Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
16
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d0b9984c9518b5f1d09b0cb/diary-asha-ingin-ku-peluk-tuhan
Aku korban kekerasan seksual yang berusaha untuk bangkit menjalani hidup. Aku tidak berani bercerita ke siapa-siapa, termasuk keluarga dan teman dekat. Butuh keberanian kuat untuk menceritakan hal ini ke orang lain, tapi nyatanya sampai saat ini, aku tidak ada keberanian untuk itu.
Lapor Hansip
20-06-2019 21:34

Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)

Past Hot Thread
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)


PENGANTAR
Sudah cukup lama aku jadi sider di kaskus. Mulai suka baca thread di kaskus sekitar tahun 2015an, dan baru hari ini aku bikin akun kaskus. Bikin akun ini bukan tanpa tujuan. Aku hanya ingin sekedar bercerita tentang masa lalu ku yang kurang menyenangkan, sekaligus untuk pembelajaran. Terutama untuk diriku sendiri.

Usiaku saat ini sudah memasuki 21 tahun. Aku punya masa lalu yang cukup kelam, semoga saja tidak dengan masa depanku. Dan saat ini, aku sedang dekat dengan beberapa lelaki. Mungkin suatu saat nanti, thread ini akan ku ceritakan kepada seorang lelaki yang benar-benar aku cintai, soal dia menerima keadaan ku atau tidak, setidaknya aku sudah jujur, tidak ada yang ku sembunyikan, termasuk soal masa lalu ku.
***

Aku korban kekerasan seksual yang berusaha untuk bangkit menjalani hidup. Aku tidak berani bercerita ke siapa-siapa, termasuk keluarga dan teman dekat. Butuh keberanian kuat untuk menceritakan hal ini ke orang lain, tapi nyatanya sampai saat ini, aku tidak ada keberanian untuk itu.

Untuk kamu yang pernah atau sering merendahkan korban pelecehan seksual atau kekerasan seksual, aku mohon berhenti untuk itu. Tidak mudah para korban untuk speak up soal pelecehan/kekerasan seksual yang dialami, karena mereka takut di hakimi, takut dibully, dan takut di rendahkan. Marilah kita menjadi manusia yang benar-benar manusia, bisa memanusiakan manusia, tanpa menghakimi orang lain.

*Semua nama yang ada di cerita ini, bukanlah nama yang sebenarnya. Demi menjaga keamanan privasi.
_____

DIARY ASHA

Masa Kecil
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Diubah oleh ashacandana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 16 lainnya memberi reputasi
15
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
20-06-2019 21:40
PART 1

Namaku Asha Chandana. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, atau bisa dibilang hidup dengan ekonomi pas-pasan. Bapaku merantau di Jakarta, berprofesi sebagai pedagang. Sedangkan ibuku berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak di rumah. Aku lahir dan menghabiskan masa remaja ku di kabupaten kecil yang berada di Jawa Tengah.

Seperti anak-anak desa lainnya, aku banyak menghabiskan waktu untuk bermain, dari siang hingga malam. Tanpa memikirkan PR sekolah, karena bermain adalah prioritas. Aku dan teman-teman juga sering mencari barang-barang bekas untuk di jual ke pemulung, dan uangnya kami gunakan untuk jajan. Indahnya masa-masa kecil nan menggemaskan itu.

Setelah naik kelas tiga SD, aku dititipkan di rumah nenek, yang lokasinya tidak jauh dari rumahku. Ibu dan bapaku pergi ke Jakarta bersama kedua kakakku. Awalnya sedih harus ditinggal ibu merantau, tapi mau tidak mau aku harus menerima, karena semua itu juga demi ekonomi keluarga.

Walau tinggal di rumah nenek, aku tetep punya banyak teman. Dan seperti biasa, pagi sekolah, siang bermain, sore sekolah arab (Madrasah Diniyah), dan malamnya mengaji, pulang mengaji dilanjutkan dengan bermain. Begitulah hari-hari yang selalu ku lewati semenjak di rumah nenek.

Oh ya, di rumah nenek aku tinggal bersama nenek, kakek dan paman. Aku biasa manggil paman dengan sebutan lilik, dia adik laki-laki bungsu dari ibu. Nenek, kakek, dan lilik, semua baik sama aku. Selain baik juga perhatian, sering memberiku uang jajan. Meski jauh dengan orang tua, di rumah nenek aku tidak merasa kesepian.
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan doctorkelinci memberi reputasi
2 0
2
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
20-06-2019 21:46
PART 2

Tapi ternyata lilik tak sebaik yang ku kira. Suatu hari, ketika nenek dan kakek pergi ke sawah, aku tinggal berdua dengan lilik. Lalu lilik mengajakku ke kamar, dan menyuruhku untuk menuruti keinginannya. Karena aku tidak tahu apa-apa, yang ku tahu hanya harus nurut kepada perintah orang yang lebih tua, akhirnya ku turuti perintah lilikku.

Dan disitu terjadi hal yang pada saat itu aku tidak tahu apa namanya, yang pasti rasanya sangat sakit di daerah keintimanku, bersamaan dengan lilik menindihi tubuhku. Aku menjerit. Lilik hanya menyuruhku untuk diam, dan jangan bercerita ke siapa-siapa.

Kata lilik, ini untuk memeriksa kesehatan anggota badanku. Aku yang tidak tahu apa-apa hanya mengangguk saja, sembari meringis kesakitan menahan perih di daerah keintimanku.

Semenjak kejadian itu, aku yang awalnya ceria, periang, menjadi anak yang pendiam. Aku bingung dengan kejadian yang telah ku alami. Aku merasa sakit di daerah keintimanku, bahkan rasa sakitnya hampir sampai seminggu.
Diubah oleh ashacandana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.junior dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
27-06-2019 03:44
jangan berhenti ya sis ceritanya , lanjutin sampe abis hehe☺️
0 0
0
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
27-06-2019 17:25
Sudah, terlalu pahit, jgn di ceritakan kalau tidak kuat, berdoalah yang baik pada Allah SWT, seharusnya pakai nama samaran aja kalau mau cerita sampai tuntas jika kamu ingin melegakan perasaanmu dan menenangkan dirimu, jgn tinggal sama lilikmu kalau bisa, knp g laporin ke polisi?maaf kalau salah
0 0
0
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
28-06-2019 00:11
keren sistemoticon-2 Jempol
0 0
0
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
28-06-2019 04:27
PART 3

Setiap nenek dan kakek pergi, lilik selalu mengajakku ke kamar, dan menyuruhku untuk menuruti keinginannya. Selesai melakukan hal itu, lilik juga selalu menyuruhku untuk buang air kecil di kamar mandi.

Dan tiap kali lilik selesai melakukan itu, lagi lagi daerah keintimanku terasa sakit dan perih, namun rasa sakit itu selalu ku tahan dengan sekuat tenaga, agar aku tidak menangis.
***

Setelah aku naik kelas empat SD, lilik tidak lagi mengajakku melakukan hal itu. Selesai lulus SMK, lilik mulai bekerja di Jakarta. Tinggalah aku di rumah hanya bertiga, bersama nenek dan kakek.

Di bangku kelas empat inilah aku baru tahu, yang lilik lakukan ke aku adalah pemerkosaan. Sedih, nangis, sakit, campur aduk. Aku merasa jadi anak yang bodoh. Aku merasa jijik dengan diri aku sendiri. Bahkan aku sempat takut hamil. Aku tidak tahu harus menyalahkan siapa, aku tidak pernah diajari soal edukasi seks, aku juga tidak tahu bagaimana cara menjaga diri ku sendiri.

Semenjak kejadian itu, aku jarang di rumah, aku lebih banyak menghabiskan waktu bermain di luar, aku selalu takut tiap masuk ke rumah nenek, meskipun di dalamnya sedang tidak ada lilik. Tempat yang awalnya ku kira membuat nyaman, ternyata membuat aku tersiksa dan ternoda.

Tiap malam, usai bermain bersama teman-teman, aku selalu menangis di kamar. Aku benci dengan lilik ku sendiri. Aku ingin membunuhnya, tapi aku takut. Aku ingin bercerita ke orangtuaku, tapi mereka pasti bakal marah besar. Yang ada malah membuat aku tambah tertekan sekaligus memalukan nama keluarga. Akhirnya, hanya berakhir ku pendam sendiri. Aku tidak berani bercerita ke siapa-siapa, termasuk nenek dan kakek
Diubah oleh ashacandana
profile-picture
Raeinn memberi reputasi
1 0
1
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
28-06-2019 14:54
masih dilanjut?
0 0
0
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
29-06-2019 08:20
Iya bener ... jangan merendahkan orang lain hanya kerena masa lalunya ...
profile-picture
masbroo15 memberi reputasi
1 0
1
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
29-06-2019 15:44
waduh bahasa yang di tulis sama agan TS terlalu tinggi buatku, jadi ga paham.
mungkin bawahku ini tau gan, secara dia anak buah Tony Blank Saparatos
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
02-07-2019 12:57
PART 4

Seiring bertambahnya usia aku semakin benci dengan diriku sendiri. Aku merasa diriku hina, aku merasa tidak punya masa depan, aku merasa hidupku sudah hancur, dan tidak ada lagi yang perlu diharapkan dari diriku ini.

Setiap kali aku berkaca, aku selalu merasa takut melihat wajahku sendiri, aku selalu merasa kurang percaya diri ketika tampil di depan umum, aku malu dengan kondisi diriku yang sudah tidak perawan dari kecil. Ingin rasanya ku memarahi orangtuaku yang tidak mampu melindungi aku. Ingin rasanya ku maki-maki orangtuaku yang tidak mengajariku edukasi seks. Ingin rasanya aku menjerit sekuat tenaga di depan orangtuaku yang tidak pernah mengajariku bagaimana menjaga diri. Ingin rasanya ku memukul orangtuaku yang telah menitipkanku kepada orang yang salah.

Aku baru tersadar, ternyata saat kecil aku menjadi budak seks pamanku sendiri. Orang yang seharusnya menjagaku, justru menghancurkan masa depanku. Aku benci dengan keluargaku sendiri. Aku benci tinggal bersama dengan orangtuaku sendiri.

Kejadian itu tidak pernah hilang dari ingatanku. Selalu saja aku dibayangi dengan kebodohanku di masa kecil. Aku ingin amnesia, aku ingin melupakan kejadian saat kecil, tapi kejadian itu selalu teringat dengan jelas, bahkan aku tidak mampu untuk melupakannya.

Di tingkat SMP dan SMA, aku belajar tentang sejarah Indonesia. Guru ku pernah menjelaskan tentang peristiwa 1998. Selain ada kerusuhan trisakti, Indonesia juga pernah mengalami masa kelam, perempuan-perempuan tidak bersalah di perkosa dengan sadisnya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Aku sangat sedih dan teriris tiap membaca dan mendengar sejarah kelam tersebut. Aku sendiri pernah menjadi korban pemerkosaan, dan itu rasa sakitnya luar biasa. Bahkan traumaku tidak bisa hilang hingga sekarang ini.

Aku selalu membayangkan, bagaimana perasaan ibu dan bapaku jika tahu, kalau aku pernah menjadi korban pemerkosaan, dan pelakunya adalah adik kandung ibuku sendiri. Setiap membayangkan itu, aku selalu gagal untuk tidak meneteskan air mata. Aku yakin, ibu dan bapa pasti akan sangat terpukul. Tapi di sisi lain, aku juga ingin marah dengan kebodohan orangtuaku yang tidak bisa melindungiku dan menitipkanku kepada orang yang salah.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, aku tidak bisa memutar waktu. Aku tidak bisa menghindari itu. Aku hanya bisa meratapi nasib yang hancur ini. Aku selalu bertanya-tanya, kenapa harus aku yang merasakan kejadian pahit ini? Kenapa harus aku yang di perkosa? Kenapa harus aku yang dihancurkan masa depannya? Apa dosa yang sudah ku perbuat, hingga Tuhan mengizinkan pemerkosaan itu terjadi kepadaku? Aku tidak melakukan dosa besar apa-apa, tapi kenapa aku yang menjadi korban? Apa ini karma orangtuaku? Tapi kenapa harus aku yang mengalaminya? Aku hanya gadis kecil polos, yang tidak tahu apa-apa, kenapa aku harus menerima trauma berat seperti ini? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Dan... Itu hanya pertanyaan-pertanyaan, yang hingga saat ini belum ku temukan jawabannya. Entah Tuhan punya rencana apa untuk aku.

Aku merasa hidup ini tidak adil. Kenapa Tuhan begitu tega dengan aku? Jika aku boleh memilih, aku lebih baik tidak lahir di dunia ini, daripada harus menerima nasib yang sangat pedih ini. Tapi entah apa yang Tuhan inginkan dari aku? Rasanya kebahagiaan begitu jauh dari aku, dan seakan tidak mau mendekat. Oh Tuhan, kenapa engkau tega dengan aku yang lemah ini...
0 0
0
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
15-07-2019 10:38
Wihh keren ceritanya. Ditunggu next partnya.
Mampir juga ya ke sfth aneπŸ˜πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰It's Me Masih angett gann baru 1 part hehe
0 0
0
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
07-05-2021 02:07
semoga diberikan ketabahan
0 0
0
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
07-05-2021 04:17
Hmm yang sabar ya asha.. smeoga kelak mendapatkan kebahagiaan..
0 0
0
Diary Asha (Ingin Ku Peluk Tuhan)
08-05-2021 01:52
lilik ada di bawah ane
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
just-a-little-kitten-tamat
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
B-Log Collections
Stories from the Heart
3-hari-tidur-bersama-nenek
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia