alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
20
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da32798c820845bcc21ce2b/matahari-tak-seindah-senja
Aku tidak pernah mengira aku akan menjalani kehidupan rumah tangga sepelik ini. Pernikahanku adalah pernikahan yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Kami hanya bertemu 3 kali selama proses ta'aruf itupun dengan dampingan dari masing-masing keluarga kami.
Lapor Hansip
13-10-2019 20:33

Matahari Tak Seindah Senja

Past Hot Thread
PROLOG

Aku tidak pernah mengira aku akan menjalani kehidupan rumah tangga sepelik ini. Pernikahanku adalah pernikahan yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam, aku dan suamiku, kami sama-sama membuat keputusan besar dan dengan sadar menerima proses Ta'aruf ini. Kami hanya bertemu 3 kali selama proses ta'aruf itupun dengan dampingan dari masing-masing keluarga kami.

Matahari Tak Seindah Senja

Aku berasal dari keluarga yang taat beragama, namun aku bukanlah wanita solehah, aku masih belum bisa sepenuhnya menutup auratku. Bahkan aku sudah berkali-kali pacaran dengan beberapa pria sebelum aku memutuskan untuk menerima Ta'aruf ini. Umurku sudah menginjak 28 tahun saat itu, umur yang sudah sangat matang untuk membina rumah tangga.

Omongan-omongan tidak enak dari tetangga perihal kondisiku yang masih single sering aku dengar, maklum aku hidup di desa. Bukan hanya ini faktor yang membuatku menyetujui Ta'aruf, dulu aku sebenarnya belum memahami apa itu Ta'aruf ? Bagaimana prosesnya? , Dan apa inti dari menjalani Ta'aruf ?
Saat itu aku hanya terbawa nafsu, karena seiring dengan bertambahnya usiaku, ada kekhawatiran dalam hati.
Umurku sudah matang, tapi belum ada yang melamarku, sedangkan teman-temanku yang lain sudah menggendong anak, bagaimana denganku? Akupun ingin seperti orang lain, membina rumah tangga dan menjalani kehidupan umum seperti mereka.

Dengan pemikiran seperti ini, aku menyetujui ketika salah seorang kerabatku berniat mengenalkanku dengan seseorang. Kami bertemu untuk pertama kalinya dirumah kerabatku, kesan pertamaku kepada suamiku, dia adalah pria yang baik, tutur katanya lembut, pendidikanya bagus, dan yang pasti dia tidak terlihat seperti "pria hidung belang". Setelah pertemuan pertama tanpa ragu aku menyetujui untuk melakukan pengenalan lebih lanjut melalui Ta'aruf. 3 bulan kemudian aku dan suamiku resmi menjadi sepasang suami-istri

Awal kehidupan pernikahan, kami benar-benar dimabuk asmara. Namun kebahagiaan ini tidak berlangsung lama, semua berawal dari suamiku yang mengetahui kelamnya masa laluku. Dan seiring berjalannya waktu aku mengetahui masa lalu suamiku yang jauh lebih fatal, dan sangat sulit aku terima.


INDEX
1. Anita
2. Pertemuanku
3. Lamaranku
4. Pernikahan Impianku
Diubah oleh sinsin2806
profile-picture
profile-picture
profile-picture
titikrapuh dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Matahari Tak Seindah Senja
13-10-2019 20:36
1. Anita

Namaku Anita, tetapi sejak kecil orang selalu memanggilku Tata. Sudah 3 tahun ini aku tidak mempunyai pacar, bukan karena parasku yang jelek sehingga tidak ada yang mau berpacaran denganku. Kulitku kuning langsat, dengan tinggi badan 160 cm, dan berat badan yang proporsional. Parasku ya bisa dibilang lumayan lah, walau tidak secantik Dian Sastro. Alasanku tidak berpacaran karena aku enggan menanggapi mereka yang mendekatiku hanya karena parasku dan mereka hanya berniat untuk memacariku tanpa ada pandangan serius ke jenjang pernikahan.

Sejak SMA sampai sekarang aku tidak ingat sudah berapa kali aku menjalani kisah cinta monyet dengan mantan-mantanku. Mungkin puluhan, tapi ada satu mantan kekasihku yang sampai sekarang masih segar diingatanku, bagaimana tidak. Dia adalah kekasih terakhirku sebelum aku akhirnya memutuskan untuk tidak berpacaran sejak 3 tahun lalu. Namanya Adit, aku sudah menjalin cinta dengannya selama 4 tahun, dulu kami sama-sama berjanji untuk selalu bersama dalam keadaan apapun, berniat untuk menikah dan bahkan kami sudah membuat pandangan masa depan setelah kami menikah nanti. Tapi apa daya, kebersamaan 4 tahun kami, tidak lebih kuat dari perintah Ibunya. Ibunya menjodohkanya dengan wanita lain pilihan ibunya. Aku tidak mengenal wanita itu, dan akupun tidak sudi untuk mengenal wanita itu, wanita yang sudah merampas Adit dariku.

Aku mencoba mengikhlaskan kepergian Adit, sangat berat awalnya. Satu tahun pasca Adit menikah aku masih sering menangis, menangisi takdirku, kenapa aku tidak bertakdir dengan Adit. Aku tidak pernah menggangu Adit setelah pernikahanya, aku tidak ingin menjadi orang ketiga, aku tidak ingin menjadi benalu, walaupun aku tau Adit juga masih mencintaiku. Aku sama sekali memutus kontan denganya setelah dia menikah.

Tiga tahun pasca perpisahan kami, aku sudah benar-benar ikhlas sepertinya. Karena aku sudah mulai memikirkan masa depan, bagaimana dengan kehidupanku, di umurku yang sudah tidak muda lagi, aku harus mulai mencari pendamping hidup, yang ingin menjalin hubungan serius denganku tentunya. Apalagi keluargaku dan tetangga-tetanggaku sudah mulai bergosip membicarakan kisahku yang ditinggal menikah dan sampai sekarang masih menjomblo.


"Ta, kamu mau ga kenalan sama temen aku, uda mapan dia, dan pastinya lagi nyari calon istri" tawar mas Opin.

Mas Opin adalah kerabatku, kerabat dari pihak ayahku. Dia seumuran denganku, tp dia sudah menikah dan mempunyai 1 anak, yang baru berumur 3 tahun.

"Lah males aku mas kalo cuma kenalan-kenalan doang, uda ga jaman, uda tua umurku mas, aku pinginya yang pasti-pasti aja" responku.

Awalnya aku tidak tertarik karena aku pikir ya hanya sekedar berkenalan dan ngobrol-ngobrol ga penting, buang-buang waktu aja pikirku saat itu. Namun mas Opin sedikit mendorongku untuk tetap melakukan perkenalan, dengan alasan bahwa pria yang akan dikenalkan ini sudah matang dan memang berniat mencari istri, pendidikan bagus karena dia bekerja di kantor yang sama dengan mas Opin. Yaitu di perusahaan BUMN di kotaku yang dari rumor beredar bahwa hampir semua pekerja di perusahaan tsb berpenghasilan tinggi, jadi mas Opin mengiming-imingi jika nanti aku menikah denganya aku tidak akan kekurangan dalam hal financial, karena pekerjaanya sudah mapan. Lalu mas Opin berjanji dalam waktu dekat dia akan menanyakan ke temannya itu, kapan bisa bertemu untuk berkenalan.

Dan benar saja, seminggu kemudian mas Opin datang kerumahku mengabarkan bahwa temannya bersedia bertemu di hari Minggu. Ayahku yang mendengar kabar bahwa mas Opin akan mengenalkanki dengan temannya terlihat sangat antusias. Beliau sangat ingin aku segera menikah.


"Wah bagus kamu pin, mau ngenalin temenmu ke Tata, kasian dia ntar keburu nenek-nenek belum dapat jodoh" ledek ayahku.

"Is Ayah, omongan buat anaknya yang bener dong, masa sampe nenek-nenek" jawabku ketus.

"Lah kamu, ayah suruh nikah calon milih sendiri sampe sekarang ga ada gregetnya, mau nunggu sampe ayah meninggal kamu baru mau nikah" balas ayah.

"Ya alloh yah ngomongnya begitu terus, Tata juga pinginya nikah yah, tapi kalo belum ketemu jodoh gimana dong, kan jodoh yang ngasih Alloh" jawabku dengan nada protes.

"Nah ini mumpung uda aku kasih jalan, besok ketemu, diniati aja mudah-mudahan ketemu, cocok dan jodoh" kata mas Opin

"Iya, Ayah temenin besok ya. Biar bisa liat orangnya juga" jawab ayahku.

"Iya yaudah terserah deh yah" jawabku pasrah.

Malam itu jujur aku agak gugup, walaupun sebelumnya aku sudah berkali-kali berpacaran. Tapi ini adalah kali pertama aku akan bertemu dengan seseorang yang dari awal memang aku niati semoga inilah orangnya, apalagi besok ada Ayah yang menemani, apakah suasana nya akan canggung besok? Ini yang ada dipikiranku.


to be continue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abdulrazakr80 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Matahari Tak Seindah Senja
14-10-2019 11:25
2. Pertemuanku

Siang itu, aku mengenakan jilbab pasmina pink kesukaanku dan memakai gamis. Ketika aku dan ayahku sampai dirumah Mas Opin ternyata disana sudah ada seseorang, aku belum melihat wajahnya, tapi hatiku sudah berdebar. Aku duduk berhadapan denganya, dengan malu-malu aku mencoba mengangkat wajahku dan berusaha untuk melihat wajahnya. Tanpa disadari tatapan mata kami beradu, aku segera mengalihkan pandanganku ke arah lain. Semakin berdebar hatiku seolah seperti telah tertangkap setelah melakukan sesuatu yang buruk.


Walaupun aku hanya melihat wajahnya sekilas, aku cukup terpesona dengan ketampananya. Wajah yang bersih dengan kumis tipis, dan senyum yang sangat manis. Aku rasa aku menyukainya, tentu awal ketertarikanku karena parasnya tidak bisa dipungkiri.

Namanya Candra, dia satu tahun lebih tua dariku. Hari itu aku hanya menjadi pendengar, ya mendengarkan percakapanya dengan mas Opin dan juga ayahku. Aku cukup terkesan dengan kepiawaianya dalam berbicara, dia mampu menjadi lawan bicara yang baik untuk ayahku. Padahal ayahku adalah tipe orang tua yang sulit untuk bergaul dan sulit untuk mengakrabkan diri, namun jika aku lihat Dia dan ayahku obrolanya sudah sangat santai dan terlihat akrab.

Setelah pertemuan, aku merasa sangat senang, aku berharap mas Candra juga merasakan ketertarikan seperti apa yang aku rasakan. Hari itu kami tidak bertukar nomor telepon, perpisahan kami hanya terucap dengan kata "sampai jumpa lagi". Aku mengungkapkan ketertarikanku ke mas Opin, tapi aku tidak berniat untuk mengejar dan terkesan seperti posesif. Aku ingin semua mengalir dengan alami, aku hanya berpesan kepada mas Opin.

"Mas Opin aku seneng bisa kenalan sama mas Candra, orangnya keliatan baik dan cocok sama ayahku juga, kalau kami memang berjodoh insyaalloh dia akan punya ketertarikan yang sama denganku. Tapi tolong mas Opin jangan bilang aku suka sama dia, aku mau liat setelah ini dia masih mau ketemuan lagi ga sama aku" terangku pada mas Opin.

"Iya Ta, mas tau. Tapi kalau dari guratan mukanya si kayaknya dia juga tertarik sama kamu, tapi nanti kita sama-sama tunggu aja ya. Dia mau ketemuan lagi apa ga, kalo dia mau berarti udah lampu Ijo nih." balas mas Opin

"Mudah-mudahan ya mas, Mas Opin doain juga dong." pintaku

"Yaitu si udah pasti gausah diomongin, aku kan juga pingin kamu cepet nikah, makanya aku kenalin si Candra, kalo ga si ngapain pake ngenalin Candra segala." bela mas Opin

"Iya deh, makasih mas Opin yang baik hati gantengnya ga ketulungan ga ada yang nyaingin sejagad wkwk. Tapi nanti kalo dia ada nanya-nanya tentang aku, bilang yang baik-baik yaak wkwk" rayuku.

"Weleh maunya si begitu, tapi dia pasti udah punya penilaian sendiri Ta, udah pkoknya ntar tunggu kebar selanjutnya ya, mudah-mudahan kabar baik"

"Amin"

Sore itu aku dan ayahku pulang kerumah dengan hati lega. Ayahku yang biasanya jarang sekali respon ketika aku dekat dengan seseorang, berbeda dengan kali ini, beliau terlihat sangat antusias mungkin juga karena beliau melihat mas Candra sepertinya ada keniatan serius bukan hanya sekedar kenal-kenalan seperti anak muda umumnya.
Sepanjang malam aku masih terngiang ngiang oleh sosoknya, aku sedikit menyesali saat pertemuan tadi seharusnya aku lebih banyak mencuri pandang kepadanya, tapi karena aku terlalu malu, jadi aku lebih sering memandang ke arah lain dan hanya mendengarkan suaranya saja.

Sehari, dua hari aku masih belum mendapatkan kabar dari mas Opin. Aku sedikit pesimis, dan sempat berpikir "o mungkin dia tidak tertarik kepadaku dan mungkin aku bukan seleranya".
Tapi alhamdulilah hari ketiga setelah pertemuan mas Opin mengirimkan WA.


"Ta, kata Candra dia pingin ketemu sama kamu lagi, kapan kira-kira kamu ada waktu?" bunyi chat WA mas Opin.

Aku kegirangan membaca WA dari mas Opin, ya Alloh alhamdulilah ucapku.

"Em kapan ya mas enaknya?" balasku jaim, padahal aku loncat-loncat dikasur saat kirim WA, memang terdengar alay/lebai tapi inilah yang aku rasakan.

"Ya kapan terserah kamu lah, masa nanya ke aku" balas mas Opin

Aku sempat berpikir lama, kapan ya kira-kira tapi semakin cepat semakin baik menurutku jadi aku putuskan untuk bertemu hari minggu ini saja. Oiya aku belum sempat bercerita tentang apa pekerjaanku, aku lulusan S1 Akuntansi dari salah satu Universitas Swasta di Jakarta. Dan sudah satu tahun belakangan ini aku memilih keluar dari perusahaan BUMN yang telah aku naungi selama 5 tahun karena aku merasa terkekang dengan jam kantor, aku lebih memilih untuk memulai usaha sendiri yang bisa aku kerjakan kapan saja,, tidak terpancang oleh waktu, jadi aku sekarang memulai bisnis online menjual produk-produk fashion seperti baju, sepatu, tas, make up dll.


