Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
474
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9871908012ae4b5b2a41e3/cinta-dua-dunia-wanita-di-balik-cadar-tamat
Begitu syahdu ditemani seorang sahabat sekaligus saudara. Saudara tak harus sedarah bukan? Zhe dan Veronica adalah sahabat sejak mereka kecil, lebih kental daripada ikatan sedarah.
Lapor Hansip
05-10-2019 17:33

Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]







Quote:
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]

Pict by @agungdar2494













Prolog




Sepoi angin dingin menusuk jiwa dalam kebekuan. Barbalut malam bertaburkan bintang-bintang, Seseorang duduk di tepian taman berhiaskan berjuta warna. Bersimpuh menatap tingginya langit malam. Air matanya terjatuh mengaliri pipi hingga ke hati, kosong menatap ribuan mil cahaya gelap.



"Kamu di sini, Zhe?" tanya seseorang dari samping.


"Iya, lagi pingin di sini," Zhe menjawab dengan singkat tanpa menoleh.


"Udah malam, kamu nggak pulang?"


"Sebentar lagi, Ve. Temani saja aku di sini," pinta Zhe.


"Sebenernya mau ngajak makan, tapi kalau maunya di sini, ya,  nggak apa-apa."



Berdua hening menikmati malam yang semakin tenggelam. Aroma harum bunga menggoda penciuman hidung mungilnya. Begitu syahdu ditemani seorang sahabat sekaligus saudara. Saudara tidak harus sedarah, bukan? Zhe dan Veronica adalah sahabat sejak mereka kecil, lebih kental daripada ikatan sedarah.



"Udah malam, Zhe. Yakin masih pingin di sini?" tanyanya menyelidik.


"Baiklah, aku menyerah. Mari kita pulang." 



Berdua bangkit dari tempat duduk yang berbahan besi, bercorak hitam dengan hiasan ukiran di sisi kanan dan kiri. Mereka berjalan menyusuri gelap malam dengan penerangan yang semakin terang. Namun, tidak mampu menerangi kegelapan dalam hatinya.



"Cepat pakai helmnya, malah ngelamun terus," ucap Ve membuyarkan lamunan.

"Eh, udah sampai parkiran. Oke deh, mana helmnya?"



Setapak demi setapak jalan telah mereka lalui, jarum jam terus berputar. Akhirnya, mereka tiba di kediaman kos bertembok coklat dengan pintu sederhana, kamar ukuran 3x3 menjadi tempat paling nyaman untuk melepas penat dan lelah setelah seharian berutinitas.



"Zhe, aku pulang dulu. Besok ke sini lagi, kamu jangan kemana-mana," kata Ve dari luar pintu kos.




Suara motor Ve menjauh sampai tidak terdengar lagi. Sepertinya malam akan sangat panjang. Zhe membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur berseprai ungu dengan lipatan-lipatan manis di setiap ujung.




Dada membuncah penuh deru amukan ombak mematikan. Zhe mencoba menutup kelopak mata, tapi tetap tidak sanggup. Bayangan itu, bayangan hitam yang selalu menghantui bertahun-tahun hingga mematikan seluruh urat saraf panca inderanya. Bahkan masih membekas indah diseluruh bagian raga dan jiwa.




Sekali lagi, Zhe mencoba memejamkan mata berharap malam menenggelamkan segala kegundahan jiwa. Melupakan semua dan berharap amnesia atau mungkin mati adalah jalan paling indah. Namun, Zhe tidak selemah itu, masih banyak orang yang menyayanginya daripada yang ia sayangi.






Tik Tok Tik Tok






Dentuman suara jarum jam terus berputar, tapi mata masih segar menatap langit-langit.


"Sepertinya sudah saatnya untuk sholat malam, siapa tahu kegelisahan hati akan menghilang," gumamnya.



Zhe bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh diri, sebelum berserah diri kepada Sang Maha Pencipta.


"Ya Allah, berikan aku sebuah petunjuk untuk pilihan hidup yang aku jalani. Jika dia memang jodohku, dekatkan sedekat mungkin dan rubahlah dia menjadi yang paling terbaik. Namun, jika tidak, berikan jalan yang terbaik untuk kehidupan kami," senandung do'a yang dia panjatkan di setiap hajat.



Zhe merasakan ketenangan setelah mengutarakan keluh kesah hidup yang dialami. Zhe hanyalah manusia yang tidak mampu bercerita, tapi tidak mampu memendam segala derita seorang diri.




Bersambung...




Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
.nona. dan 74 lainnya memberi reputasi
73
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 13
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
05-10-2019 17:34
Quote:
emoticon-roseIndex Linkemoticon-rose


1. Prolog
2. Part 1
3. Part 2
4. Part 3
5. Part 4
6. Part 5
7. Part 6
8. Part 7
9. Part 8
10. Part 9
11. Part 10
12. Part 11
13. Part 12
14. Part 13
15. Part 14
16. Part 15
17. Part 16
18. Part 17
19. Part 18
20. Part 19
21. Part 20
22. Part 21
23. Part 22
24. Part 23
25. Part 24
26. Part 25
27. Part 26
28. Part 27
29. Part 28
30. Part 29
31. Part 30
32. Part 31
33. Part 32
34. Part 33
35. Part 34
36. Part 35
37. Part 36
38. Part 37
39. Part 38 [TAMAT]



Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 18 lainnya memberi reputasi
19 0
19
Lihat 10 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
05-10-2019 17:34
Cinta tidak bisa diminta dan ditolak ketika dia datang.
Rasa itu mengalir begitu saja tanpa perlawanan.
Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
05-10-2019 17:34
Casting Para Tokoh
Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 16 lainnya memberi reputasi
17 0
17
Lihat 10 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
05-10-2019 17:34

Part 1

Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]



Pagi indah dengan sinar mentari penuh kehangatan. Awan-awan berkumpul melukis langit cakrawala. Berdiri bangunan megah penuh corak perjuangan. Batu alam terpahat di bagian sisi bawah, deretan bangku kosong bercorak coklat menjadi tempat paling nyaman. Tidak lupa terpasang pigura para tokoh pahlawan dan sang penguasa negeri ini.


"Zhe, baru datang?" tanya Sonia teman berjilbab yang manis nan ayu. Wajah imut dengan garis blasterannya.


"Iya," jawab Zhe singkat langsung duduk di bangku.


"Udah ngerjain tugas?" tanya Mila si rambut panjang dengan body semampai mirip artis Raline Shah.


"Udah, pasti mau nyontek lagi yah?" Zhe memicingkan mata curiga dibalas cengiran kuda.


Bel sekolah berdering, semua masuk ke kelas masing-masing. Seperti sekolah pada umumnya dengan pelajaran yang membosankan. Belajar dan tugas menjadi makanan setiap hari. Pergantian mata pelajaran jam ke-3, ada sesuatu yang berbeda.


"Anak-anak kalian kedatangan murid baru pindahan dari Yogya," jelas Bu Guru.


Semua penghuni kelas penasaran, siapakah murid baru itu? Cewek atau cowok? Tiba-tiba ada ketukan pintu memecah keheningan.


"Assalamualaikum, Bu. Boleh saya masuk?" tanyanya sambil tersenyum ramah dengan lesung pipi di kedua sisi.


"Iya, masuk dan perkenalkan dirimu." Bu Guru mempersilahkannya dia berdiri di depan kelas.


Cowok berseragam putih abu-abu itu memasuki kelas dengan sikap penuh wibawa. Senyumnya merekah, memamerkan lesung pipi. Semua murid cewek terpesona oleh wajahnya yang setampan Afgan. Syarif, murid populer di kelas merasa kalau cowok ini sebagai ancaman baginya.


"Hay, teman-teman. Namaku Khoirul Prayoga. Kalian bisa memanggil namaku Irul saja. Alamat rumah di jalan kenanga nomor sembilan, aku pindahan dari kota Yogya," jelasnya ramah dengan senyuman yang masih mempesona.


"Ada yang mau bertanya?" imbuhnya melihat ke seluruh ruang kelas.


"Nomor telepon," teriak salah satu teman sekelas.


"Nomor telepon rahasia, silahkan bertanya nanti," jawab Irul masih penuh senyum dan terdengar sorakan seluruh teman-teman.  Perkenalan berjalan lima belas menit ngalor ngidul tidak jelas.


"Kamu duduk di samping Nur Azizah," perintah Bu Guru menunjukan tempat duduknya.


Irul mengangguk dan berjalan menuju bangku Zhe dan duduk di sampingnya.


"Hay, namaku Irul. Siapa namamu?" tanya Irul dengan tersenyum ramah.


"Nur Azizah, bisa panggil Nur atau Azizah." 


"Oh, salam kenal. Semoga betah jadi temanku," tuturnya penuh keramahan, meski tidak mendapatkan respon yang baik. Karena Zhe hanya diam dan tersenyum simpul.



*****




Semenjak hari di tahun itu, pertemanan mereka semakin dekat. Bagai tanaman yang terus tersirami, akhirnya subur dan berbunga indah. Persahabatan terjalin satu sama lain antara Sonia, Zhe, dan Mila. Tidak lupa persahabatan dengan teman yang lain seperti Irul, Syarif, dan Johan. Johan kekasihnya Sonia, mereka pacaran sejak duduk di bangku SMP. Cinta mereka kuat dan kokoh sampai sekarang. Walaupun terkadang ada pertengkaran, tapi berakhir damai dengan manis.


Udara terasa panas mencekik kerongkongan, minum banyak air saja tidak mampu menghilangkan dahaga. Sebotol air mineral habis tidak tersisa tergeletak di atas bangku kosong usang berwarna biru. Langit cerah merona tertutupi lebatnya daun mangga, teduh, tapi tetap saja panas.


"Hay, kamu masih di sini?" tanya seorang cowok yang tiba-tiba langsung duduk di sampingnya.


"Iya, habis panas banget cuaca hari ini," jawab Zhe tanpa menoleh, meskipun dia sedikit terkejut.


"Sama, aku juga. Makanya nyusul kamu ke sini. Kamu nggak ke kantin ikut teman yang lain?"


"Enggak, aku di sini aja. Lagi males ke kantin."


"Oh, ya udah aku temenin di sini, boleh?" tanyanya meminta kepastian, Zhe mengangguk.


Mereka duduk bersama menikmati cuaca cerah. Angin segar mengusir kepenatan setelah seharian berkutat dengan pelajaran. Satu tahun mereka berteman, tidak ada kecanggungan antara satu sama lain. Karena interaksi yang intens, entah sejak kapan hati mereka saling mengagumi satu sama lain. Terpesona dengan segala sesuatu yang mereka miliki.


Waktu cepat berlalu, dering bel mengisyaratkan seluruh murid untuk masuk ke kelas. Pelajaran terakhir yang membosankan, selain otak yang sudah terkuras, tenaga pun sudah habis.


"Besok tugas kalian kumpulkan di meja Bapak. Kalau sampai tidak mengerjakan, kalian Bapak hukum. Mengerti?" ancam Pak Guru.


"Siap Pak," teriak murid serempak.



Bel pulang berdering, semua murid berhamburan keluar kelas dan pulang ke rumah. Namun masih banyak murid yang terjebak di depan pintu gerbang sekolah, karena menunggu bis dan jemputan datang. 


"Zhe, ayo bareng ma aku?" tawar cowok tampan berlesung pipi setelah membuka kaca helm miliknya.


Zhe diam dan sejenak berpikir, kening berkerut dan matanya menyipit. Menimang-nimang apakah harus menerima atau menolak.


"Woy! Malah ngelamun!" Suara keras Irul mengagetkan, untung saja dia tidak memiliki riwayat jantung.


"Apa?"


"Astaga, greget! Aku cium juga kamu," ucap Irul mencubit hidung Zhe.


"Sakit, Rul. Ngapain nyubit-nyubit!" gerutu Zhe memanyunkan bibir membuat Irul semakin gemas.


"Ayo, pulang bareng aku. Harus mau!" Paksanya tanpa peduli wajah masam Zhe.


"Baiklah, gratis, yah!" Zhe manautkan alis naik turun dan dibalas acungan jempol miliknya.




Brum ... brum ... bruuummm ....




Motor sport membelah kerumunan anak-anak di depan gerbang. Perjalanan menuju rumah Zhe lumayan jauh sekitar tiga puluh menit. Cowok tampan itu baik, rela mengantar meki harus berputar arah. Akhirnya, mereka tiba di halaman rumah joglo dengan dua pohon mangga dan jati di depan halaman.


"Makasih, Rul. Jadi ngerepotin kamu terus." Zhe turun dari motor sport merah.


"Sama-sama, btw nanti malam punya acara nggak?" tanya Irul membuka helm, menambah ketampanan dengan rambut sedikit acak-acakan.



Hening


"Gimana?"


"Kayaknya enggak, kenapa?"


"Aku ajak malam mingguan, mau? Nanti izin ke orang tuamu. Nyantai aja," jelasnya dengan senyum manis membuat hati Zhe berdesir. Zhe mencoba mengatur hatinya yang semakin tidak menentu.


"Jadi?"


Hening


"Ya udah mau." Akhirnya, Zhe menjawab tanpa penolakan dengan wajah bersemu merah.


"Yes, makasih. Jam tujuh tepat yah! Jangan sampai lupa. Assalamualaikum," pamitnya dengan wajah tersenyum manis.



Zhe merasakan ada sesuatu yang menggelitik di dalam perut, seperti ribuan kupu-kupu yang ingin keluar dan memporak-porandakan alam dengan keindahan. Rasanya manis sekaligus membingungkan. Jantung Zhe semakin tidak beraturan, baru kali ini melihat senyum Irul menimbulkan gejolak yang dahsyat. Sampai meremang ke seluruh tubuh, seperti tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.


Sepertinya aku sudah nggak waras, batin Zhe menggeleng kepala.


Zhe masuk ke dalam rumah dengan ornamen khas jawa kuno. Rumah joglo dengan ruangan tengah lost tanpa sekat kecuali untuk bagian kamar. Lukisan dan hiasan terpasang rapi di dinding, orang tua Zhe sangat mencintai seni.


"Assalamualaikum." Zhe memasuki rumah.


"Waalaikumsalam." Terlihat ibu keluar dari dapur.


"Sudah pulang, Nduk? Sore sekali, banyak tugas di sekolah?" tanya ibu setelah Zhe mencium punggung tangannya yang lembut.


"Sampun, Bu. Tugas sekolah banyak tadi. Oh iya, Zhe mau minta izin. Ada temen ngajak main nanti malam. Boleh kan, Bu?" Zhe bertanya dengan keringat dingin dan hati berdebar.


"Temen siapa, Nduk? Laki-laki atau perempuan? Rombongan atau cuma berdua?" tanya ibu dengan begitu rinci, sebab ibu tahu putrinya tidak pernah keluar malam, kecuali Ve yang datang main ke rumah.


"Hmm ... anu, Bu. Anu," jawab Zhe gelagapan semakin tidak menentu.


"Kamu lucu, Nduk. Udah, sana izin ma Ayah. Izin yang bener, jangan bohong seperti ke Ibu," ucap ibu mengusap kepala, lalu kembali ke dapur.


"Inggih, Bu," sahut Zhe dengan muka menghangat.


Zhe sulit berbohong sekecil apa pun kepada orang tuanya. Akhirnya dia bisa bernapas lega, tapi kembali cemas ketika memikirkan bagaimana caranya minta izin pada ayahnya. Zhe tahu ayahnya begitu pakem dengan norma dan agama, sepertinya sulit untuk di-izin-kan.



*****




Jalanan semakin gelap tertutup malam, lampu menyala di sisi kanan dan kiri. Suasana kampung mulai sepi, hanya beberapa orang terlihat lalu-lalang untuk pergi ke surau. Mereka mengenakan kopiah, sarung, dan mukena. Zhe duduk di teras dengan tatanan sederhana, lampu bolam berwarna kuning sedikit meremang, tempat duduk dari dipan bambu dianyam sedemikian rupa. Halaman luas beralaskan tanah merah dengan pohon mangga dan jati di kedua sisi.


"Nunggu siapa, Nduk?" tanya Ayah pulang dari surau, lalu duduk di kursi kayu.


"Temen, tapi belum datang. Padahal janjinya jam tujuh tepat," sahut Zhe mencium punggung tangan tegas sang ayah.


"Yang kamu jelasin tadi sore, Nduk?"


"Nggeh, Yah. Ayah duduk dulu, Zhe buatkan teh." Zhe bergegas masuk dan pergi ke dapur.



Ayah duduk bertemankan senandung langgam jawa dari radio klasik miliknya. Tiba-tiba terdengar suara deru motor memasuki pekarangan rumah. Turun seseorang yang gagah dan tampan, mengenakan kemeja putih, celana levis, berjaket hitam, dan tidak ketinggalan sepatu yang senada.



"Assalamualaikum," uluk salam dari sang tamu.


"Waalaikumsalam," jawab ayah mengulur tangan dan duduk bersama.


"Cari siapa, Mas? Tumben-tumbenan ada tamu ke sini?" tanya Ayah.


"Nyari Zhe, Pak. Kulo temannya, mau minta izin ngajak Zhe keluar," jelasnya tanpa ragu dengan aura ketenangan.


"Oh, Azizah ... dia lagi bikin teh buat bapak di belakang. Sebentar lagi keluar. Nah, itu dia keluar," kata Ayah mengisyaratkan melihat pintu.



Zhe keluar membawa secangkir teh khas jaman dulu lengkap dengan tutupnya. Cangkir berlukis mirip seragam kebesaran tentara perang Indonesia, hijau loreng.


"Kamu baru datang?" tanya Zhe ikut duduk di samping ayah dengan wajah masam.


"Iya, maaf baru datang. Tadi futsal dulu sampai kelupaan," jelasnya dengan cengiran tidak berdosa.


"Ya sudah, jangan malam-malam kalau pulang. Ingat! Kamu perempuan, Nduk. Harus jaga unggah-ungguh dan nama baik orang tua. Ini kampung, bukan kota. Ayah percaya sama kalian," tegas ayah. "Ayah sampai lupa, siapa namamu, Mas?" imbuhnya lagi.



"Nama kulo Khoirul, Pak. Biasa dipanggil Irul," jawab Irul dibalas senyum Ayah.


"Ya udah, kamu pamit ibumu dulu. Biar Ibu nggak nyari kalau kamu nggak ada, Nduk," perintah Ayah.


Zhe bergegas masuk pamit ke ibu sambil mengambil tasnya di kamar. Kemudian Zhe dan Irul pamit meninggalkan ayah. Suara deru motor membelah jalanan perkampungan. Setengah jam perjalanan menuju kota dengan hingar bingar di sepanjang jalan.


Kedekatan mereka berdua sudah terjalin lama, hanya saja mereka sepakat untuk tidak mempertanyakan status dan rasa. Bagi mereka asal mengetahui rasa satu sama lain dan saling menjaga, itu sudah lebih dari cukup. Motor berhenti di depan lesehan seafod bertenda biru. 


"Aku pesan dulu, kamu masuk duluan," pinta Irul meninggalkan Zhe.


Zhe melenggang masuk dan duduk tepat menghadap taman kota. Pemandangan yang indah dengan air mancur dan beberapa pasangan muda-mudi berpacaran.


"Gimana seneng aku ajak keluar? Akhirnya, setelah sekian lama, kita bisa jalan berdua," ucap Irul mengisyaratkan bahagia dengan senyum merekah.


"Iya, hebat berani ketemu Ayah. Minta izin pula," sahut Zhe dengan mata berbinar.


"Entah, mungkin kekuatan itu aku dapat darimu," ucap Irul menatap Zhe jauh lebih dalam.


Semakin dalam hingga terlukis keindahan yang tidak mampu dijelaskan. Matanya menghipnotis bagi siapa pun yang mampu menelisik paling terdalam.


"Kamu cantik, Zhe," puji Irul.


Blussshhh ... pipi Zhe berubah merah merona seperti kepiting rebus. Rasanya ingin sembunyi dan menjerit.


"Apalagi kalau lagi malu-malu gitu, tambah gemesin. Pingin nyubit pipi tembemmu, gemes!" imbuhnya dibalas cubitan sayang di pinggang.


"Awww ... nambah dong," ujarnya genit.


"Udah, Rul. Malu dilihat orang-orang." Zhe berusaha menutup wajahnya dengan tangan, agar tidak terlihat dan beberapa saat degub jantungnya berpacu lebih cepat.


Pesanan yang ditunggu datang, harum aroma bebek bakar yang nyami, sambal, lalapan, dan tahu tempe semakin menggugah selera. Mereka asyik menikmati makanan, tiba-tiba datang  cewek cantik dengan tubuh indah bak artis.


"Hay, Rul. Kamu di sini?" sapanya dengan senyum manis.


Bersambung....
Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 24 lainnya memberi reputasi
25 0
25
Lihat 10 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
05-10-2019 18:00
judulnya menarik, Sist. menunggu kelanjutan. prolog udah rapi 😊
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
05-10-2019 22:25
Reserved
emoticon-Cool


Ikutan kayak TS di atas
emoticon-Wakaka
Diubah oleh deetzman
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 07:50
Quote:Original Posted By deetzman
Reserved
emoticon-Cool


Ikutan kayak TS di atas
emoticon-Wakaka


Wkwkwk..
Silahkan dibuat senyaman mungkin gan..
emoticon-nyantai


Reserved di atas buat indexs link dsb..
emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 09:06
Quote:Original Posted By indahmami
Pejwan
emoticon-Cool


Quote:Original Posted By darmawati040
judulnya menarik, Sist. menunggu kelanjutan. prolog udah rapi 😊



Tik tok tik tok .....

Kopi-kopi...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 10:03
Quote:Original Posted By kelayan00
Tik tok tik tok .....

Kopi-kopi...


Sudah siang, enaknya minum jus dingin. Kopi, mah, buat pagibhari sama malam, untuk yg mau begadang 😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 10:12
Quote:Original Posted By kelayan00
Gak suka jus, perut kadang mules. Kantong juga ikut mules.


Wkwkwk, kan, baru gajian, Gan. Kagak ikut event kaskus emang?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 10:20
Quote:Original Posted By kelayan00
Ikut. Semua. Tapi duitnya masih di awang-awang. Belum masuk rekening.


Lah? Diredeem, toh, Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 10:53
Quote:Original Posted By kelayan00
Udah kemaren, mungkin besok baru masuk. Lumayan buat beli bata. Buat ngelemparin ayam tetangga.


Ahahha, awas ayam tetangga mati. Nanti dipenjara lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 11:05
mungkin yg dimaksud adalah ayam yg lain ...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 11:12
Quote:Original Posted By kelayan00
Iya. Aneh-aneh aja tuh anggota DPR. Masak ayam tetangga masuk ke rumah tetangga didenda?


Semwntara tikus dibiarkan lolos, ya 😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 11:16
Quote:Original Posted By kelayan00
Soalnya di DPR tikus-tikusnyaa jadi piaraan.


Hahha, dicintai pulak, ya emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 11:31
cerita bercadar selalu menarik, kira2 yg diangkat mami bagian apa ya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 14:50
Quote:Original Posted By kelayan00
Soalnya, tikus nyang inih, sumber kehidupan.


Ahahah, duh. Ngakak ane
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 16:55
Quote:Original Posted By shafanya
cerita bercadar selalu menarik, kira2 yg diangkat mami bagian apa ya..


Hayoo..
Apa coba oms?
emoticon-Malu

Biar pada penasaran dulu..
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
annuu dan ajang.dee memberi reputasi
2 0
2
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
06-10-2019 17:03

66

Lanjurutkan...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar [TAMAT]
07-10-2019 09:20
Quote:Original Posted By indahmami
Pejwan
emoticon-Cool


Quote:Original Posted By indahmami
Reserved
emoticon-Cool


Quote:Original Posted By indahmami
Reserved
emoticon-Cool


Saya masih belum paham tentang prolog dan teman-temannya, mau bikin cerpen ngg pake prolog ngg papa kan sis, btw yg sabar ya zhe, derita jangan disimpan sendiri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annuu dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Halaman 1 dari 13
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
perahu-tanpa-layar
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
mas-ingin-menikah-lagi-dek
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia