alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d6e43ee09b5ca7768400642/ketika-matahari-bertemu-bulan
Lapor Hansip
03-09-2019 17:43
(KMBB) Series. Ketika Matahari Bertemu Bulan
Past Hot Thread
        Hallo agan-sista sekalian. Ini adalah thread pertama gw. Disini gw hanya ingin ngeshare sedikit rangkaian kata bisa berupa opini atau ide yang tiba-tiba keluar JRengg terlintas dikepala gw. Awalnya ini hanya sebatas cerita pribadi gw sendiri, yang gw bikin dari hari kehari di buku harian untuk mengisi waktu luang. Yang akhir nya gw ngerasa tertantang untuk membuat suatu thread juga. Kalau orang bisa kenapa gw ngga.
Gw masih newbie disini jadi harap-harap maklum kalau tulisan gw masih sedikit alay, garing atau absurd. Kalian juga bisa nampolin kritik dan saran yang membangun.


Ketika Matahari Bertemu Bulan

Part 1
1. Opening

        Aku mematikan musik yang sedari tadi aku hidupkan. Dengan setengah berlari ku turuni tangga sembari melihat jam di dinding. Pukul 06:15 ku hampiri bunda di dapur. Segelas air putih dan sesendok nasi goreng yang sekarang sudah masuk kedalam perutku. Memberi kecupan kecil sambil memeluk nya adalah rutinitasku sebelum pergi sekolah. Kulambaikan tangan pada bunda yang sedang berdiri di samping mobil dan pergi sekolah.

--oOo--

Aku..

Apa kamu tau namaku ? jika tidak

Akan ku beri tau, aku wilona...

Wilona sang artis itu ?

Tentu saja bukan.

        Aku tidak seterkenal itu, aku hanya wanita biasa. Wanita biasa juga sederhana yang memiliki segala yang aku mau. Yang memiliki kehidupan sederhana namun bahagia. Tak peduli walau seberapa banyak orang membenciku, ini hidupku bukan hidup mereka. Karena nilailah aku, dan bencilah aku, tapi mereka belum tentu lebih baik dari semua keburukan yang aku miliki. Mungkin bahkan terlihat lebih rendah dari itu. Aku Stevia Wilona atau biasa di panggil via atau ana. Ana adalah nama kesayangan yang diberikan kedua pahlawanku lebih tepat nya.

Aku baru selesai makan.

        Bukan nya aku sombong, aku memiliki keluarga yang sempurna. Aku memiliki dua pahlawan yang selalu bersedia membantu dimanapun aku berada. pahlawan yang tak pernah mengeluh untuk menasehati dan memarahiku (Tapi terkadang aku sendiri yang mengeluh karena dimarahi oleh nya). Kamu tau siapa pahlawan aku itu? spiderman, batman, ironman, atau hulk ? No! ngga sehebat itu.

Mereka hanya pahlawan yang selalu ada untukku saja bukan untuk mu, sorry. Kedua pahlawan itu aku panggil ayah dan bunda.

--oOo--

        Selain mempunyai pahlawan aku juga mempunyai 2 rival. Hidupku kacau ya? keep calm. 2 rival itu siapa lagi kalau bukan kedua adik perempuanku. Dirumah selain ada ayah dan bunda aku juga memiliki dua adik perempuan yang sama nakal dan cerewet nya. Setiap hari ada saja tingkah nya yang minta dibelikan boneka, makanan, coklat, permen, jus, mie, sashimi, bakwan, tahu, tempe, siomay, batagor, gado-gado, mari-mari... semua komplit disini... Jadi mamang goreng cerita nya.

        Sekilas info tentang adikku Ledina Fifa yang sekarang masih kelas 4 sd dan Karina Citra yang lebih muda beberapa tahun dari adikku Fifa. Sekarang citra masih duduk ditaman kanak-kanak (TK). Setiap hari ada saja masalah yang di perdebatkan. Tapi Citra tidak terlalu cerewet dibandingkan Fifa, dia lebih pendiam dan santai.
--oOo--

        Sejak kecil aku tinggal di Taluk, negara nya INDONESIA provinsi nya RIAU. Sekarang aku bersekolah di SMK NEGERI 2 Taluk, dan aku duduk di kelas 3 SMK pada masa itu. Aku adalah anak yang baik juga pintar, memiliki banyak penggemar. Aku sudah tamat SD, SMP dan yang paling utama juga yang paling aku banggakan, aku sudah tamat TK.

        Selain pintar aku juga termasuk anak yang rajin, setiap hari selalu belajar. kamu tau kenapa ? Karena aku luar biasa. Sekolah tujuh hari dalam seminggu, kecuali minggu, dan sekolah dua belas bulan dalam setahun. Dirumah aku tinggal bersama ayah, bunda, fifa, citra, dan satu asisten rumah tangga yang sekarang lagi nyapu. Rumahku tidak terlalu besar, hanya ada kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur. Persis seperti rumah orang normal lain nya.
--oOo--

        Sekarang aku sedang duduk di depan laptop kesayangan dengan segudang ide dan cerita yang sudah tersusun rapi tiap kata. Ku Seruput secangkir teh hangat dan buah-buahan yang tadi di ambilkan oleh Abigel.

Tunggu. Abigel ini siapa? She Anonymous.
next..
Aku juga udah sholat maghrib.

        Tadi siang aku pergi ke sekolah untuk mengantarkan abigel. Ini adalah hari pertama nya di sekolah. Lupakan cerita tentang kehidupanku sekarang, kembali ke "LAPTOP".

Semua orang pasti memiliki cerita dan kehidupan masing-masing. Tidak ada seorangpun yang menginginkan terlahir dengan kesedihan.  Bahagia? Tentu saja.
Jika bisa memilih, semua orang akan memilih yang terbaik. Yang terbaik dari semua yang terbaik. Hanya sedikit dari jutaan orang yang akan mengalami hal yang indah, seperti yang dulu aku rasakan.

       Cerita cinta. Kisah sedih bahagia marah romantis semua menjadi satu. Semua tentu tidaklah bisa aku jelaskan secara rinci, hanya beberapa saja yang bisa aku jelaskan. Pertama-tama tidak ada yang terlalu spesial di dalam hidupku. Hidup normal layak nya seorang wanita pada umum nya. Namun kenormalan itu berubah ketika sesosok makhluk ciptaan tuhan mulai di pertemukan.

       Cerita itu bermula ketika mulai mengukir mimpi, mimpi indah yang selalu menjadi impian, bahkan mungkin mimpi jutaan orang diluar sana. Tapi bagaimana jika terlahir berbeda dengan kemampuan spesial, yang bahkan masih tidak jelas itu apa. Bingung ? Pasti.
ready...
Dan sebelum masuk ke sekolah, aku sempat mengatakan pada mamang untuk nanti menjemputku di warung depan sekolah. Kasihan bukan kalau mamang harus menunggu aku yang ngga jelas ini. Mamang adalah orang yang mengantar jemputku kesekolah.
--oOo--

2. Siapa ?

      
Aku berjalan masuk.
Sambil menyelusuri jalanan yang masih basah karena guyuran hujan tadi malam. Tidak seperti biasa nya, hari ini keadaan terlihat berbeda. Di dalam sekolah aku lihat begitu banyak orang sedang berkumpul seperti sedang mengelilingi sesuatu. Orang-orang itu adalah orang yang aku kenal, dengan menggunakan seragam sekolah dengan lambang yang sama dengan lambang bajuku. Tentu mereka adalah siswa yang juga satu sekolah denganku.
" Loh kenapa pada ngumpul, ada apa. Tawuran? "
Tanyaku pada seorang laki-laki yang sedang berada di kerumunan itu. Entah siapa nama nya aku juga ngga tau, ngga sempat kenalan.
" Ada yang lagi kelahi disana " Jawab nya
" Siapa? "
Laki-laki itu diam. Dia tidak menjawab pertanyaanku. Karena tidak dengar atau karena saking serius nya dia memperhatikan.

       Keadaan terlihat sangat kacau, riuh bahkan seperti sedang melakukan tontonan masal. Terlihat ada dua orang yang sedang saling pukul yang berada cukup jauh dari tempat aku berdiri. Walaupun bisa melihat, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah nya.

      Aku mengenali wajah seseorang yang sedang berkelahi itu, dia adalah farhan. Dia memang terkenal sebagai anak berandalan yang selalu merasa sok jagoan, sok hebat, dan suka cari masalah. Yang padahal masalah aja ngga mau cari dia. Suara riuh terdengar, begitu banyak orang yang menyaksikan. Seperti nya satu sekolah menyaksikan tontonan gratis pagi itu. Dari semua kerumunan, aneh nya satu orang gurupun tidak ada yang terlihat, mungkin karena masih pagi sebagai alasan.

       Tidak cukup jelas, aku melihat salah seorang yang sedang berkelahi itu terluka. Darah keluar dari sudut bibir nya, perkelahian yang sangat sengit. Kedua laki-laki itu seperti tidak mau mengalah, saling pukul tak terelakkan. Melihat laki-laki itu terluka spontan suara kebenaranku mulai bergejolak emoticon-Cool, aku berteriak.
" Eh kalian ayo bantuin "
Tapi tidak ada seorangpun yang mendengarkan perkataan ku. Mereka tetap serius menyaksikan perkelahian itu.
" Kok pada diam aja sih "

        Aku paling tidak suka melihat tontonan seperti ini. Selain takut juga karena kasihan jika ada yang terluka, apa lagi kalau sampai mengeluarkan darah. Rasa nya berlebihan ngga sih mempermasalahkan sesuatu sampai babakbelur seperti itu. Jika memang ada masalah setidak nya bicarakan secara baik, bukan dengan adu kekuatan yang ngga jelas seperti ini. Emang ngga sayang tuh sama badan.
" Eh kamu ayo bantuin " pintaku
" Buat apa? "
" Bua wawancara, make nanya. Kamu ngga liat itu udah berlebihan "
Karena ada seorang laki-laki didekat ku, aku pikir bisa meminta bantuan pada nya.
" Udah biarin aja, lagi seru gini "
" Apa? " Sedikit tidak percaya mendengar perkataan nya
" Udah santai-santai "
Aku diam...
" Biar mampus itu orang "
Mendengar perkataan nya membuatku semakin kesal
" Bocah! "

        Dengan cepat aku langsung berlari kearah dua laki-laki yang sedang berkelahi, entah apa yang mendorongku untuk melakukan tindakan senekat ini. Rasa takut seakan menghilang dengan sendiri nya. Bagaimana cara menghentikan mereka satu-satu nya pertanyaan yang sekarang aku pikirkan. Aku terus berlari menghampiri mereka, dan sekarang hanya tinggal beberapa meter saja dariku. Saling pukul tak terelakkan, farhan mendaratkan pukulan nya tepat di kepala laki-laki yang kulihat berdarah tadi. Sekarang darah keluar dari pelipis mata nya.
" Udah sih pada ngapain coba, jangan bikin masalah disini "

       Aku dekati kedua laki-laki itu untuk melerai mereka. Tapi seperti nya mereka tidak peduli dengan apa yang aku katakan. Laki-laki yang bernama farhan itu seolah semakin bersemangat untuk memukuli lawan nya. Kembali dia berikan beberapa pukulan pada laki-laki yang sudah berlumuran darah itu. Sekarang pukulan farhan mendarat tepat di perut nya. Perkelahian terus berlanjut, bahkan susah sekali  untuk melerai mereka. Darah mengalir membasahi sebahagian wajah laki-laki yang kulihat tadi.

