alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9dd1d28d9b172a781ca858/mulyono-ungkap-jejak-soenarko-di-rencana-rusuh-pasca-aksi-mujahid-212
Lapor Hansip
09-10-2019 19:25
Mulyono Ungkap Jejak Soenarko di Rencana Rusuh Pasca Aksi Mujahid 212
Past Hot Thread
Mulyono Ungkap Jejak Soenarko di Rencana Rusuh Pasca Aksi Mujahid 212
Seorang pensiunan PNS Mulyono ikut ditangkap polisi dalam kaitan rencana kerusuhan di Aksi Mujahid 212, Sabtu 28 September lalu. Mulyono mengungkap adanya keterlibatan Mayjen (Purn) Soenarko.

Dalam wawancara khusus dengandetikcom di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019), Mulyono menjelaskan awal mula dirinya bertemu dengan Seonarko. Saat itu, Mulyono yang tergabung dalam 'Majelis Kebangsaan Pancasila Nusantara (MKPN) pada tanggal 20 September 2019 lalu.

"Karena kita di Majelis Kebangsaan Pancasila Nusantara kita diundang Pak Prof Insani dari Ekonom UI, diundang dengan Pak Narko (Soenarko, red) di rumahnya beliau. Tanggal 20 di rumahnya Pak Narko," kata Mulyono.

Mulyono mengaku dirinya saat itu tidak mengetahui apa yang dibicarakan. Namun kemudian diketahui, bahwa pertemuan itu membahas gerakan dari aktivis Sri Bintang Pamungkas (SBP) untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Waktu undangan pertama kita nggak tahu apa yang akan dibicarakan, pada saat pembicaraan mereka akan adakan gerakan itu yang mengusung gerakan Sri Bintang Pamungkas. Nah itu diutarakan bagaimana menurunkan Jokowi, bagaimana menolak, bagaimana kembali ke UUD 1945," tutur Mulyono. 

Mulyono mengaku tidak sepaham dengan rencana gerakan tersebut. Ia pun menyebutkan dirinya menolak rencana Sri Bintang itu.

"Nah kita bilang bahwa kita bukan di wilayah itu. Kita buka di wilayah kenegaraan dalam artian kita tidak berkait dengan menurunkan rezim. Yang kita ubah bukan menurunkan rezim, tapi membangun sistem atau mengganti sistem. Jadi kita tolak saat itu," bebernya.

Ia menyebutkan, pertemuan itu dihadiri oleh sekitar 15 orang. Selain Soenarko, Mulyono juga menyebut kehadiran Lakda (Purn) Sony Santoso dalam pertemuan itu.

"Pak Sri Bintang nggak hadir di situ. Yang ada itu Pak Slamet, saya dan lain-lain ada yang dari UI, Pak Narko, Pak Sony ada juga beberapalah orang antara 10-15 orang," ucapnya.


Di tengah pertemuan itu, lanjutnya, Soenarko menanyakan apakah di antara mereka ada yang bisa membuat 'petasan'. Petasan yang dimaksud adalah sebuah bom.

"Begitu di dalam pembicaraan itu Pak Narko nanya 'ada yang bisa bikin petasan gak'. Terus kebetulan saya bertiga sama Laode sama Heriawan. Heriawan bilang 'Laode Sugiyono bisa bikin'. Heriawan itu sebenernya masuk di tim kita di majelis, tapi dari 02. Dia nyusup masuk seolah-olah mau belajar Pancasila. Nah pada saat itu dipanggilah Laode Sugiyono," tuturnya.

"Itu saya dengar dari jauh aja mereka bicara, Sugiyono bilang 'bisa, saya pengalaman di Ambon bisa' sehingga dia bilang ada saudara-saudaranya juga. Udah sejak itu selesai," katanya.

Selanjutnya, pada Selasa (20/9), Mulyono kembali mengikuti pertemuan di rumah Sony Santoso di Tangerang. Selain Soenarko, dosen IPB Abdul Basith juga disebutnya hadir dalam pertemuan itu.

"Tanggal 24 (September) saya diundang ke rumahnya Pak Sony di Tangerang. Yang datang Pak Narko, Pak Sony, pak Basith, terus ada dokter perempuan dan ada 1 mahasiswa Muhamamdiyah, ada Laode, karena Laode yang bawa mobil saya," katanya.

Pada pertemuan itulah, mereka membahas rencana untuk membuat kerusuhan di aksi mahasiswa. Mereka berencana menunggangi aksi mahasiswa.

"Pada saat itu ngomong yang pertama, bagaimana anak mahasiswa akan membuat semacam deklarasi untuk BEM-BEM se-Indonesia untuk bersatu dalam rangka demo itu yang pertama," tandasnya.
https://m.detik.com/news/berita/d-47...2/2#detailfoto

Diubah oleh kaskus.infoforum
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
09-10-2019 19:31
Quote:Original Posted By albetbengal
Mulyono Ungkap Jejak Soenarko di Rencana Rusuh Pasca Aksi Mujahid 212
Seorang pensiunan PNS Mulyono ikut ditangkap polisi dalam kaitan rencana kerusuhan di Aksi Mujahid 212, Sabtu 28 September lalu. Mulyono mengungkap adanya keterlibatan Mayjen (Purn) Soenarko.

Dalam wawancara khusus dengandetikcom di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019), Mulyono menjelaskan awal mula dirinya bertemu dengan Seonarko. Saat itu, Mulyono yang tergabung dalam 'Majelis Kebangsaan Pancasila Nusantara (MKPN) pada tanggal 20 September 2019 lalu.

"Karena kita di Majelis Kebangsaan Pancasila Nusantara kita diundang Pak Prof Insani dari Ekonom UI, diundang dengan Pak Narko (Soenarko, red) di rumahnya beliau. Tanggal 20 di rumahnya Pak Narko," kata Mulyono.

Mulyono mengaku dirinya saat itu tidak mengetahui apa yang dibicarakan. Namun kemudian diketahui, bahwa pertemuan itu membahas gerakan dari aktivis Sri Bintang Pamungkas (SBP) untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Waktu undangan pertama kita nggak tahu apa yang akan dibicarakan, pada saat pembicaraan mereka akan adakan gerakan itu yang mengusung gerakan Sri Bintang Pamungkas. Nah itu diutarakan bagaimana menurunkan Jokowi, bagaimana menolak, bagaimana kembali ke UUD 1945," tutur Mulyono. 

Mulyono mengaku tidak sepaham dengan rencana gerakan tersebut. Ia pun menyebutkan dirinya menolak rencana Sri Bintang itu.

"Nah kita bilang bahwa kita bukan di wilayah itu. Kita buka di wilayah kenegaraan dalam artian kita tidak berkait dengan menurunkan rezim. Yang kita ubah bukan menurunkan rezim, tapi membangun sistem atau mengganti sistem. Jadi kita tolak saat itu," bebernya.

Ia menyebutkan, pertemuan itu dihadiri oleh sekitar 15 orang. Selain Soenarko, Mulyono juga menyebut kehadiran Lakda (Purn) Sony Santoso dalam pertemuan itu.

"Pak Sri Bintang nggak hadir di situ. Yang ada itu Pak Slamet, saya dan lain-lain ada yang dari UI, Pak Narko, Pak Sony ada juga beberapalah orang antara 10-15 orang," ucapnya.


Di tengah pertemuan itu, lanjutnya, Soenarko menanyakan apakah di antara mereka ada yang bisa membuat 'petasan'. Petasan yang dimaksud adalah sebuah bom.

"Begitu di dalam pembicaraan itu Pak Narko nanya 'ada yang bisa bikin petasan gak'. Terus kebetulan saya bertiga sama Laode sama Heriawan. Heriawan bilang 'Laode Sugiyono bisa bikin'. Heriawan itu sebenernya masuk di tim kita di majelis, tapi dari 02. Dia nyusup masuk seolah-olah mau belajar Pancasila. Nah pada saat itu dipanggilah Laode Sugiyono," tuturnya.

"Itu saya dengar dari jauh aja mereka bicara, Sugiyono bilang 'bisa, saya pengalaman di Ambon bisa' sehingga dia bilang ada saudara-saudaranya juga. Udah sejak itu selesai," katanya.

Selanjutnya, pada Selasa (20/9), Mulyono kembali mengikuti pertemuan di rumah Sony Santoso di Tangerang. Selain Soenarko, dosen IPB Abdul Basith juga disebutnya hadir dalam pertemuan itu.

"Tanggal 24 (September) saya diundang ke rumahnya Pak Sony di Tangerang. Yang datang Pak Narko, Pak Sony, pak Basith, terus ada dokter perempuan dan ada 1 mahasiswa Muhamamdiyah, ada Laode, karena Laode yang bawa mobil saya," katanya.

Pada pertemuan itulah, mereka membahas rencana untuk membuat kerusuhan di aksi mahasiswa. Mereka berencana menunggangi aksi mahasiswa.

"Pada saat itu ngomong yang pertama, bagaimana anak mahasiswa akan membuat semacam deklarasi untuk BEM-BEM se-Indonesia untuk bersatu dalam rangka demo itu yang pertama," tandasnya.
https://m.detik.com/news/berita/d-47...2/2#detailfoto

Nasbung tua bangka radikal paokemoticon-Marah

Kata nabsung dan kaskuser netral demo mahasiswa tidak ditunggangiemoticon-Imlek


kalau dari berita di atas sih... aksi mahasiswa belum ditunggangi.. atau masih minim ditungganginya..

betewe.. good job polri..
Diubah oleh khayalan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 6 lainnya memberi reputasi
7
09-10-2019 19:32
gerombolan 02 212 bgst
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
4
09-10-2019 19:32
wuih...ternyata memang terstruktur sistematis dan masiv nih...
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 5 lainnya memberi reputasi
6
09-10-2019 19:36
payah.
mei sudah rusuh, september juga sudah rusuh.
tapi perkembangan kasus masih terbatas mengantongi nama, mapping, plus ungkap-ungkap sensasional.
parah nih penegak hukum +62.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Lihat 2 balasan
09-10-2019 19:39
Ditunggangi dan dimanfaatkan itu beda artinya

Gwa lebih setuju kalo dalam bahasa berita : aksi itu memanfaatkan situasi disaat mahasiswa sedang demo

Sama aja dengan starling yang selalu ada disetiap demo. Dimana ada demo, disitu ada yang haus....demo memutar roda ekonomi
Diubah oleh suromenggolo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
5
09-10-2019 19:42
awas penumpang gelap
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan simsol... memberi reputasi
2
09-10-2019 19:42
berarti soenarko ini sudah 2 kali.

apakah akan dilindungi lagi seperti kasus yang pertama ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
5
09-10-2019 19:45
Dasar manusia licik


emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan simsol... memberi reputasi
2
09-10-2019 19:45
Quote:Original Posted By kacung.arap
berarti soenarko ini sudah 2 kali.

apakah akan dilindungi lagi seperti kasus yang pertama ?


parah tuh orang gan tapi banyak koleganya yg melindungiemoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Lapor Hansip
09-10-2019 19:51
Balasan post bodico
Quote:Original Posted By bodico
payah.
mei sudah rusuh, september juga sudah rusuh.
tapi perkembangan kasus masih terbatas mengantongi nama, mapping, plus ungkap-ungkap sensasional.
parah nih penegak hukum +62.


Presidennya juga lembek kalo kata gw, harusnya udh dibabat habis tni polri ini yg niat gulingin pemerintah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pakcikanto dan 6 lainnya memberi reputasi
7
09-10-2019 19:51
Markibong.
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
1
09-10-2019 19:52
Quote:Original Posted By simsol...
parah tuh orang gan tapi banyak koleganya yg melindungiemoticon-Cape d...


simple.. jika ada rekaman ttg perkataan soenarko di pertemuan itu.. bisa masuk kandang tu orang..

kalau kaga ada rekaman... ujung2nya bakal ada pernyataan "kurangnya alat bukti."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
3
09-10-2019 19:53
Dagang bakso, sayur kan jg dpt duit. usaha kok ngompor, kasian emaknya mahasiswa kl sampe anknya pd knapa napa.
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
1
09-10-2019 20:01
" ada enggak yang bisa bikin petasan " emoticon-Matabelo
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
1
09-10-2019 20:04
Quote:Original Posted By khayalan
simple.. jika ada rekaman ttg perkataan soenarko di pertemuan itu.. bisa masuk kandang tu orang..

kalau kaga ada rekaman... ujung2nya bakal ada pernyataan "kurangnya alat bukti."


kan ada pidionya yg kasus awal breemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
3
09-10-2019 20:06
coba bapak jelaskan tentang "mengganti sistem" yang bapak maksud
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan simsol... memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
09-10-2019 20:06
Quote:Original Posted By simsol...
kan ada pidionya yg kasus awal breemoticon-Malu


yg kasus awal anggeplah.. faktor U.. emosian dan jadi ga nalar omongannya...

untuk yg ke dua.. harusnya beda soal... kolega cukup ngebantu sekali doangan.. emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
3
09-10-2019 20:08
Quote:Original Posted By khayalan
yg kasus awal anggeplah.. faktor U.. emosian dan jadi ga nalar omongannya...

untuk yg ke dua.. harusnya beda soal... kolega cukup ngebantu sekali doangan.. emoticon-shakehand


sulit kalo yg ini cuman saksi tanpa bukti konkrit breemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
liee dan rizaradri memberi reputasi
2
09-10-2019 20:10
Quote:Original Posted By simsol...
sulit kalo yg ini cuman saksi tanpa bukti konkrit breemoticon-Cool


sulit tapi belum tentu hilang tu kasus.. sapa tau ada pengembangan lain di sana..
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan simsol... memberi reputasi
2
09-10-2019 20:11
Gila ya, rezim cebong!
Sudah beberapa purnawirawan jenderal kopassus sengaja diganggu, difitnah, dipermalukan!
Gak ada otaknya ini penjilat rezim cebong.
Akan datang masanya, kegilaan rezim cebong ini akan menuai balas.

Take emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riezazura dan 5 lainnya memberi reputasi
-6
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.