alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c9eeee83c7222d05cff15/cerbung-mantan-sahabat
Lapor Hansip
08-10-2019 21:36
(Cerbung) Mantan Sahabat
(Cerbung) Mantan Sahabat






Quote:Hallo, selamat datang di kediaman ane. Salam kenal, Agan dan sista.. Disini ane bakalan coba nulis cerbung alias cerita bersambung. Mohon masukan, sraran dan juga kritik yang tentunya membangun ya. 

Terima kasih. 


     
Prolog

Percayalah, ini kisah cinta paling rumit yang pernah kujalani. Bagaimana tidak, rasa cinta yang kulakoni saat ini adalah kisah cinta yang sangat menguras hati. Manyayangi dia setiap hari, mengingatnya setiap waktu dan merindukannya setiap detik adalah hal yang biasa kujalani setiap hari. Selalu kulakukan dengan bahagia karena memang nyata sayang itu ada untuknya sejak lama.

Tapi, saat rasa sayang ini meningkat menjadi rasa cinta. Semua mulai berubah, aku menjadi orang paling egois yang mungkin pernah ia kenal. Ia menjauhiku, ia menghilang, bersikap seolah aku adalah orang lain buatnya. Cinta mengajarkan aku keserakahan. Sejak lama kami bersama, tawa dan tangis selalu dinikmati dan dibagi berdua. Namun, rasa cinta merubah segalanya. Ada rasa cemburu saat ia bersama yang lain, ada rasa curiga saat ia tidak ada di depan mata. Egois kan?

Rasa cinta atau apapun itu yang ada di dalam hati selalu ingin kubagi dengannya sahabatku sejak lama. Aku manusia yang tidak pandai menutupi apapun, apalagi saat bersamanya. Maka, rasa cinta yang membuat jantungku berdebar dan melagukan namanya itu kuungkapkan dengan gembira. Berharap ia menerima dengan senyum bahagia, sebahagia aku saat merasakan perasaan itu.

Yang terjadi malah sebaliknya, semua menjadi hancur. Persahabatan kami harus diakhiri dengan paksa, rasa cinta itu datang pada orang yang salah. Bukan, harusnya bukan untukku dan dia. Karena nyatanya dengan adanya rasa cinta kami tidak bahagia dan tidak akan pernah bisa bersama.
Ini kisahku, sebuah perjalanan mengenal cinta. Dibuat terbang oleh perasaan yang ada, setiap hari hati ini dipenuhi bunga, hari-hari melagukan namanya, tersenyum saat mengingatnya dan mendapatkan semangat yang luar biasa saat satu kata saja keuar dari mulutnya. Namun, sayangnya hujan turun seketika. Angin kencang bertiup sangat kencang, hingga bunga-bunga yang tertanam di dalam hati itu tercabut dengan paksa oleh keadaan. Tidak hanya itu, sisa bbunga yang ada harus mati karena guncangan yang begitu kuat, Menyesakkan. Hatiku dipaksa mati oleh cinta yang kuciptakan sendiri.

Perlahan cinta itu harus kandas, sekuat tenaga mencoba menghapus rasa yang pernah singgah. Seperti mencabut jantungku sendiri dengan paksa, begitulah perasaan cinta itu harus pergi tanpa sisa.  

Cintaku harus musnah, ia tidak pernah membalas.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
marsetee dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
08-10-2019 21:38
anda tersesat emoticon-shakehand
0
08-10-2019 21:56
Bagus sih. Tapi salah kamar(kategori)

Harusnya story from the heart sis emoticon-Ngakak

Pm momod mintak dipindahkan
0
08-10-2019 22:01
Quote:Original Posted By route16
anda tersesat emoticon-shakehand


Quote:Original Posted By kucingkampung97
Bagus sih. Tapi salah kamar(kategori)

Harusnya story from the heart sis emoticon-Ngakak

Pm momod mintak dipindahkan


Wadaw, gimana caranya? emoticon-Cape d...
0
08-10-2019 22:02
Quote:Original Posted By route16
anda tersesat emoticon-shakehand


Salah ya emoticon-Mewek
0
08-10-2019 22:09
Quote:Original Posted By ciminuy
Wadaw, gimana caranya? emoticon-Cape d...


Bukak heart to heart. Lihat bagian atas ada tulisan moderator klik pilih moderator terserah yang mana lalu pm minta pindah di sfth.
0
08-10-2019 22:45
Salah kamar gan
Pindah ke sfth



Brum brum bruuuum
emoticon-Ngacir2
.:bricks only:.
0
09-10-2019 09:56
Persahabatan yang sejati akan membawa kerinduan yang abadi
profile-picture
ciminuy memberi reputasi
1
09-10-2019 09:57


Quote:Original Posted By route16
anda tersesat emoticon-shakehand

Di dalam hutan yg lebat
profile-picture
ciminuy memberi reputasi
1
15-10-2019 12:31
1. Kita Bertemu lagi


Aku berdiri kedinginan di depan pintu rumah. Menunggu dia yang kuyakini pasti datang. Rasa gelisah mulai merambat hingga ke hati, takut kalau-kalau hujan memaksanya tidak datang kali ini. Tapi, kekhawatiranku tidaklah nyata, hujan yang lebat tiba-tiba mulai mereda, air yang menutupi jalanan sudah surut, yang tersisa hanya udara yang terasa sangat dingin.

Lelaki itu kini berdiri tepat di depanku, menatapku lalu ia tersenyum dan kembali berbalik mengambil sebuah jaket berwarna hitam dari dalam tasnya. Jaket itu dipakaikan ke tubuhku, tanpa bicara ia mengancingkan dan merapatkannya hingga ke leherku.

Tubuh kecilku terlihat seperti ubur-ubur yang siap berenang. Semua tertutup jaket hingga ke lutut. Pria itu tersenyum lagi menatapku lalu meninggalkanku sendiri di depan pintu.

"Assallamullaikum," ucapnya sambil mengintip ke dalam rumah.

"Waallaikumusallam." Terdengar suara dari dalam rumah menjawab salam. Itu suara Mama.

"Hai, Fras apa kabar?" Suara Mama terdengar sangat semangat.

Lelaki itu langsung menarik tangan Mama, menyalaminya dan berkata, "Alhamdulillah, Ma." Senyuman Fras tidak lepas dari wajahnya yang terlihat kedinginan.

"Ijin bawa Yuna jalan-jalan ya, Ma," ucapnya sambil menatapku dengan matanya yang teduh.

Aku yang sedari tadi berdiri di depan pintu akhirnya masuk dan menatapnya sambil tersenyum.

"Iya, pergilah. Hati-hati, jaga diri juga jaga Yuna ya, Nak." Mama tersenyum menatapku yang mulai gelisah di depan pintu menunggu keberangkatan.

"Siap, Tante," ucap Fras sambil bergaya hormat mengikuti cara seorang TNI memberi salam kepada atasannya.

Mama tertawa melihat tingkah Fras yang tidak berubah sejak dulu. Kami berdua pamit. Aku mengikuti Fras menuju vespa yang ia parkirkan jauh di depan rumah.

"Kita kemana, Yun," tanya Fras menatapku sambil merapikan jaketku dan mengenakan helm di kepalaku.

"Ke pelabuhan saja." Aku memperhatian Fras yang sibuk mengurusku, padahal memakai jaket dan helm bisa kulakukan sendiri tanpa perlu dibantu.

"Tidak bisa. Hujan baru saja berhenti, lalu kamu mau main air? Kenapa ndak di kamar mandi aja sana. Banyak air juga kan? Percuma aku jemput jauh-jauh cuman mau main air!" Fras memonyongkan bibirnya pertanda tidak suka.

"Tapi kan di sana pemandangannya bagus, bisa foto-foto dan...."

"Jangan Alay," ucap Fras naik ke vespanya.

"Jadi kita kemana?" jawabku dengan memonyongkan bibir. Mengikuti Fras. Ikut merajuk.

"Ikuti aku saja." Fras mulai menyalakan mesin vespa biru kesayangannya dan menggenggam tanganku, lalu menariknya untuk segera naik.

Vespa kesayangan Fras melaju pelan melewati jalanan yang basah. Udara dingin seakan menampar wajahku. Seketika kantuk menyerang tanpa di undang. Fras tahu kebiasanku yang satu itu.

Fras menarik tanganku, merapatkannya ke pinggang dan menahan agar aku tidak jatuh. Lalu dengan pelan ia melajukan vespa dengan hati-hati agar aku nyaman berada di belakangnya. Merapat dan tertidur di punggungnya.

Punggung Fras tempat yang paling nyaman buatku.

***

Mataku terbuka, seseorang terasa meniupnya perlahan. Siapa lagi kalau bukan Fras yang melakukan itu, lelaki super jahil itu membangunkan aku dengan caranya.

"Ini dimana? Waw, cantik sekali!" Spontan aku berteriak menyaksikan pemandangan indah di depan mata.

Genangan air memenuhi sejauh mata memandang. Tempatku berpijak terlihat seperti padang hijau yang sangat subur. Rumput yang masih basah karena hujan mengeluarkan aroma yang menyenangkan. Jauh di tengah genangan air terlihat seperti pulau kecil yang sangat mungil.

Aku langsung merebahkan tubuh di rerumputan yang masih basah sisa hujan tadi. Memandang langit luas dengan sedikit awan yang mulai disinggahi matahari. Sudah mulai cerah. Kicauan burungpun mulai terdengar tanda hujan benar-benar sudah berhenti.

Fras ikut merebahkan tubuhnya disampingku. Kami memandang langit yang sama beberapa saat, lalu kembali duduk menikmati pemandangan danau lepas tanpa bicara.

"Ini yang namanya danau buatan. Keren kan?" Fras melempar senyumnya.

"Lebih dari kata keren, Fras. Aku suka. Sangat suka." Spontan aku memeluk tangan Fras tanda bahagia.

Fras balik merangkulku dan berkata," Makanya ikut aku saja, aku tahu pasti apa-apa yang kamu suka, Na." Fras mengusap kepalaku lembut dan tersenyum.

"Terimakasih," ucapku menatapnya bahagia.

Kepulanganku kali ini sama spesialnya dengan kepulangan sebelum-sebelumnya. Fras selalu siap menemaniku kapan saja. Mengajakku ke tempat yang baru, mendengarkan segala ceritaku dan selalu ada saat aku butuh dia. Fras seperti kakak, teman, sahabat dan cinta pertamaku. (*)

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tinwin.f7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
15-10-2019 13:02
Lanjutkan Sist. Cinta Pertama yang indah
profile-picture
ciminuy memberi reputasi
1
15-10-2019 13:57
lanjut bosquuuu
profile-picture
ciminuy memberi reputasi
1
15-10-2019 19:25
ijin subs dan baca ceritanya ya gan, emoticon-Angkat Beer


-------
Skalian nongki di pejwan. emoticon-Leh Uga
profile-picture
ciminuy memberi reputasi
1
15-10-2019 22:07
Quote:Original Posted By jnobasa
lanjut bosquuuu


Aku lanjut, Elang lanjut dong. emoticon-Cipok
profile-picture
jnobasa memberi reputasi
1
15-10-2019 22:08
Quote:Original Posted By g.gowang
ijin subs dan baca ceritanya ya gan, emoticon-Angkat Beer


-------
Skalian nongki di pejwan. emoticon-Leh Uga


Silakan, dengan senang hati. emoticon-Hai
0
15-10-2019 22:09
Quote:Original Posted By qoni77
Lanjutkan Sist. Cinta Pertama yang indah


Seindah apa, sist. emoticon-Peluk
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
1
15-10-2019 22:23
siap, 😍😍😍
profile-picture
ciminuy memberi reputasi
1
16-10-2019 07:46
2. Bunga Cinta

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk menghilangkan perasaan suka. Buatku dalam jangka waktu yang lama membunuh perasaan dan menikam hati agar melupa adalah sebuah hal yang amatlah sulit.

Selama itu aku melupakan Fras dan menyibukan diri dengan berbagai kegiatan kampus dan teman-teman baru. Hingga suatu hari ia kembali hadir dalam hidupku.

Media sosial dan takdir kembali mempertemukan kami. Mulai dari sanalah cinta dihatiku kembali bersemi. Kami semakin akrab, persahabatan yang sudah terjalin lama kini diulang lagi. Fras jugalah yang menjadi salah satu alasanku untuk cepat pulang jika liburan kuliah telah dimulai.

Dulu, aku pernah menyukai Fras lebih dari seorang sahabat. Saat perhatian demi perhatian yang ia berikan mampu membuat seluruh diriku merasa nyaman. Panggilan 'sayang' dalam setiap ucapan awalnya aku tanggapi sebagai panggilan pertemanan, karena kita dekat dan mulai lekat seakan tidak ada jarak.

Namun, perasaan sayang yang berbeda muncul kemudian. Aku tidak bisa menahan semua gelojak perasaan yang selalu menghukum disetiap harinya. Aku mulai cemburu dengan cerita Fras setiap kali bersama teman perempuannya. Mulai kecewa saat melihat akun sosialnya berbalas komentar dengan teman perempuan lainnya. Entahlah, perasaan sayang pada Fras saat itu mulai membuatku tidak nyaman.

"Hei, kemana aja?" Suara berat Fras terdengar di seberang sana.

"Hanya sibuk kuliah, itu saja." Aku menjawab ketus, mencoba tidak memperlihatkan perasaan yang ada.

"Oh, maaf. Aku hanya merindukanmu, Yank," bisik Fras diujung sana. Tapi, panggilan itu terasa seolah tepat di telinga.

"Ya, aku juga rindu." Akhirnya ini aku menjawab sendu.

Hari-hari terus berjalan. Kali ini aku benar-benar dibuat sesak oleh perasaanku sendiri. Hingga pertengkaran hebat antara aku dan Fras terjadi.

"Yank. Hari ini aku mau ikut touring ya. Bareng komunitas vespa. Kayaknya bakalan seru. Seharian. Boleh kan? Seharian bakalan sibuk kayaknya." Suara Fras terdengar semangat diujung sana.

"Boleh. Terserah. Nanti tidak usah kabari aku. Aku mau istirahat lebih awal." Percakapan itu kusudahi. Telfon sengaja kumatikan, biaran saja dia mencari. Menjauh mulai terjadi karena ada rasa yang menyesakan di hatiku.

Satu minggu aku tidak eksis di dunia maya. Akun media sosialpun sengaja tidak kusentuh. Aku hanya ingin Frans menyadari perasaanku. Itu saja. Aku sengaja menjauhinya agar tahu apakah ia akan mencariku atau tidak.

Setiap pesan yang masuk melalui BBM tidak pernah aku baca, dibiarkan begitu saja. Sampai akhirnya dia terlihat menyerah. Tidak lagi mengirimku pesan, ikut diam seperti yang aku lakukan.

Hari ini kosan nampak lengang. Aku memutuskan berangkat lebih pagi ke kampus. Menghabiskan waktu bersama teman-teman sepertinya akan membantuku melupakan perasaan terhadap Fras.

Namun, hari berikutnya aku mulai merindukan Fras. Perasaan yang sangat rindu membuatku ingin menghubunginya. Aku menatap layar ponsel, berkali-kali membaca pesannya.  Ingin sekali mencoba menghubungi Fras tapi kembali kuurungkan. Baru saja ponsel itu kutaruh ia menyala dan nama Frans tertulis disana. Panggilan itu kuangkat dengan cepat tanpa ragu.

"Ya." Jawabku singkat.

"Hanya ya! Kamu menghilang selama beberapa hari dan sekarang hanya berkata ya!" Teriakan Fras terdengar dari seberang sana.

Aku terdiam. Tidak menjawab.

"Kemana saja? Apa yang salah?" tanya Fras seakan menodongku.

"Tidak ada. Semua baik-baik saja, " jawabku dengan napas tertahan. Fras terdengar benar-benar marah.

"Lalu kenapa menghilang! Apa karena aku ikut 'touring' ?" Fras mendengus. Nafasnya memburu. Amarah meronta jelas dari nada suaranya.

Beberapa saat kami hanya diam. Aku tidak menjawab. Fras juga tidak bertanya lagi.

"Kamu kemana aja, Yank?" Kali ini suara Fras mulai melunak.

"Aku dikosan dan aku baik-baik saja."

"Lantas, kenapa menghilang?".

"Aku tidak menghilang, aku hanya berusaha untuk tetap tenang".

"Tenang dari apa?"

"Dari hatiku sendiri."

"Maksudmu? Kamu marah aku pergi bersama teman-teman?"

"Tidak. Itu hakmu. Lagian kita jauh, aku tidak berhak mengekangmu."

"Karena kita jauh, makanya aku meminta izin padamu. Agar sibukku nanti tidak membuatmu marah."

"Aku bukan istrimu. Jadi silahkan sesukamu. Aku tidak melarang." Tegasku saat itu.

"Ya, aku tahu. Tapi aku sayang padamu."

Fras terdiam dengan ucapannya kemudian, akupun diam tidak menjawab. Kami hening dalam waktu yang cukup lama. Kata sayang dari Frans seolah memporak-porandakan hatiku kali ini. Perasaan yang membuncah di dadaku seakan ingin meloncat seketika.

"Sayang katamu?" tanyaku penuh pertanyaan di dalam hati.

"Ya, aku menyayangimu sejak kita bertemu. Sejak kau masih suka berkuncir dua. Sejak rambutmu dihiasi poni di depannya. Sejak dulu." Kali ini Fras menjawab lembut.

"Sejak SMP?" tanyaku memastikan.

"Ya sejak saat itu. Aku sudah menyayangimu."

"Tapi bukan sayang itu yang aku butuhkan! Aku menyayangimu Fras. Lebih! Lebih dari sekedar teman!" Nafasku memburu, seakan tercekik oleh kata-kataku sendiri. Air mataku tumpah, ada berbagai rasa yang membuatku kacau. Bahagia Fras menyayangiku. Namun, perasaanku berkata sayang itu hanyallah sebuah salah paham.

"Maksudmu?" tanya Fras hati-hati.

"Aku cinta padamu Fras. Aku mencintaimu dari dulu. Aku cemburu pada dia. Teman perempuan komunitas vespamu. Aku benci! Dia bisa setiap saat bertemu denganmu, di sisimu. Sedangkan aku!." Aku menjawab dengan isakan. Sesak di dadaku akhirnya tumpah juga.

"Kamu? Cinta aku, Yank?" tanya Fras hati-hati.

"Ya! Aku cinta kamu Fras. Aku takut kehilanganmu! Dari pada harus dilupakan, aku memilih untuk menghilang! Tapi apa? Perasaan rinduku padamu tidak bisa pudar, malah semakin berbinar!." Aku menjelaskan semua rasa yang selama ini ku pendam.

Tapi, diujung sana. Frans hanya diam. Ia tidak berkata apapun. Hening. Hilang. Terdengar bunyi nada yang panjang tanda telpon dimatikan.(*)

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tinwin.f7 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Lihat 1 balasan
16-10-2019 07:49
☺️aku juga nencintainmu Fras
profile-picture
ciminuy memberi reputasi
1
16-10-2019 07:49
Keren.
0
16-10-2019 08:42
Quote:Original Posted By ponesyam01
Keren.


Makasi, Mbak.
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
dua
Stories from the Heart
dibatasi-jendela-kamar
Stories from the Heart
let-me-tell-you-a-story
icon-jualbeli
Jual Beli
Rp 2.850.000
Rp 3.800.000
estimasi-harga-kaca-film-mobil
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.