       Tapi ada satu hal aneh disini, dengan wajah yang sudah babakbelur dia terlihat biasa saja, melawanpun tidak. Seolah menikmati rasa sakit yang farhan berikan. Ini orang punya rasa sakit ngga sih?. Bahkan masih sempat nya dia tersenyum santai. Gejolak amarah farhan tidak bisa dibendung, reaksi laki-laki itu membuat farhan semakin ingin untuk terus menghajar nya. Tapi aku tidak sanggup melihat ini terus berlanjut. Masih saja farhan memukuli laki-laki yang sudah babakbelur. Aku benar-benar marah, yang aku sendiri tidak tau kenapa seperti itu. Aku yang peduli , aku yang perhatian, atau aku yang luar biasa? terlalu berlebihan. Aku yang gegabah dan aku yang ceroboh itu lebih tepat.

      Susah ya cerita kalau masih ngga tau nama nya, dari tadi selalu bilang laki-laki itu, laki-laki itu, udah kita kasih aja dia nama nya Boy! Biar keren. Keren kan ? " ...... "  krik krik..
Seperti nya boy tidak mau tinggal diam, dia juga membalas pukulan farhan. Hanya dengan beberapa pukulan sudah ampuh membuat farhan kewalahan, bahkan farhan terlihat sempoyongan. Padahal hanya karena sedikit pukulan dari boy. Sedikit tendangan diperut, sedikit tendangan dikaki, sedikit tonjokan ditubuh, sedikit tonjokan dikepala, sedikit tonjokan di hidung dan sediki-sedikit lain nya.

Tentu farhan juga ngga tinggal diam, kembali dia membalas pukulan boy. Sekarang gilirang boy yang kewalahan. Dengan cepat farhan mendaratkan pukulan nya tepat di wajah boy, yang membuat boy terjatuh. Seperti nya farhan sedikit kelelahan, darah juga keluar dari sudut kelopak matanya. Sekarang kulihat farhan sudah sedikit menjauh, tidak aku sia-siakan kesempatan bagus ini. Melihat farhan mulai menghindar, tiba-tiba ada cahaya lampu keluar dari atas kepalaku. Wah ada momen bagus, aku harus berbuat apa, mau gimana ya? aku bingung. Ayo tanyakakan pada peta, dimana dora. Lah malah ngelantur. Tanpa pikir panjang langsung aku hampiri farhan.
" Udah cukup, kamu mau bunuh dia ? " Teriak ku.
" Jangan ikut campur kamu! " Jawab farhan sengit.
" Masalah?! "
" Masalah lah, kenapa. Mau ngelindungin? " Dengan mata melotot farhan menunjuk wajahku.
" Ya, ya.. ngga gitu juga " huhuhuu serem banget sumpah mana berani aku ngelawan diaemoticon-Frown.
" Maka nya sana! "
" Tapi kamu ngga liat dia udah kaya gitu "
" Trus kamu mau apa, berani sama aku?! "
" Ya, ya maksud aku.. " melihat dia marah dan ngebentak bikin nyaliku ciut, duh gini banget ya.
" Ngomong yang jelas, berani?! "
" Ya ngga beranilah, mana mungkin berani " Jawabku ngga kalah sengit.
Farhan tersenyum sinis melihatku.
" Sana jauh "
" Meskipun ngga berani, bukan berarti kamu boleh seenak nya "
" Hahaa, pahlawan dari mana ini " Jawab farhan meledek.
" Kenapa?, sebenar nya dari awal aku tau kamu juga ngga bakal sanggup sama dia ! "

Mendengar apa yang aku katakan farhan terdiam, mata nya menatap tajam kearahku. Dia pasti marah mendengar apa yang aku katakan. Aku tidak peduli apapun nanti yang akan dia lakukan,akan aku terima itu. Dan satu lagi! huhuhuu lindungi aku tuhan.

Next..
--oOo--

All Part KMBB Series👇Cek emoticon-Betty
- KMBB. Part 2
- KMBB. Part 3
- KMBB. Part 4
- KMBB. Part 5
- KMBB. Part 6
- KMBB. Part 7
Next Part.. Process.






Diubah oleh vallerydc
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
04-09-2019 11:27
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 2.

Mendengar apa yang aku katakan farhan terdiam, mata nya menatap tajam kearahku. Dia pasti marah mendengar apa yang aku ucapakan. Apapun nanti yang akan dia lakukan, akan aku terima  itu. Dan satu lagi! Huhuhuu lindungi aku tuhan.

" Ayo buktiin, ngapapain kamu diam. Kamu ngerasa paling jagoankan disini ! "

       Farhan tetap menatapku. Aku tau dia pasti tidak suka mendengar aku berkata seperti itu. Suara yang tadi nya riuh sekarang tak satupun terdengar. Aku tidak peduli apa yang akan mereka katakan, inilah pilihan yang aku ambil. Aku sok jagoan atau aku yang sok jadi pahlawan?, silahkan. Jika mereka berkata seperti itu, hanya ada satu yang ingin aku bilang "Sampah". Membiarkan orang lain terluka, sedangkan kita hanya menyaksikan tanpa ada rasa kemanusiaan.
--oOo--

        Aku lihat farhan sudah mulai tenang dan tidak ingin melanjutkan perkelahian. Aku alihkan perhatian pada laki-laki yang berada di belakangku. Wajah nya sudah penuh dengan luka dan darah, aku tinggalkan farhan dan pergi menghampiri nya. Aku tidak tau harus berkata apa.

Di cerita ini nama Boy kita hilangkan, biar ngga ngelantur.

" Ayo pergi " Kataku membuka bicara, hanya kata itu yang bisa aku ucapkan.

        Dia hanya diam seolah-olah bingung dengan apa yang aku lakukan. Tanpa fikir panjang aku tarik tangan nya untuk menjauh dan berjalan meninggalkan kerumunan itu.Aku lihat orang-orang yang menyaksikan sedang menatap tajam kearahku, menatap dengan beragam ekspresi. Suka, tidak suka, benci dan masih banyak lagi. Terlalu naif!. Persetan dengan mereka, toh ini pilihanku, pilihan yang benar dan aku tidak akan menyesal oleh nya. Bahkan melihat mereka diam seperti itu, ingin rasa nya aku teriak di depan wajah nya.

" Hey kalian, sini maki aku dong! "

--oOo--

       Sudah cukup jauh aku dan dia berjalan menjauh dari kerumunan, tapi aku masih menarik tangan nya. Dia hanya diam tanpa berkata sepatah katapun, tak heran jika dia bingung dengan apa yang sudah aku lakukan. Aku mengerti dengan apa yang dia rasakan. Jangankan dia aku sendiri juga bingung.

       Sudah cukup aman kemudian aku berhenti di sebuah tempat duduk, itu adalah tempat duduk yang berada dekat dengan kelasku. Aku sengaja membawa dia kesana, karena kelasku berada paling ujung dan berada jauh dari ruang guru. Agar tidak memperbesar masalah pikirku saat itu. Dia menatapku, ku balas juga tatapan nya. Aku ambil tisu yang ada di dalam saku baju. Aku memang selalu membawa tisu kemanapun aku pergi, ngga tau kenapa tapi memang seperti itu.

Aku dekati wajah nya. Asli luka parah, hampir susah bedain mana mata mana pipi bengkak semua.

" Nih " Aku berikan tisu agar dia bisa membersihkan luka nya sendiri.

" ...... " Sedikit meringis karena sakit. Tentu saja sakit, wajah nya memar dan banyak sekali darah yang keluar. Kasihan sih melihat nya.

" Sakit dikit kok tahan aja "

Dia tetap diam, yang membuatku jadi sedikit tidak nyaman.

" Kenapa? " Tanyaku

      Dia hanya menggelengkan kepala sebagai tanda tidak apa-apa.

" Kalau kamu peduli obatin tuh luka " Kataku mencoba mengajak nya bicara.

" Iya "

" Kejadian tadi membuat kamu senang? "

" Ada alasan kenapa aku seperti itu "

" Alasan sudah pasti ada, tapi apa tidak bisa alasan itu dilupakan dan memikirkan apa dampak nya "

" Wanita tidak akan mengerti "

" Kalau begitu hanya laki-laki yang bisa mengerti "

     Setelah dia selesai membersihkan bekas darah yang ada di wajah nya, ku ambil plaster yang biasa aku bawa buat jaga-jaga kalau aku terluka.

" ...... "

Krik.. Krik..

Kubuka plaster untuk diberikan pada nya. Baru saja aku mau membuka plaster tiba-tiba dia bicara.

" Maksud kamu sok hebat gini apa?! "

Kata-kata yang sangat singkat, tapi mampu membuat aku seperti tersengat listrik dengan tegangan tinggi.

" Apa? "  Kataku tidak percaya. Aku sengaja bertanya barangkali tadi aku salah dengar.

" Sok hebat, sok jagoan kamu " Kata nya lagi.

" Ha? aku ngga salah dengar? "

" Ngga usah sok hebat, sok jagoan jadi cewe, apa untung nya buat kamu! " Dia mengulangi untuk yang ketiga kali nya.

      Ingin rasa nya ku pukul wajah nya itu. Ngga ada rasa terimakasih banget. Udah bagus di bantuin malah ngga terima. Cowo apa sih dia?. Yang tadi nya mau buka plaster malah ngga jadi. Aku hanya diam melihat nya. Ada rasa tidak percaya juga kesal mendengar dia bicara seperti itu.

" Ngga ada rasa terimakasih banget ya kamu "

" Oh harus?, makasih " Seenak jidat nya.

" Ya tuhan. Eh emang kamu mau dipukulin gitu "

" Aku berantem secara terhormat, emang kamu tau kenapa aku diam dan ngga mau ngelawan serius? nggakan. Dan gara-gara kamu semua nya berantakan! " Jawab nya.

" Eh sejak kapan berantem terhomat, udah gila kamu?. Di bantuin malah nyolot! "

" Aku ngga butuh bantuan siapapun, termasuk kamu! "

" Ngga butuh yaudah, ngga usah sewot! "

" Ya makanya ngga usah sok ikut campur jadi cewe, ngga ada untung nya jugakan buat kamu! "

" Kesel sumpah! "

      Seandai nya aku tidak peduli dengan keadaan nya, sudah aku pukul tepat wajah nya itu. Ah sabar ana. Kaya nya dia udah ngga waras, pukulan tadi sudah mutusin salah satu urat saraf nya.

" ..... "

Aku lempar plaster yang tadi aku pegang, sambil berjalan pergi untuk menjauh dari nya.

" Eh kemana?! "

" ..... "

Aku diam.

Aku tinggalkan dia disana. Dasar cowo aneh ngga tau rasa terimakasih. Entah apa yang kemudian dia lakukan, aku ngga tau dan ngga mau tau. Aku sudah terlanjur kesal di buat nya. Padahal tadi aku sudah bergaya layak nya seorang wanita baik hati, tapi di patahkan begitu saja oleh  nya. Bahkan ikut disalahkan. Gila !.

--oOo--

       Proses pembelajaran hari itu tetap berlanjut seperti biasa nya, seperti nya tidak seorang gurupun yang mengetahui kejadian tadi pagi. Coba aja ada guru yang tau biar mampus itu cowo.

Waktu nya istirahat, tadi nya aku mau mengajak temanku rina pergi kekantin, lapar sekali rasa nya. Maklum tadi pagi aku hanya makan sedikit nasi goreng yang disiapin bunda. Tapi alfin melarangku pergi, orang lagi banyak yang bicarain kamu jawab alfin.

" Buat apa ngebicarain aku, udah kaya selebritis aja " kata ku.

      Alasan nya karena apa yang aku lakukan tadi pagi, mereka tidak suka melihat aku seperti itu.

" Persetan dengan mereka, kucintai semua kurangku dan semua pilihan yang menurutku benar"

Ya meskipun yang ditolongin juga gila.

      Alfin tetap melarang aku untuk pergi, takut ntar aku di apa-apain kata nya. Soal makanan itu gampang biar aku aja yang beli. Aku tetap tidak mau, aku bukan pengecut yang hanya bisa bersembunyi dari kicauan mereka. Aku tidak akan diam, toh aku ngga salah apa-apa.

Alfin tentu saja bukanlah alasan yang mampu membuatku berhenti, akan ku lakukan apapun yang aku mau, tak peduli orang akan membenci atau menjauhiku. Itu keputusan yang aku ambil dan aku juga harus bisa menerima apapun resiko nya.

      Sesuai dengan niatku tadi, aku tetap pergi kekantin. Bahkan ingin rasa nya aku pergi mengelilingi satu sekolah ini, agar mereka tau bahwa inilah aku. Aku yang tidak akan terhenti hanya karena perkataan mereka.

Ternyata apa yang dikatakan alfin benar, sejauh aku berjalan sejauh itu pula aku mendengar apa yang mereka katakan.Mereka bilang aku sok hebat, sok baik, munafik. Please deh kalian! memang membela seseorang itu ngga butuh keberanian?, ngga butuh perjuangan?, bahkan yang dibelapun gila setengah mati. Setidak nya kalian mengerti maksud baik aku ini. Bahkan ada terlontar katakata yang cukup membuat telingku panas mendengar nya. Kamu tau apa yang dia bilang?.

" Cewe gadungan "

Cukup sudah ini sudah menguras habis kesabaranku.

       Ku hampiri orang yang mengatakan aku seperti itu. Dia adalah laki-laki yang tadi pagi, apa kamu masih ingat laki-laki yang mengatakan ini padaku " Biar mampus itu orang " dan itulah dia. Aku hampiri dia dan sekarang aku berada tepat di depan nya.

" Kamu ada masalah ?! "

" Apa? " Dia berlagak tidak mengerti dengan apa yang aku tanya.

" Apa maksud kamu bicara seperti itu "

" Biacara apa, aku ngga ngerti "

" Ngga usah pura-pura bego deh! " Kesal sekali aku melihat nya

" Kamu ngigo ?! "

Mendengar dia berkata seperti itu langsung aku tarik kera baju nya, erat sekali. Seperti tidak terima dia lepaskan tanganku.

" Gila kamu! " Teriak nya marah.

" WOY! " Tiba-tiba terdengar suara.
 Suara itu terdengar tidak jauh dari tempat aku berdiri.

Terlihat seorang laki-laki dengan baju blak-blakan sedang berjalan kearahku.'

" Mau apa lu Njing! " Teriak nya.

       Seperti takut laki-laki yang berada di depanku langsung terlihat panik. Mencari masalah dengan dia tentu bukan pilihan yang bagus, mungkin itulah pikir nya saat itu. Melihat laki-laki dengan penampilan blak-blakan itu sudah semakin dekat, dengan wajah nya yang panik dia tinggalkan aku disana.

Sekarang dia berada tepat disampingku.
" Mau sok jagoan lagi? " Dia bicara.

       Tanpa perlu aku beritahu kamu tentu sudah tau siapa laki-laki yang sekarang berada di dekatku. Ah malas sekali rasa nya, seperti nya sekolah ini sempit. Kenapa aku harus bertemu dia lagi, batinku. Aku hanya diam, aku ngga mau bicara jangankan bicara melihat muka nya saja sudah mebuatku kesal, enek.

" Ana kamu ngga apa-apa? " Alfin tiba-tiba sudah berada di belakangku.

Mungkin alfin sempat melihat apa yang terjadi.

" Iya "

" Jangan pergi sendiri lagi "

Alfin menatap laki-laki itu, dari tatapan nya aku tau kalau alfin ngga suka. Begitu juga dia.

" Kamu ngga aman disini, kita pergi aja " Lanjut alfin seperti menyindir.

Dia hanya diam dengan ekspresi menahan marah.

      Tanpa pikir panjang aku dan alfin pergi meninggalkan dia disana, aku ngga mau berurusan dengan dia lagi. Kata-kata nya tadi pagi sudah terlanjur menyakiti hatiku. Yang tadi niat nya mau pergi kekantin aku batalkan, lebih baik tidak makan sama sekali dari pada harus bertemu dengan laki-laki itu.

--oOo--
Diubah oleh vallerydc
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
04-09-2019 15:00
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 3.
3. Anak indigo.

       Bel sekolah berbunyi,  menandakan proses pembelajaran telas usai. Seperti biasa janjiku pada mamang untuk menemui mamang di warung depan sekolah. Segera aku tinggalkan kelas dan pergi menemui mamang agar aku bisa cepat pulang dan istirahat.
Baru saja aku berjalan, terdengar suara seperti memanggilku.
" ...... " 
Suara yang sudah tidak asing lagi .

       Ku coba balikkan badan untuk melihat siapa yang memanggil. Tepat beberapa meter saja dari hadapanku berdiri seorang laki – laki dengan pakaian yang menurutku tidak ada rapi nya sama sekali. Baju yang keluar dan lengan baju yang di lipat, sekilas jika di lihat seperti orang  yang sedang prustasi. Laki – laki itu sedang melihat kearahku. Ah dia lagi. Orang-orang yang melihat saat itu pasti mengira aku sedang sakit, lemas sekali rasa nya.
“ Mau apa lagi dia ? “ Batinku.

Dia mulai berjalan dan kemudian berdiri tepat di hadapanku.
“ Mau kemana kamu ?! “
“ Ngemis noh di lampu merah “ Udah tau mau pulang malah nanya.
“ Ngga pulang? ”
“ Ya pulanglah, emang aku gembel beneran apa “
“ Kamu yang bilang ”
Zwcxckkkkxxxckkhhl... Sabar.. sabar, keep calm.
" Mau apa nanya, sok perhatian kamu "
“ Nanya bukan berarti perhatian “
“ Yaudah pergi sana “ Aku lanjutkan berjalan untuk menemui mamang.
.......

“ Eh kalo orang ngomong dengerin, punya etika ngga kamu?! “
Ya ampun ini orang beneran cari masalah.
“ Eh, Ngga ada etika mana sih, dibantuin nyolot atau cuma ngga ngedengerin! “
“ Ya kamulah “ Jawab dia seenak nya
“ Jadi kamu kesini cuma mau nguji kesabaran aku. Sini deh duel. Sabar kok aku ! ”
Emosi ngga tuh kalo diginiin.
........

 “ Aku bukan cowo biasa “  Bluggg... emoticon-Hammer
Omongan dia asli bikin aku tepuk jidat.
Setress gila, yakin deh.

        Aneh ngga tuh  tiba-tiba dia datang naikin emosi trus bilang kalu dia bukan laki-laki biasa. kaya nya dia setengah manusia setengah siluman, atau setengah manusia setengah nya lagi serigala. Masih mending kalau ganteng-ganteng serigala. Lah ini udah jelek, gila, serigala lagi. Ngga kebayang.

“ Selamat kalo gitu “
“ Aku punya indra keenam “ Kata nya.
“ Oh ya?, Wow. Keren dong“
Hellow, mau lu ngomong apa juga ngga peduli gua, TERSERAH. Suka-suka lu aja!
“ Kamu percaya? “
“ Percaya “
“ Percaya apa? “ Kata nya.
“ Ngga tau “
“ Kamu percaya aku indigo? “
“ Percaya “
“ Beneran ? “ Tanya nya lagi.
“ Iya, nah udah puaskan. Sekarang kamu kedokter cek deh itu kepala udah ngga normal “ Kataku.
“ Aku bisa melihat masa depan “
Masih lanjut aja ini ngibul nya.
.........

“ Wah makin kesini makin setres ya “
“ Aku bisa melihat yang orang lain ngga bisa lihat “
“ Aku juga bisa.Dengan penerawanganku kamu harus pergi sekarang juga, sebelum nyobain rasa nya di sumpel sama sepatu“
“ Aku ngeliat sesuatu akan terjadi sama kamu “
Hadeh di cuekin omonganku
-_-

Tiba –tiba dia memegang tangan kananku yang membuat aku sedikit kaget, mau ngapaih sih ini orang.

“ Eh jangan macam-macam ya kamu “
" Udah diam! "
" -_-  "
                Kemudian dia memejamkan kedua mata nya. Dia menerawang seperti sedang berfikir dan melihat apa yang akan terjadi.

“ Sesuatu akan terjadi, berhati- hatilah malam ini “
“ Kamu mau ngerjain aku “ Tanyaku semakin heran melihat nya.
“ Aku udah ngingatin kamu, terserah kamu mau percaya atau ngga  “

Ngga jelas banget ini orang
“ Aku mau pulang, makasi buat informasi nya yang ngga penting “

                Aku tinggalkan dia disana dan pergi menemui mamang. Terserah mau dia marah, ngga suka. I dont care.

--oOo--
Diubah oleh vallerydc
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
04-09-2019 19:14
Ini cerita nya lebih kaya novel ya, lanjut ganemoticon-Matabelo
wkwk.. Cowok nya mirip aneh, galak" tapi romantisemoticon-Ngakak
0
04-09-2019 19:21
Pede bnget dahemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
04-09-2019 19:29
Ane pengalaman soal begini
Diubah oleh Toxic.vln
0
04-09-2019 19:29
Quote:Original Posted By vallerydc
Pede bnget dahemoticon-Ngakak


Pasti ganemoticon-Ngakak
0
05-09-2019 13:42
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 4.

--oOo--

        Malam ini aku sedang duduk di depan tv sambil menikmati makanan kesukaan yang tadi sore dibuatin bunda. Duduk berdua bersama adikku fifa. Hari ini ayah tidak pulang karena keluar kota ada urusan kantor yang mendadak kata nya. Sedangkan bunda aku ngga tau lagi apa, dari tadi aku hanya mendenger suara  bunda.


“ Pelangi itu indah, bintang itu bersinar, bulan itu terang “
Hanya kata–kata itu yang aku dengar. Bentar aku tanyain.
“ Bundaaaa.. lagi apa, lagi bikin puisi ya? “
“ Lagi ngajarin citra, udah ngga usah mulai deh “ Jawab bunda padaku.
“ Hehe iya iya bunda “

      Ya begitulah bunda, dia selalu kesal kalo aku bilang tentang puisi. Dulu sudah lama sekali bunda perna cerita kalo dia pernah di kasih puisi sama laki- laki yang bunda suka, mulai saat itu aku jadi sering becandain bunda.

      Selesai makan aku berniat untuk langsung tidur, bukan apa – apa, karena aku merasa capek juga dengan tidur aku berharap rasa kesal dan lelah ku hilang.
“ Laki-laki ngga normal yang bisa melihat masa depan. Aneh.. kaya nya gila “
Kenapa dunia ini bisa menerima makhluk kaya dia, setengah manusia setengah lagi masih di pertanyakan. Ngga jelas. Seharus nya dia di segel di kerak bumi atau paling tidak tenggelamkan.
--oOo--

 
Baru saja aku kembali dari dapur bunda memanggilku.
“ Ana, tolong angkatin jemuran, bunda ngajarin citra dulu “
“ Jemuran dimana bunda ? “
“ Di mall. Kaya pindah aja jemuran nya “
“ Hehehe iya bunda, kali aja jemuran nya pindah bunda “
“ Dek temenin kakak angkat jemuran yok “ Kataku pada fifa.
“ Kenapa ngga ngangkat sendiri aja, kakak takut ya “ Jawab nya sambil meledekku.
“ Enak aja , udah ayok buruan “
“ Yaudah ayok “
                Ngga biasa nya ini anak langsung nurut, biasa nya harus di paksa dulu itu juga belum tentu mau.
--oOo--

               
      Sebenar nya aku bisa pergi sendiri, hanya saja aku ngga berani pergi ketempat gelap. Bukan karena takut, cuma ngga berani aja. Disana suasana nya memang terasa sedikit berbeda, sedikit dingin juga berangin. Apa lagi kalo malam, suasana nya seperti sedang tidak berpihak kepadaku.

      Tepat di dekat jemuran ada beberapa pohon yang ukuran nya cukup besar, maklum bunda seneng banget nanamin pohon. Mulai dari pohon mangga, pohon jambu, pohon rambutan dan pohon lain nya ada disana. Yang membuat suasana malam jadi semakin mencengkam. Aku juga punya kolam ikan yang cukup besar, aku sering dengar suara-suara aneh disana.
“ Eh dek, buruan angkat baju nya “ Kataku pada fifa.
“ iya “
“ Kak, kakak ngerasa aneh ngga “ Tanya nya.
“ Aneh gimana ? biasa aja kok “
“ Fifa merinding loh kak “
“ Kamu mulai lagi, kamu takut ya “
“ Ih kakak, aku serius “
“ Ngga ngerasa apa-apa kok, biasa aja “ kata ku.

      Baru saja aku selesi bicara, tiba-tiba terdengar suara, suara berisik yang datang dari salah satu pohon di sana. Aku ngga tau pohon apa, jangankan meliat nya, mau ambil baju aja udah mulai gemeteran.
Aku lihat fifa seperti menggoyangkan kaki nya yang membuat aku sedikit heran.
“ Ngga ada musik ngga ada apa kok kamu malah goyangin kaki gitu “
“ Kakaaaakk, ini bukan goyang, aku gemeteran tau “ Jawab nya pelan sekali.
“ Udah buruan aku takut “
Ingin sekali rasa nya aku tertawa mendengar dia bicara, suara nya kecil dan sedikit gemeteran faktor takut kaya nya.
“ Iya maka nya bantuin “ Kataku dengan suara yang ikut-ikutan pelan.

       Suara berisik itu kembali terdengar, semakin lama semakin jelas.
Ya ampun suara apa itu, kaya nya ini ngga bercanda tengah malam begini ada suara ngga jelas. Aku  teringat perkataan guruku dulu, Janganlah kalian takut akan makhluk ciptaan tuhan lain nya, yaitu makhlus halus. Jika kalian takut pada mereka, jangan biarkan rasa takut itu membuat kalian terpedaya atau terlihat lebih rendah dari nya. Aku hanya diam seolah berani, real nya sih ngga.
--oOo--

 
“ Kakak aku pergi sekarang ya “ Kata fifa saking takut nya.
“ Ih jangan, itu tinggal dikit lagi “
Baru saja aku selesai biccara.
“ BUUAARR !” Terdengar suara yang cukup besar.
Seperti ada sesuatu yang masuk kedalam kolam ikan yang berada tepat beberapa meter saja dariku.
“ BUNDAAA !! “ Teriak fifa kaget.

      Dengan berani dan berwibawah nya fifa berlari, dengan menggunakan kekuatan nya dia berlari dengan kecepatan penuh, dia keluarkan semua kekuatan terpendam. Walau badai menghadang dia terus maju, satu dua pohon berhasil dia lalui, kursi meja tiang dinding dia lewati, kalau di slow motionin mirip pemeran utama di film transformers.
Masih mending pemeran utama di transformers larinya lurus, lah fifa lari nya zig-zag. Kalian bisa bayangin sendiri. Kaya nya itu anak ngga peduli mau ada pohon atau ngga, ranting pohong aja dia tabrak.
“ Fifa , kain nya jangan di buang “ Teriak ku.

      Kaya nya fakta, kalau orang lagi takut mau apapun yang ada di depan ngga bakal dipeduliin, udah baju yang dia pegang pada berserakan semua. Aku ambil semua pakain yang jatuh, dengan berani kulihat kolam ikan itu. Dekat, dekat, semakin dekat, dan diluar dugaan, aku melihat sesuatu yang membuatku semakin gemeteran.
Dari dalam kolam ikan terlihat sesok makhluk aneh yang aku juga tidak tau itu apa.
Aku melihat ada bayangan emas yang sangat banyak sedang berkumpul, berkumpul seperti sedang melakukan sesuatu. Aku coba menghitung 1 3 4 7 10 14 18 19 22 kira-kira semua nya ada 23. Aku semakin penasaran, penasaran juga takut.

     Aku coba lebih mendekat, agar bisa melihat lebih jelas apa bayangan emas itu, berbagai fikiran mulai terbayang. Jangan-jangan itu cahaya angkasa, atau anak emas, atau atau atau ah sudahlah..
dan sekarang aku benar-benar dekat dengan cahaya itu dan …..
“ Aaa………ASTAGaaa, ikan mas milik ayah rupa nya “
“ KAKAKKK ! “ ( mengagetkan ku)
      Sosok makhluk perempuan kecil, pendek, jelek, menyebalkan tiba-tiba memegang tubuhku. 
Tenang aku masih berwibawah saat itu.

Dengan cepat aku langsung terjum bebas masuk kedalam kolam, layak nya seorang atlit renang professional. Aku nikamati suasana malam, menari-menari dengan indah dibawah sinar rembulan dengan taburan bintang malam yang indah, sambil di temani pengawal yang gagah perkasa berwarna emas.

      Sunggu malam yang indah, malam yang takkan pernah terlupakan. Bisa berenang bebas layak nya putri duyung sedang mencari mangsa.
“ FIFAAA ! “ Teriakku marah.
Malam yang sial, malam yang mencengkam berubah menjadi malam yang basah. Berenang bersama ikan–ikan ayah. Yang tadi di suruh bunda untuk ngangkat jemuran malah kacau. Semua kain jadi basah karena ikut masuk kedalam kolam.
--oOo--

 
      Dengan rasa kesal aku segera ganti baju. Ku rebahkan tubuhku diatas tempat tidur, sambil berharap semua rasa lelah dan kesalku hilang. Aku perhatikan jam dinding yang terus bergerak sesuai kodrat nya, enak ya jika punya hidup menyenangkan. Disaat mencoba hidup nornal selalu ada hal hal aneh terjadi, apa itu suratan takdir, atau sekedar imajinasi tak berujung penikmat hidup dikala bosan. Bicara tentang hal aneh membuat sesosok makhluk tak jelas terlintas dikepalaku.
“ Sesuatu akan terjadi malam ini “
Apa yang dia katakan benar-benar terjadi. Apa dia memang mempunyai kemampuan spesial, atau hanya omong kosong yang berlatarkan kebetulan.
“ aaaa.. aku bingung “ Kututup wajahku dengan bantal karena hanya dengan itu aku bisa berhenti memikirkan keanehan ini.

      Itulah hari dimana aku bertemu dengan sesosok makhluk ciptaan tuhan.Hari yang menyebalkan juga aneh, tiba-tiba dia membuat kesal dan mengatakan dia punya kemampuan spesial. Siapa sih dia itu ?. Kenapa selama ini aku tidak pernah melihat nya, tidak pernah melihat atau aku tidak peduli terhadap dia. Sudahlah, itulah Kisah pertama saat bertemu.
--oOo--
Diubah oleh vallerydc
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
05-09-2019 15:51
Quote:Original Posted By vallerydc
Part 4.

--oOo--

        Malam ini aku sedang duduk di depan tv sambil menikmati makanan kesukaan yang tadi sore dibuatin bunda. Duduk berdua bersama adikku fifa. Hari ini ayah tidak pulang karena keluar kota ada urusan kantor yang mendadak kata nya. Sedangkan bunda aku ngga tau lagi apa, dari tadi aku hanya mendenger suara  bunda.


“ Pelangi itu indah, bintang itu bersinar, bulan itu terang “
Hanya kata–kata itu yang aku dengar. Bentar aku tanyain.
“ Bundaaaa.. lagi apa, lagi bikin puisi ya? “
“ Lagi ngajarin citra, udah ngga usah mulai deh “ Jawab bunda padaku.
“ Hehe iya iya bunda “

      Ya begitulah bunda, dia selalu kesal kalo aku bilang tentang puisi. Dulu sudah lama sekali bunda perna cerita kalo dia pernah di kasih puisi sama laki- laki yang bunda suka, mulai saat itu aku jadi sering becandain bunda.

      Selesai makan aku berniat untuk langsung tidur, bukan apa – apa, karena aku merasa capek juga dengan tidur aku berharap rasa kesal dan lelah ku hilang.
“ Laki-laki ngga normal yang bisa melihat masa depan. Aneh.. kaya nya gila “
Kenapa dunia ini bisa menerima makhluk kaya dia, setengah manusia setengah lagi masih di pertanyakan. Ngga jelas. Seharus nya dia di segel di kerak bumi atau paling tidak tenggelamkan.
--oOo--

 
Baru saja aku kembali dari dapur bunda memanggilku.
“ Ana, tolong angkatin jemuran, bunda ngajarin citra dulu “
“ Jemuran dimana bunda ? “
“ Di mall. Kaya pindah aja jemuran nya “
“ Hehehe iya bunda, kali aja jemuran nya pindah bunda “
“ Dek temenin kakak angkat jemuran yok “ Kataku pada fifa.
“ Kenapa ngga ngangkat sendiri aja, kakak takut ya “ Jawab nya sambil meledekku.
“ Enak aja , udah ayok buruan “
“ Yaudah ayok “
                Ngga biasa nya ini anak langsung nurut, biasa nya harus di paksa dulu itu juga belum tentu mau.
--oOo--

               
      Sebenar nya aku bisa pergi sendiri, hanya saja aku ngga berani pergi ketempat gelap. Bukan karena takut, cuma ngga berani aja. Disana suasana nya memang terasa sedikit berbeda, sedikit dingin juga berangin. Apa lagi kalo malam, suasana nya seperti sedang tidak berpihak kepadaku.

      Tepat di dekat jemuran ada beberapa pohon yang ukuran nya cukup besar, maklum bunda seneng banget nanamin pohon. Mulai dari pohon mangga, pohon jambu, pohon rambutan dan pohon lain nya ada disana. Yang membuat suasana malam jadi semakin mencengkam. Aku juga punya kolam ikan yang cukup besar, aku sering dengar suara-suara aneh disana.
“ Eh dek, buruan angkat baju nya “ Kataku pada fifa.
“ iya “
“ Kak, kakak ngerasa aneh ngga “ Tanya nya.
“ Aneh gimana ? biasa aja kok “
“ Fifa merinding loh kak “
“ Kamu mulai lagi, kamu takut ya “
“ Ih kakak, aku serius “
“ Ngga ngerasa apa-apa kok, biasa aja “ kata ku.

      Baru saja aku selesi bicara, tiba-tiba terdengar suara, suara berisik yang datang dari salah satu pohon di sana. Aku ngga tau pohon apa, jangankan meliat nya, mau ambil baju aja udah mulai gemeteran.
Aku lihat fifa seperti menggoyangkan kaki nya yang membuat aku sedikit heran.
“ Ngga ada musik ngga ada apa kok kamu malah goyangin kaki gitu “
“ Kakaaaakk, ini bukan goyang, aku gemeteran tau “ Jawab nya pelan sekali.
“ Udah buruan aku takut “
Ingin sekali rasa nya aku tertawa mendengar dia bicara, suara nya kecil dan sedikit gemeteran faktor takut kaya nya.
“ Iya maka nya bantuin “ Kataku dengan suara yang ikut-ikutan pelan.

       Suara berisik itu kembali terdengar, semakin lama semakin jelas.
Ya ampun suara apa itu, kaya nya ini ngga bercanda tengah malam begini ada suara ngga jelas. Aku  teringat perkataan guruku dulu, Janganlah kalian takut akan makhluk ciptaan tuhan lain nya, yaitu makhlus halus. Jika kalian takut pada mereka, jangan biarkan rasa takut itu membuat kalian terpedaya atau terlihat lebih rendah dari nya. Aku hanya diam seolah berani, real nya sih ngga.
--oOo--

 
“ Kakak aku pergi sekarang ya “ Kata fifa saking takut nya.
“ Ih jangan, itu tinggal dikit lagi “
Baru saja aku selesai biccara.
“ BUUAARR !” Terdengar suara yang cukup besar.
Seperti ada sesuatu yang masuk kedalam kolam ikan yang berada tepat beberapa meter saja dariku.
“ BUNDAAA !! “ Teriak fifa kaget.

      Dengan berani dan berwibawah nya fifa berlari, dengan menggunakan kekuatan nya dia berlari dengan kecepatan penuh, dia keluarkan semua kekuatan terpendam. Walau badai menghadang dia terus maju, satu dua pohon berhasil dia lalui, kursi meja tiang dinding dia lewati, kalau di slow motionin mirip pemeran utama di film transformers.
Masih mending pemeran utama di transformers larinya lurus, lah fifa lari nya zig-zag. Kalian bisa bayangin sendiri. Kaya nya itu anak ngga peduli mau ada pohon atau ngga, ranting pohong aja dia tabrak.
“ Fifa , kain nya jangan di buang “ Teriak ku.

      Kaya nya fakta, kalau orang lagi takut mau apapun yang ada di depan ngga bakal dipeduliin, udah baju yang dia pegang pada berserakan semua. Aku ambil semua pakain yang jatuh, dengan berani kulihat kolam ikan itu. Dekat, dekat, semakin dekat, dan diluar dugaan, aku melihat sesuatu yang membuatku semakin gemeteran.
Dari dalam kolam ikan terlihat sesok makhluk aneh yang aku juga tidak tau itu apa.
Aku melihat ada bayangan emas yang sangat banyak sedang berkumpul, berkumpul seperti sedang melakukan sesuatu. Aku coba menghitung 1 3 4 7 10 14 18 19 22 kira-kira semua nya ada 23. Aku semakin penasaran, penasaran juga takut.

     Aku coba lebih mendekat, agar bisa melihat lebih jelas apa bayangan emas itu, berbagai fikiran mulai terbayang. Jangan-jangan itu cahaya angkasa, atau anak emas, atau atau atau ah sudahlah..
dan sekarang aku benar-benar dekat dengan cahaya itu dan …..
“ Aaa………ASTAGaaa, ikan mas milik ayah rupa nya “
“ KAKAKKK ! “ ( mengagetkan ku)
      Sosok makhluk perempuan kecil, pendek, jelek, menyebalkan tiba-tiba memegang tubuhku. 
Tenang aku masih berwibawah saat itu.

Dengan cepat aku langsung terjum bebas masuk kedalam kolam, layak nya seorang atlit renang professional. Aku nikamati suasana malam, menari-menari dengan indah dibawah sinar rembulan dengan taburan bintang malam yang indah, sambil di temani pengawal yang gagah perkasa berwarna emas.

      Sunggu malam yang indah, malam yang takkan pernah terlupakan. Bisa berenang bebas layak nya putri duyung sedang mencari mangsa.
“ FIFAAA ! “ Teriakku marah.
Malam yang sial, malam yang mencengkam berubah menjadi malam yang basah. Berenang bersama ikan–ikan ayah. Yang tadi di suruh bunda untuk ngangkat jemuran malah kacau. Semua kain jadi basah karena ikut masuk kedalam kolam.
--oOo--

 
      Dengan rasa kesal aku segera ganti baju. Ku rebahkan tubuhku diatas tempat tidur, sambil berharap semua rasa lelah dan kesalku hilang. Aku perhatikan jam dinding yang terus bergerak sesuai  kodrat nya, enak ya jika punya hidup menyenangkan. Disaat mencoba hidup nornal selalu ada hal hal aneh terjdi, apa itu suratan takdir, atau sekedar imajinasi tak berujung penikmat hidup dikala bosan. Bicara tentang hal aneh membuat sesosok makhluk tak jelas terlintas dikepalaku.
“ Sesuatu akan terjadi malam ini “
Apa yang dia katakan benar-benar terjadi. Apa dia memang mempunyai kemampuan spesial, atau hanya omong kosong yang berlatarkan kebetulan.
“ aaaa.. aku bingung “ Kututup wajahku dengan bantal karena hanya dengan itu aku bisa berhenti memikirkan keanehan ini.

      Itulah hari dimana aku bertemu dengan sesosok makhluk ciptaan tuhan.Hari yang menyebalkan juga aneh, tiba-tiba dia membuat kesal dan mengatakan dia punya kemampuan spesial. Siapa sih dia itu ?. Kenapa selama ini aku tidak pernah melihat nya, tidak pernah melihat atau aku tidak peduli terhadap dia. Sudahlah, itulah Kisah pertama saat bertemu.
--oOo--


emoticon-Cendol Gan
0
05-09-2019 17:20
Quote:Original Posted By Toxic.vln
emoticon-Cendol Gan


Tunggu part 5 nya gan emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
08-09-2019 12:52
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 5.
4. Beri aku ke kekuatan.


       Aku Tarik nafas dalam – dalam kemudian ku hembuskan lagi. Pagi yang cukup cerah, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Udara pagi khas kota Taluk. Inilah hari yang berikut nya. Seperti nya hari ini sedang berpihak kepada ku. Seperti biasa aku lakukan rutintas ku dan berangkat ke sekolah. Di perjalanan aku berfikir apa aku akan bertemu laki-laki itu lagi, semoga saja tidak. Bukan benci hanya sekedar tak suka melihat nya. Semoga lebih baik, amin.

Dengan hati-hati aku masuk ke sekolah.
Hari ini keadaan kembali terlihat normal seperti biasa nya. Aku lihat kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada laki-laki itu. Seandai nya ada, dengan cepat aku pasti lari menjauh. Tidak akan aku biarkan dia merusak hari yang cerah dengan wajah aneh nya itu.
“ Syukurlah, aku tidak melihat nya “
--oOo—

 
       Bahagia sekali rasa nya, pagi yang indah bisa aku lalui dengan aman dan nyaman tanpa kehadiran dia. Dengan perasaan bahagia aku terus berjalan menuju kelas. Aku lihat orang-orang pun sudah tidak memikirkan kejadian kemarin, mereka kembali menyapa dan tersenyum seperti biasa nya. Ada apa dengan mereka, apa sesuatu sudah terjadi lagi? entahlah aku juga tidak tau. Aku balas juga senyuman nya.

Akhir nya sampai juga aku di kelas .
       Baru saja aku masuk mataku langsung terpaku pada sebuah tempat duduk. Itu tidak lain adalah tempat duduk ku. Bukan tempat duduk nya yang aku permasalahkan, tapi seseorang yang duduk di sanalah yang membuat aku merasa kesal.
“ Morning “ kata nya sambil melambaikan tangan dan tersenyum pada ku.
Seketika tubuhku terasa lemas, tenagaku seperti terkuras habis melihat dia ada di sana.

“ Yah..” Batinku lemas, baru juga senang malah ketemu dia lagi.
Dengan agak cemberut aku hampiri dia.
“ Ngapain kamu? “
“ Nungguin kamu “
“ Buat apa “
“ Ngga usah geer, nih.. “
Dia memberikan beberapa kumpulan soal matematika pada ku.
“ Endarto ngga datang, pagi-pagi nitip itu kerumah. Kurang kerjaan itu orang, ngga datang aja masih nyusahin “ Lanjut nya dengan raut kesal.
“ Ha?, Dia tetangga kamu? “ Tanyaku bingung.
“ Ya iyalah, Jam 5 pagi udah ngetokin rumah orang, kapan pensiun nya dia itu awet banget “

      Sedikit aku beritahu Endarto adalah guru matematika di sekolahku. Orang nya galak juga sedikit aneh. Pernah dia menyuruh salah seorang murid membeli makanan dan minuman di kantin yang harga nya 20 ribu, tapi dia hanya memberi uang 10 ribu, disaat uang nya kurang dia malah bilang 
“ Pakai aja uang kamu. Sedekah sesekali aja pelit “ Kebayangkan gimana kesel nya, dan sayang nya murid itu aku.

“ Minggir, aku mau duduk “ Jawabku kemudian.
Aku kira dia akan pergi, tapi dia malah duduk tepat di depan mejaku.
“ Ngapain kamu masih disini? “
“ Emang ada larangan? “ Dia balik nanya.
“ ……. “
“ Gimana malam tadi “ Lanjut nya.
“ Gimana apa nya “ Aku bingung.
“ Enak nyebur? “
Loh, tunggu. Kenapa dia bisa tau soal nyebur, apa yang tadi malam itu dia. Atau dia ngikutin aku. Apa.. Apa.. Apa jawaban nya …

“ Nyebur apa? gila ya.. “ Jawab aku bohong.

      Aku memang sengaja bohong, biar dia ngga jadi semakin sok–sok an dan aku berharap setelah aku bicara seperti itu dia segera pergi.

“ Penerawangan aku ngga pernah salah “ Jawab nya tidak percaya.
“ Ya mungkin kemampuan kamu ngga manjur sama aku “
Dia hanya diam. Tanpa sengaja aku melihat sesuatu di tangan nya.

“ Darah “ kata ku spontan

Tangan kanan nya terluka dan mengeluarkan darah. Dia ngga pergi berobat, atau dia kelahi lagi fikir ku.

“ Kenapa “ Tanya nya.
“ Kamu kelahi lagi? “
“ Ngga “
“ Trus itu “ Kata ku sambil menunjuk tangan nya.
“ Masalah biasa “
“ Masalah balas dendam  “
“ Bukan “
“ Trus “
“ Masalah yang tertunda “ kata nya lagi.
“ Iya masalah balas dendam kan “
 
Dia diam.
“ Ya ampun, trus gimana dia ? “ kata ku.
“ Kok nanyain dia kok ngga aku “
“ Ya kan sekarang kamu ada di depan aku, berarti kamu ngga apa-apa “
“ Sehat wal afiat dia “ Jawab nya datar.

Aku hanya menggelengkan kepala, tidak percaya mendengar apa yang dia katakan. Masih saja dia buat masalah, luka kemarin saja belum sembuh sekarang dia tambah lagi.

“ Kamu tau aku anak apa “ kata nya tiba-tiba.
“ Ngga “
“ Tebak “
“ Anak orang “
“ Salah”
“ Anak aneh “
“ Ngga “
“ Trus ? “
“ Aku anak indigo “
“ Udah tau kaliiiii, UDAH TAUUUU !!. Udah dari kemaren kamu bilang. Udah deh ngga usah bikin aku kesel balik sana “ Jawab ku sedikit teriak.
“ Kamu ngga percaya? “ 

Yaelah ini anak, kapan aku bilang ngga percaya coba. Ngerti Bahasa Indonesia ngga sih dia.

“ Percaya aku percaya!, Udah pergi sana.. “
“ Suatu hari nanti kamu akan percaya “ lanjut nya.
“ Udah dari tadi gua bilang percaya bopak, kenapa masih lanjut aja ini! “

Sorry, sorry aku udah terlanjur kesal. Apa - apaan sih dia.
 
“ Aku punya banyak penggemar, seharus nya kamu bersyukur bisa dekat sama aku “

Ya tuhan, ini kah yang nama nya cobaan, kuatkanlah hati dan fikiran hamba mu yang lemah ini. Aminn. Shuuufffff huuuuu, Shuuuuffffff huuuuuuu. Aku menarik nafas Panjang dan mengeluarkan nya lagi, aku mencoba sabar, tenang, dan santai. Beri aku ke kuatan.

“ Oh ya, bagus dong kalo punya banyak penggemar berarti kamu terkenal gitu deh. Duh sayang aku ngga punya. Eh sebenar nya punya sih, tapi diam aja deh ngapain pamer kan yaa hahaha Huwahahaha. Eh aku lagi sibuk nih. Alfin tadi kamu manggil aku ya?, maaf ya aku ngga denger. Udah dulu ya. Alfin manggil “ 
 
       Dengan menahan rasa kesal yang amat sangat dalam aku temui alfin. Meski alfin juga sedikit bingung mendengar apa yang aku bilang. Udah diam alfin. Biar pergi itu cowo aneh.

Bahkan sudah hampir 3 tahun di sekolah ini, aku masih tidak tau apa –apa tentang dia. Yang aku tau dia hanyalah siswa pemalas yang suka cari masalah yang juga satu sekolah dengan ku. Bahkan jika kemaren aku tidak melihat nya  sampai sekarang aku juga tidak akan tau tentang nya.
Dan satu permintaan ku, menjauhlah.
--oOo--

       Pukul 12:20 saat nya istirahat, semua siswa keluar untuk  mengisi perut mereka, tentu saja di kantin sekolah. Tapi tidak dengan ku, aku memilih duduk di kelas. Lelah sekali rasa nya, lelah? aku juga tidak tau apa yang membuat aku merasa begitu.
Sebenar nya teman-teman sudah mengajak ku, tapi aku tidak mau, aku menolak dan memilih istirahat.
Aku letakkan kepala ku diatas meja dan kupejamkan kedua mata ku. Di kelas hanya ada aku dan dua orang teman ku. Mereka adalah alfin dan reno.

                Mereka seperti sedang membicarakan sesuatau, sesuatu yang terdengar serius, aku juga tidak tau pasti itu apa.

“ Ana kamu ngga apa – apa ? “ seseorang bertanya pada ku.

Dari suara nya aku sudah tau itu pasti alfin, suara yang lembut juga pelan menjadi ciri khas nya.

“ Ngga apa kok “ Kata ku sambil tidur.
“ Kamu ngga makan, ngga lapar? “
“ Lapar sih, tapi ngga mau makan “
“ Kenapa, makan aja dulu “ Kata alfin.
“ Lagi malas jalan “ Jawab ku singgkat
“ Kamu mau nitip, aku sama reno mau kekantin “
“ Eh ngga usah “
“ Udah ngga apa – apa, kamu mau mesan apa “ lanjut nya.
“ Beneran ngga usah, lapar nya udah hilang “
Aku sengaja bilang gitu karena  ngga mau ngerepotin alfin. Tidak lama setelah itu seorang wanita bertanya pada ku.

“ Ana ini aku bawain makanan, kamu mau ? “

Dia menawarkan nasi goreng pada ku. Itu adalah rina teman sebangku ku, seperti nya dia baru kembali dari kantin.

“ Ngga rin makan aja “
“ Kamu laparkan, makan bareng aku aja “
“ Makasih rin “
“ Udah ngga usah sungkan, ini dimakan “
“ Beneran ngga usah rin “
“ Udah ayo makan”
“ Hehe ngga rin “
“ Ayo makan “
“ Lanjut rin “
“ Yauda deh kalo ngga mau “
“ Eh ayo, sini dah buruan “
“ Yaelah bilang aja mau susah bener “
“ Hehehe “

                Sebenar nya aku memang lagi lapar, lapar banget malah, tapi aku ngga enak sama rina, dia udah jalan  jauh – jauh masa aku tinggal makan. Tapi karna dia maksa Yauda ayo ngga nolak.
--oOo--
Diubah oleh vallerydc
profile-picture
ipt.fd memberi reputasi
1
21-09-2019 11:25
ngopi dlu bentar
0
21-09-2019 18:37
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 6.
5. Deni

--oOo--


        Seperti biasa aku pulang di jemput oleh mamang, mamang adalah supir pribadi bunda. Mamang laki-laki yang sudah cukup berumur dengan kumis tebal yang menjadi kebanggaan nya. Dulu dia pernah cerita bahwa dia bersusah payah untuk mendapatkan kumis itu. Di saat aku tanya kenapa, dengan logat jawa kental nya dia menjawab
“ Karena ayah mamang selalu mencukur nya sewaktu tidur “
Aku tertawa mendengar nya, mamang memang orang yang humoris, humoris juga baik. Itulah mengapa ayah menjadikan mamang sebagai supir pribadi bunda.
Siang itu aku lihat ada seseorang yang sangat aku kenal sedang duduk didalam rumah.

“ Udah pulang “ Tanya nya
“ Udah, ada apa ? “
“ Pengen kesini aja “
Aku hampiri dia dan duduk di depan nya
“ Lama ngga kesini, gimana ke adaan kamu “
“ Baik “  Ku jawab singkat
“ Aku sengaja kesini buat ketemu kamu “
“ Buat apa ? “
“ Aku minta maaf buat yang kemaren “
“ Maaf? “
“ Maaf kemaren aku langsung marah sama kamu, aku tau aku salah “
“ Kamu itu egois “
“ Aku tau, maka nya sekarang aku disini “
“ Untuk apa minta maaf kalau terus mengulangi hal yang sama “
“ Kita ngga boleh bicara masa depan, karena itu belum tentu terjadi “
“  Kita udah lama, aku tau sifat kamu “
“ Aku tulus minta maaf “

        Aku ceritakan sedikit tentang dia. Dia adalah pacar ku, nama nya deni. Hubungan aku dengan deni sudah cukup lama, dia seorang laki-laki yang berhasil membuat aku merasa spesial. Aku dan deni sudah berhubungan 2 tahunan lebih. Dia orang yang baik dan humoris. Tapi terkadang ada juga sifat nya yang membuat aku marah, dan tak jarang aku dan deni bertengkar hingga berhari-hari. Bertengkar dan ada saja yang di permasalahkan. Namun itu tidak akan berlangsung lama, kembali normal dalam waktu singkat.

Masalah kecil dia besar – besarkan itu kunci permasalahan aku dan deni pada saat itu.

“ Aku tau kamu pasti marah, tapi ngga apa – apa marah aja “
“ Kenapa ? “ Tanya ku.
“ Memaafkan itu bukan suatu hal yang mudah, aku terima marah kamu sebagai hukuman untuk ku .
Aku hanya diam .
“ Marah aja aku bahagia melihat kamu seperti itu “
“ Bahagia ? “
“  Iya, karena kamu masih peduli kesalahan ku “

        Aku tidak tau harus berkata apa, mulut ku seolah terkunci mendengar perkataan nya. Deni memang begitu, disaat bertengkar ada saja kata-kata nya yang membuat aku diam mati kata.

“ Ana ayo kesini " Bunda memanggil ku.
“ Aku ketempat bunda dulu “
Aku tinggalkan deni di ruang tamu dan pergi menghampiri bunda.
“ Ada apa bunda? “
“ Kamu lagi ada masalah sama deni “
“ Iya “ Jawab ku.
“ Ngga baik berantem terus, selagi bisa di selesaikan selesaikan ana “
Aku paham maksud dari perkataan bunda, aku hanya mengangguk.
“ Ayo bicara baik-baik, jangan pakai emosi “ Bunda kembali mengingatkan ku.
“ Iya bunda “
........

Aku hampiri deni yang masih duduk di ruang tamu sambil membawakan cemilan untuk nya.
“ Ini dimakan dulu “
“ Makasih “ Deni tersenyum.
Aku balas juga senyuman nya.
.......

        Masalah itu di selesaikan, bukan di hindari. Menyelesaikan masalah itu dengan ini bunda menunjuk hati nya, bukan menggunakan ini kemudian bunda menunjuk kepala nya.  Itulah kata-kata bunda untuk menasehati aku ketika sedang bertengkar dengan deni. Aku mengerti perkataan bunda. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang terbebas dari masalah. Hubungan, tentu saja. Semua tergantung bagaimana cara kita untuk menghadapi masalah itu. jika bisa di selesaikan, selesaikan. Jika lelah,  pikir dua kali.  Sayang sekali jika hubungan hancur hanya karena masalah yang tidak penting. Be smart!
--oOo--


Di Buang sayang
Beberapa hari yang lalu..

        Di siang hari yang terik, matahari seakan terus mengikuti setiap langkahku. Setelah pelajaran olahraga. Aku berjalan ke kantin untuk membeli minuman. Tenggorokan ku terasa kering. Capek, haus, parah..
Rina dan yang lain langsung ganti baju, kuat banget fisik mereka. Ngga haus gitu?

Sambil menahan haus aku terus berjalan,  menyusuri jalan yang terasa semakin berat. Beban hidup kaya nya. Dengan wajah letih aku melihat dia, siapa?  laki – laki itu lagi. Dia berjalan santai sambil membawa minuman dingin di tangan nya. Dengan songong dan sok keren nya dia mulai mendekat. Dan sekarang dia berjalan tepat di depan ku. Aku yakin dia pasti akan menyapa dan mendekat, aku bersiap – siap untuk bersifat cuek dan tidak memperdulikan nya. 

“ Haus? “ Dia bicara.
“ Ngga “ Aku berlagak cuek.
“ Nih “
Sambil berjalan dia seperti memberikan minuman itu padaku. Air perasan jeruk dengan es yang terlihat menyegarkan. Pasti dia membeli nya di kantin,  minuman favorit ku di saat terik seperti ini.

“ Makasih “ Jawab ku sambil memasang wajah tersenyum indah dan mengambil minuman yang dia kasih emoticon-Smilie. Tidak apa – apa walaupun dia menyebalkan kalau ada minuman gratis kenapa nolak. Dan satu hal yang pasti aku hargai usaha dia. Yang penting gratiissss.emoticon-Big Grin 

Baru saja aku mau mengambil minuman itu.

Ternyata dugaan ku salah, minuman itu ternyata bukan untuk ku, tetapi untuk seseorang di belakang ku. Dia berjalan terus dan melampaui ku. Bahkan dia seperti tidak melihat aku yang sudah terpaku malu di sana.

“ Ini “ dia berbicara kepada seseorang

Setengah mati aku di buat malu oleh nya, semua orang langsung menoleh ke arah ku. Aku coba menoleh kebelakang untuk melihat kepada siapa dia bicara.

“ Ini buat kamu “ dengan sok romantis dia berikan minuman itu kepada seorang wanita, dia usap kepala nya.
“ Ih! “  Aku kesal
Ingin rasa nya aku teriak di depan wajah nya
“ LEBAY OI LEBAY LU ! “

Dia pasti sengaja melakukan itu, cowo aneh jelek ngeselin.  percaya deh! Percaya..

Aku pura – pura tidak memperdulikan dia, aku tinggalkan dia disana. Dan batinku meronta ronta ingin berteriak
" Aaaaaaaa!!!!  Tuhan lenyapkan diaaaa!!! "

Sumpah kesel, aku kira dia akan memberikan minuman itu untuk ku, tapi ternyata hanya untuk seseorang yang ada di belakang ku. Mungkin dia melihat aku pergi, sambil sedikit berlari dia menyusul ku. Sekarang dia berjalan tepat di samping ku.

“ Kok cemberut “
Wajah songong nya tersenyum, senyuman palsu. Ekspresi puas melihat aku seperti ini.
.......

Aku diam.
“ Kamu marah ? “

Ngga,  cuma kesel biar dia tau gimana malu nya aku.

“ .....… “
“ He ? “
“ ....… “
“ Marah? “
“….....”
" Kok diam?  "
" ........ "
“ Wah tuna wicara dia “

ZelekgbvynkKaxxxvggjhkkl… Pengen aku jambak mulut nih cowo

“ NGGA? ” Jawab ku kemudian.
“ Beneran ? “
Aku hanya mengangguk, sebagai tanda aku masih kesal pada nya.
“ Kamu mau minum ? “ Tanya nya kembali.
“ Kenapa ! “ Jawab ku cuek.
“ Bareng aja “
“ Ngga usah “
“ kenapa?  “
“ ngga mau “
“ Yaudah “ Tanpa rasa bersalah dia langsung berjalan pergi meninggalkan ku.

WHAT ???!!

Hanya itu aja?. Maksud ku hanya segitu usaha nya ?. Ngga ada mau ngomong apa gitu, ngajak ngobrol kek, minta maaf kek, atau apa kek, ini kesel aku belum hilang loh. Wooii!!

--oOo--
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
21-09-2019 19:23
Akhir nya nongol jga part 6 nya ganemoticon-Cendol Gan
0
21-09-2019 19:26
Ngeselin tpi sayang ntuh gan emoticon-Bukan IGO
profile-picture
vallerydc memberi reputasi
1
21-09-2019 19:28
Quote:Original Posted By Toxic.vln
Akhir nya nongol jga part 6 nya ganemoticon-Cendol Gan


Ane sbuk kmaren ganemoticon-Bingung
Diubah oleh vallerydc
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
21-09-2019 19:32
Quote:Original Posted By vallerydc
Ane sbuk kmaren ganemoticon-Bingung


Nyantai dulu ngopi gan emoticon-Cendol Gan
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
28-09-2019 15:31
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 7
6. Nomor tak di kenal

--oOo--


        Aku ceritakan tentang keadaan aku malam ini. Malam ini aku sedang duduk di sofa, tepat di depan tv sambil menemani adik ku citra belajar. Aku udah wangi karena udah mandi. Aku lagi minum, hanya air putih dan makan cemilan yang tadi siang di beliin bunda.  Sedangkan bunda sama fifa lagi mau bikin kue kata nya. Jangan heran kalau aku sering makan. Maklumi aja.

“ Citra bikin apa “ Tanya ku
“ Lagi bikin kak ana “
“ Sini kaka lihat “

     Citra adalah adik ku yang nomor dua, dia masih TK. Citra senang sekali menggambar, apa saja yang terlintas di fikiran nya pasti dia gambar. Pernah dulu sekali dia menggambar aku jadi seorang ninja. Bukan ninja nya yang aku permasalahkan, tapi gambar nya. Itu kaka ninja apa kaka vampir ya? batin ku. Dia membuat gambar aku yang lebih mirip vampir dari pada ninja. Ya memang begitulah adik ku citra.

      Dan satu lagi gambar favorit aku sewaktu citra lagi menghayal aku jadi marmaid, yang bahkan lebih mirip ikan cupang emoticon-Hammer.

“ Ini bagus ngga kak? “ Kata nya sambil menunjukkan gambar yang dia buat.

Kaka Ana

Begitulah tulisan di gambar nya. Terlihat sosok tak jelas entah manusia entah makhluk astral, aku sulit membedakan nya.
Mau ketawa takut dosa, mau diam tapi ngga bisa.
Tahan aja, tahan terus..
Dengan ekspresi menahan tawa, citra jadi bingung melihat ku.

" Kaka ketawa, gambar nya jelek ya? " Tanya citra dengan wajah murung.

" Eh engga kok dek, bagus gambar nya. Liat deh muka nya cantik, muka nya mirip bola basket, tangan nya kaya indomie kriting, badan nya kaya lidi. Mulut nya killer. Eh Tapi..  Tapi.. kreatif itu dek " Jawab ku.

Asli aku bingung mau ngomong apa. Ngomong aja sambil cengengesan.

“ Tapi tangan nya kok gitu dek? “
“ Iya, kan kakak jadi model “ Jawab citra polos.

Aku istigfar !

      Sungguh besar imajinasi adik ku yang satu ini. Tapi Kenapa sih citra sekalipun membuat gambar aku yang kurus kaya ini, padahal ngga ada mirip nya sama sekali. Kalau asli sudah pasti cantik tentu nya hehe..

      Aku alihkan perhatian pada pesan yang baru saja masuk di handphone ku, aku lihat pesan itu dari nomor yang tidak aku kenal.

“ Assalamualikum “ Kata nya
“ Waalaikumsalam “ Aku balas
“ Ana.. “ Lanjut nya
“ Siapa? “
“ Aku.. “

Ya kali (aku) itu cuma satu orang. Banyak kali. Lagian nomor nya juga ngga aku kenal. Siapa sih? Tanyaku tidak tau.

“ Ada perlu apa sama ana “ Aku balas lagi.
“ Aku melihat sesuatu akan terjadi lagi “

Spontan aku tutup mata ku, seolah-olah teringat sesuatu. Sesuatu akan terjadi lagi, kata kata yang sudah familiar dan tidak asing di kepala ku. Tapi apa, siapa dan dimana?. Aku lupa. Dengan terus mengingat aku pejamkan kedua mata ku. Dan jreng jreng..

“ Pasti dia “ Kata ku.

      Kata-kata yang sama dengan seseorang yang meramal aku beberapa waktu lalu. Laki laki aneh waktu itu.

Aku yakin, pasti.

Ada perlu apa dia sampai menghubungi aku segala. Dan dari mana dia tau
nomor ku? aku ngga pernah ngasih tau apa-apa, dan itu menjadi pertanyaan saat itu.

      Aku coba untuk mengerjai dia, ngga apa apa bukan?. Bukan cuma dia yang boleh ngeselin. Setidak nya dengan begitu dia bisa merasakan hal yang sama.

“ Ana lagi keluar “  Balas ku setelah beberapa saat.
“ Lantas dengan siapa saya chating sekarang ? “

Gaya Bahasa apa ini, ini anak ngomong nya formal banget. Pikir ku.

“ Ini om ana“ Aku balas
“ Malam om "
" Malam "
" Om udah makan.. “ Tanya nya.
“ Belum “ Jawabku
" Saya belum juga om "
" Ngga nanya "
" Memberitahu aja om "
“ Kamu siapa? “ Tanya ku kemudian.
“ Aku teman sekolah ana “
“ Yang nakal dan suka cari masalah itu? “
“ Oh itu parjo om, bukan saya “ Jawab dia seenak nya.

–_– Ngawur oi. Jujur aja gitu, pake bilang parjo.Teruntuk parjo, jika merasa terjadi pencemaran nama baik. Atau mau ngeluarin uneg-uneg Silahkan hubungi diaemoticon-Big Grin.

" Oo kirain kamu “ Aku balas lagi.
“ Saya anak baik om, satu sekolahan saya yang paling baik “

Pengen muntah aku baca nya. Suka - suka elu aja dah..

“ Aku punya banyak penggemar om “  masih lanjut aja halu nya.
“ Bagus dong, ada berapa emang? “ tanyaku pura-pura polos.
“ Bentar aku hitung “
“ Bisa di hitung? “
“ Iya, soal nya ini mereka lagi ngantri. Bentar aku hitung, ada 1 2 4 5 6 20 50 60 100 200 “

      Dia terus menghitung seperti benar-benar sedang menghitung. Entah angka berapa lagi yang dia tulis aku ngga ingat. Kemudian dia bilang..

“ Kira-kira semuanya ada….
Ada banyak om “ Aku tersenyum membaca nya.

Astagfirullah.. Ana bangun. Ana sadar. Entah apa yang merasuki aku sampai tersenyum. Bangun na bangun.  Okay!

“ Wow banyak ya penggemar nya “ Balas ku.
“ Iya dong om..  Om boleh minta tolong “
“ Apa ? “
“ Bilang sama ana, aku anak indigo“
“ Ngga kamu bilang udah tau kali, masih aja ngebahas itu. Bilang yang lain gitu " Lanjut ku.
“ Hahaha “ balas nya.

      Dan permirsa sebelum ngelanjutin cerita, hari ini jumat malam sabtu tanggal 27, sekitar pukul 8:45 malam. Sejarah baru terbentuk. Untuk pertama dan utama dia tertawa. Apa yang merasuki dia?.
Oke next..

“ Om udah dulu ya, aku mau ngasih tanda tangan, penggemar nya udah penuh “
“ Iya, titip salam buat penggemar nya “
“ Kok penggemar kok ngga aku “ Tanya nya.
“ Penasaran sama penggemar nya “
" Aku ngga?  "
" Ngga " Jawab ku.
“ Yaudah, jangan tidur malam-malam om “ Kata nya lagi.
“ Iya “
“ Mimpiin aku “
“ Loh kok mimpiin kamu “
“ Biar besok sekolah nya semangat "
“ Akukan om, jadi ngga sekolah “
“ Eh iya, biar aku yang mimpiin om “
“ Eh kok gitu “
“ Biar besok semangat sekolah nya “
“ Ada-ada aja “
emoticon-Big Grin
“ Ngga jadi nemuin penggemar nya “ tanyaku lagi.
“ Iya, udah dulu ya..  Malam om tampan emoticon-Embarrassment

       Kira-kira begitulah percakapan singkat waktu itu. Selain nakal dia juga bakat jadi pelawak kaya nya. Tapi apa dia tau kalo ini aku?. Seperti nya tidak perlu bagiku untuk memikirkan nya. Dia seseorang yang bisa melihat masa depan. Untuk mengetahui siapa aku tentu adalah hal yang mudah bagi nya. Aku telentangkan tubuh ku di atas sofa sambil menatap salah satu lukisan yang ada di depan ku.

      Oh tuhan kenapa jadi begini, perasaan apa ini, perasaan aneh yang sulit di jelakaskan. Pikiran ku hanyut dalam lamunan, tentu saja bukan dia,  ya meskipun sesekali kepikiran dia juga.  Aku jadi senyum senyum seperti orang gila. Tolong ruqyah akuuu.

Siapa sih dia itu? Untuk kesekian kali nya aku bertanya.

Perasaan campur aduk menyelimuti malam ini. Aku tutup mata berharap bisa mengusir dia dari imajinasi hayalan ini.

“ Susah ! “

      Kata ku sambil membuka mata kembali. Berhenti memikirkan dia adalah suatu hal yang sulit, rasa penasaran sudah terlalu merasuk kedalam fikiran ku.

      Malam ini dia seolah berjalan kesana kemari di fikiran ku. Maaf  buat kamu yang jauh disana, tapi tenang, nama mu masih ada tepat jauh di dalam hati ku. Tidak ada yang bisa menggantikan tempat yang sudah aku siap kan khusus untuk mu…..

“ Deni “

--oOo--


7. Aku Tau Kamu

        Minggu siang pada saat kegiatan ektra club. Aku dan rina sedang duduk memperhatikan seseorang yang sedang berdiri di depan kami. Dia adalah bu ratna, seorang guru pembimbing club karya. Bu ratna sedang menjelaskan bagaimana cara membuat cerita singkat yang menarik. Hari ini kami mencoba membuat cerpen.

       Selain sekolah aku dan rina juga aktif mengikuti club ini, yang dilaksanakan setiap minggu siang, lumayan bisa menambah wawasan sewaktu libur sekolah.

Sesaat mataku berpaling pada seseorang yang sedang mengetuk pintu.

“ Silahkan masuk “ kata bu ratna.
Seorang laki-laki berajalan masuk kemudian menyalami bu ratna.
“ Silahkan duduk pada club kamu “

       Aku lihat laki-laki itu menghampiri teman nya. Dia adalah laki-laki yang sekarang masih tidak aku ketahui nama nya. Tidak aku sangka bisa bertemu dia disini. Tapi ternyata dia tidak satu club dengan ku. Dia duduk pada club lukis. Club karya terbagi menjadi 2 yaitu club tulis dan lukis. Karena club tulis dan lukis dari satu guru yang sama, tentu aku akan semakin sering bertemu dengan nya.

“ Dasar dia, selalu saja telat “ Sahut rina.

Seperti nya rina tau sesuatu tentang dia, aku coba sedikit menanyakan siap dia sebenar nya.

“ Telat, emang kamu kenal? “ Tanya ku.
“ Kenal, semua anak club juga kenal sama dia “
“ Siapa? “
“ Dia itu terkenal di club lukis “
“ Kok bisa? “ Tanya ku penasaran.
“ Loh kamu ngga tau? “ Rina malah balik bertanya.

Aku menggeleng
“ Ya ampun ana, selama ini kemana aja “
“ Kan aku baru masuk rin “

Sebenar nya siang itu adalah hari pertama ku. Aku baru saja masuk club tulis karena di ajak oleh rina.

“ Dia pernah juara 1 lomba lukis perwakilan sekolah “
“ Ha, beneran ? “ Tanyaku tidak percaya.

       Mendengar apa yang rina katakan membuat aku sedikit tidak percaya, yang aku tahu dia hanyalah laki-laki aneh yang suka mencari masalah dan sok jagoan.

“ Iya “ Rina mengangguk.
“ Trus, danish juga terpilih jadi perwakilan sekolah untuk lomba lukis tingkat provinsi “ Lanjut rina.

Danish? Jadi nama dia Danish?

...........

        Itulah hari dimana aku bisa tahu siapa dia. Dan itu berkat informasi dari rina. Hari itu aku mengetahui banyak informasi tentang danish. Ternyata danish adalah anak kelas 12- A, yang kelas nya tidak bersebelahan dengan kelas ku, yaitu kelas 12-B. Danish di tunjuk menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti lomba lukis, pada bulan desember nanti.

       Tidak aku sangka, ternyata danish yang terkenal suka mencari masalah, juga mempunya bakat melukis yang menurut aku cukup bagus. Siang itu rina juga menceritakan sesuatu pada ku, rina bilang danish mempunyai banyak penggemar. Anak cewek di club tulis banyak yang diam-diam suka pada nya. Apa lagi di sekolah, jangan di hitung. Kenapa? Ngga bakal bisa. Cerita rina padaku.

      Seketika aku teringat pada perkataan danish. Danish pernah cerita kalu dia punya banyak penggemar. Ternyata apa yang di katakan danish benar, dia tidak berbohong aku jadi terdiam mengingat nya.

--oOo--


      Rina juga cerita tentang kelakuan danish di sekolah, rina tau dari teman nya bela. Bela adalah teman sekelas Danish.

“ Ketika sedang belajar agama. Bu ermida menjelaskan di dalam al- qur’an ada surat al-anaml yang berarti semut, dan surat al-anhl yang berarti lebah. terus tiba-tiba danish angkat tangan. Kamu tau apa yang dia Tanya? “
“ Apa memang nya ? “
“ Kalo surat capung bu ? “  Tanya danish,
satu kelas tertawa mendengar nya.
“ Beneran ? “
“ hahaha iya “
“ Trus bela juga pernah cerita “
“ Apa?, apa rina ? “ Tanya ku penasaran.
“ Ih, kok semangat banget “
“ Eh, bukan semangat. Cuma penasaran aja gitu "  Kata ku sedikit mengelak.

        Rasa nya hari itu aku ingin mendengar cerita tentang danish, cerita tentang kehidupan atau kepribadian nya. Terserah! Yang penting semua tentang danish... itu menurut ku, agar rasa penasaran yang selama ini bersarang di kepala ku bisa hilang secepat mungkin.

“ Kamu tau apa pelajaraan ke sukaan danish ? “
“ Ngga, apa emang ? “
“ Agama “
“ Oh ya? “
Rina menganguk..

       Pengetahuan ku tentang Danish tidak seberapa di bandingkan rina. Rina mengetahui banyak informasi yang bahkan aku saja tidak tau. Mungkin rina mengetahui itu dari teman nya bela, yang tidak lain adalah teman sekelas danish.

“ Dulu juga sewaktu pelajaran matematika, kamu tau siapa guru nya? “
“ Pak Endarto “ Jawab ku
“ Iya “
“ Saat itu di kelas sedang melakukan sesi Tanya jawab, semua siswa berusaha untuk menjawab pertanyaan dari pak endarto. Sewaktu serius-serius nya, siapa yang bisa menjawab soal yg ada di papan tulis akan mendapatkan hadiah. Semua siswa sibuk mencari, tapi dengan berani dan berwibawah nya danish angkat tangan “

“ Wah, dia bisa ngerjain matematik “
“ hahaha “ Rina malah ketawa.
“ Loh kok ketawa “

Rina terus tertawa..

“ Lanjutin rina “
“ Ok lanjut cerita “ Jawab rina dengan suara sisa ketawa
“ Pak endarto menyuruh danish ke depan. Dengan berwibawah dan ekspresi sombong danish melirik kanan dan kiri, bahkan dengan sedikit angkuh dia melambaikan tangan. Semua orang melirik ke arah nya “
“ Sampe segitu nya “
“ hahaha iya “
“ trus, trus ? “
“ Sampe di depan, kamu tau apa yang dia bilang ? “

Aku menggeleng..
Dia bilang.

“ Pak ini pelajaran mtk ya? “
“ Haha subhanallah “ aku dan rina ketawa.
" Auto di jitak dia sama pak endarto "

.......

        Aneh rasa nya melihat aku bisa betah mendengar cerita tentang danish, walau masih ngga tau apa yang membuat aku betah. Tapi tidak apa-apa lah, hidup harus di bawah happy, enjoy, harus bahagia.
Harus itu.

-oOo--
Diubah oleh vallerydc
profile-picture
profile-picture
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
di-atas-pena-tuhan
Stories from the Heart
jampe-popotongan-kisah-nyata
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.