News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
42
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5db6fedcd439720fb6612d81/serapan-anggaran-hanya-57-persen-anies-bisa-kena-semprit-tito-karnavian
Sehari usai dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian langsung meminta jajarannya untuk mengecek serapan anggaran di tiap pemerintah daerah. Instruksi tersebut ia sampaikan saat memimpin apel pagi seluruh pegawai lingkup Kemendagri dan BNPP, di halaman kantor Kemendagri, Kamis (24/10/2019) pagi. Tujuannya, sambung mantan Kapolri tersebut, agar sisa lebih penggunaan anggaran
Lapor Hansip
28-10-2019 21:44

Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian

Sehari usai dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian langsung meminta jajarannya untuk mengecek serapan anggaran di tiap pemerintah daerah. Instruksi tersebut ia sampaikan saat memimpin apel pagi seluruh pegawai lingkup Kemendagri dan BNPP, di halaman kantor Kemendagri, Kamis (24/10/2019) pagi.

Tujuannya, sambung mantan Kapolri tersebut, agar sisa lebih penggunaan anggaran tidak terlalu besar. "Bukan berarti harus dihabiskan, tapi dievaluasi apa yang sudah diprogramkan,” ucapnya.

Ia juga meminta direktorat keuangan daerah untuk menyisir satu anggaran belanja pemerintah di tiap daerah, mengingat kerja untuk APBD 2019 tinggal dua bulan.

“Masalah anggaran, penyerapan anggaran harus betul-betul efektif, efisien, kita dorong agar penyerapan anggarannya bisa tepat sesuai program, baik lingkungan kita dan di daerah," tegasnya.

Baca juga: Serapan Anggaran DKI Rendah, IBC: Karena Banyak Dinas Dipimpin Plt Anies Bisa Kena Semprit

Jika penyisiran tersebut benar-benar dilakukan oleh Kemendagri, barangkali Pemprov DKI akan jadi pemerintah daerah pertama yang dievaluasi oleh Kemendagri. Serapan Anggaran Pemerintah ibu kota baru mencapai 57,12 persen per 25 Oktober 2019.

Beradasarkan situsweb Monitoring dan Evaluasi Bappeda DKI Jakarta, serapan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung baru mencapai Rp44,5 triliun dari total Rp77,8 triliun anggaran yang dialokasikan.

Jika dilihat lebih detail, serapan belanja Langsung yang meliputi biaya pegawai, pengadaan barang dan jasa, hingga modal sendiri baru mencapai Rp21,5 triliun atau 48,8 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp44,5 triliun.

Dari total alokasi belanja langsung, serapan paling ekspansif terjadi pada pos belanja pegawai sebesar 71,8 persen. Sementara belanja pengadaan barang dan jasa serta belanja modal masing-masing baru mencapai 61,9 persen dan 26,5 persen.

Artinya, serapan anggaran lebih banyak terpakai untuk gaji pegawai ketimbang realisasi program kerja Pemprov. Hal serupa juga terjadi pada anggaran Belanja Tidak Langsung yang melingkupi biaya pegawai, dana hibah, biaya tak terduga, bunga, subsidi, bantuan sosial, hingga bantuan keuangan.

Baca juga: Dulu Mengkritik, Kini Anies Diam Ditanya Serapan Anggaran Rendah

Hingga saat ini, penyerapan anggarannya masih di angka Rp22,6 triliun atau 68,1 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp33,29 triliun. Serapan terbesar justru terdapat pada pos bantuan keuangan serta belanja tidak langsung pegawai yang masing-masing sebesar 93,1 persen dan 78,2 persen.

Sementara subsidi dan bantuan sosial, yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serapan anggarannya masing-masing cuma 44,1 persen dan 51,7 persen. Adapun pos belanja hibah baru terealisasi 64,17 persen, belanja bunga sebesar 64 persen serta belanja tak terduga sebesar 0,59 persen.

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Misbah Hasan, mengatakan, lemahnya serapan hingga kuartal empat 2019 membuat Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya kena semprit Kemendagri. Sebab, rendahnya serapan anggaran Pemprov DKI Jakarta menunjukkan lemahnya sistem pengendalian keuangan yang dilakukan.

Dia juga mengingatkan Anies agar lebih berhati-hati dalam penyerapan anggaran yang berpotensi tinggi di akhir tahun. Apalagi, serapan yang menumpuk di akhir tahun tersebut kerap menimbulkan risiko.

"Misalnya, kualitas pekerjaan proyek yang rendah, hingga termasuk potensi korupsi," katanya saat dihubungi Jumat pekan lalu (25/10/2019). "Resiko lain, SILPA tinggi di akhir tahun. Dengan begitu, merugikan masyarakat karena anggaran yang seharusnya mereka nikmati dalam bentuk program dan kegiatan dari masing-masing fasilitas publik tidak terlaksana," lanjutnya.

Menurut Misbah, Anies juga perlu memperbaiki mekanisme pengendalian anggaran agar proses pengadaan barang dan jasa di DKI lebih efektif. Di samping itu, proses lelang untuk program dan kegiatan prioritas, yang menunjang pencapaian target pembangunan DKI, juga harus didahulukan.

"Mendagri dan Menteri Keuangan harus memberikan teguran. Mereka juga harus punya sistem evaluasi juga untuk memaksimalkan serapan anggaran, bukan hanya terserap diakhir tahun anggaran," katanya.

https://tirto.id/serapan-anggaran-re...arnavian-eekvo

Anus pemalas autopilot, pembangunan nol! KebanyakanProyek bancakan gak jelas dan dana hibah semua..
Rusunami cuma 700 unit, rusunawa nol.. Target pas kampanye 300 ribu rusun atau 60 ribu unit/tahun lu nus!
Ngaca nus, ini malah kritik ketimpangan ke pusat.
Diubah oleh anus.buswedan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 21:54
nunggu tata kata
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 21:56
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 21:57
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian

gabener ana emoticon-Peluk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 21:59
TGUPP bejibun padahal, ngapain aja noh emoticon-Ngakak

Tim garong untuk percepetan pesta kah ? emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
imba.ruiner dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:06
pendapatan itu ga penting, yang penting adalah penyerapan (masuk kantong gw) emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
pumpupkids dan samsol... memberi reputasi
1 1
0
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:07
Jika dilihat lebih detail, serapan belanja Langsung yang meliputi biaya pegawai, pengadaan barang dan jasa, hingga modal sendiri baru mencapai Rp21,5 triliun atau 48,8 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp44,5 triliun.

Dari total alokasi belanja langsung, serapan paling ekspansif terjadi pada pos belanja pegawai sebesar 71,8 persen. Sementara belanja pengadaan barang dan jasa serta belanja modal masing-masing baru mencapai 61,9 persen dan 26,5 persen.

Artinya, serapan anggaran lebih banyak terpakai untuk gaji pegawai ketimbang realisasi program kerja Pemprov.


Dari anggaran yg terpakai bisa dilbaca.
Bener aje, gak ada realisasi program kerjanya..
emoticon-Leh Uga emoticon-Wakaka emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
imba.ruiner dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:08
Makin seru aja ini.
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:10

Quote:Original Posted By Gailham
Ulasan terkait jalur sepeda di NYC. Cuma modelnya ada sekat antara jalur sepeda dan jalur mobil.


Ya harapannya jalurnya nanti bakal dedicated dan pelaksanaannya bisa steril dari kendaraan lain, walau sekarang masih jauh panggang dari api emoticon-Leh Uga

Busway dan trotoar aja masih jebol emoticon-Hammer2



Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian

Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian



Quote:Original Posted By daimond25

Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian


Harga Sepeda "United Gianicolo 700c" saja saat ini sudah naik dari 2 jutaan lebih bulan February 2019, jadi 3 jutaan; terus naik ke 4 jutaan; bahkan ada yang jual sampai 5 jutaan ?

Bagaimana tuh padahal buatan dalam negri!


Gubernur DKI Jakarta Anies, bagaimana orang mau dan menggunakan jalur sepeda bila Harga Sepeda Commuter ( /sepeda Touring) naiknya drastis sekaliiiiiiiiii!!!!!!!!
Diubah oleh daimond25
0 0
0
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:10
Padahal kemarin anggaran sudah hampir terserap lumayan.... sayangnya pak Tito demen nyisir... emoticon-Nohope

Susut lagi deh...



Quote:Original Posted By Ionpixels
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian

Dari lubuk hati yang paling dalam....

sebagai warga JATIM,ane berharap 2 periode ente di pimpin anies....
emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jancoksss12 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:19

Senandung Kegirangan Para Elite Indonesia

profile-picture
jancoksss12 memberi reputasi
1 0
1
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:21
Pak Anus one jembod, dosen paporit ane
profile-picture
profile-picture
jancoksss12 dan samsol... memberi reputasi
2 0
2
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:28
Quote:Dari total alokasi belanja langsung, serapan paling ekspansif terjadi pada pos belanja pegawai sebesar 71,8 persen.


gara-gara bayarin TGUPP yak?
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:36
Quote:Original Posted By anus.buswedan
Sehari usai dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian langsung meminta jajarannya untuk mengecek serapan anggaran di tiap pemerintah daerah. Instruksi tersebut ia sampaikan saat memimpin apel pagi seluruh pegawai lingkup Kemendagri dan BNPP, di halaman kantor Kemendagri, Kamis (24/10/2019) pagi.

Tujuannya, sambung mantan Kapolri tersebut, agar sisa lebih penggunaan anggaran tidak terlalu besar. "Bukan berarti harus dihabiskan, tapi dievaluasi apa yang sudah diprogramkan,” ucapnya.

Ia juga meminta direktorat keuangan daerah untuk menyisir satu anggaran belanja pemerintah di tiap daerah, mengingat kerja untuk APBD 2019 tinggal dua bulan.

“Masalah anggaran, penyerapan anggaran harus betul-betul efektif, efisien, kita dorong agar penyerapan anggarannya bisa tepat sesuai program, baik lingkungan kita dan di daerah," tegasnya.

Baca juga: Serapan Anggaran DKI Rendah, IBC: Karena Banyak Dinas Dipimpin Plt Anies Bisa Kena Semprit

Jika penyisiran tersebut benar-benar dilakukan oleh Kemendagri, barangkali Pemprov DKI akan jadi pemerintah daerah pertama yang dievaluasi oleh Kemendagri. Serapan Anggaran Pemerintah ibu kota baru mencapai 57,12 persen per 25 Oktober 2019.

Beradasarkan situsweb Monitoring dan Evaluasi Bappeda DKI Jakarta, serapan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung baru mencapai Rp44,5 triliun dari total Rp77,8 triliun anggaran yang dialokasikan.

Jika dilihat lebih detail, serapan belanja Langsung yang meliputi biaya pegawai, pengadaan barang dan jasa, hingga modal sendiri baru mencapai Rp21,5 triliun atau 48,8 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp44,5 triliun.

Dari total alokasi belanja langsung, serapan paling ekspansif terjadi pada pos belanja pegawai sebesar 71,8 persen. Sementara belanja pengadaan barang dan jasa serta belanja modal masing-masing baru mencapai 61,9 persen dan 26,5 persen.

Artinya, serapan anggaran lebih banyak terpakai untuk gaji pegawai ketimbang realisasi program kerja Pemprov. Hal serupa juga terjadi pada anggaran Belanja Tidak Langsung yang melingkupi biaya pegawai, dana hibah, biaya tak terduga, bunga, subsidi, bantuan sosial, hingga bantuan keuangan.

Baca juga: Dulu Mengkritik, Kini Anies Diam Ditanya Serapan Anggaran Rendah

Hingga saat ini, penyerapan anggarannya masih di angka Rp22,6 triliun atau 68,1 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp33,29 triliun. Serapan terbesar justru terdapat pada pos bantuan keuangan serta belanja tidak langsung pegawai yang masing-masing sebesar 93,1 persen dan 78,2 persen.

Sementara subsidi dan bantuan sosial, yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serapan anggarannya masing-masing cuma 44,1 persen dan 51,7 persen. Adapun pos belanja hibah baru terealisasi 64,17 persen, belanja bunga sebesar 64 persen serta belanja tak terduga sebesar 0,59 persen.

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Misbah Hasan, mengatakan, lemahnya serapan hingga kuartal empat 2019 membuat Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya kena semprit Kemendagri. Sebab, rendahnya serapan anggaran Pemprov DKI Jakarta menunjukkan lemahnya sistem pengendalian keuangan yang dilakukan.

Dia juga mengingatkan Anies agar lebih berhati-hati dalam penyerapan anggaran yang berpotensi tinggi di akhir tahun. Apalagi, serapan yang menumpuk di akhir tahun tersebut kerap menimbulkan risiko.

"Misalnya, kualitas pekerjaan proyek yang rendah, hingga termasuk potensi korupsi," katanya saat dihubungi Jumat pekan lalu (25/10/2019). "Resiko lain, SILPA tinggi di akhir tahun. Dengan begitu, merugikan masyarakat karena anggaran yang seharusnya mereka nikmati dalam bentuk program dan kegiatan dari masing-masing fasilitas publik tidak terlaksana," lanjutnya.

Menurut Misbah, Anies juga perlu memperbaiki mekanisme pengendalian anggaran agar proses pengadaan barang dan jasa di DKI lebih efektif. Di samping itu, proses lelang untuk program dan kegiatan prioritas, yang menunjang pencapaian target pembangunan DKI, juga harus didahulukan.

"Mendagri dan Menteri Keuangan harus memberikan teguran. Mereka juga harus punya sistem evaluasi juga untuk memaksimalkan serapan anggaran, bukan hanya terserap diakhir tahun anggaran," katanya.

https://tirto.id/serapan-anggaran-re...arnavian-eekvo

Anus pemalas autopilot, pembangunan nol! KebanyakanProyek bancakan gak jelas dan dana hibah semua..
Rusunami cuma 700 unit, rusunawa nol.. Target pas kampanye 300 ribu rusun atau 60 ribu unit/tahun lu nus!
Ngaca nus, ini malah kritik ketimpangan ke pusat.


Ahok: Lebih Baik Penyerapan Anggaran Rendah daripada Dicolong

https://www.liputan6.com/news/read/2378620/ahok-lebih-baik-penyerapan-anggaran-rendah-daripada-dicolong
0 0
0
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:44
Lucu, masih ada yg nga move on posting gambar2 Ahok terus
Sebaiknya yg di posting itu keberhasilan atau kinerja pak Anies yg fenomenal, ada nga?
Nih, banyak yg pak Anies sendiri buat program kerja yg menurut saya bisa menjadi prestasi beliau, salah satunya itu air tanah, dia pernah sidak ke gedung2, hotel2, lalu bilang mau buat pengendalian air tanah.
Yg kedua, beliau berencana membuat resapan2, sumur2 resapan, itu progressnya sampai ini sejauh mana?
Kalau masalah air tanah itu dia buat rencana kerja dan progress report yg jelas saja sudah jadi modal utk meningkatkan popularitasnya
Nih, contoh progress report nya :
1000 gedung yg pake air tanah per Jan'19, sd Oct'19 sudah jadi tinggal 300 gedung
Sumur resapan, target Jan'19 10.000 sumur resapan, sd Oct'19 sudah 5000 sumur resapan
Simpel, dan keliatan ada kemajuan, warga juga senang liat Gubernurnya kerja

Nih sumber beritanya :
Desember 2018 beliau membuat statement air tanah :
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...penyedotan-air

Agustus 2019 beliau berencana menindak tegas gedung2
https://megapolitan.kompas.com/read/...-tapi?page=all

keliatan banget kerjanya yg sangat lambat, nga tau apa karena sebelumnya pembagian tugas saat masih berdua sama Pak Uno, yg kerja di lapangan Pak Uno, yg kerja main kata2 beliau
0 0
0
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:53
Gua mao liat, kedepannya si anus ini berani ngeyel gak sma mendagri baru ... emoticon-Big Grin
0 0
0
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 22:55
Quote:Original Posted By kacung.arap
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian

gabener ana emoticon-Peluk


Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
0 0
0
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 23:00
jaman ngahok serapan rendah karena emang yg dipake cuman dikit

lah ini jaman anus, duit dibakar banyak, serapan dikit

kebongkar pula gede di gaji karyawan
profile-picture
jancoksss12 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Serapan Anggaran Hanya 57 Persen, Anies Bisa Kena 'Semprit' Tito Karnavian
28-10-2019 23:15
terus dipecat sama tito gitu emoticon-Ngakak
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia