alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5cda4874f0bdb21f3e25e16c/grammar-police-orang-paling-nyebelin-penelitian-ini-membuktikannya
Lapor Hansip
14-05-2019 11:47
Grammar Police Orang Paling Nyebelin! Penelitian Ini Membuktikannya
Past Hot Thread

Grammar Police Orang Paling Nyebelin! Penelitian Ini Membuktikannya


Nggak sekali dua kali kejadian di kehidupan gue, atau mungkin juga kehidupan lo, kesalahan penulisan atau tata bahasa. Kalau sedang menulis cuitan di Twitter misalnya, karena kondisi yang harus cepat-cepat (karena kadang-kadang menulis tweet itu sesuai kondisi emosi) sering terjadi kesalahan penulisan atau tata bahasa. Hal-hal yang nggak disengaja sebenarnya dan bisa aja dicuekin. Tapi ada orang-orang di luar sana yang memilih jadi grammar police aka orang paling nyebelin.

Istilah grammar police

Istilah grammar police muncul setelah era internet karena seringkali orang-orang nyebelin ini memang mengkoreksi tulisan-tulisan di forum-forum internet, kolom komentar YouTube, dan yang sering terjadi sekarang adalah di media sosial seperti Twitter dan Instagram.


Quote:Dikutip dari urbandictionary.com:

1. Grammar police: Orang yang membetulkan penulisan Bahasa Inggris yang ditulis secara online. Mereka akan berusaha membenarkan tata bahasa sebuah kalimat atau pengejaan sebuah kata.

Di Indonesia, beberapa orang memilih untuk menulis sesuatu dalam bahasa Inggris juga kalau memang lagi mood. Dan grammar police di sini nggak cuma membetulkan ejaan dan tata bahasa dalam bahasa Inggris saja tetapi juga bahasa Indonesia.

2. Grammar police: orang yang suka nge-troll dan sangat mengganggu dalam forum seperti YouTube dan Yahoo! Answers yang seneng banget mengucilkan orang-orang yang melakukan kesalahan saat mengetik.

3. Grammar police: ketika seseorang sangat memperhatikan tulisan, email, dan posting-an media sosial kalian dan mengecek apakah ada kesalahan-kesalahan pada tata bahasa.


Pengalaman pribadi

Grammar Police Orang Paling Nyebelin! Penelitian Ini Membuktikannya


Sebagai orang yang suka nulis dan doyan bacot di Twitter, gue termasuk sering melakukan kesalahan penulisan. Typo is my bestfriend. Kadang-kadang gue open aja kalau ada yang mengoreksi kesalahan penulisan gue di Twitter misalnya. Tapi kalau keseringan kan nyebelin juga. Walaupun niat mereka baik, lama-lama beneran ngeselin. Tapi kalau konteksnya di media sosial dan sedang membahas sesuatu yang serius, kadang-kadang gue "yaudah oke gue salah". Tapi yang lebih nyebelin adalah ketika mereka mengoreksi kesalahan penulisan atau tata bahasa ini di grup chat misalnya

Maksud gue... ini kan forum tertutup ya, grup chat, isinya ya cuma lo, gue, dan beberapa orang yang lainnya yang bahkan nggak peduli apakah gue nulis salah atau typo. Tapi kenapa lo harus muncul, tidak memberikan komentar pada topik yang sedang gue lempar, tapi malah mengoreksi kesalahan penulisan gue? YA KAN NYEBELIN! Ngerti nggak sih....?!?!?!?!?

Awalnya gue pikir mungkin cuma gue yang terlalu baper. Dan cuma orang ini yang terlalu nyebelin. Tapi ternyata gue nggak sendiri. Beberapa hari yang lalu, gue baca artikel Kompas.com tentang grammar police ini dan gue merasa lega ternyata memang ada sebuah penelitian yang membuktikan kalau orang-orang yang hobi mengoreksi tata bahasa dan ejaan orang-orang ini adalah orang yang nyebelin

Penelitian ini dipublikasikan jurnal PLOS One

Ada sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS One di tahun 2016 silam yang menyebutkan bahwa orang-orang yang doyan memberikan kritik terhadap tata bahasa orang lain punya kepribadian tidak menyenangkan.

Peneliti yang melakukan riset ini menemukan sifat kepribadian seseorang bisa ditentukan dari bagaimana mereka merespons typo atau tata bahasa seseorang. Ini merupakan studi pertama yang menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian pendengar atau permbaca ternyata punya efek terhadap interpretasi bahasa. Demikian diungkapkan Julie Boland, ketua penelitian ini.

Jadi, apa yang dilakukan para peneliti untuk mendapatkan hasil tersebut?

Grammar Police Orang Paling Nyebelin! Penelitian Ini Membuktikannya


Para peneliti memeriksa penilaian sosial yang dilakukan pembaca tentang penulis. Mereka merekrut 83 peserta untuk eksperimen mereka tersebut. Para peserta kemudian diminta untuk membaca dan menanggapi iklan lewat sebuah email.

Peneliti memberi berbagai jenis iklan: ada iklan yang typo, ada iklan dengan tata bahasa yang salah, ada juga iklan yang ditulis sempurna. Selanjutnya, para peserta diminta menilai kecerdasan, keramahan dan atribut lain dari penulis iklan yang mereka baca. Peserta juga ditanya apakah ada kesalahan bahasa atau typo dalam iklan yang mereka baca, sekaligus menilai semengganggu apa kesalahan itu.

Sebagai penutup, peserta diminta menyelesaikan tes penilaian kepribadian dan menjawab berbagai hal pribadi seperti usia, latar belakang, dan sikap mereka terhadap bahasa.

Hasil penelitiannya

Dari penelitian tersebut ditemukan kalau orang yang peka terhadap kesalahan ktik punya kepribadian lebih teliti, namun kurang terbuka.

Sementara itu, orang yang semakin kesal dengan kesalahan tata bahasa biasanya punya kepribadian kurang menyenangkan. Nah para grammar police itu ada di level ini.

Peneliti mengutarakan kemungkinan bahwa orang yang kurang ramah akan kurang bisa memberikan toleransi terhadap penyimpangan-penyimpangan, dalam hal ini bahasa.

Meski demikian, para penliti menyebut diperlukan studi lanjutan sebagai follow up dari temuan-temuannya ini. Tapi yang penting sebenarnya kita harus ingat kalau typo dan kesalahan penulisan bisa terjadi pada semua orang.

SO STFU!

Eh, maaf puasa.

emoticon-Bedug


Reference:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
davecchio dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
13-07-2019 12:30
ih ini bener sih...mungkin grammar police yang bener tuh ngasih tau nya baik2..soalnya kadang abis kena kayak gini ane dari pengalaman pribadi jadi malu buat ngomong atau nulis bahasa Inggris alias jadi engga berkembang lagi loh.tapi di sisi lain nya, ane jadi lebih belajar tentang grammar ini...
jadi emang ada baiknya buat memandang hal ngga dari sisi negatif nya aja, pasti ada sisi positifnya juga kok gan emoticon-2 Jempol
0
28-06-2019 18:33
Quote:Original Posted By Cheiss
wah brarti ane salah satu grammar police. bru tau ada bgniannya. ane tuh ga betah banget liat chat yg sepertinya emang ga ngerti cara nulisnya (bkn typo) karena udah sering kejadian. yg ane suka benerin bhs indo sih. contoh :

bawa = bawah
sama = samah
sudah = suda
mana = manah
kamu = kamuh

idk why, kenapa orang2 suka nambah2in huruf H dibelakang yg harusnya ga ada ? apa mereka ga pernah bljr bahasa indonesia ?

ternyata sikap ane tu nyebelin ya... sadly, ane ga niat brenti koreksi chat yg menurut ane salah.

Rapi = rapih

Quote:Original Posted By blanccasse
Bukan cuma kurang ramah, tapi juga sombong dan arogan. Saya juga memastikan (contoh kasus bahasa Inggris) sebetulnya orang itu tidak cakap bahasa Inggrisnya.

Kalau ana khusnudzon, orang itu mau belajar bahasa Inggris karena ketidakcakapannya, mengoreksi orang + belajar ingat2 buat diri sendiri.

Quote:Original Posted By AMARTAZ
Biasanya orang yg sok tau. sok perpeksionis. dan Orang yg gak punya senjata buat jatuhin orang lain. Akhirnya jadi gremer polis .


Sengaja salah. Bukan typo

Agan @gilbertagung contoh typo, bukan sengaja. Tapi kalau contoh Agan @Cheiss (quote atas) itu kesalahan yg dibuat karena ketidaktahuan (atau malah alay?), bukan typo.

Quote:Original Posted By gilbertagung
Sekilas memang menyebalkan, tetapi jika koreksinya bisa mencegah kesalahan makna yang berakibat fatal? Contoh, kamu mau menulis "Kamu sudah bekerja keras" malah jadi "Kamu sudah bekerja kera".
profile-picture
liee memberi reputasi
1
17-05-2019 21:02
Quote:Original Posted By frontalbaby
Ane sendiri lulusan bahasa dan cukup perhatian kalo ada kesalahan2 berbahasa, tapi engga selalu ane utarakan, apalagi berusaha ngebenerin, ngasi tau harus begini-begitu yang benernya.. kalo cuma di medsos liat orang2 salah ngetik ya biarin ajalah, medsos, medsos mereka..
Ane biasa tegas minta editing ketikan cuma pas dikasih tugas sebagai 'editor' aja.. emoticon-Big Grin Kalo lagi jadi orang biasa mah, gak penting juga jadi grammar police, toh gak dibayar.. emoticon-Ngakak


NAINI!
0
17-05-2019 21:01
Quote:Original Posted By vixitev
Dengan demikian maka perlu dibuat yang tidak nyebelin gan. Di sini sangat penting karena hal itu membuat kita menjadi tidak nyaman karena sebel. Selanjutnya kita berbuat yang terbaik di Bulan Ramadhan ini.


BD AMTZ.
0
17-05-2019 21:01
Quote:Original Posted By oktian69
Baper aja mungkin. Kalau salah ya harus diakui salah gan. Tapi namanya Komunikasi itu, kalau kata guru Bahasa Indonesia gue waktu SMP dulu, sebenernya yg penting antara yang berkomunikasi itu ngerti satu sama lain. Jadi bahasa slang atau alay gak jadi masalah.

Belum tentu juga Grammar Police itu orang yg menyebalkan. Kalau gitu semua Dosen Pembimbing orang yg menyebalkan. Suka coret2 susunan kata2 di skripsi. Hahaha...


Ya... kan kalo dosen pembimbing konteksnya beda...........
0
17-05-2019 21:00
Quote:Original Posted By proxfart
Grammar Police itu sesungguhnya, orang yang sebenarnya tidak penting tapi mau dianggap penting emoticon-Big Grin


Naini!
0
17-05-2019 21:00
Quote:Original Posted By mas...
yg penting maksud dan tujuan tersampaikan lewat kata2 gan, memang kadang nyebelin jg sih, typo dikit auto dikomen netijen emoticon-Mewek


Maha benar netijen dengan segala julidnya.
0
17-05-2019 20:59
Quote:Original Posted By bernu
"yaudah oke gue salah" ini salah!! emoticon-Mad

Harusnya:
"Ya sudah, oke gue salah"


IHHHHHH YAUDAH! emoticon-Ngamuk
0
17-05-2019 05:34
aku banget wk emoticon-Wink
tapi pas mau aja sih wk
Diubah oleh jonesforyou
0
16-05-2019 16:32
Quote:Original Posted By gilbertagung
Padahal ada profesi editor, yang tugasnya mengoreksi kesalahan penulisan dan penggunaan bahasa. Kayak gitu masa mau dianggap grammar police juga? Kalau gak ada editor, kita bakal sering menemukan buku yang banyak typonya.


Beda konteksnya.. Kalau editor emang udah kerjaannya mengedit dan mengkoreksi. Seorang penulis udah terikat kontrak sama penerbit, ya harus nurut ketika dikoreksi baik secara capitalize, ejaan, tanda baca dan sebagainya. Secara kan karyanya buat komersil, jadi ya harus perfect. Beda dengan self publishing yg nulisnya suka2 emoticon-Big Grin
profile-picture
romeorabun memberi reputasi
1
16-05-2019 13:43
Nah kalo julis salam yang bener menurut kbbi assalamualaiku apa asalamualaikum?

S nya dobel apa S nya satu nih?
0
16-05-2019 10:07
Ada yang typo, ada juga yg emang ga tau grammar ataupun spelling yg bener..
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
16-05-2019 09:15
wajar dong klo salah dibenarkan
0
16-05-2019 08:45
sama dengan grammar nazi yah gan...
0
16-05-2019 08:33
survey membuktikan, grammar police hanyalah kumpulan orang-orang yg kalah debat. jadi menggunakan celah untuk mengkritik grammar seseorang sebagai senjata pembalas argumen emoticon-Smilie
0
16-05-2019 08:28
"Di Indonesia ... kita tidak perlu menyembah tuhan."
Betul ?
0
16-05-2019 08:08
Quote:Original Posted By Melodica.offici
Orang yang tidak senang dikoreksi berarti anti kritik
Orang yang anti kritik tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, maunya dia sendiri yg benar.
Org yg merasa dirinya paling benar yah kalo kalah pemilu bikin hitungan internal terus nyalahin penyelenggara kayak wowo.

Dengan kata lain kamu kalo ga suka dikoreksi yah berarti ada kemiripan sama wowo
emoticon-Leh Uga


Udah salah ngeyel benar sendiri. Kritik dan koreksi halus gak mempan lagi.

Kan ada jargon 'maaf, cuma mengingatkan'
0
16-05-2019 07:19
#24,453
Quote:Original Posted By vitawulandari
Masalahnya kan ga semua orang di negara berflower nih mau nerima masukan chai. Kalau kita koreksi banyakan baper, dibilang sok iyes dan keminter emoticon-Big Grin

Tapi ada loh temenku yg concern banget, sampai Nissa Sabyan di pajang di storiesnya gegara "listen" nggak diucapin jadi "lissen" emoticon-Ngakak (S)


Padahal ada profesi editor, yang tugasnya mengoreksi kesalahan penulisan dan penggunaan bahasa. Kayak gitu masa mau dianggap grammar police juga? Kalau gak ada editor, kita bakal sering menemukan buku yang banyak typonya.
0
16-05-2019 07:02
Orang yang tidak senang dikoreksi berarti anti kritik
Orang yang anti kritik tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, maunya dia sendiri yg benar.
Org yg merasa dirinya paling benar yah kalo kalah pemilu bikin hitungan internal terus nyalahin penyelenggara kayak wowo.

Dengan kata lain kamu kalo ga suka dikoreksi yah berarti ada kemiripan sama wowo
emoticon-Leh Uga


Edit:
Siapa bilang salah grammar ga pengaruh ke arti kalimat?
Kalo salahnya dikit masih bisa dimengerti, kalo salahnya kebanyakan, ya jadi kacau emoticon-Ngakak (S)
Org bule grammar nya ga sempurna iya, tapi ga ampe berantakan ga bisa dimengerti
Diubah oleh Melodica.offici
0
Halaman 1 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.