"Hari minggu besok aja mas Opin, gimana menurut mas Opin" tanyaku.

"Ya nanti aku sampein ke Candra kalo kamu maunya hari Minggu, oiya pesan Candra kamu ketemuanya jangan sendiri ya, ditemenin sama ayah atau ibu kamu aja, soalnya dia juga mau bawa ayahnya." balas mas Opin

Aku agak bertanya-tanya dalam hati, kenapa dia membawa Ayahnya? Apa aku mau dilamar? Aku larut dalam khayalanku, tapi jika dipikir dengan nalar, ga mungkin juga si mas Candra mau tiba-tiba ngelamar, kan belum kenal dan baru pernah ketemu sekali.

"Iya mas" jawabku singkat.

Aku menyampaikan berita ini ke Ayah, dan beliau menanggapinya dengan sangat positif, katanya nanti biar Ayah yang temani. Tibalah hari yang sangat aku tunggu. sesuai kesepakatan dengan mas Opin, aku akan melakukan pertemuan kedua tetap di rumah mas Opin, pukul 10.00 pagi.
Sejak pukul 08.00 aku sudah bersiap-siap merias wajahku, aku usahakan senatural mungkin riasanku agar tidak terlihat menor, tapi tetap bisa menonjolkan wajahku. Pukul 09.30 aku berangkat dengan ayahku mengendarai mobil menuju rumah mas Opin yang berjarak hanya sekitar 15 km dari rumah.

Kali ini aku dan ayahku yang datang terlebih dahulu, kami duduk diruang depan dan berbincang-bincang ringan dengan mas Opin dan mb Dinda istri mas Opin. Tak berselang lama, terlihat ada mobil Avanza silver memasuki halaman rumah mas Opin. Pasti mas Candra ucapku dalam hati, dari kejauhan aku melihat mas Candra dan seseorang keluar dari mobil. Aku rasa itu adalah Ayah mas Candra, karena terlihat umurnya hampir sama seperti ayahku.

"Assalamualaikum" ucap mas Candra dari depan pintu

"Walaikum salam Ndra" sambut mas Opin dengan menjabat tanganya dan menjabat serta mencium tangan ayah mas Candra, mereka terlihat akrab, berarti mas Opin sudah kenal dengan Ayah mas Candra batinku.

Ayahku dan aku pun ikut menyambut kedatangan mereka, dan ikut bersalaman. Namun aku dan mas Candra tidak bersalaman, kami hanya memberikan salam dari depan dada. Sejak awal pertemuan mas Candra memang tidak mau menyalamiku langsung, aku tidak masalah dengan itu mungkin menurutnya aku bukanlah muhrim nya jadi wajar saja dia tidak mau bersentuhan langsung denganku.

Kami duduk berhadapan, aku dan ayahku lalu didepanku ada mas Candra dan ayahnya serta di sebelah kanan mas Opin. Awalnya perbincangan kami hanya membahas tentang hal-hal umum yang ada di kota kami, namun tiba-tiba ayah mas Candra membuka omongan bahwa kedatangan mereka kesini adalah untuk bersilaturahmi dan bermaksud untuk menjalani hubungan yang serius denganku, dan bermaksud untuk men-Ta'arufkan anaknya denganku. Aku memang sering mendengar kata Ta'aruf,, namun dalam keluargaku belum ada yang menikah dengan melewati proses Ta'aruf, jadi aku sendiri masih belum terlalu paham. Lalu ayahnya menanyaiku apakah aku mau menjalani Ta'aruf dengan mas Candra.

Aku menatap mas Candra, pandangan kami bertemu dan dia tersenyum kepadaku, seketika aku menjawab "Ya, aku mau". Bagaimana aku tidak mau, senyumnya benar-benar melelehkanku.
Ayah mas Candra menginstruksikan karena kami berdua sudah saling setuju untuk menjalani Ta'aruf, maka dalam waktu sebulan kedepan keluarga mas Candra akan melakukan lamaran kerumahku, dan pernikahan akan dilaksanakan beberapa bulan kemudian.

Aku sempat syok mendengar penjelasan dari Ayahnya. Secepat inikah?
profile-picture
i4munited memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
14-10-2019 15:10
3. Lamaranku


Rupanya kabar mengenai aku yang sedang menjalani Ta'aruf cepat sekali beredar, teman-temanku banyak yang mengirimkan WA untuk mengucapkan selamat. Aku agak risih sebenarnya, karena menurutku ini masih terlalu dini, aku ingin mereka semua mengucapkan selamat kepadaku nanti ketika aku di Pelaminan. Namun apa daya di kota ini berita sekecil apapun cepat sekali menyebar.

Beberapa temanku yang belum menikah bahkan mengungkapkan ke-irian mereka, dan menilai betapa beruntungnya aku hanya dengan sekali tatap muka, langsung ada pria mapan dan tampan yang serius ingin menjalin hubungan denganku. Entahlah aku masih ragu, apakah aku harus bahagia? Aku memang bahagia ketika pertama kali mendengar mas Candra ingin menjalin hubungan yang serius denganku, tapi dalam hati kecilku ada sedikit keraguan, siapkah aku? benarkah keputusan yang aku ambil? Apakah benar ini yang aku inginkan ?

Bayang-bayang pertanyaan seperti itu masih saja ada di benak ku, tak terasa besok adalah hari lamaranku. Di rumahku sangat ramai, beberapa keluarga jauh menginap untuk mempersiapkan acara lamaranku besok. Bukan acara yang mewah, hanya ada satu tenda di dirikan di depan rumah, dan dekorasi khas lamaran di dalam rumah, serta beberapa persiapan cathering untuk menjamu para tamu besok. Teman-teman dekatku Catherine, Salsa dan Agit menginap dikamarku mereka sangat antusias dengan lamaranku ini, maklum saja karena akulah anggota geng terakhir yang akhirnya mau menikah. Kami sudah berteman sejak SMA, dan mereka bertiga sudah menikah. Catherine dan Agit masing-masing sudah mempunyai 1 anak, sedangkan Salsa 3 tahun pernikahan masih belum mempunyai momongan.

Agit : "Ta, coba liat foto calon suamimu"


Aku : "Ga ada Git, ga punya"


Catherine : " Ah boong banget masa ga punya"


Salsa : "Jangan Ta, gausah dikasih liat ntar malah pada naksir repot, kata mbak mb Dinda calon suamimu ganteng Ta"


Aku : "Emang ganteng" Jawabku sambil tersipu malu.

Agit : "Tukaan, giliran ganteng aja gamau dikasih liat, uda cepetan mana HP mau liat"

Aku : " Ga ada Agit, sumpah ga pernah moto dia, uda liat langsung aja besok"

Salsa : "bikin penasaran orang aja"


Malam itu aku tidak bisa tidur, aku masih belum bisa percaya bahwa besok adalah hari lamaranku, apakah ini nyata. Aku hanya berdoa, ya Alloh jika ini dia memang jodohku hilangkanlah keraguan dalam diriku, dan lancarkanlah semua proses di dalamnya. Hamba percaya engkau akan selalu memberikan yang terbaik untuk hambamu.

Keesokan paginya, pukul 07.00 Agit si ratu make up sudah mulai mendandaniku. Acara akan dilaksanakan sesuai jadwal yaitu pukul 09.00. Aku manatap diriku dalam cermin dan mengagumi hasil karya Agit, wah hari ini aku benar-benar cantik gumamku dalam hati. Aku mendengar suara riuh dari luar, dan tiba-tiba Salsa masuk ke dalam kamar.

"Wah gila....gilaaa... calon suami si Tata guuuaaanteng banget." Teriaknya


aku semakin deg-degan mendengar teriakan Salsa, dalam hati penasaran juga ingin langsung ikut keluar menyambut kedatanganya, tapi aku harus menahan diriku. Aku baru boleh keluar nanti saat acara akan berlangsung.

"Serius, mau liat mau liat" rengek Agit. Akhirnya mereka bertiga, Agit, Catherina dan Salsa keluar kamar.

Dengan cemas aku menunggu di kamar, tidak lama Catherina masuk kedalam kamar dan menyodorkan Hp ke arahku.

"Nih aku kasih liat fotonya biar kamu ga penasaran" kata Catherine

Aku melihat foto yang ada di HP Catherine, seorang pria gagah dengan baju batik corak cokelat serta memakai celana hampir senada dengan warna yang terang, aku benar-benar melongo melihat sosoknya.

"Woy, liatnya biasa aja gausah pake ngiler" ledek Catherine

Aku yang menyadari bahwa mulutku menganga langsung spontan menutup mulutku, aku benar-benar sangat antusias tapi aku harus bisa mengendalikan diriku.

Acara sudah dimulai, dan aku diiringi oleh teman-temanku keluar dari kamar, Aku melihat mas Candra duduk di ruang depan tepat dibawah dekorasi, seperti biasa senyumnya benar-benar menawan. Aku duduk hanya berselang 2 kursi dari mas Candra, aku sempat beberapa kali mencuri pandang padanya selama acara berlangsung. Acaranya sederhana, hanya ada sambutan dari pihakku, lalu ada seserahan dari pihak pria, setelah itu pemasangan cincin dijariku. Pemasangan cincin tidak dilakukan oleh mas Candra, namun ibunya yang mewakilinya memasangkan cincin di jariku. Setelah acara makan-makan selesai terlihat ayahku duduk berdua dengan ayah mas Candra, dari jauh terlihat sekali beliau sedang membicarakan topik yang serius, entah apa itu, pastinya tentang kita berdua.

Selama acara aku tidak banyak mengobrol dengan mas Candra, karena bagaimana pun kita masih canggung satu sama lain, maklum kita baru bertemu 3 kali ini. Dia lebih banyak mengobrol dengan mas Opin dan teman-temannya, begitu juga aku yang lebih memilih untuk bercanda gurau dengan teman-temanku.

Alhamdulilah acara berjalan dengan lancar, kini dijari manisku telah terpasang cincin yang manis. Setelah acara berakhir tadi aku bertekad untuk membuang semua keraguanku, karena aku sudah resmi dilamar oleh seseorang, maka baiknya jangan ada keraguan, dan aku akan berusaha semampuku melakukan yang terbaik. Dan sore tadi ternyata ayahku dan ayah mas Candra telah sepakat menentukan tanggal pernikahan kami, yaitu tanggal 15 Desember, berarti kurang dari 2 bulan aku akan menjadi istri mas Candra. Membayangkanya saja aku sudah merasa bahagia.

Klunting-klunting, HP ku berbunyi tanda WA masuk.

"Assalamualaikum Ta" ini adalah bunyi WA yang baru masuk, tapi aku tidak mengenal nomor pengirimnya, dan ketika aku perhatikan profil WA nya hanya ada gambar pantai jadi aku sama sekali tidak punya clue siapa ini. Aku memilih untuk mengabaikan WA ini, karena aku pikir ini paling chat iseng dari orang ga penting.

Klunting-klunting, Hp ku berbunyi kembali

"Ini benar nomor Tata? Ini aku Candra" wah ternyata itu adalah chat dari Candra, kaget dan senang tentunya. aku langsung membalas chat dari mas Chandra.

"Waalaikum salam mas Candra, oiya bener ini nomorku, maaf aku kira tadi chat orang iseng" balasku

"Gpp Ta, kamu udah tau tanggal pernikahan kita uda ditentuin?" Tanyanya

"Iya udah denger dari Ayah tadi tanggal 15 Des kan?" Jawabku

"Iya, aku besok boleh ajak kamu ketemu buat ngobrol-ngobrol? Hanya kita berdua?" Ajaknya


Aku sempat agak ragu awalnya, karena setauku namanya Ta'aruf walaupun aku sudah dilamar bukankah harus tetap dengan dampingan seseorang mahrom kita? Walaupun aku bukan wanita yang syar'i tapi aku berusaha untuk menghormati keputusann ayahnya dalam melakukan Ta'aruf.

"Hanya berdua mas? Apa tidak apa-apa?" Tanyaku.

"Untuku tidak masalah, terserah kamu mau atau tidak?" balasnya lagi.

"Yasudah mas, besok mau bertemu dimana?"

"Di Green Cafe deket kantorku jam 12.30 gimana?" tanya mas Candra

"Oke mas, besok aku kesana" balasku.

Setelah itu sudah tidak ada balasan lagi dari mas Candra, aku agak penasaran ada apakah? kenapa mas Candra tiba-tiba mengajak ku untuk bertemu.Tapi aku memilih untuk tidak terus menduga-duga.

"Mas, aku sudah di Green Cafe" inilah bunyi WA yang aku kirim ke mas Candra


Ada yang menepuk pundakku dari belakang, akupun menoleh dan mendapati mas Candra sudah berdiri di belakangku, ternyata dia sudah sampai duluan, tapi aku tidak melihatnya tadi karena dia sedang berada di Toilet.

"Mau aku pesenin apa?" tawar nya

"Aku mau Avocado Juice aja" jawabku

Aku berusaha seramah mungkin, agar tidak terlalu canggung. Sambil menunggu pesanan mas Candra mulai membuka obrolan.

"Ta, aku gatau apa yang kamu rasain sekarang, mungkin kamu ngerasa ini terlalu cepet atau gimana, karena kita baru kenal dan dalam hitungan hari kita akan melangsungkan pernikahan" ucapnya

Aku bingung harus bereaksi apa, aku hanya diam. Lalu dia meneruskan pembicaraanya.

"Aku berniat untuk mencari pendamping hidup, ini yang pertama kali aku bilang ke Opin sebelum akhirnya dia ngenalin aku sama kamu. Aku tau proses ini terlalu cepet, tapi aku berharap kamu percaya sama aku. Aku milih kamu karena aku rasa kamu adalah orang yang tepat untuk mendampingiku walaupun dulu kita baru bertemu sekali. Aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk pernikahan ini, dan aku minta kamu juga begitu. Aku ingin kita sama-sama berjalan satu arah dengan kemantapan hati dan tanpa keraguan. Terangnya panjang lebar

Aku mengatur nafasku sebelum aku menjawabnya.

"Aku juga menyetujui semua proses ini, karena aku percaya kamu adalah orang yang tepat untukku mas" jawabku singkat

Pertemuan kami siang itu ternyata karena mas Candra ingin melihat keseriusanku dan juga untuk menunjukan keseriusanya tentang hubungan ini. Aku sangat menghargai usaha mas Candra ini, tandanya dia benar-benar menjalani proses ini tanpa paksaan, dan aku yakin segala sesuatu yang dilakukan menurut hati tanpa adanya paksaan akan berbuah manis dan indah. Mudah-mudahan apa yang aku yakini selama ini memang benar adanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
medina12 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Matahari Tak Seindah Senja
18-10-2019 21:59
emoticon-Coblos "The sky becoms orange at sunrise and sunset, making the colors give a hope that the sun sets only to rise again"

Langit menjadi jingga saat matahari terbit dan terbenam,
menjadikan warna yang memberikan sebuah harapan
bahwa matahari terbenam untuk kembali bangkit.emoticon-Jempol

emoticon-Ngacir Tubrukan
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
20-10-2019 15:58
abang neduh dulu neng
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
20-10-2019 16:47
Quote:Original Posted By pardjono
abang neduh dulu neng


Iya bang, nanti ane kasih kopi item
0 0
0
Matahari Tak Seindah Senja
20-10-2019 19:19
&feature=youtu.be

[FINTECH ASETKU] Solusi p2p lending dengan bunga 24% per tahun

Fintech adalah sebuah sebutan yang disingkat dari kata ‘financial’ dan ‘technology’, di mana artinya adalah sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan.

Inovasi yang ditawarkan Fintech sangat luas dan dalam berbagai segmen, baik itu B2B (Business to Business) hingga B2C (Business to Consumer).

Untuk memberikan keuntungan kepada pendana, Asetku akan mempertemukan Lender dengan Borrower terpercaya. Asetku melakukan diversifikasi pendanaan dengan menyebarkan dana anda ke beberapa peminjam untuk meminimalisasikan risiko pendanaan. Keuntungan untuk pendana terdiri dari bunga tahunan 20-24%. Dengan Asetku, pendana dapat menikmati pendanaan mudah dan cepat beserta keuntungan yang besar.

Saat ini AsetKu resmi Terdaftar & Diawasi oleh OJK dgn nomor S-1110/NB.213/2018
______________
Coba dan dapatkan kupon experience untuk menambah nilai return anda

Daftar Asetku, masukkan kode referral VMDEQ saya untuk mendapatkan kupon experience. Asetku adalah paltform P2P yang tingkat returnnya tinggi, aman dan nyaman. Kembangkan dana Anda bersama kami sekarang. Klik untuk terima

https://asetku.com/cantaloupe/redire...rrerCode=VMDEQ


Sumber: https://www.google.com/amp/s/amp.kas...a-25-per-tahun
profile-picture
profile-picture
sinsin2806 dan i4munited memberi reputasi
1 1
0
Lihat 1 balasan
Matahari Tak Seindah Senja
Lapor Hansip
21-10-2019 00:28
Balasan post agen1990
Nenda sist
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
21-10-2019 00:32
Senja terlalu indah utk matahari . Wkwkw🤣🤣
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
21-10-2019 02:55
udah tamat gan?
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
21-10-2019 06:27
belom gan, ane kira ini ga ada peminatnya makanya belom ane terusin wkwk
profile-picture
medina12 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
21-10-2019 11:32
Teruskan dong....
emoticon-Ngakakemoticon-2 Jempol
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
21-10-2019 16:17
minta lanjutan gan,ane penasaran ama ceritanya
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
21-10-2019 16:23
Quote:Original Posted By Mullis312
minta lanjutan gan,ane penasaran ama ceritanya


Nanti malem ane kebut yaa emoticon-Cendol Gan
profile-picture
medina12 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
21-10-2019 16:41
ahhhsiaaappp
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Matahari Tak Seindah Senja
22-10-2019 12:15
4. Pernikahan Impianku

Dulu aku sering memimpikan betapa indahnya pernikahan dengan seorang yang aku cintai. Dan sekarang percaya atau tidak percaya, hari yang aku impi-impikan sudah ada di depan mata. Ya hari ini adalah hari pernikahanku dengan mas Candra. Aku masih belum mengerti apakah ini cinta? Apakah dalam waktu sesingkat ini aku sudah mencintai mas Candra? Atau ini hanyalah kesenangan sesaat karna paras tampannya. Entahlah yang jelas aku merasa bahagia di hari pernikahanku.

Dengan balutan gaun putih tulang, aku memasuki area Akad. Disana aku melihat mas Candra calon suamiku, memakai setelan Jas warna putih dan lilitan kain batik di pinggangnya sungguh untuk kesekian kalinya aku kembali terpana melihat sosoknya. Dengan hati berdebar aku duduk disamping mas Candra. Aku jelas mendengar deru degup jantung mas Candra, tunggu atau ini adalah deru detak jantungku, aku sampai bingung membedakannya.

"Saya terima nikahnya Anita Wulandari dengan mas kimpoi 50 gram emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."

Terdengar suara "Sah" "Sah" dari samping kanan dan kiriku. Aku mengucap hamdalah karena aku sudah menjadi istri sah dari seseorang, dengan malu-malu aku memandang ke arah mas Candra, Suamiku. Aku llihat dia menyodorkan tangan kanannya, dan akupun menerima dan menyalaminya. Aku bisa merasakan gemetar dari tangan mas Candra, ini adalah kali pertama kami bersentuhan, selama proses Ta'aruf kami belum pernah sekalipun bersalaman atau bersentuhan kulit.

Setelah acara resepsi selesai, aku memasuki kamarku yang telah dihias layaknya kamar pengantin pada umunya, aroma khas melati jelas tercium ketika aku pertama kali membuka pintu, Wah seperti inikah pernikahan, sungguh sangat indah batinku. Seketika aku membayangkan bahwa aku akan menghabiskan malamku dengan mas Candra, dan tiba-tiba saja aku merasa malu telah membayangkan hal sejauh itu.

Aku mendekati meja riasku, dan duduk didepan kaca. Aku mulai melepas pernak-pernik yang menempel dikepalaku. "Wah riasan ini benar-benar menggangu kepalaku". Aku membuka satu-persatu lapisan kain-kain yang melilit dikepalaku dan mulai membersihkan riasan wajahku. Sampai aku tidak menyadari seseorang telah masuk ke dalam kamar.

Mas Candra : "Pegel juga ya seharian berdiri"

Seketika aku menoleh kebelakang dan mendapati mas Candra sudah duduk di atas kasur dan tersenyum kepadaku.

Aku : "Iya mas, hampir 5 jam kita berdiri. Oiya mas mau diambilkan minum apa?" tawarku sambil berdiri, tentu saja aku berusaha menjadi Istri yang baik walaupun suasana masih canggung.

Mas Candra : "Kamu mau ambilin minum sekarang, itu muka kamu?" tanya mas Candra sambil menunjuk mukaku.

Aku balik badan , dan mendapati mukaku sangat berantakan setengah muka sudah bersih, tapi setengahnya lagi masih full makeup bahkan bulu mata palsu sebelah kiri belum sempat aku lepas.

Mas Candra : 'Kamu bersihin dulu muka kamu, baru nanti ambilin minum ya, dari pada kamu keluar begitu, nanti pada lari orang-orang" ledek mas Candra.

Aku :"Is bisa aja" malu juga sebenernya aku sama mas Candra.

Suasana kembali hening, ku tengok kebelakang dan mendapati mas Candra sedang berganti pakaian, ups seketika aku menutupp mataku, ya walaupun mas Candra sudah resmi menjadi suamiku, tapi kami masih merasa canggung.

Pukul 20.00 aku sudah merasakan kantuk yang hebat, mungkin efek kelelahan. Aku menunggu mas Candra namun seperitinya dia masih asik berbincang dengan keluarga dan beberapa kerabat di ruang tengah. Jadi aku memutuskan untuk tidur terlebih dahulu. Tiba-tiba aku merasakan ada yang meyentuh keningku, ketika aku membuka mata, aku melihat muka mas Candra benar-benar ada di depanku, hanya berjarak beberapa centi saja. Jantungku berdegup kencang, aku merasa canggung dan bingung harus merespon seperti apa. Akhirnya aku memilih untuk menarik wajahku untuk menjauh.

Aku : "Udah selese mas, ngobrol-ngobrolnya" jawabku sambil mengucek-ucek mata karna masih sangat mengantuk.

Mas Candra : "Iya, kamu uda tidur tadi?"

Aku : "Iya mas udah, maaf ya aku tadi tidur duluan, udah ngantuk banget soalnya"

Mas Candra :"Iya gpp ta"

Suasana terasa canggung sekali, aku dan mas Candra berbaring di satu tempat tidur yang sama, tapi aku bingung harus bersikap apa dan bagaimana. Bayangkan saja, kamu seranjang dengan seseorang yang belum akrab denganmu . Iya memang dia adalah sosok yang aku kagumi. Tapi ini benar-benar sangat canggung. "Seseorang tolong runtuhkan suasana canggung ini" Teriaku dalam hati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayubiruuuu dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Matahari Tak Seindah Senja
30-10-2019 15:23
judulnya okeeee juga.. info bagus nihh... informatif bangettttt... luar biasaaa... mantul deh thread ini... sukak banget sama thread2 ok gini yessss... mantap deh.. lanjutkan gan...
profile-picture
profile-picture
medina12 dan sinsin2806 memberi reputasi
2 0
2
Matahari Tak Seindah Senja
02-11-2019 10:13
masih nunggu lnjutannya.kok blum ad ya
0 0
0
Matahari Tak Seindah Senja
02-11-2019 20:57
ayo...mbak lanjut lagi
0 0
0
Matahari Tak Seindah Senja
09-11-2019 08:18
blm update kah
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cinta-dalam-penyesalan
Stories from the Heart
madu-yang-beracun
Stories from the Heart
one-more-hour
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.