Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
143
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d3fd7152f568d6838121f62/playboys-diary--based-on-true-story
Hari minggu yang cerah.Gumamku sambil menikmati sarapan, mengawali pagi hari dengan menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh mamiku sejak pagi tadi.Kemarin malam minggu kita nonton bareng di bioskop Golden, namun hari ini ngapain ya enaknya? Tak lama kemudian setelah aku sarapan. ;Mi... Aku mau keluar dulu kerumah teman sekalian jalan-
Lapor Hansip
30-07-2019 12:35

Playboy's Diary ( Based On True Story )

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Playboy's Diary ( Based On True Story )


Sepenggal kisah masa lalu berdasarkan pengalaman pribadi si penulis.

Bukan kisah percintaan pada umumnya dan ini hanyalah sebuah kisah cerita.

Saya harap sekiranya para kaskuser sekalian bisa dan dapat menghargai kisah hidup dan karya orang lain emoticon-shakehand




Quote:


PROLOG




"Hari minggu yang cerah..."
Gumamku sambil menikmati sarapan, mengawali pagi hari dengan menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh mamiku sejak pagi tadi.

"Kemarin malam minggu kita nonton bareng di bioskop Golden, namun hari ini ngapain ya enaknya?"

Tak lama kemudian setelah aku sarapan.

"Mi... Aku mau keluar dulu kerumah teman sekalian jalan-jalan, nanti pulangnya mungkin agak sorean.."

"Minta uang jajan donk Mi hehehe..." . Pintaku.

Setelah diberi oleh Mamiku, saya pun langsung berangkat menuju kerumah Shinta.
Memakai celana jeans pendek selutut dan kaos ditutup dengan sweater berwarna abu-abu saya pun cukup bersemangat untuk bermain kerumahnya.

Hari minggu jalanan cukup sepi, hanya memakan waktu 15 menit aku sudah sampai dirumah Shinta. Setelah aku parkirkan motor di halaman rumahnya, aku pun menggedor pintu depan rumahnya.

Tak lama Shinta pun membuka pintu depan.

"Hai.... Ayo masuk Mi." Dia pun tersenyum simpul menyambut kedatanganku.

Dia tampak sangat ayu di pagi hari ini, dengan rambut tergerai lurus sepunggung memakai kemeja berwarna pink dan celana jeans panjang.

Lalu Dia mempersilahkan untuk duduk di kursi ruang tamu depan rumahnya. Lalu Aku pun duduk bersebrangan dengannya.

"Mau minum apa Mi? Aku mau ngobrol sama kamu... nanti setelah kita ngobrol baru kita keluar ya." kata Shinta.

"Okay, emang mau membicarakan apa sih??" Tanyaku pada Shinta.

"Ya nanti juga tahu." jawab Dia

Lalu Dia masuk, jam tanganku menunjukan pukul 09.00. Sekiranya kita nanti mempunyai cukup waktu untuk hangout bareng entah ke Mall ataupun nonton bareng berdua.

10 menit kemudian, Shinta pun membawa baki berisi kopi dan beberapa kue lapis. Bau kopinya pun samar-samar bercampur dengan bau parfum beraroma citrus yang lembut yang Ia pakai.

"Monggo silahkan diminum Mi mumpung masih panas, dinikmati juga kudapannya..."

"Aku mau bercerita sesuatu yang sangat penting sama Kamu, mengingat kita sudah lama berpacaran selama 2 tahun." kata Shinta.

"Mau membicarakan apa Shin? Kelihatannya serius banget dilihat dari wajahmu kok sendu banget pagi ini."

Suasana menjadi sunyi sejenak... Dia hanya diam sambil memainkan dan meremas jari-jemarinya seakan mengkhawatirkan sesuatu.

Suara detak Jam dinding di atas kepalaku sampai terdengar sayup-sayup menunggu suara jawaban darinya.


"Mas... Aku Hamil... Tadi pagi ku testpack, hasilnya positif dan aku sudah nggak Mens selama 2 bulan belakangan ini.... Gimana?!"

Tiba-tiba rasa dingin seperti es menerpa dadaku, tenggorokanku terasa tercekat lalu lambungku mulai serasa diaduk. Mual ingin serasa ingin mengeluarkan kembali makanan yang telah aku makan sejak pagi tadi.

Tak lama kemudian ayahnya Shinta kedepan menemui aku dan Shinta lalu berkata dengan nada tinggi.

"Mas... Sampeyan harus tanggung jawab. Sampeyan membuat saya sekeluarga malu, gimana kalau semua tetangga tahu tentang berita ini?!" Kata si Bapak sambil menuding-nuding ke wajahku.

Aku pun diam, tidak bisa menjawab apa-apa selain rasa bersalah. Penyesalanku mulai muncul, kenapa aku berbuat seperti ini?! Aku harus bilang apa sama orang tuaku dan sanak saudaraku semuanya??

Dalam lamunan tumpukan penyesalanku tiba-tiba seperti ada sayup-sayup suara gedoran dari depan pintu rumah......

...........

"Dok... dok... dok..."
"Le.... Bangun Le, saatnya mandi. Udah jam 6 ini, nanti kamu telat berangkat sekolah Lho."

"Huaaaaaahh..... Iya Mi!!" Aku pun bangun seperti melompat dan terduduk, tak terasa peluh membanjiri badan dan keningku.

"Puji Syukur Tuhan... Ternyata hanya mimpi, ini mimpi yang kedua kalinya menghamili anak orang dalam 1 tahun ini" Gumamku sambil menyeka peluh di keningku dengan tangan.

Aku pun bersyukur, telah dikasih mimpi ini... Memahami bagaimana rasanya dihakimi karena menghamili anak orang...

Setelah muncul mimpi itu tidaknya itulah rambu-rambu yang harus aku patuhi agar tidak terjerat dengan perbuatan Asusila...






Quote:

Youtube.com

Diubah oleh amikurnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wanitatangguh93 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 8
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 12:36

Masa Kecil


Siapakah yang tidak mengenal cinta monyet? Cinta monyet merupakan cinta waktu kita masih beranjak kecil hingga remaja, dimulai dengan ketertarikan dengan lawan jenis.

Dengan masa remaja yang masih membutuhkan eksistensi diri dan dalam masa pencarian jati diri.

Penulis pun juga pernah merasakan yang namanya cinta dimasa kecil, mulai dari usia kelas 2 sekolah dasar tertarik dengan lawan jenis sebut saja namanya Krista. Anaknya periang suka bercanda, suka memakai bando bermotif bunga dikepalanya.

Mungkin waktu itu masih benar-benar polos tiap hari bertemu dikelas karena kita satu kelas, aku pun mencoba untuk merayunya.

Simpel banget caranya, waktu istirahat dia duduk sendirian di dalam kelas. Aku mencoba untuk mendekatinya, setelah berada disampingnya tanpa basi-basi aku mencubit dengan gemas tangannya yang mungil itu hingga dia berteriak lalu menangis dan berlari menuju ruang guru.

Tentunya tak lama kemudian, sebut saja Ibu Henny guru tercinta SD kami menuju ruang kelas bersama Krista. Lalu menuding kearahku, si Ibu Guru pun mendekati dan bertanya kepada saya.

"Krista kamu apain nak, kok sampai nangis?! Katanya kamu ganggu dan kamu cubit ya?!"

"Nggak Bu, cuma pengen ngajak kenalan dan ngajak bercanda." Kilahku sambil memainkan jari -jemari.

Apakah ada diantara kalian yang merasakan hal yang sama sepertiku di waktu kecil???

Diubah oleh amikurnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 12:36

First Valentine Day



Pertama kali mengenal valentine waktu kelas 2 sekolah menengah pertama alias masih SMP tahun 2000.

Waktu itu siang hari pada jam istirahat sekolah, ada teman cewek 1 kelas namanya Erva.

Tidak ada angin tidak hujan kebetulan aku sendirian di kelas waktu istirahat, tiba-tiba dia nyamperin.
"Mi, ni aku ada sesuatu bingkisan kado buat kamu dari aku... Kamu terima ya..." Kata Erva. Sambil menyembunyikan sesuatu dibakang tubuhnya.

"Apa itu???" Kataku karena penasaran.

Dia mengulurkan tangannya, ada 2 kado yang dia berikan. Lalu Dia tersenyum simpul tidak mengucapkan satu patah kata apapun lalu pergi meninggalkan aku di kelas sendirian.

Karena penasaran aku buka kedua kado itu, ternyata berisi sebuah pena yang cukup mahal dan cokelat Silver yang udah terkenal itu. Sama ada kartu didalamnya tertera beberapa kata.

Playboy's Diary ( Based On True Story )

Namun aku kurang begitu mengerti maksudnya. Mungkin masih polos belum begitu mengerti apa itu hari Valentine.

Tak berselang lama ada teman yang masuk kedalam kelas, sebut saja namanya Bagus. Begitu melihat dan tahu aku lagi unboxing sebuah kado dia nyamperin.

"Mi, apa itu?? Siapa yang ngasih?" Kata Dia.

"Nggak kok, tadi dikasih teman cewek barusan" Kataku tapi nggak menyebutkan Dia yang memberi itu siapa.

"Cokelatnya enak nggak?? Penanya bagus nggak??" Kata Dia dengan penasaran.

Emang aku nya waktu dulu yang rada kelewat biasa belum ngerti yang namanya pemberian dari lawan jenis pada hari spesial.

Yang pertama aku nggak begitu suka cokelat waktu itu dan tulisanku seperti cakar ayam alias susah dibaca jadi percuma memberikan bingkisan pena seperti itu. Akhirnya...

"Gus... Ni cokelat dan pena buat kamu aja deh semuanya, aku nggak butuh seperti ini"

"Beneran ni buat aku?! Hore..." Kata Bagus tersenyum riang.

Tak lama setelah memberi pena dan cokelat, si Bagus pergi keluar menuju kantin. Rencananya Dia mau makan cokelat dan pamer ceritanya, namun begitu makan cokelat dan menyelipkan pena di kantong saku bajunya.

Tiba-tiba si Erva tahu dan melihat si Bagus memakan cokelat dan ada sebuah pena di saku bajunya, dia datang mendekati Bagus.

Berbagai kata sumpah serapah ditujukan kepada Bagus karena dia tidak tahu apa-apa tentang pemberian ini.

Tak lama kemudian si Bagus kembali menuju kelas.

"Mi, ini cokelat dari Erva ya?" tanya Bagus.

"Iya, emang kenapa?" jawabku.

"Woooo.... Emang dasar, ngasih cokelat dan pena nggak bilang dari siapa. Tadi di kantin tiba-tiba di maki-maki sama si Erva." kata Dia.

"Mosok to bro...?!" Tanyaku polos.

Ya... Semenjak itu hubunganku dengan si Erva agak renggang. Sebenarnya kami waktu awal pertemuan di kelas sama-tertarik dan begitu dekat, namun kita hanya bisa sebatas teman saja.

Bagian cerita lainnya bersama Erva aku bahas dalam part tersendiri.


Quote:
Youtube.com

Diubah oleh amikurnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 12:56

Patah Hati Part 1




Siapa yang kenal yang namanya patah hati? Patah hati dapat menyerang siapa saja, terutama bagi orang-orang yang lagi dimabuk cinta.

Bertepuk sebelah tangan, cinta tak berbalas dan tidak sesuai dengan harapan. Penulis pun juga pernah merasakan hal yang sama.

Mungkin karena pernah merasakan patah hati, akhirnya menjadi sebuah awal titik balik dari perjalanan cinta untuk mempelajari berbagai karakter dari yang namanya perempuan.

Saya pisah menjadi 2-3 part agar tidak terlalu panjang.

Mau tahu kisahnya?? Cekidot :

Quote:
Si Nita mana ya?? Kok dalam 1 minggu ini tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Dia teman baik dan sohibku, wajahnya cantik rupawan hidungnya mancung bak wajah orang timur tengah.

Dia temanku 1 kelas semenjak menginjak kelas satu SMPN 1 Kota Kediri, dan kita sekarang sudah naik kelas 3.

Biasanya kita ngobrol bareng dalam kelas dan bercanda bareng, ternyata Dia absen dari kelas. Tak dinyana ternyata Dia sakit usus buntu, dan harus operasi dan bedrest selama 1 minggu.

Setelah Dia masuk, ya biasa kita ngobrol biasa. Namun tidak seperti biasanya, perasaanku yang campur aduk antara kasihan karena Dia sakit dan saya terlalu memperdulikannya.

Dia bilang. "Mi, Aku jadian sama Ginting... Udah jalan 1 minggu ini setelah aku sakit.."

"Aku juga sudah suka padanya sejak lama, baru dalam kesempatan ini Dia nembak Aku..."

Waktu itu Saya cuma mendengarkan saja celotehan dari Dia, namun rasanya masih biasa saja mengingat kita teman baik dan 1 kelas sama Dia.

Kebetulan si Ginting juga 1 kelas sama kita, dan mereka jadian lalu berpacaran di kelas maupun di luar sekolah.

Lama-lama timbul perasaan ingin melindungi, ingin merasakan apa yang Ginting rasakan, terutama ingin merasakan apa yang namanya pacaran atas dasar suka sama suka.

Ini awal dari Neraka dalam kelas bagi saya sampai kelas 2 SMU.

Tiap hari bertemu, perasaan ini semakin menggelora mengebu-gebu membesar dan menjadi-jadi. Kenapa mulai muncul rasa cemburu ya...

2 bulan kemudian entah kenapa hubungan mereka renggang, dan mungkin ini kesempatanku untuk mendekati si Nita.

Namun apalah daya, namanya orang jatuh cinta merasa fall in love. Serasa jatuh, yang awalnya perkasa jadi loyo. Pandai omong pun lidah jadi kelu, Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa kala itu.

Saya sudah berusaha PEDEKATE istilahnya mulai dari ngobrol biasa hingga telfon kerumahnya.

Karena dahulu kala masih ngetren yang namanya WARTEL, maka saya mencoba menghubungi si Dia melalui telf koin.

Saya bikin list pertanyaan dulu sebelum telf, saya catat :
- Lagi ngapain?
- Belum ngantuk ya?
- Ortu kamu dimana skrg?
- Besok ada ulangan nggak?
- DLL
( mungkin dulu saking bingungnya mw membicarakan apa di telf akhirnya bikin semacam to do list itu biat lancar ngobrolnya wkwkwkwk)

Akhirnya suatu saat mencurahkan isi hati ke teman paling dekat di kelas namanya Bagus.

"Bro... Aku lagi suka sama seseorang. Kamu jangan kaget ya, aku cuma ingin minta solusi gimana caranya agar bisa dekat sama Dia..."

"Mau ngomong pun Aku nggak bisa, selalu merasa salah tingkah didepannya"

"Awakmu seneng karo Nita to???" Ujar Bagus.
(apakah kamu suka sama Nita)

"Kok awakmu ngerti Bro?" Jawabku.

"Yo ngertilah, Aku kancamu akdewe nyang ngendi-ngendi mesti bebarengan. Lungguhmu sak mejo karo Aku, yo Aku ngerti karaktermu Kepriye." Kata Bagus.
(Ya ngertilah, Aku temanmu Kita kemana-mana mesti bersama. Dudukmu juga 1 meja sama Aku, ya Aku tahu karaktermu itu gimana)

" Yo wes, ngene... Nek awakmu arep nembak si Nita. Tak Kancani Rapopo, d ngarep toilet cewek wae."
(yaudah gini, kalau kamu mau nembak si Nita. Aku temanin nggak masalah, nanti nembaknya di depan toilet wanita saja)

"Iyo Bro, tolong temanin ya." Jawabku

Selang 2 hari kemudian, kita pun bertemu. Saya, Bagus dan Nita di depan toilet wanita.

" Ada apa Mi, kok mau nemuin Aku didepan toilet wanita?" Tanya Nita.

Saya pun benar-benar tidak mampu menjawab kala itu hanya diam mematung dan tentunya salah tingkah tingkah juga.

"Piye mi?? Ndang ngomong kono. Ono uneg-uneg ndang diomongke. Ndak nyesel ora ngomong, areke yo durung ngerti perasaanmu." Kata Bagus.
(Gimana Mi, ayo cepet ngomong. Ada ganjalam di hati cepet dibicarakan, daripada nyesel nggak nomong. Orangnya juga belum mengerti perasaanmu)

Saya pun tetap diam seribu bahasa, lidah rasanya kelu nggak tahu apa yang mau diutarakan.

"Yo wes nek ra gelem ngomong, aku wae sing ngomong." Kata Bagus.

"Nit, iki lho si Ami seneng lan ngesir awakmu. Deweke bingung arep ngutarakke piye perasaane, awakmu gelem ra dadian kro Ami? "
(Nit, ini si Ami senang dan naksir sama kamu. Dia bingung mau mengutarakan bagaimana perasaannya, kamu mau nggak jadian sama Ami)

Sunyi sejenak... Lalu si Nita menjawab.
" Aku mau jawab tapi jangan sekarang ya, 3 hari lagi jawabannya...."

"Yo wes, piye Mi???" Tanya Bagus kepadaku.

Aku cuma bisa tersenyum aja waktu itu.


Selang 3 hari kemudian....

Apa jawaban dan bagaimana tanggapan perasaan si Nita? Bagaimana kisah kelanjutan mereka berdua?

Semuanya akan terjawab di part berikutnya di Patah Hati part 2.
Diubah oleh amikurnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 12:57
Patah Hati Part 2


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, akupun menunggu sejak pagi hari mulai datang ke sekolah hingga sepulang dari sekolah tidak ada 1 patah kata apapun yang keluar dari mulut Nita.

Akhirnya sore hari saya berangkat bimbingan belajar di Phi Beta Jln. Brawijaya, begitu selesai pelajaran kondisi sore hari saat itu hujan turun dengan derasnya.

Mau pulang lalu keluar menuju parkiran sepeda, ada seorang teman 1 kelas sebut saja namanya Heri. Dia merupakan kawan dekatku dan si Nita, tiba-tiba memanggil.

"Mi, sini Mi..." Panggil Heri.

"Ada apa Bro? Ada info apa?" Tanyaku.

"Nggak... Aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Aku dimintai tolong si Nita untuk memberitahu ke kamu kalau si Nita tidak mau pacaran karena baru putus dengan Ginting, jadi hanya sebatas teman saja." Kata Heri.

"Gitu aja ya jawabannya..." Jawabku lirih.

"Iya, Dia cuma mau menyampaikan itu saja... Mungkin si Nita nggak mau ketemu kamu langsung karena nggak pingin melihat kamu kecewa." Jawab Heri.

"Wes Aku tak pulang dulu yo Mi, wes dijemput Bapakku"

Lalu Aku cuma menjawab dengan memanggut saja.

Lalu aku kasih kode kepada Eri, kebetulan Dia disampingku waktu berbicara sama Heri.

"Er... Pulang yoh... Kita pulang jalan kaki saja..." Kataku kepada Eri.

"Jalan kaki?? Hujan kayak gini kok jalan kaki... Nggak naik becak saja?" Kata si Eri.

"Nggak... Aku mau jalan kaki saja..." Kataku lirih.

"Yawes tak temani..." kata si Eri begitu tahu perasaan dan kondisiku seperti apa, karena Dia tahu aku berbicara dengan Heri.

Eri merupakan saudara kembarku, sejak kecil mulai dari TK hingga kuliah selalu bersama hingga bimbingan belajar pun juga 1 kelas.


Waktu itu cuaca sore hari yang cukup gelap, disertai hujan deras dan petir. Tak menghalangi Aku untuk pulang kerumah dengan berjalan kaki.

Ya.... Meski dada ini serasa bergejolak, dan kepala ini serasa mendidih mungkin air hujan yang deras bagaikan disiram dari langit dapat mendinginkan semuanya.

Dalam perjalanan pulang begitu sampai di pertigaan Pakelan, Aku bilang ke Eri.

"Er... Mampir kerumah Andre yuk, Aku pingin berteduh disana" Kataku.

Lalu kita masuk menuju gang sempit disamping jalan besar, rumahnya kira-kira 40 meter dari depan gang.

Kebetulan saya punya teman dekat 1 kampung yang tinggal di depan gang, namanya si Andre. Kebetulan si Andre ada dirumah waktu itu,

"Lho Mi.. Er... Kok pulang hujan-hujan?! Nggak bawa payung ta apa naik becak pulang kerumah?"

"Nggak cuma mau mendinginkan kepala aja" Jawabku lirih.

"Ayo masuk kekamarku, diluar dingin banget" Ujar Si Andre.

Tak lama kemudian si Eri bercerita tentang kejadianku tadi sama Andre... Si Andre nya manggut-manggut kiranya paham. Lalu dia keluar kamar tak lama kemudian dia masuk ke kamar lagi dengan membawa gitar.

"Mi, kita nyanyi yuk... Nyanyi aja sekencang- kencangnya. Teriak-teriak juga boleh, bapakku nggak ada dirumah." kata Si Andre.

Ya... Lagunya sampai sekarang masih Aku ingat karena lagi booming waktu itu tahun 2000.

Quote:
Ini Dia Lagunya :

Youtube.com




Akupun ikut bernyanyi dan Andre memainkan gitarnya, tak terasa air mata kesedihan ikut keluar dan mengalir seiring dengan petikan gitar yang Dia mainkan.

Tak lama setelah itu hujan agak reda dan suasana hati juga sudah cukup membaik, Aku dan Eri melanjutkan perjalanan menuju kerumah.

Sesampainya dirumah, kena marah sama Bapak karena pulang hujan-hujan. Namun tak kudengarkan dengan sungguh-sungguh karena kondisi badan menggigil kedinginan dan pikiran sedang blank....


.............



Keesokan harinya berangkat seperti biasa, bertemu Nita di kelas. Tidak ada tegur sapa samasekali yang ada hanya sama-sama diam. Mungkin cuma Heri sama Bagus saja yang mengetahui permasalahan ini.

Ini terjadi selama 2 minggu, setelah itu terjadi peristiwa yang cukup mengejutkan. Ternyata si Nita balikan jadian lagi dengan si Ginting, berpacaran di kelas lalu bergandengan tangan ketika lewat didepanku.

Melihat hal seperti itu menjadi santapan hidangan menu utama setiap harinya.

Continue...
Diubah oleh amikurnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 13:07
asyik ada cerita baru , numpang mejeng ya ganemoticon-Cool

Itu kan mimpi ya tapi masih ingat sama.warna baju yg dipakai saat itu
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 15:41
Quote:Original Posted By jagunkz
Betul juga ya gan....dan juga bisa inget waktu itu jam berapa di mimpi.emoticon-Wink

But kayaknya ini bakal banyak jalan cerita yg seru, so gw tunggu gan episode selanjutnya..emoticon-Cool


iya karena mimpi nya sangat berkesanemoticon-Peace

Betul ak juga nungguin nih ts nya juga udah reserved buat update part nya
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
1 0
1
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 19:01
Quote:Original Posted By jagunkz
Betul juga ya gan....dan juga bisa inget waktu itu jam berapa di mimpi.emoticon-Wink

But kayaknya ini bakal banyak jalan cerita yg seru, so gw tunggu gan episode selanjutnya..emoticon-Cool


iya gan ditunggu saja gan emoticon-thumbsup
Itu jam berapa merupakan mulustrasi supaya menyatu dengan yang namanya kronologi peristiwa
emoticon-Cool

Quote:Original Posted By sucay23
iya karena mimpi nya sangat berkesanemoticon-Peace

Betul ak juga nungguin nih ts nya juga udah reserved buat update part nya


Bukan berkesan tapi horor sist, mending mimpi ketemu hantu menurut saya mah emoticon-Hammer
0 0
0
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 19:35
bookmark duls ,
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
1 0
1
Playboy's Diary ( Based On True Story )
30-07-2019 20:48
Quote:Original Posted By radit06660
bookmark duls ,


Iya gan silahkan emoticon-shakehand
btw selamat malam semuanya emoticon-thumbsup
0 0
0
Playboy's Diary ( Based On True Story )
31-07-2019 08:33
Wuih kelas 2 sd udah punya jiwa iseng si agan , alibi nya kenalanemoticon-Cape d...

Hmmm parah sih dikasih sesuatu malah dikasih orang lain hmmm kayak na jiwa playboy nya udah ad nih tinggal di kembangin hehe ga banyak loh cowok yang dikasih kado gitu sama.cewek berarti agan tu spesial jadi penasaran seberapa ganteng nya si agan ini emoticon-Peace
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan doctorkelinci memberi reputasi
2 0
2
Playboy's Diary ( Based On True Story )
31-07-2019 14:48
Quote:Original Posted By sucay23
Wuih kelas 2 sd udah punya jiwa iseng si agan , alibi nya kenalanemoticon-Cape d...

Hmmm parah sih dikasih sesuatu malah dikasih orang lain hmmm kayak na jiwa playboy nya udah ad nih tinggal di kembangin hehe ga banyak loh cowok yang dikasih kado gitu sama.cewek berarti agan tu spesial jadi penasaran seberapa ganteng nya si agan ini emoticon-Peace


Kalau ganteng sih relatif, karena tidak sama antara pandangan 1 orang dengan orang lainnya emoticon-Blue Guy Smile (S)
Ikuti saja part selanjutnya emoticon-thumbsup
semoga terhibur.
profile-picture
jas76 memberi reputasi
1 0
1
Playboy's Diary ( Based On True Story )
31-07-2019 16:55
Quote:Original Posted By amikurnia
Kalau ganteng sih relatif, karena tidak sama antara pandangan 1 orang dengan orang lainnya emoticon-Blue Guy Smile (S)
Ikuti saja part selanjutnya emoticon-thumbsup
semoga terhibur.


wooo oke siap asal jangan dikasih kentang aja boleh sih kalo dibikin perkedel #apasihemoticon-Hammer2
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
1 0
1
Playboy's Diary ( Based On True Story )
31-07-2019 17:02
Nita itu orang timur tengah ya gan (no sara) ?
Baru liat kejadian orang mau nembak tapi diwakilin sama sahabat nya sendiri emoticon-Peace
Diubah oleh sucay23
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
1 0
1
Playboy's Diary ( Based On True Story )
31-07-2019 18:57
Quote:Original Posted By sucay23
Nita itu orang timur tengah ya gan (no sara) ?
Baru liat kejadian orang mau nembak tapi diwakilin sama sahabat nya sendiri emoticon-Peace


Ya begitulah namanya jatuh cinta, benar-benar jatuh tidak berdaya mengatakan apapun emoticon-Hammer
Org Kediri kota juga Dianya emoticon-Big Grin
0 0
0
Playboy's Diary ( Based On True Story )
01-08-2019 06:45
Quote:Original Posted By sucay23
wooo oke siap asal jangan dikasih kentang aja boleh sih kalo dibikin perkedel #apasihemoticon-Hammer2


sory kelewat.
Oke ashiaaap emoticon-thumbsup
Tetap staytune in this thread emoticon-shakehand
0 0
0
Playboy's Diary ( Based On True Story )
01-08-2019 10:05
Ya ampun segitu nya ya efek patah hati sampe2 hujan2an untung punya saudara kembar yang mau menemani ya gan emoticon-2 Jempol

Cinta anak smp sih ya putus eh tau2 nyambung lagi gimana perasaan agan setelah tau mereka balikan
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
1 0
1
Playboy's Diary ( Based On True Story )
01-08-2019 11:03
Quote:Original Posted By sucay23
Ya ampun segitu nya ya efek patah hati sampe2 hujan2an untung punya saudara kembar yang mau menemani ya gan emoticon-2 Jempol

Cinta anak smp sih ya putus eh tau2 nyambung lagi gimana perasaan agan setelah tau mereka balikan


nantikan selanjutnya di final part 3 emoticon-thumbsup

Membawa kisah lainnya yang ada hubungannya dengan ini.
Semoga hari ini bisa release post selanjutnya.
Edit, maaf lagi sibuk salah ngetik melulu emoticon-Hammer
Diubah oleh amikurnia
0 0
0
Playboy's Diary ( Based On True Story )
01-08-2019 16:46
Patah Hati Part 3 (END)


Tahun 2001 merupakan tahun ajaran baru, mengingat Aku masuk di sekolahan favorit SMUN 2 Kediri. Meski cuma menjadi murid cadangan dikarenakan nilai ujianku yang mepet dengan nilai batas bawah penerimaan murid di sekolah itu.

Begitu namaku keluar di papan pengumuman penerimaan siswa baru, merupakan suatu kebahagiaan tersendiri buatku.

Hari mulai masuk sekolah dimulai dengan Masa Orientasi Siswa, seperti biasa kita harus mengikuti acara baris-berbaris hingga ploncoan dari panitia MOS kakak kelas kami.

Mulai dari perploncoan hingga mengikuti tes dari kakak pembina, dan semua harus diikuti hingga akhirnya penutupan MOS dengan adanya Inagurasi dari tiap-tiap ekstrakurikuler.

Namun kebahagiaanku pun tak bisa bertahan dengan lama setelah MOS berakhir dan Aku memasuki jam sekolah pada hari biasa.

Mengapa bisa begitu???

Pagi berangkat sekolah, masuk ke kelas. Dan... Ternyata bertemu dengan Dia lagi, tentunya semua sudah tahu. Dia adalah si Nita, dan kita terus 1 kelas hingga kita duduk di bangku kelas 2.

Hingga saya berpacaran dua kali dengan teman satu SMU pun belum bisa menghilangkan ingatanku sama si Dia. Berpacaran dengan Rahma hingga Rizki cuma bertahan sebentar saja. ( Note : Nanti dibahas dalam part tersendiri tentang masa pacaran semasa SMU )

Tinggal di sekolah favorit emang mempunyai tantangan tersendiri, disamping karena banyak anak-anak pintar yang bersaing di dalamnya hingga materi pelajaran yang Aku rasa amat berat.

Hampir tiap pelajaran matematika selalu mendapatkan Her ulangan sepulang sekolah, karena nilainya belum memenuhi syarat untuk lulus ulangan harian.

Si Nita termasuk anak yang pintar, tiap selesai pulang sekolah selalu melenggang kangkung meninggalkan kelas sedangkan sisanya menunggu Her pelajaran yang bersangkutan.

Puncak akhir dari permasalahan antara Aku dan Nita selesai waktu kelas 3 dikarenakan kita beda kelas. Aku masuk IPS dan Dia masuk IPA, ceritanya si Nita tahu Aku benar-benar sibuk dan hobi mengikuti kegiatan ektrakurikuler.

Salah seorang teman dekat si Nita, memberitahukan kepadaku bahwa Doi benar-benar mau jadian dan mau berpacaran denganku asalkan Aku bersedia keluar dari ekstra tersebut.

Namun akhirnya Aku menolak, karena dengan mengikuti kegiatan ektrakurikuler Aku jadi punya banyak teman dari berbagai komunitas, daripada memilih berpacaran dengan Nita namun ujung-ujungnya bisa putus juga.

Semenjak itu Aku baru bisa merasakan yang namanya udara kebebasan setelah sekian tahun terbelenggu oleh yang namanya cinta.



Quote:
" Begitulah Cinta... Deritanya Tiada Akhir"
- Jenderal Tiang Feng-


Quote:
Listen This


Youtube.com
Diubah oleh amikurnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dany.agus dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Playboy's Diary ( Based On True Story )
01-08-2019 22:50
Perempuan Berkaca Mata



Perkenalkan namanya adalah Rizki, nama panggilannya adalah Kiki. Merupakan teman 1 kelas di sekolahku. Rambutnya yang pendek menyerupai lelaki dan selalu memakai kacamata.

Ia bagaikan primadona di kelas kami, dia yang periang dan suka bergaul. Banyak cowok di kelasku yang tertarik untuk mendekatinya, memiliki tubuh yang cukup sintal dengan dibalut pakaian olahraga. Setiap gerakannya di lapangan tak lepas dari pandangan dan godaan berupa siulan maupun sahutan.

Pada suatu hari kebetulan kelas kami ada praktikum komputer, kelas tersebut diadakan setiap hari senin sore pukul 16.00 hingga pukil 18.00. Waktu itu programnya masih Lotus dan DOS menggunakan disket.

Pada waktu praktikum itu Aku duduk berhadapan dengan Kiki, karena tempatnya memiliki 2 sisi yaitu kanan maupun kiri.

Waktu tengah pelajaran ketika kami diberi tugas untuk mengerjakan soal-soal di buku, Aku melihat dilantai bawah meja komputer terdapat sebuah foto. Setelah Aku ambil ternyata foto sebuah wanita mengenakan kacamata, dan orang itu tepat duduk didepanku.

" Ki... Ini foto kamu ya??" tanyaku berusaha memperlihatkan foto yang telah Aku ambil.

"Mana? Lihat dunk?!"
"Emmm... Iya itu fotoku... Kamu dapet darimana?" tanya Kiki.

"Ini tadi jatuh dibawah meja lalu Aku ambil, itu foto kamu usia berapa?" tanyaku

"Oohhh... Itu foto barusan kelas 3 SMP kemaren, kalau kamu mau ambil aja. Aku udah nggak butuh." Kata Kiki.

"Beneran nih buat Aku???" Kataku.

"Iya bener ambil aja, atau kita tukaran foto saja. Foto kamu Aku yang pegang." Kata Kiki.

Tiba-tiba 1 kelas menjadi heboh GEEERRRRR...

"Cie-cie pucuk dicinta ulam pun tiba..." Ada yang menyahut seperti itu.

Tak lama setelah selesai praktikum kita pun saling tukar nomor telf rumah.... Dan lanjut berhubungan mengajak ngobrol via telf pada malam harinya.

Keesokan paginya bertemu di kelas ngobrol dan bercanda ngalor-ngidul. Malamnya telf lagi sampai beberapa hari kedepan.

Hingga suatu saat pada siang hari dan jam pelajaran sudah selesai menandakan waktunya pulang sekolah , tinggal Aku dan Kiki saja yang berada di depan kelas. Kami berbicara pun sudah semakin dekat dan benar-benar sudah akrab, lalu menuju ke pokok permasalahan.

"Mi... Kamu sudah punya pacar belum" Tanya Kiki.

"Belum, mang kenapa Ki?" Tanyaku.

"Sebenernya kamu tertarik sama Aku nggak sih? Kamu sudah punya fotoku, dan Aku juga sudah punya fotomu." Tanya Dia.

"iya... Tertarik sih, tapi..."

"Kamu mau nggak jadi pacar Aku???" Kiki potong pembicaraanku.

"Cuma kamu aja sih yang dekat sama Aku, sebenernya banyak teman SMP ku yang masuk ke sekolah ini."

"Dari mantanku maupun cowok-cowok yang kenal sama Aku, mereka rata-rata suka melecehkan dalam bentuk seksual... Cuma kamu aja yang beranggapan berbeda. Dengan cowok lainnya"

"Masak sih?! Ya maaf sebelumnya Ki..."
"Aku harap kita hanya sebatas berteman dekat saja, masih banyak cowok yang lebih pantas sama kamu..."

Sebenarnya Aku nggak bercerita bahwa itu ada hubungannya dengan ini.

"Bagaimana kalau kita mencoba jalan dulu? minimal seminggu apa dua minggu " Tanya Dia.

"Iya baik kita coba jalan dulu ya" Jawabku.

Dan ternyata cuma berjalan sehari semalam...

Keesokan harinya di jam yang sama sepulang sekolah dan hanya kita berdua duduk bersama didepan kelas.

"Maaf Ki, Aku nggak bisa... kita lebih baik berteman saja." jawabku lirih.

Tak lama kemudian, linangan air mata keluar dari pelupuk matanya. Dia menangis dan berkata menyesal kenapa nggak bertemu Aku semenjak dahulu. Setelah itu kita jabat tangan
lalu mengembalikan foto masing-masing, keesokan harinya kita seperti teman biasa seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

======

Tambahan


Kiki akhirnya jadian sama teman dekatku, sebut saja namanya Agus. Dia suka bikin puisi tentang cinta, di tiap akhir goresan selalu dibubuhkan tanda tangan bertuliskan Karma Duta yaitu inisialnya.

Pada suatu ketika si Kiki melihat karya Agus, dan Dia menangis terharu melihat sebuah karya seorang masterpiece tingkat SMU. Lalu tak membutuhkan waktu lama mereka jadian, karena dengan melihat puisi tersebut si Kiki merasa terjawab semua pertanyaan yang ada di dalam hatinya.

Tentunya si Agus juga mau menerima karena baru kali ini ada sesorang wanita yang sangat menghargai karyanya.
Diubah oleh amikurnia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Halaman 1 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
sfth-hitam-season-2
Stories from the Heart
misteri-gunung-kemukus
Stories from the Heart
sakti-wirajati
Stories from the Heart
elang-mataram
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
cinta-putri-khodam-mirah-delima
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia