alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d89be71e83c7231965ded3f/korban-tewas-rusuh-wamena-jadi-23-orang-luka-luka-63
Lapor Hansip
24-09-2019 13:57
Korban Tewas Rusuh Wamena Jadi 23 Orang, Luka-luka 63
Past Hot Thread
Quote:
Korban Tewas Rusuh Wamena Jadi 23 Orang, Luka-luka 63
Korban Tewas Rusuh Wamena Jadi 23 Orang, Luka-luka 63
Foto: Rusuh di Wamena. (Dok Istimewa).


Jakarta - Demo yang berujung rusuh di Wamena,Kabupaten Jayawijaya, Papua, menyebabkan korban jiwa. Hingga pagi ini terdata ada 23 orang meninggal dunia, dan 63 yang menderita luka-luka.

"Sementara didapat didata 23 (yang tewas) update terbaru di Wamena. Luka-luka 63 orang," ungkap Kapendam Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto saat dihubungi, Selasa (24/9/2019).

Untuk korban dari aparat dalam rusuh di Wamena, kata Eko, hingga kini masih didata. Dia memastikan hari ini kondisi di Wamena maupun di Jayapura kondusif.

"Situasi kondusif sekarang," tegasnya.

Untuk korban akibat demo di Jayapura, Eko mengatakan masih sama dengan sebelumnya. Tiga pendemo meninggal dunia, dan satu aparat TNI gugur.

"Jayapura masih sama, 3 dari pendemo, satu aparat meninggal. Kemudian 7 aparat dari polisi luka-luka," jelas Eko.

Seperti diketahui, demo terjadi di dua wilayah di Papua yakni di Wamena dan Jayapura. Polisi menyebut demo disusupi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang merupakan kelompok separatis.

SUMBER:
https://news.detik.com/berita/d-4718...m=news_mostpop


Quote:
Kapolda Papua: Oknum yang Menyebarkan Hoax di Wamena Kita akan Cari!
Korban Tewas Rusuh Wamena Jadi 23 Orang, Luka-luka 63
Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja saat berdiskusi dengan bawahannya usai memulangkan mahasiswa eksodus yang berencana membangun Posko di depan Auditorium Uncen, Abepura. (Noel/Cepos/JPG)


Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua ternyata diduga karena hoax yang disebarkan untuk membuat kacau situasi di bumi cendrawasih. Berawal dari oknum guru yang menyampaikan sesuatu kepada muridnya, kemudian diplintir dan menjadi konten hoax. Hal ini memantik kemarahan warga Papua karena kalimat tersebut bernada rasis.

Seperti diberitakan Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja mengatakan bahwa aksi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya bermula dari kesalahpahaman adanya informasi ucapan rasis. Sehingga banyak siswa melakukan aksi demonstrasi, kemudian menyusul terjadinya tindakan anarkis dan pembakaran.

“Di Wamena ada isu bahwa ada guru yang mengeluarkan kata-kata rasis, sehingga sebagai bentuk solidaritas mereka (pelajas SMA-red) melakukan aksi,” katanya usai memulangkan massa di Kampus Uncen Abepura, Senin, (23/9).

Menurutnya, dia bersama Bupati Jayawijaya sudah mendekati para demonstran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena, pihak oknum guru itu pun mengaku tidak mengeluarkan kata-kata bernada rasis tersebut. ”Permasalahan ini hanya isu, karena guru tersebut saat ditanya mengaku tidak pernah mengeluarkan kata-kata atau kalimat rasis,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap agar mahasiswa Papua dan masyarakat tidak mudah dipengaruhi dan terprovokasi isu yang tidak jelas. Ia pun menegaskan oknum yang melakukan penyebaran berita hoax akan ditindak oleh pihak kepolisian sesuai aturan yang berlaku karena telah berdampak luas bagi masyarakat di Papua.

”Masyarakat jangan provokasi dengan berita berita hoax. Oknum yang menyebarkan hoax di Wamena kita akan cari!” tegasnya.

Oknum Guru Tidak Bersalah
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Papua, DR Nomensen Mambraku meyakini jika oknum guru yang disebut berujar kalimat tidak pantas kepada muridnya adalah tidak betul. Bertahun-tahun bergelut dengan dunia pendidikan, Nomensen memahami bagaimana cara mengajar para tenaga pendidik di Papua yang tidak mungkin berkata seperti yang dituduhkan hingga melahirkan bentuk protes dan berujung kerusuhan.

“Saya sudah kroscek ke rekan guru-guru yang lain dan saya melihat ada kalimat yang diplintir untuk menciptakan situasi kurang baik dan momentum itu dimanfaatkan betul oleh para pelaku,” kata Nomensen.

Yang ia dengar kalimat yang disampaikan guru tersebut kurang lebih berbunyi ‘Kamu harus belajar yang keras agar pintar dan tidak dianggap bodoh’. Nah, kalimat Keras ini justru diplintir menjadi kera kemudian dibawa keluar untuk memprovokasi warga.

Kata Nomensen ia sangat meyakini tak ada ujaran seperti yang dituduhkan mengingat para guru di Papua memahami bagaimana membangun sebuah peradaban yang baik lewat pendidikan. “Bukan saya membela tapi saya sangat-sangat yakin tidak ada kalimat itu (kera) dan kalau mereka mau protes kenapa tidak datang dan menanyakan ke sekolah? Mengapa justru memprovokasi keluar hingga terjadi kerusuhan. Saya melihat ada pihak yang coba memanfaatkan ini,” imbuhnya.

Ditanya soal keberadaan guru tersebut, kata Dekan FKIP Uncen ini dari komunikasi yang dibangun dikatakan guru tersebut saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. “Sekali lagi saya tidak membela dan saya meyakini tak mungkin ada kalimat seperti itu dilontarkan guru kepada muridnya,” imbuh Nomensen.

Hingga saat ini sesuai informasi yang di dapat Cenderawasih Pos, bahwa di Kota Wamena telah terjadi kerusuhan yang meluas. beberapa siswa dilaporkan terkena tembakan oleh aparat. Puluhan toko dan kios, kantor dibakar massa. Sementara warga memilih mengungsi ke tempat aman di Kodim 2017, Koramil Wamena dan Kantor Polres Jayawijaya.

SUMBER:
https://www.jawapos.com/nasional/24/...ita-akan-cari/


Lagi dan lagi, dampak dari penyebaran hoax yang menimbulkan kerusuhan hingga korban jiwa.

Harus ada pelanggaran maha berat untuk penyebar hoax!
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
24-09-2019 13:59
Turut prihatin atas kejadian tsb.
0
24-09-2019 15:17
Hanya krn keras jadi kera maka segerombolan manusia dungu deevolusi kembali jadi kera brutal
0
24-09-2019 15:29
Lagi-lagi tentara gugur emoticon-Turut Berduka
Innalillahi...
0
24-09-2019 15:31
Turut berduka cita saudaraku di papua
0
24-09-2019 15:33
Turut berduka
0
24-09-2019 16:46
Waduh waduh, sekarang paham kan bahayanya hoax seperti apa, salah pelintir aja bisa bikin kericuhan hingga mengakibatkan korban jiwa seperti itu.

Yg harus kita lawan sekarang adalah para penyebar hoax itu sebenernya.
0
24-09-2019 17:31
parah
profile-picture
stygiant memberi reputasi
-1
24-09-2019 22:48
Ada 9 orang warga Sumbar jadi korban
..apa sasaran nya pendatang ya?
0
Lihat 4 balasan
24-09-2019 23:29
Gantung aja sih penyebar hoax nya tuh, orang gila gak perlu dikasihani, orang yg sukanya nyebar hoax itu orang gila
emoticon-Kemana TSnya?emoticon-Blue Guy Bata (L)
0
25-09-2019 01:47
Berpikir dan berbuatlah selayaknya manusia klo gak mau disebut sebagai kera
0
25-09-2019 02:17
RIP tuk para korban

emoticon-Turut Berduka
0
25-09-2019 02:21
Innalillahiwainnailaihirojiun, semoga kerusuhannya cepet berhenti. Dan untuk masyarakat lain bisa bantu dengan tidak menyebarkan dan percaya dengan hoax. Sebegitu besar pengaruh berita hoax ya gan ternyata. Stay safe everyoneee
0
25-09-2019 07:18
hoax lg emoticon-Cape d...
Noted aja yg emosi, mending cek fakta dlu sebelum melakukan sesuatu, makan korban kan tuh
Usut jg itu siapa yg melintir, nyebar, dan dalang nya
Diubah oleh dhittoarief
0
Lapor Hansip
25-09-2019 08:20
Balasan post setankolor08
Iya betul , saya saat ini tinggal di papua, mereka (suku wamena) menargetkan rambut lurus (pendatang)
0
Lapor Hansip
25-09-2019 08:21
Balasan post Dwipapua
22 orang yang meninggal akibat senjata tajam dan rumahnya dibakar
profile-picture
karedok78 memberi reputasi
1
Lapor Hansip
25-09-2019 08:24
Balasan post Dwipapua
Saya jadi bertanya tanya apakah ini termasuk pelanggaran HAM atau bukan karena korban pendatang bukan OAP , sedang kalau OAP yang jadi korban itu pasti disebut pelanggaran HAM
0
25-09-2019 08:47
karna hoax lagi karna hoax lagi,yang bikin hoax seneng banget bangsa ini terpecah belah, turut berduka cita untuk semua yang menjadi korban di papua emoticon-Turut Berduka
Semoga situasi cepat kondusif ya di sana damai kembalai tanah cendrawasih emoticon-Mewek
0
Lapor Hansip
25-09-2019 08:56
Balasan post Dwipapua
https://aceh.tribunnews.com/2019/09/24/update-kondisi-papua-korban-tewas-jadi-28-orang-satu-keluarga-dibakar-ini-8-tuntutan-wakil-rakyat
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.