alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d894efd2f568d51dd0c7d99/cerita-renold-berhenti-kuliah-saat-skripsi-jadi-peternak-babi
Lapor Hansip
24-09-2019 06:02
Cerita Renold Berhenti Kuliah Saat Skripsi: Jadi Peternak Babi
Cerita Renold Berhenti Kuliah Saat Skripsi: Jadi Peternak Babi dengan Omzet Miliaran Rupiah

Kamis, 19 September 2019 | 07:52 WIB


Cerita Renold Berhenti Kuliah Saat Skripsi: Jadi Peternak Babi

KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS

Foto : Leonard Renold Tanto (26), saat berbincang memantau kondisi babi-babi di kandang tepatnya di Desa Nampung Lau, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (18/9/2019).



Penulis: Kontributor Maumere, Nansianus Taris

 | 

Editor: Farid Assifa

MAUMERE, KOMPAS.com - Di mana ada kemauan, pasti di situ ada jalan. Ungkapan ini sangat cocok untuk Leonard Renold Tanto (26), seorang pemuda asal Desa Nampung Lau, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT. 

Pemuda yang sudah berusia 26 tahun ini sudah menempuh pendidikan tinggi hingga semester VIII di Widya Mandala Surabaya dengan Jurusan Ilmu Komunikasi. 

Renold bahkan sedang menyelesaikan skripsi. Tetapi, ia memilih berhenti kuliah dan melepaskan tulisan akhirnya itu begitu saja dengan alasan bosan. 

Ia pun mengaku tidak sedikit pun menyesal berhenti kuliah meski sudah menghabiskan waktu studi selama 4 tahun. 

Renold juga mengaku kuliah dan ambil Jurusan Komunikasi tanpa cita-cita mau jadi apa. Tidak ada motivasi apa pun masuk jurusan itu. 

"Pada November 2014, saya memutuskan berhenti kuliah. Skripsi saya lepas. Saya pulang Maumere. Alasannya, saya bosan kuliah. Itu saja," kata pemuda yang kerap disapa Renold saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (18/9/2019) siang.

Ia menceritakan, setelah tiba di Maumere, ia langsung memikirkan apa yang harus dikerjakan agar tidak menganggur. Tidak sampai satu bulan di Maumere, ia memutuskan untuk beternak babi. 

Renold menceritakan, awalnya ia tidak mengerti sedikit pun tentang bagaimana beternak babi.

Dengan modal uang tiket, ia berangkat ke Bali dan Kupang untuk mempelajari bagaimana teknisnya orang beternak babi. 

"Selama di dua tempat ini saya belajar vaksin, kebiri, dan takaran obat untuk babi. Selebihnya saya lihat-lihat saja cara mereka merawat babi di kandang," katanya.

Renold mengatakan, ia memilih beternak babi itu punya alasan yang jelas. Prospek ternak babi di Maumere cukup bagus dan menjanjikan. 

"Acara apa saja di Maumere pasti butuh babi. Saya putuskan untuk ternak babi daripada tidak ada kerja," kata pemuda yang masih status lajang itu.

Renold mengisahkan, awal usaha ternak babi itu, ia mesti pinjam uang di Bank Nasional Indonesia (BNI) cabang Maumere untuk membeli babi. 

Menurutnya, meminjam uang di bank itulah yang membuat dirinya berani dan termotivasi untuk segera menjalankan usaha ternak babi.

Awalnya membeli 28 babi betina dan 2 jantan. Dari puluhan induk itulah pelan-pelan dihasilkan ratusan babi seperti sekarang ini.

"Per tahun itu hasil dari ternak babi ini ya, ratusan juta. Satu ekor babi kan dijual Rp 1 juta. Pada 2017 pernah hasil Rp 1 miliar. Sebelum dan sesudah, hasilnya Rp 700 juta dan Rp 800 juta. Tetapi, itu bukan hitung bersih. Kami kan beli pakan, vaksin, obat, dan gaji karyawan. Kalau bersih, ya sekitar Rp 500 juta," tutur Renold.

Tantangan

Ia menyebut, selama 4 tahun menjalani usaha ternak babi pasti mengalami tantangan.

Tantangan yang sering dialami itu adalah anak babi mati dan karyawan berhenti. 

Ia menyebutkan, pada 2016 sebagian induk dan anak babi kena penyakit huklera. Ada 5 induk yang mati dan puluhan anak babi yang mati karena penyakit itu.

"Saat itu sempat kecewa dan putus asa. Tetapi tetap bersyukur. Yang penting ada hasil. Saya selalu berpikir positif, setiap usaha pasti ada jatuh bangunnya. Pernah juga saya kerja sendiri. Urus makan dan bersihkan kandang. Tetapi, intinya tetap semangat dan tidak kehilangan harapan," kata Renold. 

Ia melanjutkan, hasil usaha ternak babi diperuntukkan membiayai adik-adiknya yang sedang kuliah dua orang, gaji karyawan, kredit motor pekerja, dan belanja kebutuhan sehari-hari. 

Ia mengatakan, beternak babi itu sebenarnya tidak ribet dan tidak lama jika memahami pola kerjanya. 

"kimpoinya kan 1 hari pagi dan sore. Untuk buntingya itu 3 bulan, 3 minggu, dan 3 hari. Satu induk minimal menghasilkan 8 anak dan sampai belasan. Kalau di bawah 8 kami rugi. Dalam 2 bulan kami sudah bisa jual dengan harga Rp 1 juta per ekor," katanya.


https://regional.kompas.com/read/201...omzet?page=all

Mantep nih, kaum sebelah disarankan jangan meniru hal ini, sudah haram , riba lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Jazed dan 16 lainnya memberi reputasi
15
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
24-09-2019 06:09
wirausahaemoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
4
24-09-2019 06:15
Lah iya kalo babi mah pelanggannya kapir semua kagak ribet jualannya

coba kalo pelanggannya nasbung kampret yang disweeping lah yang harus ada label holol lah yang ntar kagak bayar lah yang maunya ngutang lah

mana orang jualan ntar diceramahin kagak fenting harta duniawi yang fenting masuk syurga emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
slider88 dan 18 lainnya memberi reputasi
19
24-09-2019 06:26
Daripada miara hewan qurban bikin ribet... mendingan miara babi haram... lebih menguntungkan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rgenpeninsula dan 9 lainnya memberi reputasi
8
Lihat 2 balasan
24-09-2019 06:30
Mangstap gan.
profile-picture
rgenpeninsula memberi reputasi
1
24-09-2019 06:35
Prospeknya bagus.
profile-picture
rgenpeninsula memberi reputasi
1
24-09-2019 06:47
oke deh
0
24-09-2019 06:47
Cerita Renold Berhenti Kuliah Saat Skripsi: Jadi Peternak Babi

profile-picture
profile-picture
profile-picture
lyndonbaines dan 12 lainnya memberi reputasi
13
24-09-2019 07:33

Penghasilan bersih 500 juta setahun, artinya 41 jutaan per bulan emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Jazed dan 2 lainnya memberi reputasi
3
24-09-2019 07:34
Yang begini ini yang tidak perlu ijazah di hidupnya, tapi sukses.

Buat anak2 muda jangan setengah2 ya kalo mau berusaha.

Kayak si masnya ini, tekun dan memang perlu bakat untuk jadi seorang pengusaha.

Teladan banget
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rgenpeninsula dan 4 lainnya memberi reputasi
5
24-09-2019 07:35
Good job
0
24-09-2019 07:36
Apapun bisnisnya kalau dilakukan dengans erius hasilnya bisa dipastikan akan sangat memuaskan. banyak yang gak berani bisnis karena gak berani ambil resiko kerugiannya gans. Aslinya kalau dari hasil ya jauh dengan yang kerja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rgenpeninsula dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Lihat 1 balasan
24-09-2019 07:38
Lebih gampang ternak onta idiot. Tinggal dicekoki paham radikal udah berkembang biak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rgenpeninsula dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Lihat 1 balasan
24-09-2019 07:41
Quote:Original Posted By mol.asu
Cerita Renold Berhenti Kuliah Saat Skripsi: Jadi Peternak Babi


Sesama ternak jangan saling membully
profile-picture
eja2112 memberi reputasi
1
24-09-2019 07:42
bagus nya lgi .. selesaikan skripsi
0
24-09-2019 07:46
keren banget seluruh mahasiswa non muslim musti meniru nich
0
Lapor Hansip
24-09-2019 07:48
Balasan post potrek
Kalau sekarang sih banyak proyek, lumayan. Kalau jaman P. Harto dulu, ternak onta, ente di-dor!
0
24-09-2019 07:56
Mantap ayo lanjutkan
0
24-09-2019 08:02
beruntung peternaknya bukan hidup di area sharia. emoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
24-09-2019 08:02
Balasan post balado.jengkol
stabilkah harga daging babi?
0
Lapor Hansip
24-09-2019 08:22
Balasan post kerupukaleng
@kerupukaleng
harga daging babi cenderung stabil, karena "pasar ceruk" / niche market tapi permintaan cenderung konstan di tempat tertentu
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.