Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
25
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d351f1c09b5ca6d8330180e/frenofmaya-just-call-me-anya
Anya adalah tokoh yang aku buat sebagai pelarian dari seluruh aku yang berjejak di dunia ini... aku yang terkurung dari rasa malu ... terkurung dalam takut dan pelarian dari cinta yang aku sendiri tak tau maknanya... di mulai waktu aku secara sengaja dan tidak sengaja di jauhkan dari kota kelahiranku.. walau ga jauh - jauh amat sebenernya... aku lahir dan besar di kota bandung... tapi de
Lapor Hansip
22-07-2019 09:27

Coz i'm just Frenofmaya (Based true story)

Past Hot Thread
frenofmaya just call me anya PART 1

anya adalah tokoh yang aku buat sebagai pelarian dari seluruh aku yang berjejak di dunia ini... aku yang terkurung dari rasa malu ... terkurung dalam takut dan pelarian dari cinta yang aku sendiri tak tau maknanya...

di mulai waktu aku secara sengaja dan tidak sengaja di jauhkan dari kota kelahiranku.. walau ga jauh - jauh amat sebenernya... aku lahir dan besar di kota bandung... tapi dengan beribu alasan dan koneksi akhirnya aku masuk ke salah satu perusahaan kontraktor yang cukup okelah aku bilang.. apalagi bidang pekerjaan komunikasi yang baru bergeliat di tahun 2004 dimana desa - desa belom tercover oleh signal telekomunikasi... baru ada beberapa provider besar yang baru berjaya dan membangun tower - tower besar saat itu...

rasa rinduku pada Bandung... membuat malam di jakarta serasa sangat lama... panjang dan panas... dengan modal alat komunikasi hanya hp sejuta umat yang hanya memuat puluhan inbox dan outbox sms... ah aku jadi tertawa sendiri saat mengingatnya... anak - anak sekarang pastinya ga akan pernah merasakan inbox penuh dan sms ga bisa masuk... atau berada di daerah tanpa signal selama beberapa jam dengan kebiasaanku untuk ijin pada seseorang yang akan selalu mencariku... " sayang aku ilang 4 jam-an mau ke lokasi dulu " mencari signal di dataran yang lebih tinggi... mengangkat - angkat hp agar bisa terima signal... dan ejek - ejekan dari teman joke saat itu... " makanya kalo beli pulsa skalian bli signal masukin botol air mineral kosong "

Yah malam yang panjang membuatku memberanikan diri untuk masuk warnet dan membuang waktu hingga kantuk datang... dan mulai berselancar dengan YM yang saat itu cukup familiar dikalangan anak muda... saat itu ya saat itu... 

mulai dengan berganti - ganti id... kluar masuk room di bandung kadang hanya untuk tertawa membaca cerita - cerita kocak yang tertulis sampai kantuk mulai terasa dan akupun pulang untuk segera tidur.

hari - hari yang belalu berlarian jumat pulang ke bandung senin subuh balik ke jakarta... menyisipkan waktu satu dua jam diantaranya hanya untuk menemui seseorang yang aku rasa memiliki cinta yang sama.. orang yang mebuatku sedikit diasingkan dari rumah... seseorang yang bertahun tahun ku sembunyikan keberadaanya... seseorang yang aku cinta mungkin sebelum aku tau apa itu cinta... 
Diubah oleh frenofmaya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fran209 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
frenofmaya just call me anya
22-07-2019 13:16
lanjut ..
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
frenofmaya just call me anya
22-07-2019 14:11
PART 2

Pertemuan ke 2

saat itu sore sudah mulai menjelang seperti biasa waktu aku sampai ke rumah hari ini suasana rumah terasa sedikit riuh karna ada tamu ... seseorang yang seumuran dengan ku.. orang yang sudah lama ku kenal.. yah dia sedang ingin ke Bandung setelah keinginannya untuk menjadi taruna kandas di tahap pantohir...

"tahun depan bisa daftar lagi kan ?" kataku sambil bersalaman
"iya pasti daftar lagi " katanya dengan semangat..
"mau kemana aja di Bandung?" tanyaku lagi
"Sesempatnya aja mba " jawabnya dengan sopan dia memanggilku mba... padahal kita seumuran dan itu membuatku sedikit risih walau tidak sampai protes.

"Ajak jalan - jalan kalo kuliah kamu libur an " kata Papa beranjak dari dalam.
"kamukan seumuran pasti bisa lebih nyambung ngobrolnya"
"oke pah" tanpa banyak basa basi lagi aku langsung meninggalkan dru (tamu keluarga kami) dan papa yang masih duduk di ruang depan.

rumahku sendiri terdiri dari dua bangunan inti... satu bangunan inti untuk keluarga kami dan satu bangunan lain yang terpisah oleh garasi dan ada beberapa kamar yang ditempati kerabat kami... yang kebetulan kuliah di Bandung.

beberapa hari sibuk kuliah akhirnya hari kamis ini aku ada kosong pagi - pagi sekali aku mengetuk pintu kamar dru...
"hai udah bangun " kataku saat dia membuka kamarnya
"udah mba malah udah jalan - jalan tadi" katanya dengan senyum tapi masih dengan sikap kakunya.
"nanti pergi yah!"
"kemana!"
"Udah ikut aja... jalan pokoknya" kataku sambil mengakhiri pembicaraan membiarkan dru masih bengong di depan kamarnya...

Sekitar jam 10 pagi kami sudah siap jalan.. naik angkot aja kataku.. dia cuma tersenyum... di kota dru besar sangat jarang angkutan umum... tapi di Bandung angkot mah pabalatak.. blom lagi pada ngetem... macet... tapi ga macet banget kaya sekarang sih...

setelah naik angkot kami pun naik bis jurusan dago tahun 90an dago pusat kota paling keren walau belom seperti sekarang... tapi pepohonan rindang suasanya jalan yang tidak telalu padat begitu mengundang untuk dijelajahi ... tapi yang kami tuju sebuah toko buku mungkin yang paling besar saat itu yang ada di jln Merdeka... tempat paling indah buat sembunyi menurutku... sembunyi dari semua kekacauan dunia... hanya buku dan pernak pernik dapur yang menurutku seperti surga kecil di dunia ini saat sesak kadang - kadang datang.

"jangan jalan di belakangku dru" kataku setelah beberapa kali aku melihat dia mengular di belakang... langkah tegapnya tak juga menjajari langkahku...
"halo... aku ga pesan bodyguard lho" kataku lagi sambil melambai - lambaikan tangan kedepan mukanya... lagi - lagi gerak kakunya membuatku tak nyaman...

hampir seminggu setelah itu aku baru benar - benar bisa berkomunikasi dengan baik dengan dru... setelah kami mulai berdiskusi tentang lagu - lagu dari band yang sedang hits saat itu menterjemahkannya jadi bahasa indonesia... ternyata bahasa inggris dru lebih baik dari pada aku dibalik sikap kaku yang seperti benteng tinggi antara kami.. hingga beberapa minggu setelahnya dru pamit pulang ke kotanya... dan sebab rindu juga pada kekasihnya..
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan i4munited memberi reputasi
2 0
2
frenofmaya just call me anya
22-07-2019 14:32
PART 3

inilah aku

Sebelum panjang bercerita aku cerita dahulu tentang diriku... aku anak kedua dari 3 orang bersodara yang semua perempuan... keluarga biasa yang harmonis terlihat dari luar... Papa yang bekerja di sebuah perusahaan kontraktor dan mama yang bekerja sebagai PNS.. itu yang terlihat dari luar... tapi tidak di dalam... aku begitu takut menerima orang dari luar walau sepertinya dari sejak sd, smp, sma, kuliah bahkan saat bekerja aku selalu dalam lingkungan pertemanan yang baik.. gank cwe dengan nama - nama unik... yang di dalamnya ada cwe yang hits tapi pastinya itu bukan aku.. tapi aku terus menjaga jarak dengan dunia luar... trauma besar yang aku alami mungkin juga teralami oleh kakak dan adikku hingga akhirnya kami mencari jalan bahagia masing - masing... bahagia di depan mama dan papa bahagia di depan semua orang ... tapi rapuk di dalam...

walau orang tuaku tidak bercerai tapi aku tidak bisa bilang kami kuluarga utuh... karna selain keluargaku papa punya keluarga - keluarga lain dan aku punya 8 orang saudara satu bapak... walau semua anak sah papa tapi tidak mudah untukku bercerita kepada siapapun tentang hal ini...

mungkin itu juga salah satu faktor yang membuat aku sering menjaga jarak pada mahluk bernama laki - laki...untuk berteman aku membuka pintu seluas - luasnya tapi tidak untuk hal yg lebih dekat...

sampai hari ini bisa di bilang aku tidak pernah punya sahabat dekat yang bisa aku curhati tentang semua hal... mungkin beberapa teman dekatku di sma tau tentang keberadaan keluargaku tapi itu pasti tidak keluar dari mulutku... aku selalu bisa mengalihkan dengan berbagai alasan setiap papa sedang tidak di rumah... beruntung pekerjaan papa di kontraktor bisa menyamarkan keberadaanya yang kadang di rumah atau sedang di rumah lainnya.

hingga kedatangan dru hari itu seperti membuka ruang untuk ku mempunyai teman yang bisa dicurhati.. tanpa harus menerangkan keadaaku dari A sampai Z... pasti dia sudah tau keadaan rumah yang sebenarna... dru membuka jalan untuk ku punya tempat untuk bergantung...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan i4munited memberi reputasi
2 0
2
frenofmaya just call me anya
22-07-2019 17:15
PART 4

Surat pertama

Kepulangan dru ke kotanya semula biasa saja... aku larut lagi dalam keseharian kuliah ngerjain tugas tidur subuh dan berangkat lagi kuliah... letak kampus yang lumayan jauh membuatku harus berangkat sebelum jam 6 pagi kalo masuk jam 8 dan pulang setelah isya... walau pertama kuliah aku sempat ngekos tapi berhubung ga tega tinggalin mama jadi walau cape tetap ku tempuh pulang pergi kampus rumah setiap hari...

ga kerasa mungkin sudah lebih dari sebulan dru pulang tanpa kabar tahun itu mungkin baru ada fix phone rumahan dengan warnet yang mulai menjamur di mana - mana...
malam sepi dengan tumpukan tugas dan badan yang lumayan cape membuatku kembali mengingat keberadaan dru disini... biasanya dia hanya memtik gitas asal -asalan sambil bernyanyi dengan nada yang fals... tapi itu sudah cukup menghiburku.. dan aku tersenym kelu... apa aku merindukannya.. pikiran nakal yang segera kusanggah... dru sudah punya pacar wanita cantik berkerudung anggun yang fotonya sempat diperlihatkan padaku .. wanita cantik bernama lian yang sudah dipacarinya selama 2 tahun... yang membuatnya tidak betah untuk berlama - lama tinggal di Bandung... wanita yang sering di sebutnya dalam sebuah senyuman. Aku menutupkan kedua tanganku di wajah mengambil nafas panjang dan membuangnya jauh - jauh .. seakan ikut membuang juga jauh - jauh bayangan dru yang mungkin sedang bercerita indah bersama kekasih hatinya... dan ku kepal tanganku untuk menunjukan semangatku... ayo anya tugasmu masih banyak...

tapi tak bertahan lama setelah malam itu bayangan receh dari dru lagi - lagi hinggap di malam sepiku... walau aku tau no telp rumahnya rasanya seperti lucu untuk menelephonnya saat itu... dan tumpukan kertas kalkir yang terdiam di sudut ruangan yang akhirnya jadi tempat aku menulis surat pertama ku untuk dru.. basa basi receh yang aku tulis juga cerita tentang keseharianku setelah dia pulang bulan lalu... aku menulis banyak hal... seperti membuat diary... semua - semua yang ingin aku ceritakan .... walau akhirnya lembaran kertas yang sudah aku tulis dan masukan dalam amplop hanya tetap berada di dalam tasku sebelum benar - benar aku punya keberanian untuk memposnkannya ... semoga di balas walau entah kapan... pikirku sambil tersenyum kecut...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan i4munited memberi reputasi
2 0
2
frenofmaya just call me anya
22-07-2019 17:27

lagu untuk dru... seandainya dia membaca thread ini

0 0
0
frenofmaya just call me anya
23-07-2019 12:45
PART 5

SIAPA DIA

kuliah semester 2 dimulai akupun lebih sibuk dari sebelumnya... walau semua masih mata kuliah dasar... tapi praktek menarik garis sudah dimulai... praktis brangkat pagi pulang malempun harus dijabanin walau siang kadang ada waktu kosong yang biasa aku habiskan di kantin atau di kosan riri... di kampusku yang jurusan teknik sangat jarang cwe berseliweran ... untuk angkatanku saja mungkin hanya 10 orang cwe dari sekitar seratus lebih mahasiswa di jurusanku... dan kebetulan aku dekat dengan dua orang cwe yang lumayan manis dan imut untuk ukuran anak teknik yang sangar - sangar... teman kampusku dwi, riri si dua cwe imut dan satu lagi mei cwe lincah berisi yang selalu ceria.. karena masih mata kuliah dasar kitapun selalu mengambil kelas yang sama jadi pasti kalau liat mei pasti ada aku, riri dan dwi seperti paket lengkap yang tidak terpisahkan.

****
Siang itu kami putuskan cuma nongkong di HIMA sambil membuang waktu untuk jadwal kelas berikutnya... hanya dua jam dan di potong makan siang bukan waktu yang lama kalo harus bulak balik ke kosan yang jaraknya walau ga bigitu jauh tapi tetep harus naik angkot. Lahan kampus kami yang masih sangat luas di daerah perbukitan membuat duduk santai di HIMA jadi sedikit menyenangkan angin sepoy - sepoy juga sapaan ramah para senior.. oh ya karena masa orentasi sudah berlalu tidak ada gep lagi antara kami walau tetap senioritas dijaga. sebenarnya ada sesosok yang sering kami tunggu kalo sedang nongkrong disini.. namanya Agun bukan nama asli sih tapi singkatan dari Ari Gondrong ga nyambung yah tapi begitulah teman - temannya memanggil dia karna diangkatan dia nama Ari ada tiga jadilah mereka punya panggilan masing - masing ada Ari gondrong ari botak dan ari sipit agan n sis tebak sendiri yah panggilannya.. paling bikin ketawa. tapi diantara mereka bertiga kang Agun memang paling menonjol... wajahnya sih ga masuk pada level cakep banget.. rambut gondrong lebih dari sebahu yang sering dia ikat seadanya.. kulit yang lumayan bersih untuk rata - rata orang sunda dan garis tegas hidungnya... selebihnya yang membuat dia jadi inceran para maba sih karna kegiatan mapala yang membuatnya naik ganteng satu level dari sebelumnya... aneh ga sih kedengarannya .. tapi ya gitu deh kenyataannya... mistirius ... ga banyak bicara... tapi kadang mengeluarkan gerakan kocak yang tak terbanyangkan... itu yang sangat kita tangkap waktu dia jadi ketua pelaksana penerimaan maba... jadi menobatkan dia jadi cowo kita bersama... dan siang itu dia datang juga di sekre HIMA...

"makan yuk " sapanya basi sambil memegang nasi bungkus ... jeans belel dan kemeja kotak - kotak yang sepertinya sudah jadi trade mark dirinya
"mangga kang " jawab kami hampir bersamaan.
"Nawaran teh atuh pang belikeun" kata kang didin menyaut dari dalam sekre
"Euh ngan hiji..." sambut si kang Agun sambil tetap lahap menghabiskan makan siangnya ... ke cux an dan ke urak - urakannya tak membuat level kerenya turun... kami berempat hanya duduk sedikit mematung memelankan nada bicara kami... lucu ga sih kalo empat orang cwe geer berbarengan tanpa sebab yang jelas.. tidak tidak ini pasti sebuah kebodohan.. tapi itulah yang terjadi pada kami saat itu... stupid stupid stupid.. terus yang ada di kepalaku .
tapi ternyata tak lama waktu berlalu akhirnya kami harus masuk kelas
"mangga kang udah waktunya masuk" riri pamit pada kang agun dan kang didin yang masih duduk di depan sekre
"Oh iya... sing rarajin yah" jawab kang didin dengan bahasa sunda yang sangat kental...
dan ga sampai sepuluh meter dari sekre kita berempat pun menghela nafas seperti menghilangkan semua ke kakuan dan ketegangan hanya karna berdekatan dengan si akang yang kharismatik itu.. dan riuh lah kami
"lucu kamu"kata riri
"hoyong ngiket rambutnya "kata mei menimpali
"tapi baik sekarang mah ga kaya pas orentasi tea.. uh serem" kata dwi...
"yah sekarang mah atuh udah jadi senior nu baik karna enang ga ada untungnya juga galaknya diterusin" jawabku
dan sore itupun riuh dengan bahasan tentang kang agun... juga hari hari berikutnya... saat kami nongkrong di kantin atau sedang berdiam di selasar menunggu dosen datang...
*****
"kalo kang agun di gundulin masih kasep ga yah ri?" kataku suatu sore ... di dalam bis damri yang kita naiki... sore itu riri pulang ke rumah jadi aku punya barengan naik bis damri.
"pastinya sih kurangan kasepnya... kan kelebihan dia disitu" timpal riri... dan kubanyangkan wajah tersenyum kang agun dengan kepala pelontos.... oh tiidak... semoga tidak akan terbersit di benaknya untuk menggundulu kepalanya sekalipun dia kutuan parah..
dan perjalanan satu jam lebih kami pun habis dengan berbincang tentang senior - senior keren... memang ada beberapa senior keren lainnya tapi entah kang agun selalu lebih menonjol dari yang lain.

*****
entah ini hari atau minggu keberapa setelah aku kirim surat untuk dru... dan aku tak lagi mengharap balasan darinya... jadwal kuliah dan tugas benar - benar menyita perhatianku... tapi malam itu setiba di rumah kakaku menyambut di depan pintu.
"tuh ada surat" katanya sambil menunjuk sebuah surat yang ada di atas meja sebelah fix phone. Sebuah surat bergambar seorang cwe sedang berdoa.. lumayan tebal saat aku memegangnya dan ku lirik pengirimnya ohim... tapi dari tulisan tangannya aku tau itu dari dru... tulisan tangan dru memang sangat bagus dan mudah dikenali.. ada senyum yang kutahan... hah di balas juga...

"Hai mbaku... pasti lagi bosen kerjain tugas.. aku tau... ayo dong semangat katanya mau cepet lulus ini baru dua semester udah males" kata - kata pertamanya mewakili garis besar keadaanku malas... selanjutnya dia bercerita tentang kesehariannya setelah pulang dari bandung.. dan permohonan maaf karena lama membalas suratku... karna dia tidak pernah menulis surat pun untuk kekasih tercintanya..

"Adakabar baik dan kabar buruk mba... mau dengerin yang mana ... yang kabar baiknya dulu aja yah... gini kabar baiknyasepertinya aku mau kuliah di Bandung aja.. banyak pandangan setelah kemaren aku pulang dari Bandung dan Bapak sudah setuju asikkan mba.. kita bisa sering - sering diskusi lagi... dan hmmmm kabar buruknya aku putus sama lian... yah apalah aku mba.. dibanding cowo - cwo kampus yang kerendisekeliling dia saat ini... jadi kemaren itu aku dari Bandung langsung lanjut Surabaya untuk ketemu dia kebetulan ada sahabatku juga yang satu kampus sama dia.. pas aku temuin dia menghindar ditu masa mba.. seminggu aku di Surabaya nunggu kepastian ternyata dia dah jalan sama cowo kampusnya dan temenku mastiinitu.. karna untu ketemu lian langsung lian sepeti mutus komunikasi dengan aku... sakit yah mba.. padahal kemarin aku cepet - cepet pulang dari bandung biar bisa ketemu dia.. ada sebersit rasa bahagia yang entah dari mana... dan atas dasar apa... apa karena jadi punya temen sesama jomblo... atau entah lah entah lah... tugas menunggu siap - siap menarik garis lagi... membalasnya ... nanti saja lah...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan i4munited memberi reputasi
2 0
2
frenofmaya just call me anya
23-07-2019 14:38

spoiler


Quote:tidak mudah untuk bercerita sebelumnya... mengorek kembali kenangan yang terpendam lebih dari 20 tahun... hah 20 tahun... mungkin agan sama sis banyak juga yang belum lahir atau masih unyu - unyu digendongan mama... tapi ada hal yang ingin gw ceritain... mungkin bukan untuk dipanuti... tapi mungkin ada juga agan dan sis pernah alami walau jumlahnya hanya sedikit dari yang ada...

mohon bantuannya untuk membuat index gw juga ga pandai banget menulis jadi mungkin masih banyak cerita yang loncat kiri kanan atas bawah... pokoknya mohon bimbingan yang agan dan sis mohon berkenan memberi saran.

kalo ditanya perasaan gw sekarang... jelas apa - apa ga konsen... maunya nulis tapi ga jelas juga .. mau di critain yang mana dulu yaemoticon-Wakaka tahun yang mana dan yang sedang dengan siapaemoticon-Salam Kenal ... tapi yang gw mau share ini... jadi mohon bantuan dan apresiasinya emoticon-Blue Guy Cendol (L) biar tambah semangat updateemoticon-I Love Indonesia

semoga ga jadul - jadul banget yah... emoticon-Ultah

YOUTUBE]
[/YOUTUBE]
Diubah oleh frenofmaya
profile-picture
i4munited memberi reputasi
1 0
1
frenofmaya just call me anya
25-07-2019 13:59

Akhir tahun 1996
Akhir tahun ini keluarga kami cukup direpotkan dengan rencana pernikahan kakakku... Ini acara besanan pertama dalam keluarga kami jadi semua orang ikut repot aku dan Dru ikut juga dalam panitia. Dari pertengahan tahun Dru sudah resmi pindah ke Bandung untuk melanjutkan kuliah seperti yang sudah direncanakannya... Dan sementara belum dapat tempat kos maka rumahku yang jadi tempat persinggahan dan acara akhir tahun ini semakin menunda kepindahannya ke tempat kos yang dekat dengan kampusnya...
Hampir setiap weekend pasti ada acara kumpul keluarga baik yang melibatkan orang tua ataupun yang hanya dihadiri anak – anak muda sebagai yang dipasrahi tugas... Walau sebagian besar acara sudah di handel WO tapi tetep beberapa perintilan kecil harus kita yang turun langsung.. calon penganten sendiri ga banyak dikasih tugas karna pasti ga akan bisa fokus untuk hari H.. semakin dekat ke tanggal pernikahan kakakku semakin ada ketegangan di raut wajah kedua orang tuaku.. ini besanan pertama mereka ... Calon besan sendiri punya banyak tamu belum juga kenalan mama dan papa... Untung semua persiapan terhendel dengan baik.
Mendekati hari H juga bertepatan dengan jadwal UASku.. untung semua tugasku ga ada yang keteteran di semester ini mungkin pengaruh Dru juga yang hampir setiap hari jadi satpam yang siap menggembleng aku untuk menyelesaikan semua tugas..
H-1 pernikahan kakakku hari ini sebenernya udah ada acara siraman dan pengajian di rumah tapi karena bentrok dengan jadwal UAS matematika teknik terpaksa aku ga ikut gabung acara hari ini... Untuk acara besok aku minta tolong teman2 terdekatku dan beberapa senior untuk bantu jadi penerima tamu dan itu termasuk kang Agun.. modus banget sih tapi siapa tau bisa berlanjut ke kedekatan yang lain.. jam 8 waktu UAS dimulai... Cukup menguras fikiran ditambah beberapa hari ini tidurku sangat kurang selain harus tidur di ruang tengah suasana rumah juga cukup ramai karena bude pakde dan om Tante juga sepupu dekat sudah mulai datang dari beberapa hari yang lalu...
Ku lihat jam masih ada waktu 30 menit untuk menyelesaikan semua soal.. ku baca sekali lagi dari awal kalau ada soal yang terlewat... Ku lihat Riri mendekatiku tepatnya mendekatkan kursinya ke kursiku..
“anya aku mau ngomong...” katanya sambil berbisik
“nomer berapa?” balasku
“Bukan jawaban yang lain” kata Riri masih tetap berbisik...
“nanti aja di luar “kataku tapi belum sampai selesai aku berbicara Riri sudah bilang
“semalem kang Agun nyatain an... “ dan Bammmm kepala serasa digetok pukulan patung Ganesha... no jeritku dalam hati dan reflek mengangkat tangan ke arah Riri untuk menyudahi pembicaraan saat itu.. secara nyata sebenernya aku ga berhak untuk tidak terima .. selama ini sikap kang Agun selalu baik sama kita berempat dan mungkin dan pasti sama semua orang di lingkungannya... Dia juga ga pernah kelihatan PHP atau pdkt yang mencolok pada kami khusus nya pada Riri tapi kalau ternyata dia memilih itu pasti hak dia seutuhnya... Tapi mungkin perasaanku untuk kang Agun seperti perasaan fans K-POP pada idolanya... Ngefans gila walau ga mungkin memiliki... Tapi tidak boleh juga di miliki orang lain... Dan ini bukan juga saat yang tepat untuk semua... Saat besok aku mengundang kang Agun ke acara pernikahan kakakku bukan juga waktu yang tepat untuk ku bersedih sementara di rumah begitu banyak keluarga ku... Tapi kenapa terasa sakit disini... Sampai selesai ujian hari ini aku ga banyak Bicara dan menutupinya dengan koordinasi untuk acara besok.. dan semua sudah fix... Sore aku pulang lebih dulu dari yang lain dengan alasan ditunggu orang rumah... Aku ga mau terjebak berdua di bis DAMRI bersama Riri dan akhirnya harus membicarakan tentang kang Agun... Tidak aku belom siap sebagai fans militan untuk suport idolaku pacaran dengan sahabat yang paling Deket dengan gw... Bisa bayangin ga misalnya G-DRAGON tiba -tiba pacaran sama sahabat Lo... Ini teori yang sesungguhnya bakalan dapet jutaan sangkalan tapi begitu yang saat itu gw rasain... Dan di dalam bis DAMRI ga terasa air mata gw menetes juga.. tanpa gw tau kenapa... Sesakit itukah... Sampai di rumah gw harus menghilangkan semua gundah... Menebar senyum dan basa basi... Waktu gw sampe ke rumah acara widodareni hampir berlangsung... Aku langsung membaur dengan seluruh keluarga keriuhan ini membuatku terlupa akan kejadian hari ini Alhamdulillah.. selesai semua acara saat ku lihat jam ditangani menunjuk pada arah 9... Tiba -tiba tanganku di tarik seseorang.
“Temenin anter perias yuk” katanya rupanya Dru yang mengajakku pergi dan segera aku mengekor memasuki mobil yang dia kendarai.. aku duduk di depan dengan Dru sementara ibu perias duduk di belakang dengan dua asistennya.. jalanan yang lumayan lengang karena sudah malam tapi karna jauh tetap jarak yang kita tempuh sampai 1 jam... Di dalam mobil Dru yang lebih banyak ber basa basi sama ibu perias aku sendiri hanya menimpali dengan sekali senyum tanpa makna.. dan setelah menurunkan ibu perias dan asistennya ternyata Dru ternyata memberhentikan mobil di depan gerobak roti bakar. Tanpa banyak bertanya dia pun turun sampai 15 kemudian kembali dengan sekantong roti bakar yang masih panas
“pasti seharian belom makan kan mba?” katanya sambil meletakan bungkusan roti bakar yang masih cukup panas di tanganku...
“kok tau? “ kataku heran hari ini padahal aku rasa ga banyak berpapasan dengan Dru di rumah tapi kenapa dia tau kalo aku belum mkan sejak pagi.
“itu mah bisa di tebak... Mba kalo sibuk dikit pasti lupa makan.… Ayo makan besok pingsan nanti” katanya yang hanya ku sambut dengan tetesan air mata..
“mba sakit.. yang mana” katanya sambil memegang tanganku... Membuat tangisku tambah pecah..
“mba kasih tau aku donk kenapa” katanya mendesak ku
“kang Agun nyatain sama Riri Dru” kataku sambil terus terisak menuntaskan rasa sakit yang sedari tadi terus menghujam dada ..
“Trus mereka udah jadian?” kata Dru dengan nada sangat hati – hati... Sedikit banyak Dru tau tentang perasaanku untuk kang Agun dari sejak masuk dalam cerita dalam surat – suratku juga dari cerita setelah dia kuliah di Bandung... Cerita yang selalu jadi bahan ejekan dia padaku... Atau sentilan saat aku males ke kampus pasti Dru menyangkutkan ya dengan kang Agun.. dan ditengah tangisku aku merasakan Dru ga lagi menyentuh tanganku tapi dia memeluk dengan posisi kakunya dibelakang stir mobil... Di tepuk2 kan tangannya di bahuku.. ini pelukan pertama yang aku rasakan... Pelukan dari Laki – laki dewasa walaupun itu dari seorang Dru... Tapi membuat rasa nyaman menyusup di hatiku ... Tangiskupun reda Dru mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya...
“udah ya mba.. bukan salah kang Agun Riri atau mba sendiri... Semua sudah ada tempatnya” aku mencoba tersenyum walau hambar... Dada sesak ini jadi sedikit ringan...dan waktu sudah menunjukan jam 12 lebih waktu aku tiba di rumah untung semua orang yang masih bangun masih sibuk bernostalgia sehingga sama sekali tidak memperhatikan kedatanganku dengan mata yang sedikit lebam...
Hari H.. hari yang ditunggu semua orang dari pagi aku sudah mulai sibuk menyiapkan baju untuk para penerima tamu karna jadwal UAS Minggu ini jadi ga ada yang sempat fitting baju kebaya seragam hari ini .. semoga ga ada yang kesempitan... Jam delapan semua teman – temanku sudah datang termasuk beberapa senior yang juga ku minta bantuannya hanya kang Agun yang tak ku lihat... Entah apa dan kenapa aku juga tak sempat menanyakannya... Perasaanku pada Riri pun sudah banyak berubah yang kemarin kesal hari ini sudah jadi netral.. mungkin otakku sudah mulai bisa berfikir rasional juga hati ini cukup ringan setelah menumapahkan semua unek – unek sama dru semalam... Dru oh ya Dru kemana anak itu dari pagi aku ga liat dia tapi pasti sibuk... Jam 11 siang kita semua sudah siap di gedung serbaguna setelah sebelumnya kami semua hadir di mesjid untuk menyaksikan akad nikah... Kecuali teman – temanku yang ditugasi jadi penerima tamu .. akhirnya Alhamdulillah acara hari itu berjalan lancar... Aku melihat papa dan mama tersenyum puas dengan rapinya susunan acara hari itu... Tamupun sesuai dengan yang kami perkirakan... Sebelum pulang Riri mendekatiku sambil bilang “an aku ga jadian kok sama kang Agun.. “
“Ga usah di pikir RI.. aku ga ada masalah kok “ kataku dengan sedikit tersenyum mungkin aku memang sudah gpp kemarin hanyalah saat yang salah untuk mendengar cerita itu jadi hari ini perasaanku sudah flat... Lurus ... Selurus papan ...
[/YOUTUBE]
profile-picture
i4munited memberi reputasi
1 0
1
frenofmaya just call me anya
29-07-2019 12:20
2004... Ruang sepi kamar kos..

Tempat kos yang aku pilih sangat dekat dengan kantorku... Mungkin hanya 5 menit berjalan kaki .. tempat sepi bersih dan nyaman dengan kamar mandi di dalam kamar membuat privasi setiap anak kos terjaga... Ada 5 pintu di tempat kosku yang terpisah dengan rumah inti ibu kos... Tapi setiap aktivitas kluar masuk pintu utama Bisa terpantau oleh ibu kos... Sejak masuk pun aku sudah di wanti- wanti untuk tidak menerima tamu laki – laki walaupun ibu kos membebaskan jam pulang dan kami diberi satu – satu kunci pintu gerbang... Karena rata – rata penyewa orang yang bekerja yang sangat mungkin ada lembur atau macetnya Jakarta mengharuskan kami pulang hingga larut malam.
Alasan papa dan mama merelakan aku pindah dari kota Bandung adalah untuk membuka wawasanku agar aku bisa melihat dunia luar dan memilih pasangan hidup yang baik untukku.. beberapa bulan sebelum aku pindah ke Jakarta orang tuaku merasa hubungan dengan Dru semakin dekat ... Yah Dru yang tidak pernah masuk daftar calon mantu yang mama inginkan bukan karena dia jahat atau dia memiliki kekurangan tapi status kami yang jadi dinding tebal yang sulit di tembus untuk kita berdua... Aku sendiri sampai saat itu belum punya solusi untuk hubungan kami berdua... Aku pun tak pernah berniat untuk menikah dengan dru atau dengan yang lain walau aku sangan dekat dengan Dru dan aku sangat menyayanginya mungkin lebih... Dru sebagai tempat ternyaman bagiku... Tempat berbagi cerita aku hanya seperti bernyaman – nyaman menjaga jodoh orang lain... Trauma ku untuk tidak mudah menerima orang lain untuk lebih dekat denganku pun masih terus terjadi aku takut ada penghianatan.. di dua kan dan tidak benar – benar dicintai.... Hal yang mungkin seperti penyakit tapi tak pernah aku tanggapi dengan serius .. aku hanya takut untuk lebih dekat dengan siapapun ... Takut keadaan keluargaku tidak diterima... Dan kedua orang tuaku tak pernah tau tentang itu...


Masuk kerja hari pertama lumayan membuat deg- degan dihati.. kantor ku terletak di sebuah jalan yang lumayan ramai dikawasan Jakarta Selatan... Gedung dengan 3 lantai dan halaman parkir yg cukup luas di belakang... Lantai satu dipakai untuk ruang tamu ruang rapat dan resepsionis juga ruangan istirahat untuk satpam.. sementara di lantai dua untuk managent dan direksi dan aku yang masuk pekerja ada di lantai tiga yang memiliki 3 ruangan untuk pegawai 1 ruang manager 1 ruang rapat.. pantry dan ruang makan juga kamar mandi dan mushala.
Tp pagi itu aku langsung duduk manis di depan ruang HRD... Mba Rina namanya menunggu sekitar 10 menit mba Rina datang. Wanita 35 thnan.. dengan stelan jas dan scaft kuning tua yang menyelip dilehernya... Warna kulit sawo matang dengan riasan sederhana membuatnya tampil sangat anggun... Begitu melihatku dia langsung menyodorkan tangannya padaku..
“Anya ya.. udah siap kerja hari ini?” kata mba Rina dengan ramah.. aku pun mengekor dibelakang untuk masuk ke ruangannya...
“Insya Allah siap mba”
“karna kamu bagian perencanaan kamu nanti satu ruangan sama pak soni dan Erwin.. mungkin sesekali juga harus turun lapangan gapapa kan” katanya menjelaskan lagi..
“ga papa mba saya siap” kataku dengan bersemangat... Akhirnya aku di antar ke lantai 3 untuk menemui manager kantor kami.. ada lebih dari 10 meja di ruang surveyor 8 meja di ruang administrasi dan 3 meja di ruangan yang akan aku tempati. Tapi hari itu banyak yang sedang tidak ada di kantor pusat jadi walau meja banyak tapi orang yang datang tidak terlalu banyak.. di lantai 3 aku hanya melihat 1 cwe.. di bagian adm..
“Hai saya Anya” kataku mengenalkan diri
“Yanti.. “ katanya sambil tersenyum ramah... Setelah cukup berkenalan dengan seluruh penghuni lantai 3 akhirnya berlabuhkah aku di ruangan ku.. meja ku paling depan dekat pintu masuk.. maklum anak baru harus jadi tameng pertama.. meja sederhana dengan PC yang lumayan canggih untuk saat itu.. dan sebuah printer yang diletakan disampingnya... Hanya ada satu printer di ruangan itu berarti aku yang bertanggung jawab untuk ketersediaan kertas disana..
Hari pertama cukup menyenangkan karna belum banyak tugas yang di serah terimakan kepadaku pak soni ternyata masih muda hanya terpaut 3 THN diatasku sedang Erwin masih lebih muda dariku tapi kelihatan dia orang yang sangat cekatan...
Siang itu hanya diisi dengan pengenalan beberapa bagian yang nantinya jaditanggung jawabku.. aku banyak bicara dengan Erwin sementara pak soni atau mas soni sibuk dengan hitungannya dibelakang pc di sudut ruangan tempatku..
Jam 11 lebih pintu ruanganku diketuk ga lama seorang Ob muncul di balik pintu Yadi namanya.. perawakannya kecil dan keliahatan sedikit tengil dengan kepala plontos dan tato yang kelihatan ditangannya.. dia nyelonong masuk ke meja mas Soni..
“Pesen makan siang ga Bos” sapanya pada mas Soni
“anak – anak pada pesen ketoprak nih mo skalian kaga” katanya lagi dengan bahasa betawi yang sangan kental kalo aku kira dia masih anak – anak umur belasan tahun.. mungkin dia lulus sma langsung kerja atau malah lulusan smp.. tapi aku kagum walau tampang preman dan tatonya dia masih mau bekerja bukan mangkal atau jadi tukang ojek untuk hal yang biasa dilakukan anak – anak seumurannya..
“Iya nih skalian 4 aja yah.. 1 buat lo yang 3 buat kita” kata mas soni sambil mengeluarkan uang limapuluh ribuan.
“kok diayarin mas “ kata Erwin dengan nada sedikit sungkan.
“gapapa sekalian perayaan tim baru kita.. gapapa kan anya hanya di traktir ketoprak?”
“ gapapa mas santai aja “ kataku dengan nada sungkan juga.
Ga lama setelah yadi keluar ruangan kami sekarang Yanti yang nongol
“ Sholat yuk mba… pesen ketoprak juga kan .. paling satu jam lagi baru sampe.. itu kalo disananya ga antri kata janti sambil duduk di kursi di depan mejaku..
“kan belom jam 12 yan”
“belom banyak kerjaan pan” kali ini medok betawinya yanti yang keluar.
“belom sih “ aku melirik kea rah Mas Soni dan Erwin, Jam itu juga sebetulnya Dhuhur belum masuk waktunya .
“udah gapapa santai aja “ kata mas soni seakan tau aku meminta persetujuannya. Dan akukun di gandeng keluar oleh yanti.. tak lupa membawa tas kecil tempat mukena dan peralatan pribadi lainnya.
“Musholanya kecil mba.. kalo ga cepet – cepet nanti keburu – buru soalnya pak Salim dirut kita kadang juga sholat diatas sambil ngeliatin anak buahnya “
“owh “ kataku untuk sadar kebiasaan di kantor aku pun sudah bersiap di Mushola untuk sholat dhudur waktu adzan terdengar di kumandangkan… selesai sholat aku masih bias berbincang dengan Yanti yang mengenalkan Office girl di kantor kami… tapi office girl yang bernama mba Rara lebih banyak bertugas untuk para Direksi jadi siang itu kami Cuma ngobrol sebentar sekedar berkenalan karna dia sibuk menyiapkan makan untuk para direksi di lantai 2. Ga lama dari itu Yadi pun datang dengan sekantong ketoprak…
“makan – makan “ serunya waktu masuk ruang mkan ada sekitaran delapan orang yang sudah duduk manis menunggunya di ruang makan.. betapa suasana kekelargaan yang aku rasanya di meja itu dan saat itu sepertinya aku akan betah bekerja disini..
Sore jam setengah 6 saat semua orang sudah mulai siap – siap pulang
“rumah dimana an? Tanya Erwin ketika sedang mamasukan catatan besar ke tasnya.
“Deket sini aja ngekos” jawabku
“Oh ya udah... Gw duluan ya” katanya lagi sambil bergegas keluar ruangan.. pak soni yang akhirnya aku panggil mas karna semua di lantai 3 memanggilnya seperti itu..
Kembali ke kosan kembali ke kesepian.. ada Dru di hp yang bisa aku ajak ngobrol tapi untuk ngobrol berlama – lama seperti pemborosan untuk saat ini.. jadilah kami hanya ber-SMS yang tidak juga inten... Hubungan ku dan Dru yang juga on off kami hanya seperti menjaga jodoh orang lain dengan baik... Karna sampai saat itu aku masih belum ada niat untuk berhubungan serius... Apalagi untuk menikah... Jauh -jauh di lubuk hati aku aku hanya ingin dicintai dengan tulus apaadanya aku... Tapi kurasa tak kudapat dari siapapun yang berani mendobrak benteng hati dan keras kepalaku...
Sebenarnya sejak dekat dan sangat dekat dengan Dru tanpa pernyataan I love u ... Aku hanya tau dia care dan selalu ada buatku... kadang dalam waktu berbulan – bulan kita tidak saling ketemu... Tapi perasaan nyaman yang selalu Dru berikan menbuatku menetap dititik itu...
Berhari – hari dalam sepi di kosan ku coba untuk datang ke warnet terdekat... Sebuah id Yahoo yang sudah lama aku punya login di messenger... Mencari – cari room hingga akhirnya berkenalan dengan sebuah id.. Arjuna seorang co asal bogor yang kerja di Jakarta.. beberapa hari kita kenalan dan bercerita basa basi.. dia hanya menunggu jalanan sedikit lengang supaya ga ketuaan di jalan tol katanya... Profil di messenger nya adalah tokoh wayang yang juga jadi namanya.. pasti ada orang lain dibalik nama itu seperti namaku yang juga hanya Maya... Hari – hari berikutnya aku hanya berkirim email di pagi hari sebelum memulai semua pekerjaan .. karna pekerjaan di kantor mulai menumpuk dan aku juga kadang cape untuk pergi ke warnet dan hanya ngobrol dengan Dru sebelum akhirnya ketiduran karna lelah.


profile-picture
i4munited memberi reputasi
1 0
1
frenofmaya just call me anya
30-07-2019 15:51
ternyata bukan hal yang mudah untuk menceritakan kembali semua yang pernah terjadi... kenangan baik dan kenangan burukyang pernah hadir begitu menguasai hati dan fikiran... hal yang pernah ingin aku lupakan berlomba untuk hadir kembali dalam hidupku... juga kenangan bahagia yang pernah terlewati... kadang rindu pun datang menghampiri... orang - orang yang tak lagi ku temui satu persatu hadir dalam mimpiku.. seperti membuka kotak pandora yang sudah lama ku kunci dalam sudut hati...

hatiku ingin menueruskan semua... tapi otakku seperti mencegah semua rasa sakit yang pasti akan hadir... pernahkah kamu merasakan hal yang sama ... sakit yang sama saat mendengar lagu yang putar tidak sengaja... tapi semua menjadi flash back pada masa atau kejadian yang kamu bersama orang yang sangat berarti dalam hidup kamu... dan gambaran tentang perjalanan hari itu seperti menyorot di hadapanmu seperti ada sebuah proyektor besar yang hanya diberikan untukmu

profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
frenofmaya just call me anya
30-07-2019 21:16
Kirain anya geraldine emoticon-Genit
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
frenofmaya just call me anya
02-08-2019 14:26
Perjalanan Pertama

Minggu itu long weekend… dru berencana untuk pulang ke rumahnya… dan kebosananku pada tugas kuliah yang mulai menumpuk menggelitiku untuk ikut… dan rencana berakhir… berdalih untuk ikut dru sambil menjenguk mbah putri yang rumahnya tak seberapa jauh dengan dru.. akhirnya papa dan mama mengijinkan aku untuk pergi..
Sore itu di stasiun kereta

Kereta ekonomi yang akan kami naiki berangkat sekitar jam setengah sepuluh malam… dengan ongkos hanya Rp.12.000,- saja waktu itu.. suasana kereta ekonomi tidaj seperti saat ini yang sudah sangat tertib dan nyaman.. saat itu kereta bias penuh sesak terutama saat longweekend seperti waktu itu… bahkan yang tidak punya karcispun bisa naik dan membayar diatas…

“ga dapat kursi dru” kata ali teman dru yang malam itu juga mau pulang ke kampong halamannya.
“Bayar di atas aja yah” sela ridwan temannya yang lain.
“tapi aman ga … aku bawa ini” menunjuku dengan seperti menunjuk pada benda… seumpana tas carrier dan aku cemberut dibuatnya. Tapi ga bisa protes jangan – jangan nnti aku malah ditinggal di stasiun itu.
“aman – aman… tampang cepak gini sopo sing wani”… sela ali lagi… dan ridwan hanya tersenyum mengiyakan ucapan ali… yah mereka memang bertampang seperti tentara… aku lihat malam itu juga banyak para tentara muda yang juga serpertinya mau pulang kampong..

Quote:Note : perbuatan ini tidak baik.. jangan ditiru… dan tak akan mungkin terulang… kalo naik kereta saat ini tanpa tiket pasti langsung di turunkan di stasiun berikutnya… dan tingkat malunya bakal lebih banyak dari harga tiket yang harus di bayar.


Akhirnya kami menempati gerbong restorasi dengan membayar harga yang sama tapi disini kami disuguhi satu porsi nasi goreng yang sangat enak untuk ukuran nasi goreng saat itu.. satu kursi panjang diisi 3 orang dewasa dan duduk berhadapan tapi ditengah kami ada meja untuk mehidangkan mkanan.. gerbong ini paling lengang dari gerbong lainnya… saat libur panjang sudah seperti libur lebaran padat tapi setiap stasiun kereta tetap berhenti dan masih diisi penumpang yang akan mudik juga … kereta mulai merayap pelan di pekat malam… satu satu stasiun kami lewati karna kami berangkat hamper jam 10 malam jadi aku merasa sangat mengantuk.. sementara dru masih ngobrol dengan teman – temannya juga berbasa –basi dengan penumpang sebelah .. aku tertidur berbantalkan kedua tanganku yang menopang di meja makan di hadapan kami.. tubuhku yang lumayan kecil nyempil diantara badan – badan tegap dru dan teman – temannya.

Hari cukup pagi saat aku terbangun aku melihat jam yang menunjukan pukul lima pagi hari… aku tidak melihat dru dan teman – temannya.. kereta berhenti lamat – lamat aku melihat keluar ada tulisan besar disana “GOMBONG”… kemana dru dan teman – temannya … aku merasa asing sendiri… jahat banget dia ga bangunin aku.. tapi tak sampai 5 menit ada pemberitahuan kereta akan berangkat lagi aku melihat dikejauhan beberapa orang berlarian menghampiri kerata yang aku naiki… owh munglkin itu mereka.. dang a lama dari itu wajah dru dengan senyumnya yang khas sudah ada di depanku.

“maaf mba ga tak bangunin nanti ga bisa tidur lagi” kata dru
“kirain kemana “kataku sedikit cemberut.
“kamar mandi di kreta ga nyaman mba… jadi turun skalian ngelurusin kaki.. kebetulan agak lama berhentinya tadi”
“masih jauh ga “ kataku yang sudah lama ga pernah naik kereta itu
“masih sekitar lima jam mba kalo ga telat dan bolak balik kres sama kereta lain”
“laper ga “ katanya lagi
“ga biasa aja “ kataku…

Perjalanan menuju pagi memang indah dari balik jendela aku milihat rona merah dari sebelah timur.. tempat yang kami tuju… kereta terus melaju dan berhenti di hampir setiap stasiun. Ada penumpang yang naik dan turun walau kereta ini kereta jarak jauh tetap rasanya seperti KRL… pagi sekitaran jam 7 kami berhenti di stasiun jogja .
“cari sarapan dulu mba… biasanya berenti agak lama disini”
“ iya.. tapi aku ikut.. mau pipis” kataku setengah berbisik pada dru..
“yuk.. tas yang besar ga usah di bawa.. ali ga turun kok” kata dru…
Sementara aku mencari toilet dru langsung mampir di depan mbok – mbok penjual nasi bungkus.. yang baru aku ketahui berisi nasi gudeg dengan potongan kecil telur bacem dan sesuir ayam opor… sajian khas dari jogja… pengapnya kereta bercampur sedikit bau keringat sangat terasa saat kereta berhenti hanya ada kipas angin yang putarannya tidak merata yang dipakai untuk penyejuk udara saat itu… setelah kereta mulai berangkat hawa – hawa kurang menyenangkan pun sedikit menghilang dibawa angin.. jendela dibuka sebesar – besarnya agar udara luar mudah masuk… sarapan pagi pun dimulai dengan tambahan the hangat dari restorasi.. the manis dan kental khas yang nikmat..
Kereta masih berhenti di beberapa stasiun sebelum akhirnya mendekati stasiun tempat kita tuju… tapi tiba – tiba kereta berhenti di tengah sawah.. dru melihat keluar jendela memastikan dimana kita berhenti saat itu..
“ iki wes cedak omah li” katanya memberitahu ali.
“koyoe kres.. tapi biasanya kalo kres disini di stasiun berikutnya ga berhenti ngejar jadwal kres lagi”
“iya .. kita turun sini aja biar ga malah kejauhan turunnya nanti” dru dan ali pun sigap mengangkut semua bawaan kami.. akupun ikut dibelakang mereka sementara ridwan tidak ikut turun karna dia memang masih harus turun di kota berikutnya.. turun dari kereta hanya kelihatan sawah di kiri kanan… setelah kereta api lain lewat kereta yang tadi kami naikipun berangkat… jalur kereta sudah sepi saat dru menarik tanganku.

“Ayo mba kita jalan” aku ga percaya ternyata jalan saat itu adalah jalan di atas rel kereta…
“ga aka nada yang lewat lagi nih?” kataku sedikit was – was”
“ga tenang aja jam segini ga ada jadwal kereta yang lewat” kata dru… hatiku tetap ga tenang menyusuri rel kereta.. karna rel itu hanya ada satu jalur kiri kanan rel hanya bebatuan yang sedikit curam sementara dibawahnya areal sawah yang luas… ternyata kagetku ga hanya sampai situ berapa ratus meter setelahnya ada jembatan gantung yang hanya dilewati kereta… aku melihat sungai kecil dibawahnya.. aku ragu – ragu untuk melangkah sementara ali sudah jauh di depan kamu..
“ ayo mba nanti keburu kereta lewat lho” kata dru sambil memengang tanganku dan sedikit menariknya agar aku mau maju melangkah.. dan aku melangkah satu – satu diantara kayu tua bantalan rel yang entah sudah berumur berapa puluh mungkin ratus tahun… walau jembatan itu mungkin hanyanya 15 sampai 20 meter saja.. tapi berjalan di diatasnya bukanlah pengalaman yang menyenangkan.. sampai di rumah mbah putri tinggal dru yang terus – terusan dimarahi karna mengajak aku untuk bejalan di atas jembatan tadi… dan pengalaman menbayar di atas keretapun jadi alas an untuk dru dimarahi lebih banyak..

Siang itu dru pulang kerumahnya sampai malam tak terlihat batang hidungnya aku hanya menghabiskan hariku bersama mbah putri bercerita banyak hal dan mendapat pijitan yang hangat… sedari aku kecil setiap aku datang ke rumah mbah putri atau mbah lagi diajak ke Bandung sebelum tidur mbah putri senang memijat kaki cucu – cucunya sampai kami terlelap sambil mendongeng banyak cerita yang kadang sulit aku mengerti karna menggunakan bahasa jawa.. petuah – petuahnya hanya aku jawab dengan inggih mbah..

Keesokan paginya di depan rumah mbah putri begitu ramai… banyak hewan – hewan yang sudah berseliweran sejak jam 6 pagi..
“kok rame banget mbah” tanyaku
“dino iki wage dadi ono pasar ning kene”… di daerah jawa sini setiap hari ada pasar hewan yang berpindah – pindah tempat sesuai hari pada tanggalan jawa.. ada pasar pon, pasar legi, pasar paing.. juga pasar wage yang tergelar tepat di depan rumah mbahku… suara pagi rombongan anak – anak sekolah yang naik sepeda berombongan bersautan membunyikan klakson sepedanya.. jga ramai pedagang yang tidak hanya hewan.. tapi ada juga alat – alat pertanian dan barang barang unik lainnya.. jam 8 waktu riuh pasar sudah sangat ramai dru datang dengan motor supranya..
“jalan – jalan yuk mba cari gule” katanya.. di daerah dru memang terkenal dengan sate gule yang lumayan melegenda sesampainya di sebuah kedai kecil kami disuguhi sepiring penuh gule dengankuah yang membanjiri piring besera beberapa potong sate kambing yang sudah dilepas dari tusuknya.. ada tambahan irisan bawang merah dan daun jeruk yang juga terlihat dipiring.
“ ini porsi sedikit dru” kataku tak percaya dengan porsi yang aku terima..
“iya “ kata dru sambil tertawa .. ku lihat dru mengambil piring makan yang di sodorkan oleh ibu warung berupa piring penuh dengan nasi dan lauk yang menggunung.. selesai makan sate gule kita cukup berkeliling sekitar desa.. siang yang panas membuat kami ga berlama – lama di luar akhirnya diputuskan untuk istirahat di rumah dru.. rumah kecil tanpa sekat dengan jalan raya.. rata – rata rumah disini berhalaman luas tanpa pagar antar satu rumah dengan rumah lainnya… sore sampai siang kita hanya bercanda dengan keluarga dru.. lagi – lagi dru di marahi karena mengajakku untuk bayar di atas kereta.. bukan membeli tiket secara resmi.. sebenarnya rencana awal kita pulang besok malam dengan kereta yang sama … tapi dru mengajak mampir dulu ke Jogja untuk sekedar jalan – jalan aku sebagai pengikut hanya menurut saja.
Pagi jam delapan mobil bapak dru sudah ada di rumah mbah putri karna kita akan naik bis je jogja.
“bener brani naik bis potong – potong “ kata Bapak dru menegaskan pada kami tentang niat untuk mampir jogja sebelum pulang ke Bandung.
“ga papa pak.. aku udah gede lho”.. dan kami pun pulang diantar sampai terminal terdekat dengan hanya membawa dua tas ransel tempat baju kami.. sebenernya mbah putri mau nitip oleh – oleh sambel dan lempeng kesukaan papa tapi aku hanya bawa sedikit yang bisa masuk ke dalam ransel dan aku juga bilang akan beli tambahan bakpia saja nanti di jogja.

Perjalanan di mulai dengan bis… perjalanan pertama yang hanya aku dan dru… perasaan nyaman dan senang bercampur di dalam hati… walau tetap ada basa basi diantara kita… sepanjang jalan banyak yang kita bahas… JOGJA KAMI DATANG
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan i4munited memberi reputasi
2 0
2
frenofmaya just call me anya
02-08-2019 15:32
JOGJAKARTA

Siang itu kami sampai di terminal jogja begitu keluar pagar langsung riuh para tukang beca menawarkan tumpangan untuk ke maloboro.
“malioboro mas.. malioboro mba… puter puter jogja mampir pabrik bakpia” teriak si bapak tukang becak sedikit menghalangi kami yang hendak keluar lokasi terminal…

“sedoso ngewu ae mas” kata si bapak tukang becak lagi masih belum putus asa mengikuti kami lagi.. akhirnya dru memberi tanda setuju untuk naik becak yang tadi… becak dengan ukuran yang cukup besar untuk kami berdua kap tutup yang tadinya di di lipat kebelakang di kembalikan ketempat semula oleh si bapak.. siang itu lumayan terik dan jalan yang kita lewati ga selamanya lurus kadang menemui turunan dan tanjankan… sesekali aku melihat si bapak tukang becak yang sudah bermandi peluh tapi mata tajamnya tetap menampakan semangat mungkin hari ini kami penumpang pertamanya..

“mampir pabrik bakpia mas?” tawar si bapak

“iya pak” kata dru … tak lama becak masuk ke sebuah gang kecil dan berhenti di sebuah rumah sederhana dari mulai turun beca kita sudah disuguhi aroma wangi bakpia .

“masih panas mba… ayo di coba saja” sapa mba – mba yang menyambut kami di pintu masuk. aku sempat menoleh kebelakang melihat bapak tukang becak sedang istirahat sambil mengipas – ngipaskan topi capingnya mencari udara untuk menghilangkan penat dan panas siang itu… seletah mencoba beberapa buah bakpia panas yang baru keluar oven kami pun memutuskan untuk membeli beberapa pak untuk dibawa sebagai oleh – oleh.. tidak hanya kami yang ada disitu ada beberapa becak juga yang sudah mampir di depan pabrik yang masih disebut home industry… si sajikan tester gratis dan pemandangan pada ibu – ibu dan mba – mba yang sedang membuat bakpia… kalo aku sendiri pati ga akan sampai ke pabrik itu dan dapat bakpia yang benar – benar fresh..

hari sudah kucup siang dan perut sudah mulai keroncongan akhirnya kita di turunkan di sebuah mall terbesar saat itu di jalan malioboro… kami naik untuk cari makan… ternyata pilihan kami hanya KFC.. walau di sepanjang jalan malioboro banyak kedai – kecai yang menyediakan berbagai makanan sederhana sampai burung dara tapi aku cukup takut dapet harga getok jadi biar aman kami memilih mkan di kedai pak tua Colonel Sanders..

“mau kemana lagi “ kata dru

“bawaan udah banyak gitu males lah kalo jalan jauh lagi”

“ ngadem disini dulu aja “ kataku lagi…

“Kereta masih nanti jam 9 berangkat dari stasiun tugu”

“masih lama banget yah “ kataku melihat jam belum lagi jam 3 sore itu…

Setelah cape yang kita rasa hilang kitapun mulai berjalan – jalan di emperan malioboro banyak pedagang dari mulai kaos oblong khas jogja batik sampai pernik – pernik dari perang… begitu banyak yang kami lihat masuk ke pasar Bringharjo sampai akhirnya tiba di Alun – alun Utara sampai akhirnya berisitrahat di Mesjid Agung Kauman sambil menunggu Magrib..

Setelah magrib kami kembali jalan menyusuri jalan malioboro dan sempat mampir di sebuah kedai mie jawa yang masih sangat tradisional dengan pembakaran memakai areng.. wangi … sebelum akhirnya sampai di stasiun tugu untuk menunggu kerata yang akan membawa kami ke Bandung… kereta masih cukup lengang kali ini kami membeli tiket resmi di peron lho..

“seandainya waktu bisa di ulang aku mau mengulang hari ini mba” kata dru dengan suara pelan ketika kereta mulai jalan… dan yang aku rasa juga sama … tidak ada kesepakat antara kami untuk jalan bersama.. tidak ada kata cinta atau pembicaraan yang mengarah kesana.. hanya kami merasa nyaman saat bersama…

profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan i4munited memberi reputasi
2 0
2
frenofmaya just call me anya
05-08-2019 15:57
Hari – Hari…

Kembali pada kehidupan nyata… pagi bekerja sampai sore… kadang harus lembur atau keluar kota… sekarang selain dru aku punya teman lain teman pada dunia maya… namanya Arjuna nama sebuah lakon pada pewayangan… aku hanya berhubungan lewat email… seperti awal dekat dengan dru.. hanya beda format untuk saat ini.. kalo dulu aku hanya mengirim surat dan menunggu balasan yang kadang satu bulan ada balasannya… tapi dengan email aku bias terima pesan setiap pagi… dan membalasnya setiap sore… hanya seperti bercerita pada seseorang yang ada di balik layar pcmu dan mendapatka balasanya kemudian…

Ga banyak hal yang aku ceritakan hanya tentang cara membiasakan diri untuk tinggal di Jakarta dengan semua kesepian… tentang pekerjaan yang mulai menempuk juga hal kecil lain… rasanya menyenangkan punya teman maya yang dapat bercerita apapun tanpa dia tau aku dan sebaliknya… sebuah topeng sempurna untuk sembunyi…

Yahoo massager dan yahoo mail jadi alat yang asik untuk bertemu dengan orang dari bagian wilayah entah berantah sekalipun…
Quote:
Dari :Arjuna
Judul : Selamat Pagi Maya…
Selamat pagi Maya… Semangat hari ini pasti banyak yang bakal dikerjain… akang doain dari jauh supaya semua sesuai dengan yang maya rencanakan..
Sudah hari Rabu… ayo sebentar lagi weekend dan pulang ke Bandung kan…
Semangat dari si Akang

frenofmaya just call me anya


Hanya email basa basi tapi bisa membuatku bahagia walau aku ga tau seperti apa orang di balik sana tapi hanya sedikit tulisaannya yang mungkin ga sampai 5 menit untuk membuatnya membuatku merasa punya orang lain di dunia ini yang akan perhatian padaku…

“hai … Bangong” tiba – tiba yanti udah ada dibelakangku..

“hari ini temenin aku ke kantor pusat yuk.. ngajuin tagihan” katanya lagi sambil memperlihakan beberapa bundle materi tagihan..

“seep.. jam berapa berangkat…” kataku bersemangat…

“jam 10 Aja mba… kadang suka antri pemeriksaaanya” kata yanti lagi..

Akupun melirik pada jam ditanganku.. masih ada waktu 20 menit sampe jam 10 ..

“naik taksi apa dianter? “

“Naik taksi aja mba… mobil pada kelapangan ada satu buat cadangan di kantor takut ada emergensi nanti”

Hampir jam sepuluh saat saat telp di mejaku berdering..

“mba nunggu taksinya dibawah aja yuk “ kata yanti di ujung saluran.

“oke “ kataku singkat… dan segera pamit pada Erwin karna hanya dia yang ada di ruangan saat itu.

Keluar kantor kadang jadi acara untuk melepas penat… bisa liat jalan sudirman setidaknya… bermacet – macet ria di seputaran thamrin sampai akhirnya sampai di gedung yang kita tuju… setelah mendaftar visitor langsung naik ke lantai empat mencari mbak – mbak cantik berkerudung yang selalu menyambut kami dengan senyum hangat…

“udah ga ada revisi lagi kan” kata mba Nila menyapa kami

“insya Allah ga ada Mba..” Yanti menjawab dengan senyum – senyum.. kami berdiri di depan meja mba nila yang sedang memeriksa bundle yang kami serahkan untuk menandai satu persatu bagian yang harus dia tandai…..

“cape ga berdiri… ambil kursi gih”kata mba nila melihat aku dan yanti hanya mematung di depannya..

“Ga usah mba… aku sambil liatin takut ada yang salah lagi” hamper sejam kita ada diruangan itu sampai akhirnya semua yang kami bawa diterimakan dengan baik… jam 12 kurang sedikit…

“eh jam makan siang… makan bareng aku yuk” ajak mba nila

“Emang biasa makan dimana mba?” kata yanti

“Di depan ada nasi uduk enak lho yanti.. “

“oke deh “ kata kami hampir berbarengan dan siang itu kami mkan bersama sampai akhirnya kita memutuskan pulang naik trans aja… hari itu ga ada tunggakan pekerjaanku jadi aku bisa santai… bahkan yanti menelphone ke kantor ijin langsung pulang… jadi kita bisa jalan – jalan seputaran Blok M… andai bisa sering – sering kabur dari kantor… tapi kesempatan seperti itu bahkan mungkin ga bisa di dapet dalam sebulan sekali.. sampe kita bener – bener lupa hari udah sore aja.. tiba – tiba aku ingat hari ini sama sekali ga keluarin hp dari tas.. aku buka hpku ada 5 misscall dan 3 sms dari dru… ya ampun aku lupa ngabarin dru..

SMS -1 – sayang udah sampe kantor ?-

SMS – 2 –Sayang makan siang apa hari ini ?-

SMS – 3 – Sayang dimana kok ga bisa dihubungi ?-

Dru bukan orang yang cemburuan tapi sejak aku di Jakarta dia sedikit lebih protektif… dan segera aku telp dru

“Say maaf aku ke kantor pusat tadi ini baru mau pulang baru masih di Blok M” kataku dengan perasaan bersalah aku tau dru pasti marah karna biasanya aku yang cerewet menanyakan keberadaan dia… tapi hari ini hanya karna dapat email pagi aku bisa benar – benar lupa dengan dru… apa aku benar – benar sedang berjalan untuk melupakannya hanya karena ada orang baru yang memasuki keseharianku.. hanya diam yang aku dengar dari sana…

ya udah nanti kalo sampe kosan kasih kabar “ katanya dengan nada ketus dia pasti marah pikirku… saat itu pasti air mukaku sudah berubah… dru marah… karna terlalu khawatirnya… setelah begitu banyak yang kita lewati bahkan perpisahan kita… hal yang aku tak pernah tau dari dru… berapa banyak kata – kata yang sudah membuat hatinya sakit yang di ucapkan keluargaku.. agar dru mau meninggalkanku..



profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan i4munited memberi reputasi
2 0
2
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Post ini telah dihapus oleh sella91
frenofmaya just call me anya
08-08-2019 10:01
Ceritanya maknyuusss Sis..seneng ada lagunya juga..jadi nemenin selama perjalanan..d tunggu lanjutannya.. emoticon-Sundul
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
frenofmaya just call me anya
08-08-2019 14:55
Quote:Tidak pernah terfikir untuk mencintai orang yang tak mungkin kamu cintai… kedekatan ku dengan dru yang semula hanya seperti teman berubah menjadi sahabat pena lalu menjadi sahabat dan lebih dari itu… walau agama membolehkan tapi ini bagai aib untuk keluargaku… orang Jawa selalu bilang ini ga bagus nanti akan ada ini dan itu semua hal dari mulai yang berbau mitos sampai pengetahuan sedikit – demi setikit di jejalkan pada kami berdua… walau kami tak pernah benar – benar menegaskan hubungan kami… kau ditanya kapan rasa itu datang akupun ga pernah tau… mungkin saat pertama melihatnya… mungkin saat kita sedang berjauhan…

aku jadi ingat suatu hari dibulan mei tahun 1997… saat aku mulai menyangkal perasaanku… sejauhnya aku sibuk dengan kegiatan kuliah tugas dan kadang menginap dikosan sahabat – sahabatku… tapi tetap tidak bias menghilangkan perasaan rindu pada sosok dru…
Malam itu dengan tugas kuliah di meja gambar aku mulai mengerjakan garis demi garis sketsa… dan membuka sebungkus rokok putih.. sejak aku memendam perasaanku sendiri cukup batang rokok yang jadi teman sepiku… tanpa aku bisa katakan kepada siapapun tentang apa yang aku rasa.. dan mengukuti diriku sendiri… kenapa Tuhan memberi rasa ini.. untuk sekedar menyakiti perasaanku.. untuk membuat aku jatuh.. dan tetesan air mata tak sadar mulai jatuh.. kenapa cinta begitu sakit aku rasa.. kemarin saat di tolak sepihak oleh kang Agun.. dan sekarang.. cinta yang hadir tapi tak boleh tumbuh.. perasaan yang harus ku buang jauh – jauh.

Rasanya malam itu kamar sesak oleh asap rokok yang tidak benar – benar aku hisap… tiba - tiba pintu kamar di gedor keras – keras…
“mba … mba anya.. ngapain kamu di dalam” suara dru.. kapan dia datang ke rumah… sedari tadi aku ga mendarngar suara pintu gerbang di buka… sejak aku sering begadang aku memang nemempati kamar disebrang garasi yang terpisah dari rumah utama kami jadi kebiasaan merokokku tak akan ketahuan oleh papa dan mama… untung saja aku masih terlalu cupu untuk berani mencoba mencari narkoba.. aku membuka pintu dan menatap nanar pada dru.. kamu ga tau perasaan apa yang sedang aku coba buang jauh – jauh… dan aku terdiam di depan pintu saat dru menerobos masuk mematikan rokok yang ada serta mematahkan sisanya..

“ada masalah apa… papa mama bertengkar… apa? “ katanya sambil menggoncang – goncangkan bahuku.. tapi aku hanya diam dan menangis…

“crita sama aku mba… aku ga suka liat kamu nangis” dan aku tetap diam..

“ya udah kalo ga mau cerita aku pulang lagi aja” katanya masih dengan nada sangat marah… dalam kondisi terburukku mendengar papa dan mama biasa bertengkar aku memang biasa memendam dan menangis sendiri… dan setelah ada dru.. setiap ada pertengkaran di rumah semua aku ceritakan padanya.. Pertengkaran orang tua adalah trauma besar untuk anak – anak… mungkin banyak orang tidak menyadarinya dan mengganggap itu masalah mereka yang tidak di tampakan di depan kami.. tapi bagiku walau hanya lamat – lamat ku dengar dari balik tembok aku mendengarnya dan aku mengerti yang mereka maksud… anak brokenhome dari keluarga yang utuh… kadang ingin aku bilang kenapa mama ga pisah aja sama papa kalo sakit hati terus… sampai akhirnya aku mengerti itu pilihan mereka untuk hidupnya… aku seperti sudah penat sekali dikepala… bahkan tidak ingin mendengar lagi kata – kata dari mulut dru.. aku hanya bias terus terisak.. entah berapa lama aku menangis sampai akhirnya dru memelukku lagi..

“cerita nanti kalo udah selesai nangisnya.. tapi jangan ngerokok lagi… cwe kok ngerokok” nada suaranya sudah sedikit turun dari tadi… dan aku tetap terisak dengan sakit yang ada di dada…

“aku… aku.. sayang sama kamu dru…”

“tapi aku tau aku ga boleh punya perasaan ini” kataku masih terisak..

Lama tak ku dengar jawaban dari dru… sampai akhirnya dia mengambil tanganku

“aku juga sayang dan ingin melindungi kamu lebih dari yang kamu tau… walau aku tau ga akan banyak tantangan di depan kita… aku mau melindungi kamu… kamu memang selalu merepotkan kamu manja tapi aku selalu merasa kamu butuhkan … aku juga ga tau tentang apa perasaaku.. perasaan yang terus aku bunuh sejak ada… tapi ngeliat kamu seperti ini aku janji ga akan membunuhnya lagi…

profile-picture
pulaukapok memberi reputasi
1 0
1
frenofmaya just call me anya
08-08-2019 19:49
Ternyata udah apdet,berat emang kalau masalah perasaan mah....:toasemoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
niken.ambar memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
misteri-gunung-kemukus
Stories from the Heart
sakti-wirajati
Stories from the Heart
elang-mataram
Stories from the Heart
si-anak-yang-kebingungan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia