh, lo tau sistem e-budgeting Jakarta ngga? Ayo kita bedah supaya ketauan salah gabener atau emang sistemnya.
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 18:54
Otaknya kenapa sih tuh orang,
emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 18:53
Quote:Original Posted By Unapzeus
Gampang bolmu. Bacot sama disiplin itu beda. Si Ahok itu ngebacotnya ngarep diliput media. Dan kebetulan medianya lagi satu politik sama dia waktu itu.

Penganggaran sama disiplin itu beda kasus. Anggaran masuknya ranah BPK, kalo disiplin ranahnya BKD. Mau disiplin ato ngga, kalo anggarannya lolos di BPK ya dapet WTP.

Ternyata bacotnya ahok lebih efektif ya, wah ada yg salah dengan jurus tata kata gabener kitak2 dong emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

Btw open kimononya gimana neh emoticon-EEK!
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 18:46
Balasan post Unapzeus
Quote:Original Posted By Unapzeus
@obnoxiouspussy @marlock Ngga bisa begitu karena contohnya sekolah ya, kebutuhan lem aibon untuk masing-masing sekolah pasti ngga sama. Tiap rekening pembelanjaan itu ada maksimal pagu yang dianggarkan, dan rincian belanja ngga bisa melebihi pagu yang dianggarkan.

Misalnya begini, katakanlah ada rekening ATK, pagu 500 juta. Nah di bawah rekening ini muncul belanja apa yang berhubungan dengan ATK. Bebas mau beli pulpen atau kertas berapa, yang jelas pagu anggarannya segitu. Katakanlah pagu segitu dipake buat belanja pulpen semua ya silakan.

Catet ya, itu baru tahap di sekolah, yang menginput operator sekolah.

Kemudian ada tahap asistensi, tahap asistensi adalah tahap verifikasi dan koreksi. Dari sekolah diasistensi oleh SKPD. SKPD ngeliat ada sekolah yang menganggarkan pulpen doang untuk ATK senilai pagu, dikoreksi dong. Bagaimana koreksinya, interaksi antara SKPD dan Operator sekolah langsung dari aplikasi. Sampai deal. Tahap berikutnya, dari SKPD diasistensi lagi oleh Bappeda. Prosesnya sama. Lanjut lagi, Bappeda ke Walikota. Begitu seterusnya baru ke Gubernur.

Ada berapa tahapan tuh?

Itu baru penjelasan soal jumlah ya, gan. Prosesnya sudah seperti itu.


gimana caranya yang dibold digantikan oleh komputer sesuai keinginan wanabud? apakah aplikasi agan ada feature yang bisa mendeteksi pembelian suatu barang itu dalam jumlah yang wajar atau tidak? misal pihak sekolah meng input pembelian pulpen harga 2000 sebanyak 1.000.000pc yang jumlahnya masih dibawah pagu anggaran misalnya 2.5M....
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
Lapor Hansip
31-10-2019 18:46
Balasan post baniwahyudi
Gampang bolmu. Bacot sama disiplin itu beda. Si Ahok itu ngebacotnya ngarep diliput media. Dan kebetulan medianya lagi satu politik sama dia waktu itu.

Penganggaran sama disiplin itu beda kasus. Anggaran masuknya ranah BPK, kalo disiplin ranahnya BKD. Mau disiplin ato ngga, kalo anggarannya lolos di BPK ya dapet WTP.
0 0
0
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 18:33
Quote:Original Posted By Unapzeus
Aih, komentar pertama lo ngga mencerminkan programmer, bro. Sorry.

Ahok bukan contoh yang baik-baik amat kok. Lagian nih, maaf gue belum pernah tau gimana prosedur input di e-budgeting Jakarta. Siapa yang mesti nginput dan siapa yang bertanggungjawab. Masa iya Ahok marah-marahin operator sekolah? Rajin banget dah. Padahal ada SKPD yang bertanggungjawab mengasistensi tingkat sekolah. Ngapa mesti gubernur yang ngajarin langsung operator sekolah?

Apa? Bukan operator sekolah? Maksud lo penganggaran untuk sekolah, bukan sekolah yang menganggarkan? Wow. Aplikasi e-budgeting Jakarta belom sampe tingkat bawah? Langsung gubernur gitu yang input anggaran?

Gampang, klo atasan didisiplinkan, kedisplinannya bakal nular sampe kebawah kok, atasan kan bakal takut sama yg diatasnya lagi. Gubernur pantau, lakukan peninjauan lapangan sekali2
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia