alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d312b232f568d6737492b2c/fenomena-awan-topi-antara-keindahan-mitos-dan-bahayanya
Lapor Hansip
19-07-2019 09:29
Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya
Past Hot Thread

Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya

Fenomena alam ‘awan topi’ terjadi dan terlihat di atas Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu 17 Juli 2019.


Sebuah fenomena alam yang sangat indah, sehingga banyak warga net yang mengabadikan peristiwa itu, dan mengunggahnya di media sosial. Sebuah awan putih, menggumpal bundar (melingkar) berbentuk topi yang tidak jauh dari puncak gunung, sehingga tampak seperti sebuah topi.

Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya

Sebenarnya ‘awan topi’ bukanlah kejadian aneh, tapi sebuah fenomena alam yang biasa terjadi di atas puncak gunung berapi. Awan topi atau ‘cap cloud’ ini juga pernah terlihat di beberapa gunung berapi lainnya, seperti Gunung Semeru di tahun 2018. Hanya saja intensitas terjadinya boleh dikatakan cukup langka.

Karena itu, penampakan awan topi ini sering menimbulkan berbagai mitos dan kepercayaan di masyarakat, sebagai pertanda akan terjadinya suatu bencana yang akan ditimbulkan oleh gunung tersebut, seperti gunung meletus, gempa, dan sebagainya.

Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya

Ada pula yang mengaitkan pertiswa itu dengan terjadinya gerhana bulan sebagian pada anggal 17 Juli lalu. Namun pihak BMKG tidak ada menjelaskan tentang kaitan antara gerhana dan awan topi tersebut.

Emang sih, tidak ada salahnya berhati-hati jika ada suatu gejala dari sebuah gunung berapi. Tapi kehati-hatian tanpa dasar ilmiah yang logis, apalagi melahirkan sebuah kepercayaan yan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, hanya akan merugikan masyarakat sendiri.

Lantas bagaimana jawaban ilmiah terhadap fenomena awan topi tersebut?

Akun IG @infobmkg menjelaskan bahwa awan topi atau Cap Cloud ini merupakan jenis stratus (tumbuhnya menyamping), yang melayang di atas atau puncak gunung dan terpisah.

Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya

Pembentukan awan ini terjadi akibat pendinginan dan kondensasi udara lembab yang dipaksakan naik ke atas karena orografi atau ada gunung dan di atas puncak gunung.

Bentuk lenticular (cekung-cembung) nya dibentuk oleh angin lapisan atas pada arah horizontal.
***
Dengan demikian, awan topi ini terbentuk karena pembekuan awan di puncak gunung akibat suhu udara yang terlalu dingin, akibat turbulensi udara. Yah, semacam pembekuan es di dalam kulkas akibat turbulensi dari kompressor.

Karena itu, gunung yang diselimuti awan topi tersebut sangat dingin. Kondisi cuaca yang ekstra dingin inilah sebenarnya yang menimbulkan bahaya, khususnya bagi pendaki gunung tersebut.

Dengan suhu di bawah nol derajat, tubuh pendaki bisa mengalami hypothermia, yang ditandai dengan penderita berbicara melantur, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot, sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.

Dalam kondisi yang lebih parah, penderita bisa mengalami susah bernafas, detak jantung lemah, hingga pingsan.

Dengan demikian, hal yang harus dihindari dan diwaspadai saat terjadinya awan topi adalah mendekati dan mendaki gunung tersebut, sampai dinyatakan aman oleh BMKG.

Jangan sampai karena terlena dengan keindahannya, akhirnya lupa dengan bahayanya, misalnya terlalu mendekat untuk mengambil fotonya dan berlama-lama di sana.(*)

♡♡♡♡
Ref 1 Ref 2 Ref 3 Ref 4
Diubah oleh Aboeyy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ngejleb dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
19-07-2019 09:30
Reservasi
0
19-07-2019 09:32
sungguh indah hasil ciptaanmu ya rabFenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan BahayanyaFenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya
Diubah oleh indra.blora
profile-picture
Aboeyy memberi reputasi
1
19-07-2019 09:33
tak pernah dengar " awan topi "
cuma sering dengar " topi miring "
profile-picture
Aboeyy memberi reputasi
1
19-07-2019 10:27
Dengan suhu di bawah nol derajat, tubuh pendaki bisa mengalami hypothermia, yang ditandai dengan penderita berbicara melantur, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot, sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.

Dalam kondisi yang lebih parah, penderita bisa mengalami susah bernafas, detak jantung lemah, hingga pingsan.

nah ini yang berbahaya..
0
19-07-2019 13:14
itu bukan topi.. kotang.. emoticon-Mad
0
19-07-2019 13:52
dari jauh indah, dari dekat membahayakan. stay safe para pendaki di Indonesia, jangan sampe lupa cek cek gimana kondisi cuaca, apakah mendukung atau tidak. belakangan ini suka banyak kan kejadian hilang di gunung, semoga gak kejadian lagi
profile-picture
citra1717 memberi reputasi
1
19-07-2019 14:02
setiap ngeliat berita awan ini, ane pasti berdoa semoga pendaki yang lagi disitu bisa turun dengan selamat...
0
19-07-2019 15:26
Kok kaya kutang? emoticon-Hammer2
0
19-07-2019 16:25
payung salju gunung
0
19-07-2019 20:15
Quote:Original Posted By 8319801
Dengan suhu di bawah nol derajat, tubuh pendaki bisa mengalami hypothermia, yang ditandai dengan penderita berbicara melantur, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot, sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.

Dalam kondisi yang lebih parah, penderita bisa mengalami susah bernafas, detak jantung lemah, hingga pingsan.

nah ini yang berbahaya..


Ternyata bahaya yang ditandai oleh awan topi ini suhu dingin di gunungnya sendiri ya gan. Kalo udah kena hipotermia gitu pendakinya harus cepet-cepet dikasih panas dari luar tuh sama temen-temennya. Setau ane penderita hipotermia harus diselimutin tebel, dipeluk, diajak ngobrol terus supaya sadar, diminumin teh anget, dll gitu gan.
profile-picture
8319801 memberi reputasi
1
19-07-2019 20:59
Quote:Original Posted By Aboeyy

Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya

Fenomena alam ‘awan topi’ terjadi dan terlihat di atas Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu 17 Juli 2019.


Sebuah fenomena alam yang sangat indah, sehingga banyak warga net yang mengabadikan peristiwa itu, dan mengunggahnya di media sosial. Sebuah awan putih, menggumpal bundar (melingkar) berbentuk topi yang tidak jauh dari puncak gunung, sehingga tampak seperti sebuah topi.

Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya

Sebenarnya ‘awan topi’ bukanlah kejadian aneh, tapi sebuah fenomena alam yang biasa terjadi di atas puncak gunung berapi. Awan topi atau ‘cap cloud’ ini juga pernah terlihat di beberapa gunung berapi lainnya, seperti Gunung Semeru di tahun 2018. Hanya saja intensitas terjadinya boleh dikatakan cukup langka.

Karena itu, penampakan awan topi ini sering menimbulkan berbagai mitos dan kepercayaan di masyarakat, sebagai pertanda akan terjadinya suatu bencana yang akan ditimbulkan oleh gunung tersebut, seperti gunung meletus, gempa, dan sebagainya.

Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya

Ada pula yang mengaitkan pertiswa itu dengan terjadinya gerhana bulan sebagian pada anggal 17 Juli lalu. Namun pihak BMKG tidak ada menjelaskan tentang kaitan antara gerhana dan awan topi tersebut.

Emang sih, tidak ada salahnya berhati-hati jika ada suatu gejala dari sebuah gunung berapi. Tapi kehati-hatian tanpa dasar ilmiah yang logis, apalagi melahirkan sebuah kepercayaan yan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, hanya akan merugikan masyarakat sendiri.

Lantas bagaimana jawaban ilmiah terhadap fenomena awan topi tersebut?

Akun IG @infobmkg menjelaskan bahwa awan topi atau Cap Cloud ini merupakan jenis stratus (tumbuhnya menyamping), yang melayang di atas atau puncak gunung dan terpisah.

Fenomena ‘Awan Topi’, Antara Keindahan, Mitos dan Bahayanya

Pembentukan awan ini terjadi akibat pendinginan dan kondensasi udara lembab yang dipaksakan naik ke atas karena orografi atau ada gunung dan di atas puncak gunung.

Bentuk lenticular (cekung-cembung) nya dibentuk oleh angin lapisan atas pada arah horizontal.
***
Dengan demikian, awan topi ini terbentuk karena pembekuan awan di puncak gunung akibat suhu udara yang terlalu dingin, akibat turbulensi udara. Yah, semacam pembekuan es di dalam kulkas akibat turbulensi dari kompressor.

Karena itu, gunung yang diselimuti awan topi tersebut sangat dingin. Kondisi cuaca yang ekstra dingin inilah sebenarnya yang menimbulkan bahaya, khususnya bagi pendaki gunung tersebut.

Dengan suhu di bawah nol derajat, tubuh pendaki bisa mengalami hypothermia, yang ditandai dengan penderita berbicara melantur, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot, sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.

Dalam kondisi yang lebih parah, penderita bisa mengalami susah bernafas, detak jantung lemah, hingga pingsan.

Dengan demikian, hal yang harus dihindari dan diwaspadai saat terjadinya awan topi adalah mendekati dan mendaki gunung tersebut, sampai dinyatakan aman oleh BMKG.

Jangan sampai karena terlena dengan keindahannya, akhirnya lupa dengan bahayanya, misalnya terlalu mendekat untuk mengambil fotonya dan berlama-lama di sana.(*)

♡♡♡♡
Ref 1 Ref 2 Ref 3 Ref 4


wahhh ternyata bahaya juga ye gan... ane kmrn baca berita, tp pas lg hot2nya pas awal2... jd ane blm baca kalo ini bahaya... wah pdhal ane dah bilang indah2... ternyata dibalik keindahannya, kita manusia ga bisa bertahan lama2 ye klo pas lg ada awan indah ini... nice info gan...
emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol
profile-picture
Aboeyy memberi reputasi
1
19-07-2019 21:20
Dulu ane pernah kena awan lenticular begini gan digunung merbabu taun 2016. Anginnya kenceng banget, dinginnya nusuk sampe tulang. Anginnya kenceng sampe matahin 3 frame tenda ane sama kelompok ane. Alhasil dengan segala pertimbangan, ane putusin untuk turun. Lebih baik pulang selamat daripada ngga pulang sama sekali gan. emoticon-Toast
profile-picture
Aboeyy memberi reputasi
1
19-07-2019 21:25
nice share gan berguna bgt buat hiker emoticon-Big Grin

Xenia DP Cuma 22JT, Yuk cek disini gan! :)
0
19-07-2019 22:20
nice infonya gan... lanjutkan share2 rekomendasi yang berfaedah gini dan pengalaman inspiratifnya...
emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
citra1717 dan Aboeyy memberi reputasi
2
19-07-2019 23:16
semoga tidak ada bencana dibalik fenomena indah ya ga...
profile-picture
Aboeyy memberi reputasi
1
20-07-2019 04:12
tapi emang keren sih ya awan nya
0
20-07-2019 06:05
Takutnya ada apa2 diatas sana
0
20-07-2019 09:52
bagus banget emoticon-2 Jempol
Diubah oleh triwinarti
0
20-07-2019 11:16
wadidawww ini
0
20-07-2019 15:04
bagi yg sedang pacaran, hindari tempat seperti itu, agar cintanya tak tersedot turbulensi. emoticon-Big Grin
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.