alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d14ae4da727685927797561/detektif-ega
Lapor Hansip
27-06-2019 18:53
Detektif Ega
Past Hot Thread
Detektif Ega



Detektif Ega


Siapa sih yang suka sama kisah romantis tapi dipenuhi beragam gendre. Cinta dengan hantu, alien, zombie dan mahkluk aneh lainnya? Pasti aneh bukan?

Tapi ada cerita yang sangat mustahil lagi.

TERINSPIRASI DARI FILM SUPER HERO SEPERTI MARVER DAN DC.

Aku membuat sebuah kisah yang bisa dibilang logis, tapi tidak akan kalian temukan di dunia nyata. Kisah seorang detektif swasta yang dimana pekerjaan itu dianggap tabu di negeri kita namun bisa jadi ini pekerjaan yang menyenangkan bila kita bisa memposisikan batasan dan sudut pandang kita.

Seperti Ega, ia sangat ingin menolong orang tapi seperti kebanyakan orang, kita pasti sangat takut ketika peristiwa itu terjadi dan akhirnya kita hanya jadi penonton dari kejadian itu. Ega pun memutuskan meninggalkan hal itu dengan membuka jasa keliling membantu setiap masalah yang dihadapi orang. Bukan hanya masalah tapi menolong orang yang meminta tolong juga. Maaf, aku berputar-putar.


Karena pekerjaannya ini Ega menamai jasanya D-Ega yang artinya Destiny Ega. Pekerjaan ini juga membuatnya dapat berkeliling dunia dan menambah ilmu, daya ingat dan juga ketelitiannya. Pengalaman otomatis bertambah namun hidupnya sehebat teman-temannya yang sudah memiliki sebuah perusahaan besar.


Cerita ini akan membawamu pada hal-hal yang sebenarnya orang lain lakukan juga tapi kita berpikir kalau hanya kita seorang yang melakukannya. Contohnya : pola pikir orang-orang mengenai gravitasi kasur lebih besar dari gravitasi bumi.


Jadi? Ya baca aja dulu. Nanti gak usah kasik cendol lah! Di comment aja.

"Woi kok cerita lu tolol"
"Rasis lo"
"Dasar PKI"
"Hapus akun lu!"

Itu contoh komentar yang dianggap baik bagi saja. Tapi jangan digembok merah ya. Janji rapi kok.
















Quote:
Nih, biar bisa langsung loncat.

Bagian 1
Bagian 2
Bagian 3
Bagian 4
Bagian 5




S
E
L
A
M
A
T

B
A
C
A
Diubah oleh egalucu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
blackrosest dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
27-06-2019 18:56
Bagian 1
Pria yang Gagal



Reuni SMA Loriabella sedang berlangsung dengan sangat meriah, banyak sekali para alumni bahkan sesepuh yang datang ke acara itu. Semua sudah sukses dan berjaya bahkan, siswa yang dulunya terkenal paling nakal dan brutal kini berubah 180 derajat dan menjadi bos di perusahaannya. Akan tetapi tidak semua orang akan mendapat kesuksesan yang layak, orang yang dulunya rajin dan giat dalam kegiatan sekolah justru menjadi di bawah si anak nakal. Dunia terkadang tidak adil, begitu juga yang terjadi pada Ega. Dia dulunya siswa yang paling punya banyak mimpi sayangnya tidak terlaksana karena mentalnya yang sangat lemah.

Meski dibilang lemah, ia tidak pernah menunjukan raut sedih ke pada teman-temannya. Ia selalu bertingkah konyol dan sampai ide konyol itu memberikan dia sebuah pekerjaan untuk berwirausaha. Ia membuka jasa E-Goblok. Awalnya itu, setelah banyak ditertawakan ia menggantinya dengan nama D - Ega. Ega mengatakan kalau arti D itu menjerumus dalam arti kata Destiny atau mungkin ia terobsesi sama nama D di One Piece. Jasa D-Ega sama halnya seperti Ojol atau pun pengantar barang. Ini lebih ke hal yang agak rumit. Kadang ia membantu membersihkan rumah, menjaga anjing, menemukan barang yanh hilang. Memata-matai orang. Kalau disederhanakan ini lebih ke detektif swasta.

Reuni SMA Loriabella. Ia datang seorang diri dengan tampang biasa. Teman-temannya mengatakan tidak ada perubahan pada dirinya kecuali tingkah lakunya yang sedikit subjektif terhadap sesuatu.

"Hhhm sungguh aneh mengadakan reuni di hari yang sangat sibuk. " pikir Ega.

"Cukup jelas bukan, membebaskan orang-orang sibuk dari kesibukannya." Ucap Dharma salah satu teman Ega.

"Dharma, apa kabar? Kau tampak tidak baik."

"Aku baik, hanya kurang tidur."

"Kau pasti sangat sibuk."


"pekerjaan ini seperti memperbudakku! Aku benci melakukan ini tapi aku harus."

"Begitulah dunia memperlakukanmu."

"Bagaimana denganmu? Masih berada di dalam hayalanmu?"

"Sudah kukeluarkan, aku adalah Super Hero. Lebih tepatnya penolong berbayar. Ini kartu namaku."

"D-Ega. Tunggu kau tidak suka One Piece."

"Itu artinya Destiny! Bukan D, Detective, Destroy, atau pun Demage!"

"Baik, mungkin aku perlu bantuanmu saat aku perlu. Ayo kita temui yang lainnya."

"Mereka ada?"

"Kau pikir mereka tidak pamer kesuksesan?"

"Benar."

Mereka pun pergi menuju sayap kanan Aula pesta bertemu teman sekelas mereka.

"Hei, Ega, Dharma kawan lama, lama tak jumpa." Salam hangat Yudik sambil berjabat tangan.

"Kalian terlambat." Sahut Adi.

"Maaf, Tuan Tepat waktu kita punya bos yang sangat sibuk saat ini. Bagaimana sanggar budayamu Yudik?"

"Cukup buruk, tidak banyak anak muda yang mau ikut melestarikan budaya. Mereka lebih memilih berteman dengan gedget mereka."

"Biar kuganti kosakatanya, bermain." Sahut Ibu Sastra yang menghampiri kami.

"Maaf bu, aku tidak ahli dalam BMKG."

"BMKG?" Semua bertanya?

"Kata dalam bahasa Indonesia yang tepat." Ujarnya.

"Itu KBBI." Jawab Ega.

"Murid kebanggaanku dikelas 3. Terima kasih atas bantuanmu mencari buku yang tepat di Perpustakaan Scott, Detektif Ega." Puji Ibu Sastra. "Baik, aku permisi silahkan nikmati pestanya.

"D-Ega. Aku bukan Detektif." Gumamnya.

"Detektif atau bukan, aku ada perlu denganmu." Kata Jessica. Teman sekelas Ega.

"Jessica, kau tampak cantik." Puji Ega.

"Ini serius." Jawabnya dengan nada marah.

"Baik, ada yang bisa aku bantu."

"Minggu depan aku akan mengadakan pesta dan aku mengatakan semua temanku sukses tapi tidak denganmu. Jadi..."

"Kau memintaku untuk tidak datang ke pestamu." Jawab Ega.

"Aku tidak akan melakukan itu ke teman yang sudah memberi contekan untukku. Aku hanya tidak ingin pria gagal seperti terlihat gagah didepan anggota keluargaku." Jessica langsung pergi.

"Kata-katanya begitu tajam." Jawab Ega.

"Jangan tersinggung, kita akan balas perbuatannya." Ujar Adi

"Menurutku, dia tidak ada logat menghina Ega." Kata Yudik.

"Maaf, kami tidak meminta pendapat orang nilai bahasanya itu 20." Ucap Dharma.

Ega harus membuat dirinya tampak seperti orang yang berhasil dan akan lebih berhasil jika rencananya berhasil. Jadi, Ega pergi ke kerumunan siswa lain dan mencari salah satu temannya untuk meminta bantuan masalah penampilan dan juga busana. Tapi sebelum ia sampai ke tempatnya, ada sesuatu yang ia lihat. Yang jelas itu bukan penampakan. Ega juga tidak yakin, ia duduk diam mengaduk-aduk minuman di depannya dengan wajah murung yang sangat imut dengan seragam Loriabella lengkap dan rapi tentunya orang yang ia lihat pastinya perempuan, jika laki-laki..... lebih baik cerita ini diakhiri saja.


Bonus :
Quote:
- Penampilan luar yang baik adalah kunci untuk mendapat cinta pada pandangan pertama-
Diubah oleh egalucu
profile-picture
RintikHujan2986 memberi reputasi
1
27-06-2019 19:44
bagus 👍
tapi agak bingung baca dialognya
soalnya gak da keterangan yang ngomong siapa

biasnya dialog tanpa keterangan siapa yang mengucapkan kalau di lakukan oleh dua orang saja

tapi tetep good
0
27-06-2019 20:13
Quote:Original Posted By RintikHujan2986
tapi agak bingung baca dialognya
soalnya gak da keterangan yang ngomong siapa

biasnya dialog tanpa keterangan siapa yang mengucapkan kalau di lakukan oleh dua orang saja

tapi tetep good


Ok bro. Terima kasih atas sarannya. Saya akan perbaiki dan bagian selanjutnya akan dipastikan lebih baik dari yang ini.
0
28-06-2019 00:03
Bagian 2
Masalah Penampilan


Penampilan adalah hal penting bagi setiap orang, dimulai dari pakaian tatanan rambut sampai make up. Tapi untuk Ega, penampilan hanya akan menyusahkan hidupnya karena ia terbilang mahkluk hidup yang paling tidak suka jika harus berpakaian sesuai keinginan orang atau bahasa kasarnya ia malas merapikan diri. Keluhan juga datang dari teman dan orang tuanya tapi ia tidak menghiraukan itu karena menurutnya itu tidak akan mempengaruhi dunia. Tapi kali ini. Ia memikirkan tentang pemampilannya dari awal reuni ia tampak seperti memutar otak bagaimana cara berpenampilan rapi. Hal ini ia lakukan untuk dua hal, pertama permintaan Jessica, kedua untuk gadis setelan sekolah yang selalu ia pandang setiap saat. Ega memutuskan bertemu teman yang lainnya

"Hei. Ega." Sapa Lisa.

"Hei, kau tampak anggun dan sukses. Bagaimana rencana pernikahanmu?" Tanya Ega.

"Ini teman kita bukan?" Tanya Depina.

"Ini aku, hanya sedikit perubahan kosa-kata. Ohh iya, ngomong-ngomong. Apa cuma aku yang lihat cewek pake seragam Loriabella sendirian duduk di sana, atau kalian juga lihat. Jangan-jangan penampakan lagi!" Tanya Ega

"Ohh itu. Dia Veranda Winadian, anak kepala sekolah. Ayahnya memberi ia gelar murid abadi. Karena prestasinya yang luar biasa, ia digaji sebulan digaji 10 juta." Jawab Depina.

"Pasti, tanggung jawabnya besar." Kata Ega.

"Tapi kayaknya dia tertekan." Ujar Lisa.

"Enggak juga. Ayahnya ngasik kebebasan untuk dia. Bergaul, sex, alkohol, obat terlarang. Asal jangan sampai terlacak polisi. Sekolah ini mewah, tapi penuh dosa." Ujar Depina

"Andai aku cukup berani." Kata Ega.

"Pasti kamu akan deketin tuh cewek kan." Kata Lisa.

"Mungkin, tapi siapa tahu dia yang akan mendekatiku." Ungkap Ega dengan percaya diri

"Najis!" Teriak sontak kedua gadis itu.

Reuni pun berakhir begitu saja tanpa sempat Ega berbicara ke Veranda. Ia pun membiarkan saja karena ada sesuatu yang harus ia lakukan di Gabriela Fashion. Rumah pakaian wanita yang sudah terkenal di seluruh Asia Tenggara. Ega sudah meminta izin untuk bertemu pemilik dari Gabriela Fashion tapi sepertinya ia sangat sibuk sampai-sampai ia tidak dapat ke reuni itu. 3 jam menunggu akhirnya Ega diizinkan bertemu ownernya.

"Hai, lama tidak berjumpa. Outfit yang bagus, berapa harganya?" Tanya Ega basa-basi.

"Kamu Ega atau orang lain?" Tanya Dayu, selaku pemilik Gabriela Fashion cabang Indonesia ini kebingungan melihat sikap Ega.

"Aku kira kau akan suka gaya bicaraku."

"Aneh tahu. Aku udah luangin waktu khusus, lebih lama dari klienku dan aku harap ini penting mengingat kamu itu teman aku."

"Bisa tidak kau make over aku?"

Dayu tidak menjawab, matanya melotot menatap Ega yang ingin di make over.

"Kamu, make over?" Tanya Dayu. "Yakin? Ini Ega bukan?"

"Kalau bukan permintaan temanku, aku gak akan mungkin mau."

"Emang kenapa?"

"Jessica minta aku berpenampilan seolah-olah aku ini sukses. Orang sukses maksudnya."

"Jessica, dan kamu mau aja?"

"Dia teman! Kalo kamu minta bantuan aku juga bakalan bantu, lagipula ini semua bagian dari pekerjaanku."

"Ahhh, ok. Kalo udah buat keputusan, susah ngasik tau kamu. Egamaudibilangin!"

"Mungkin aku minta bantuan satu lagi."

"Apa lagi?"

"Kamu minggu depan libur, atau ada kegiatan?"

"Minggu depan aku cuti dan tidak ada jadwal."

"Kalau begitu aku perlu bantuanmu."

"Apa?"

"Setelah Make Over akan aku beritahu."

Pesta itu pun tiba, Ega tengah melakukan make over lebih awal dan siap dalam 2 jam dengan setelan taxedo, rambut rapi dan mengkilap, sepatunya juga tidak kalah mengkilap dengan rambutnya, brand Gabriela menempel di setiap pakaian dan aksesorisnya.

"Oke, semua beres. Kamu udah jadi cowok ganteng yang sukses. Sekarang, bantuan apa lagi?" Tanya Dayu.

"Jadi sekertarisku." Jawab Ega dengan polos.

"Apa! Jadi sekertaris. Engak, enggak, enggak." Dayu menolak.

"Ayolah, daripada kamu dirumah, ditelepon perusahaan."

"Aku kan managernya!"

"Itu dia masalahnya."

"Apa?"

"Belum sempat liburan udah ditelepon. Pesta di depan mata. Ayo bantu aku. Aku akan sangat berhutang Wawan."

"Wawan?"

"Budi lagi sibuk, makanya Wawan dulu yang gantiin."

"Apaain sih! iya deh iya!! Tapi ini terakhir dan aku harap ini menjadi pesta yang bagus."

"This party will be wild."

Dayu setuju dengan tawaran Ega dan bergegas menuju pesta, di sana ia melihat penjaga yang merupakan salah satu teman kuliah Jessica. Sebelum mereka ke penjaga itu, Ega berpesan kalau nama Dayu sekarang adalah Putri bukan Dayu lagi.

"Selamat malam! Bisa saya mengajukan pertanyaan?" Tanya Penjaga itu.

"Tentu." Jawab Ega.

"Nama."

"Ega."

"Teman Jessica ketika."

"Kenalan."

"Maksudnya sekolah mana?"

"Loriabella."

"Siapa yang Anda ajak?"

"Putri."

"Putri siapa?"

"Putri Cening Ayu." Jawab Dayu.

"Wadau! kayak nama Lagu." Penjaga itu pun mulai bernyanyi. " putriiii ceningg ayuuuuu... lilig motor ibi sanja, lilig motor ibi sanja."

"Ehhh! Itu Made cenik punya. Ada pertanyaan lagi?" Tanya Ega.

"Tidak ada, silahkan masuk! Selamat menikmati pesta."

"Ok, nilai kita berapa?"

"Nilai apa?" Penjaga itu bingung

"Masak jawab pertanyaan gak dapat nilai!" Ega protes

"Udah cepet masuk!" Bisik si Dayu.

Ega dan Dayu langsung masuk meninggalkan penjaga aneh itu. Pestanya sangat berkelas, rumah Jessica sangatlah besar. Aula di rumahnya mengalahkan Ballroom di Loriabella, Ega dan Dayu duduk di bagian pojok belakang di sebelah kiri, jauh diantara tamu undangan.

"Ega, selamat datang." Salam Jessica. "Kamu bawa pacar? Wow!"

"Aku sekertarsi pribadi Tn. Ega namaku Putri."

"Putri siapa?"

"Putri Cening Ayu." Jawab Ega.

"Aaah, Putri Cening Ayu, Sekertaris pribadi. Ok well done and having fun."

"Aku benci lihat mukanya."

"Aku juga benci lihat mukamu." Ucap Ega kebablasan.

"Apa!"

"Ehh, maksudnya si Jessica."

"Kamu tahu kenapa aku mau make over kamu?" Tanya Dayu.

"Kenapa?"

"Karena aku lihat kamu udah berubah. Meski sedikit, aku harap dengan perubahan penampilan ini, kamu bakalan dapet pacar."

"Terima kasih atas doanya. Bagaimana hubunganmu dengan pacarmu? Masih sanggup LDR?"

"Iya, tidak buruk juga. Aku sesekali menemuinya, dia sangat sibuk."

Ketika ia sedang berbincang, wanita cantik nan seksi datang menepuk pundak Ega.

"Hei." Senyum wanita itu.

"Siapa ya?" Ega bingung.

"Kenalin, aku Nataly Woff. Ayahku bekerja di google."

"Dan kamu?" Tanya Ega.

"Aku ahli IT, aku bisa mencegah virus komputer, merancang aplikasi, dan juga sebaliknya." Jawab Nataly.

"Wow, tubuh seksimu tidak mencerminkan dirimu yang sesungguhnya." Ungkap Ega sambil memandang Nataly.

"Itu pujian atau celaan?" Tanya Nataly

"Bagaimana menurutmu?"

"Aku juga bingung, itu diluar programku. Jadi apa pekerjaanmu?"

"Hhhhh, ada yang beralih profesi menjadi Dokter Cinta sepertinya." Sahut Dayu.

"Siapa dia?" Tanya Nataly.

"Aku Putri Cening Ayu."

"Aku tidak menanyakan namamu."

"Antisipasi saja."

"Dia sekertaris pribadiku." Jawab Ega.

"Bagus, mungkin kau bisa tinggalkan dia dan kita nikmati pesta bersama." Ajak Nataly

"Entahlah, dia tidak berani ditinggal sendiri." Kata Ega menolak dengan alasan.

"Aku mau menelepon, silahkan Tuan." Dayu mengizinkan.

Jennifer dan Ega pun duduk berdua, tidak lama setelah itu ada panggilan masuk dari ponselnya. Ega meminta izin untuk pergi ke taman untuk mengangkat telepon.

"Halo Ega." Panggil Dayu lewat telepon. "Maaf, aku tidak bisa menemani hingga pesta usai. Ada panggilan mendadak dari Jakarta. Pacarku juga ada disana. Sekali lagi maaf."

"Baiklah, terima kasih sudah mau menemani." Jawab Ega.

"Tentu, senang juga rasanya menjadi Putri Cening Ayu."

"Itu pujian atau hinaan?"

"Entahlah. Mungkin lain kali kita harus mempersiapkannya lebih matang. Jangan lupa, acara camping bulan depan."

"Kalian yang jangan sampai sibuk." Ega langsung menutup ponselnya

"Ada panggilan kerja Tn. Sibuk?" Tanya ayahnya Jessica.

"Anda pasti ayahnya Jessica. Mr. Zigy."

"Panggil saja Zee. Kau pasti Ega."

"Bagaimana Anda tahu?"

"Aku hafal semua nama yang ada disini karena otak om mampu mengingat lebih baik dari otak normal."

"Om Zee hebat." Ega kagum.

"Tidak juga, kadang kalau kita mudah mengingat hal penting, kita juga akan selalu mengingat hal buruk."

"Itu sisi jeleknya."

"Om belum tahu apa pekerjaanmu nak?"

Itu sama sekali tidak dipikirkan oleh Ega, ia kebingungan dan setengah mati hingga terpikir sebuah ide gila dalam pikirannya.

"Pekerjaan saya tidak untuk dipublikasikan ke orang lain. Saya takut jika saya memberi tahu pekerjaan saya, itu menjadi informasi terakhir yang om dengar. Kata Ega mengancam.

"Ok, lalu bagaimana kamu menyamarkan pekerjaanmu?" Tanya Om Zee.

"Berbohong. Hanya itu yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan negara ini."

"Oke, kalau begitu silahkan, kalau mau kembali ke pesta."

"Terima kasih."

Ega kembali ke pesta. Acara berlangsung begitu saja. Pada akhir acara Ega dan Nataly pun bertukar nomor setelah itu Nataly dijemput oleh teman-temannya yang lain untuk pergi ke tempat lain, atau pulang.

"Ega, good job." Puji Jessica.

"Beruntung tidak ada yang kenal aku." Kata Ega.

"Terserah, tapi yang jelas. Congratulation kamu udah buat Nataly tersenyum."

"Maksudnya?"

"Dasar cowok! Nanti uangnya aku transfer."

"Aku kan gak punya kartu kredit."

"Yaudah kalo gitu aku kasih langsung besok!"

"Iya-iya."

Ega pun pulang dengan menaiki taksi karena mobil yang ia bawa telah dibawa pulang Dayu, ya. Karena pada kenyataannya Dayu-lah pemilik sah mobil itu.

Besoknya sesuai janji Jessica datang dan memberiku uang. Bayangkan, hanya dengan berbohong Ega bisa dapat uang sebesar 5 juta. Coba bayangkan kalau kita jujur? Berapa kali lipat yang kita dapat?



Quote:Terkadang, Pertemanan itu terasa aneh. Tapi tidak ada yang peduli, karena itulah arti sesungguhnya dari pertemannan
Diubah oleh egalucu
profile-picture
ariefdias memberi reputasi
1
28-06-2019 07:53
Quote:Original Posted By egalucu
Masalah Penampilan


Penampilan adalah hal penting bagi setiap orang, dimulai dari pakaian tatanan rambut sampai make up. Tapi untuk Ega, penampilan hanya akan menyusahkan hidupnya karena ia terbilang mahkluk hidup yang paling tidak suka jika harus berpakaian sesuai keinginan orang atau bahasa kasarnya ia malas merapikan diri. Keluhan juga datang dari teman dan orang tuanya tapi ia tidak menghiraukan itu karena menurutnya itu tidak akan mempengaruhi dunia. Tapi kali ini. Ia memikirkan tentang pemampilannya dari awal reuni ia tampak seperti memutar otak bagaimana cara berpenampilan rapi. Hal ini ia lakukan untuk dua hal, pertama permintaan Jessica, kedua untuk gadis setelan sekolah yang selalu ia pandang setiap saat. Ega memutuskan bertemu teman yang lainnya

"Hei. Ega." Sapa Lisa.

"Hei, kau tampak anggun dan sukses. Bagaimana rencana pernikahanmu?" Tanya Ega.

"Ini teman kita bukan?" Tanya Depina.

"Ini aku, hanya sedikit perubahan kosa-kata. Ohh iya, ngomong-ngomong. Apa cuma aku yang lihat cewek pake seragam Loriabella sendirian duduk di sana, atau kalian juga lihat. Jangan-jangan penampakan lagi!" Tanya Ega

"Ohh itu. Dia Veranda Winadian, anak kepala sekolah. Ayahnya memberi ia gelar murid abadi. Karena prestasinya yang luar biasa, ia digaji sebulan digaji 10 juta." Jawab Depina.

"Pasti, tanggung jawabnya besar." Kata Ega.

"Tapi kayaknya dia tertekan." Ujar Lisa.

"Enggak juga. Ayahnya ngasik kebebasan untuk dia. Bergaul, sex, alkohol, obat terlarang. Asal jangan sampai terlacak polisi. Sekolah ini mewah, tapi penuh dosa." Ujar Depina

"Andai aku cukup berani." Kata Ega.

"Pasti kamu akan deketin tuh cewek kan." Kata Lisa.

"Mungkin, tapi siapa tahu dia yang akan mendekatiku." Ungkap Ega dengan percaya diri

"Najis!" Teriak sontak kedua gadis itu.

Reuni pun berakhir begitu saja tanpa sempat Ega berbicara ke Veranda. Ia pun membiarkan saja karena ada sesuatu yang harus ia lakukan di Gabriela Fashion. Rumah pakaian wanita yang sudah terkenal di seluruh Asia Tenggara. Ega sudah meminta izin untuk bertemu pemilik dari Gabriela Fashion tapi sepertinya ia sangat sibuk sampai-sampai ia tidak dapat ke reuni itu. 3 jam menunggu akhirnya Ega diizinkan bertemu ownernya.

"Hai, lama tidak berjumpa. Outfit yang bagus, berapa harganya?" Tanya Ega basa-basi.

"Kamu Ega atau orang lain?" Tanya Dayu, selaku pemilik Gabriela Fashion cabang Indonesia ini kebingungan melihat sikap Ega.

"Aku kira kau akan suka gaya bicaraku."

"Aneh tahu. Aku udah luangin waktu khusus, lebih lama dari klienku dan aku harap ini penting mengingat kamu itu teman aku."

"Bisa tidak kau make over aku?"

Dayu tidak menjawab, matanya melotot menatap Ega yang ingin di make over.

"Kamu, make over?" Tanya Dayu. "Yakin? Ini Ega bukan?"

"Kalau bukan permintaan temanku, aku gak akan mungkin mau."

"Emang kenapa?"

"Jessica minta aku berpenampilan seolah-olah aku ini sukses. Orang sukses maksudnya."

"Jessica, dan kamu mau aja?"

"Dia teman! Kalo kamu minta bantuan aku juga bakalan bantu, lagipula ini semua bagian dari pekerjaanku."

"Ahhh, ok. Kalo udah buat keputusan, susah ngasik tau kamu. Egamaudibilangin!"

"Mungkin aku minta bantuan satu lagi."

"Apa lagi?"

"Kamu minggu depan libur, atau ada kegiatan?"

"Minggu depan aku cuti dan tidak ada jadwal."

"Kalau begitu aku perlu bantuanmu."

"Apa?"

"Setelah Make Over akan aku beritahu."

Pesta itu pun tiba, Ega tengah melakukan make over lebih awal dan siap dalam 2 jam dengan setelan taxedo, rambut rapi dan mengkilap, sepatunya juga tidak kalah mengkilap dengan rambutnya, brand Gabriela menempel di setiap pakaian dan aksesorisnya.

"Oke, semua beres. Kamu udah jadi cowok ganteng yang sukses. Sekarang, bantuan apa lagi?" Tanya Dayu.

"Jadi sekertarisku." Jawab Ega dengan polos.

"Apa! Jadi sekertaris. Engak, enggak, enggak." Dayu menolak.

"Ayolah, daripada kamu dirumah, ditelepon perusahaan."

"Aku kan managernya!"

"Itu dia masalahnya."

"Apa?"

"Belum sempat liburan udah ditelepon. Pesta di depan mata. Ayo bantu aku. Aku akan sangat berhutang Wawan."

"Wawan?"

"Budi lagi sibuk, makanya Wawan dulu yang gantiin."

"Apaain sih! iya deh iya!! Tapi ini terakhir dan aku harap ini menjadi pesta yang bagus."

"This party will be wild."

Dayu setuju dengan tawaran Ega dan bergegas menuju pesta, di sana ia melihat penjaga yang merupakan salah satu teman kuliah Jessica. Sebelum mereka ke penjaga itu, Ega berpesan kalau nama Dayu sekarang adalah Putri bukan Dayu lagi.

"Selamat malam! Bisa saya mengajukan pertanyaan?" Tanya Penjaga itu.

"Tentu." Jawab Ega.

"Nama."

"Ega."

"Teman Jessica ketika."

"Kenalan."

"Maksudnya sekolah mana?"

"Loriabella."

"Siapa yang Anda ajak?"

"Putri."

"Putri siapa?"

"Putri Cening Ayu." Jawab Dayu.

"Wadau! kayak nama Lagu." Penjaga itu pun mulai bernyanyi. " putriiii ceningg ayuuuuu... lilig motor ibi sanja, lilig motor ibi sanja."

"Ehhh! Itu Made cenik punya. Ada pertanyaan lagi?" Tanya Ega.

"Tidak ada, silahkan masuk! Selamat menikmati pesta."

"Ok, nilai kita berapa?"

"Nilai apa?" Penjaga itu bingung

"Masak jawab pertanyaan gak dapat nilai!" Ega protes

"Udah cepet masuk!" Bisik si Dayu.

Ega dan Dayu langsung masuk meninggalkan penjaga aneh itu. Pestanya sangat berkelas, rumah Jessica sangatlah besar. Aula di rumahnya mengalahkan Ballroom di Loriabella, Ega dan Dayu duduk di bagian pojok belakang di sebelah kiri, jauh diantara tamu undangan.

"Ega, selamat datang." Salam Jessica. "Kamu bawa pacar? Wow!"

"Aku sekertarsi pribadi Tn. Ega namaku Putri."

"Putri siapa?"

"Putri Cening Ayu." Jawab Ega.

"Aaah, Putri Cening Ayu, Sekertaris pribadi. Ok well done and having fun."

"Aku benci lihat mukanya."

"Aku juga benci lihat mukamu." Ucap Ega kebablasan.

"Apa!"

"Ehh, maksudnya si Jessica."

"Kamu tahu kenapa aku mau make over kamu?" Tanya Dayu.

"Kenapa?"

"Karena aku lihat kamu udah berubah. Meski sedikit, aku harap dengan perubahan penampilan ini, kamu bakalan dapet pacar."

"Terima kasih atas doanya. Bagaimana hubunganmu dengan pacarmu? Masih sanggup LDR?"

"Iya, tidak buruk juga. Aku sesekali menemuinya, dia sangat sibuk."

Ketika ia sedang berbincang, wanita cantik nan seksi datang menepuk pundak Ega.

"Hei." Senyum wanita itu.

"Siapa ya?" Ega bingung.

"Kenalin, aku Nataly Woff. Ayahku bekerja di google."

"Dan kamu?" Tanya Ega.

"Aku ahli IT, aku bisa mencegah virus komputer, merancang aplikasi, dan juga sebaliknya." Jawab Nataly.

"Wow, tubuh seksimu tidak mencerminkan dirimu yang sesungguhnya." Ungkap Ega sambil memandang Nataly.

"Itu pujian atau celaan?" Tanya Nataly

"Bagaimana menurutmu?"

"Aku juga bingung, itu diluar programku. Jadi apa pekerjaanmu?"

"Hhhhh, ada yang beralih profesi menjadi Dokter Cinta sepertinya." Sahut Dayu.

"Siapa dia?" Tanya Nataly.

"Aku Putri Cening Ayu."

"Aku tidak menanyakan namamu."

"Antisipasi saja."

"Dia sekertaris pribadiku." Jawab Ega.

"Bagus, mungkin kau bisa tinggalkan dia dan kita nikmati pesta bersama." Ajak Nataly

"Entahlah, dia tidak berani ditinggal sendiri." Kata Ega menolak dengan alasan.

"Aku mau menelepon, silahkan Tuan." Dayu mengizinkan.

Jennifer dan Ega pun duduk berdua, tidak lama setelah itu ada panggilan masuk dari ponselnya. Ega meminta izin untuk pergi ke taman untuk mengangkat telepon.

"Halo Ega." Panggil Dayu lewat telepon. "Maaf, aku tidak bisa menemani hingga pesta usai. Ada panggilan mendadak dari Jakarta. Pacarku juga ada disana. Sekali lagi maaf."

"Baiklah, terima kasih sudah mau menemani." Jawab Ega.

"Tentu, senang juga rasanya menjadi Putri Cening Ayu."

"Itu pujian atau hinaan?"

"Entahlah. Mungkin lain kali kita harus mempersiapkannya lebih matang. Jangan lupa, acara camping bulan depan."

"Kalian yang jangan sampai sibuk." Ega langsung menutup ponselnya

"Ada panggilan kerja Tn. Sibuk?" Tanya ayahnya Jessica.

"Anda pasti ayahnya Jessica. Mr. Zigy."

"Panggil saja Zee. Kau pasti Ega."

"Bagaimana Anda tahu?"

"Aku hafal semua nama yang ada disini karena otak om mampu mengingat lebih baik dari otak normal."

"Om Zee hebat." Ega kagum.

"Tidak juga, kadang kalau kita mudah mengingat hal penting, kita juga akan selalu mengingat hal buruk."

"Itu sisi jeleknya."

"Om belum tahu apa pekerjaanmu nak?"

Itu sama sekali tidak dipikirkan oleh Ega, ia kebingungan dan setengah mati hingga terpikir sebuah ide gila dalam pikirannya.

"Pekerjaan saya tidak untuk dipublikasikan ke orang lain. Saya takut jika saya memberi tahu pekerjaan saya, itu menjadi informasi terakhir yang om dengar. Kata Ega mengancam.

"Ok, lalu bagaimana kamu menyamarkan pekerjaanmu?" Tanya Om Zee.

"Berbohong. Hanya itu yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan negara ini."

"Oke, kalau begitu silahkan, kalau mau kembali ke pesta."

"Terima kasih."

Ega kembali ke pesta. Acara berlangsung begitu saja. Pada akhir acara Ega dan Nataly pun bertukar nomor setelah itu Nataly dijemput oleh teman-temannya yang lain untuk pergi ke tempat lain, atau pulang.

"Ega, good job." Puji Jessica.

"Beruntung tidak ada yang kenal aku." Kata Ega.

"Terserah, tapi yang jelas. Congratulation kamu udah buat Nataly tersenyum."

"Maksudnya?"

"Dasar cowok! Nanti uangnya aku transfer."

"Aku kan gak punya kartu kredit."

"Yaudah kalo gitu aku kasih langsung besok!"

"Iya-iya."

Ega pun pulang dengan menaiki taksi karena mobil yang ia bawa telah dibawa pulang Dayu, ya. Karena pada kenyataannya Dayu-lah pemilik sah mobil itu.

Besoknya sesuai janji Jessica datang dan memberiku uang. Bayangkan, hanya dengan berbohong Ega bisa dapat uang sebesar 5 juta. Coba bayangkan kalau kita jujur? Berapa kali lipat yang kita dapat?


Well done..lanjuttt bro
profile-picture
egalucu memberi reputasi
1
28-06-2019 08:51
Quote:Original Posted By ariefdias
Well done..lanjuttt bro


Ok
0
28-06-2019 14:17
Bagian 3
Black Bow


Andika, adalah seorang penjahit atau secara internasional disebut designer ternama yang terkenal di seluruh Indonesia. Ia mendapatkan undangan resmi dari Gabriela Fashion dalam acara Grand Opening di Jakarta. Ia pun melihat sekeliling dan melihat beberapa pakaian hasil tangannya itu dipajang dengan harga yang beragam, dari murah sampai yang terkecil. Andika melihat Dayu selaku manager pusat bagian Indonesia, tapi Andika agak sungkan menyapa karena ia tampak sangat sibuk. Ia mengeluh tentang jadwalnya yang padat, waktu makan siang sirna dan betapa bosannya menyambut tamu special.

"Sepertinya ada yang akan membenciku." Pikir Andika.

Sementara itu, dibalik panggung Dayu agak kelelahan dan sedikit merebahkan dirinya di sofa sampai tiba-tiba seseorang menutup matanya.
Dayu langsung melepas tangan yang menutup matanya, wajah lelahnya berubah jadi ekspresi senyum dan langsung memeluk pria yang ada di belakangnya. Orang itu adalah Bagus, pacar Dayu.

"Aku kangen." Ujar Dayu manja.

"Kita sama-sama sibuk." Jawab Bagus.

"Hhhhm, demi masa depan."

"Demi masa depan siapa?"

"Kita!!"

"Pinter."

"Wow, ada pasangan Dora dan Boots sepertinya. Interaktif sekali." Sahut Andika yang tiba-tiba datang.

"Siapa kamu?" Tanya Bagus.

"Andika. Aku diundang untuk mempromosikan jaket kemejaku."

"Astaga, harusnya aku jemput dia. Maaf banget Pak, saya lupa." Ucap Dayu meminta maaf.

"Tidak usah dipikirkan, tapi ngomong-ngomong. Kalian LDR?"

"Iya, emang ga baik?" Tanya Bagus.

"Itu kalian yang nentuin. Kalo soal LDR. Waktu aku tinggal di Jepang. Ada pasangan suami istri namanya Lira Ikuzo dan Nigima Sasuidana. Mereka menjalani hubungan jarak jauh selama 18 tahun. Mereka akan bertemu ketika 18 tahun itu."

"Maksudmu, mereka bertemu 18 tahun sekali?" Tanya Bagus.

"Iya, maaf. Aku tidak sepandai temanku dalam bercerita. Tapi jika itu temanku, dia pasti akan cepat mengarang cerita dan cerita itu malah menjadi pembelajaran."

"Ya, aku paham itu." Sahut Bagus. "Maaf memotong sebentar tapi sepertinya aku harus mengucapkan salam perpisahan ke Dayu karena aku akan segera berangkat."

Mereka berpamitan mesra dan itu sama sekali tidak menarik bagi Andika. Setelahnya, Grand Opening dimulai dengan sangat meriah, jaket kemeja milik Andika pun mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Akhirnya acara itu selesai tepat pukul 10 malam. Andika harus bergegas ke bandara untuk penerbangannya ke Bali. Ketika di dalam pesawat mereka tidak tahu kalau mereka berada dalam satu pesawat. Akan tetapi, ketika sampai di Bali. Dayu menyadari Andika ternyata ikut ke Bali.

"Kamu ke Bali?" Tanya Dayu.

"Iya, aku memang dari Bali."

"Tapi kamu kayak orang cina."

"Terserah. Waktuku agak singkat di Bali jadi aku harus habiskan waktu itu bersama orang yang tepat, walaupun ini akan jadi liburan yang aneh."

"Aku juga mau kayak gitu tapi...."

"Teman-teman masih ada?"

"Ya, mungkin. Tapi.....

Andika tidak menghiraukan dan terus berjalan keluar dari Bandara. Ia pun menjumpai Ega di tempat Ega selalu menerima pekerjaan.

"Yooo, Andika apa kabar" sapa Ega.

"Ya, seperti sebelumnya aku ke sini." Jawab Andika. "Jadi, gimana pekerjaan unikmu ini?"

"Lumayan, banyak terjadi masalah disini. Pencuri, mencari hewan yang hilang. Berbelanja, gantungan baju ya mungkin hanya beberapa yang bisa dijelaskan."

"Jadi, kemana kita?"

"Tunggu dulu. Akan ada tamu yang akan datang, dia merahasiakan namanya sampai dia kesini."

Orang misterius itu pun datang dengan melenggokkan badan seksinya sambik mengenakan topeng yang menutupi matanya.

"Nataly?" Panggil Ega.

"Iyap. Hebat juga kamu bisa tahu aku." Kagum Nataly

"Kalian saling kenal?" Tanya Andika.

"Aku bisa mengenal lebih dari setengah populasi di bumi yang aku anggap penting." Jawab Nataly.

"Berarti kau tidak mengenaliku." Kata Andika.

"Putu Gede Andika. Pembuat desain paling aneh namun karyanya menjadi trendy di masa ini. Congratulation for your Shirt Jaket." Jawab Nataly

"Astaga. Sepertinya benar, aku akan jadi penjahat." Ungkap Andika.

"Jadi, apa yang perlu aku lakukan untuk membantumu?" Tanya Ega.

"Hhhhmm apa ya?" Nataly terlihat bingung."

"Jadi kau tidak tahu apa yang perlu aku kerjakan, Nataly?" Ega kembali bertanya.

"Untukmu, panggil saja aku Nat." Kata Nat dengan logat seksinya

"Suasana jadi makin panas." Kata Andika.

"Aku perlu bantuanmu, tapi aku tidak yakin kau sanggup mengemban tugas ini." Nat mulai serius.

"Apa itu?" Tanya Ega.

"Buat Veranda Winadian Lulus."

"Tunggu! Dia belum lulus sampai sekarang? Keren!" Seru Andika.

"Maaf, Mr. Comment. Tapi aku sudah membatasi komentarku, hanya untuk pengikutku!" Julid si Nataly.

"Aku sudah mengikutimu." Jawab Andika.

"Kau sudah aku blok!" Balas Nat

"Lupakan aku punya banyak akun." Andika tidak mau kalah.

"Aku blok semua pengikut dan yang aku ikuti!!" Nat mulai kesal.

"Berarti aku juga dong." Sahut Ega.

"Ahrrrrhhhh! Kok jadi bahas akun Ig sih?" Nat kesal.

"Kamu sendiri yang mulai......" ponsel Ega berbunyi. Ia mendapat panggilan kalau salah satu temannya mengalami kasus aneh yang Ega sendiri pun sangat bingung saat temannya ini menjelaskan. Ega, Andika, dan Nataly pun bergegas ke TKP. Tepatnya di taman kota.

"Jelaskan lebih sederhana!" Seru Ega bertanya ke Wira.

"Ada yang nembak Arya pake busur tapi pelakunya gak diketahui jelas. Dan anehnya busurnya itu tumpul tapi bisa nembus dalam sekali ke lenganya Arya. Sekarang Arya di langsung dilariin ke Rs. Wangaya."

"Kejam." Balas Nataly.

"Sudah terkena panah disuruh lari lagi ke rumah sakit " jawab Andika

"Nilai Bahasa Indonesiamu berapa sih?!!!" Nataly tampak kesal dengan Andika.

"39."

"Pelakunya, punya keahlian luar biasa dalam fisika. Ia bisa dengan akurat mengenai sasaran." Ungkap Ega. "Kayaknya kita harus temui Veranda. Dimana dia?"

"Di rumahnya mungkin, biasanya sih lagi berenang." Jawab Nat.

Ega dan yang lainnya pun langsung menuju rumah Veranda dengan bimbingan Nat mereka pun sampai dan menghampiri Veranda yang hanya mengenakan pakaian renang dengan egolannya berenang seperti putri duyung berkaki. Seksi sekali.

"Hey Nat. Hay cowoks." Sapanya genit.

"Kami ada pertanyaan." Teriak Ega dari luar kolam.

"Mendekat kalo mau tahu jawabannya."

"Ok! And, maju."

"Kenapa harus aku. Aku mana bisa renang."

"Ya, masak aku."

"Tanpa mereka sadari Nataly sudah melepas pakaiannya dan hanya menyisakan bra dan celana dalam kemudian terjun ke kolam mendekat ke Veranda."

"Hy sayang how are you?" Tanya Nat.

"Streees! I want to collage!"

"Don't worry mereka yang akan membebaskanmu."

"Thank you, i love you guys!!!" Teriak Veranda ke Ega dan Andika.

"But, i have something ridle."

"Ridle?"

"Cuma kamu yang bisa menggunakan ilmu fisika secara jitu dan apa mungkin kamu itu si Black Bow itu?"

"Kalau masalah panah. Murid kelas 2 F di Loriebella yang ahli dengan busur dan anak panah. Namanya Cindy Shot. Perempuan imut dengan hati psikopat, kejahatannya tertutupi sama logo loli legalnya. I want you be careful."

Nataly langsung berpamitan ke Veranda dan mengatakan kalau kasus ini selesai dia akan segera membantunya. Tidak pikir panjang Ega langsung memutuskan untuk menemui Cindy Shot di Loriebella, tepatnya di arena memanah. Di sana mereka melihat Cindy memanah dengan serius dan dapat menembus lebih dari 3 target dalam sekali panah.

"Black Bow! Kau tertangkap!" Teriak Ega.

"Goblok!" Teriak Nataly."

"Kenapa? Kalian gak suka?" Cindy secara tidak langsung mengakuinya.

"Pasti ada alasan kan kamu manah si Arya!" Tanya Andika.

"Aku diperkosa!!" Teriak Cindy.

"Ahh! Diperkosa?" Mereka bertiga bingung.

"Waktu reuni, aku sendiri di sini. Lagi latihan manah. Aku mau coba cara Kak Veranda dengan menggunakan hukum fisika untuk memanah. Tapi mereka tiba-tiba datang. Ngiket aku di tiang, terus perkosa aku!!! Aku akhirnya tahu hukum fisika. Kupakai balas dendam. Supaya tidak ada korban lain. Kucoba target penisnya tapi anggin kurang mendukung, hanya bagian lengan yang bisa membuat anak panahnya menembus sampai ke tulangnya. Kalian mau apa?" Cindy langsung mengeluarkan air mata. "Aku gagal ikut olimpiade karena mereka.." ia menangis ketika mengatakan tidak dapat ikut olimpiade.

Ega membawa Cindy ke kantor polisi dan menjelaskan kronologi pemerkosaan yang dilakukan okeh Arya dan Wira. Saat itu pun mereka di tangkap. Tapi Cindy tidak. Ega tidak membocorkan mengenai Black Bow. Ega mengatakan ke Media kalau Black Bow mungkin adalah sahabat dekat dari Cindy yang merasa tidak terima dengan perlakuan mereka berdua. Saat diintrogasi Arya dan Wira melakukan semua itu karena pikirannya seperti dipengaruhi. Mereka tahu siapa orangnya tapi mereka tidak bisa menjelaskan, menyebutkan ciri-ciri. Atau info yang jelas. Kata-kata mereka seperti tertahan di ujung lidah sampai-sampai mereka membuat polisi gregetan.


Quote:
Di balik senyum manismu, terdapat sebuah isyarat yang menandakan kamu haru menjauh dari dirinya yang terlalu sempurna bagimu
Diubah oleh egalucu
profile-picture
ariefdias memberi reputasi
1
28-06-2019 17:00
Quote:Original Posted By egalucu
Black Bow


Andika, adalah seorang penjahit atau secara internasional disebut designer ternama yang terkenal di seluruh Indonesia. Ia mendapatkan undangan resmi dari Gabriela Fashion dalam acara Grand Opening di Jakarta. Ia pun melihat sekeliling dan melihat beberapa pakaian hasil tangannya itu dipajang dengan harga yang beragam, dari murah sampai yang terkecil. Andika melihat Dayu selaku manager pusat bagian Indonesia, tapi Andika agak sungkan menyapa karena ia tampak sangat sibuk. Ia mengeluh tentang jadwalnya yang padat, waktu makan siang sirna dan betapa bosannya menyambut tamu special.

"Sepertinya ada yang akan membenciku." Pikir Andika.

Sementara itu, dibalik panggung Dayu agak kelelahan dan sedikit merebahkan dirinya di sofa sampai tiba-tiba seseorang menutup matanya.
Dayu langsung melepas tangan yang menutup matanya, wajah lelahnya berubah jadi ekspresi senyum dan langsung memeluk pria yang ada di belakangnya. Orang itu adalah Bagus, pacar Dayu.

"Aku kangen." Ujar Dayu manja.

"Kita sama-sama sibuk." Jawab Bagus.

"Hhhhm, demi masa depan."

"Demi masa depan siapa?"

"Kita!!"

"Pinter."

"Wow, ada pasangan Dora dan Boots sepertinya. Interaktif sekali." Sahut Andika yang tiba-tiba datang.

"Siapa kamu?" Tanya Bagus.

"Andika. Aku diundang untuk mempromosikan jaket kemejaku."

"Astaga, harusnya aku jemput dia. Maaf banget Pak, saya lupa." Ucap Dayu meminta maaf.

"Tidak usah dipikirkan, tapi ngomong-ngomong. Kalian LDR?"

"Iya, emang ga baik?" Tanya Bagus.

"Itu kalian yang nentuin. Kalo soal LDR. Waktu aku tinggal di Jepang. Ada pasangan suami istri namanya Lira Ikuzo dan Nigima Sasuidana. Mereka menjalani hubungan jarak jauh selama 18 tahun. Mereka akan bertemu ketika 18 tahun itu."

"Maksudmu, mereka bertemu 18 tahun sekali?" Tanya Bagus.

"Iya, maaf. Aku tidak sepandai temanku dalam bercerita. Tapi jika itu temanku, dia pasti akan cepat mengarang cerita dan cerita itu malah menjadi pembelajaran."

"Ya, aku paham itu." Sahut Bagus. "Maaf memotong sebentar tapi sepertinya aku harus mengucapkan salam perpisahan ke Dayu karena aku akan segera berangkat."

Mereka berpamitan mesra dan itu sama sekali tidak menarik bagi Andika. Setelahnya, Grand Opening dimulai dengan sangat meriah, jaket kemeja milik Andika pun mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Akhirnya acara itu selesai tepat pukul 10 malam. Andika harus bergegas ke bandara untuk penerbangannya ke Bali. Ketika di dalam pesawat mereka tidak tahu kalau mereka berada dalam satu pesawat. Akan tetapi, ketika sampai di Bali. Dayu menyadari Andika ternyata ikut ke Bali.

"Kamu ke Bali?" Tanya Dayu.

"Iya, aku memang dari Bali."

"Tapi kamu kayak orang cina."

"Terserah. Waktuku agak singkat di Bali jadi aku harus habiskan waktu itu bersama orang yang tepat, walaupun ini akan jadi liburan yang aneh."

"Aku juga mau kayak gitu tapi...."

"Teman-teman masih ada?"

"Ya, mungkin. Tapi.....

Andika tidak menghiraukan dan terus berjalan keluar dari Bandara. Ia pun menjumpai Ega di tempat Ega selalu menerima pekerjaan.

"Yooo, Andika apa kabar" sapa Ega.

"Ya, seperti sebelumnya aku ke sini." Jawab Andika. "Jadi, gimana pekerjaan unikmu ini?"

"Lumayan, banyak terjadi masalah disini. Pencuri, mencari hewan yang hilang. Berbelanja, gantungan baju ya mungkin hanya beberapa yang bisa dijelaskan."

"Jadi, kemana kita?"

"Tunggu dulu. Akan ada tamu yang akan datang, dia merahasiakan namanya sampai dia kesini."

Orang misterius itu pun datang dengan melenggokkan badan seksinya sambik mengenakan topeng yang menutupi matanya.

"Nataly?" Panggil Ega.

"Iyap. Hebat juga kamu bisa tahu aku." Kagum Nataly

"Kalian saling kenal?" Tanya Andika.

"Aku bisa mengenal lebih dari setengah populasi di bumi yang aku anggap penting." Jawab Nataly.

"Berarti kau tidak mengenaliku." Kata Andika.

"Putu Gede Andika. Pembuat desain paling aneh namun karyanya menjadi trendy di masa ini. Congratulation for your Shirt Jaket." Jawab Nataly

"Astaga. Sepertinya benar, aku akan jadi penjahat." Ungkap Andika.

"Jadi, apa yang perlu aku lakukan untuk membantumu?" Tanya Ega.

"Hhhhmm apa ya?" Nataly terlihat bingung."

"Jadi kau tidak tahu apa yang perlu aku kerjakan, Nataly?" Ega kembali bertanya.

"Untukmu, panggil saja aku Nat." Kata Nat dengan logat seksinya

"Suasana jadi makin panas." Kata Andika.

"Aku perlu bantuanmu, tapi aku tidak yakin kau sanggup mengemban tugas ini." Nat mulai serius.

"Apa itu?" Tanya Ega.

"Buat Veranda Winadian Lulus."

"Tunggu! Dia belum lulus sampai sekarang? Keren!" Seru Andika.

"Maaf, Mr. Comment. Tapi aku sudah membatasi komentarku, hanya untuk pengikutku!" Julid si Nataly.

"Aku sudah mengikutimu." Jawab Andika.

"Kau sudah aku blok!" Balas Nat

"Lupakan aku punya banyak akun." Andika tidak mau kalah.

"Aku blok semua pengikut dan yang aku ikuti!!" Nat mulai kesal.

"Berarti aku juga dong." Sahut Ega.

"Ahrrrrhhhh! Kok jadi bahas akun Ig sih?" Nat kesal.

"Kamu sendiri yang mulai......" ponsel Ega berbunyi. Ia mendapat panggilan kalau salah satu temannya mengalami kasus aneh yang Ega sendiri pun sangat bingung saat temannya ini menjelaskan. Ega, Andika, dan Nataly pun bergegas ke TKP. Tepatnya di taman kota.

"Jelaskan lebih sederhana!" Seru Ega bertanya ke Wira.

"Ada yang nembak Arya pake busur tapi pelakunya gak diketahui jelas. Dan anehnya busurnya itu tumpul tapi bisa nembus dalam sekali ke lenganya Arya. Sekarang Arya di langsung dilariin ke Rs. Wangaya."

"Kejam." Balas Nataly.

"Sudah terkena panah disuruh lari lagi ke rumah sakit " jawab Andika

"Nilai Bahasa Indonesiamu berapa sih?!!!" Nataly tampak kesal dengan Andika.

"39."

"Pelakunya, punya keahlian luar biasa dalam fisika. Ia bisa dengan akurat mengenai sasaran." Ungkap Ega. "Kayaknya kita harus temui Veranda. Dimana dia?"

"Di rumahnya mungkin, biasanya sih lagi berenang." Jawab Nat.

Ega dan yang lainnya pun langsung menuju rumah Veranda dengan bimbingan Nat mereka pun sampai dan menghampiri Veranda yang hanya mengenakan pakaian renang dengan egolannya berenang seperti putri duyung berkaki. Seksi sekali.

"Hey Nat. Hay cowoks." Sapanya genit.

"Kami ada pertanyaan." Teriak Ega dari luar kolam.

"Mendekat kalo mau tahu jawabannya."

"Ok! And, maju."

"Kenapa harus aku. Aku mana bisa renang."

"Ya, masak aku."

"Tanpa mereka sadari Nataly sudah melepas pakaiannya dan hanya menyisakan bra dan celana dalam kemudian terjun ke kolam mendekat ke Veranda."

"Hy sayang how are you?" Tanya Nat.

"Streees! I want to collage!"

"Don't worry mereka yang akan membebaskanmu."

"Thank you, i love you guys!!!" Teriak Veranda ke Ega dan Andika.

"But, i have something ridle."

"Ridle?"

"Cuma kamu yang bisa menggunakan ilmu fisika secara jitu dan apa mungkin kamu itu si Black Bow itu?"

"Kalau masalah panah. Murid kelas 2 F di Loriebella yang ahli dengan busur dan anak panah. Namanya Cindy Shot. Perempuan imut dengan hati psikopat, kejahatannya tertutupi sama logo loli legalnya. I want you be careful."

Nataly langsung berpamitan ke Veranda dan mengatakan kalau kasus ini selesai dia akan segera membantunya. Tidak pikir panjang Ega langsung memutuskan untuk menemui Cindy Shot di Loriebella, tepatnya di arena memanah. Di sana mereka melihat Cindy memanah dengan serius dan dapat menembus lebih dari 3 target dalam sekali panah.

"Black Bow! Kau tertangkap!" Teriak Ega.

"Goblok!" Teriak Nataly."

"Kenapa? Kalian gak suka?" Cindy secara tidak langsung mengakuinya.

"Pasti ada alasan kan kamu manah si Arya!" Tanya Andika.

"Aku diperkosa!!" Teriak Cindy.

"Ahh! Diperkosa?" Mereka bertiga bingung.

"Waktu reuni, aku sendiri di sini. Lagi latihan manah. Aku mau coba cara Kak Veranda dengan menggunakan hukum fisika untuk memanah. Tapi mereka tiba-tiba datang. Ngiket aku di tiang, terus perkosa aku!!! Aku akhirnya tahu hukum fisika. Kupakai balas dendam. Supaya tidak ada korban lain. Kucoba target penisnya tapi anggin kurang mendukung, hanya bagian lengan yang bisa membuat anak panahnya menembus sampai ke tulangnya. Kalian mau apa?" Cindy langsung mengeluarkan air mata. "Aku gagal ikut olimpiade karena mereka.." ia menangis ketika mengatakan tidak dapat ikut olimpiade.

Ega membawa Cindy ke kantor polisi dan menjelaskan kronologi pemerkosaan yang dilakukan okeh Arya dan Wira. Saat itu pun mereka di tangkap. Tapi Cindy tidak. Ega tidak membocorkan mengenai Black Bow. Ega mengatakan ke Media kalau Black Bow mungkin adalah sahabat dekat dari Cindy yang merasa tidak terima dengan perlakuan mereka berdua. Saat diintrogasi Arya dan Wira melakukan semua itu karena pikirannya seperti dipengaruhi. Mereka tahu siapa orangnya tapi mereka tidak bisa menjelaskan, menyebutkan ciri-ciri. Atau info yang jelas. Kata-kata mereka seperti tertahan di ujung lidah sampai-sampai mereka membuat polisi gregetan.


Lannnnjjuuuuuutttttttyt
0
28-06-2019 19:03
Quote:Original Posted By ariefdias
Lannnnjjuuuuuutttttttyt


Okeeeeeeeeeee
0
28-06-2019 23:14
Bagian 4
Camping



"Good job Detective Ega." Puji Nat.

"D-Ega. D = Destiny, bukan Detektif." Jawab Ega.

"Aku suka Destruction." Sahut Andika.

"Tapi aku suka nama Detektif Ega. Jawab Cindy yang tiba-tiba datang."

"Cindy?" Ega bingung.

"Aku gabung di club kalian ya."

"Boleh, ada juga cewek selain aku yang bergabung."

"Wait! Kata siapa aku ada rekrut orang? Ini kerjaan bro bukan club having fun."

"Emang kamu sanggup kerja sendiri?" Tanya Nat.

"Emang kalian mau gak digaji?"

"Memangnya kamu ada yang gaji?" Tanya Cindy dengan polos.

"Eehhhm aku dibayar sukarela. Dan aku tidak mau berbagi!" Ungkap Ega.

"Kami juga sukarela. Ya kan?" Sahut Cindy

"I know you need our help." Kata Nataly.

"Bagaimana partner?" Tanya Ega sambil menoleh ke Andika.

"Terserahmu, Detektif." Jawab Andika dengan pasrah

"Ok! Detektif Ega, siap melayani masyarakat." Seru Nataly."

"Tapi...." Ega hendak menolak nama itu.

"Sudahlah. D-Eganya di ganti aja." Kata Andika. "Jangan terlalu memperdebatkan sesuatu dengan wanita kecuali...

"Kecuali posisi bermain?" Nat nyerocos.

"Hhhhm, terserah."

"Well. Sayang, gimana sekarang caranya kita buat ayahnya Veranda mau lulusin Veranda." Tanya Nat.

"Rencana Graduation kak Veranda." Cindy sedikit berpikir.

"Kenapa?" Tanya Nataly.

"Aku tidak terlalu berani dekat-dekat dia. Dia seperti punya kemampuan khusus untuk mempengaruhi orang lain." Ungkap Cindy

"Tapi dia bantu kamu jadi seorang pemanah hebat " Nataly berusaha meyakinkan.

"Ya, tinggal kita buat aja Veranda jadi goblok. Maka dia pasti akan di lulusin." Saran Andika.

"Goblok! Veranda malah jadi di keluarin dari sekolah. Dia gak akan dapat ijazah. Gimana cara orang ngelamar kerja tanpa ijazah? Ataubkuliah tanpa ijazah SMA?"

"Aku lupa menanyakan hal ini kepadamu Cindy." Ucap Ega.

"Apa?"

"Apakah kau siap dengan kemungkinan kejadian buruk yang akan menimpamu. Dan bisa jadi, hal buruk yang sama akan terjadi lagi menimpamu." Tanya Ega dengan serius.

"Aku sejak awal memang tidak bisa punya anak. Dan itu adalah pengalaman yang sungguh tidak dipersiapkan. Jawabannya aku siap!"

"Astaga. Dibalik keimutan, ternyata tersimpan cerita kelam." Kata Ega terkejut. "Bagaimana denganmu Nat?"

"Aku siap." Jawabnya singkat.

"Kau tidak bertanya kepadaku?" Tanya Andika.

"Kau adalah elemen penting dalam pasukan ini."

"Kejutan?"

"Lebih tepatnya, klimaks!" Kata Ega. "Ok, sekarang yang harus kalian pikirkan adalah bagaimana cara membuat Veranda lepas dari Loriebella? Aku beri waktu sampai aku pulang kemah."

"Kemah? Ikut!!" Seru Nat.

"Aku juga!" Seru si Cindy.

"Aku..... kayaknya enggak." Andika menolak.

"Baik, kalian boleh ikut. Percuma juga aku melarang, pasti kalian akan maksa ikut. Andika, sekeras apa pun kau menolak aku akan memaksamu."

Hari itu pun tiba. Kemah yang sudah dijanjikan. Ega dan para Detektif Ega sudah sampai di titik pertemuan dan memasang tenda mereka masing-masing.

"Apa yang kau lakukan Andika?" Tanya Ega yang melihat Andika memainkan ponselnya.

"Membatalkan janji dengan si pemilik Gabriela."

"Gabriela Fashion? Bukannya dia sekretaris pribadimu." Kata Nat.

"Kamu pasti tahu." Balas Ega.

"Dayu. Pemilik Gabriela Fashion cabang Indonesia, pasti dia sangat sibuk. Bisa jadi rencana liburannya kali ini batal." Kata Nat.

"Tunggu, darimana kamu tahu dia lagi libur sekarang?" Tanya Ega.

"Siapa suruh HPmu gak isi password." Jawab Nataly.

"Sudah. Dia bilang terima kasih karena sudah ngebatalin. Dia juga bilang gak bisa ketemu."

"Cindy mana?" Tanya Ega.

"Lagi mancing ikan." Jawab Nat.

"Wih. Ega bawa temen nih. Ada cewek lagi. Ehhhhh."

"Hai Putri!!" Sapa senyum Nataly.

"Nataly?" Dayu kaget. "Hah! Andika?!!"

"Dayu? Ohh, jadi kamu temannya Ega. Pantes aja aku gak alergian."

"Dunia, memang penuh misteri." Ungkap Dayu.

"Well sepertinya kita udah saling kenal. Si Cindy belum sih." Kata Nataly.

"Kalian udah buat tenda? Cepet juga. Terus, yang lain mana?"

"Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuu." Teriak seorang wanita lainnya.

"Akhirnya." Kata Wowok.

"Kenapa?" Tanya Dayu.

"2 jam aku kesasar. Untung ketemu sama Depina dan Lisa.

"Wah udah ada tenda. Aku tidur duluan ya." Wowok langsung asal masuk tenda dan tidur."

"Kok kalian cuma bikin 2?" Tanya Lisa.

"Yang mau bikinin kalian siapa?"

"Oohhh jadi sekarang Ega udah punya temab baru."

"Ohh iya. Kenalin, Nataly, Andika dan ada satu lagi sedang mancing, Cindy."

"Hai." Sapa Nat.

"Pagi." Sapa Andika.

"Kemudian Nat, Andika. Ini Depina, Lisa, yang asal masuk tenda itu Wowok. Seharusnya ada 2 lagi."

"Bacot!" Teriak wanita dari jalan masuk area camping.

"Ia benar ada cewek mancing disana." Balas Adi.

"Mana ada cewek mancing! Dasar mesum." Balas Ulan

"Kok mesum?"

"Woy!! Sekarang ngebacot, nanti malem dalem tenda goyang-goyang sunyi dah." Sahut Ega.

"Apaan sih!" Ulan ngegas.

"Ngapain pada ribut sih? Ini di area camping lho. Nyebut oi, nyebut. Kalau emang ada cewek yang mancing, berarti itu si Cindy." Ujar Ega.

"Waaah, udah rame. Hai semua! Aku Cindy Shot." Salam hangat Cindy.

Aura ngegas Ulan pun meredam. Perkenalan pun disudahi malam hampir tiba. Tenda terpasang rapi, hanya tinggal api unggun dan santap malam di api unggun saja yang harus dinanti.

"Gak ada sinyal ya." Kata Lisa.

"Ya namanya juga alam liar." Jawab Wowok.

"Gak bisa Live dong." Keluh Lisa.

"Sini, aku bantu." Nat melakukan sesuatu pada HP milik Lisa dan secara cepat sinyal ponselnya langsung penuh.

"Wow! Sinyalnya langsung full, koneksinya juga lancar. Makasi Nat." Lisa tampak kagum.

"You are welcome."

"Kamu apain HPnya?" Tanya Ulan.

"Cuma ganti kode sinyal. Yang untuk code umum, jadi kode militer."

"Maksudnya?" Andika tampak penasaran.

"Kalo jaringan umum pada umumnya untuk publik berfokus di satu titik. Sedangkan untuk militer jaringannya meluas dan rata." Jawab Ega dengan tepat.

"Thank you for description honey. So jadi dengan gitu, kita bisa akses internet dimanapun. Tapiiiii not permanent. Only for hours."

"Jadi kita bisa ubah code sinyal? Berarti sistemnya serupa dengan VPN." Tanya Andika

"Aku benci bilang iya. But, yes Andika you right."

"Kok kamu pinter gitu?" Tanya Depina.

"Dia memang ahli teknologi." Jawab Ega singkat.

"Kayaknya kita gak akan ada jomblo dari lahir nih" ucap Adi.

"Maksud?"

"Kalian ngomongin apa sih? Kok aku gak ngerti?" Cindy bingung.

Malam pun semakin hangat, karena api unggun. Lantunan lagu yang saling beriringan pun meramaikan keheningan malam menjadi sebuah keceriaan kecil ditempat yang luas itu sampai semua lelah dan memutuskan untuk tidur dan mengawali pagi dengan kegiatan yang lebih seru.

"Cindy, kamu belum tidur?" Tanya Ega.

"Belum kak. Aku ngerasa damai aja gitu. Belum pernah pikiranku setenang ini."

"Karena banyak teman? Sepertinya ini bukan sifat awal saat kita bertemu."

"Iya. Agak ling lung juga sih. Aku benar-benar bingung, aku kayak ahh aku gak bisa jelasin tapi, inilah sifatku. Emangnya salah?"

"Salah benarnya, kamu sendiri yang nentuin dan kamu sendiri yang akan tahu."

"Makasih kak."

"Tidur sana. Aku masih belum ngantuk."

"Besok ke pantai, jangan bangun lambat lho."

"Ya kalo bangun lambat robohin aja tendaku."

"Hhhhhm Night."

"Night to Cindy."

Cindy masuk ke tenda dan tidur dengan Nataly. Disaat yang tepat Andika terbangun untuk meregangkan badan. Tidur di tenda tidaklah buruk katanya hanya sedikit pegal.

"Bagaimana pak tua, pegal?" Tanya Ega.

"Ya, agak risih sih, soalnya tendanya agak pendek dari aku."

"Gimana teman-temanku?"

"Lumayan sih, tapi kebanyakan ceweknya."

"Ya, itu bukan hal terbaik dari itu."

"Bagaimana dengan Veranda?"

"Kau tahu bagaimana aku kan?"

"Sepertinya akan sulit, kau tahu kita memiliki dua anggota baru? Ini tidak seperti yang kau lakukan waktu itu."

"Aku hanya. . . .. ." Ega terdiam seakan-akan memikirkan sesuatu.

"Baiklah lakukan saja, tapi kau tahu aku tidak terlalu suka wanita, mereka berisik."

Andika dan Ega memutuskan kembali ke tenda dan tidur sampai paginya tepat pukul 6 Ega terbangun terlebih dahulu dia agak bingung karena mendapatkan sebuah chat dari Veranda, ia menanyakan kapan ia akan memulai misinya. Ega tampak bingung darimana ia bisa mendapatkan nomor pribadinya. Beberapa menit kemudian dia baru tersadar kalau ia menyebar nomornya lewat blog yang dibuatkan oleh Nataly. Pagi memang sangat berat bagi Ega untuk 100% bangkit tapi karena tidak mau kehilangan momen ia bergegas lebih dahulu dan berlari menuju pantai meninggalkan teman-temannya.

Ia duduk di tepi pantai dengan pasir yang cukup bersih tanpa batu karang. Ega duduk dengan santai menikmati pemandangan pantai hanya dengan celana pendek dan kacamata hitam miliknya. Ketika sedang santai menikmati kesendirian Ia dikejutkan karena Nataly tiba-tiba datang dan langsung duduk di sampingnya, Nataly hanya mengenakan bra dan bikini berwarna putih.

"Hy Darling." Sapa Nataly.

"Kau sudah bangun." Kata Ega.

"Kenapa kau sendiri?"

"Aku biasa sendiri."

"Cerita."

"Apa?"

"Ayo cerita. Kau pernah berpikir menjadi penulis kan?"

"Hal terburuk yang pernah aku pikirkan."

"Because you don't like reading?"

"Dari mana kamu tahu?"

"Every fake writer pasti kayak gitu."

"Akhirnya Fake Writer pindah jadi Fake Taxi."

"I like your joke honey."

"Kau tahu? Entah bagaimana aku mengatakannya tapi hidup ini seperti menjauh dariku."

"Selalu berada di situasi yang tidak disukai, karena hanya itu yang dikatakan menjanjikan."

"Sepertinya aku tidak sendiri."

"You are the..... ahhh sulit kalau aku harus jelasin but, kamulah sebenarnya yang wanita inginkan."

"Yang aku dengar hanya suara orang membuang sampah. Come on! Kata-kata seperti itu tidak akan memotivasiku. Karena aku lebih banyak memotivasi dari pada yang lain!"

"Ok! So, what about Veranda? Dia udah hubungin kamu kan?"

"Dari mana kamu tahu?"

"Ponselmu sudah terkoneksi sama ponselku."

"Itu privasi! Hapus!"

"Tenang, ini hanya pencegahan aku tidak akan membiarkanmu bertindak sendiri lagi."

"Kau benar-benar akan terkejut jika tahu aku ini apa." Ungkap Ega untuk meluapkan kekesalannya.

Selanjutnya? Ya, yang lainnya menyusul mereka. Mereka bermain di pantai dengan gembira, mencoba melepas semuanya hanya untuk sementara sampai akhirnya masing-masing akan kembali ke kehidupannya yang sangat rumit.



Quote:
Aku bagaikan sebuah api, yang membakar segalanya. Bahkan kenangan indah bersamanya, yang berusaha kau lupakan.
Diubah oleh egalucu
0
29-06-2019 00:55
Sudah kubilang aku akan memberi cerita bisa dibilang logis tapi tidak akan mungkin kalian temukan di dunia nyata. dan inilah dia........ di Bagian 5, aku menyisipkan unsur horornya tapi serius ini logis. tapi tidak bisa dijumpai di dunia nyata. serius. mana ni komen toxicnya. treadku rapi kan. hehehe
0
29-06-2019 06:50
kok pada seneng quote 1 update penuh ya? emoticon-Cape d...

ok, lanjut gan.
0
29-06-2019 21:25
Quote:Original Posted By Alea2212
kok pada seneng quote 1 update penuh ya? emoticon-Cape d...

ok, lanjut gan.


Aku tidak mengerti maksud dari kok ada 1 quotes. Tapi. Ok aku lanjut
0
29-06-2019 21:55
Bagian 5
Hotel Tengah Malam



Sudah waktunya semua kembali ke pekerjaan mereka. Andika balik keliling dunia untuk mempromosikan jaket kemejanya, Cindy kembali ke Loriabella, dan kini Ega hanya berdua besama Nataly, kira-kira hal positif apa yang akan mereka lakukan?

"Ahhhhh... ahhhhh.......ahhhhh.hhhhhmm." desah Nataly.

"Bisa kau hentikan?" Pinta Ega.

"Aku hanya bosan darling. Pasti ada hal yang bisa kita lakukan, kita bisa mulai dari Veranda."

"Aku harus ke tempat seseorang."

"Tugas baru?"

"Iya."

Ega berniat pergi sendiri tapi Nataly memaksa ikut, jadi Ega tak ada pilihan lain selain memperbolehkannya ikut.

Ega dan Nataly pun pergi ke rumah Mr. Salma. Ia memiliki masalah mengenai Hotelnya yang selalu bermasalah. Seperti ada seseorang yang hendak membuat reputasi hotelnya hancur.

"Bisa Anda jelaskan bagimana masalahnya?" Tanya Ega.

"Aku ada satu hotel. Aku jarang memantau hotel itu karena kupikir mereka bisa menanganinya, tapi aku selalu mendapatkan keluhan dan aku melihat di Trip Advisor pun sangat buruk, hotelku itu sampai kehilangan satu bintang."

"Apakah karena pelayanan atau ada pihak kedua?" Tanya Ega.

"Aku tidak tahu. General Manager mengatakan semua pelayanan di sana selalu baik."

"Dan kau percaya?" Tanya Nataly.

"Tentu aku percaya." Jawab Mr. Salma

"Apakah pembunuh akan mengaku kalau dia membunuh?" Tanya Ega.

"Tentu tidak." Jawab Mr. Salma.

"Begitu juga mereka. Orang yang terlibat disana pasti menyembunyikan sesuatu dari Owner. Aku punya ide bagus, dan aku membutuhkan bantuanmu Nat."

"My body and soul only for you baby." Jawab Nataly.

Ega pun memiliki sebuah rencana dengan menyamar sebagai pasangan suami istri yang sedang berbulan madu. Mereka pun masuk dan disambut oleh receptionist.

"Selamat pagi ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang reception yang memiliki nama Nana."

"Kami ingin memesan kamar deluxe dengan bed double untuk 2 hari."

"Maaf tuan kami hanya menerima pelayanan selama 1 bulan penginapan."

"Kenapa?"

"Itu semua kebijakan owner. Jika Tuan mau kami siapkan, jika tidak silahkan tinggalkan tempat ini."

"Ok, i will take it!" Jawab Nataly."

"Bbbaik, silahkan." Nana tampak gugup ia memberikan kunci dan seorang bell boy mengantar kami dengan perasaan yang cukup aneh bagi Ega yang dulunya pernah bekerja di dunia perhotelan.

Hotel yang cukup aneh karena tampak semua CCTV yang dulunya pernah menghiasi sudut sudut setiap hotel hilang entah karena alasan apa pun, terlihat dari beberapa peganga CCTV yang belum dilepas. Ega dan Nat pun sampai ke kamarnya, ketika masuk bell boy mengatakan untuk tidak keluar kamar pada pukul 12 malam. Ega menganggap itu hal wajar karena mungkin ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan akan terjadi, namun Nataly berpikir hal lain, mungkin saja ada sesuatu yang tidak boleh dilihat oleh tamu pada jam tersebut. Sekali lagi Nataly menunjukan keahliannya di bidang tekno. Ia melihat dengan jeli ada CCTV terpasang di sudut kamar mereka. Ega langsung memiliki rencana dengan melabrak bagian Front Office dan mengancam akan melaporkan polisi jika CCTV itu tidak dicabut. Ada hal aneh yang tidak disadari Nat namun Ega dengan teliti terus memperhatikannya. Dan itu yang selalu membayangi Ega.

CCTV itu pun dicabut dan Nat memastikan kalau tempat itu sangatlah bersih. Untuk berjaga-jaga Nataly memasang sebuah alat berbentuk kotak yang ia tempel di pintu kamar dan jendela, ia pun menutup rapat-rapat semua celah dari jendela sampai pintu.

"Apa itu?" Tanya Ega.

"Alat anti penyadap suara. Aku tidak habis pikir kenapa mereka memasang CCTV di kamar kita." Nataly tampak kesal.

"Beruntung kau menyadarinya."

"Tentu! Aku tidak mau aksi kita dilihat banyak orang, tubuhku, hanya untukmu darling."

"Bukan itu, saat aku mengancam staff di FO itu, aku tidak melihat raut muka ketakutan dari mereka. Mereka seperti menunjukan ekspresi seperti.. 'ayo cepat lapor polisi!!' Tapi tidak seperti melawan. Aku yakin ada sesuatu yang mengekang hotel ini."

"Cuma ada satu cara mengetahuinya."

"Menunggu sampai jam 12."

"But, now we need a romantic dinner."

"Ayo kita makan di restoran."

Mereka pun pergi ke restoran hotel itu dan melihat ada beberapa tamu yang makan tampak terburu-buru dan ingin cepat-cepat kembali ke kamar mereka.

"Aneh sekali, aku tidak mengerti padahal tempat ini bagus." Ega bingung.

"Ini sudah jam 10 mungkin mereka takut terlambat."

Seorang waiter menghampiri mereka dan meminta mereka meninggalkan restoran dengan alasan jam 12 malam semakin dekat. Mereka tidak ada pilihan selain kembali ke kamarnya.

"Bagaimana darling? Apakah kita lakukan aksi kita?" Tanya Nataly.

"Sepertinya." Jawab Ega.

"Kita mau diranjang atau di kamar mandi?"

"Bukan itu Lonte!!"

"Kita tidak bisa keluar karena ada orang pake baju hitam memantau di seberang koridor."

"Apa!?"

Ega pun mengecek lewat lubang kunci dan terlihat ada sosok berpakaian hitam menatap pintu kamar mereka. Ia adalah orang karena Ega melihatnya sedang merokok.

"Sepertinya aku akan menggunakan peralatanku." Kata Ega.

"Peralatan?"

Ega pun membuka kopernya kemudian mengambil sebuah plastik yang berisi sebuah suit berwana hitam.

"Apa ini Darling?" Tanya Nat.

"Kuperkenalkan, rekan kerjaku. Mr. Lupin."

"Kostum bandit? Buat apa?"

"Aku akan menyelinap. Aku yakin ada sesuatu pada pukul 12."

"Ok, aku kasih kamu ini." Nataly memberikan sebuah gelang yang akan merusak sinyal komunikasi yang berada di dekat gelang itu.

"Thanks."

"Itu juga bisa di pake berkomunikasi, pake ear phone ini."

"Ok, aku pergi."

"Good luck. Mr. Lupin."

Ega pergi dengan suit Mr. Lupinnya dan alat hebat dari Nataly lewat jendela karena itu satu-satunya akses aman keluar kamar. Ega melewati balcon-balcon kamar layaknya seorang maling profesional. Dan berhenti di sebuah taman yang gelap. Jam menunjukan pukul 11:45 yang artinya jam 12 tinggal 15 menit. Ega melihat masih ada dua staff gardener yang masih merapikan peralatannya, tidak ada yang aneh dengan tindakan mereka hanya saja mereka tidak saling bicara satu sama lain. Ega berpikir mereka bermusuhan namun saat selesai mereka bersalaman dan berpamitan selayaknya rekan kerja pada umumnya.

Ega pun memilih pindah dari kebun ke ruang staff. Disana ada kantor administrasi, kantor Housekeeping dan tangga menuju loker. Ega pun masih melihat ada seseorang yang berjaga di dalam Housekeeping Office di bagian monitor. Ega berusaha mendekat dan menangkap seorang pria yang sedang duduk memandang monitor itu. Ega menyuruh orang itu tenang dan mengatakan..

"Tenang! Aku baik, semua alat penyadap yang menempel di tubuhmu tidak akan aktif jika kau berada di dekatku. Ok?" Pinta Ega.

Staff itu mengangguk. Ega akhirnya melepaskan dekapannya.

"Siapa kau?"

"Aku Ega dari Detektif Ega. Tamu kamar nomor 209. Aku diutus Mr. Salma untuk memeriksa hospitality hotel ini tapi sepertinya ada hal aneh di hotel ini."

"Agen rahasia? Akhirnya!!!"

"Kenapa? Ayo cepat 8 menit lagi jam 12."

"Ok. Namaku Kedas Bagaskara. Aku bekerja disini sudah 3 tahun, ini pekerjaan hebat sampai mereka datang." Kata Kedas.

"Siapa?"

"Cyber Killer."

"Cyber Killer?"

"Sekumpulan perampok datang entah dari mana dan menyerbu hotel kami yang sedang low season. Setiap dari orang-orang yang melihat kejadian ini diberikan sebuah chip yang tertanam di tubuh kami."

"Tenang! Chip itu nonaktif selama kau didekatku."

"Baguslah. Tamu, staff atau siapa pun yang tahu kejadian ini diberikan chip itu melalui jarum suntik. Mereka mengatakan jika ada yang membocorkan apa pun mengenai mereka. Chip itu akan bereaksi. Orang yang melaporkan itu ke polisi akan dikendalikan, ia menjadi gila sampai akhirnya bunuh diri. Kau tahu? seperti film Bird Box."

"Berapa korban yang mereka dapatkan?"

"Korban jiwa? Tidak ada."

"Dan untuk jam 12 malam. Itu hanya jam Cyber Killer berpesta di bar sampai mereka kembali ke persembunyiannya pukul 5 pagi."

"Dimana persembunyiannya?"

"President suit di lantai 4."

"Terima kasih atas informasinya kedas."

"Sama-sama, aku mohon selamatkan kami. Mr. Salma adalah orang baik, tidak sepantasnya ia mendapatkan musibah seperti ini."

"Baiklah, bisakah aku meminjam General key hotel ini?"

"Tentu."

Ega bersembunyi pada pukul 12 malam dan benar saja. Sesuatu keluar dari kamar President Suite itu. Sekumpulan perampok berjumlah 20 orang. Semua bergegas menuju ke bar yang ada di kolam renang dan berpesta. Ega mencoba mendekat ke markas mereka dan melihat ada satu orang yang masih berjaga. Ia tampak kesal karena gilirannya harus menjaga dan memantau markasnya. Ega pun mencari tempat aman dan menghubungi Nataly.

"Hai darling." Sapa Nat.

"Apakah orang itu masih disana?" Tanya Ega.

"Nope, mereka pergi diikuti suara gerombolan orang why? Who?"

"Mereka perampok, hotel ini udah dibajak. Aku harus masuk ke markas untuk melihat, jika aku beri kode kau langsung hubungi polisi untuk datang kemari ok."

"Ok, darling."

Ega memiliki rencana unik, ia masuk lewat pintu samping dengan kunci yang ia dapatkan dari Kedas. Ia langsung mencabut key tag untuk mematikan lampunya, ketika lampu mati Ega langsung membuat suara berisik di dapur untuk menakuti si perampok.

"Kok mati! Woy siapa kamu? Jangan nakutin ya! Freed?, Gary?" Panggil perampok itu.

"Pria itu langsung mencoba mengecek dapur dan kembali memanggil nama teman-temannya."

"Hallo! Freed?, Gary?, Anki?, Kisamak? Siapa pun kau jawablah."

"I am....." suara Ega sayu.

Perampok itu merinding dan ketika ia ingin pergi menuju key tag kamar itu. Ega langsung memukul kepalanya hingga pingsan.

Ega kembali menghidupkan lampu, dan mencoba mencari sesuatu dan tidak ada benda aneh yang ia temukan selain persedian peluru, beberapa AK-47. Kotak yang berisi jarum suntik dan botol air yang mengandung vitamin D.

Ega juga melihat tidak ada barang canggih aneh, atau apa pun yang mencurigakan. Ega berpikir kalau apa yang dikatakan Kedas hanya sebuah ancaman palsu. Ega pun langsung menyuruh Nataly menelpon polisi dan menyuruh mengerahkan seluruh pasukan polisi untuk menyergap Cyber Killer.

Beberapa menit kemudian polisi dari berbagai sisi menyerbu bar itu. Si pemimpin perampok itu pun mengeluarkan sebuah remot aneh dan mengancam.

"Aku adalah Larry Heragon! Pemimpin Cyber Killer. Siapa pun yang berani menelpon polisi! Akan mati! Dan semua yang susah didalam tubuhnya kumasukan chip, bersiaplah mati. Karena saat kutekan remot ini, semua akan menjadi gila dan binuh diri! Kenapa? Berani!" Ancam Larry.

Polisi menjadi berhati-hati dan tidak gegabah. Sebelum akhirnya Ega membuat polisi itu yakin.

"Kau hebat Tuan. Bisa menakuti orang hanya dengan kata-kata. Aku akui kau punya sosial link yang baik dan ilmu psikologi yang hebat. Tapi kau gunakan untuk hal yang sangat kejam. Kau bukan hanya perampok tapi teroris." Ungkap Ega.

"Kau!"

"Ya, aku Yang sudah menelepon semua ini. "

"Orang-orang akan mati karena kau!"

"Bagaimana mereka bisa mati dengan vitamin D?"

"Apa?"

"Senjatamu juga senjata rusak. Aku sudah curiga dari kedatanganku. Raut muka para staff juga memberikan sebuah petunjuk bagiku, kau mulai terancam dengan keberadaanku jadi kau suruh anak buahmu mengawasiku. Tapi sayang, kalau masalah teknologi kau masih kalah."

"Kau! Dasar!!!"

"Aku tidak mau tahu apa alasanmu menjadi jahat. Polisi, tangkap mereka!hati-hati dengan kalimatnya."

Ega dan Nataly berhasil memecahkan masalah yang menimpa hotel milik Mr. Salma, semua kejadian ini, Ega meminta polisi tidak mempublikasikan tindakannya ke publik, karena ini bisa mengancam teman-teman dan orang yang Ega kenal. Itu sudah resiko jika menjalankan pekerjaan berbahaya seperti itu dan untuk mencegah itu terjadi Ega membuat kalau ia dan Detektif Ega itu tidak pernah terlibat dalam kasus Hotel Tengah Malam itu.

Polisi hanya memberi tahu media kalau ada seorang staff yang tidak mau dipublikasikan identitasnya nekad menelpon polisi karena sudah pasrah dan geram akan teror yang menghantuinya selama lebih dari 4 bulan.




Quote:-Kepintaran dan kecerdasan akan kalah oleh kebajikan da keberuntungan-
profile-picture
ariefdias memberi reputasi
1
11-08-2019 22:55
update donk detektif
profile-picture
egalucu memberi reputasi
1
01-09-2019 20:01
Selamat malam dan maaf nih aku fak lanjutin ceritanya selama berbulan-bulan. Karena aku masih sibuk cari kerja dan sekarang syukur aku udah dapat kerja. Aku akan lanjutkan ceritanya tapi mohon sabar mungkin pembaca saya akan berkurang karena lama gak lanjut tapi untuk memenuhi keinginan saya untuk menamatkan cerita ini saya akan terus melanjutkannya.
0
04-09-2019 00:11
Quote:Original Posted By egalucu
Selamat malam dan maaf nih aku fak lanjutin ceritanya selama berbulan-bulan. Karena aku masih sibuk cari kerja dan sekarang syukur aku udah dapat kerja. Aku akan lanjutkan ceritanya tapi mohon sabar mungkin pembaca saya akan berkurang karena lama gak lanjut tapi untuk memenuhi keinginan saya untuk menamatkan cerita ini saya akan terus melanjutkannya.


Kapan update nya
profile-picture
egalucu memberi reputasi
1
12-09-2019 14:27
Bagian 6 : Ritual Kompas
Ritual Kompas






Kembalinya kegiatan belajar dan mengajar disambut dengan biasa saja di Loriebella. Ya, murid datang, guru mengajar, bel masuk, bel istirahat, bel pulang dan kegiatan tidak logis lainnya. Cindy hanya duduk di meja di dalam kelasnya sambil memainkan ponselnya dan melihat sesuatu yang ada di sosial media selang beberapa waktu ia mendapatkan sebuah panggilan dari seseorang yang tidak dikenal.

"Hallo?" Sapa Cindy di panggilan.

"Naiklah ke atap, kami ada disana." Ucap si penelepon.

Panggilan langsung dimatikan, Cindy penasaran dan agak takut dengan apa yang menunggunya di atas atap sekolah. Cindy pun menelan rasa takutnya dan mulai melangkah menaiki setiap tangga dan akhirnya rasa takutnya kalah dengan rasa penasarannya. Di atap, ia melihat ada 3 orang wanita berjubah hitam sudah menunggunya. 3 orang itu membuka kerudung yang menupi kepalanya dan terlihat jelas itu adalah wajah dari 3 temannya yang ada dikelas sebelah. Ara, Yona, dan Enda.

"Hai Cindy. Apa kabar?" Tanya Ara yang merupakan Alpha dari The Sisters, The Sisters adalah nama dari perkumpulan mereka. Mereka sangat suka bermain-main denga hal gaib seperti santet, penangilan roh, ritual aneh, dan hal-hal aneh lainnya.

"Kenapa kalian memanggilku?" Tanya Cindy dengan agak waspada.

"Kami hanya ingin darah perawanmu untuk mengungkap sebuah kasus santet." Jawab Yona.

"Aku sudah tidak perawan lagi, kesucianku sudah diambil."

"Dan kau percaya? Apakah kau sudah memeriksa secara medis?" Tanya Enda yang memiliki pikiran sedkit logis dari Ara dan Yona.

"Aku yakin aku diperkosa Wira dan Arya. Apa kalian tidak tahu berita itu?"

"Enda, kau punya kuasa." Ara memberi izin ke Enda untuk menjelaskan sesuatu.

"Ketika acara reuni, aku sedang dalam perjalan ke lapangan basket untuk mengambil handuk milik pacarku yang tertinggal. Aku melewati tempat kau latihan memanah dan aku melihatmu bersama Arya dan Wira." Ucap Enda. "Kau tahu apa yang aku lihat? Kalian bertiga berdiri mematung tidak bergerak selama acara berlangsung. Aku pikir kalian sedang melakukan sebuah ritual jadi aku abaikan tapi saat aku kembali dari lapangan basket aku melihatmu meneteskan air mata dengan penuh rasa dengki. Yona." Enda menyuruh Yona melanjutkan.

"Dalam Buku Incursio, ada sebuah kisah mengenai Mindios, sang ilusi pikiran. Iblis itu mempengaruhi alam bawah sadar manusia, mengendalikanya dan catatan terakhir, bisa jadi apa yang kita alami sekarang adalah pengaruh dari Mindios."

"Lalu?" Cindy masih tidak mengerti dengan cerita Yona tapi untuk cerita Enda ia sudah paham.

"Ada orang yang membuat kontrak dengan Mindios. Kita harus mencari Minder. Jika tidak masalah tidak akan selesai." Ujar Yona.

"Bagaimana cara mencarinya?" Tanya Cindy.

"Ritual Kompas, Lingkaran Setan." Jawab Enda. "Malam ini datanglah kemari, hanya kau. Jangan beritahu Detektif Ega, Nataly, atau Andika. Jika masih tidak percaya kami, kau bisa cek kehamilanmu ke dokter bidan."

Mereka bertiga berjalan pergi meninggalkan Cindy yang sedang seorang diri, dan tampak bingung. Sepulang sekolah ia melakukan yang disarankan Enda dengan melakukan cek kehamilan. Cindy pun diajak melakukan beberapa tes selama beberapa saat dan kemudian hasilnya pun bisa dipastikan.

"Bagaimana Dokter?" Tanya Cindy

"Kamu tidak hamil, kamu masih dalam masa perawan yang sedang subur-suburnya." Jawab Dokter itu.

"Tapi bagaimana bisa? Aku diperkosa Dok.

"Kayaknya pikiranmu sedang ada yang memainkan Cindy."

"Oleh Mindios?"

"Kalau secara ilmiah itu disebut halusinasi atau disebut juga Mandela Effect, hanya saja kamu dalam fase level yang sangat tinggi."

"Jadi menurut Dokter Minder itu benar-benar ada?"

"Saya juga tidak begitu ingat. Ketika saya kecil. Saya mendengar kegaduhan di salah satu rumah yang mengatakan rumahnya dimasuki perampok tapi saat polisi melakukan pemeriksaan tidak ada satu pun barang yang hilang atau jalan masuk yang dibobol tapi pemilik rumah yakin kalau rumahnya didatangi 5 orang perampok."

"Jika memang begitu, Minder itu pasti masih memiliki hubungan denganku atau teman-temanku."

"Ingat Cindy, Kau harus memiliki pikiran yang jernih untuk bisa lepas dari pengaruh Minder. Saya boleh ambil sample darah kamu?"

"Boleh Dokter."

Cindy pun selesai melakukan tes kehamilan dan pada malam hari Cindy memenuhi permintaan The Sisters untuk ikut dalam ritual kompas , Lingkaran Setan.

"Terima kasih sudah mau datang Cindy." Ucap Ara.

"Ayo kita lakukan." Sahut Cindy tanpa banyak betanya.

Mereka memulai ritual dengan
membentuk sebuah lingkaran dan bintang ditengahnya menggunakan darah ayam. "Simbol lingkaran bintang untuk Lucifer." Kata Yona. Enda meletakan satu buah tongkat di tengah lingkaran bintang seperti jarum jam panjang. "Tongkat dari kayu jati, petunjuk takdir yang akan diarahkan oleh Lucifer " kata Yona lagi.

"Mohon melingkari lingkaran ini. Tidak perlu bergandengan tangan, tapi kita melindungi satu sama lain." Saran Ara.

Ritual pun dimulai di tengah sinar bulan purnama Enda menyuruh untuk menutup mata dan mengucapkan sebuah kalimat. 'Pikiran adalah kendali manusia.' Kalimat itu terus mereka ucapkan terus menerus dan tanpa mereka sadari lingkaran bintang itu sudah berubah menjadi lingkaran setan dengan warna merah darah nya yang bersinar. Kayu yang tadinya diletakan pun berputar sangat kencang layaknya sebuah roda. Beberapa menit kemudian tongkat itu berhenti tepat di arah Cindy berdiri. Yona mengatakan kalau ritual sudah selesai dan keputusan ada ditangan Cindy.

"Kau sudah mendapatkannya bukan?" Tanya Ara.

"Aku mendapatkan petunjuk hanya saja masih samar." Ujar Cindy

"Lucifer hanya memberi kesempatan satu kali. Itu yang membedakan iblis dengan Tuhan." Jawab Yona.

"Kalau begitu aku tidak perlu mengucapkan terima kasih." Jawab Cindy.

"Semakin lama kegelapan semakin besar disekolah ini, selesaikan atau semua akan terlambat." Pinta Enda.

The Sisters pun pergi meninggalkan Cindy di tengah sinar rembulan. Ia hanya terdiam sambil melihat lingkaran setan itu dan berkata "pasti besok semua akan heboh melihat ini."
0
12-09-2019 14:28
Quote:Original Posted By ariefdias
Kapan update nya


Sudah Update MAAF MENUNGGU PAMA TEMAN-TEMAN.
0
12-09-2019 17:47
dopost dunk...kerennnnn...lanjuttttt
profile-picture
egalucu memberi reputasi
1
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
celengan-bambu-bukan-rindu
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.