alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5a2c6ec8208402c270ca1d/budayakan-membaca-sebelum-memberi-komentar-why
Lapor Hansip
19-08-2019 11:58
Budayakan Membaca Sebelum Memberi Komentar. Why?
Past Hot Thread
Budayakan Membaca Sebelum Memberi Komentar. Why?
Sumber Gambar: Pixabay


Assalamualaikum, Agan and Sista tercinta. Selamat menyambut hari senin dengan segudang tugas pun kenangan. Hkhk 😅 dan jangan sedih bila banyak pekerjaan. Karena para pengangguran di luar sana setiap hari memimpikannya. Semangat terus, ya!

Ok, GanSis. Kali ini Ara akan membahas sesuatu yang mungkin dianggap sepele. Tapi nyatanya, mampu membuat gaduh serta meningkatkan emosi dan panas hati.

Di sini, siapa yang terbiasa berkomentar sebelum membaca? Ayok, ngaku! Atau siapa yang berkomentar setelah membaca? Membaca judul, misalnya. Pasti banyak, bukan? Tahukah, GanSis? Hal itu sangat tidak baik. Kita tidak boleh mengambil kesimpulan hanya dari sebuah judul, yang akhirnya menimbulkan perdebatan sengit antara penulis dan yang berkomentar.

Ara sering banget, nih, nemuin komentar yang tidak sesuai dengan isi tulisan. Rasanya pengen nabok, GanSis. Bukan apa, jika memang belum membaca, tidak perlu berkomentar, seolah-olah telah membaca seluruh isi tulisan. Apalagi jika komentarnya sangat jauh dari apa yang dibahas. Kan, malu sendiri nantinya. Selain malu sendiri, komentator juga membuat penulis merasa nganu. Nganu? Apaan, Ra? Merasa diejek, GanSis.

"Kenapa? Kok bisa merasa demikian? Lebay, ah!"

Mungkin benar. Terdengar lebay buat sebagian orang. Tetapi, begitulah rasanya buat Ara. Bagaimana tidak, GanSis? Penulis membahas sapi, komentatornya membahas kerbau. Rada mirip memang. Tapi jelas tidak sama. Sapi tidak bermain lumpur seperti kerbau, kan? Hihi 😁

Ok, lupakan sapi dan kerbau. Kita kembali ke laptop.

Quote:Inti sebuah tulisan tidak dilihat dari judul atau paragraf akhir. Bisa jadi letaknya di paragraf pertama, kedua, ketiga, keempat, atau bisa jadi di seluruh paragraf yang ada. So, jangan buat penulis bingung dengan memberi komentar sebelum benar-benar membaca.


Selain membaca terlebih dulu. Kita juga harus memahami yang disampaikan penulis. Dengan begitu, antar penulis dan pembaca bisa saling berdiskusi dengan baik dan santun. Meski terjadi perbedaan pendapat, tetapi tidak menimbulkan kegaduhan atau rasa saling tidak menyukai. Karena pada dasarnya, kita semua memang berbeda. Baik kesempurnaan fisik, suku dan agama, hingga nalar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, yang menjadi pertanyaan, apa, sih, yang membuat GanSis berkomentar tanpa membaca?

Atau apa yang membuat GanSis tidak membaca sebelum memberi komentar?

Eh, bingung, nggak, dengan pertanyaannya? Enggak, kan? Hkhk 😅

Alasan berkomentar tanpa membaca, apa karena ingin terlihat bahwa telah membaca? atau sekadar meninggalkan jejak agar dikunjungi balik tulisannya? Duh, jika boleh Ara memberi saran. GanSis jangan ingin terlihat atau dikenal dengan pekerjaan seperti itu. Why? Karena tidak keren sama sekali!

Quote:Buat diri kita dikenal dengan menonjolkan kreatifitas atau bakat. Bukan menampakkan diri tanpa memberi suatu hal yang positif dan inspiratif. Karena jika tidak, kehadiranmu hanya akan diingat dalam waktu singkat. Setelahnya, pasti dilupankan begitu saja.


Alasan tidak membaca sebelum berkomentar, apa karena malas membaca? Atau karena tulisan tersebut tidak menarik untuk dibaca? Jika malas membaca, kenapa memberi komentar? Jika tidak menarik untuk dibaca, kenapa tetap singgah? Lah? Jadi beruntun gitu, ya, pertanyaannya. Hkhk 😅

Intinya, GanSis, dan kita semua. Sebaiknya membaca dan memahami dulu isi tulisan, baru kemudian memberi komentar. Ara sendiri sering banget membaca. Jika tulisan itu menarik, tentu dikomentari. Jika tidak, ya diam saja, meski sebenarnya sudah membaca. Jika ingin diketahui telah membaca, berikan like atau segelas cendol hijaunya. Itu lebih baik dari meninggalkan komentar yang jauh dari apa yang dibahas.

Opini ini teruntuk tulisan yang mengandung opini, juga, ya. Jika tulisan berupa artikel mengenai tips atau resep membuat makanan. Kita hanya perlu membaca intinya. Misal: bahan-bahan yang diperlukan, kemudian cara membuatnya. Selesai. Dan kita bebas berkomentar. Mau bilang ingin nyoba, menarik, kayaknya enak. Dll. Silakan. Asal tidak berkata yang mengundang keributan.

Ok, GanSis. Sepertinya sampai di sini dulu thread dari Ara. In sya Allah berjumpa lagi di thread-thread selanjutnya.

Quote:Mari menjadi pembaca dan komentator yang baik dan bijak. Berilah kesan damai di setiap kunjungan. Orang-orang pasti merasa senang dan mendoakan kebaikan untuk kita.


Selamat bekerja, GanSis. See you nex time all best friend. Kita bisa menjadi sosok yang saling menginspirasi. Semangat!



Sumber tulisan: Opini Pribadi


Bima, 19 Agustus 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kardusadi dan 40 lainnya memberi reputasi
41
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 15
19-08-2019 14:47
hemmm.... mw komentar pas ngetik lupa. jdi baca lagi deh emoticon-Hammer2
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
19-08-2019 15:10
Quote:Original Posted By superdede101
hemmm.... mw komentar pas ngetik lupa. jdi baca lagi deh emoticon-Hammer2


Hahha ... Ane juga pernah begitu, Gan emoticon-Wakaka
0
19-08-2019 15:14
Sebenernya itu bisa jadi tolak ukur ga? Untuk suatu negara/wilayah tersebut jarang baca buku?

Btw, keren tulisannya, semangat untuk Indonesia agar budaya literasinya bisa terus meningkatemoticon-I Love Indonesia
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
19-08-2019 15:21
Saya komen. Tp bacanya di skip. Tp di cendol. Maaf ya. Hehehe
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
Lapor Hansip
19-08-2019 15:37
Balasan post YenieSue0101
Sama aneemoticon-Leh Uga
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
19-08-2019 15:43
Quote:Original Posted By h4dewa
Sebenernya itu bisa jadi tolak ukur ga? Untuk suatu negara/wilayah tersebut jarang baca buku?

Btw, keren tulisannya, semangat untuk Indonesia agar budaya literasinya bisa terus meningkatemoticon-I Love Indonesia


Masalah membaca buku sepertinya beda lagi, Gan. Karena membaca buku berupa ceita, biografi atau apa pun, sepertinya tidak langsung dikomentari. Sekalipun dikomentari tentu tidak asal komentar.

Ok, Gan. Terima kasih kunjungannya, ya. Salam literasi.
0
19-08-2019 15:44
Quote:Original Posted By mr.adhayuda
Saya komen. Tp bacanya di skip. Tp di cendol. Maaf ya. Hehehe


Ok, Gan. Tidak apa. Asal inti dari isi tulisan ditangkap dgn baik. Sukses, Gan. Thank you kunjungannya.
profile-picture
mr.adhayuda memberi reputasi
1
19-08-2019 17:18
Quote:Original Posted By darmawati040
Betul, Mbak Richy. Jika ada yg mau dikoment setelah dibaca, boleh. Jika tidak. Ya, gak apapa. Ketimbang koment tapi gak nyambung, kan, ya emoticon-Malu


Iya betull juga sih biar gak ada miss komunikasi. Meskipun kebanyakan komentarnya kagak nyambung hihii
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
19-08-2019 17:37
waktu itu ada yg bikin trit tipe2 kaskuser, banyak juga yg tipe komen sebelum membaca alias cukup baca judul nya aja. emoticon-Ngakak (S)
kalau bisa isi sama judul nya tuker tempat aja emoticon-Hammer2. isi jadi di tmpat judul dan sebaliknya. jadi yg dateng nge baca isi nya. awoakwoakwoo
Diubah oleh Vinzarc
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
19-08-2019 17:45
Quote:Original Posted By Richy211
Iya betull juga sih biar gak ada miss komunikasi. Meskipun kebanyakan komentarnya kagak nyambung hihii


Hehe ... Iya, Mbak emoticon-Malu
0
19-08-2019 17:45
baca baik baij ya
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
19-08-2019 17:47
Quote:Original Posted By Vinzarc
waktu itu ada yg bikin trit tipe2 kaskuser, banyak juga yg tipe komen sebelum membaca alias cukup baca judul nya aja. emoticon-Ngakak (S)
kalau bisa isi sama judul nya tuker tempat aja emoticon-Hammer2. isi jadi di tmpat judul dan sebaliknya. jadi yg dateng nge baca isi nya. awoakwoakwoo


Hahhaah ... Tapi karakter untuk judul, kan, sangat terbatas, Gan. Sementara isi atau inti cerita bisa jadi lebih dari tiga atau empat kalimat. Bahkan mungkin satu paragraf emoticon-Wakaka
0
19-08-2019 17:47
Quote:Original Posted By pabloo
baca baik baij ya


Baik, Gan emoticon-Shakehand2
0
19-08-2019 17:49
baca pelan pelan guna memaknai isi dari tulisan tersebut
0
19-08-2019 17:49
membaca secara keseluruhan adalah suatu pekerjaan atau hal yang sangat malas dilakukan oleh sebagian besar orang. mereka cenderung dan pasti membaca serta memahami sesuatu hanya melihat judulnya. lalu mereka pahami dan tafsirkan sendiri menurut yang ada di otaknya saja.

pokoknya selain yang ada di otaknya, pasti dikomentari buruk dan divonis salah.

emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
kardusadi dan warrysangru2 memberi reputasi
2
19-08-2019 17:50
Quote:Original Posted By darmawati040
Baik, Gan emoticon-Shakehand2


emoticon-terimakasihemoticon-terimakasih
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
19-08-2019 17:51
Quote:Original Posted By pabloo
:terimakasih:terimakasih


emoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
pabloo memberi reputasi
1
19-08-2019 18:02
Era medsos kalau adq berita..

Baca judulnya aja trus auto memaki..
Kalau di bully baru baca isi berita + auto ngelees
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1
19-08-2019 18:41
menurut ane sih sis, kadang kita tuh keparahan males bacanya. sampe hal hal yang penting dan krusial banget kayak intruksi sesuatu ga kita baca tapi kalo ada apa apa yang gak sesuai kita marah marah, padahal dibaca aja nggak. ane juga kesel ko kalo ngomong "males baca ah kepanjangan" terus ya... ngapain.... gitu loh emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
warrysangru2 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
19-08-2019 18:55
Quote:Original Posted By oviz.
Era medsos kalau adq berita..

Baca judulnya aja trus auto memaki..
Kalau di bully baru baca isi berita + auto ngelees


Hahah ... Iya, paling banyak yang begitu, Gan. Padahal, jika berupa berita, judulnya biasa mengecoh pembaca. Jadi harus baca dgn teliti isinya, kalau tidak. Bakal malu banget.
0
Lihat 1 balasan
Halaman 2 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.