alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
121
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bd0cc10d2954df840083d/thread-khusus-peserta-coc-sf-poetry-kaskus-2019
Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini :  Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019√ Mengikuti ketentuan umum COC SF Poetry 2019 √ Mendaftar di thread induk terlebih dahulu dengan format ; ID : Judul Karya : (Maksimal 3 karya) Link Postin
Lapor Hansip
08-08-2019 14:35

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini[COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP

GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:√ Mengikuti ketentuan umum COC SF Poetry 2019
√ Mendaftar di thread induk terlebih dahulu dengan format ;

ID :
Judul Karya : (Maksimal 3 karya)
Link Postingan :

√ 1 id - 1 person, maksimal 3 karya dalam satu postingan. (Ingat ya, 1 id HANYA BOLEH 1 POSTINGAN)
√ Tidak boleh chit-chat alias kwot-kwotan emoticon-Mad

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:
Pengumpulan : 8 - 21 Agustus 2019

Penjurian : 22 - 28 Agustus 2019

Pengumuman : 29 Agustus 2019

emoticon-Kangen
Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa 


SEMANGAT BERTEMPUR! 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
Diubah oleh stef.mjz
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tuffinks dan 25 lainnya memberi reputasi
26
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 20:56
BENAR MERDEKA?

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

emoticon-Merdekaemoticon-Merdekaemoticon-Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka!
Slogan yang membakar jiwa
Sejak kakek moyang menjadi pejuang kemerdekaan hingga kini
Benar merdeka?

Merdeka dari penjajahan bangsa lain?
Merdeka dari perbudakan dan perintah yang bukan dari bangsa kita?
Apa cuma itu? No!
Lantas, merdeka yang bagaimana?

Angin utara menyeruak lamunan
Menepis sedih di ujung realita
Bayangan seorang ibu paruh baya yang menangis terisak di sudut rumah
Bayangan seorang lelaki tua yang rela memulung nasib demi anak yang dikasihi

Ibu tua itu menangis
Bentakan sang anak mengiris hati, kala uang yang diminta tak ada dalam dompet
Lelaki renta itu rela memungut sampah kala anaknya yang pemuda belia ingin sepatu futsal yang baru

Inikah cermin kemerdekaan? Atau hanya gambaran pilu kemiskinan negeri yang merdeka?

Engkau tahu
Dulu negeri ini dipenuhi oleh ribuan tangis anak negeri dan darah merah para patriot
Kini engkau alirkan tangis di kelopak mata orangtuamu
Hanya demi gengsi, hanya demi ambisi

Sekali merdeka tetap merdeka!
Benarkah, merdeka?


emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka


***


MANIS TIPU DAYA

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Duhai kamu yang menatap semu
Tersenyumlah meski jemu bertamu
Diri tlah usang termakan waktu
Saatnya kembali sebelum raga membeku
Terbujur kaku dalam keranda membisu

Duhai kamu yang termakan rayu
Sadarlah sebelum daun terakhir jatuh
Kelak semua kan meranggas seiring masa nan pilu
Dan kamu masih setia menunggu, rapuh

Manis tipu daya 
Menjerat bagai melihat mangsa melamun
Meringkik bagai kuda, menerkam buas tanpa ampun
Hanyalah taktik melumpuhkan umpan
Dibuat untuk melemahkan ingatanmu

Masihkah menunggu dalam bisu?
Duhai kamu yang menatap bisu
Wahai kamu yang tertelan tipu daya 
Masihkah akan tetap tersenyum semu?
Sadarlah sebelum daun terakhir jatuh!

***


TERDIAM SEPI

emoticon-Matabeloemoticon-Matabelo emoticon-Matabelo

Jelajah gerimis menapak ringan di bumi
Mencecar maya penuh kasih
Khayal beterbangan di sudut memori
Merangkai kenangan melukis indah

Aduhai malang!
Diri belum terbebas sempurna
Hati terpecah oleh rasa yang tak kunjung padam
Cinta membutakan kedua netra dalam diam

Aduhai sayang!
Bisakah hati memilih dia yang setia?
Menunggu pintu terbuka sejak dini hari
Menanti sebaris senyum, ikhlas terpetik

Tak ada suara 
Desahanmu tak jua lepaskan belenggu
Malah semakin larut dan jauh menguburkan hasrat
Dalam pusaran cinta kau tenggelam!

Jiwa menangis terdiam dalam sepinya hati
Semua telah berkobar, hangus termakan api
Tersisa hanyalah debu
Dari seonggok bara menjadi abu

Aduhai malang!
Merdekakan jiwamu!
Lepaskan belenggu tirani itu!
Pecahkan saja kaca itu! Jika pintu tiada membuka diri

Aduhai sayang!
Masihkah menjadi budak cinta?
Setiap saat raga terhempas bak terayun gelombang
Rasa entah berlabuh di mana, berasa atau tidak
Entah!

Perjalanan sungguh kian menjemukan
Akan tiba masa
Kala diri berkalang tanah dan bebatuan
Semua yang bergelora, akan terdiam dalam sepi
Mati dan terbuang!


***

Kolaka, Medio Agustus 2019
Diubah oleh evywahyuni
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Neutralizer dan 56 lainnya memberi reputasi
57 0
57
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
10-08-2019 07:49
SI GUNDUL, PAHLAWAN RUPIAH
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Gambar by Google

Quote:Udara dingin Puncak menemani gelapnya malam.
Tangan kecil dengan sigap mengayun kipas anyaman tua.
Harum asap jagung bakar menusuk penciuman yg tajam.
Arang membara membakar jagung kuning  dengan sempurna.

Tidak kenal lelah mata sayu sabar melihat bakarannya.
Sesekali mengoles bumbu di tiap bongol jagung kuning agak menghitam.
Adakah salah satu sudah ada yg matang jagungnya?.
Pertanyaan didalam kepala gundulnya  yang terlihat terkena sedikit arang hitam.

Akhirnya terlihat senyum bahagia setelah matang bakarannya.
Jagung kuning sedikit menghitam terbungkus rapih.
Tangan lemah menggapai mengharap rupiah ada di tangannya.
Menyimpan bahagia hanya dirinya yang merasakan jerih payah.

Uang sudah terkumpul didalam plastik kresek.
Akan dibawa pulang di pagi hari nanti.
Untuk Ibunya yang menanti terbaring sakit didipan kayu lapuk.
Dengan adiknya yang menangis lapar tiada henti.

Tiap hari tidak kenal lelah dan tidak kenal menyerah dalam mencari uang.
Sibuk terus mencari beberapa lembar rupiah.
Di udara dingin malam yang menusuk ke dalam  tulang.
Si gundul Pahlawan rupiah untuk Ibu dan adiknya yg menanti dirumah dengan harap penuh.

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~



PEJUANG ILMU
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Gambar by Google


Quote:Semalam langit menangis dengan sangat deras.
Tanah diluar rumah lembab dan basah.
Kokok ayam jantan terdengar melengking keras.
Membangunkan siapapun yg masih  tertidur dalam lelah.

Anak-anak mulai terbangun dari buai mimpi indah mereka.
Mata-mata kecil dan indah mereka pelan terbuka.
Hanya bukan ceria ada di wajah mereka.
Tapi wajah berlapis mendung yg sama seperti diluar sana.

Rapih berbaju seragam sekolah merah putih.
Di tangan dengan sepatu butut dan kaos kaki lusuh.
berjalan tergesah menyusuri pematang sawah.
melewati sungai deras tanpa jembatan untuk menuju sekolah.

Masih banyak pejuang-pejuang cilik seperti mereka.
Kadang ceria sering juga dengan mendung menghias diwajahnya.
Tetapi mereka tetap mengejar ilmu dengan semangatnya.
Walaupun jarak dan kondisi alam yang buruk membuat mereka terhalang jalannya.

Didada mereka terpatri yakin untuk bersekolah.
Mereka harus menuntut ilmu untuk masa depan mereka nanti.
Tidak peduli melewati derasnya sungai dan menyusuri bukit sebelah.
Pantang bagi mereka tidak berilmu  dan tidak bersekolah.

Indonesia kapankah kami akan bisa nyaman dan aman untuk pergi menuntut ilmu?
Tanpa takut kami akan hanyut di sungai.
Tanpa sakit kaki kami terkena duri dan onak dikuku.
Berharap semoga kelak adik-adik kami nanti tidak akan mengalami seperti kami.

Meraih dan menggenggam setinggi-tingginya ilmu pendidikan.
Untuk meraih masa depan kami yg lebih baik.
Agar kelak hidup berguna untuk masa depan.
Tidak menjadi sampah masyarakat yang nanti merusak.

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~





DFSR, 10 Agustus 2019
Diubah oleh ngejleb
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rdwanonel dan 51 lainnya memberi reputasi
52 0
52
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 23:17
Dia Belum Merdeka

Pada gelap yang entah, ketika terang tak lagi menjamah
Seorang gadis menjerang rindu di atas tungku tiada api, pun lelaki. Segala nyali terkapar, meneriakkan sunyi kian kobar

Kaki mungilnya menjejak bumi seperempat abad
Dunianya merekah di awal Subuh yang indah, di mana hasrat-hasrat kian buncah
Namun dada itu sunyi, tiada arti, pun isi

Pada malam-malam puncak, ia berteriak, menantang gelap enggan beranjak
Seekor kalong berbisik pada wajah pasinya : "Jangan terlalu lama sendiri. Merdekakan hatimu!"

Sepasang mata berawan, mendamba cinta kian melawan
Sayap itu menggelepar pasrah, melata tanpa arah
Di kejauhan, ia menjelma kunang-kunang tanpa cahaya dan asa
Memeluk malam sendirian.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Siapakah Indonesia?

Jika engkau bertanya siapa kita
Aku terkenang seorang payah dan dekil menjaring peluang
Di kala peluh menggenang, namun tetap tekun menyeret asa pada segulung gelombang
Jeli menata nyali meski bobrok harga diri

Jika engkau bertanya siapa kita
Aku terkenang barisan sosok berkerah yang menolak kalah
Atau wajah-wajah pongah dalam pesta anggur merah
Dua kubu saling 'nyelatu', tanpa tahu
Hidup hanya tentang waktu

Jika engkau bertanya siapa kita
Tubuh ini adalah Indonesia
Darah ini adalah Indonesia
Lalu, siapakah Indonesia?
Adalah jiwa-jiwa yang terus terkekang
Adalah ego-ego yang terus membangkang
Adalah akal dan nurani yang terus terjajah hingga mati
Tanpa upaya membebaskan diri

~~~~~~~~~~~~~~~~

Bebaskan Dirimu

Sepagi ini, aku melihat sekumpulan bocah mengembala. Kaki-kaki rapuh mereka mengelana, menyambut serumpun hijau membentang hingga cakrawala.

Maka lihatlah. Tak ada peluh mereka sia sia. Meski payah, tanpa gundah bercengkrama, saling lempar canda. Betapapun semangat itu tiada jenuh, pun mengeluh. Apakah engkau paham akan hal itu?

Maka sadarlah. Hidup melahirkan kutukan-kutukan. Anjing menyalak, manusia membentak. Lalu siapakah kamu, di antara manusia dan anjing-anjing itu?

Maka merdekalah. Lepaskan segala pengaruh dan ikatan. Jangan biarkan dirimu menjadi anu-anu yang tak kau tahu dan kau mau. Cukuplah dengarkan hati dan kepalamu.




Jawa Timur, 08 Agustus 2019
Diubah oleh YenieSue0101
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 45 lainnya memberi reputasi
46 0
46
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 16:56
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Sang Pahlawan Kehidupan


Paparan sinar mentari mengiringi
Perjuangan hidup nun berarti
Mewarnai lembar kisah pengorbanan
Nyawa insan dalam kesakitan

Seluruh hidup bertaruh demi ruh
Tak kudengar keluh meski peluh
Jika kisah perjuangan tertulis
Maka sungai tinta akan habis

Ayah, meski sayangmu tak pernah tampak
Namun cintamu tetap bergerak
Sisiri jalan batu kasar
Buktikan bahwa dirimu insan tegar

Kini engkau telah tiada
Menghadap Sang Kuasa dalam merdeka
Menetap dalam indah bilik surga
Menuai hasil juangmu semua


Kini, kususuri tapak jalanmu
Sebagai tongkat pandu hidupku
‘kan kuingat juangmu selalu
Untaian doa mengalun merdu



Maha Benar Netizen


Jari lentik lincah ketik mengetik otak-atik
Berjuang mengkritik dengan antik
Tertawa terbahak menggelitik
Hidup terlihat unik nun asik

Tatap muka tak lagi bersua
Sebab dunia berubah rasa
Pahit manis unggah semua
Tak lagi ada batas rahasia

Netizen selalu merasa benar
Gemar mencecar dalam kelakar
Entah viral atau tenar
Kemarilah mencari benar

Merdekalah dalam pendapat
Namun aturan tetap tersemat
Jari kini mencelakai
Bisa jadi alasan masuk bui

Merdekalah jangan lagi dengarkan
Netizen tak tahu apa yang kau angan
Cukup lihat lalu tinggalkan
Indahkan dirimu tanpa cercaan



Siapa kamu?


Aku lupa siapa namamu, yang kuingat engkau pernah ada di hatiku
Sejak saat itu, di mana netraku menatap janji yang diingkari, aku perlahan pergi!
Sungguh lelah berjuang sendiri, hanya berpeluh sakit tanpa arti.

Kau tahu siapa aku sekarang?
Aku adalah mantan pejuang yang merdeka dari nestapa, melupakan berkas kenangan dan kembali merangkai masa bukan angan
Cukup sekali aku sakit, kini dunia telah berwarna, kutemukan cinta sejati yang indah dalam suci
Akan terjaga sampai mati.

Terima kasih dirimu pernah ada di hatiku!
Berjejak memberikan pelajaran, tentang arti kata setia
Maaf jika aku melupakanmu, karena hidupku masih panjang!
Tak mau aku tertahan, dalam belenggu kegelapan
Ingatan buruk dalam hitam bayangan, kini kutepis sirna tak bersisa.


Lampung, 08 Agustus 2019
Diubah oleh masnukho
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 38 lainnya memberi reputasi
39 0
39
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
10-08-2019 07:12

Baktiku Untuk Ayah

Baktiku Untuk Ayah

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Ayah ... saat kaki kami belum tegak berdiri, kau pergi tanpa kabar. Membiarkan kami menangis di dalam dinginnya kamar. Tersedu menahan pilu, mengharu biru ingin bertemu.

Tahukah Ayah? Air mata ini sering mengalir membasahi pipi. Hati merintih, ingin bersua meski dalam sepinya mimpi. Demi waktu yang terus berjalan pergi, namun kau tidak ada kembali.

Masihkah kau ingat tangan-tangan mungil kami dulu? Langkah-langkah kecil, menari dan mendendangkan nyanyian tanpa melodi.

Ayah ….
Berpuluh tahun tak bersua denganmu, membuatku sedikit tak mengenalimu. Kini kau tampak lelah dan juga tua, bahu kekarmu menjadi kurus, binar di matamu terlihat penyesalan yang terlalu dalam.

Kau datang kembali, setelah bidadari penjagaku pergi untuk selamanya. Teganya engkau tinggalkan kami dulu, hidup terasingkan dalam keramaian. Hinaan dan cacian pun pernah kami terima. Kami kuat dan terus berdiri.

Ayah ... kini napasmu terdengar lemah dan kadang tersengal, langkah kakimu pun terlihat gemetar. Engkau mulai tak berdaya. Keriput kulitmu menggambarkan usia senja yang mulai berganti malam.

Kuterima kembali hadirmu dengan keikhlasan penuh, tanpa ragu di dalam kalbu. Engkau tetap ayahku, pahlawan dalam hidupku.

Aku tahu, tanpamu aku tiada lahir ke dunia, meniti jalanan hidup yang penuh liku. Menangis dan bernyanyi dalam satu waktu, mengaburkan sesak yang ada di dada.

Ayah ....
Terimalah baktiku, janganlah engkau pergi tanpa pesan lagi. Habiskanlah sisa-sisa jatah napas di dunia ini, melupakan yang telah berlalu, bersama kami.


Jawa Timur, 10 Agustus 2019

By @yukinura
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rdwanonel dan 36 lainnya memberi reputasi
37 0
37
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
hypnophobia--kisah-cintaku
Stories from the Heart
tarian-kata-cinta-2
Stories from the Heart
rembulan-di-ujung-senja
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia