Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
121
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bd0cc10d2954df840083d/thread-khusus-peserta-coc-sf-poetry-kaskus-2019
Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini :  Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019√ Mengikuti ketentuan umum COC SF Poetry 2019 √ Mendaftar di thread induk terlebih dahulu dengan format ; ID : Judul Karya : (Maksimal 3 karya) Link Postin
Lapor Hansip
08-08-2019 14:35

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini[COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP

GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:√ Mengikuti ketentuan umum COC SF Poetry 2019
√ Mendaftar di thread induk terlebih dahulu dengan format ;

ID :
Judul Karya : (Maksimal 3 karya)
Link Postingan :

√ 1 id - 1 person, maksimal 3 karya dalam satu postingan. (Ingat ya, 1 id HANYA BOLEH 1 POSTINGAN)
√ Tidak boleh chit-chat alias kwot-kwotan emoticon-Mad

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:
Pengumpulan : 8 - 21 Agustus 2019

Penjurian : 22 - 28 Agustus 2019

Pengumuman : 29 Agustus 2019

emoticon-Kangen
Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa 


SEMANGAT BERTEMPUR! 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
Diubah oleh stef.mjz
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tuffinks dan 25 lainnya memberi reputasi
26
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 7
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 14:38
한편의 시를 써도 그대라는 이름만 가득 채워졌네

When I try to write a poem.
I can only write your name.
emoticon-Malu
*mengutip quote yang sama di
Thread Khusus Peserta Lomba COC Poetry 2016
Diubah oleh stef.mjz
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dhrz0 dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 14:38
×××××××××

Reserped List Peserta
*mohon sentil saya kalau ada karyanya yang kelewatan
Belum masuk index? Barangkali belum daftar dimari


001. @amikurnia -- Jerat-jerat kehidupan
002. @masnukho -- Sang Pahlawan Kehidupan, Maha Benar Netizen, & Siapa Kamu?
003. @panjang.kaki -- Hapus Darahmu Kawan, Merajut Angka, & Mereka Hanyalah Pendusta
004. @muttou -- Terbebas Kata
005. @YenieSue0101 -- Dia Belum Merdeka, Siapakah Indonesia?, & Bebaskan Dirimu
006. @vizum78 -- Cinta Kemarin
007. @storm69 -- Koyakkan Luka dan Lepaskan Belenggunya, Memerdekakan Diri, & Belenggu yang Berkarat
008. @Surobledhek746 -- Mbok Mawi & Ekstremis
009. @TaraAnggara -- Merdeka Hanya Sebatas Kata, Wahai Para Pahlawan Bangsa, & Jerat Rasa Nan Memilukan
010. @Rapunzel.icious -- Ranah Klausa


011. @kelayan00 -- Darah dan Pelita Saksi Bisu
012. @.unicorn. -- Kita yang Masih Berjuang, Sajak yang Masih Dungu, & Pada Suatu Hari
013. @bekticahyopurno -- Apa Itu Kemerdekaan?
014. @feraldi2001 -- Merdeka itu kemenangan, Merdeka itu hebat & Merdeka itu sejarah
015. [MENTION]mahbubah127 -- Jelaga
016. @o.best -- Kota Lautan Api & Jeritan Petani
017. @indriketaren -- Malangnya Nasibku
018. @edsixteen -- Cinta Mati, Diujung Memori, Benarkah Kita Telah Merdeka?
019. @ngejleb -- Si Gundul Pahlawan Rupiah, Pejuang Ilmu
020. @delia.adel -- Berjalan Telanjang


021. @eghy -- Lampu Merah Siang Itu
022. @999999999 -- Warna Hatiku
023. @rafting.id -- Apa Kabar Kemerdekaan?
023. @kbh.official --
Tugas Negara Memanggil
024. @yenyoktafia -- Terjajah Perasaan, Retrospeksi di bulan Mei
025. @RetnoQr3n -- Pelita dan Sangkar Burung
026. @callipso21 -- Teruntuk Kamu
027. @tuffinks -- Bumi Pertiwiku
028. @hohohe -- Goresan Tangan Tunawisma
029. @solehikhsanudin -- Apakah Engkau Sudah Merdeka?
030. @zafinsyurga -- Peluru Ini Untuk Siapa?


031. @fellgrey -- Pertiwi Menanti Senja
032. @indahmami -- Bebaskan aku, kenangan pengingat, dan Izinkan Aku Menjemput Cintamu
033. @mbak.far -- Pembela Tanah Air
034. @melmel02 -- Bahagia di Dalam Sangkar, Kalian yang Tak Pantas Merdeka, dan Tidaklah Berarti
035. @911freemason -- Puisi Agus
036. @lapar.bang -- Parade Waktu
037. @falah55 -- Puisi Sosial Media
038. @janeeta97 -- Derita yang Berbuah Manis
039. @londo.046 -- Merdeka?
040. @gebolextreme -- Negeri dalam Ironi


041. @tsuway.c001 -- Merdeka Itu Hidup, Aku!
042. @telah.ditipu -- Lihat Tanganmu, Maafkan Kelancangan Hamba, & Jon, Jon
043. @panjul1993 -- Engkau
044. @whyyoubannedme -- Jerat Candu Mobile Game
045. @ymulyanig3 -- Sayap Kecil
046. [MENTION]cahayahalimah -- Layang-layang, Wayang
047. @deriandroid18 -- Negeri Kepulauan? Katanya
048. @richy211 -- Bebaskan Aku dari Belenggu
049. @laditachuda -- Bunga Semusim
050. @inase301 -- Cerita Perempuan, Kabar Negeriku


051. @tafakoer -- Untukmu Cinta
052. [MENTION]masteremerald -- Masihkah Ada?
053. @c4punk1950... -- Ibu Pertiwi
054. @mrbutong -- Memori
055. @handikaweh -- Setetes Rindu Berwarna Merah
056. @vertuil -- Kenyang
057. @fee.fukushi -- Untuk Bahagia
058. @agungdar5494 -- Rapsodi, Kartini Muda
059. @berbagi274 -- Syahida
060. @daenk17 -- Untuk Hatalla


061. @calasstafhia -- Mengejar Merdeka, Kredo Perlawanan
062. [MENTION]indriaandrian -- Bendera, Merah Putih si Tua
063. @yukinura -- Baktiku Untuk Ayah
064. @annaharry -- Sang Penakluk, Setitik Harap untuk Ayah
065. @vestycide -- Seonggok Prosa Dari Otak Yang Belum Merdeka
066. @idaalfaqieh -- Celoteh Seorang Perindu Kebebasan
067. @nyunwie -- Merdeka? Maaf Saja, Zona Merdeka, & Orang Merdeka
068. @adnanami -- Kibaran Bendera
069. @airell -- Tapak Jejak Para Pejuang
070. @rykenpb -- Suara untuk Bumi, Pelacur di Kota Tua, Separuh Puisi Purnama yang Lepas


071. @good200 -- Kemerdekaan Cintaku & Lara Hati
072. @javarevolution -- Sabda Goa Hantu, Apel, Geger di Kepulauan
073. @darmawati040 -- Bebas Merdeka, Katanya
074. @jatimanggala -- Menulis, Jarak dan Kamu
075. @pannotia.server -- Aku Denganmu dan Tanpamu
076. @phyu.03 -- Sesal di Akhir Hari, Bebaskan Aku!, & Prosa Buatmu, Ibu
077. @servesiwi -- Kewajiban bukan Pengorbanan
078. @uriero -- Tunduk Khusyuk (Tanpa Doa)
079. @sriwijayapuisis --
Rantai Belenggu Rindu
080. @AbdChaniago -- Ujaran Kecintaan


081. @evywahyuni -- Benar Merdeka?, Manis Tipu Daya & Terdiam Sepi
082. @rizalshinoda -- Hey Kamu
083. @benarselalu -- Semesta
084. @ih.sul -- Menunggu, dan Menunggu
085. @hawk -- Apakah Kita Sudah Merdeka?
086. @magicaco -- Berbeda Berbahagia
087. @gilbertagung -- Kemerdekaan adalah Pintu Gerbang bagi Kemerdekaan yang Lain
088. @dewakere -- https://www.kaskus.co.id/show_post/5...20843522646ccc
089. @dhittoarief -- Sinar
090. @someshitness -- Kelabu di Tepian, Merah, Serigala


091. @lauraaa -- Sajak Untuk Negeriku
092. @amdar07 -- Merdeka Dengan Cinta
093. @radheka -- Akhirnya Aku Rindu
094. @s.i.n.y.o -- Pejuang Bucin
095. @shandians -- Sudahkah Engkau Merdeka?
096. @dmega -- Tak Akan Pudar
097. @kreator.9.ES -- Karya Menuntut Setelah Merdeka Direbut
098. @brina313 -- Pesan Terakhir
099. @a.w.a.w.a.w -- Secangkir Teh Hangat Untukmu Ibu
100. @rosemary911 -- Terpasung Rindu


101. @irvan.. -- Ingatlah Mereka
102. @kenditz -- Suamiku
103. @yunda.me ---- https://www.kaskus.co.id/show_post/5...ac055e88/108/-
104. @kostanbabe -- Belajar Menjadi Manusia
105. @rakunzz -- Laut Tak Bertuan
106. @royaljannisary --
Tuan Nan Jauh di Sana
107. @rendyconan -- Dalam Diam
108. @ewaneyla99 -- Lelah Kini
109. @sukamoge -- @sukamoge -- Gadis Berseragam
110. @nofivinovie
Tukar Posisi, Titip Rindu, Cinta Itu

111. @S.Hwijayaputra -- Belenggu Rindu
112. @dalledalminto -- https://www.kaskus.co.id/show_post/5...4dd28c50f/18/-
113. @alizazet -- https://www.kaskus.co.id/show_post/5...56d14372d/26/-
114. @erina79purba -- https://www.kaskus.co.id/show_post/5...2ef57775f/35/-
115. @istijabah -- https://www.kaskus.co.id/show_post/5...3ed23069e/70/-
116. @abellacitra -- https://www.kaskus.co.id/show_post/5...alah-perubahan
117. @campirates --- https://www.kaskus.co.id/show_post/5...b2029c7cf/92/-
Diubah oleh radheka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
S.HWijayaputra dan 17 lainnya memberi reputasi
18 0
18
Lihat 1 balasan
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 16:30
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019



Jerat-Jerat Kehidupan




Nafsu...
Sudahkah engkau para sahabatku
Mengendalikan dan mengekangnya
Bagai menjinakkan kuda yang liar???

Ego...
Sudahkah kalian wahai para sahabatku
Menekannya hingga membunuhnya
Demi mendapatkan kemuliaan dalam hidup???

Kuat...
Sudahkah kalian wahai para sahabatku
Mampu mengendalikan diri dari angkara murka
Bagai terbakar dalam api neraka???

Nafsu... Ego... Amarah...
Menjangkau kehidupan hingga mencapai tiga zaman
Berbahagialah engkau semua yang dapat mengendalikannya
Niscaya kemerdekaan hidup dapat engkau raih dan pandangan yang terang akan senantiasa menemani hidupmu

Salam Merdeka!!!

- Epigram -
Kediri, 8 Agustus 2019


Diubah oleh amikurnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dhrz0 dan 21 lainnya memberi reputasi
22 0
22
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 16:56
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Sang Pahlawan Kehidupan


Paparan sinar mentari mengiringi
Perjuangan hidup nun berarti
Mewarnai lembar kisah pengorbanan
Nyawa insan dalam kesakitan

Seluruh hidup bertaruh demi ruh
Tak kudengar keluh meski peluh
Jika kisah perjuangan tertulis
Maka sungai tinta akan habis

Ayah, meski sayangmu tak pernah tampak
Namun cintamu tetap bergerak
Sisiri jalan batu kasar
Buktikan bahwa dirimu insan tegar

Kini engkau telah tiada
Menghadap Sang Kuasa dalam merdeka
Menetap dalam indah bilik surga
Menuai hasil juangmu semua


Kini, kususuri tapak jalanmu
Sebagai tongkat pandu hidupku
‘kan kuingat juangmu selalu
Untaian doa mengalun merdu



Maha Benar Netizen


Jari lentik lincah ketik mengetik otak-atik
Berjuang mengkritik dengan antik
Tertawa terbahak menggelitik
Hidup terlihat unik nun asik

Tatap muka tak lagi bersua
Sebab dunia berubah rasa
Pahit manis unggah semua
Tak lagi ada batas rahasia

Netizen selalu merasa benar
Gemar mencecar dalam kelakar
Entah viral atau tenar
Kemarilah mencari benar

Merdekalah dalam pendapat
Namun aturan tetap tersemat
Jari kini mencelakai
Bisa jadi alasan masuk bui

Merdekalah jangan lagi dengarkan
Netizen tak tahu apa yang kau angan
Cukup lihat lalu tinggalkan
Indahkan dirimu tanpa cercaan



Siapa kamu?


Aku lupa siapa namamu, yang kuingat engkau pernah ada di hatiku
Sejak saat itu, di mana netraku menatap janji yang diingkari, aku perlahan pergi!
Sungguh lelah berjuang sendiri, hanya berpeluh sakit tanpa arti.

Kau tahu siapa aku sekarang?
Aku adalah mantan pejuang yang merdeka dari nestapa, melupakan berkas kenangan dan kembali merangkai masa bukan angan
Cukup sekali aku sakit, kini dunia telah berwarna, kutemukan cinta sejati yang indah dalam suci
Akan terjaga sampai mati.

Terima kasih dirimu pernah ada di hatiku!
Berjejak memberikan pelajaran, tentang arti kata setia
Maaf jika aku melupakanmu, karena hidupku masih panjang!
Tak mau aku tertahan, dalam belenggu kegelapan
Ingatan buruk dalam hitam bayangan, kini kutepis sirna tak bersisa.


Lampung, 08 Agustus 2019
Diubah oleh masnukho
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 38 lainnya memberi reputasi
39 0
39
Post ini telah dihapus oleh radheka
Post ini telah dihapus oleh radheka
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 17:20

Apa Itu Kemerdekaan?

Apakah Bhinneka Tunggal Ika yang digaungkan selama 74 tahun itu masih ada artinya? Ataukah hanya sebuah orasi untuk berebut kekuasaan. Kini semua nampak di persimpangan jalan.

Demi bumi pertiwi yang masih terus menangis. Apa artinya sebuah kemerdekaan? Jika sekarang semua menjadi lucu . Kerusakan alam, Sumber Daya Manusia yang masih rendah, korupsi masih saja menjadi panggung drama, adu domba, rakyat berpolarisasi, perongrong Pancasila bebas beraksi.

Bukan tentang siapa yang benar dan salah yang dipertanyakan! Kenapa tidak bertanya apa yang sudah di lakukan untuk kau yang menjadi bagian dari negeri ini. Ah pada akhirnya, seolah tidak peduli. Lantas, apa artinya kemerdekaan? Jawab!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 34 lainnya memberi reputasi
35 0
35
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 18:32
Cinta kemarin

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Dia datang tak jelas waktu di antara mimpiku.

Ketika terbangun hanya sesak di dadaku.

Rindu mungkin tapi rindu ini menyiksaku.

Dia tidak di sisiku dan bukan lagi milikku.

Namun masih milikku di antara mimpiku.



Duniaku terasa sesak karena Dia.

Kenangan indahnya jadi belenggu nyata.

Berlari percuma dan jatuh hati tak bisa.

Semua terasa mengikatku di dunia cintanya.

Merdeka hati itu yang Aku ingin bisa.


Terlepas dari sang mantan hati.

Terbebas dari jaring harapan kembali.

Mungkinkah hati ini bisa merdeka lagi ?



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Indonesia ingin merdeka
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


74 tahun usia negaraku indonesia.

Pengalaman sudah banyak di alami.

Pahit dan manis pun telah di rasakan.

Indonesiaku kini lebih mandiri berdiri.


Diantara gaung kemerdekaan yang terdengar.

Masih ada kemerdekaan yang harus di perjuangkan.

Indonesiaku masih dan akan terus berjuang keras.

Tuk kemerdekaan yang terasa belum lengkap.


Merdeka bersama dalam perbedaan.

Merdeka bersama tanpa mayoritas dan minoritas.

Merdeka bersama mempertahankan kedamaian.

Indonesia ingin merdeka menuju kesempurnaan.
Diubah oleh vizum78
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 22 lainnya memberi reputasi
23 0
23
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 18:43
Hapus Darahmu Kawan


Berdetak nadi kencang
Menancap selongsong itu
Sakit tak lagi terasa
Jeritan menggetarkan angkasa
Merdeka! Kita merdeka kawan!

Tenang kawan..
Anak dan cucumu akan tersenyum
Selongsong itu abadi
Hapus darahmu kawan!
Kita merdeka kawan! Kita merdeka!

Gemuruh nafas memburu
Cuaca bekukan sendi
Tak kan ku tinggalkan
Karena, kita merdeka kawan!

Pucat, tak ada lagi suara
Lintas bahasa dan warna
Kita tetap bersatu
Hapus darahmu kawan!

Kita Indonesia!


•~•~•~•~•~•


Merajut Angka


Sepuluh, duapuluh, atau limapuluh
Lupa, kapan itu terjadi
Tapi, ingatan tentang itu
Tak akan pernah dilupai

Diatas rumput kita menari
Whisky dan Koktail menemani
Kamu tertawa dan bernyanyi
Berteriak akan proklamasi!

Kubuka media,aku melihat dan tertawa
Waktu mundur cepat, begitu mulia
Kau dan aku
Kita bersama-sama
Merajut angka
Diusia yang tak lagi muda

Indonesia Merdeka!


•~•~•~•~•~•


Mereka hanyalah pendusta


Pemuda!
Apa yang membuat kau ragu?
Jangan mudah untuk percaya
Mereka hanyalah pendusta!

Jangan terbuai akan retorika
Mereka masih disini
Dengan baju dan janji yang berbeda
Mereka hanyalah pendusta!

Pasir bukanlah ciri kita
Salju bukanlah kebanggaan kita
Batu bukanlah tempat kita
Tanah dan air itulah kita

Jangan mau diadu domba
350 tahun kita menderita!
74 tahun kita merdeka!
Jagalah Indonesia!
Karena....

Mereka hanyalah pendusta!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 25 lainnya memberi reputasi
26 0
26
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 20:56
BENAR MERDEKA?

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

emoticon-Merdekaemoticon-Merdekaemoticon-Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka!
Slogan yang membakar jiwa
Sejak kakek moyang menjadi pejuang kemerdekaan hingga kini
Benar merdeka?

Merdeka dari penjajahan bangsa lain?
Merdeka dari perbudakan dan perintah yang bukan dari bangsa kita?
Apa cuma itu? No!
Lantas, merdeka yang bagaimana?

Angin utara menyeruak lamunan
Menepis sedih di ujung realita
Bayangan seorang ibu paruh baya yang menangis terisak di sudut rumah
Bayangan seorang lelaki tua yang rela memulung nasib demi anak yang dikasihi

Ibu tua itu menangis
Bentakan sang anak mengiris hati, kala uang yang diminta tak ada dalam dompet
Lelaki renta itu rela memungut sampah kala anaknya yang pemuda belia ingin sepatu futsal yang baru

Inikah cermin kemerdekaan? Atau hanya gambaran pilu kemiskinan negeri yang merdeka?

Engkau tahu
Dulu negeri ini dipenuhi oleh ribuan tangis anak negeri dan darah merah para patriot
Kini engkau alirkan tangis di kelopak mata orangtuamu
Hanya demi gengsi, hanya demi ambisi

Sekali merdeka tetap merdeka!
Benarkah, merdeka?


emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka


***


MANIS TIPU DAYA

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Duhai kamu yang menatap semu
Tersenyumlah meski jemu bertamu
Diri tlah usang termakan waktu
Saatnya kembali sebelum raga membeku
Terbujur kaku dalam keranda membisu

Duhai kamu yang termakan rayu
Sadarlah sebelum daun terakhir jatuh
Kelak semua kan meranggas seiring masa nan pilu
Dan kamu masih setia menunggu, rapuh

Manis tipu daya 
Menjerat bagai melihat mangsa melamun
Meringkik bagai kuda, menerkam buas tanpa ampun
Hanyalah taktik melumpuhkan umpan
Dibuat untuk melemahkan ingatanmu

Masihkah menunggu dalam bisu?
Duhai kamu yang menatap bisu
Wahai kamu yang tertelan tipu daya 
Masihkah akan tetap tersenyum semu?
Sadarlah sebelum daun terakhir jatuh!

***


TERDIAM SEPI

emoticon-Matabeloemoticon-Matabelo emoticon-Matabelo

Jelajah gerimis menapak ringan di bumi
Mencecar maya penuh kasih
Khayal beterbangan di sudut memori
Merangkai kenangan melukis indah

Aduhai malang!
Diri belum terbebas sempurna
Hati terpecah oleh rasa yang tak kunjung padam
Cinta membutakan kedua netra dalam diam

Aduhai sayang!
Bisakah hati memilih dia yang setia?
Menunggu pintu terbuka sejak dini hari
Menanti sebaris senyum, ikhlas terpetik

Tak ada suara 
Desahanmu tak jua lepaskan belenggu
Malah semakin larut dan jauh menguburkan hasrat
Dalam pusaran cinta kau tenggelam!

Jiwa menangis terdiam dalam sepinya hati
Semua telah berkobar, hangus termakan api
Tersisa hanyalah debu
Dari seonggok bara menjadi abu

Aduhai malang!
Merdekakan jiwamu!
Lepaskan belenggu tirani itu!
Pecahkan saja kaca itu! Jika pintu tiada membuka diri

Aduhai sayang!
Masihkah menjadi budak cinta?
Setiap saat raga terhempas bak terayun gelombang
Rasa entah berlabuh di mana, berasa atau tidak
Entah!

Perjalanan sungguh kian menjemukan
Akan tiba masa
Kala diri berkalang tanah dan bebatuan
Semua yang bergelora, akan terdiam dalam sepi
Mati dan terbuang!


***

Kolaka, Medio Agustus 2019
Diubah oleh evywahyuni
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Neutralizer dan 56 lainnya memberi reputasi
57 0
57
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 21:24
Sang penakluk

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Photo by pixhere com


Ia masih bersembunyi
Dalam siang yang mulai merayap
Menyisakan secuil kebekuan

Rona kekuningan,
Sempat menelusup sela cendela,
Mengabarkan pagi telah bersandar.

Andai ...
Aku terus berandai-andai.

Seandainya ...
Angin datang seorang diri
Mungkin siang ini matahari telah tersenyum lebar.

Seandainya ...
Awan hitam tak berkeras hati
Siangku tak akan sedingin ini.

Seandainya ...
Ah ... Aku terpekur dalam angan yang semakin liar.

Aku merindukan rona itu,
Meski menyilaukan,
Namun, memberiku banyak kehangatan.

Duhai awan hitam, segeralah berlalu
Agar sore nanti, meski sebentar ...
Kudapat melihat sinar kemerahan
Yang senantiasa membawaku dalam hangat peraduan.

Aku bergumam,
Setengah marah pada diri sendiri.
Mengapa sifat kufur ini masih saja hadir,
Ah ... Sial!

Sejenak aku berdiam diri,
lekat memandang langit, yang masih berselimut awan.
Aku sadar, terlalu picik menyalahkan angin dan awan hitam yang datang bersamaan.

Kepicikan yang melenakan ...
Sejatinya mereka sesekali harus hadir,
Menamparku, bahwa hidup bukan hanya tentang ...
Aku dan kesenanganku,
Aku dan senyumku
Aku dan kebahagiaanku.

Ada hal lain yang juga harus kuingat,
Bahwa alam pun butuh keseimbangan.

Kupicingkan mata, menyadari banyak hal yang telah terlewat, saat nafsu kalahkan nurani,
Jiwaku terkikis, dalam ketidakberdayaan.

Sial ...
Kenapa baru sekarang aku menyadari,
ikhlas memberiku banyak kesempatan,
Untuk bahagia dan membahagiakan.

Kulepaskan nafas panjang,
Terimakasih telah memenangkan perdebatan ini,
Wahai nurani ....

Quote:Jadilah orang yang bersyukur, berhentilah kufur atau kita akan berakhir tersungkur.


Malang, Agustus 2019


Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Setitik harap, untuk Ayah


Ayah, belum bisa aku mengukir senyum di wajahmu, mengusap peluh di pundakmu, pun sama dengan tangan dan kaki kasar itu aku belum bisa menghapusnya.

Aku bukan siapa-siapa dan belum menjadi apa-apa, tapi engkau dengan bangga selalu menyebut ku disetiap kisah bahagiamu.

Aku malu ... sungguh aku malu.

Perlahan ku tengok rangkaian kenangan
Telah berhasil engkau wahai ayah ...
Mengukir senyum di wajah putra dan putrimu
Mengusir gelisah kami
Karena engkau selalu di sisi kami.

Duhai ayah ...
Senja telah menghampiri
Rambut hitam berkilau itu kini memutih.
Lengan kokoh, telah berpindah pada kami anak dan cucumu.
Begitu pula, gigi kokoh itu satu persatu telah tanggal.

Tahukah engkau wahai ayah ...
Ada harap di sudut hati,
Mengajakmu menunaikan ibadah haji
Semoga kelak niat itu terwujud,
Anak mu ini bisa memerdekakanmu
Melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Istajib du'ana ya Alloh.
Diubah oleh annaharry
profile-picture
profile-picture
profile-picture
froze dan 19 lainnya memberi reputasi
20 0
20
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 22:36
@muttou --Terbebas Kata


Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Do’a, hanya itu yang kau punya. Pagi-senja, siang-malam; kau memanjat pohon harapan. Tertatih-tatih. Orang-orang sekitarmu hidup, tapi bagimu mereka belulang yang kebetulan bergerak.

Apa yang kau panjat? Harapan? “Melupakan cantik!” Lugas kau berkata. Tapi, kau tak bisa sangkal; bibirmu bergetar.

Apakah cantik musuhmu? Kau jelas menyemai dendam. Membara. Panas!

Kau sadar, cantik tak bakal dilupakan. Orang-orang sekitarmu kau anggap belulang berbunyi, tapi mereka selalu ingat, ada cantik di hidup. Cantik, cantik selalu bakal berjodoh denganmu. Kau wanita, wanita itu cantik.

“Jijik!”Katamu.

Setiap kata rupa suara, aksara, merujuk cantik pasti kau kutuk. Sebengis apa cantik padamu?

Ah, do’a. Kau selalu saja bilang hanya do’a yang kau punya. Orang-orang sekitarmu hidup, tapi bagimu mereka belulang busuk. Tak ada harapan di mata mereka. Kau selalu memanjat harap, sendirian. Terlunta-lunta di kegelapan asa.

“Perih!” Kau maki rasamu sendiri.

Satu malam di temaram hati, kau berhasil mencapai ujung pohon. Pohon di mana do'amu kau panjat. Do’amu sampai di pucuk. Kau memetik sebuah saja buah bahagia. Senyummu merekah. Indah!

Kau, wanita bermata satu, terbebas bui kata. Sekarang … sirna sudah dendam di dada. Matamu berlinang, tenang ...

… itu, setelah kupinang. “Kamu cantik, bolehkah aku menikahimu?”



Bumi Pertiwi, 8/8/2019
Diubah oleh muttou
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 23 lainnya memberi reputasi
24 0
24
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
08-08-2019 23:17
Dia Belum Merdeka

Pada gelap yang entah, ketika terang tak lagi menjamah
Seorang gadis menjerang rindu di atas tungku tiada api, pun lelaki. Segala nyali terkapar, meneriakkan sunyi kian kobar

Kaki mungilnya menjejak bumi seperempat abad
Dunianya merekah di awal Subuh yang indah, di mana hasrat-hasrat kian buncah
Namun dada itu sunyi, tiada arti, pun isi

Pada malam-malam puncak, ia berteriak, menantang gelap enggan beranjak
Seekor kalong berbisik pada wajah pasinya : "Jangan terlalu lama sendiri. Merdekakan hatimu!"

Sepasang mata berawan, mendamba cinta kian melawan
Sayap itu menggelepar pasrah, melata tanpa arah
Di kejauhan, ia menjelma kunang-kunang tanpa cahaya dan asa
Memeluk malam sendirian.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Siapakah Indonesia?

Jika engkau bertanya siapa kita
Aku terkenang seorang payah dan dekil menjaring peluang
Di kala peluh menggenang, namun tetap tekun menyeret asa pada segulung gelombang
Jeli menata nyali meski bobrok harga diri

Jika engkau bertanya siapa kita
Aku terkenang barisan sosok berkerah yang menolak kalah
Atau wajah-wajah pongah dalam pesta anggur merah
Dua kubu saling 'nyelatu', tanpa tahu
Hidup hanya tentang waktu

Jika engkau bertanya siapa kita
Tubuh ini adalah Indonesia
Darah ini adalah Indonesia
Lalu, siapakah Indonesia?
Adalah jiwa-jiwa yang terus terkekang
Adalah ego-ego yang terus membangkang
Adalah akal dan nurani yang terus terjajah hingga mati
Tanpa upaya membebaskan diri

~~~~~~~~~~~~~~~~

Bebaskan Dirimu

Sepagi ini, aku melihat sekumpulan bocah mengembala. Kaki-kaki rapuh mereka mengelana, menyambut serumpun hijau membentang hingga cakrawala.

Maka lihatlah. Tak ada peluh mereka sia sia. Meski payah, tanpa gundah bercengkrama, saling lempar canda. Betapapun semangat itu tiada jenuh, pun mengeluh. Apakah engkau paham akan hal itu?

Maka sadarlah. Hidup melahirkan kutukan-kutukan. Anjing menyalak, manusia membentak. Lalu siapakah kamu, di antara manusia dan anjing-anjing itu?

Maka merdekalah. Lepaskan segala pengaruh dan ikatan. Jangan biarkan dirimu menjadi anu-anu yang tak kau tahu dan kau mau. Cukuplah dengarkan hati dan kepalamu.




Jawa Timur, 08 Agustus 2019
Diubah oleh YenieSue0101
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 45 lainnya memberi reputasi
46 0
46
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
09-08-2019 00:39
Celoteh Seorang Perindu Kebebasan


Merdeka?


Merdeka bisa melawan penjajah? Bangga telah berhasil mengusir dari kawasan kita? Lantas, apa kabar dengan diri kita. Sudah merdeka, telah bahagia?

Bahagia seperti apa yang kau sebut? Bahagia itu ketika kita bisa menekan ego. Merdeka saat kita sanggup menaklukkan diri sendiri. Untuk apa berlarut larut dalam pembodohan diri. Bersikap seolah semua baik saja, padahal nyatanya penuh luka.

Tersenyum sepanjang masa, sementara hati menyimpan ribuan lara. Itu kau sebut merdeka, yang jelas-jelas jiwa masih dalam belenggu.

Merdeka itu ketika kita bisa mengikuti mau hati, bukan karena apa dan siapa. Tidak sebab tekanan bukan karena perjanjian. Bebas mengekspresikan apa mau hati tanpa peduli apa kata yang lain.

Merdeka, saat kita bisa bernafas lega tanpa gumpalan beban. Merdeka adalah bahagia. Bahagia berawal dari hati. Hati yang bahagia, maka sempurnalah hidup kita.

Merdeka bukan hanya status, tetapi harus menjadi realitas. Tidak cukup terukir dengan pena di atas kertas putih. Namun juga harus tercermin dalam realitanya.

Sudahkah kau merdeka, jika untuk menyampaikan mau hati saja harus di belenggu oleh berbagai aturan? Sudahkah kau merdeka, kalau untuk mendapat fasilitas layak harus melewati berbagai prosedur?

Sudahkah hatimu bebas dari jajahan para perenggut mimpi? Sudahkah kau pastikan, esok anak cucumu 'kan menyesap nikmatnya sang kebebasan?


********************************


Lepas Dari Jeratmu


Kau pernah bertahta di singgasana
Semua tentangmu membuatku menggila
Hingga logika kehilangan kuasa
Dan akhirnya menyeretku masuk pada kubangan derita

Jiwaku sempat tertawan pada belenggu yang kau cipta
Raga terjerat hingga tak ada lagi daya
Hanya tetesan bening dari netra
Yang menemani jiwa yang hampa

Hari hari begitu kelam terasa
Sinar sang surya tak dapat lagi menyinari jiwa
Semua terasa begitu menyiksa
Hingga diri ini sempat berputus asa

Begitu dalam kau tenggelamkan asa
Harap pun tak dapat lagi kubawa
Bayang-bayang kematian sempat menyapa
Untuk mengakhiri semua derita

Ya, tapi itu semua tinggal cerita
Kau percaya, jika setelah ada hujan pelangi 'kan tercipta?
Seakan mendapat kekuatan ekstra
Kucoba keluar dari kubangan luka

Perlahan, aku mulai lepas dari penjara
Terseok, tertatih, lalu satu langkah kucoba
Menghapus derita yang pernah tercipta
Mengobati luka juga lara

Racunmu memang telah menjalar ke seluruh jiwa
Ciptakan lara tiada tara
Hanya tabib sakti mandraguna
Yang mampu menetralkannya

Merdeka, kini yang kurasa
Berhasil lepas dari jerat yang menyiksa
Menata ulang semua cerita
Untuk masa depan kuukir asa

Memang aku mencinta
Tapi tidak untuk mencipta luka
Jika kau tak bisa beri bahagia
Lalu untuk apa aku menyiksa jiwa?

Hidupku terlalu berharga
Aku tak ingin mati sia-sia
Ditanganmu pecundang cinta
Ini bukan cinta, hanya nafsu belaka


IAf, 16 Agustus 2019
Diubah oleh idaalfaqieh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 24 lainnya memberi reputasi
25 0
25
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
09-08-2019 00:50
S.i.n.y.o. -- Pejuang Bucin


Gambar



Apa kau peduli padaku nona?
Lama ku tunggu di peron stasiun Weltevreden,
namun kau tak nampak sekalipun di balik kereta..

Sejauh itu kah perbedaan kita?
Bagai ujung jalan raya pos anyer panarukan,
Jauhnya jarak Surabaya Amsterdam,
Dan bercerainya tanah jawa di Surinam.

Kau biarkan ku membatu bersama kerikil,
Berkarat bersama besi yang tertanam,
Dan mengabu bagai kayu yang terbakar..

Sepotong ranting patah membawa pesan yang tak pernah kau balaskan..
Dedaunan layu berserakan seakan memberi ku jawaban..

"Hei, enyah lah kalian Nederlanders !"
Lantang sang pelopor kesetanan..

Lautan pasifik merajuk pilu,
samudera hindia lalu tertawa, Hahaha..
Zuid Molukken tertutupi salju,
Anak Krakatau menjulang bak Jayawijaya..

Ku pandang sungai musi yang mengering,
Namun daratan nanggroe dihantam air.
Seperti Borneo yang perlahan gundul,
Dan Celebes menjadi tanah bertandus..

Heran ku dengan apa yang terjadi,
Mengapa jiwaku berdesir?
Hati ini berkata mengakui,
Selain NKRI, dirimu jua kan ku juangkan..

Ditemani semilir angin yang mengiba,
Dan dimusuhi oleh mentari yang menyala.
Sudikah kau menemui ku nona pertiwi?
Bertemu disudut gedung Old Batavia..

Langkahkan kaki redup disinari rembulan,
Di iringi gema takbir kemerdekaan..
Merdeka !



Quote:Catatan :
Stasiun Weltevreden : Stasiun Gambir
Surinam : Suriname
Borneo : Kalimantan
Celebes : Sulawesi
Zuid Molukken : Maluku Selatan
Old Batavia : Batavia Lama


Bogor Kota.
14/08/2019
Diubah oleh s.i.n.y.o
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 16 lainnya memberi reputasi
17 0
17
Post ini telah dihapus oleh radheka
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
09-08-2019 04:21
~Engkau~
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Quote:Engkau...
Sang merah putih...
Tanah air tercintaku...
Sang Garuda di dada...

Sebuah negara yang memiliki Pancasila sebagai dasar ideologinya...
Sebuah negara yang terdiri dari 17.504 pulau...
Sebuah negara dengan populasi hampir 270.054.853 jiwa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke...
Sebuah negara terbesar ke-empat yang ada di dunia...
Sebuah negara yang mempunyai semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman hidupnya...

Dengan lantangnya dan bangga...
Engkau berucap MERDEKA pada tanggal 17 Agustus 1945...
Hari yang sangat bersejarah dan tak akan pernah Engkau lupakan...
MERDEKA!!
MERDEKA!!
MERDEKA!!
Teriakan-teriakan lantang itu menggema nyaring di seluruh penjuru kota yang Engkau miliki...

Tak terasa...
Sebentar lagi Engkau akan merayakan kemerdekaanmu yang ke 74...
Akan tetapi...
Apakah Engkau benar-benar sudah merdeka?
Sudahkah?

Lantas...

Mengapa Engkau diam saja, ketika Pancasilamu dilecehkan dengan begitu gampangnya?
Kekuasaan yang tiada hari tanpa diperebutkan oleh kaum-kaum pilihanmu...
Bukankah segala sumber yang Engkau miliki itu akan Engkau berikan dengan sama ratanya?
Namun, mengapa hanya kaum pilihanmu saja yang dapat menerima dan menikmati itu semua?!
Apakah tidak ada rasa keadilan yang bergejolak di dalam diri Engkau barang sekali saja?
Apapula itu arti dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika, ketika perbedaan begitu gampangnya merenggut nyawa seorang manusia!!

Mengapa wahai Engkau??
Mengapa...
MENGAPA SEMUA ITU BISA TERJADI DIKALA ENGKAU SUDAH MERDEKA?!

JAWAB ENGKAU!!

Pernahkah Engkau berpikir...
Untuk apa para Pahlawan bersatu padu dan berjuang sekuat jiwa dan raganya untuk memerdekakan Engkau dikala waktu itu...
Apa hanya untuk membuat Engkau tersenyum bangga dan terbebas lepas dari ikatan belenggu Sang Penjajah saja, begitu?

ATAU UNTUK APA?!

Mengapa Engkau selalu saja berprilaku seperti ini...
Tidak pernah berkaca, tidak pernah berubah, dan selalu saja menghaburkan-hamburkan nyawa...
Seolah-olah Engkau sedang bermain-main dengannya...
Apakah waktu, darah dan jiwa yang sudah mereka berikan kepada Engkau pada waktu itu tidak berharga sama sekali di matamu?!
Para Pahlawan yang bahkan tidak meminta balasan sepersen pun kepada Engkau ketika Engkau akhirnya merdeka!!

Jikalau begitu...
Apalah arti Kemerdekaan Engkau itu...
Dikala...

Harga diri
Kekuasaan
Kerakusan
Ketidakadilan
Dan
Perbedaan

Masih menghantui Engkau...
Sampai...

Saat ini...


Aku, yang masih percaya akan perubahan Engkau menuju yang lebih baik lagi...
Jakarta, Indonesia...
2019...

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Created by: @panjul1993
Diubah oleh panjul1993
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
09-08-2019 05:58
MEMBACA INDONESIA

Oleh: Dalle Dalminto

wajahmu adalah kumpulan beribu-ribu pulau
itulah yang membuat berkilau
lalu menautkan pukau
bagi siapa saja yang memandang
pasti akan kagum dan bertandang
karena kamu begitu eksotis
yang mampu mengepulkan hipnotis
bagi para turis
.
lekuk tubuhmu yang begitu aduhai
berhias bulir-bulir pasir landai
membingkai di sepanjang bibir pantai
mengalun riak ombak dengan santai
hati pun merasakan damai
hidup di alam nan permai
.
senyummu dari bermacam suku-suku
menjamah ramah tiada raut kaku
dengan santun bicara anggun menyapa
juga tak memakai pamrih apa-apa
yang ada hanyalah sebungkus tawa
mengalirkan bening dan tulusnya jiwa
.
Bantul, 2019


MERDEKA YANG HAKIKI
.
Merdeka yang paling sejati
Bukanlah bebas menuntut maunya sendiri
Dengan atas nama dan dalih hak asasi
Untuk memuaskan napsu duniawi
Yang beraroma ambisi paling nisbi
.
Adalah merdeka yang hakiki
Yang mampu memenjarakan ego diri
Lalu terpancarlah binar-binar suci
Yang berasal dari lubuk nurani paling murni
Dalam mensyukuri butiran berkat Sang Ilahi
.
Merdeka yang bernama abadi
Yakni terciptanya insan-insan madani
Yang mampu meredam luapan emosi
Yang berduyun laksana stunami
Memorak-porandakan dinding iman hati
Bahkan menyesatkan akal berbudi
.
Bantul, 2019

.
MER[D]EKA
.
Oleh: Dalle Dalminto

"Benarkah mereka telah merdeka?"
Yang saban hari ke hari
Mengaisi sampah dengan jari-jari
Memungut kertas
Memulung barang-barang bekas
Dari dalam tong-tong sampah
Yang akan disulap menjadi koin-koin rupiah
Lalu ditukar dengan bulir-bulir beras
Yang kalau dihitung-hitung seukuran gelas
.
"Mereka, merdekakah?"
Baginya baju kesejahteraan
Hanyalah selembar impian
Yang terbentang di luasnya ladang khayalan
Merimbun di dalam angan-angan
Namun begitu hidup harus terus berjalan
Meski dengan cahaya redup
Sepasang kaki tetap dilangkah
Untuk menemu sebutir anugerah
Yang belum sebenar-benarnya telah musnah

Bantul, 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 32 lainnya memberi reputasi
33 0
33
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
09-08-2019 08:09
Merdeka Itu Hidup, Aku!


Berasal dari mana aku ini?
Bukan seperti Adam dari tanah yang kutahu
Tapi dari benih yang hanya bergerak maju
Tanpa pernah mengerti apa yang dituju

Banyak yang kupelajari darinya
Tentang perjuangan
Tentang kemungkinan
Juga tentang kemerdekaan

Perjuangannya adalah keberadaanku
Berhenti artinya mati, jadi ia tetap melaju
Berjuta berseteru yang menang hanya satu
Lalu menembus bakal dinding kehidupanku

Menetap dalam kandung yang sama
Tak lantas menjadi kawan, semua saingan
Yang dibutuhkan hanya sebuah kemungkinan
Kemudian terperangkap menjadi tahanan

Tangan Tuhan menapak padanya
Dalam konsepsi ia berkarya
Berubah menjadi bernyawa
Hingga memerdekakan tubuh mungilku

Semesta pun turut gembira
Tercurah air mata bahagia
Puja puji terlontar melalui kata
Menyaksikan tangis semarai

Merdeka itu hidup
Tanpa diteror keraguan
Meyakini sebuah pilihan

Merdeka itu hidup
Bukan dengan menyengsarakan
Tapi saling menyempurnakan

Merdeka itu hidup
Berjuang dengan segala kemungkinan
Meski tak tahu sampai mana akhiran.



Ibu kota, 17082019 (15:05)
Diubah oleh tsuway.c001
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
09-08-2019 08:43
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

PUISI KARYA-KARYA UNICORN

KITA YANG MASIH BERJUANG

Dik, sampai saat ini kita masih berjihad
kecilkan suara, pasang hati lalu dengarkan secara seksama dan dalam tempo yang sangat normal.

Kemudian ucapkan bahasa imajinasi
untuk negeri yang sedang mengalami banyak argumen
tanpa sesuatu keindahan dari sebuah gerilya
pucuk-pucuk kasturi, tanah negeri.

Bangunlah! Jangan hanya meramaikan kemiskinan dan kesedihan
tumbuhkan perjuangan di antara kesenjangan yang mengelabuhi mata sampai kepada ratapan ketiadaan.

Lihatlah merah putih yang berkibar itu! Dialah sajak nenek moyang, terdahulu
kita yang menikmatinya kemudian, jangan lagi pertontonkan merdeka yang kamuflase
namun jadikan darah-darah mereka yang berjatuhan, menjadi bhineka tunggal Ika yang benar-benar BHINEKA TUNGGAL IKA.

Pahamilah, Indonesia! Masa depan ini ada
wujudkanlah dengan kedua tangan dan tempelkan makna sumpah pemuda
ke dalam dada.

Salam kemerdekaan! Semoga kita semua adalah pembaharuan dari pembelajaran sejarah.

Jakarta, 9 Agustus 2019

SAJAK YANG MASIH DUNGU

Dik, ada sekawanan lalat yang begitu riuh di pedepokan, saling berebutan makanan tanpa melihat kandungan nikmat dan sebuah bahasa bahagia dari sebuah pelukan kasih sayang.

Padahal inti dari cerita dunia adalah kesenangan yang harus disenanginya tanpa balutan beban ataupun dendam.

Dik, di manakah arti sebuah kepahlawanan? Jika kolom-kolom retribusi masih menjebak air mata kepada ketidakadilan dan ketidakberdayaan.

Dik, adakah pesona yang akan ditampilkan setelah perayaan kemerdekaan telah usai meninggalnya sebuah tanggal?

Betapa naifnya aku, ketika semua udara menyekat dan masih berkata merdeka. Sebenarnya apakah arti merdeka, Dik?

Jawablah! Sebelum mataku mengantuk dan merdeka di lain dunia
sebab terlalu letih mendayung hingga pada akhirnya karam
bersama belati dan darah serta ucapan muak yang sebenarnya.

Jakarta, 9 Agustus 2019.

PADA SUATU HARI

Hai dunia! Aku masih hidup
pada bait-bait sajak yang kehilangan jati diri
kemudian kurelakan hati menampung suara-suara parau
tentang Indonesia
dan perjuangan setelah kemerdekaan.

Pada suatu hari
semua ragam masalah tersiasati dengan impianku sendiri
dengan banyaknya huruf-huruf yang tak pernah letih
mencintainya dalam pena telanjang
yang mana pada akhirnya menjawab semua pertanyaan
pada sisi pemahaman yang terlampau bijaksana.

Dalam doaku, wanita-wanita tak lagi menangisi kekalahan dan merawat luka
pria-pria tidak lagi mengumpulkan gelisah
dari saku kecil maupun besar
mereka semua terbang
selayaknya angin
ringan, menyapa kehidupan.

Aku yang memesan banyak harapan
menyampaikannya tanpa batas penafsiran haram.

Jakarta, 9 Agustus 2019.
Diubah oleh .unicorn.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
YulianAnggita dan 26 lainnya memberi reputasi
27 0
27
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
3-gadis-di-seberang-pantai
Stories from the Heart
pertarungan-melawan-tulisan
Stories from the Heart
the-light-emanates-for-you
Stories from the Heart
hypnophobia--kisah-cintaku
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia