alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
79
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d971985018e0d548908c752/tukang-gigi-dalam-pusaran-politik
Profesi tukang gigi sudah ada di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Mereka muncul lantaran jumlah dokter gigi sangat terbatas. Kala itu, pendidikan dokter gigi hanya bisa ditempuh di luar negeri dengan biaya yang tinggi.
Lapor Hansip
04-10-2019 17:05

Tukang gigi dalam pusaran politik

Past Hot Thread
Profesi tukang gigi sudah ada di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Mereka muncul lantaran jumlah dokter gigi sangat terbatas. Kala itu, pendidikan dokter gigi hanya bisa ditempuh di luar negeri dengan biaya yang tinggi. Terlebih lagi, para dokter gigi itu hanya melayani pasien Eropa, sehingga rakyat pun tak punya tenaga ahli untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.

Berangkat dari kondisi itu, pada 1928, Belanda akhirnya mendirikan lembaga pendidikan kedokteran gigi School tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT) di Surabaya. Salah satu lulusannya adalah Moestopo. Ia menamatkan pendidikan pada 1937 dan mendirikan Kursus Kesehatan Gigi di Jakarta pada 1952.

Dikutip dari laman resmi milik Universitas Prof Dr Moestopo, kursus gigi milik Moestopo berjalan selama dua jam dalam sehari dan diikuti tukang gigi seluruh Indonesia. Dua ribu tukang gigi bisa mendapat edukasi untuk memenuhi kriteria minimal ilmu kedokteran gigi.

“Setidaknya dalam hal kebersihan, gizi, dan anatomi sederhana,” tulis laman tersebut.

Moestopo ingin masyarakat bisa menerima layanan perawatan gigi murah tapi berkualitas.

Pada 1957, ia kembali membuka sebuah tempat kursus bernama ‘Kursus Tukang Gigi Intelek’ supaya lebih bisa mengakomodir pendidikan untuk tukang gigi. Lalu setahun kemudian Moestopo mendirikan ‘Dental College Dr. Moestopo’ yang menjadi cikal bakal dari Perguruan Tinggi Swasta Dental College dr. Moestopo (sekarang berkembang jadi Universitas Prof Dr Moestopo).

Jika tempat kursusnya diperuntukkan bagi tukang gigi, maka Perguruan Tinggi Swasta Dental College dr. Moestopo membantu mencetak dokter gigi berkualitas, tanpa perlu lagi ke luar negeri. Jika dilihat dari sejarahnya, profesi tukang gigi sedari dulu sudah jalan berbarengan dengan dokter gigi.

Sampai akhirnya Indonesia tiba di awal dekade 1970-an. Jumlah tukang gigi kian membludak hingga Kementerian Kesehatan merasa perlu melakukan pembatasan dengan mengeluarkan Permenkes No. 53/DPK/I/K/1969. Tak ada lagi izin baru diterbitkan bagi tukang gigi, kecuali izin yang diperoleh sejak 1953.

Di titik ini, ruang kerja tukang gigi sudah mulai menyempit – dan akan terus dipersempit nantinya. Dua dekade berlalu, terbitlah Permenkes No.339/MENKES/PER/V/1989 yang mewajibkan tukang gigi memperbaharui izin setiap tiga tahun. Permenkes itu juga melarang tukang gigi berusia 65 tahun berpraktik, karena dianggap terlalu uzur, dan tak lagi mampu melakukan pekerjaannya dengan baik.

Setelah mengeliminasi para tukang gigi berusia 65 tahun, muncul sebuah ketentuan hukum yang lebih mengikat, yakni Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Pasal 73 ayat 2 dan Pasal 78 dalam undang-undang tersebut kurang lebih punya isi serupa pasal 276 RUU KUHP yang saat ini mereka permasalahkan.

“Aturan ini secara tidak langsung menghapus atau melarang profesi kami, lalu dari mana kami akan hidup,” ungkap Faisol.

Keresahan tukang gigi terhadap aturan tersebut pernah diakomodir oleh Hamdani Prayogo. Prayogo adalah seorang tukang gigi yang menjadi penggugat UU Praktik Kedokteran ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2013. Singkatnya, MK mengabulkan gugatan Prayogo dan keluarlah Permenkes No. 39 Tahun 2014 sebagai turunannya. Profesi tukang gigi kembali legal digeluti.

Dalam permenkes itu area kerja tukang gigi kemudian diatur hanya untuk membuat dan memasang gigi tiruan akrilik lepasan sebagian atau penuh, dan tak boleh menutupi sisa akar gigi. Tukang gigi yang ingin berpraktik juga dilarang berpindah tempat dan harus mengantongi izin dari Pemda Kab/Kota atau Dinkes Kab/Kota setempat.

Dengan pembatalan MK dan keluarnya permenkes ini, para tukang gigi dapat bernapas lega, karena meski profesinya dibatasi, mereka tetap bisa bekerja mencari nafkah. Tapi kini, hak dasar mereka kembali diusik dengan ancaman pasal dari RUU KUHP.

Rivalitas Dokter dengan Tukang Gigi

Faisol menceritakan kembali kisah rekan-rekan seprofesinya yang harus bentrok dengan Satpol PP, atau ditangkap polisi karena dianggap melakukan kerja ilegal. Cerita ini bermula paska Permenkes No. 39 Tahun 2014 dikeluarkan sebagai dasar hukum profesi tukang gigi. Dua orang tukang gigi yang masing-masing berada di Denpasar dan Palangkaraya mendapat tindakan represif dari aparat.

Rekannya di Denpasar didatangi oleh Satpol PP dan dinas kesehatan (Dinkes) setempat karena tak memiliki surat izin. Padahal Bali termasuk dalam wilayah yang tak mau menerbitkan surat izin bagi tukang gigi. Kondisi ini juga terjadi di beberapa wilayah Indonesia lain termasuk Jambi, Banten, Kalimantan, dan Medan.

“Lucunya, saat dinkes datang, mereka minta surat izin. Padahal di sisi lain, mereka tidak mau mengeluarkan dokumen itu,” terang Faisol.

Kasus tukang gigi di Palangkaraya lebih parah lagi. Penangkapan oleh polisi dilakukan dua tahun setelah putusan MK keluar. Pukul sembilan malam penangkapan terjadi, dan tepat hari pergantian hari, orang itu sudah berstatus tersangka dan mendapat penahanan. Saat dilakukan advokasi, aparat dan dinkes berdalih tidak mengetahui keputusan MK tentang pembatalan pidana bagi tukang gigi.

Hingga saat ini, meski hasil putusan tersebut sudah berlaku selama dua tahun, sosialisasi hukum belum berjalan maksimal. Masih banyak tukang gigi terpaksa membuka praktik tanpa surat izin. Pemerintah daerahnya beralasan Permenkes No. 39 Tahun 2014 belum diadaptasi ke peraturan daerah. Selain itu, jarang ada pembinaan yang benar-benar dilakukan dokter gigi kepada para tukang gigi, seperti yang diamanatkan permenkes.

Kondisi ini diduga Faisol akibat iklim kompetisi yang semakin menguat antara dokter dengan tukang gigi. Seperti yang pernah dibahas Tirto sebelumnya, para dokter gigi umumnya memang menentang profesi tukang gigi karena dianggap membahayakan kesehatan. Selain itu, dokter gigi seringkali menganggap kerja medisnya bertambah berat ketika mendapat limpahan pasien dari tukang gigi.

“Ada benturan logika, ketika aturan soal kami lahir dari usulan Dinkes dan Kemenkes yang isinya dokter semua. Padahal mereka kompetitor tukang gigi,” ungkap Faisol.

Fakta bahwa banyak tukang gigi nakal yang bekerja di luar ranah membuat dan memasang gigi palsu memang tidak bisa ditampik. Tapi kondisi itu pun muncul salah satunya akibat tarik ulur kepentingan yang terjadi saat pembuatan dan penerapan aturan, baik di tingkat pusat, maupun daerah.

https://tirto.id/ketika-ruu-kuhp-anc...kang-gigi-eiJe

profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Halaman 1 dari 4
Tukang gigi dalam pusaran politik
04-10-2019 19:07
Quote:Selain itu, dokter gigi
seringkali menganggap kerja
medisnya bertambah berat ketika mendapat limpahan pasien dari
tukang gigi.

Lalu kenapa dukun2, ulama2 tidak dilarang menerima pasien ya ?

Pernah baca bahwa salah 1 sebab skizofrenia sulit disembuhkan karena ketika dirujuk ke rsj sudah kondisi parah
Karena ketika awal gejala ringan, masyarakat lebih suka diobatkan ke dukun, ke pemuka agama, tidak sembuh, tambah parah, baru diantar ke rsj
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cipta.nugraha dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Tukang gigi dalam pusaran politik
04-10-2019 19:08
Quote:Selain itu, dokter gigi
seringkali menganggap kerja
medisnya bertambah berat ketika mendapat limpahan pasien dari
tukang gigi.

Lalu kenapa dukun2, ulama2 tidak dilarang menerima pasien ya ?

Pernah baca bahwa salah 1 sebab skizofrenia sulit disembuhkan karena ketika dirujuk ke rsj sudah kondisi parah
Karena ketika awal gejala ringan, masyarakat lebih suka diobatkan ke dukun, ke pemuka agama, tidak sembuh, tambah parah, baru diantar ke rsj
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayuimade dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:02
Tetangga ane tukang gigi mulai ngata2in Jokowi emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
bayuimade dan manbrotheking memberi reputasi
1 1
0
Lihat 1 balasan
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:04
Klo tukang gigi dalam arti kiasan itu ya macam si zonki emoticon-Ngacir2
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:11
ntar lagi muncul gigi hiu..emoticon-Big Grin
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:12
Quote:Original Posted By kanggelandaftar
Lalu kenapa dukun2, ulama2 tidak dilarang menerima pasien ya ?

Pernah baca bahwa salah 1 sebab skizofrenia sulit disembuhkan karena ketika dirujuk ke rsj sudah kondisi parah
Karena ketika awal gejala ringan, masyarakat lebih suka diobatkan ke dukun, ke pemuka agama, tidak sembuh, tambah parah, baru diantar ke rsj


Quote:Original Posted By kanggelandaftar
Lalu kenapa dukun2, ulama2 tidak dilarang menerima pasien ya ?

Pernah baca bahwa salah 1 sebab skizofrenia sulit disembuhkan karena ketika dirujuk ke rsj sudah kondisi parah
Karena ketika awal gejala ringan, masyarakat lebih suka diobatkan ke dukun, ke pemuka agama, tidak sembuh, tambah parah, baru diantar ke rsj


Dopost
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:12
Mau di larang kek apa....
Selama ongkos dokter gigi masih mahal.....
Tukang gigi masih ada...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fan.kui dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:19
baru tau ada tukang gigi emoticon-Big Grin
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:20
1919 1738


anak 90an pasti paham...
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:21
Quote:Original Posted By kanggelandaftar
Lalu kenapa dukun2, ulama2 tidak dilarang menerima pasien ya ?

Pernah baca bahwa salah 1 sebab skizofrenia sulit disembuhkan karena ketika dirujuk ke rsj sudah kondisi parah
Karena ketika awal gejala ringan, masyarakat lebih suka diobatkan ke dukun, ke pemuka agama, tidak sembuh, tambah parah, baru diantar ke rsj


Bener...
Kadang lebih percaya ke sono.
alesannya cuma 1 bray.
Soal Biaya.

Udah itu aja sih motifnya.
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
Lapor Hansip
13-10-2019 19:23
Balasan post giacartone
Quote:Original Posted By giacartone
Tetangga ane tukang gigi mulai ngata2in Jokowi emoticon-Big Grin


ada juga tuh tukang eh dokter gigi yg ketipu muka bonyok emak2 hasil oplas lalu ngeyel debat ma dokter bedah oplas asli, kalau itu bonyok hasil di gebukin orang2, kemudian seminggu kemudian malu karena ketahuan ketipu akting si emak2 emoticon-Shutup emoticon-Ngakak (S)

Semua gara2 perbedaan pandangan Politik emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:23
Kang gigi said : yang bolong yang bolong
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:28
walahhhh baru tau ane ternyata problem tukang gigi tuh seribet ini dari dulu wkwkw
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:29
Wah dah lama ternyata
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:31
apakah nasib tukang gigi akan berahir tragis seperti wartel ??
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:35
Jadi kalau pasang behel gak boleh di tukang gigi nih emoticon-Leh Uga:
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:35
Ane ke dokter gigi aja lah
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:36
Quote:Original Posted By ayic222
ntar lagi muncul gigi hiu..emoticon-Big Grin


Gigi macannn
emoticon-Bettyemoticon-Betty
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:36
Quote:Original Posted By ushirota
Ane ke dokter gigi aja lah


Kuy gan berangkat bareng, ane mau skeling
emoticon-Bettyemoticon-Betty
0 0
0
Tukang gigi dalam pusaran politik
13-10-2019 19:48
hahahah wah keren nih tritnya, ada sekelumit sejarahnya juga. kalo pas demo kemaren juga banyak yg jualan kok kata temen ane, ada yang jualan peci dsb tapi kocak aja ada yang jualan gigi juga ahahahahaha
manteb manteb
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.