Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
328
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dadaac7337f9353771b5a7f/love-life-lost
Ketika cinta tak lagi mengenal kasta, pun saudara. Sebuah rasa hadir, mencipta rasa-rasa yang lainnya. Ia menjerat, melukai, membutakan dan memabukkan. Adakah hal lain yang lebih absurd dan gila selain daripadanya?
Lapor Hansip
21-10-2019 19:55

Love, Life, Lost

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Bisakah kau bertahan setelah kehilangan?




Love, Life, Lost





Quote:
"Semua hanya tentang aku, kamu dan cinta."

Ketika cinta tak lagi mengenal kasta, pun saudara. Sebuah rasa hadir, mencipta rasa-rasa yang lainnya. Ia menjerat, melukai, membutakan dan memabukkan. Adakah hal lain yang lebih absurd dan gila selain daripadanya?

Berawal dari kegilaan dan antusiasme akan cinta, kami dari tim Buciners melalui akun ini mempersembahkan karya perdana, hasil sebuah kerja sama, jerih payah kaum pemuja cinta. Sebuah kisah yang mempertemukan banyak rasa dan kemelut hati yang saling berkelindan satu sama lain, menjadikannya rumit namun menarik untuk diikuti.

Selamat bermimpi wahai pencinta. Sejatinya, kesempurnaan rasa ada di dalam dadamu sendiri! Jangan membantah, menarik diri, apalagi menjauh. Biarkan ia menghampirimu dengan caranya sendiri!






Prolog





Gemercik hujan enggan berhenti membasahi bumi. Semburat jingga yang biasa nampak di ufuk barat pun, tertutup awan pekat.

Tubuh kekarku, merasa kalah dengan dinginnya hujan. Hanya selimut yang mampu menghangatkan, bukan dia atau pun cinta.

Dia? Ah! Kenapa bayangannya selalu muncul ketika aku mengingat hal yang kata orang indah.

Tak ada yang lebih kubenci dari manusia, terutama pada setiap interaksi yang dipenuhi kepura-puraan. Cinta ... aku muak, sebab dia tak sedikit pun memberi bahagia!





💖






Aku percaya bahwa setiap jiwa memiliki peran, aku terhadap hidupnya, dia terhadap hidupku. Tak ada yang diciptakan sia-sia, termasuk perasaan ini. Sebuah ketulusan murni untuk kamu, pilihan hati.


Batu sekalipun, akhirnya kikis juga jika terus-menerus terkena tetesan air, 'kan? Aku belum gagal. Hanya belum cukup maksimal berjuang!


Cinta itu akan selalu ada. Aku ikhlas meski tak terbalas. Bukankah cinta hadir tanpa paksaan? Tak selamanya yang ada di hati harus juga ada di sisi. Kadang, ia hanya sebagai teman kesepian.


Rasa nyaman itu hadir tatkala aku sering bersamamu. Semakin sering kita bersama dalam suatu kegiatan, semakin kuat perasaan itu hadir dalam angan. Ya, aku mencintai kakakku sendiri. Bagiku, ia adalah lelaki pertama yang membuatku merasa dicintai.


Kau boleh saja berpaling dariku. Akan kupastikan kamu menyesal tidak pernah memilih aku.


Cinta? Aku sibuk bernafas ketimbang sibuk memikirkan apa itu cinta dan segala tetek bengeknya yang unfaedah!


Dengan cinta, akan kami persembahkan segala perasaan di dalamnya. Selamat membaca dan semoga bahagia.






emoticon-Kissemoticon-Kissemoticon-Kissemoticon-Kiss






Salam hormat buciners







Semoga berkenan di hati

❣️❣️❣️❣️







Chapter 1





POV Guma



***





Lagi, aku terdampar di sini, untuk menepi dari hiruk pikuk kehidupan. Tempat paling sakral yang dapat memberi ruang untuk bernapas. Aku benci hubungan antara manusia, apa mereka tidak lelah berpura-pura? Cinta? Omong kosong!


Shiiitt! Kenapa waktu cepat sekali berlalu ketika aku sedang menikmatinya?


Dosen sialan! Demi jadwalnya, waktu luangku jadi terganggu.
Kupacu si Merah--Ninja kesayangan--dengan kecepatan penuh menuju kampus.


Hiruk pikuk kampus begitu menyebalkan. Obrolan random mahasiswi yang berusaha melakukan pendekatan. Selalu saja begitu, membosankan. Tak ada yang menarik di kampus ini. Sekali saja kurespon, mereka akan gila. Sebab, terlalu mudah membuat mereka terpesona dengan ketampananku.



Aku beranjak menuju kelas. Ransel hitam yang selalu setia menemani, telah menempel di punggung. Seperti dugaanku, tak terhitung berapa pasang mata yang menatap, menyiratkan rasa ingin tahu.



Mataku terpaku pada sosok yang duduk di sudut ruang kelas. Well, dari sekian banyak mahasiswi, hanya dia yang belum pernah menyapaku.




"Gue duduk sini, ya?" tanyaku, lalu mengempaskan pinggul di kursi sebelahnya tanpa menunggu dia menjawab.


Seorang cewek berambut lurus sebahu. Berpakaian sederhana. Membuatku sedikit penasaran.



"Sorry, gue lupa. Nama lo siapa?" tanyaku mencermati. Wajahnya lumayan sering terlihat, tapi sungguh, aku tak tahu namanya.


"Zhe!" jawabnya ketus.


"Zhe ... nama yang cantik, secantik orangnya." Kutatap lekat gadis di hadapan yang pipinya mulai bersemu merah.


"Malem ini, ada birthday party di rumah gue. Lo dateng, ya?"


"Ga janji. Lagian, mana gue tahu rumah lo?"


"Gak perlu khawatir soal itu, deh. Kalo lo mau, langsung datang ajah! Ini alamatnya. Gue tunggu kedatangan lo." Kuserahkan secarik kertas yang telah kububuhi alamat pada lembar polosnya.


"Entar gue pikirin dulu deh," jawab Zhe sekenanya.




Tak lama berselang, Liona--kekasihku-- muncul bersama Andien, sahabatnya. Lalu mereka langsung menempatkan diri di deretan kursi paling depan yang masih tersisa. Aku berdiri dan beranjak menghampiri kedua gadis cantik tersebut.


"Hey, Baby! Nanti malam gue jemput, ya," ucapku sambil menyisipkan rambut ke balik telinganya.


"Andien diundang juga, kan?" tanyanya lalu melirik ke arah Andien.



Sontak aku mengerling pada gadis yang duduk di sebelah kiri Liona. Manik hitam kami sempat bertemu beberapa detik sampai Liona kembali memandangku untuk meminta jawaban atas pertanyaannya. Kutekuk lutut untuk menyamai posisi duduk Liona.



"Tentu!" Senyum Liona merekah di bibir tipisnya.


"Babe, ga ada hadiah buat gue gitu? Birthday kiss, maybe," tanyaku yang langsung memajukan wajah ke arahnya.



Liona terlihat sedikit panik mendapat serangan tiba-tiba dariku. Lalu meraih binder yang tergeletak di atas meja dan menyisipkannya di antara wajah kami.



"Yah, zonk!" ucapku kecewa, sementara Liona terkekeh pelan.







***
Diubah oleh bucinersbbb
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NovellaHikmiHas dan 50 lainnya memberi reputasi
51
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 17 dari 17
Love, Life, Lost
16-01-2020 21:50
Quote:Original Posted By masbim31
ijin nenda gan emoticon-Traveller


Silahkan gan..
profile-picture
linalusiana memberi reputasi
1 0
1
Love, Life, Lost
22-01-2020 16:33
wahhhh akhirnya updateee juga. keren keren gan hahahahah nih yg ditunggu2 nih lanjutkan terosssss
profile-picture
linalusiana memberi reputasi
1 0
1
Love, Life, Lost
23-01-2020 12:34

POV Aylina

******





"Baru pulang jam segini!"


"Pergi malem, pulang siang!"


"Wanita kalong!"



Aku hanya tak acuh melewati perkumpulan kaum yang tidak kupahami apa saja kerjaan mereka.
Sepatu hak tinggi yang aku kenakan samakin aku hentak biar lebih mendramatis, dan membuat kuping mereka panas.



Dipandang sebelah mata, digunjing bahkan dihina? Nggak masalah.



Dunia bukan hanya untuk ditinggali orang-orang baik saja, di dalamnya ada berbagai macam karakter. Salah satunya antagonis atau juga disebut penjahat.



Dan aku merasa tidak berkepentingan meribetkan omongan orang lain tentangku, bukan?
Selagi aku berjalan dengan kaki sendiri, selagi aku makan dengan tangan sendiri, mereka bukanlah gangguan besar untukku.



Pintu kost kubuka dengan cepat, lalu menutupnya dengan sedikit sentakkan.



Tas dan sepatu kulempar begitu saja ke sembarang arah, lantas menghempaskan diri di atas kasur empuk kebanggaanku.



Kuku-kuku yang berwarna merah cabe hasil kutek kemarin sore, sudah membuatku bosan ingin segera menggantinya. Mungkin besok aku harus ke salon.



Deringan ponsel membuatku menggerung malas. Di mana benda sialan itu kusimpan!



Cih! Ngapain dia nelpon?



"Hem?"


"Aku denger dari Vira, lo digampar?"


"Biasa."


"Na, jangan cari masalah." Menurutnya apa yang membuatku hingga ditampar dan dipermalukan di depan umum? Bisanya cuma bicara saja.


"Udah?"




Bisa kudengar suara helaan napasnya. Aku merasa tidak perlu memberi penjelasan apapun, tingkahku tidak ada urusan dengannya.



"Jangan dekati Sakti lagi!"


Br*ngs*k!



Mematikan sambungan telpon semaunya saja.
Aku paling benci dengan manusia satu ini, terlalu ikut campur.



Menukas bangun dari tempat tidur, mengambil kopi bubuk kesukaanku. Isinya sudah hampir habis. Kalau ada waktu aku akan beli lagi. Tentu saja di tempat yang mengolah kopi ternikmat ini.



Aroma kopi menguar di kamar sempit yang selalu menjadi saksi hidupku. Tak sabar, aku mencecapnya perlahan. Rasa panas dan pahit berpadu ketika seruputan pertama kulakukan. Ya, pahit. Kopi tanpa gula yang menjadi favoritku. Karena kepahitan bukan lagi hal baru di dalam hidup, jadi aku tidak butuh hal manis apapun untuk mewarnai kanvas hitam yang terlanjur kusukai.



Jangan dikira aku sedang berfilosofi tentang kopi. Ah, sudahlah. Aku terlalu banyak bicara sepertinya.



Meraih hape yang tadi kugeletakkan di atas kasur, membuka catatan. Kapan jadwalku pemotretan, ya?



Sial!



Sore ini ternyata ada jadwal pemotretan di salah satu tempatku mengais lembaran rupiah. Bagaimana aku bisa melupakannya?




*******




Mengganti lembar pakaian terakhir yang selalu membuatku menjadi pusat perhatian para fotografer, kembali mengenakan pakaianku ketika datang ke sini tadi.



Aku sudah hampir mencapai pintu keluar di lobby sebelum seseorang menyentak tanganku dengan kasar.



"Na, kita perlu bicara sebentar." ucapannya membuatku ingin menyarangkan hills hitam yang kukenakan ke kepalanya detik ini juga.



"Nggak penting! Lepas, atau gue bisa membuat lo menyesal!" ancamku sungguh-sungguh.



Seakan menulikan telinga, ia menyeretku keluar secara paksa.



Sampai di parkiran, aku hempas tangannya dan menginjak kakinya dengan ujung hills yang runcing. Jeritannya beserta umpatan melayang di udara.



Mampus. Siapa suruh menjadi pemaksa.



"Yang dibilang Samudra itu benar? Lo ditampar Vira?"



Sepertinya mereka senang sekali membuat kepalaku pening karena hal sepele. Cuma 1 tamparan tak akan membuatku mati dan kehilangan harga diri. Aku hanya sedang tidak ingin membuat keributan dengan menendang wanita brengs*k itu demi membalas tamparannya.



"Kalau iya, memangnya lo mau menampar balik wanita itu untuk membalaskan perlakuan buruknya terhadap gue?" Sinis tanyaku membuatnya bungkam. Helaan napasnya terdengar frustasi. Apa peduliku?



"Sakti, kalau mau bermain api, harus pandai pula memadamkannya. Ok?" Aku langsung pergi, meninggalkan dirinya yang mungkin masih meresapi ucapanku.



Bodo amat!



Memicingkan mata sebentar, ketika melihat motor ninja berwarna merah berhenti di bagian parkir khusus motor.



Ingatanku seakan berputar ke belakang setelah menyaksikan lelaki bertubuh jangkung melepaskan helm full face-nya. Ia terlihat berbicara dengan remaja bertubuh mungil yang sudah melompat turun dari atas motor.



Setelah remaja tadi berlalu memasuki gedung berlantai lima yang merangkap sebagai pabrik konveksi pakaian dalam, butik, kantor dan tempat pemotretan itu, aku segera mendekat pada lelaki itu yang masih melihati si remaja sampai menghilang dibalik pintu kaca.



"Hey, lo cowok yang nggak bahagia ditengah acara pesta minggu lalu itu, kan?"







******




Bersambung....
profile-picture
profile-picture
anwarabdulrojak dan linalusiana memberi reputasi
2 0
2
Love, Life, Lost
29-01-2020 15:07
zonk.
profile-picture
linalusiana memberi reputasi
1 0
1
Love, Life, Lost
30-01-2020 11:02
Keerreeennnn,
Akhirnya sy tau id akun kakak ini,
Salam kenal kakak
profile-picture
linalusiana memberi reputasi
1 0
1
Love, Life, Lost
04-02-2020 09:03
Quote:Original Posted By Ninaahmad
zonk.

Apanya yg zonk?
Quote:Original Posted By NovellaHikmiHas
Keerreeennnn,
Akhirnya sy tau id akun kakak ini,
Salam kenal kakak


Haiiii..
0 0
0
Love, Life, Lost
04-02-2020 09:19
Quote:Original Posted By linalusiana
Apanya yg zonk?


Haiiii..


😂😂😂 sorry sista, hp di acak2 sama teman!
0 0
0
Love, Life, Lost
04-02-2020 09:22
Quote:Original Posted By Ninaahmad
😂😂😂 sorry sista, hp di acak2 sama teman!


emoticon-nyantai
0 0
0
Halaman 17 dari 17
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
rumah-terbengkalai-true-story
Stories from the Heart
si-cantik-dan-si-buruk-rupa
Stories from the Heart
sekamar-kos-dengan-dia
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
relakan-aku
Stories from the Heart
gadis-berambut-merah
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia