alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d81d941a727680ddc259d92/suap-demi-keterima-jadi-pns-sudah-dianggap-wajar
Lapor Hansip
18-09-2019 14:14
Suap Demi Keterima Jadi PNS Sudah Dianggap Wajar?
Past Hot Thread
Suap Demi Keterima Jadi PNS Sudah Dianggap Wajar?

Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) akhirnya angkat suara terkait dengan hasil survei yang menyatakan bahwa masyarakat menganggap praktik suap untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) merupakan hal yang wajar.

Anggapan masyarakat itu berdasarkan dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun, hasil survei tersebut memang dipublikasikan satu kali setiap tahunnya. Nama survei tersebut adalah Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia di 2019.

BPS mencatat IPAK Indonesia di 2019 sebesar 3,70 pada skala 0 sampai 5. Angka itu lebih baik dari catatan di tahun sebelumnya sebesar 3,66.

"Semakin tinggi IPAK ini semakin bagus. Kita berharap angka 3,6 sampai 5. Kalau di level itu jadi semangat anti korupsinya lebih tinggi," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Lantas apa yang membuat masyarakat beranggapan bahwa pemberian uang atau suap saat ingin menjadi PNS merupakan hal yang wajar? Simak selengkapnya di sini:


1. Hasil Survei BPS

IPAK dikeluarkan BPS satu tahun sekali. Nilai indeks semakin mendekati 5 menunjukkan bahwa semangat anti korupsi di masyarakat semakin tinggi. Sebaliknya, jika semakin mendekati 0 maka semangat anti korupsinya semakin rendah.

IPAK ini disusun berdasarkan dua dimensi yakni dimensi persepsi dan dimensi pengalaman. Di tahun ini indeks persepsi turun 0,06 poin daru 2018 sebesar 3,86 menjadi 3,80. Sedangkan dimensi pengalaman naik 0,08 poin dari 3,57 di tahun lalu menjadi 3,65.

Menariknya meskipun IPAK membaik, di tahun ini masyarakat semakin permisif terkait korupsi di lingkup publik. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya persentase masyarakat yang menganggap wajar beberapa sikap yang dirasakan sebagai tindakan korupsi.

Menariknya lagi tahun ini peningkatan permisif yang paling besar terjadi pada variabel memberikan uang atau barang dalam proses penerimaan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau pun swasta. Nilainya naik dari 10,62% di 2018 menjadi 29,94%.

Terjadi juga peningkatan permisif dalam memberi uang atau barang kepada polisi untuk mempercepat urus SIM, STNK, SKCK dll dari 24,52% jadi 26,88%. Begitu juga untuk membagikan uang atau barang ke calon pemilih pada Pilkades, Pilkada dan Penilu dari 19,08% jadi 21,34%.

BPS sendiri melakukan survei perilaku anti korupsi 2019 dilakukan terhadap 10 ribu rumah tangga. Namun ada 48 rumah tangga yang tidak mengisi survei dengan berbagai alasan, sehingga survei dilakukan terhadap 9.952 rumah tangga dengan skala nasional.

Cakupan perilaku anti korupsi dalam survei mencakup penyuapan, pemerasan dan nepotisme. Wawancara dilakukan dengan menggunakan tablet android dalam jangka waktu 11-30 Maret 2019.


2. Respons BKN

Suap Demi Keterima Jadi PNS Sudah Dianggap Wajar?

Menurut BKN, suap tersebut dilakukan oleh oknum dan hanya merugikan masyarakat. Sebab, dengan melakukan hal itu tidak memberikan dampak apa-apa terhadap hasil akhir.

"Dengan sistem BKN yang serba online dan transparan itu pemerintah pusat dan daerah sudah mencegah seminimal mungkin. Karena nggak ada efeknya ngasih ke kami," kata Kepala Biro Humas BKN, Mohamad Ridwan saat dihubungi detikcom, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Kedua dimensi yang diukur oleh BPS lebih kepada sudut pandang masyarakat. Menurut Ridwal, hal tersebut sama sekali tidak akan mempengaruhi keputusan perekrutan.

Misalnya masyarakat mendapat nilai atau skor rendah dalam proses rekrutmen, jika terjadi pemberian uang atau semacam suap demi meningkatkan skornya, menurut Ridwan hal itu tidak bisa dilakukan.

Oleh karena itu, Ridwan mengungkapkan bahwa prilaku pemberian suap untuk menjadi PNS ujung-ujungnya merugikan masyarakat sendiri.

3. Ada Oknum


Suap Demi Keterima Jadi PNS Sudah Dianggap Wajar?

BKN tidak memungkiri masih adanya oknum pada proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Padahal, proses rekrutmen sudah dilakukan secara transparan melalui online.

Kepala Biro Humas BKN, Mohamad Ridwan mengaku pernah mendengar mengenai informasi adanya praktik suap di dalam proses menjadi PNS. Namun, ia menegaskan bahwa praktik tersebut dilakukan oleh oknum.

"Saya sampaikan tidak ada, itu karena oknum saja," kata Ridwan saat dihubungi detikcom, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Khusus PNS, Ridwan mencontohkan pada proses setelah menjadi PNS menuju pensiun. Dalam proses tersebut muncul dimensi pengalaman bahwa setiap pengurusan administrasinya berpotensi terjadi suap atau gratifikasi seperti yang disebut BPS.

"Jadi mungkin di setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) itu kan ada Subbag kepegawaian dia yang membawa keperluan OPD ke BKD, untuk diteruskan ke BKN Kanreg, kemudian langsung ke pusat. Nah mungkin rentetan lingkaran ini yang muncul pengalaman," jelas Ridwan.


Sumur: https://m.detik.com/finance/berita-e...ajar/4/#search


Biasanya Oknum Pejabat2 di daerah ni yg bermain,apalagi untuk posisi Honorer..


Bonus mulus SUAP

Suap Demi Keterima Jadi PNS Sudah Dianggap Wajar?

Diubah oleh uratkumbang
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 8
18-09-2019 14:15
wajar yg gag bener ini
profile-picture
profile-picture
cokertamba dan uratkumbang memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
18-09-2019 14:17
Balasan post masmomon
Quote:Original Posted By masmomon
wajar yg gag bener ini


Kirain gag bener yg wajar mbah..

emoticon-Shakehand2
profile-picture
masmomon memberi reputasi
1
18-09-2019 14:18


Quote:Original Posted By masmomon
wajar yg gag bener ini


Ga wajar dan ga bener gan.
profile-picture
profile-picture
masmomon dan uratkumbang memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
18-09-2019 14:25
Makanya banyak PNS DONGO sekarang, Pe'a dah. emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
izzy713 dan 9 lainnya memberi reputasi
6
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
18-09-2019 14:27
Balasan post whellere
Quote:Original Posted By whellere




Ga wajar dan ga bener gan.


Bener bener ga wajar ya gan..

emoticon-Cool
0
18-09-2019 14:28
saat yang hal yang salah dianggap wajar, dan hal yang benar dianggap unik lalu viral... welcome to Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adiman0 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
18-09-2019 14:32
Ngak wajarlah itu
profile-picture
uratkumbang memberi reputasi
1
18-09-2019 14:35
subannalloh, biar barokah nanti kerjanya ya akhi, tetap istiqomah bekerja di pemerintahan thogut dan makan gaji dari hasil riba aseng-asing dan utangan cinak emoticon-Leh Uga
0
18-09-2019 14:43
Suap Demi Keterima Jadi PNS Sudah Dianggap Wajar?






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
profile-picture
profile-picture
roninthirst dan pemburu.kobokan memberi reputasi
2
18-09-2019 14:47
Miris sih sebenernya, mindset seperti ini sudah tertanam di otak warga Indonesia, siapa yang mau jadi PNS harus 'bayar' dulu.
BKN sebaiknya membuktikan bahwa tindakan seperti ini sudah tidak terjadi di lingkungan PNS.

Jujur ane pengen banget jadi PNS, tapi belum keterima-terima. Semoga tahun ini rezekinya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Lihat 1 balasan
18-09-2019 15:21
Udah rahasia umum mau jadi pns dan aparat di indo itu nyogok pake duid banyak,jadi kaga perlu heran kenapa pemerintahan disini dari atas sampe bawah penuh kasus korupsi,negara ini emang udah lama terjebak lingkaran setan yg bikin peradaban ga akan pernah berubah lebih baik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 5 lainnya memberi reputasi
6
18-09-2019 15:39
Quote:Original Posted By uratkumbang
Bener bener ga wajar ya gan..

emoticon-Cool


Si om bikin trit mulu ga cape om emoticon-Bingung
profile-picture
uratkumbang memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
18-09-2019 16:50
Balasan post kazuraba
Mo bikin anak blm ada lawan om,makanya bikin trit dulu aja..

emoticon-Shakehand2
0
18-09-2019 23:26
suap bisa sih terjadi cuma ada standar mutlak yang harus dipenuhi Calon PNS sperti ijazah dari univ yang berakreditasi minimal B dan gak ada yang berani ngelanggar syarat administrasi ini karna paling gampang terlihat sedang untuk lobi dan suap kemungkinan bisa terjadi kalau seleksi nasional sudah lolos cuma buat ngebuktiin kek gitu susah banget. dan honorer bukan PNS ya cara masuknya juga beda dan diakui juga ada kasus orang kuat yang berpengaruh dan bisa nentuin tuh pegawai honorer dipake ato kagak.
profile-picture
profile-picture
roninthirst dan jagotorpedo memberi reputasi
2
19-09-2019 16:41
klo gak bayar ya gak moncer jabatannya , katanya sih gtu klo ngutip kata2 seseorang yg sembunyi di sebelah mesin jahit emak
profile-picture
profile-picture
roninthirst dan jagotorpedo memberi reputasi
2
19-09-2019 16:43
Suap 100jt++ gaji thp sekitar 2.8jt (umr tempat gw). Amaaan +-3taun balik modal.

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
roninthirst dan jagotorpedo memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
19-09-2019 16:43
Kalau kata Ust Abdul Somad, nyogok selama kriterianya memang memenuhi ya ambil aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jinpari22 dan 2 lainnya memberi reputasi
-3
Lapor Hansip
19-09-2019 16:45
Balasan post longneversee
Gapok aja tu gan kalo s1, belum tunjangan
0
19-09-2019 16:46
Kalau keterima PNS karena nyuap, gajinya jadi haram ga tuh?
Diubah oleh nataliuspigai.
profile-picture
jagotorpedo memberi reputasi
1
19-09-2019 16:46
wajar Gan..klo dulu2 sudah biasa///tp katanya sekarang dah mulai murni Gan...tapi entahlah ya--
Takut salah omong ah, nanti ditangkapemoticon-Sorryemoticon-Mewek
profile-picture
jinpari22 memberi reputasi
1
Halaman 1 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.