Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
2
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5db8d2c12ac148278413c0e3/mbak-aku-telah-bercinta-dengan-suamimu-7
#Aku_Mencintai_Suamimu_Mbak! (7) "Dewi, masuklah! Kamu ngapain di situ?" titah Rani, ia sedikit heran kenapa Dewi memaku di depan pintu. Biasanya juga 'blusukan' di rumah atau kamarnya. Menatap sang kakak yang lemah, hati wanita itu turut lemah karenanya. Entah, ke mana keinginan yang berapi-api tadi? Sedang Johan, hatinya masih disesaki kecemasan melihat sikap aneh adik ipar sekaligus s
Lapor Hansip
30-10-2019 07:01

Mbak, Aku Telah Bercinta Dengan Suamimu (7)

#Aku_Mencintai_Suamimu_Mbak!
(7)

"Dewi, masuklah! Kamu ngapain di situ?" titah Rani, ia sedikit heran kenapa Dewi memaku di depan pintu. Biasanya juga 'blusukan' di rumah atau kamarnya.

Menatap sang kakak yang lemah, hati wanita itu turut lemah karenanya. Entah, ke mana keinginan yang berapi-api tadi?

Sedang Johan, hatinya masih disesaki kecemasan melihat sikap aneh adik ipar sekaligus selingkuhannya itu. Sifat liciknya muncul dengan membohongi diri sendiri semua yang akan ia lakukan demi Rani dan anak di kandungannya.

"Masuklah Dew!" Rani kembali meminta. Perlahan yang diperintah masuk, membuat perasaan Johan makin tak karuan.

"Ehm, mungkin dia sudah lelah, Sayang." Cepat Johan menyahut.

"Iya, betul juga. Ya, sudah Dew. Kamu pulang aja gih ke rumah, Mbak."

"Nggak, Mbak. Aku mau bicara serius."

Dahi Rani mengerut.

"Dew. Nanti sajalah. Mana ada yang lebih serius dibanding kesehatan kakakmu?" Pria itu berusaha menghalangi Dewi. Dalam pikirannya Dewi pasti akan meminta pembelaan sang kakak atas kehamilannya, jika dibiarkan habislah semua yang susah payah ia bina bersama Rani.
"Lagian, Rani juga mau sholat. Iya 'kan, Sayang?"

"Hem?" Sesaat Rani melihat ada yang aneh dengan dua orang yang bersamanya, tapi ucapan Johan yang mengingatkannya untuk sholat membuat fokusnya lenyap.
"Iya, benar."

"Tapi, Mbak ...."

"Sudah, kamu udah sering bantah Mbak. Dan ujung-ujungnya kamu sakit, mbak juga ikut repot." Rani tak mau mendengar apa yang adiknya akan sampaikan. Ia tak suka dibantah.

Lagi-lagi Dewi pasrah, banyak hal yang kali ini jadi pertimbangan, meski ia tahu sebelumnya perintah Rani sudah membuatnya terperosok dalam masalah yang sangat besar. Tapi sekarang, nyawa Rani akan terancam, rentetan peristiwa membuatnya ingat bagaimana kali pertama kakaknya syok dan mengalami perdarahan. Apa jadinya jika saat ini ia memaksa memberi tahu semuanya?

"Mas antarkan Dewi ke rumah, ya." Rani menyambung kemauannya.

"Nggak bisa, Sayang. Aku gak bisa ninggalin kamu." Johan membantah.

Mata Dewi melebar menatap pada Johan, hatinya nyeri, bahkan sekedar mengantar pria itu tak lagi sudi. Menyadari tatapan Dewi Johan pun sama melihat ke arahnya hingga pandangan mereka bertemu.
"Oya, biar aku panggilkan grab. Kebetulan aku punya teman yang bekerja sebagai pengemudinya," ucap Pria berkulit sawo matang itu sembari merogoh ponsel dalam saku.

Pasrah, akhirnya Dewi pergi menggunakan grab yang dipesan Johan.

___________

Farhan melihat adiknya yang terlelap dengan iba, ia pasti sangat lelah. Pasien pada hari libur cenderung lebih banyak dibanding hari biasa di kliniknya.

Melihatnya tidur dengan tenang, mengingatkan Farhan di masa Farahna badung-badungnya. Gadis yang hari itu masih berusia enam belasan tahun bahkan menyeret Rani masuk ke dunianya, berawal dari bullyan Farahna dan teman-teman gengnya, gadis yatim piatu itu harus jadi kacung.
Seiring waktu berjalan, mereka semakin dekat sampai akhirnya Farahna membawa gadis itu ke rumah dan bertemu Farhan.

Keduanya bahkan sempat sama-sama memendam rasa. Meski menyimpan rasa yang sama, diam tetap menjadi pilihan keduanya.
Sangat disayangkan kala Farhan merasa yakin dengan perasaannya dan siap berkomitmen justru Rani lebih dulu dekat dengan seorang pria.
Mengingat peristiwa itu rasanya perih, apalagi saat ingat bagaimana ia dan Johan terang-terangan saling bicara sebagai pria dan mencintai wanita yang sama.

Suatu hari ... Farahna yang entah mengalami kejadian semacam apa hingga membuatnya mendadak jadi gadis pendiam. Jauh dari palung hati, Farhan berharap hal itu tak ada kaitannya dengan adiknya yang masih menyendiri hingga hari ini dan menolak semua pinangan pria.

Sejak itu, Farahna mengubah penampilannya, berganti teman-teman bergaulnya. Ia juga mampu membuat Farhan -kakaknya- menjadi pribadi yang lebih dekat pada agama, jalan itulah yang kemudian mempertemukan dengan Mia, seorang aktifis dakwah yang juga teman Farahna.

Untuk beberapa tahun, dua kakak beradik itu hilang kontak dengan Rani. Rasa bersalah -karena pernah menjerumuskannya di usia remaja- membuat Farahna ingin kembali mendekati Rani, mengajaknya menyelami dunia Islam, yang telah ia rasakan manisnya. Akan tetapi Rani kala itu menutup diri, hingga mereka sibuk dengan dunia masing-masing.

Lalu dua bulan lalu, rupanya Tuhan mempertemukan mereka kembali. Siapa yang menyangka, pasien yang datang hari itu adalah Rani. Seorang pasien yang takut mengkonsumsi banyaknya pil dokter karena takut beresiko bagi bayi yang dikandungnya. Hingga ia memilih pengobatan bekam dan herbal di klinik Farahna.

Mobil telah sampai di pekarangan rumah. Dengan perasaan sedikit kecewa karena Farahna tidak mendengarkan ceritanya tentang perselingkuhan Johan dan iparnya dengan jelas, Farhan membuka pintu dan berdiri tepat di depan wanita itu tidur.

"Heh, tukang tidur. Bangunlah! Ini sudah sampai rumah. Apa sampai mobilku banjir iler baru kamu mau bangun."

"Ehm." Farahna mengerjap mata, meski setengah sadar mendengar ejekan kakaknya tentang iler, ia segera menyeka mulut yang memang basah.
"Sudah sampai Mas? Duh, maaf aku capek banget Mas." Wanita itu menutup mulut, menahan sebisa mungkin agar tak menguap lebar.

"Yah, masuklah. Memaksamu bicara juga percuma, gak akan masuk. Diajak ngomong serius malah tidur."

Tak menjawab, Farahna kembali menutup mulut karena menguap, lalu masuk begitu saja melalui kakaknya.

Meski paham, Farhan geleng-geleng melihat sikap sang adik.

________

Pulang dari masjid, Farhan berpapasan dengan Farahna di depan pintu.

"Lho, Na. Ke mana? Ini masih pagi banget lho." Farhan melihat jam yang membelit pergelangan tangannya.

"Lho tidur sini to?"

"Iya, kamu sih ketiduran segala. Aku lagi serius padahal."

"Iya, Mas. Mau gimana lagi. Oya, aku harus cepat, pesawat pasiennya terbang jam delapan Mas. Jam tujuh sudah harus cek-in. Jadi aku cuma punya waktu satu jam dari sekarang."

"Wah, aku mau ngomong puentiing ini padahal." Farhan kembali menelan rasa kecewa.

"Ya maaf Mas. Mau gimana lagi. Oya terimakasih untuk semalam." Dengan gamis dan khimar yang berwarna marun Farahna meninggalkan rumah.

Farhan mendesah panjang.

____________

Sampai di klinik, Farahna membuka pintunya. Seseorang sudah duduk sejak lama di kursi panjang teras depan pintu klinik.

Wanita berpakaian syari itu, langsung membuka pintu tanpa melihat siapa orang yang sudah menunggunya.
"Mari Bu. Silakan masuk," ucapnya lembut sembari memutar kunci pintu.

Wanita itu berdiri dan mendekat.
"Mbak."

Saat menoleh, Farahna terkejut.
"Dewi?!"

Yang disebut mengangguk.
"Iya, Mbak."

"Ada apa?" Farahna sangat terkejut dengan kedatangan Dewi di pagi buta, hal yang belum pernah gadis itu lakukan. Wajah gadis itu pun terlihat muram dan menyimpan beban berat di kepalanya.

"Em, aku ... aku gak tau harus ke mana." Dewi menjawab ragu.

"Ayo masuklah. Kita bicara di dalam. Sambil menunggu pasien. Aku akan mendengar semua, dan ingin tau maksud kamu ke mari." Farahna memegang lengan Dewi, hingga ia ikut begitu saja.

Setelah memberikan minuman, Farahna langsung bertanya maksud kedatangan tamu yang menurutnya sangat aneh itu.

"Mbak, aku hamil. Anak Mas Johan, suami Mbak Rani." Dewi mengakui tanpa basa-basi. Kepalanya tertunduk. Tangan memilin ujung jaket yang ia kenakan karena gugup.

Mata Farahna melebar sempurna mendengar pengakuan gadis itu.

BERSAMBUNG


Kalo mau baca terusannya, klik ini aja Gan ...

https://www.kaskus.co.id/show_post/5...c9915f865b2135


Nah, ini bagian sebelumnya ...

https://www.kaskus.co.id/show_post/5...d19556595f04f2
Diubah oleh wafafarha
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Mbak, Aku Telah Bercinta Dengan Suamimu (7)
01-11-2019 14:36
walah, malah curhat sama orang..
emoticon-Hammer (S)
0 0
0
Mbak, Aku Telah Bercinta Dengan Suamimu (7)
30-11-2019 19:23
kemapa gak update lagi mbk
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia