alexa-tracking
Sports
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d21a2c3c0cad719d842efae/akhir-karir-messi-untuk-argentina
Lapor Hansip
07-07-2019 14:44
Akhir Karir Messi Untuk Argentina
Saat membela Argentina di Copa America, Messi menerima kartu merah yang bisa jadi akan menutup karirnya dengan penuh warna bersama tim Tango
Akhir Karir Messi Untuk Argentina


Gambar: tinthehao.com

Pada 2005 lalu, Lionel Messi melakukan pertandingan debut pertamanya bersama Albiceleste. Saat itu, Argentina sedang bermain dalam laga persahabatan melawan Hongaria. Pria berjuluk La Pulga itu baru berusia 18 tahun saat masuk pada menit ke-63 untuk menggantikan Lisandro Lopez. Namun hanya berselang 43 detik dengan baru melakukan tiga sentuhan, Messi langsung diganjar dengan kartu merah.

Saat itu, Messi sedang berupaya untuk menghindari kejaran lawan yang terus mengekor, tetapi Lionel Messi secara tidak sengaja mengayunkan tangannya terlalu kerah ke arah pemain Hungaria. Wasit yang melihat kejadian itu tanpa ampun langsung mengusir La Pulga di debut pertamanya bersama Argentina.

Hal itu tentu mengejutkan bagi seorang bakat muda yang baru berusia 18 tahun. Dan tampaknya kartu merah tersebut menjadi tanda abadi yang meramalkan keruntuhan Lionel Messi dalam balutan seragam Albiceleste. Ternyata memang benar, Argentina sendiri telah kalah dalam 4 laga final mereka di bawah dinasti El Pulga (3 final Copa Amerika dan 1 final Piala Dunia 2014).

Lionel Messi memang telah memenangkan semua kemuliaan bersama Barcelona. Dia memperoleh banyak prestasi yang prestisius baik secara kolektif maupun gelar pribadi. Namun, saat tampil di banyak kejuaraan bersama tim nasional negaranya menjadi mimpi buruk bagi Messi.

Segala kegagalan berturut-turut di turnamen besar membuat nama Messi lebih akrab dengan sebutan spesialis runner-up. Selain itu, ia juga tak mampu menyaingi popularitas legenda besar Argentina, Diego Maradonna yang mampu membawa Albiceleste menjadi Juara Dunia.

Akhir Karir Messi Untuk Argentina

Gambar: espnfc.com

Di edisi Copa Amerika 2019 yang diselenggarakan di Brazil, Argentina harus terhenti langkahnya setelah sebelumnya di hempaskan oleh rival besar mereka, Brazil. Mimpi untuk meraih gelar pertamanya bersama Argentina pun harus di kubur dalam-dalam oleh Messi.


Kekecewaan itu pun semakin kentara dalam laga perebutan tempat ketiga melawan Chile di Copa America 2019. Dalam pertarungan yang berlangsung sengit tersebut, kapten Argentina menciptakan asis ajaib guna memudahkan Sergio Aguero menceploskan bola. Namun, memasuki menit ke-37, Messi bertabrakan dengan Gary Medel dan kedua tim itu bergegas untuk saling adu provokasi.

Keributan diantara kapten itu membuat semua pemain berkerumun memisahkan keduanya. Wasit yang memimpin, Mario Alberto Diaz de Vivar secara tak terduga mengeluarkan kartu merah untuk kedua kapten tersebut setelah terus-menerus terlibat adu mulut dan hentakan dada.

Ini tentunya menjadi keputusan yang dianggap sangat berat oleh wasit asal Paraguay itu. Namun, beruntungnya Argentina tetap mampu mempertahankan keunggulan sehingga berhak atas medali perunggu di Copa Amerika 2019.

Akhir Karir Messi Untuk Argentina

Gambar: sports.yahoo.com

Bagi Scaloni mungkin mendapat medali perunggu sudah cukup untuk mengamankan posisinya sebagai pelatih kepala Argentina di turnamen kompetitif pertamanya. Namun, hasil akhir ini bagi Messi adalah menutup turnamen dengan cara paling menyedihkan. Ia menyandang ban kapten tetapi Messi tak mampu memimpin rekan-rekannya hingga menit terakhir.

Ini juga kedua kalinya La Pulga menerima kartu merah dalam balutan seragam tim Tango sejak pengusiran dalam debut pertamanya di tim nasional. Kartu merah menjadi tanda dimulainya karir Messi bersama Argentina. Dan mungkin untuk terakhir kalinya juga menjadi tanda bagi Messi untuk segera mengakhiri karirnya bersama Argentina.

Jika memang benar demikian adanya, ini tidak akan menjadi pengumuman pertamanya pensiun dari tim nasional Argentina. Selama 14 tahun dedikasinya bersama Albiceleste, Messi telah mengupayakan segala hal dan mengerahkan semua kemampuannya demi sebuah gelar juara. Tetapi apa daya, Messi masih saja gagal.

Keputusan Messi untuk mengakhiri pengabdiannya bisa dibilang dalam momen yang tepat. Tim sepakbola Argentina masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan dalam jajaran Asosiasi Sepakbola Argentina, AFA. Meskipun memiliki banyak pemain-pemain berlabel bintang dunia, nama Argentina hanya abadi di dalam kotak spesialis runner-up sedangkan Messi butuh gelar juara sebagai penegas status legendanya di depan publik Argentina.

Ketika semua upaya tidak berhasil, mungkin sudah saatnya dia harus benar-benar beristirahat dan memberikan panggung kepada para juniornya. Gracias, Messi!

"The best decisions aren’t made with your mind, but with your instinct"

Sumber Referensi:

Standard.co.uk

Express.co.uk

Fcbarcelona.com, dll.
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
08-07-2019 05:35
gk gelut gk rame
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.