alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d51e3b7c9518b5aea3c3740/hikikomori-ditakuti-jepang-diikuti-remaja-indonesia
Lapor Hansip
13-08-2019 05:09
Hikikomori: Ditakuti Jepang, Diikuti Remaja Indonesia
Past Hot Thread



Hikikomori: Ditakuti Jepang, Diikuti Remaja Indonesia
Hikikomori: Ditakuti Jepang, Diikuti Remaja IndonesiaDok: Wall Street Journal

Tiga orang teman yang saya tanya, tahu tidak Hikikomori itu apa? Mereka semua tidak. Yang mereka tahu, Hikikomori itu adalah istilah dalam Bahasa Jepang. Jadi, memang ini fenomena yang belum lazim ada di Indonesia, tapi cukup popular di Jepang. Saya juga baru tahu setelah menonton sebuah film dokumenter di Youtube.


Kalau didefinisikan secara istilah, menurut Wikipedia, Hikikomori artinya menarik diri atau mengurung diri. Jadi ada anak-anak remaja umur sekitar 20-an, yang sehari-hari ada di kamar saja, tidak mau keluar rumah, tidak mau sekolah lagi. Mereka kerjakan apa saja yang bisa dilakukan di kamarnya, ya tidak jauh-jauh lah dari main game, browsing internet, dengar musik. Sampai 2-3 tahun seperti itu, malahan ada yang sampai 8 tahun. Nah, remaja seperti ini disebut Hikikomori.


Ini adalah sebuah penyakit yang sudah menjangkiti lebih dari 1 juta remaja Jepang, atau lebih dari 1% penduduk Jepang. Angkanya simpang siur sih, ada yang bilang sekitar 700 ribu remaja. Tapi jelas ini berbahaya untuk perkembangan negara Jepang, terutama ekonominya, karena mereka pengidap Hikikomori, yang diharapkan bisa produktif, ternyata malah menjadi beban keluarganya. Mending kalua orang tuanya masih bisa support kehidupan dia, lah kalau orang tuanya sudah pensiun?


Sampai ada loh ahli Hikikomori, yaitu orang-orang yang kerjaannya menyembuhkan pengidap Hikikomori. Salah satunya adalah Dr. Takahiro Kato. “Penderita penyakit aneh ini mayoritas adalah pemuda cerdas dan berkemampuan tinggi,” kata Takahiro. Ini tentu adalah aset Jepang yang bagus. Ketika mereka mandul produktivitas, tentu pemerintah Jepang kebakaran jenggot juga. Apalagi ini sampai jutaan remaja.


Saya menonton sebuah film dokumenter menarik di Youtube, judulnya: Hikikomori Loveless, dibuat oleh RT Documentary dengan durasi 26 menit. Mereka melakukan wawancara dengan beberapa anak Hikikomori, salah satunya bernama Ito. Ada penekanan “loveless” di judulnya, menunjukkan bahwa salah satu penyebab Hikikomori adalah kurangnya kasih sayang.

Teruo Miyanishi, seorang professor dari Wakayama University, melakukan wawancara dengan Ito si pengidap Hikikomori. Ito mengatakan ingin membunuh ibunya karena menekan hidupnya dengan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan seorang ibu.


Ito hidup ngalong, bangun tidur baru sekitar jam 4 sore dan tidur lagi sekitar 12 jam kemudian. Kerjaannya hanya main game di PC yang ada di kamarnya, dengar musik, atau main HP. Headphone selalu menempel di kepalanya. Dia sama sekali tidak mencoba untuk keluar rumah. Di rumah pun, dia hanya keluar kamar untuk makan. Minim sekali komunikasi dengan orang tuanya.

Ada juga anak lain yang diwawancarai, namanya Ryoji Tani. Umurnya sudah 32 tahun, ketika diwawancara. Ryoji sudah menjalani hidup dengan penyakit Hikikomori-nya selama 8 tahun. Apa yang membuat Ryoji menjadi Hikikomori sungguh bisa menjadi pelajaran bagi para orang tua. Ketika masih sekolah/kuliah, dia di-bully teman-temannya. Tidak sanggup menghadapi pem-bully-an itu, dia memutuskan tidak melanjutkan kuliahnya.


Anak-anak seperti Ito dan Ryoji ini, harus segera disembuhkan. Mereka harus kembali bersosialisasi dengan teman-temannya, dan segera menjadi remaja produktif. Tapi itu tidak mudah dilakukan remaja yang sudah terlanjur nyaman dengan kamarnya selama bertahun-tahun. Mereka butuh bantuan untuk in touch lagi dengan lingkungannya.


Proses pengenalan ulang dengan lingkungannya ini juga harus dilakukan dengan hati-hati. Menurut Prof Teruo, sekali mereka mencoba bergaul dengan lingkungannya kembali, kalau gagal, maka kemungkinan selamanya dia tidak akan mencoba bergaul lagi.


Nah, lucunya, di Indonesia, penyakit ini cenderung menjadi sebuah trend dan dianggap keren.

Berdasarkan sebuah artikel di www.terapipsikologi.com yang kutipannya sbb:


“Sedangkan di Indonesia, apa sebenarnya penyebab remaja menjadi Hikikomori? Mungkin akan terlihat aneh dan lucu di mata Anda, karena kebanyakan penyebab remaja Indonesia menjadi Hikikomori adalah karena mereka terlalu fanatic terhadap kebudayaan Jepang yang mereka gemari. Digambarkan bahwa Hikikomori adalah hal yang menarik dan keren.”

https://sagoeleuser5.wordpress.com/2...aja-indonesia/
Diubah oleh matthysse67
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gpandita dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 12
14-08-2019 17:22
Tuh orang ga mau ketemu sapa gitu,mau ikeh2 secara asli ,grepe2 tete .masa gasuka begitu ,ah sudahlah ..emoticon-Ngacir2



bata only
0
14-08-2019 17:33
entah ini udah ada dari jaman dulu atau baru, yang jelas mencuat karena arus informasi.
ya sebenernya sih mental anaknya harus diperkuat, ortu harus support. secara ane dari SD-kuliah mendapat predikat "kurus kecil item idup lagi" tapi ane merasa biasa aja, tinggal menjauhi teman2 yang kaya gtu, ya memang pada akhirnya cuma ada 1-2 teman yang bertahan dari SD sampai ane kerja, tp jadinya bener2 yang terima kita apa adanya.

bagi Hikikomori yang ada di Indonesia, segeralah keluar banyak yang menunggu kalian di luar sana, teman yang melebihi saudara sendiri, alam yang indah, lawan jenis yang menarik. kalian hidup cuma sekali jangan biarkan orang lain nyampah di hidup kalian...
profile-picture
scoria07 memberi reputasi
1
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
14-08-2019 17:52
Quote:Original Posted By matthysse67


ane sebagai TS juga seorang hikikomori akut bray, sejak tahun 2007 emoticon-Big Grin


kalo di Indo namanya penyakit mager..malas gerak emoticon-Big Grin
gejala akibat sering pesan gofood dan grabfood
0
14-08-2019 17:54
ada contohnya kaga bre di mari
0
14-08-2019 18:08
Hikikomori: Ditakuti Jepang, Diikuti Remaja Indonesia
0
14-08-2019 18:09


Quote:Original Posted By barulangit
kalo di Indo namanya penyakit mager..malas gerak emoticon-Big Grin
gejala akibat sering pesan gofood dan grabfood


Beda coeg , tapi kalo mager pengangguran sama aja ding emoticon-Leh Uga
0
14-08-2019 18:10
bisa jadi lingkungan yang seharusnya bebas sewajarnya buat ababil efek depresi juga yang mungkin mereka ngelakuin kaya gitu
0
14-08-2019 18:12
Bukan ikut ikutan
tapi emang dasar pengangguran emoticon-Hammer (S)
0
14-08-2019 18:14
hehe kalo gamau Hikikomori ya jangan ada Console (Ps-Xbox), Smartphone, dan buat membosankan di rumah

dijamin ga akan betah

tapi sekarang diluar jg toh pasti lebih banyak main smartphone daripada ngobrol haha
0
14-08-2019 18:22
Bisa di bilang lemah mental kah orang2 kek gini ?
0
14-08-2019 18:29
Quote:Original Posted By leh..uga




Beda coeg , tapi kalo mager pengangguran sama aja ding emoticon-Leh Uga


beda bebek sama kuda kali emoticon-Big Grin cuma di Indo laku gofood sama grabfood malah di negara-negara maju kagak ada tuh macam begituan, kalo mau cari makan ya gerak cari tempat jual makanan sendiri kagak nyuruh-nyuruh lebih sehat, peneliti sering hikikomori tuh ngabisin hidup di lab, sama penganut kepercayaan sering hikikomori di goa-goa seram, bedanya apa sama pengangguran? bedanya hikikomori yang satu dibayar yang satu kagak emoticon-Big Grin
0
14-08-2019 18:29
Betul gan, komunitas Otaku sini kadang emang aneh
Hikki ama neet aja dianggap keren emoticon-Nohope

0
14-08-2019 18:32
Quote:Original Posted By 6amjakarta
Bisa di bilang lemah mental kah orang2 kek gini ?


lemah kantong kayaknya lebih ke kanker..kantong kering emoticon-Big Grin
0
14-08-2019 18:35
Quote:Original Posted By eviruss
Betul gan, komunitas Otaku sini kadang emang aneh
Hikki ama neet aja dianggap keren emoticon-Nohope



hikikomori yang menghasilkan itu yang keren..macam zuckenberg atau bill gate emoticon-Big Grin
0
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
14-08-2019 18:42
Balasan post barulangit
Kalau yang menghasilkan sih, mungkin bisa ane sedikit tolelir
Tapi yang sampai neet itu lho, parasit
0
14-08-2019 18:49
Quote:Original Posted By eviruss
Kalau yang menghasilkan sih, mungkin bisa ane sedikit tolelir
Tapi yang sampai neet itu lho, parasit


masukin dong ke kriteria masyarakat tidak mampu biar dapat subsidi pemerintah wkwkwk..atau kasih kerjaan di rumah ke mereka lah katanya pns juga ada rencana diberi kelonggaran untuk bisa kerja dari rumah itu kan gejala hikikmori juga wkwkwk
Diubah oleh barulangit
0
Lihat 1 balasan
14-08-2019 18:52


Quote:Original Posted By barulangit
beda bebek sama kuda kali emoticon-Big Grin cuma di Indo laku gofood sama grabfood malah di negara-negara maju kagak ada tuh macam begituan, kalo mau cari makan ya gerak cari tempat jual makanan sendiri kagak nyuruh-nyuruh lebih sehat, peneliti sering hikikomori tuh ngabisin hidup di lab, sama penganut kepercayaan sering hikikomori di goa-goa seram, bedanya apa sama pengangguran? bedanya hikikomori yang satu dibayar yang satu kagak emoticon-Big Grin


Wah kalau begitu saya hikikimori yg dibayar , emoticon-Shakehand2

Ane ngabisin waktu disawah ga kemana mana , kalo mau tidur baru pulang emoticon-Wagelaseh

0
14-08-2019 18:53
ini pernah shi ane alamin tapi syukurnya ada aja kawan yg narik ane langsung dari kamar bahkan ngumpet di warnet sekalipun masih di ajak buat ngapain n kemana kek aktivitas selain sekolah n warnet emoticon-Hammer2
yah akibatnya maupun di kamar tapi masih mau keluar lha maupun ane introvert parah sampai ini himikimonotagari apalah emoticon-Ngakak
yah wa aja dari group ga game, kampus, alumni dll ga berhenti-berhenti ampe wa nya error tapi sekarang malah abang ane yg kena lagi ini mana udah kedua kalinya, doain sembuh biar jangan ampe yang ke 3 ya emoticon-Turut Berduka
0
Halaman 7 dari 12
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.