Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
423
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d36d5e80577a9194268b67f/kenapa-ane-ketemu-istri-yang-begini-pengalaman-horor-kami
Ini adalah kumpulan cerita horor antara ane dengan istri ane. Maklum, kami berasal dari keluarga masing-masing yang punya "kelebihan", almarhum bapak ane "bisa", bapaknya istri ane pun "bisa".
Lapor Hansip
23-07-2019 16:39

Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (A Horror Experiences)

Past Hot Thread
Halo agan sista yang budiman, Selamat Datang


Quote:Original Posted By Kardova11
PENGUMUMAN


HALO AGAN SISTA SEMUA YANG MENGIKUTI TRIT GUE INI, TERIMA KASIH BANYAK SUDAH MENGIKUTI TRIT INI. UNTUK KELANJUTAN KISAH PENGALAMAN GUE DAN ISTRI, GUE MEMBUAT TRIT BARU. TRIT YANG BARU INI DAPAT DI LIHAT DISINI (OTHERWORLD EXPERIENCE) KAMI MELIHAT 'MEREKA' DIMANA-MANA. TRIT INI DIBUAT BARU KARENA DITULIS OLEH GUE DAN ISTRI GUE DENGAN CARA BERCERITA MASING-MASING DAN AKAN DIBEDAKAN DARI SUB JUDUL UPDATE DAN FONT YANG DIPAKAI. SEMOGA BISA DAPAT MENGHIBUR, MUNGKIN MENAKUTI JUGA (HEHE) AGAN SISTA SEKALIAN PARA PENGGEMAR CERITA HOROR TRUE STORY INI


Sebelumnya terima kasih banyak sudah mau nengok ke Trit ane ini ya. Udah lama sebenarnya pengen nulis lagi di Kaskus, tapi apa daya kesibukan di dunia nyata mengalihkanku. emoticon-Big Grin

Mungkin ini akan menjadi kumpulan cerita horor antara ane dengan istri ane. Maklum, kami ternyata berasal dari keluarga masing-masing yang punya "kelebihan", almarhum bapak ane "bisa", bapaknya istri ane pun "bisa". Walaupun ane sering aneh dengan diri ane sendiri, kenapa kok kalau "lihat-lihat" tidak bisa terus-terusan, alias kadang bisa lihat, kadang tidak. Kadang cuma lihat sekelebatan aja. Agan sista disini ada yang tau ga kalau begini ini kenapa ya? Yang jelas ane ga merasa indigo karena ane ga banyak bisa macem-macem sama alam sebelah.  

Kalau istri ane, itu emang aslinya dia "bisa", tapi karena ada kejadian dimasa kecilnya yang bikin dia ketakutan, akhirnya dia minta tolong ke ke kakeknya (sekarang udah almarhum) buat di tutup. Sampai hari ini dia udah ga banyak "lihat-lihat" lagi, walaupun beberapa kali disituasi tertentu dia masih bisa "lihat". Ternyata yang di tutup itu hanya pengelihatannya aja gan sis. Pendengaran dia nggak. Dia masih sangat sensitif kalau "mendengar". Apalagi semenjak hamil dan kemudian lahiran, intuisi dia semakin tajam, dan sensitifitas dia pun seperti pulih kembali. Baik itu pengelihatannya maupun pendengarannya. Itulah kenapa judul trit ini kayak gitu, kenapa ane dapet istri ternyata bisa begini juga, bahkan lebih sensitif lagi sekarang. hehehe...


Rencananya ini trit bakalan ane bikin jadi kumpulan pengalaman mistis ane dan istri ane, baik sendiri-sendiri maupun yang kami alami barengan, jadi mungkin bakalan ada beberapa cerita nih gan sis. So, ditunggu dan disimak aja ya gan sis.
 

Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)

Alhamdulillah, jadi HT Trit ane, terima kasih banyak atas atensi agan sista sekalian untuk terus jadi pembaca setia trit ini, semoga ane selalu bisa update cerita lagi yan gan sis, ditunggu aja updatenya

Quote:
untuk mensupport tulisan ini, agan sista bisa kok melakukan hal-hal ini :

1. komen-komen di kolom komentar, bisa tanggapan, kritik ataupun saran.

2. Syukur-syukur juga bisa ngasih Cendolemoticon-Toast 
3. Rate Bintang Lima emoticon-Rate 5 Starjuga bisa gan sis


4. Mohon bersabar jikalau kisah ini ada lanjutannya, karena update bergantung kepada aktivitas real life-nya TS 





Selamat Membaca dan mudah-mudahan bisa kebayang dengan apa yang ane ceritakan ya gan sis. 


Diubah oleh Kardova11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jaizal dan 57 lainnya memberi reputasi
58
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
24-07-2019 02:21

Tukang Nasi Goreng di Apartemen

Quote:
Kali ini ane menceritakan kisah yang ane alami sendiri. Kita kembali ke pertengahan tahun 2017, pada saat istri ane mengandung calon anak ane. Kejadian ini terjadi di sebuah apartemen yang ane tempati bersama istri ane karena pada saat itu lokasi rumah ane sangat jauh dengan lokasi tempat kerja istri ane (saat itu istri ane belum resign). Istri ane bekerja di salah satu perusahaan raksasa properti di Indonesia, yang lokasinya ada di ibukota. Akhirnya kita pun mencari hunian yang dekat dengan lokasi kantor istri ane. Ane nggak mau ambil resiko kalau naik angkutan umum bakalan terjadi apa-apa sama kandungan istri ane dan istri ane sendiri. Setelah mencari-cari ternyata manajer dikantor istri ane berbaik hati memberikan unit apartemennya, katanya hitung-hitung sebagai hadiah pernikahan dan kehamilan istri ane. Istri ane adalah salah satu orang yang paling diandalkan oleh manajernya ini, makanya beliau sangat berbaik hati dan secara personal memang orangnya humble dan sangat royal terhadap bawahannya. Ane pun kenal baik dengan beliau. Singkat kata ane dan istri pindahan mengisi apartemen berukuran 35 meter persegi tersebut.

Isi apartemennya sendiri sudah lengkap. Dua kamar tidur (beserta lemari, kasur ukuran Queen, meja rias), 1 kamar mandi, dan 1 pantry yang menyatu dengan ruang tamu, dilengkapi sofa, TV 42”, channel TV Kabel, serta dilengkapi fasilitas umum seperti kolam renang, fitness center dan kios-kios yang menjual makanan menjadi pemandangan sehari-hari kami sampai akhir 2017. Hari-hari kami begitu menyenangkan karena pindah ke lingkungan baru pada awalnya. Tapi makin hari kami tinggal disana kami merasakan agak kurang nyaman dikarenakan kurangnya sosialisasi diantara para penghuni. Lo-lo, gue-gue, boleh dibilang begitu. Ane sempat bilang iseng ke istri, “kalo misal ada yang mati disini, bisa-bisa ga ada yang ngeh nih…tau-tau udah bau busuk aja”. Istri ane cuman bisa ketawa miris dengar pernyataan tersebut. Oh iya, kami tinggal di lantai 8 dari keseluruhan 20 lantai tidak dihitung basement.

Ada satu momen dimana istri ane sedang mengalami kontraksi hebat, kemudian minum obat, sehabis itu dia lemas dan ingin tidur duluan. Saat itu masih jam 22.00 WIB. Jadinya ane masih belum ngantuk-ngantuk banget. Ane akhirnya keluar dari kamar dan nyolok laptop ke TV. Tujuannya adalah menyicil tesis yang belum ane selesaikan karena kepotong urusan pernikahan. Namanya mengerjakan tesis pasti ada jenuhnya, ane akhirnya memutuskan untuk main game, sesuatu yang jadi kebiasaan ane kalau sudah diatas jam 11.00 WIB. Ternyata main game tidak membunuh kejenuhan ane. Pindahlah ane ke HP yang masih di charge. Posisi colokan untuk nge-charge HP itu adalah diseberang kasur. Kamar ane berbentuk persegi, berukuran 3x4 meter, dibagian kanan-samping-bawah kotak (bayangin kotak ini adalah kamar ane), itu adalah posisi jendela, menghadap ke luar, lalu bawahnya langsung terlihat kolam renang. Disebelah jendela persis itu adalah posisi kasur, jadi si kasur ini nempel ke jendela. Posisi charge ane ada di kiri-samping-atas kotak, jadi berseberangan sama jendela dan kasur. Semoga jelas ya. Ane mulai membuka HP dan browsing. Oh iya salah satu provider Indonesia berwarna kuning di apartemen ini sinyalnya sangat payah sehingga membuat ane agak frustasi. Jadi dengan penuh kesabaran ane browsing, dan karenanya waktu tidak terasa semakin larut.

Ane masih inget saat itu waktu menunjukkan 00.45 WIB. Ane kelaparan. Sayang makanan berat sudah habis ane makan, dan cemilan juga habis karena dipakai untuk menemani ane mengerjakan tesis. Jadi ane cuma minum saja. Kembung. Saat ane fokus pada HP tiba-tiba terdengar suara sayup-sayup abang penjual nasi goreng dari balik jendela kamar ane. Suara tek-tek-tek hasil pemukulan terhadap penggorengan itu sangat menggoda. Ane bergumam dalam hati, “wah enak nih nasgor malam-malam gini”. Ane masih fokus ke HP, sambil berpikir untuk membangunkan istri ane, mau dipesankan apa. Sejurus kemudian seperti orang yang baru sadar dari pingsan ane ingat, apartemen ini kan besar, masa iya tukang nasi goreng yang jualannya jauh dari pintu gerbang apartemen bisa kedengaran sampai dekat jendela? Gilanya lagi pas ane nyadar, INI LANTAI 8 BROOOOOO!!!!! Gimana urusannya kang nasgor bisa jualan melewati jendela lantai 8 sebuah apartemen, yang bawahnya langsung kolam renang? Pas ane sadar, suara penjual nasi goreng ini masih terdengar dengan jelas dibalik jendela. Akhirnya ane memutuskan untuk naik ke kasur, ke posisi sebelah istri ane. Awalnya posisi istri ane didekat jendela (karena konfigurasi ini selalu begini), tapi karena ini keadaan “khusus”, ane menggeser posisi istri ane.

Kebetulan ane lagi berani ketika itu, jadi ane cuma khawatir dengan kondisi calon anak ane. Ane pernah dengar cerita kalau makhluk-makhluk alam sebelah itu bisa lihat menembus kulit kita, jadi janin yang dikandung didalam perut istri ane bisa terlihat. Ane nggak mau takabur, tapi ane juga nggak percaya 100%. Jadi baiknya, ane yang usaha mengcover. Ane sudah dalam posisi tidur membelakangi jendela dan menghadap istri ane, suara itu masih terdengar jelas walaupun sayup-sayup. Kalau kata orang, suara sayup itu pertanda si makhluk berada dekat dengan kita. Ane mendengar suara ini sampai kurang lebih 5 menitan. Kemudian hilang. Setelah situasi ane rasa kondusif, ane memutuskan keluar kamar. Ane mau buang air kecil. Posisi kamar mandi persis disebrang kamar ane, jadi beberapa langkah saja sudah sampai kamar mandi. Begitu pintu ditutup dan ritual pembuangan dimulai, suara penjual nasi goreng tadi terdengar kembali. Tetapi dari arah sebaliknya. Yaitu dari arah seberang, yang artinya ada di koridor apartemen. DIDALAM DONG BERARTI??? Koridor apartemen itu sepi, jadi jika ada suara-suara yang berasal dari koridor pasti bergema. Suara tek-tek-tek khas penjual nasgor bergema. Bergema dikoridor apartemen lantai 8. FYI masuk ke dalam apartemen itu kita punya kartu khusus yang ditempelkan seperti mau naik KRL Commuter line, atau naik busway. Jadi rasa-rasanya nggak mungkin orang selain penghuni bisa masuk, apalagi ini pakai bawa gerobak segala.

Teror akhirnya berakhir. Paginya ane bertemu dengan salah satu penghuni unit di koridor dan ane berinisiatif menyapa. Dia menyapa balik, dan kemudian terjadi percakapan.

“Pak kemarin dengar suara?” ane mulai percakapan
“Suara apa ya?” Si bapak bertanya, heran.
“Tukang nasgor, lewat sini pak.” Ane jawab sambil menunjuk koridor lantai 8 tersebut.
“wah, iya tuh, kirain saya doang yang dengar, mas juga dengar ternyata ya? Saya pikir awalnya mimpi, tapi ternyata saya masih bangun. Saya takut mas. Kok angker banget ya?” Si Bapak membalas ane dengan nada semangat, tapi agak ketakutan juga raut wajahnya.
“Itu dia pak, semalam saya dengar bahkan dari jendela, gila aja masa tukang nasgor bisa terbang ke lantai 8? Mana bawahnya kolam renang lagi.” Ane menimpali.
“Udah mas, jangan diomongin lagi, nanti malah muncul lagi, mari” ujar si bapak seraya pamit melanjutkan jalannya menuju eskalator.

Ane bertanya-tanya, apa iya disini angker? Apa iya banyak penghuni dari alam sebelah? Sebenarnya dulu sebelum dibangun apartemen, tanah ini bekas dipakai apa ya?

Sampai ane pindah lagi ke Bogor di awal 2018, ane nggak pernah dapat jawaban apapun dari tempat tersebut, dan ane juga malas untuk mencari tahu lebih lanjut, cukup tahu saja dan biarkan kita hidup berdampingan.

Diubah oleh Kardova11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
papahmuda099 dan 19 lainnya memberi reputasi
20 0
20
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
23-07-2019 16:50

Kejadian Horor di Rumah Kami

Quote:Suatu malam, ane dan istri sedang berusaha keras untuk nidurin anak yang kancilen (bahasa jawa untuk anak yang sulit tidur). Kejadian ini sekitar bulan April 2019, sebelum datangnya bulan ramadhan 2019. Karena kecapaian seharian main, maklum weekend, makanya anak ane jadinya agak susah tidur. Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB. Anak sudah mulai terlelap dan ane masih bangun. Istri juga masih bangun sambil mainan HP. Kondisi kamar ane gelapin total, karena kami tidak terbiasa untuk tidur dalam keadaan terang, begitu juga dengan anak ane yang akhirnya mengikuti kebiasaan untuk tidur dalam keadaan gelap. Kamar ane ada di lantai 2 rumah. Kamar ini menghadap langsung ke ruang tamu. Sebelah kamar ane ada juga kamar tamu tetapi ukurannya tidak sebesar kamar ane. Ane tinggal di rumah mertua ane, yang mana rumah ini memiliki sisi historis buat istri ane. Ane memutuskan tinggal di Bogor dan pindah dari rumah Depok setelah menikah 2017 lalu lebih karena alasan di Bogor lebih tentram, lebih sejuk dan tidak semerawut.

Ane akhirnya ngobrol-ngobrol tipis dengan istri. Ngobrol ngalor ngidul sampai pada bahasan yang agak horor mengenai hujan. Hujan yang dipercayai akan membuat makhluk di alam sebelah numpang meneduh di teras rumah itu baru saja kejadian soalnya dirumah sebelah. Istri ane yang lihat sendiri soalnya. Dia cerita soal itu ke ane. Sejurus setelah ngobrolin masalah itu, tiba-tiba pintu kamar ane terbuka dengan sendirinya, agak pelan tapi pasti, dibarengi sama suara khas pintu-pintu berumur tua yang bunyinya makin bikin merinding. Menurut kepercayaan mertua ane, kalau malam hari itu ruang tamu sebaiknya dinyalakan lampunya. Ini entah karena kebiasaan di tatar sunda (istri ane campuran sunda betawi) atau bagaimana ane juga nggak tahu, akhirnya dari awal ane kenal keluarga istri ane yang dari bapaknya, mereka semua selalu menyalakan lampu ruang tamu kalau malam datang. Kondisi ane sendiri lagi tertutup selimut, istri ane pun sama (kami beda selimut) dan anak kami ada di tengah-tengah. Istri ane dan ane sadar pintu terbuka. Kami sama-sama masih tutupan selimut karena mengira itu adalah bapak mertua ane. Tapi ane heran biasanya kalau mau masuk pasti ketok dulu bapak mertua ane. Ini kok tumben banget nggak ketok-ketok. Setelah ditunggu sekitar semenitan kok tidak ada suara, otomatis ane dan istri ane buka selimut dan mendapati kamar ane mendapat cahaya dari ruang tamu yang melewati pintu, tapi di depan pintu atau sekitaran kamar tidak ada siapa-siapa. Ane pun bergegas bangun dari tempat tidur dan menuju ke ruang tamu. Apa yang terjadi? Tidak ada siapa-siapa ternyata!

Ane berusaha untuk realistis. Tapi istri ane yang keburu takut karena dia ternyata menyelot (selot) pintu kamar sebelum naik ke kasur. Jadi ga mungkin juga bisa terbuka itu pintu kalau sudah di selot. Ane cukup panik tapi berusaha nggak takut. Ane selama ini selalu bertemu hal-hal yang aneh-aneh dari alam sebelah itu selalu di luar rumah, tidak pernah dilingkungan rumah, apalagi sampai masuk ke dalam. Ternyata malam itu kejadian yang menurut ane agak nyeleneh terjadi didalam rumah ane. Belum selesai kepanikan ane dan istri ane, tiba-tiba listrik rumah kami mati. Ane langsung lihat ke jendela karena tempat tidur kami dekat dengan jendela, ternyata tetangga semuanya masih nyala listriknya. Artinya tidak ada pemadaman listrik pada saat itu. Belum juga beranjak dari tempat tidur karena mengira listrik kami jepret (kondisi dimana suplai listrik tidak kuat menanggung beban pemakaiannya), ternyata listrik sudah kembali menyala.

Istri ane langsung turun ke lantai 1, tempat dimana mertua ane tidur. Rumah ane (barengan sama mertua) ini lantai 2 yang dipakai sebagai tempat keluarga kecil ane tinggal itu posisinya sejajar dengan jalan, sementara lantai 1 nya itu berada di bawah permukaan jalan. Kalau dilihat dari luar itu rumah ane hanya 1 lantai saja tanpa ada lantai lagi kebawahnya. Kembali lagi, istri ane mengecek apakah bapak ibunya sudah tidur atau belum. Ternyata ibunya sudah tidur, tetapi bapaknya masih nonton tv (ada tv di kamar mertua ane). Istri ane langsung nanya ke bapaknya apakah tadi buka pintu kamar atau tidak. Jawabannya udah ketebak kan? Bapaknya tidak membuka kamar tidur ane. Beliau pun belum naik ke lantai atas seharian itu. Makin panik, istri ane bercerita apa yang terjadi. Ane pun mulai panik. Ane dan istri panik bukannya takut, melainkan mengkhawatirkan anak ane yang nantinya ada kemungkinan kena ganggu juga kan.

Bapak mertua ane kemudian naik ke lantai 2 diikuti oleh istri ane dan ane sambut diruang tamu. Ane beranjak keruang tamu untuk memastikan bahwa tidak ada konslet listrik. Pintu kamar ane tutup takut ada nyamuk masuk dan suhu ruangan menjadi agak panas. Lalu ane membuka pintu kamar tidur, dan apa yang terjadi? Anak ane duduk ditengah kegelapan. Tidak nangis, melainkan ketawa-tawa senang. Anak ane biasanya selalu nangis kalau dia ditinggal sendirian entah itu pas lagi bangun atau dari posisi tidur dan tiba-tiba terbangun di malam hari. Maklum namanya bayi baru setahun masih suka kebangun malam-malam. Posisi duduknya itu seperti duduk diantara dua sujud kalau lagi salat, bersimpuh gitu, dan tangannya menengadah keatas seperti orang yang mau minta di gendong. Seperti cerita-cerita horor kebanyakan, ane, istri dan bapak mertua secara otomatis melihat keatas, kearah plafon tempat si bayi ini memfokuskan pandangannya dalam gelap, dan disitulah kami melihat sesosok makhluk dari alam sebelah. Bentuknya seperti wanita jelek (sebutan untuk kuntilanak ala channel youtube jurnalrisa) kebanyakan. Rambut terjuntai turun, lebat dan berantakan, baju putih kecoklatan kusam, tinggi, muka tertutup tapi matanya ane bisa lihat. Yang agak lainnya adalah, dia menempel di plafon layaknya Spiderman yang menghindar dari Bibi May yang datang ke kamar Peter Parker. Si mahluk ini pun sepertinya tinggi besar, tapi ane ga bisa ngukur setinggi apa, karena dia menempel di plafon.

Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)

Ilustrasinya si makhluk

Akhirnya dengan sigap ane dan istri langsung ambil anak kami dan kemudian mengusap mukanya dan kami mulai doa-doa. Lalu bapak mertua ane mencoba komunikasi dengan makhluk ini. Ternyata dia (si wanita jelek ini) mendengar percakapan kami entah bagaimana caranya, lalu mendekat karena ingin menyampaikan sesuatu. Dia ingin ditolong. Tapi namanya jin yang kemungkinan penuh tipu muslihat, bapak mertua ane tidak percaya begitu saja dan akhirnya entah berdoa dengan kombinasi seperti apa, si makhluk berhasil di keluarkan dari rumah. Setelah itu ane langsung tanya-tanya (ane biasa diskusi soal mistis-mistis begini bareng bapak mertua), kok bisa masuk? Kan udah di Seal? Seal maksudnya dipagari (ghoib) oleh bapak mertua ane, tapi kapannya itu dipasang ane ga pernah dikasih tahu. Lalu dijawab dengan sedikit nasehat “kalau mau ngobrol-ngobrol soal kaya gituan jangan malam-malam, kasihan si dede”. “Terus kurangin juga itu nonton-nonton channel-channel youtube yang horor-horor kalau malam, semuanya jadi keundang, kepicu karena itu, plus kalian juga diskusiin kan, makin kuat dan ngerasa terpanggil jadinya mereka…..”. Entah ane harus percaya atau nggak, tapi yang jelas kejadian ini baru aja kejadian didalam kamar ane.
Kebelakang, ane mulai merunut apa-apa saja yang pernah terjadi tapi kita anggap sebagai sesuatu yang biasa atau hanya iseng. Ya, hal itu dimulai ketika kita jadi sering lagi menonton dan membicarakan hal-hal mistis. Pantas saja belakangan istri ane yang sensitif terutama pendengarannya, selalu menyalakan TV ketika akan tidur yang akhirnya sempat jadi perdebatan diantara kami. Ternyata setiap jam 2 pagi dia selalu dengar suara-suara asing di telinga, tapi agak jauh dan sayup-sayup. Terlebih lagi suka ada terdengar bunyi-bunyi unggas peliharaan bapak mertua dan tetangga (ayam dan burung) pada jam-jam segitu. Ane pun sempat mengalami ketika TV ane matikan sekitar jam segitu (ane habis main game), tapi ane belum akan tidur, melainkan membereskan peralatan untuk kerja pagi harinya, TV yang sudah mati tiba-tiba nyala sendiri. Ane berpikir mungkin timer yang nggak sengaja nyala. Tetapi kejadian itu ane alami sampai tiga kali. Ane berusaha tidak takut karena ane berpikir kalau kita makin takut mereka akan semakin senang menggoda kita.

Saat ini ane dan istri sudah berusaha untuk mengurangi obrolan-obrolan tentang mistis di kamar selepas waktu Isya, atau lewat dari pukul 19.00 WIB. Tetapi kalau nonton youtube masih, hanya saja tidak sesering tempo hari yang bisa tiap malam kita nonton dari beragam sumber channel youtube misteri yang ada. Gangguan ternyata masih ada, tapi tidak seekstrim kejadian yang sampai masuk ke kamar kemarin ini. Intinya kita harus tetap yakin kalau kita ini makhluk Tuhan yang paling sempurna, jadi tidak ada alasan untuk ketakutan yang berlebihan. Kita dibekali agama, kita bisa gunakan kepercayaan itu untuk mempertebal keberanian kita dan yakin bahwa Tuhan selalu melindungi setiap umatnya yang selalu berdoa dan meminta kepada-Nya.
Diubah oleh Kardova11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kokisyantik dan 27 lainnya memberi reputasi
27 1
26
Lihat 5 balasan
Memuat data ..
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
25-07-2019 01:39

Wanita Jelek di Jalan Desa

Quote:Awal 2017 adalah masa-masa deg-degannya gue karena gue akan menghadapi perjalanan hidup yang lebih serius dengan pacar gue ketika itu (istri gue sekarang). Gue sedang menyusun rencana persiapan pernikahan gue dengan dia. Lalu ada wasiat atau amanah dari neneknya istri gue yang mau cucu kesayangannya ini menikah ditanah dimana bapaknya dilahirkan. Akhirnya kita menyusun rencana menuju ke Kuningan, Jawa Barat. Bapaknya dia ini orang Kuningan. Kami melakukan persiapan, mulai dari rencana ke KUA, rencana untuk sewa tempat serta rencana-rencana detail lainnya yang nggak perlu gue sebutin satu persatu.

Kami berangkat dari Bogor menuju Kuningan bersama dengan (calon) bapak ibu mertua ketika itu menggunakan gerobak kesayangan. Perjalanan lumayan lancar dan pada akhirnya sampailah kami di rumah kakeknya pacar gue. Gue beristirahat dulu karena lumayan capek juga perjalanan. Gue nyetir sendiri soalnya nggak ada gantian, karena emang keluarga pacar gue nggak ada yang bisa nyetir. Usai terbangun beberapa jam kemudian, gue sama pacar gue mau keluar jalan-jalan malam. Rumah kakeknya itu sangat dengan alun-alun kota, jadi kalau kesana tinggal jalan kaki aja. Sepanjang jalan menuju ke alun-alun itu juga banyak banget yang jual makanan dari mulai kaki lima sampai restoran kekinian maupun kedai kopi. Cukup maju untuk kota kecil ya.

Malam pertama di Kota ini mulus-mulus aja nggak ada yang ganjil. Masuk di malam kedua, baru mulai ada yang seru disini. Kami akan kerumah tantenya pacar gue disebuah desa yang sebenarnya tidak jauh dari kota, tapi dari rumah kakek pacar gue sampai kerumah tantenya ini melewati jalan yang cukup berliku karena perbukitan ya, dan jalannya juga lebarnya kurang lebih hanya 4 meteran, jadi kalau ketemu sama mobil dari arah berlawanan cukup horor juga karena sampingnya itu jurang, mesti ekstra hati-hati. Tanpa ada kejadian mistis didaerah ini sebenarnya juga udah agak horor, terutama ya jalannya itu tadi yang berliku, tikungan tajam, tanjakan dan turunan yang nggak mobilwi (temannya manusiawi..wkwk).

Kami menjemput sepupu pacar gue ke Cirebon yang jarak tempuhnya kurang lebih 45 menitan. Kami jemput dia di stasiun, karena dari Semarang dia menggunakan kereta api. Setelah ketemu dia, kami pun langsung tancap gas, takut kemalaman. Sepupunya ini benar-benar diam seribu bahasa, karena kalau dari pakaiannya, dia sangat religius dan selalu menjaga pandangan serta lisannya, mungkin. Gue yang baru pertama kali kenal yang tadinya mau nanya-nanya banyak pun jadi bodo amat, karena dia duduk di seat tengah. Kami sampai di Kuningan kota sekitar jam 20.00 WIB. Tadinya mau makan dulu tapi akhirnya langsung saja, karena gue berpikir kalau makan dulu nanti kemalaman repot, toh juga si sepupu ini diem-diem bae, malah nggak asyik nanti ngobrolnya.

Kami mampir kerumah kakek pacar gue sebentar untuk ambil beberapa titipan bapaknya yang ditujukan untuk tantenya. Perjalanan di kota lancar-lancar saja karena memang tidak pernah macet. Ketika kami masuk ke jalan desa, barulah ketegangan dimulai. Jalanan gelap tanpa ada penerangan sama sekali. Sebelah kiri kami ada jurang yang walaupun tidak terlalu dalam tapi kalau jatuh kesana tetap bakal COD sama malaikat bro. Modal bismillah mobil gue bawa melewati daerah yang seru ini. Sepanjang jalan gue dan pacar ngobrol ngalor ngidul sambil dengar musik metal (kami berdua pecinta musik metal) buat menghilangkan rasa tegang dan sedikit takut ini. Sampai pada satu titik dimana kami sedang asyik ngobrol, tiba-tiba si pacar diam, nggak lama, tapi gue sadar.

“kenapa lau?” gue bertanya.
“ah nggak apa-apa, cuman kelilipan aja dikit.” Sahut dia.
“oh yaudah…..” Gue melanjutkan konsentrasi menyetir gue sambil dengar musik metal lagi.
--
Sampai dirumah tantenya dengan selamat, gue langsung mengucap syukur. Tuhan melindungi perjalanan kami. Gue sebentar doang di rumah tantenya karena malam semakin larut dan desa semakin sepi. Gue tahu desa ini aman, bebas begal, tapi gue tetap nggak mau ambil resiko. Tancap gas, kami balik ke rumah kakek si pacar. Seperti sebelumnya kami ngobrol ngalor ngidul sambil dengar musik metal, sesekali kami headbang bareng pas ada lagu yang asyik banget dibuat angguk-angguk kepala gitu..wkwkwk.. Lagi asyik menikmati lagu, tiba-tiba kejadian si pacar diam terulang lagi. Gue mau mastiin kalau dia lagi nggak kenapa-kenapa. Dia bilang tidak ada apa-apa memang. Pada saat dia diam itu, gue kok merasakan sesuatu yang nggak baik ada di atas kap mobil gue, tapi gue nggak tahu itu apa. Jadi gue berpikir positif aja, karena kalau berpikir aneh-aneh takutnya malah beneran kejadian yang aneh-aneh.

Akhirnya sampai juga dengan selamat, dan sekali lagi gue mengucap syukur. Tapi ada yang janggal karena bapaknya pacar gue udah cengar-cengir pas menyambut kita diruang tamu. Beliau Cuma bilang, “ngeliat ya?” ke pacar gue. Gue bingung, kenapa nanyanya kayak begitu? Pacar gue ngangguk dan nggak banyak bicara. Dia pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih, dan gue naik ke lantai 2 ke kamar tamu untuk ganti pakaian. Setelah beres, gue turun lagi ke lantai 1, karena pacar gue tidur bareng sama orangtuanya di lantai 1. Makan malam sudah disediakan diruang makan. Sambil makan gue ngobrol.

“lu liat apaan tadi dijalan?” tanya gue kepo berat.
“kunti….” Dijawab singkat padat jelas.
“seriusan? Disebelah mana? Kok gue nggak lihat? Curang anjir…” makin kepo gue nanya.
“tadi sebelum turunan menuju jembatan, pas banget dekat belokan, dikanan atas itu emang ada kuburannya.” Kata dia.
“ah seriusan? Pantesan tadi gue juga ngerasa ada yang aneh pas lewat situ, diperjalanan pulang kita tadi.” Gue menimpali.
“itu makhluk kaya digantung dipohon, tapi masalahnya nggak ada pohon yang menjuntai turun kearah jalan kan. Disitu gue mendadak diem. Karena dengan begitu dia melayang, nggak hinggap dimana-mana.” Kata dia lagi.
“Njir, gue padahal udah lama nggak lihat-lihat begituan, kok sekarang malah lau yang lihat-lihat?” Sambar gue.
“yang bikin gue takut itu matanya merah banget, nyala merahnya, makanya gue langsung diem kaya patung sejenak karena lihat pemandangannya kayak gitu. Kalau penampakannya standar kunti lah ya.” Ujarnya sambil agak sedikit bergidik.
“terus pas pulang lihat lagi?” Tanya gue lagi.
“ho oh, liat lagi, dan dia melihat kearah datangnya kita, sama persis pas kita pergi diawal. Bedanya sekarang terbalik, kaya kelelawar, kepala dibawah, bagian kaki diatas, tapi kakinya nggak kelihatan” Katanya.
“berarti pas balik, badan dia juga ngikut balik juga dong? Gokil juga ini, mana sampe terbalik juga berdirinya lagi” Kata gue setengah bercanda, untuk mencairkan suasana.
“Iya, gitu, makanya gue takut” Lanjutnya lagi.
“Terus itu bokap kenapa cengar-cengir, terus kaya langsung tahu?”
“karena dia kan ikatan batinnya kuat banget sama gue, jadi apa-apa yang gue rasain bisa kerasa dan ketahuan sama dia.”
“yauda abisin makanannya, abis ini lu tidur ya” Kata gue mengakhiri percakapan yang cukup bikin gue lumayan takut, tapi kepo juga…heheheh…

Jadi setelah makan dia pamit tidur duluan. Karena gue belum ngantuk dan kebetulan bapaknya masih nonton TV diruang tengah, gue memutuskan untuk coba cari tahu.
“Beh, kok babeh bisa tahu?” Tanya gue penasaran.
“Iya, disitu mah biasa” Ujarnya tenang.
“Biasa gimana beh?” Gue nanya lagi.
“Dulu babeh waktu kecil pas boncengan sama ayah babeh, sempat diisengin. Mesin motor tiba-tiba mati mendadak…hahaha…” Kata dia. Dia ketawa, gue merinding.
“terus gimana lagi?”
“cuman dibilangin sama ayah babeh, udah kalau mau bercanda jangan sekarang, saya buru-buru! Dan setelahnya, mesin nyala lagi” Sambung babeh.
“babeh lihat nggak itu bentuknya? Tanya gue masih kepo.
“ya sama kayak yang anak babeh lihat tadi”
“seriusan? Kok babeh bisa tahu sih bentukannya bagaimana, kan lagi nggak ada disitu?” gue kepo parah ini calon mertua gue sakti apa gimana…ahahaha..
“Udah nggak penting tahunya gimana, yang penting itu selalu waspada kalau dijalan, kamu juga kan suka lihat-lihat kayak gitu, itu bisa ngganggu kamu dijalan” Tutup dia, dan kemudian gue pamit naik ke lantai 2 untuk tidur.

Gue udah masuk dikamar tamu yang bakal gue tidurin malam ini dan gue baru sadar, kok babeh bisa tahu kalau gue “bisa” ? gue kan nggak pernah kasih tahu, dan pacar gue juga sudah gue bilangin kalau hal kaya gini nggak perlu dikasih tahu ke siapa-siapa,nggak penting juga.
Berakhirlah hari gue saat itu dengan terlelap tidur membawa banyak pertanyaan.


TKP

sumber gambar : Google Street View
profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
28-08-2019 11:43

Pocica At Daylight

Quote:Kejadian ini baru aja terjadi hari jumat kemarin, 23 Agustus 2019. Ini gue selip dari rencana update cerita yang ada, karena masih fresh banget. Hehehe. Kejadian ini terjadi dikantor gue sendiri, dan diwaktu siang hari sekitar jam 10-an. Gue biasa datang jam 9-an kalau kekantor. Memang dikantor gue itu bebas aturannya mau datang jam berapa, yang penting kan beres kerjaannya. Kantor gue yang sekarang sudah berbeda dengan kantor yang pernah gue ceritakan sebelumnya yang ada Dementor. Penawaran lebih gue dapatkan dikantor ini soalnya. Dan peluang untuk melesat lebih tinggi pun ada disini.

Kantor gue ini berada di Jakarta juga, kompleks perkantoran gitu, dengan 5 lantai. Ga terlalu besar karena bentuknya kaya rukan-rukan gitu. Diantara kantor yang ada disini ada 2 KCP Bank Plat Merah, Bank Swasta, Start-Up pendidikan dan transportasi serta ada juga panti pijat. Ya ada panti pijat nyelip di rukan bagian belakang. Warna gedung perkantoran ini dominan putih dari luar, dalamnya ya tergantung pemilik atau penyewa masing-masing. Dulu ketika awal pindah ke kantor gue yang sekarang, dari awal gue sudah merasakan “wah ada ini mah”.

Untungnya bapak-bapak ibu-ibu mas-mas mbak-mbak disini pada rajin beribadah makanya gangguan jarang sekali terjadi. Sebelum gue menikah gue sering banget pulang malam dari kantor ini, tapi jarang mengalami kejadian aneh, mungkin karena orang-orang dikantor senang pulang agak malam karena datangnya siang, alasannya kebanyakan untuk menghindari macet rush hour Jakarta yang nggak logis.
Ruangan gue berada sederet dengan ruang SPV dan juga tim finance dilantai 1. Didepan ruangan itu ada koridor serta meja-meja staf berderet. Karena gue diruangan itu sendirian jadinya gue jarang keluar ruangan kalau ga penting-penting amat.

Singkat cerita kedatangan gue pagi itu dihari jumat langsung disambut dengan bau bangkai yang sangat menyengat. Busuk sekali baunya. Baunya entah darimana. Gue masuk keruangan dan langsung menyalakan humidifier. Lumayan buat ngurangin bau yang tetap menyengat. Bau ini belum hilang juga sampai dengan sekitar jam 11 siang. Gue mau keruangan finance untuk mengurus rencana keberangkatan dinas. Mengurus uang jalan dan sebagainya gitu lah. Ternyata ruang finance sedang kosong saat itu. Gue menunggu lumayan lama dan akhirnya memutuskan kembali keruangan dulu sambil melanjutkan pekerjaan.

Tidak lama kemudian gue mendengar sayup-sayup mbak-mbak finance datang dari kejauhan dan melewati ruangan gue. Oh mereka udah kembali. Yaudah sebentar gue kesitu deh. Gue melanjutkan dulu pekerjaan, karena tanggung. Karena sudah mau jumatan, sekitar jam 11.30, gue memutuskan untuk ngurus ke finance dulu buat diproses. Kan mereka ga ada yang jumatan juga, jadi harusnya bisa lebih cepat. Berangkatlah gue ke ruang finance. Gue mengetuk pintu geser yang terbuat dari kaca dan rangkanya alumunium. Dari dalam terdengar suara, “Buka aja.”

Gue membuka pintu finance dan gue sangat kaget setengah mati. Jadi posisi ruang finance ini ga besar dan ada dua orang yang ada didalam situ. Sisanya finance ada dilantai 4. Mereka ini duduk menghadap ke pintu kaca. Gue melihat sosok dibelakang mereka. Sosok yang sangat familiar didunia permistisan nusantara. Dia lah hantu bungkus a.k.a pocong a.k.a pocica. Gue langsung lemas seketika dan ga jadi ngomong apa-apa diruangan finance tersebut. Sosok ini diam saja ga bergerak dan terus ada bahkan sampai gue pulang jumatan. Sosoknya ini terbungkus kafan tapi lusuh kainnya, agak kecoklatan gitu. Mukanya tidak terlalu seram tapi pucat, dan matanya memejam, entah muka siapa yang dipinjam ini. Gue sempat mematung beberapa saat dan lemas, sebelum dikagetkan oleh orang finance.

Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)

“Mas kenapa bengong deh?” tanya salah seorang dari mereka.

“nggak, nggak apa-apa kok.” Jawab gue.

Kemudian mereka yang curiga ane melihat ke satu titik dibelakang mereka, akhirnya menengok juga.

“Ngeliatin apaan sih mas?”

“Nggak sih, ga ada apa-apa kok. Udah ya, gue cabut dulu. Eh iya, lo pada nyium bau bangke ga?”

“Iya mas, nyengat banget, kayaknya dari dalem sini, tapi ga tau darimana.”

“Yaudah jangan lupa pada salat yak nanti.”

Gue langsung keluar dari ruangan itu. Gue takut dan heran. Kok bisa tengah hari bolong gini ada kayak gituan? Diruangan yang tiap hari ditempatin lagi. Soalnya setahu gue kan kalau pocica begitu senangnya ditempat yang sudah lama tidak dihuni jadinya lembab, kemudian biasanya mereka datang atau ada diwaktu gelap dan tempat yang gelap. Lah ini? Ruangan finance itu selalu terang, selalu banyak orang yang hilir mudik keluar masuk kesitu. Ga pernah sepi. Gue bingung setengah mati.

----

Gue akhirnya cerita sama istri mengenai hal yang gue alami tadi ke istri. Dia hanya nanya, “ada yang lagi dapet ga diantara mereka berdua?” Lalu gue jawab ada kayaknya. Istri gue kemudian menyarankan untuk menanyakan orang yang lagi dapet itu gimana, apakah dia sakit atau tidak. Gue bilang, senin gue tanyain.

Pada hari senin gue datang ke kantor. Bau bangkai itu masih ada tapi tidak terlalu menyengat lagi. Dan gue cek ke ruang finance, si pocica masih ada disitu. Lalu gue mengajak anak finance yang lagi dapet keluar sebentar.

“Lo kemaren sakit waktu pulang dari kantor?” tanya gue.

“Iya mas, kok lo tau? Gue meriang semaleman abis pulang dari kantor jumat kemaren.” Jawab dia.

“oh yaudah ga apa-apa. Sekarang gimana, masih sakit?”

“Udah nggak sih. Mudah-mudahan ga sakit-sakit lah. Doain gue sehat lah mas.”

“Haha iya pasti lah gue doain. Jangan lupa salat lo pada ya. salatin ruangannya juga kalau bisa.”

“Oke mas.”

Mungkin agan sista disini ada yang tahu, kenapa si entitas itu berada diruang yang terang disiang hari, diruangan yang selalu ramai orang, ga seperti yang dikatakan kalau mitosnya kan pocica ini menyenangi ruang gelap dan lembab serta jarang didatangi orang. Gue sampai detik ini saja masih bingung banget kenapa bisa ada sosok itu disitu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
19-08-2019 12:19

Wanita Jelek di Lapangan Komplek

Quote:Cerita ini berlangsung sudah cukup lama. Karena kemarin ini gue melewati tempat kejadian tersebut (sayang gue lupa memfoto TKP), gue membuka catatan lama dan akhirnya menemukan catatan kejadian tersebut. Jadi ceritanya, gue sedang menjalani recording untuk beberapa lagu baru bersama kawan yang kebetulan rumahnya dekat dengan rumah gue, satu komplek. Home recording berjalan dengan lancar awal. Sampai akhirnya jelang magrib kami berhenti dan malah bercerita yang horor-horor seputar komplek masa kecil kami ini.

Keadaan TKP tidak banyak berubah. Masih seperti awal kejadian, hanya saja lapangan sekarang sudah diplester bagus sehingga tidak banyak yang bolong plesterannya, dicat juga seperti lapangan bulutangkis (aslinya ini adalah lapangan voli). Kejadian bermula sehabis magrib dimana segerombolan anak-anak dari mulai SD-SMA dikomplek ini (ada yang dari luar juga) berlatih karate. Organisasi karate ini merupakan organisasi resmi dan berlisensi serta berafiliasi ke KONI. Karenanya, banyak yang ikutan masuk kesini. Ketika itu ada sekitar 20 orang yang sedang latihan karate. Salah satu pelatihnya adalah kawan gue. Jadi gue ikutan nimbrung nonton yang pada latihan.

Latihan berlangsung normal seperti biasa. Dari mulai pemanasan, kemudian latihan-latihan inti, latihan yang dibagi perkelompok dan juga latihan-latihan individu lainnya. Tidak ada yang aneh ketika itu. Dan tidak ada juga kecurigaan atau tanda-tanda yang ganjil akan kemunculan sosok ini. Tiba-tiba sedang asyik konsentrasi dengan latihan, anak-anak terutama yang SD menjerit histeris, dan kemudian akhirnya dibarengi hampir semua yang ada disitu. Gue pun shock berat ketika itu.

Ya, gue dan orang-orang yang ada dilapangan melihat sosok wanita jelek a.k.a. kuntilanak dilapangan itu. Penggambarannya begini, posisi lapangan ada diantara rumah warga. Dan diatas lapangan tersebut ada banyak pohon bambu yang bukan masuk wilayah komplek, jadi bambu ini menjuntai turun dari atas. Karena komplek kami letaknya agak dibawah, lebih rendah dari jalan raya, makanya pohon-pohon bambu yang sejajar dengan jalan pun berjuntai kebawah terutama yang sudah tua umurnya. Si kuntilanak tersebut sempat terbang berputar yang menyebabkan seisi lapangan bisa melihat dengan jelas. Seisi lapangan kemudian histeris dan menjerit tidak karuan yang membuat keadaan lapangan menjadi chaos. Ada yang akhirnya menangis, ada yang sempat pingsan, ada yang terus menerus berteriak histeris sambil melotot. Gue takut awalnya ada yang bakalan kesurupan tapi tidak ada ternyata.

Si kuntilanak ini kemudian meluncur menukik dari atas menuju kesamping bawah, kearah rumah warga yang ada di sisi kiri lapangan. Si kuntilanak menghilang menembus tembok rumah tersebut. Rumah tersebut juga merupakan rumah kawan gue, dan gue akhirnya berinisiatif langsung masuk kerumah itu, karena gue tahu yang tinggal disitu hanya kawan dan kakek neneknya yang sudah berumur. Gue mengetuk dengan keras dan terburu-buru sebelum akhirnya neneknya yang keluar untuk membukakan pintu. Percakapan terjadi kurang lebih seperti ini.
“Nek, dirumah sini aman?” kata gue.

“Ndak ada apa-apa kok. Tapi nenek dengar dilapangan pada histeris itu kenapa ya? si Mbah kakung kaget tadi. untung ndak apa-apa juga.” Ujar Nenek.

“Iya Nek, tadi kami lihat di lapangan ada kuntilanak. Mutar-mutar diatas lapangan, asalnya dari pohon bambu sana.” Kata gue sambil menunjuk pohon bambu yang ada diatas kanan lapangan.

“Aduh seram sekali ya. tapi ndak ada yang masuk, nenek juga ndak lihat apa-apa didalam.”

“Justru itu nek, aku mau mastiin bahwa makhluk ini ga ada didalam. Soalnya tadi menghilangnya masuk kerumah ini nek.” Kata ane.

“Yowes, coba kamu periksa ya.”

Gue kemudian memeriksa seluruh ruangan dan tidak menemukan sama sekali makhluk tersebut. Ketika gue berada didalam rumah kawan gue, yang ternyata kawan tersebut belum pulang dari kantornya, terdengar lagi suara histeris beramai-ramai dilapangan. Gue langsung keluar dan bertanya ke teman gue, ada apa lagi. Dia hanya menjawab, hantunya keluar lagi dari rumah, terus mutar-mutar diatas lapangan, terus menghilang lagi ke arah pohon-pohon bambu.

Gue merasa aneh sekali karena semua orang yang ada disitu bisa melihat penampakan. Jarang sekali terjadi bisa melihat penampakan secara massal seperti itu. Gue masih bingung sampai sekarang, sampai kami membahasnya lagi kemarin ini. Jawaban belum ditemukan sampai detik ini. Dan si kuntilanak pun semenjak itu sudah tidak pernah menampakkan diri lagi, walaupun memang sering ada kejadian ganjil disekitaran portal komplek yang bagian belakang ini. Lapangan ini dekat portal komplek kami bagian belakang yang sudah ditutup permanen karena waktu masih dibuka, komplek kami sering dilewati pengendara baik mobil pribadi, motor, angkot bahkan bis yang memotong jalan melalui komplek ini untuk menghindari macet. Pernah ada kejadian tabrak ditempat yang kemudian meninggal, salah satu kawan gue perempuan ketika gue masih SMA. Tertabrak oleh armada bus yang suka-sukanya kalau dijalan. Kejadiannya persis didepan lapangan tersebut. Tapi apakah itu perwujudan yang menyerupainya? Atau bukan? Gue nggak pernah tahu karena gue tidak sempat melihat mukanya yang tertutup rambut tebal yang terurai kebawah ketika terbang-terbang diatas lapangan itu.
Diubah oleh Kardova11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
30-07-2019 12:09

Para "Penghuni" Asrama_Part 2

Quote:Cerita ini adalah cerita dari sisi istri gue yang juga pernah jadi penghuni asrama dari kampus yang sama. Gue sudah deskripsiin sedikit tentang bagaimana bentuk asramanya ya. Untuk laki-laki dan perempuan itu identik. Ini kejadian 6 tahun setelah gue menempati asrama putranya. Ini cerita di asrama putri dari sisi istri gue.

Penerimaan mahasiswa baru dikampus dan rangkaian ospek kampus sudah selesai dan mahasiswa sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa. Untuk mahasiswa/i baru, akan tinggal di asrama selama satu tahun ajaran, yaitu dua semester. Asrama pasti membawa cerita-cerita yang seru, lucu, sedih sampai seram. Nah udah pada tahu kan pasti yang akan gue bahas adalah yang seram-seram.

Pengalaman ini didapatkan oleh istri gue yang masih menjadi mahasiswa baru ketika itu, dikampus yang sama dengan gue. Seperti biasa, anak-anak maba akan masuk ke asrama. Istri gue masuk ke asrama putri dan sekamar berempat. Pada masa awal-awal semester, hampir sama dengan gue, tidak ada kendala, ataupun keanehan. Lancar-lancar jaya aja ketika itu. Baru masuk bulan ke-5 atau ke-6 barulah yang seru-seru terjadi. Asrama putri ini ternyata dibangun dekat pemakaman tua yang entah umurnya sudah berapa tahun. Nggak banyak yang sadar dengan adanya makam tua tersebut. Nggak tahu ada hubungannya atau tidak, tapi di asrama putri mulai terjadi kehebohan. Kehebohan ini sebenarnya positif, tapi namanya perempuan kadang sudah takut duluan.

Pada suatu malam, anak-anak mahasiswi sudah kembali ke peraduannya masing-masing, sebagian masih melanjutkan belajar (kutu buku mungkin), dan sebagian lagi ada yang masih bermain-main entah dengan temannya, atau dengan pacarnya melalui sambungan telepon genggam. Saat itu kurang lebih waktu menunjukkan antara 00.15 sampai 00.30, dan kejadian terjadi. Ternyata banyak sekali jendela-jendela yang belum di tutup, baik itu dilantai 1 maupun di lantai 2 asrama (deskripsi bentuk asrama bisa dilihat di part-1). Ada yang sudah keburu ketiduran sehingga lupa menutup jendela, atau memang sengaja dibuka karena suhu udara yang panas. Sejurus kemudian, dari dua lantai terjadilah sebuah momen dimana penghuni 3 kamar berbeda, menjerit berbarengan.

“Gila nih, gue bisa ketakutan sepanjang malam.” Kata penghuni kamar 1.
“sama ih, lo juga emang?” sambung penghuni kamar 2.
“ah parah nih kenapa bisa barengan ya?” Sambung penghuni kamar 3, yang salah satu penghuninya istri gue.
“Masa tadi gue diingetin suruh tutup jendela karena udah malam. Kan gue bilang makasih tuh, tapi terus gue diingetin, bahwa kita ada dilantai 2”.
“Iya, gue juga denger. Dilantai 1 juga gue disuruh nutup jendela, nah gue bingung, kenapa bapak-bapak boleh keliaran malam-malam di Asrama Putri, kan ada batasnya.” Sahut istri gue.

Apa yang terjadi?

Ternyata anak-anak ini mendengar orang yang mengingatkan mereka untuk menutup jendela kamar mereka karena sudah malam. Suara ini juga terdengar berbarengan di dua kamar berbeda, dan dilantai berbeda pula. Yang jadi masalah adalah, kenapa bisa muncul suara itu berbarengan, kemudian kenapa bisa ada suara dari luar jendela lantai 2? Kan nggak mungkin juga penjaga atau satpam terlalu niat untuk memanjat ke lantai 2 dari luar gedung asrama hanya untuk mengingatkan para mahasiswi ini menutup jendela. Kalau untuk mengintip itu lain cerita, pasti ada perjuangan…wkwkwk…

Kejadian ini berulang selama kurang lebih satu bulan, tapi banyak yang bilang setelah angkatan istri gue keluar dari asrama hal ini berulang kembali. Banyak mahasiswi yang takut karena seperti di teror. Hampir semua kamar yang menghadap keluar maupun kedalam tanah lapang kosong (lihat deskripsi bentuk asrama di part 1) pernah merasakan “diingatkan” seperti ini, khususnya yang berada di lantai 2. Teror ini terus menerus berlangsung hingga pada satu waktu teror ini menghilang dengan sendirinya. Oh iya, saat kejadian ini akhirnya banyak yang memutuskan untuk meninggalkan asrama dan pulang ke rumah masing-masing (karena rumahnya masih satu daerah dengan kampus), padahal ada aturan yang melarang mahasiswa tingkat 1 untuk meninggalkan asrama lebih dari satu minggu, apalagi tanpa izin. Yang kasihan adalah mereka-mereka yang merantau. Tidak bisa kemana-mana selain menuggu giliran untuk “diingatkan”. Ada beberapa mahasiswi sampai stres karena ketakutan mendapatkan giliran "diingatkan" ini. Beberapa mulai banyak melakukan pengajian, baik bersama ataupun dikamar masing-masing sampai teror itu hilang dengan sendirinya.

Quote:“Neng, ini jendelanya ditutup ya, nggak enak udah malam di asrama putri jendelanya masih terbuka………..” kata suara itu diiringi tawa kecil yang bikin bulu kuduk merinding.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
01-08-2019 17:20

Para "Penghuni" Asrama_Part 3

Quote:
Berlanjut kisah pengalaman gue waktu berkuliah di kampus ya gan sis. Mohon maaf agak lama update karena seliweran terus di RL ga udah-udah jadi belum sempat lagi nulis..hehe..

Kejadian ini adalah pengalaman gue sendiri. Tapi ternyata kejadian lagi ketika istri gue berkuliah ditempat yang sama 6 tahun kemudian. Kejadiannya mirip-mirip. Jadi akan gue ceritakan dari versi gue ya gan sis.

Kejadian ini berada di luar asrama putra maupun putri gan sis. Kejadian ini terjadi di salah satu jalan akses belakang menuju ke gedung fakultas-fakultas yang berumur lebih tua dari tempat lainnya (gedungnya gedung lama-lama semua). Salah satu tempat yang paling berbahaya di kampus gue. Mohon maaf gue nggak bisa sediakan fotonya karena gue malas untuk ke kampus lagi karena selain jauh, macetnya juga amit-amit kalau kesana. Lokasinya dekat kolam percobaan perikanan (jadi ada kolam-kolam untuk praktikum gitu di kampus gue). Bentuknya turunan kemudian tanjakan dan berbelok ke kiri, curam, kemudian belok lagi kekanan dan mematah. Jadi kadang tidak terlihat kendaraan yang berada dari arah berlawanan. Disitu juga ada pohon, gue lupa pohon jenis apa (anak Fakultas Kehutanan yang hafal pasti haha), besar dan memang dari awal gue menginjakkan kaki disini selalu lihat warga alam sebelah, entah kelebatan atau sempurna.

Ketika itu gue sedang menjadi asisten praktikum salah satu mata kuliah dikampus. Ternyata bahan untuk percobaan ada yang belum lengkap dan harus diambil menyusul. Gue sudah menjadi koordinator asisten dosen tersebut ketika itu. Jadi gue tidak memegang meja (maksudnya tiap meja laboratorium terdapat satu orang asisten yang membantu menyampaikan materi praktikum di lab), sehingga gue yang akhirnya membantu mengambil bahan tersebut. Gue meminjam kuda besi teman kostan yang ketika itu baru dua hari dikirim orangtuanya (gresssss).

Karena diambil diluar kampus, gue memutuskan untuk mengambil jalan belakang tadi biar cepat karena waktu praktikum akan segera di mulai. Gue juga ditemani teman yang akan bantu membawa bahan tersebut. Kami sudah ada di kuda besi baru yang kami yakini pasti aman dan tidak lupa memakai helm. Seingat gue ketika itu hari sabtu, kurang lebih jam 10.00 atau 11.00 WIB. Kami melewati lokasi tersebut berlawanan arah dari sudut pandang deskripsi gue tadi.

Tiba dekat lokasi tersebut, apa yang terjadi?

Kuda besi (jenis bebek) tiba-tiba ngerem sendiri tanpa gue injak pedal rem ataupun tarik tuas rem ditangan yang akhirnya sukses membuat gue dan teman gue terpental karena posisi kami yang terjungkal kedepan seperti motor drag race mencapai garis finish. Kami terpental beberapa meter dan terbanting langsung ke aspal. Syukurlah helm menyelamatkan kami berdua. Tetapi tidak dengan badan. Badan gue yang terjatuh diaspal tidak terlampau parah karena jarak tumbukan gue dan aspal tidak jauh. Lain cerita dengan teman gue diboncengan, dia terpental lebih tinggi dan lebih jauh jatuhnya. Dia mengalami geser tulang bahu seingat gue dan memar di beberapa bagian tubuh (gue lupa detailnya). Dia pingsan, dari hidung mengeluarkan darah, tidak banyak tapi cukup seram terlihatnya. Gue melihat teman yang terkapar pingsan, gue berusaha bangun dari tempat gue jatuh.

Kenapa tidak ada yang nolong? Karena hari sabtu adalah hari libur bagi kampus gue, kecuali yang memang ada praktikum lab, jadi kondisi memang sepi. Gue berusaha untuk bangun, tapi ternyata kaki kiri gue agak tertimpa sedikit oleh badan kuda besi yang ambruk ke sisi kiri jalan. Lecet, pengkor (pincang), nyeri dan pusing. Lengkap sudah. Pada saat gue berusaha mendekati teman gue, disitulah keseruan terjadi. Dari dekat jalan akses menuju kolam percobaan (jalan ini ada di sisi kiri gue) gue melihat dengan jelas sosok berbaju hitam, tidak terlalu tinggi, berambut gondrong tapi beruban (kriting dan putih), sepintas mirip mak lampir di Misteri Gunung Merapi yang hits banget di Indo*iar, gue tidak melihat mukanya dengan jelas karena tertutup rambut, tapi gue lihat mulutnya komat-kamit.

"INDIT MANEH!!!" ujar sosok tersebut sambil menggeram, cukup jelas terdengar oleh gue, sambil menunjuk ke arah jalan yang seharusnya gue lewati. Ujaran tersebut masih gue ingat sampai sekarang. Selebihnya dia berucap dalam bahasa sunda, tapi gue nggak ingat lagi dan memang ketika itu gue belum fasih-fasih banget untuk mengerti bahasa sunda. Gue cuma bisa kaget setengah mati dan ketakutan. Dan sejurus kemudian gue seperti hilang rasa sakit untuk membangunkan teman gue ini. Sosok tersebut masih ada, belum beranjak, dan masih ngoceh. Gue udah nggak dengar lagi dia ngomong apa, gue cuma mau teman gue ini lekas sadar. Gue masih berusaha membangunkan teman gue. Nihil. Tidak lama kemudian keberuntungan menghampiri. Patroli keamanan kampus lewat dengan mobil pick up ala polisi yang akan menangkap maling. Mereka membantu, kemudian menaikkan gue dan teman ke pick up mereka. Ketika gue akan meninggalkan lokasi kejadian, gue lihat kuda besi yang tergeletak dengan stang agak bengkok dan spatbor depan agak pecah dan sedang diurus oleh salah seorang anggota patroli, ban depannya seperti dipegangi oleh sosok lain, bentuknya seperti kurcaci, pendek, berwarna hijau lusuh agak kehitaman, lidah menjulur panjang. Gue lupa ada buntutnya apa nggak. Sosok seperti ini gue malah pernah lihat di penjual makanan yang pakai "penglaris" dimana dia akan duduk dipinggiran baskom makanan berkuah, kemudian meludah atau meneteskan liur kedalamnya (akan ada cerita ini nanti). Gue coba palingkan muka, dan kemudian melihat kembali ke kuda besi. Voila! hilang.

Bertahun-tahun kemudian gue masih mendengar mahasiswa yang pernah celaka dilokasi ini. Tapi gue nggak pernah dengar mereka melihat makhluk yang seperti gue lihat. Begitu juga dengan pengalaman istri gue dan teman-temannya di lokasi ini. Gue dan istri gue sampai detik ini tidak pernah tahu itu sosok asalnya darimana, dan gue juga nggak pernah mendengar percobaan pemindahan sosok dari lokasi tersebut. Banyak yang mengira kejadian tersebut karena kondisi jalan yang bentuknya seperti itu. Tapi biarlah orang-orang berpendapat, gue juga punya pendapat serta pengalaman, dan inilah yang gue rasakan.



Thanks to Agan @azroqysakti yang udah motoin TKPnya ya.
Diubah oleh Kardova11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
29-07-2019 09:11

Breaking News! 28 Juli 2019

Quote:28 Juli 2019, 22.30.
Kejadian yang hampir sama dengan kejadian di cerita pertama gue gan sis sekalian. Jadi awalnya memang anak gue agak kurang sehat, dan akhirnya tidur lebih cepat. Ketika proses nidurin ini, gue dan istri nonton youtube horornya marathon karena udah lumayan lama ga nonton konten-konten horor di Youtube, dari mulai nonton yang lokal sampai yang luar negeri.

Kebiasaan kami adalah ngobrolin, ngebahas. Sudah dikasih tahu, tapi namanya orang lupa ya, jadi kami bahas dan obrolin. Sejam setelah nonton masih normal-normal saja. Gue pun sedang menyusun dan merapikan tulisan yang rencananya akan gue update di trit ini semalam.

Ketika masuk sekitar jam 22.30, tiba-tiba anak histeris nggak karuan, dalam keadaan mata tertutup. Kami coba tenangkan dia dengan berbagai macam cara. Nihil. Lalu gue inisiatif keluar rumah (teras) setelah ternyata gue nggak sengaja lihat ada yang sosok yang ngintip dari balik kusen (kusen lama itu yang bagian atasnya/ventilasi ada kaca nggak penting). Sesampainya di teras, benar saja gue nggak salah lihat, ada sosok. Bentuknya seperti manusia, tapi banyak bulu dan kelihatan seperti monyet seukuran manusia. Gue mulai baca-baca, dan akhirnya sosok ini pergi tapi tidak jauh, melainkan diperempatan jalan komplek rumah gue yang jaraknya kurwng lebih 20 meteran dari rumah (posisi rumah gue di hoek).

Akhirnya mertua gue bangun dan anak gue coba ditenangin oleh beliau dilantai 1. Masih belum tenang juga, mertua gue bingung. Beliau berkata,
"Babeh nerawang, kirain si dede kenapa, tapi ternyata bukan dede, tapi kamu (nunjuk istri gue)".
"Masih ketempel emang beh?" Tanya gue.
"Tadi kamu nyender dekat jendela ya? Tanya mertua ke istri gue.
"Iya beh, plus tadi pas aku tadi ditinggal di kamar sendirian ada yang ketok 3 kali dari plafon atas..." Kata istri gue.

Babeh baca-baca, dan kemudian "ngambil" yang nempel di istri dengan cara di tarik. Pas banget sosok ini pergi, anak gue yang digendongan mertua gue histeris lagi, karena sepertinya dia melihat sekelebatan sosok yang dia takuti tadi. Kemudian babeh menyerahkan anak kami ke gue, dan beliau keluar rumah, nggak lama kembali lagi. Nyuruh pergi, katanya.

Mertua cuma bilang, "jangan dibahas kan dikata, kalian ini semuanya sensitif..tadi ada 2, yang satu orang tapi kaya monyet (sesuai dengan yang gue lihat), satunya yang nempel di kamu (nunjuk istri) ya si kunti uzur, alias nenek-nenek yang senang dengan si dede..."

Gue dan istri cuma bisa duduk. Lumayan pegal dan stres melihat anak histerisnya sampai satu jam lebih nggak udah-udah. Tadinya gue mau lanjutin update trit via laptop, tapi gue terlalu capek dan kena writer's block karena hilang fokus. Gue akhirnya memutuskan untuk tidur saja.

Sampai pagi tadi (29 Juli 2019), sebelum gue berkegiatan kembali di RL gue, si anak masih agak sedikit takut untuk dipegang ibunya sendiri, walaupun akhirnya tetap mau. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi yang kayak begini ya. Moral of the story dari kejadian ini adalah, jangan terlalu dalam ngebahas urusan alam sebelah, apalagi jika kalian punya sensitifitas yang agak berlebih. Plus lagi jika kondisi si kecil sedang tidak fit, maka akan mudah sekali "mereka" mendekati dan mungkin bertujuan menjahili.


NB: gue nulis pakai HP di perjalanan menuju tempat kerja, mohon maaf jika berantakan ya gan sis 🙏
Diubah oleh Kardova11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
25-07-2019 22:52

Para "Penghuni" Asrama_Part 1

Quote:Prologue

Ini adalah pengalaman gue dulu waktu jadi MABA di kampus. Kampus gue ini memiliki asrama, jadi kalau anak-anak semester 1-2 itu pasti masuk asrama dulu. Ceritanya biar nyamain persepsi tingkat pendidikannya (kegayaan..haha). Kampus gue cukup dikenal di wilayah Jawa Barat. Asramanya dipisah antara laki-laki dan perempuan. Asrama laki-laki ada tiga gedung, yang perempuan pun sama tiga gedung juga. Gue ada di asrama gedung 1. Asramanya ada dua lantai, dan bentuknya kotak standar, tapi tidak full bangunan semua, ditengah-tengahnya ada tanah kosong. Tidak berfungsi apa-apa ketika gue disana. Paling buat jemur pakaian aja. Asrama ini cukup bagus dan terawat, kecuali kamar mandinya. Gembel banget pokoknya, tapi nggak tahu kalau sekarang. Karena bentuknya persegi, maka terdapat empat sisi. Setiap sisi ada lorong, karena disisi kanan kiri lorong tersebut adalah kamar-kamar mahasiswa. Sisi dalam yang menghadap tanah kosong jendelanya diisi oleh anak-anak yang masuk melalui jalur tes masuk, sedangkan yang sisi luar yang menghadap ke jalan jendelanya, diisi oleh anak-anak yang masuk tanpa tes alias jalur prestasi. Total ada delapan lorong disatu asrama. Gue lupa jumlah total kamarnya berapa satu gedungnya, yang jelas tiap kamar minimal terisi tiga mahasiswa, fullnya empat. Kamar gue adalah kamar yang ada disisi dalam. Gue bertiga dengan teman gue, karena satu orang mengundurkan diri sebelum sempat masuk ke kampus itu. Semua bentuk asrama, baik laki-laki maupun perempuan identik.

Pada awal kedatangan gue kesini aman-aman saja. Nggak ada yang aneh-aneh. Teman-teman gue adalah orang-orang yang rajin belajar dan rajin ngampus, sementara gue orang yang rajin tidur diasrama, karena malas kuliah. Jangan ditiru ya. Haha. Oh iya kalau gan sis tahu bentuk toilet di SPBU atau stasiun, nah kurang lebih kondisinya seperti itu, tapi di kondisi terburuknya ya. Jadi lembab ga karuan, berlumut dan parahnya kadang air tidak mengalir keluar keran serta pintu kadang tidak bisa ditutup atau bahkan nggak ada pintunya sama sekali. Namanya kampus rakyat, jadinya mahasiswa diajarkan merakyat juga, salah satunya dengan diberikan fasilitas kayak gitu.

Gue mulai rutinitas gue sebagai seorang mahasiswa baru dengan penuh sukacita, awalnya. Tapi karena pelajaran dikampus ini untuk tingkat satunya sama dengan pengulangan pelajaran seperti di SMA, gue hilang semangat, makanya sering cabut nggak ikut kuliah. Mana pake ada ospek juga lagi. Dari mulai ospek satu kampus, kemudian ospek fakultas, dan yang terpanjang (menghabiskan dua semester awal) adalah ospek program studi/jurusan. Satu tahun pertama gue dihiasi oleh pelajaran SMA, kayak jadi SMA kelas 4, plus ospek-ospek aneh itu. Malas-malasan, gue banyak menghabiskan waktu diasrama. Oh iya dulu diasrama gue nggak boleh bawa elektronik kecuali HP. Jadi radio, laptop apalagi tv sangat dilarang. Pokoknya colokan hanya untuk charge atau nyolokin lampu belajar. Tapi lampu itu awet karena gue jarang belajar.

Main Story

Kalau tidak salah satu bulan setelah gue menempati asrama tersebut, mulai ada gejala-gejala unik yang bikin seru, memacu adrenalin, sekaligus creepy. Para “penghuni” lain mulai menunjukkan sikapnya kepada mahasiswa-mahasiwa bau kencur ini. Ada banyak kejadian yang terjadi disini. Apalagi untuk orang-orang yang sensitif, itu akan semakin terasa. Gue nggak akan ceritakan semuanya karena banyak, jadi apa yang gue ingat jelas aja ya. Karena gue udah lama lulus kuliahnya. Salah satu kejadiannya adalah dari kamar mandi. Posisi kamar mandi dengan kamar gue itu sangat dekat. Persegi memiliki empat sudut kan ya. Kamar gue itu ada di sudut sebelah kiri atas, sisi dalam (ingat, asrama ini bentuknya kotak tengahnya bolong), biar mudah bayanginnya. Kamar mandi ada di sisi dalam, sisi yang menghadap keatas kotak. Jadi bisa dibilang bersebelahan tapi nggak nempel. Sehingga segala macam suara yang bersumber dari kamar mandi pasti terdengar ke kamar gue. Kejadiannya sore hari, karena waktu itu asrama sepi, mahasiswanya masih pada kuliah. Gue lagi tidur-tiduran sambil baca buku, kemudian gue dengar dengan jelas ada suara “sssttt…sssttt” dari balik jendela, kaya orang mau memanggil tapi takut ketahuan, arahnya dari kamar mandi. Awalnya gue nggak hiraukan, tapi suara itu ada lagi dan terakhir, kaca jendela gue dilempar batu. Untung nggak pecah. Gue kemudian bergegas lihat ke jendela, siapa yang iseng melempari jendela. Ketika gue lihat keluar, ternyata semua jendela tertutup rapat, karena memang penghuninya pada nggak ada. Gue mulai ngerasa ada yang aneh. Tapi gue hiraukan.

Baru kembali lagi ke kasur (kasur gue tingkat, gue ada dikasur yang atas), suara itu terdengar lagi dan kali ini lebih gila, pintu kamar mandi dibanting dengan keras. “BRAAAKKKK!!!” otomatis gue kaget. Gila ini apa-apaan. Mau ngerusak fasilitas apa gimana? Gue bertanya dalam hati. Gue langsung keluar kearah kamar mandi, dan apa yang gue temukan? Semua pintu bergeming. Nggak ada yang bergerak, bahkan sedikitpun. Logika gue adalah, kalau pintu dibanting sekencang itu, harusnya paling tidak ada yang masih sisa terayun, karena jarak gue ke kamar mandi nggak sampai satu menit. Lalu gue mencoba buka satu persatu itu pintu, kalau nggak salah empat kamar mandi disisi luar, empat di sisi dalam, gue agak lupa, yang gue ingat satu kamar mandi nggak ada pintunya. Setelah cek semuanya dan nggak ada apa-apa, gue mau balik ke kamar, tapi bulu kuduk kok merinding. Ternyata saat gue mau melangkah, suara “sstt…sst” itu ada lagi, dari kamar mandi paling pinggir sisi dalam. Tadinya mau cabut karena merinding, gue malah memberanikan buka pintunya. Bego banget. Apa yang gue lihat? Ternyata Cuma seonggok pembersih sarang laba-laba, berwarna hitam berantakan, ditaruh diatas tembok sekat antar kamar mandi. Jadi tembok sekatnya itu nggak sampai plafon, jadi bisa menaruh barang disitu. Oke, lega gue. Belum sempat gue tutup rapat lagi itu pintu, gue dengar dengan jelas “sssssssttttt……..” kali ini agak lebih panjang, dan sumber suaranya dari pembersih sarang laba-laba itu. Gue yakin dari situ suaranya. Gue takut setengah mati, jadi gue akhirnya cabut. Gue ambil dompet dari kamar, terus gue kunci kamar gue, dan gue cabut keluar asrama. Gue nggak tahu itu apaan, yang tadinya gue pikir pembersih, tapi kok bersuara. Dan ketika gue sudah keluar asrama, pas dijalan gue mikir, ngapain pembersih sarang laba-laba ditaruh di kamar mandi? Kan sudah ada tempatnya sendiri bareng sama kain pel, obat pel dan sebagainya di satu loker. Udah gitu bentuknya berantakan gitu lagi juntai sana sini. Ah gue nggak mau mikir aneh-aneh, adanya nanti malah ngikut.

Mulustrasi


Pengalaman diasrama mau dilanjutin jangan? hehehe.. simak terus updatenya ya gan sis.

NB : gue nulis ini sangat merinding, karena sambil mengingat memori masa lalu diasrama itu. Gila banget, mana malam jumat, nulisnya di TKP cerita pertama pulak..hahaha..
Diubah oleh Kardova11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kemintil98 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Kenapa Ane Ketemu Istri Yang Begini? (Pengalaman Horor kami)
18-10-2019 00:56

Jangan Berteduh Dibawah Pohon RIndang

Quote:Kali ini gue mau cerita tentang kejadian istri gue saat dia kuliah dulu. Ini terjadi ketika istri gue masih kuliah tingkat 1 dan harus tinggal di Asrama Putri di kampus kami.

Sebenernya selain istri gue, banyak orang yang mengakui kalo asrama kampus gue emang rada angker. Dari jaman gue tinggal di asrama itu, tapi di Asrama Putra ya (seperti beberapa pengalaman yang udah gue ceritain sebelumnya). Sampe ke jaman istri gue yang tinggal di asrama, selalu ada cerita horor di asrama. Padahal kalo bisa dibilang, karena asrama itu menjadi syarat wajib untuk seluruh mahasiswa di kampus kami, asrama ga pernah kosong dalam waktu lama. Asrama selalu terisi oleh mahasiswa/mahasiswi baru tiap tahunnya. Gue bukan?

Saat itu, istri gue baru aja pulang dari kuliahnya sore hari menjelang Magrib. Ga ada yang gueh saat itu. Soalnya jam-jam segitu di asrama malah rame karena semua mahasiswa/mahasiswi ada di dalam asrama. Maklum, asrama kami ada jam malamnya yang bila kami mengabaikannya, akan ada hukuman untuk kami. Worst thing, bisa ngefek ke penilaian kami ketika kami keluar dari asrama. Soalnya salah satu syarat kelulusan nanti adalah penilaian asrama. Complicated bukan?

Sesampainya di asrama, istri gue langsung siap-siap Sholat Magrib sebelum akhirnya dilanjut makan malem di kamar bareng semua temen kamarnya. Dia sengaja ga mandi sore hari itu, karena kondisi cuaca sore itu yang baru turun hujan. Dia cuma bersih-bersih aja sebelum Sholat Magrib sebelumnya. Kamar asrama istri gue tepat di sebelah kamar mandi di Lorong 2 Asrama. Di kamar mandi itu terdiri dari 2 jenis kamar mandi, 1 jenis pakai kakus dan 1 jenis lainnya hanya ada bak mandi saja. Mungkin sengaja dipisah oleh pihak kampus agar ga perlu ada antrian di kamar mandi.

Setelah makan malem, istri gue berniat ke kamar mandi untuk siap-siap Sholat Isya. Tapi pas dia liat ke kamar mandi, dia liat ga ada orang di dalem kamar mandi. Biasanya udah pada rame antrian di kamar mandi buat wudhu, tapi malam itu ga ada sama sekali. Kamar mandi kosong.

“Oh mungkin karena di luar hujan lagi…” kata istri gue asumsi.

Istri gue ngerasa ga enak hati buat masuk salah satu bilik di kamar mandi itu untuk buang air kecil dan wudhu, dia pun berdiri aja di depan kamar mandi sampai mendadak ada orang lewat di belakang dia dan jalan buru-buru ke salah satu bilik kamar mandi yang bukan kakus. Sepenglihatan istri gue, itu Dinda, salah satu teman dia yang tinggal di sebrang kamar.

“Din?” tanya istri gue, memastikan itu bener-bener Dinda. Ga ada sama sekali jawaban dari Dinda. Tapi dari dalem bilik yang Dinda masukin, kedengeran suara keran dibuka.

Istri gue udah ga tahan lagi mau buang ajr kecil akhirnya dia masuk ke dalam bilik kosong yang paling pinggir dekat pintu masuk kamar mandi. Tepat di sebelah bilik yang Dinda masukin.

Istri gue pun langsung menyelesaikan urusan dia. Biasanya Dinda ngajak ngobrol full selama apapun mereka di kamar mandi. Maklum, Dinda dan istri gue secara udah saling kenal sejak mereka duduk di SMA yang sama.

“Din?” panggil istri gue lagi.

Mendadak…

Istri gue ngedenger suara cewekk nangis. Istri gue bener-bener yakin; itu suara Dinda lagi nangis. Suara tangisan Dinda (menurut istri gue) itu menggema di seluruh kamar mandi. Atau malah cuma kedengeran sama istri gue? Entahlah.

“Din, lu kenapa?” Istri gue mulai khawatir sama Dinda.

Suara tangisannya semakin menjadi-jadi. Istri gue super panik; dia takut nanti ngeliat udah terjadi sesuatu yang parah di Dinda. Istri gue pun langsung siap-siap mau pindah nyamperin Dinda.

Tapi…

Ketika istri gue mau buka pintu, mendadak suara tangisannya berhenti… dan…

Suara tangisannya berubah menjadi suara perempuan ketawa yang awalnya kecil lembut eh mendadak suara ketawanya berubah jadi suara ketawa seorang, well, ‘wanita jelek’. Awalnya istri gue ga percaya sama yang di denger, sampe mendadak suara ketawa itu berubah jadi suara tangisan kembali.

Istri gue langsung buka pintu kamar mandi dia dan nengok ke arah bilik Dinda. Ternyata biliknya Dinda sedikit terbuka. Istri gue saat itu udah panik kalo terjadi apapun sama Dinda. Dan di sana… GA ADA DIANA DI SAMA SEKALI!.

Istri gue kaget. Istri gue masih ngedenger suara ketawa cewek itu walaupun sayup… Istri gue pun nutup pintu biliknya sampe mendadak… Di belakang dia ada cewek berdiri.

“HAH?! Dinda?!” Istri gue kaget bukan main liat Dinda yang berdiri di depan pintu sambil mau masuk ke dalam kamar mandi.

Badan istri gue gemeteran. Dia pun langsung buru-buru Sholat Isya duluan sebelum dia memutuskan untuk nelepon bokapnya tentang kejadian di kamar mandi tadi.

Setelah Sholat Isya, istri gue langsung naik ke kasurnya dan nelepon bokapnya. “Beh? Aku kayaknya diikuti kuntilanak, Beh.” kata istri gue ke bokap gue.

Istri gue ga denger suara apapun dari bokapnya kecuali suara ujan kedengeran dari hujan. “Beh?” tanya istri gue lagi.

“Iya.” Akhirnya bokap dia ngomong juga. “Kamu udah Isya?”

“Udah, Beh… Kenapa?”

“Hmm. Yaudah, kamu ambil wudhu lagi terus langsung tiduran di kamar. Jangan bukan jendela kamar! Kuntilanaknya lagi duduk di bawah pohon sambil ngeliatin jendela kamar kamu!”

Istri gue kaget bukan main. Itu ‘wanita jelek’ ikut darimana coba? “Terus aku ketempelan? Apa aja syarat aku biar ga ketempelan?”

“Kamu ambil wudhu lagi terus tiduran di kasur sampe ketiduran. Nanti kalo udah tiduran, kamu kabarin Babeh. Babeh cuma sebentar ke kampus.”

Istri gue langsung nutup teleponnya dan lari ke kamar mandi. Di kamar mandi dia liat Dinda baru aja keluar dari bilik. Dia ga nyapa Dinda sama sekali dan langsung wudhu.

Setelah istri gue udah siap tiduran di kasur. Lama-lama geter badannya ilang, walopun dia masih ngerasa takut, tapi rasanya pengen tidur banget.

Pas istri gue hampir pules ketiduran. Di dalam pikirannya saat itu, kebayang ada ‘wanita jelek’ yang ikut dari Laboratorium karena dia pulangnya sore dan ikutin gue terus sampe kamar mandi. Entah maunya apaan.

Istri gue mendadak ngeliat di sekitar kamarnya gelap dan cuma ada lilin satu di kamar tidurnya. Dan saat itu juga dia ngeliat di luar sana, ada ‘wanita jelek’ nangkring di salah satu dahan kosong sambil ngeliatin kamar dia.

Tapi setelahnya, istri gue ga pernah inget lagi ada mimpi apa atau dia denger suara apapun itu semalem.

Besoknya, ketika dia bangun paginya, dia ngerasa udah jauh lebih seger badannya. Dia liat kalo semaleman dia megang handphonenya dia sepanjang tidur. Istri gue pun ngebuka sms handphone nya ketika dia liat di salah satu inboxnya ada sms dari bokapnya.

Di sana cuma ada tulisan “Jangan neduh di bawah pohon rindang hujan-hujan. Sama jangan pernah lupa bersih-bersih sebelum masuk kamar tidur.”

Sejak saat itu sampe detik ini, istri gue selalu parno tiap kali didik mau neduh di bawah pohon rindang. Belum lagi istri gue yang selalu bawel kalo gue pulang kerja langsung nyapa istri dan anak gue di dalem kamar tidur kami.

Jadi, entah ini mitos atau fakta. Ini adalah pengalaman penuh pelajaran buat istri gue.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
papahmuda099 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
egality
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
kutunggu-jandamu-dik-romlah
Stories from the Heart
maaf-mama-aku-memilih-bunda
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia