News
Batal
KATEGORI
link has been copied
5
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2a36b2349d0f77ee6e016f/semerbak-mawar-1998-di-indonesia-raya-2019
TIM MAWAR DAN RUSUH SARINAH. Itulah tulisan headline majalah TEMPO edisi 10-16 Juni 2019 yang cukup kontroversial. Dikatakan kontroversial karena pemberitaan investigatif tentang indikasi keterlibatan seorang mantan anak buah Prabowo Subianto yang dulu aktif di Tim Mawar dalam kerusuhan di Sarinah 21-22 Mei 2019 tersebut disuguhkan ketika suasana Pilpres 2019 masih panas. Akibatnya, Dewan Pers mel
Lapor Hansip
14-07-2019 02:53

Semerbak Mawar 1998 dI Indonesia Raya 2019

icon-verified-thread
SEMERBAK MAWAR 1998 DI INDONESIA RAYA 2019TIM MAWAR DAN RUSUH SARINAH. Itulah tulisan headline majalah TEMPO edisi 10-16 Juni 2019 yang cukup kontroversial. Dikatakan kontroversial karena pemberitaan investigatif tentang indikasi keterlibatan seorang mantan anak buah Prabowo Subianto yang dulu aktif di Tim Mawar dalam kerusuhan di Sarinah 21-22 Mei 2019 tersebut disuguhkan ketika suasana Pilpres 2019 masih panas. Akibatnya, Dewan Pers melalui Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor 25/PPR-DP/VI/2019 menyatakan bahwa Majalah TEMPO melanggar Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik karena memuat opini yang menghakimi. Tunggu sebentar. Tim Mawar? Tim 11 orang anggota Kopassus itu? Anggota-anggota Kopassus yang dulu terlibat penculikan aktivis anti Orde Baru tahun 1997/1998 itu? Benarkah sekarang mereka muncul lagi? Kemana saja mereka selama 20 tahun terakhir ini?

Membaca istilah “Tim Mawar”, tentu saja rakyat Indonesia akan teringat kembali pada peristiwa kelam 20-21 tahun lalu. Peristiwa kelam tentang penculikan 23 orang aktivis anti Orde Baru oleh 11 orang anggota Kopassus Grup IV TNI Angkatan Darat. Penculikan ini terjadi pada rentang waktu menjelang Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998. Dari 23 orang korban penculikan tersebut, diketahui 1 orang meninggal dunia, 9 orang dilepaskan kembali dalam keadaan hidup, dan 13 orang dinyatakan “hilang” hingga kini. Kasus penculikan 23 orang aktivis anti Orde Baru 1997/1998 ini telah menyeret 11 perwira anggota Tim Mawar ke pengadilan Mahkamah Militer Tinggi II (Mahmilti II) pada April 1999. Melalui putusan perkara nomor PUT.25-6/K-AD/MMT-II/IV/1999, pengadilan yang diketuai oleh Kolonel CHK Susanto tersebut menjatuhkan vonis hukuman yang bervariasi 11 perwira tersebut: ada yang dipenjara dan dipecat sebagai anggota TNI, malah ada juga yang mengajukan naik banding pada tahun 2007 sehingga hanya dipenjara tanpa dipecat sebagai anggota TNI.

Seiring berjalannya waktu, setidaknya dari tahun 1999 hingga tahun 2019, ternyata diketahui bahwa 3 orang mantan Kopassus (selain Prabowo Subianto) yang ada sangkut pautnya dengan Tim Mawar telah terjun ke dunia politik praktis dengan bergabung ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Mereka adalah:
1. Mayor Jendral (Purn) Chairawan Kadarsyah Nusyirwan (mantan Komandan Grup IV Sandi Yudha Kopassus TNI AD) menjabat sebagai anggota dewan Pembina sekaligus sebagai wakil ketua bidang pertahanan dan keamanan nasional di DPP Partai Gerindra.
2. Kolonel (Purn) Fauka Noor Farid, menjabat sebagai anggota dewan Pembina di DPP Partai Gerindra.
3. H. Bambang Kristiono, S.E (mantan Komandan Tim Mawar yang dulu wajib melaporkan segala aksinya kepada Komandan Grup IV Sandi Yudha Kopassus TNI AD, dan diketahui oleh Danjen Kopassus) menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas dan Disiplin di DPP Partai Gerindra. Pangkat terakhir sebelum dicepat Mayor Infantri. Pada Pemilu 2019, Bambang Kristiono maju sebagai calon anggota DPR RI di daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat 2 dari Partai Gerindra, dan berhasil meraih 1 kursi dengan mengumpulkan 97.110 suara.


Bukan itu saja, ternyata ada 2 orang dari 9 korban penculikan 1997/1998 (yang dikembalikan dalam keadaan hidup) yang juga telah menjadi pejabat teras di partai besutan Prabowo Subianto dan Hashim Djodjohadikusumo ini. Mereka adalah:
1. Desmond Junaidi Mahesa (anggota DPR RI 2014-2019, Komisi III, dari daerah pemilihan Banten 2) menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan dan Kerjasama Antar Lembaga di DPP Partai Gerindra. Pada Pemilu 2019, Desmond Mahesa maju lagi sebagai calon anggota DPR RI dari partai dan daerah pemilihan yang sama, dan kembali berhasil mengamankan 1 kursi dengan raihan 103.837 suara.
2. Pius Lustrilanang (anggota DPR RI 2014-2019, Komisi XI, dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur 1) menjabat sebagai Ketua Bidang Koordinasi dan Pembinaan Organisasi Sayap Partai di DPP Partai Gerindra. Saat ini, Pius sedang mengikuti seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) periode 2019-2024.


Dengan mengetahui fakta-fakta ini, bisa saja dipahami kalau mantan Danjen Kopassus, mantan Komandan Grup IV Sandi Yudha Kopassus, mantan Komandan Tim Mawar, dan mantan anggota Tim Mawar tampaknya memiliki political will untuk melakukan rekonsiliasi di bahwa panji Partai Gerindra, minimal, dengan 2 orang mantan aktivis anti Orde Baru yang dulu telah mereka culik. Stockholm syndrome meets Lima syndrome!

Alangkah bahagianya jika suatu hari nanti, Partai Gerindra bersedia menyelenggarakan sebuah acara diskusi panel yang terbuka untuk publik tentang kontroversi penculikan aktivis tahun 1997/1998. Narasumbernya: Pius Lustrilanang, Desmond Mahesa, Chairawan Kadarsyah Nusyirwan, Fauka Noor Farid, dan Bambang Kristiono. Diskusi tersebut tidak perlu membahas kasus penculikan dari perspektif hukum, tapi harus fokus dilihat dari perspektif sosiologi dalam rangka mencari tahu keberadaan 13 orang aktivis yang hingga sekarang masih dinyatakan “hilang”. Idealnya, diskusi panel tersebut ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta nasional, dan pada sesi pembukaannya diawali dengan pembacaan penggalan cerpen berjudul: Pulau Arwah karya Dewi Kharisma Michellia:
Quote:“Aku datang untuk memanggil arwah kekasihku. Dia mati diculik penguasa. Ada yang bilang jenazahnya dikubur di bawah aspal landasan pacu pesawat”.



Referensi:
Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.HH-22.AH.11.01 Tahun 2015 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya)


Dewi Kharisma Michellia, Pulau Arwah, IndoProgress, 2014

https://nasional.tempo.co/read/12139...gga-berpolitik
Diubah oleh inal74
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
SEMERBAK MAWAR 1998 DI INDONESIA RAYA 2019
14-07-2019 03:17
nggk bakal d usut lg
udah ktemu d stasiun

emoticon-Cool

mantan jend selamat
yg mati jd sia2.....
bener kata bg iwan....politik itu kejam
0 0
0
SEMERBAK MAWAR 1998 DI INDONESIA RAYA 2019
14-07-2019 05:04
Orde baru punya konsepsi apa dalam membangun negara? Selain jual SDA, konsesi perkebunan dan pertambangan? Mau fokus di industri apa?
Diubah oleh kaiserwalzer
0 0
0
SEMERBAK MAWAR 1998 DI INDONESIA RAYA 2019
14-07-2019 06:34
sekarang giliran wowok diserang ma HTI binti partaik sapiemoticon-Ngakak
profile-picture
inal74 memberi reputasi
1 0
1
SEMERBAK MAWAR 1998 DI INDONESIA RAYA 2019
14-07-2019 06:44
Di head shoot junjungan sendiri .. sia sia nasib kamu
0 0
0
SEMERBAK MAWAR 1998 DI INDONESIA RAYA 2019
14-07-2019 09:47
salah satu point yg di ajukan bowok dlm rekonsiliasi
emoticon-Coolemoticon-Wkwkwk
profile-picture
inal74 memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia