Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
43
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ce6a7f5f4d6950a030bc02f/walaupun-cinta-maaf-kita-berbeda-true-story
Kalian semua pasti tahu, kita tidak bisa memilih terlahir sebagai siapa. Laki-laki/perempuan. lahir di rumah sakit/bidan. Terlahir berdarah batak/minang. Terlahir sebagai orang dengan darah Indonesia asli atau keturunan. Tapi kita punya pilihan untuk mencintai atau meninggalkan dalam perbedaan dan kesamaan. 1. Prolog Halo, Aku Liana dan aku mau membagi sedikit kisah perjalanan cintaku pad
Lapor Hansip
23-05-2019 21:02

Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]

Past Hot Thread
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
Quote:Kalian semua pasti tahu, kita tidak bisa memilih terlahir sebagai siapa. Laki-laki/perempuan. lahir di rumah sakit/bidan. Terlahir berdarah batak/minang. Terlahir sebagai orang dengan darah Indonesia asli atau keturunan. Tapi kita punya pilihan untuk mencintai atau meninggalkan dalam perbedaan dan kesamaan.



1. Prolog

Halo, Aku Liana dan aku mau membagi sedikit kisah perjalanan cintaku pada saat aku masih duduk di bangku SMA. sebagai tambahan informasi, Aku adalah seorang perempuan Chinese dan katolik (NO SARA)  yang bersekolah di sebuah SMA Negeri di kota kecil di Jawa Timur. Tidak seperti perempuan Chinese lainnya, aku memiliki kulit yang tidak putih, dan mata yang tidak sipit. Teman-temanku dulu selalu bilang kalau aku adalah makhluk mimikri. dibilang chinese bisa engga jjuga bisa.. hahahha 

Seperti yang kalian tahu, sangat jarang seorang Chinese sekolah di sekolah negeri. orang-orang pasti lebih memilih ke sekolah swasta atau sekolah di kota-kota besar lainnya. Alasan pertama, sebelum Popo (nenek)ku meninggal, beliau berpesan "Nanti, Lia SMA nya disini aja ya. Jangan di Surabaya. Nanti kalo Lia kuliah aja baru di Surabaya. Kasian mama sendirian." Ya. Aku adalah anak tunggal dan Papaku sudah meninggal sejak aku kelas 2 SD karena sakit. Sebenarnya, setelah aku lulus, aku sama sekali nggak ada pikiran mau sekolah dimana. sampai pada akhirnya banyak orang yang merekomendasikanku ke sekolah negeri karena nilai ujian nasionalku pada saat itu cukup memuaskan. Aku pasrah.


-- AGUSTUS, 2011 --
Mulai hari ini, aku mulai memasuki kelas 3 SMA. Sejauh ini, aku tidak memiliki banyak kendala dalam pelajaran maupun pergaulan. Aku sempat menjadi anggota OSIS dibagian keagamaan khususnya katolik. sekarang aku menjadi ketua perkumpulan siswa katolik dan sebagai ketua ekskul IT. Karena sudah kelas3, aku sudah mulai sibuk dengan bimbel, intensif belajar di sekolah dan persiapan-persiapan ujian nasional lainnya. 2 bulan lagi pun sudah mulai pergantian ketua dimana aku akan segera 100% fokus di ujian-ujian yang akan aku hadapi nantinya. Setidaknya... aku pikir akan seperti itu.


[Index]
2. Perkenalan
3. Senyum
4. Percakapan di Telepon
5. Empat Mata
6. Matahari Untuk Lily




Diubah oleh laptop.putih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
23-05-2019 21:04
emoticon-Peace
profile-picture
key96 memberi reputasi
1 0
1
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
25-05-2019 00:55
2. Perkenalan

Seperti biasa, setiap hari Sabtu sepulang sekolah, seluruh peserta eksul IT kumpul untuk melakukan kegiatan. Karena hari ini tidak banyak yang masuk, maka ekskul bubar lebih cepat. Aku dan Mifta anak kelas 2 IPA 1 yang merupakan wakil ketua ekskul IT, masih membereskan Lab komputer, memastikan seluruh komputer dimatikan dan tidak ada barang yang tertinggal.

"Mbak, ada yang mau kenalan sama mbak. boleh ku kasih nomermu nggak?" katanya tiba-tiba memecah keheningan.

"Hah? Siapa? Nggak usah aneh-aneh." Pikiran sudah kemana-kemana. Ngeri, takut, heran. siapa yang mau kenalan sama orang model kayak aku. emoticon-Wink

"Jadi nggak boleh nih? ya udah ngga ku kasih." Katanya. "Iya nggak usah. Suruh minta langsung ke aku aja." timpalku.

Tidak berselang lama dari perbincangan itu,kami berdua keluar dari Lab dan bersiap pulang. Jarak sekolah dan rumahku cukup dekat. hanya 5 menit mungkin. Kebiasaan burukku adalah, setelah pulang sekolah, hal yang pertama aku lakukan adalah:
1. Buka laptop
2. Buka facebook

Karna pada tahun 2011 internet di kotaku belum secepat sekarang, sambil menunggu loading, baru aku ganti baju dan bersih-bersih diri. hahaha... jaman dulu masih jaman pakai LAN untuk koneksi internetnya. Wifi masih mahal, belum semurah sekarang dan kecepatannyapun nggak secepat menggunakan fiber optic seperti sekarang. Seperti biasa, setelah ganti baju, aku lihat facebook dan ada 1 inbox yang belum terbuka. Gia Ananta.

Quote:Gia Ananta : Mba?


"Tumben ini anak chat." kataku dalam hati. kami hanya saling tahu. kami tidak saling kenal. Gia adalah ketua salah satu ekskul. Selain itu, kami juga ikut dalam mulok broadcasting di sekolah. hanya saja karna sering berkelompok, kami tidak pernah saling bicara. dia anak kelas 3 IPA 1. kelas unggulan. yang untuk masuk kesana saja harus tes. "Kayaknya dalam waktu dekat ini sekolah nggak ada acara deh" pikirku.

Quote:Gia Ananta : Mba?
Liana Natasia : Ya?
typing..


dengan cepat aku melihat tulisan typing... dia sedang onlline rupanya. sepertinya memang masalah yang mendesak.
Quote:Gia Ananta : Li?
Liana Natasia : Ya?
Gia Ananta : Halo
Liana Natasia : iyaaaaa??
Gia Ananta : Minta nomor hp nya boleh?
Liana Natasia : Buat apa Gi?
Gia Ananta : Engga tau buat apa. jadi gini, kita 1 sekolah, 1 mulok, 1 jurusan tapi nyapa aja ga pernah. gimana coba?
Liana Natasia : Iya nanti kalau aku ketemu aku sapa ya.

Aku tersenyum sebentar. "Lucu juga anak ini" sebagai informasi juga, Gia ini adalah mantan pacar dari salah satu teman 1 kelasku. selain karna tidak kenal, rasanya akan sangat aneh menyapa mantan pacar teman.
Quote:Gia Ananta : Pantes mifta aku suruh minta nomormu susah sekali.
Liana Nastasia : Jadi kamu yang nyuruh mifta minta nomorku?
Gia Ananta : Iya, aku yang minta nmrmu lwat mifta karna aku takut kalo minta sendiri. Aku minta maaf karena udah ga sopan minta nomormu sama mifta padahal aku belum ijin sama kamu. Tapi kalo skrg aku boleh kan minta nomermu? emoticon-Smilie

Aku tersenyum dan mengetikkan nomor hpku. Jaman dulu, saat temen-temen punya hp blackberry aku Cuma punya hp nokia hahahaha.. Dan ini lah penyeselan terbesarku sampai saat ini. Kalau saja saat itu aku nggak kasih nomorku ke Gia, kalau aku nggak pernah membalas sms pertamanya, mungkin cerita ini nggak akan dibuat. Dan mungkin aku nggak akan punya cerita indah masa SMA dengan cowok yang luar biasa ini. Bahkan sampai detik ini aku masih mengagumi dia walaupun kami sudah bahagia dengan pasangan kami masing-masing, tapi cerita ini sepertinya sangat susah terkubur. Terlalu lekat. Baiklah. Mari kita mulai. Karena hp nokianya sudah nggak bisa dipakai, aku akan nulis ini berdasarkan chat-chat di facebook dan beberapa ingatanku saja. Hahahaha... emoticon-Smilie semoga cerita ini bisa aku tulis sampai selesai ya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
25-05-2019 02:07
3. Senyum

Pada akhirnya, percakapan kami dimulai dari hari itu. Sebenarnya, aku juga sudah agak lupa dengan percakapan kami setelah itu. Yang aku ingat, Gia mengirm langsung mengirim SMS untuk memastikan bahwa aku benar-benar memberikan nomorku. Bukan nomor orang lain atau nomor yang dengan asal aku berikan dengan random. Hari-hari berikutnya, kami mulai mengirim sms / chating facebook secara lebih intens. Bahkan ada kalanya sampai salah satu dari kami mulai tertidur.

Setelah beberapa hari, pembicaraan kami terkadang semakin random namun itulah yang membuat kami semakin dekat setiap harinya. selama di sekolah pun kami sangat jarang bertemu. mungkin hanya beberapa kali saja dalam 5 hari ini. Lucunya, saat di sekolahpun, kami juga lebih senang saling mengirim sms dari pada saling ketemu lalu ngobrol. entahlah.

Suatu hari, saat aku dan sukma (sahabat paling deketku waktu SMA) makan di kantin, aku melihat segerombolan cowok-cowok "famous" yang berjalan dari arah utara menuju ke kantin. Tentu Gia masuk dalam gerombolan cowok populer tersebut. siapa yang nggak kenal dengan Gia. Pinter? jelas! bahkan dia adalah murid kelas khusus. Ganteng? Lumayan menurutku. Pemain basket lagi. Selain itu Gia masih aktif sebagai anggota OSIS. Rajin ibadah? Yap. Dia adalah ketua ekskul FKPI di sekolah. Nah... ini.. Kami sama-sama ketua kerohanian di sekolah ini, hanya saja.... dengan kepercayaan yang berbeda. Pandangan kami tidak sengaja bertemu. Gia tersenyum, dan aku membalasnya.

"Kamu tau Gia kan?" Tanyaku ke Sukma yang sedang asik menikmati bakso favoritnya.
"Tahu sih. kenapa?"
"Beberapa hari ini aku smsan sama dia sih. Asik loh orangnya ternyata."
Sukma diam sejenak, lalu menoleh ke arahku dan memperhatikan aku dengan seksama. "Ya gapapa sih. Asal kalian ga pacaran aja. Inget kalian terlalu banyak perbedaannya." Katanya sambil kembali menyuap makanannya. "Ya gila ya.. baru juga berapa hari sms an.. asal pacaran ae -_-" Pada saat itu aku bahkan tidak ada ketertarikan ke Gia. Yang aku tahu, pada saat itu, Gia orangnya asik. Sudah. Aku kembali menyantap nasi jotos yang sudah aku makan separo sampai hpku bergetar. Sebuah SMS. tentu saja Gia.

Quote:From : Gia

Ternyata kamu suka makan nasi jotos sama es jeruk juga ya? : )


Aku tersenyum. Reflek aku langsung noleh kanan kiri mencari barang kali Gia masih ada disini. Bingo! ketemu! dia menggerombol di meja bundar di seberang kantin.

Quote:To: Gia

Hahaha. Iya. Nggak makan?



Quote:From : Gia

Engga. Btw. Senyum kamu manis. : ) Aku suka.


Aku tersenyum. Aku hanya bisa membalas dengan kata "Terimakasih."

"Senyum senyum aja teroooss sampe bel masuk sama sampe nasimu habis dimakan laler" Sukma mengomel. Aku melihat mangkok Sukma yang sudah tinggal kuah bakso. Pantas dia ngomel. Bensinnya sudah penuh.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
25-05-2019 03:02
numpang ninggalin jejak ya... emoticon-Smilieemoticon-Malu (S)
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
25-05-2019 04:09
silahkan didengar lagu ini..
semoga sesuai dijadikan soundtrack..

https://open.spotify.com/track/6AEBT7adBQSLQS6wYb6yhi?si=6a--bKOxS32QrTIZYbhZEg
Diubah oleh truzher
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
25-05-2019 21:02
4. Percakapan di telepon

"Kamu Chinese ya Li?" tanyanya di seberang telepon. "Iya. Kenapa? mau bilang kok ga sipit dan putih? nggak usah bilang. aku juga udah tahu kok." Kataku sedikit kesal. Aku mendengar Gia tertawa kecil. "Iya ga kliatan.. hahahha"

Ini pertama kalinya kami telfonan setelah hampir satu minggu hanya mengirim pesan lewat sms dan Facebook. Awalnya aku agak ragu. karena aku bukan tipe orang yang suka untuk telfonan karena lebih sering merasa canggung karena nggak pernah bisa membuat topik yang menarik.

"Eh, kamu tahu nggak kalo ulang tahun kita itu cuma terpaut 1 minggu loh." Katanya.

"O ya? kamu tanggal 7? atau januari?" Tanyaku penasaran. "Tanggal 7. Cuma aku kelahiran 94. Kamu kelahiran 95 kok udah kelas 3? harusnya kelas 2 dong. Nggak adil sekali." Jawabnya.

"Kok kamu tau ulang tahunku?"

"Kan di facebook ada." jawabnya santai. "Mulai sekarang aku panggil kamu dek ya. Kamu masih kecil soalnya. Hahahaha."

Aku cuma bisa mengiyakan. Nggak tahu kenapa kalau Gia ngomong pingin aku iya kan aja. Lucu memang kalau benih-benin perasaan itu tumbuh dengan cepatnya. Hanya dalam waktu 5 hari. hahaha...

"Besok Hari Jumat ya? besok kita ketemu dong berarti. Lucu ya dek. udah 1 tahun kita satu kelas tapi kita nggak pernah ngobrol, bahkan ga saling kenal." Katanya.

"Ya mas ga pernah nyapa duluan. Aku kan takut kalo mau nyapa duluan." kataku.

"Ciye... manggil aku mas. : ) " Aku terdiam sesaat. "Ya kamu manggil aku dek. ya kamu tak panggil mas."

"Jadi gini ya adek... kamu inget nggak tahun lalu yang mulok kita study tour ke Jogja?"

"Iya inget kok." jawabku.

"Kamu nggak tahu ya? waktu itu, aku udah berusaha jalan berjajar sama kamu. cuma aku nggak berani. Mukamu galak soalnya aku takut kamu marah. Sebenernya aku udah pingin kenal sama kamu sejak tahun lalu. Cuma ya itu... aku terlalu takut buat deket sama kamu dan say hi sama kamu. " Gia memberi jeda dengan bernafas panjang. "Sekarang aku seneng banget, karena udah bisa kenal sama kamu. walaupun kita cuma saling senyum waktu ketemu. Walau aku harus pura-pura ngga suka sama kamu. Tapi aku seneng banget kok. Besok kita mulok bareng kan? Aku nggak bisa duduk bareng sama kamu karena kita nggak sekelompok. Kita juga nggak bisa duduk berdekatan karena pasti aku bareng sama temen-temenku. Tapi setidaknya aku seneng banget karena besok aku akan ketemu sama kamu. Besok kamu senyum ya." Katanya mengakhiri pembicaraannya.

Aku masih terdiam. Aku nggak tahu apakah kata-kata Gia itu benar atau tidak. Kata-katanya terdengar seperti laki-laki yang selalu suka merayu perempuan. Apalagi Gia adalah anak yang populer. pasti banyak perempuan yang ingin dekat dengannya.

"Iya." Jawabku singkat."Aku istirahat dulu ya Mas Gia. Aku capek." Kataku mengakhiri ke canggungan ini. Aku senang. Namun aku juga nggak pingin terlalu percaya diri. mungkin saja aku hanya bahan rayuannya saja.

Besoknya, jelas kami bertemu di kelas muatan lokal (mulok). Di sekolahku, saat kami duduk di kelas 2, kami wajib mengikuti salah 1 dari beberapa pilihan mulok. Mulok disini beda sama ekskul ya. disini nilainya akan masuk di rapot. Ada beberapa pilihan mulok di sekolahku. Tataboga, Home Industri, Kecantikan, dan Broadcasting. Kebetulan aku dan Gia mengambil kelas mulok yang sama yaitu broadcasting. Yang aku tahu, Gia merupakan anak dari salah satu penyiar radio milik pemerintah di kotaku. Jelas saja dia sangat lihai dalam bidang ini. Dia selalu saja menjadi orang yang selalu memberi contoh saat kami sedang berlatih. Sampai sekarang aku masih tidak percaya. Kalau orang yang luar biasa itu.... sangat dekat denganku.

Jadi begini. Karena mapel mulok ini muridnya berasal dari campuran siswa ipa ips yang cukup banyak, jadi kami harus mengubah ruang baca perpustakaan menjadi kelas. 1 meja panjang akan berisi 5-6 orang yang merupakan 2 kelompok yang berbeda. di Perpustakaan juga terdapat sebuah sofa panjaang tempat siswa cowok yang tidak kebagian tempat dimeja duduk. Salah satunya Gia. Gia selalu duduk di sofa panjang tersebut bersama teman-teman populer lainnya.

Sebagai siswa yang biasa saja dan tidak famous ini, jelas aku cuma duduk di bangku deretan paling belakang dimana Pak Jo (Guru mulok) tidak memperhatikan kami. Sedari tadi aku masih mencuri-curi pandang ke sofa panjang berharap Gia akan melihatku dan memberi senyuman. Sepertinya keberuntungan tidak berpihak kepadaku. Dia sama sekali tidak menoleh kearahku.Setidaknya, selama aku melihatnya dia tidak melihatku. Ah... mungkin memang cuma aku yang terlalu percaya diri kalau kata-katanya kemarin adalah hal yang serius.

2 Jam pelajaran sudah, dan kami tidak saling memandang. "Ya sudah." pikirku. Jangan terlalu dibawa hati. Lagipula kalaupun kami jatuh hati, kami nggak bisa apa-apa terlalu jauh perbedaannya. Bel pulangpun sudah berbunyi. Pak Jo pun sudah terlebih dulu keluar dari kelas. Akupun mulai bergegas keluar kelas sampai "Lia!" Gia. ini pasti suara Gia. Aku menoleh. benar saja. itu Gia.

"Ehm ehm.." goda beberapa temannya. Aku melangkah keluar dan menepi di samping perpustakaan. "Ya? kenapa Gi?"

"E.... Kamu abis ini kemana? " Tanyanya. "Mau rapat kerohanian dulu sih. abis itu pulang, Kenapa?" Jawabku.

"Aku mau ngomong sama kamu. Nanti kamu sms aku aja ya kalo udah kelar. Jangan pulang dulu."

"Oke. Aku duluan. Ditunggu soalnya." Aku meninggalkan Gia tergesa-gesa. Bukan karena ditunggu tapi karena sepertinya ini sudah nggak masuk akal. Aku nggak bisa ngontrol perasaanku. Aku deg degan setengah mati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
08-06-2019 21:12
wah seru nih, izin nenda gan emoticon-Blue Guy Peace
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
08-06-2019 21:21
Aneh banget emang ketika suka dan deket ama cowo yg cool-clever-care tapi beda keyakinan emoticon-No Hope
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
08-06-2019 21:34
jejak ya
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
08-06-2019 22:29
masa SMA dan terjebak dg cinta namun beda keyakinan, hmm jd teringat masa lalu. Autosubscribed!
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 00:49
gan ini cerita riil gak sih? atau cuman copas?
menurutku ini bagus banget gann..
0 0
0
Post ini telah dihapus
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 03:07
tinggalin jejak dulu
nice story sist
profile-picture
majapahit275 memberi reputasi
1 0
1
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 06:43
tinggalin jejak dulu ah, seru kayanya nihh
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 06:49
biasakan meninggalkan jejak agar tidak tersesat saat mencari jalan pulang 🍺
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 07:57
nitip sendal dulu mbak ya
profile-picture
nohax memberi reputasi
1 0
1
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 09:39
asikkkk cerita SMA lagi
emang jaman paling greget
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 09:40
dari dulu beginilah cinta, penderitaanya tiada pernah berakhir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
supirpribadimai dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 15:08
bukannya emang harus beda ya? beda kelamin, beda keluarga juga emoticon-Embarrassment
0 0
0
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
09-06-2019 15:08
Quote:Original Posted By mc7kaskus
dari dulu beginilah cinta, penderitaanya tiada pernah berakhir


jadi inget f-tse emoticon-Embarrassment
0 0
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia