alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
223
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da8729eaf7e9302d142bb2e/teka-teki-buku-merah-antara-novel-kpk-dan-pertemuan-di-pattimura
Novel Baswedan, penyidik senior KPK, meminta waktu bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia ingin mengklarifikasi isu negatif yang beredar tentang Novel dan kawan-kawannya diisukan membidik Sang Jenderal.
Lapor Hansip
17-10-2019 20:54

Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura

Past Hot Thread
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura

Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, meminta waktu bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia ingin mengklarifikasi isu negatif yang beredar tentang dirinya dan beberapa rekannya di KPK. Isu itu adalah Novel dan kawan-kawannya diisukan membidik Sang Jenderal.

Pertemuan itu dilakukan di rumah dinas Tito Karnavian di Jalan Pattimura pada Selasa, 4 April 2017. Novel ditemani seorang rekan kerjanya. Sementara Tito didampingi beberapa perwira polisi, salah satunya Idham Aziz (saat ini Kabareskrim Mabes Polri). Pertemuan itu diketahui oleh pimpinan KPK.

Novel berusaha meyakinkan Tito bahwa KPK bekerja dengan objektif dan tidak manarget orang tertentu untuk kepentingan tertentu pula.

“Ada orang tertentu di oknum Polri yang mengembuskan isu bahwa seolah-olah saya sedang memimpin suatu satgas untuk menarget Pak Tito,” kata Novel.

Namun, isu itu terlanjur menyebar. “Saya meyakini Pak Tito mengira (isu penargetan tersangka) itu benar,” kata Novel.

Pertemuan itu dibenarkan oleh Tito. Namun, ia tak menjelaskan isi perbincangan.

Malam hari usai pertemuan, peristiwa lain terjadi di tempat lain. Surya Tarmiani, penyidik KPK, dirampok saat pulang ke kosnya di daerah Setiabudi Timur, Jakarta Selatan.

Saat itu Surya baru pulang dari Yogyakarta. Ia memesan taksi di Bandara Soekarno-Hatta dan menaruh tas berisi sejumlah bukti perkara suap Basuki Hariman di bagasi taksi.

Setiba di dekat rumah kos, taksi berhenti karena gang menuju rumah kos Surya tertutup portal. Surya memutuskan turun dari taksi dan jalan kaki ke kos. Saat itulah seorang pria berjaket gelap menyambar tas ranselnya, kabur dengan sepeda motor.

Seminggu setelah peristiwa itu, 11 April, Novel ketiban petaka. Sepulang dari salat subuh di masjid dekat rumahnya, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal. Melukai sebagian wajah dan mata kanannya. Akibatnya, mata kiri Novel nyaris buta.

Serangan terhadap Novel Baswedan adalah puncak dari rentetan ancaman terhadapnya. Sebelumnya, ia pernah diancam akan ditembak; pernah pula ada upaya dikriminalisasi lewat kasus lama ketika bertugas sebagai Kasat Reskrim di Polres Bengkulu.

Kiprah Novel di KPK tergolong berani. Ia mengejar Nunun Nurbaeti, tersangka cek pelawat; ia juga terlibat membongkar kasus simulator SIM Irjen Djoko Susilo; ia memburu koruptor Nazaruddin, bendahara Partai Demokrat.

Peristiwa penyiraman air keras terhadapnya seketika jadi sorotan publik. Polisi langsung responsif mencari pelaku penyerangan. Namun, hasilnya nihil.

Dua tahun kemudian, Kapolri Jendral Tito Karnavian membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Isinya 65 orang dari berbagai elemen, termasuk dari kepolisian dan penggiat HAM. Tim yang diketuai oleh Idham Aziz itu diumumkan pada 8 Januari 2019.

Setelah lebih dari enam bulan bekerja, TGPF tidak menemukan petunjuk pelaku penyerangan terhadap Novel. Laporan TGPF hanya memaparkan dugaan motif, sementara pelaku tetap samar.

Anggota TGPF, Nur Cholis, mengatakan sudah mengecek CCTV yang dikumpulkan dari sekitar tempat kejadian perkara. Tapi, tak ada juga petunjuk.

“Ada peristiwa lagi satu hari sebelum hari H. Tim berkeyakinan dua orang, satu hari sebelum hari H berhubungan, tapi saksi kita belum solid, lagi-lagi CCTV belum menopang. CCTV nanti diharapkan dikembangkan tim teknis,” kata mantan Komisioner Komnas HAM itu kepada Tim Indonesialeaks, 28 Agustus 2019.

Nur Cholis mengatakan tim berupaya menggunakan pendeteksi jaringan seluler di sekitar lokasi, tapi belum menghasilkan temuan yang signifikan. “Akhirnya, kami kembangkan coba lacak HP yang beredar saat itu, belum selesai, kami harap tim teknis menyelesaikan.”

Salah satu poin dari laporan TGPF adalah enam kasus yang mungkin bisa jadi latar belakang penyerangan Novel: dugaan korupsi e-KTP; kasus Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi; kasus mantan Sekjen Mahkamah Agung Nurhadi; kasus korupsi mantan Bupati Buol Amran Batalipu; kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang; dan kasus pencuri sarang burung walet di Bengkulu.

Daftar enam kasus itu diprotes Novel Baswedan. Menurutnya, ada satu kasus yang pernah dibahas oleh TGPF, tapi tidak masuk dalam laporan.

Kasus itu adalah dokumen buku merah milik pengusaha impor daging Basuki Hariman. Basuki adalah terdakwa kasus suap kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar pada Januari 2017. Suap itu terkait uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang akan menentukan nasib pengusaha importir daging macam Basuki.

Pada saat TGPF mendatangi Novel Baswedan di KPK, salah seorang anggota TGPF sempat menyebut tentang kemungkinan penyerangan terhadap dirinya ada kaitan dengan buku merah.

Namun, TGPF tidak menyertakan buku merah dalam daftar kasus yang mungkin jadi motif penyerangan terhadap Novel dalam laporan akhir. Alasan tim karena bukti dan saksi tidak kuat.

Misalnya, saksi ahli menyimpulkan pelaku menyerang Novel karena ingin membuat penyidik KPK itu menderita sebagaimana yang dirasakan oleh pelaku.

“Kenapa yang diserang matanya, kenapa enggak badannya, kakinya, atau dimatikan? Psikolog menjawab pelaku ingin korban menderita sebagaimana yang dialami oleh dia,” kata Nur Cholis, salah satu anggota TGPF.

Ihwal buku merah disebut kepada Novel, Nur Cholis berkata itu hanya “lontaran” dari salah satu anggota TGPF. Tapi, “lontaran itu [ditanggapi oleh Novel lalu berujung] menjadi headline [pemberitaan],” menurut Nur Cholis.

Sebaliknya, menurut Novel, itu bukan sekadar lontaran. Kasus buku merah dalam pertemuan itu, ujar Novel, “dibicarakan dengan intens dan panjang. Dan di situ ada pimpinan KPK dan pegawai-pegawai KPK lain.”

Buku merah itu berisi catatan transaksi keuangan perusahaan Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat. Buku itu ditemukan oleh petugas KPK di salah satu kantor Basuki saat penggeledahan.

Isi buku merah mencatat aliran uang, diduga salah satunya kepada Tito Karnavian saat menjabat Kapolda Metro Jaya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Kapolri. Dalam buku itu tercatat ada dugaan sembilan kali aliran uang kepada Tito. Jumlahnya bervariasi, dari Rp200 juta hingga Rp1 miliar, dengan total Rp8,1 miliar.

Belum ada bukti kuat yang dapat membenarkan Tito menerima dana suap. Namun, setidaknya buku merah bisa dijadikan petunjuk awal yang bisa ditelusuri KPK.

Pada 15 Agustus 2018, Tim Indonesialeaks mengonfirmasi dugaan aliran uang yang tercatat dalam buku merah kepada Tito. Tito menanggapi secara singkat dan berulang-ulang, “Sudah dijawab Humas.”

Temuan buku merah dalam kasus suap Basuki Hariman ini menyibak rentetan perisiwa pada April 2017.

Temuan itu memunculkan isu negatif bahwa Novel sedang membidik Kapolri. Maka, pada 4 April, atas sepengetahun pimpinan KPK, Novel bertemu dengan Kapolri Tito Karnavian di rumah dinasnya.

Malam setelah pertemuan itu, Surya Tarmiani, penyidik KPK yang mendalami kasus suap Basuki, dirampok tasnya. Tas itu berisi laptop, di dalamnya ada dokumen buku merah.

Tiga hari kemudian, perusakan buku merah dilakukan oleh Harun dan Roland Ronaldy, dua penyidik KPK dari kepolisian, di Ruang Kolaborasi lantai 9 gedung KPK.

Selain diduga merusak barang bukti, Roland mengganti BAP Kumala Dewi Sumartono, sekretaris Hariman Basuki. Dalam BAP yang dibuat Roland, catatan aliran uang dalam buku merah dihilangkan. Padahal, aliran dana yang tercantum dalam buku merah menjadi salah satu poin dalam BAP sebelumnya yang dibuat oleh Surya Tarmiani.

Aksi perusakan buku merah terekam CCTV. Mereka yang terekam dalam CCTV adalah Ardian Rahayudi, Hendry Susanto Sianipar, Harun, Roland Ronaldy, dan Rufriyanto Maulana Yusuf.

Roland dan Harun enggan menjawab konfirmasi dari Tim Indonesialeaks.

“Ini, kan, soal rahasia. Ngapain diungkut-ungkit lagi?” kata Roland pada Juni 2018.

Sementara Harun, saat ditemui Tim Indonesialeaks, tidak menjawab.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang berkata kepada Tim Indonesialeaks bahwa rentetan peristiwa itu menarik untuk didalami.

“Kalau dilihat dari sequence-nya menarik, sequence-nya cocok enggak antara kejadian buku dan prosesnya (CCTV)?” katanya.

Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura

Tim Indonesialeaks merilis laporan mengenai perusakan buku merah pada Oktober 2018. Laporan itu berujung pada pemidanaan terhadap Abdul Manan, Ketua Aliansi Jurnalis Independen, organisasi jurnalis yang menjadi salah satu inisiator Indonesialeaks.

Manan dilaporkan oleh Elvan Games ke Polda Metro Jaya pada 23 Oktober 2018 dengan tuduhan melanggar pasal 317 KUHP tentang pengaduan palsu kepada penguasa.

Indonesialeaks merupakan kanal bagi para informan publik yang ingin membagi dokumen penting tentang skandal yang layak diungkap. Mereka bisa merahasiakan identitas. Prinsip anonimitas ini bertujuan untuk menjamin keselamatan para informan.

Belakangan, polisi menyita barang bukti buku merah dari KPK dengan alasan untuk membongkar kasus perusakan buku merah.

Febri Diansyah, juru bicara KPK, berkata penyitaan itu atas dasar penetapan pengadilan.

“(Tanggal) 29-30 Oktober memang ada tim polda Metro Jaya membawa surat penetapan pengadilan, yang di sana membunyikan penyitaan terhadap dua barang bukti, salah satunya yang sering kita kenal dengan buku merah itu,” kata Febri.

Harun dan Roland Ronaldy, dua penyidik yang diduga merusak dokumen buku merah, dipromosikan setelah “dikembalikan” ke Mabes Polri.

Harun mengikuti sekolah pimpinan Polri. Roland kini Kapolres Cirebon.

Polda Metro Jaya menyebut kasus perusakan buku merah oleh Harun dan Roland “tidak terbukti.”

Sementara kasus penyiraman air keras terhadap Novel belum terungkap hingga laporan ini dirilis.

Tim Teknis yang dibentuk oleh Kapolri Tito Karnavian, yang rampung masa tugasnya pada akhir Oktober 2019, mengklaim ada progres “sangat signifikan” mengungkap kasus Novel tanpa menjelaskan lebih detail.

Tim Indonesialeaks juga telah telah berkali-kali mencoba mengonfirmasi dan mengirim surat permintaan wawancara kepada Kapolri Tito Karnavian, tapi tidak ada jawaban.

Dua pejabat humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal dan Brigjen Dedi Prasetyo, juga sudah ditemui, tapi keduanya menolak memberikan konfirmasi.



sumur

buku itu merah jendral emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
j651nian dan 21 lainnya memberi reputasi
22
Halaman 1 dari 12
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 20:59
Kasus yang sangat rumit.
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan liksemut memberi reputasi
2 0
2
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:00
Ada yang membuka lalu dipidanakan

Masih mau melawan pakai cara halus ?

emoticon-Ngakak

Silahkan dihapalin Dan profiling 6 nama penyidik diatas, siapa tahu berguna kelak emoticon-Smilie
Diubah oleh bimil
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fuckinghandsome dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:01
Kenapa si tito gundah mau di target KPK? Memangnya kenapa? Coba suruh si nopel narget gue, mau sampe lebaran kudanil juga pasti bakal fail dia karena ga ada satupun hal dalam diri gue yang bisa mereka jerat... emoticon-Big Grin

Kalo si tito memang bersih, kenapa takut? Takut di BG-kan dia? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tir001 dan 21 lainnya memberi reputasi
21 1
20
Lihat 2 balasan
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:05
Ketua partai PKS, Demokrat juga kena kpk.. bukti kpk tidak tebang pilih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fuckinghandsome dan 9 lainnya memberi reputasi
7 3
4
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:05
Akan tetap berujung menjadi suatu cerita
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan liksemut memberi reputasi
2 0
2
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:10
Asli gw muak baca berita ini. Terang-terangan itu oknum wereng berbuat culas, dan penguasa negeri seolah tutup mata atas perbuatan bejad mereka.
Bahkan terekam CCTV merusak barbuk pun gan cukup kuat untuk memenjarakan oknum laknad ini.
Lebih menyedihkan lagi, sekian ratus juta rakyat Indonesia pun gak bisa juga berbuat apa-apa, karena wakil mereka sama laknadnya dengan para bangs4d penjarah kekayaan negara.

Gusti mboten sare....
Gusti mboten sare........
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hilmiazizi19 dan 40 lainnya memberi reputasi
40 1
39
Lihat 2 balasan
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:12
Asyik buka buka an emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:13
Misteri.
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan liksemut memberi reputasi
2 0
2
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:22
Klo naifnya tinggal minta ppatk menelusuri

Tapi belajarlah dari rekening gendut jendral polisi, atau kasus anak BG yg dpt pinjaman puluhan miliar dari bank tutup
Bukti ppark gak berguna, apalagi ini pucuknya

Malah cicak buaya jilid kesekian. Dosa lu dicari2
pura2 lupa. Gak cukup cindramata itu. Gak cukup buzzer piaraan kaka pembina ngasih stempel taliban, yg gak lu dpet di stelah belasan taun gabung kpk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 18 lainnya memberi reputasi
19 0
19
Lihat 1 balasan
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:22
Rame ini emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:24
Konspirasi elite bikin pusing.. emoticon-Bingung (S)
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan liksemut memberi reputasi
2 0
2
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:29
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Berarti KPK ga cukup kuat melawan pulisi dong :kagets

Pulisi aja susah diobok2nya
apalagi TNI ya,

yg paling gampang sepertinya kepala daerah yg kepingin balik modal. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fuckinghandsome dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Lihat 2 balasan
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:31
Halah buku merah bikin gaduh negara emoticon-Busa mending cari buku putih yg jelas2 dpt mensejahterakan negara emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh ruuuruuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fuckinghandsome dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:31
Drama apalagi ini emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan liksemut memberi reputasi
2 0
2
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:35
jgn banyak sandiwara lah. ungkap kalo ada bukti. lebih baik nyebur bareng dari pada nyari dukungan palsu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:48
Lohhh kalo tito emg ada kasus, knp ga d ciduk aj sama KPK???

ini berita, bisa dibikin persepsi sesuai yg baca...

Ga ada yg istimewa selain terhibur ngeliat nasbung ngumpul d atas, berharap dan masih berharapppp

Akakakakkkkk...

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 15 lainnya memberi reputasi
8 8
0
Lihat 4 balasan
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 21:49
KACAU NIH KPK
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
3 2
1
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 22:06
Yg merah jangan sampe lepas


Ttd
Kasino
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan liksemut memberi reputasi
2 0
2
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 22:11
berapa tahun sih lama kekuasaan yang bisa dijabat. nanti pergantian rezim semoga tidak menuntut balas emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Teka-Teki Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura
17-10-2019 22:13
gillaaaaaaa Tirto berani banget bikin reportase nyasar truno 1 kayak gini....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Halaman 1 dari 12
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.