Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
272
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd2b490f4d6950c0b3ffd42/sfth-mistery-royal-princes-of-kuyang
Kuyang mengamuk! Para peladang membicarakanya selama beberapa waktu. Entah siapa yang meniup pertama kali, kenyataan berita itu tertiup serupa kebakaran hutan. Sesuatu yang cukup mengemparkan di tengah kehidupan peladang yang monoton. Jika ada media platform berita, pastilah nama Antang Badiang sudah viral menjadi trending topik dan ramai di bicarakan par
Lapor Hansip
08-05-2019 17:50

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Misteri Manusia Berdarah Kuyang

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang


Prolog


Kuyang mengamuk! Para peladang membicarakanya selama beberapa waktu. Entah siapa yang meniup pertama kali, kenyataan berita itu tertiup serupa kebakaran hutan. Sesuatu yang cukup mengemparkan di tengah kehidupan peladang yang monoton. Jika ada media platform berita, pastilah nama Antang Badiang sudah viral menjadi trending topik dan ramai di bicarakan para netizen. Tentang kemarahan seorang wanita yang mendatangkan petir.

Benarkah? Bisik-bisik klasik tentang siluman kuyang dari pedalaman hutan Kalimantan mulai terdengar. Warga, menjadi saksi mata, masih enggan berbagi detail kejadian malam itu. Hingga akhirnya menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Sementara disisi lain, Adela, sejak kecil besarkan oleh Alin, mama tirinya. Alina adalah perempuan modis modern cosmopolitan, mendidik Adela sarat dengan nilai-nilai wanita masa kini yang sesungguhnya. Segala sesuatu harus logis dan masuk akal.

Lantas bagaimana dengan Putri Meeranty Delima Badiang atau lebih dikenal Adel yang mewarisi darah siluman Kuyang dari mama kandungannya Delima Badiang anak perempuan satu-satunya Antang Badiang trah langsung garis keturunan leluhur Antang Tao? Panggilan jiwa Tatu Hyang tidak mungkin sanggup ia lawan.

İnilah kisah Hantu Kuyang di zaman Millenial dimulai. Jangan baca sendirian jika tidak punya nyali.



Kabur dari Rumah, Bagian Pertama


Adela menarik nafas dalam-dalam, berkali-kali, memenuhkan ronga kosong dalam dadanya hingga detak jantungnya kembali normal. Seorang gadis seumuran duduk di sebelahnya begitu saja.

"Wao penampilan Kakak seperti artis Korea, cantik. Kakak ini mau kemana?"

Adela tersipu mendengar pujian polos dari orang asing yang baru di temuinya itu. Sejatinya ia juga bingung tidak tau harus berkata apa.

"Ya benar! Gue emang dari Jakarta."

Percakapan merekapun akhirnya mengalir panjang kali lebar. Hanya butuh waktu sebentar untuk menjadi akrab.

"Nama lu Chen Chen? Mirip kek Chinese gitu. Panggil aja gue Adele. Kita seumuran."

"Iih kada sangke bisa kenal anak dari İbu Kota Jakarta. Selanjutnya kamu mau ke mana ini?"

Seketika semuanya hening, seolah ada sesuatu yang mengganjal dalam dada. Adela tidak tau harus mejawab apa. Terakhir yang diingat hanya bayangan pertengkaran dengan mamanya.

Beruntung ia sempat mencuri beberapa buku catatan yang di sembunyikan mamanya selama ini.

"Gue mau ke Sambi. Jauh tidak dari sini?"
"Sambi Arut Utara? Wah lumayan jauh dari itu. Tapi kita satu arah, kamu bisa bareng kami."

Chen Chen kemudian mengenalkan Adel pada kedua orang tuanya. Sebagai anak tunggal yang selalu dikekang, mengenal Adel seolah mendapat saudara baru.

Bukan tanpa alasan kenapa Chen Chen di kekang keluarganya. Dulu sewaktu bayi, ia hampir saja tewas di mangsa Hantu Kuyang.

~♡~•●•~♡~


Waktu tergesa dari biasanya. Menyulap senja lebih lebih merona hingga memerah. Hamparan perkebunan kelapa terbentang luas sejauh mata memandang. Neuron-neuron perjalanan masa lalu kisah orang tuanya perlahan terlihat dalam pandangan batinya. Begitu jelas gambaran kuyang dalam mindanya. Mulai terlepasnya kepala dari raga dengan usus menjuntai terbang dengan suara pekik yang bikin bulu bergidik'pun lirih terdengar. 

Akankan Adela akan bertemu dengan kedua orang tua kandungnya? Atau justru bertemu Tambi Antang Badiang, neneknya? 

Sementara ada deretan Hantu Kaliamantan ;  Anak Sima, Kambe, Jembalang Tanah, Balai Seribu, Jaring, Bute, Kambe, Bangkit dan Mariaban siap menyambut Putri Delima yang pewaris darah kuyang generasi baru.  Apa yang akan terjadi? 

Baca Juga


Meen Pahari ? 


emoticon-Keep Posting Ganemoticon-Big Kiss
Belajar Bersama bisa dan terimakasih 
Sumber; Dokpri 
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 44 lainnya memberi reputasi
45
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 12
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 17:51

Mistery Royal Princes Of Kuyang

Indek link nanti di sini


[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang



Quote:


BAB 1 Flasback Orang Tua Adelia


Quote:
Bab 1


Kabur dari Rumah Link DISINI

emoticon-Takut


Edisi Flash Back



1. Flash Back A : Tiem Ekspedisi dan Kematian Aldy

2. Flash Back B : Pernyataan Delima Badiang

3. Flash Back C : Hilangnya 'Anu' Rico

4. Flash Back D : Gamang & Hilangnya Bayi

5. Flash Back E : Menuju Pertemuan

6. Flash Back F; Meditasi


7. Flash Back G; Kematian Pertama


8.Flash Back H; Bangkit dari Kematian


9. Flash Back I : Rahman dan Cinta Pertama


10. Flash Back J ; Teror



Flash Back K : Cerita Masyakarat


Flash Back L : Terbang ke Jakarta

Flash Back M : Petaka Diang Ama 1

Flash Back N : Petaka Diang Ama 2

Flash Back O : Serangan Takau

Flash Back P ; Anak Sima

Flash Back Q : Anak Sima Pemakan Jantung

Flash Back R : Sidang para Hantu


Flash Back S ; Mekaing Vs Bangkit


Flash Back T : Lahirnya Putri Kuyang

Dst




BAB 2 Adelia Kecil


Quote:

1. Kelahiran


2. Adelia Putri Meranti Badiang



3. Bertemu Junjung Buih


Dst





BAB 3 Adelia Remaja Kabur


Quote:
1.


2.



3.


Dst


Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 16 lainnya memberi reputasi
17 0
17
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 17:51

Tokoh in Mistery Royal Princes Of Kuyang

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang

Quote:



Mistery Royal Princes of Kuyang

Adela
Adalah gadis kota bernama lengkap Ulin Putri Meranty Delima Badiang

Rygen
Adalah cowok ganteng putra Dayak yang diam-diam suka dengan Adela

Alina
Adalah mama tiri dari Adel sekaligus istri petama Rico

Delima
Adalah perempuan Dayak bernama lengkap Delima Badiang, mama kandung dari Adela

Rico Surya Djirja
Adalah lelaki berdarah jawa asal Jakarta yang merupakan Ayah kandung dari Adela

Rahman
Adalah ayah angkat yang menganggap Adela seperti putri kandungnya sendiri.

Antang Badiang
Adalah perempuan Dayak yang menguasi ilmu hitam sekaligus neneknya Adela dan ibu dari Delima

Agus Ardinata
Adalah lelaki jawa yang merupakan orang kepercayaan Rico sekaligus ayah dari Chen Chen

Yenshi
Adalah mama kandung dari Chen Chen, sekaligus sahabat baiknya Delima dan istrinya Agus

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang



Haunted Of Boerneo

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang


Anak Sima
Adalah Hantu Si Pemakan Jantung anak asuh Hantu Takau.

Takau
Hantu terkuat dari para hantu yang ada di Hutan Pedalaman Kalimantan

Bangkit
Hantu ini lebih di kenal masyarakat umum dengan sebutan Genderuwo.

Berahai
Adalah selebritisnya para hantu, pantang bersedih. Ia lebih populer dikenal dengan Kuntilanak.

Jaring
Adalah Hantu penyuka anak-anak asal hutan Pedalaman Kalimantan

Balai Seribu
Adalah siapapun beremu hantu ini jarang bisa kembali selamat.

Mariaban
Adalah Hantu Gergasi asal hutan pedalaman. Meski menyeramkan hantu ini diburu manusia untuk diambil bulunya sebagi ilmu pelet.

Rabing
Adalah Hantu tikar penjaga sungai di hutan pedalaman Kalimantan.

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang

Tokoh selanjutnya akan muncul di cerita, siapa saja? Tunggu saja kehahadiranya. Awas bikin bulu kuduk bergidik.



Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 20 lainnya memberi reputasi
21 0
21
Lihat 8 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 17:52

Salam Pahari

Salam Pahari

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang


Meen Pahari!


Welcome to my Thread, Putra Seruyan, Kalimantan Tengah, Boerneo

Quote:





Andri arai atei
Takam katuluhni
Daya takam tau panalu
Andri naun hang yati
Isa lawit unengni
Ware takam ngantuh
Slamat panalu


Dengan senang hati
Kita semuanya
Karna kita dapat berjumpa
Dengan kalian disini
Yang jauh tempatnya
Mari kita ucapkan
Slamat berejumpa





Sialakan berikan komentar, bagi dan cendolnya ya gan
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 18:18
Serem
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 18:40
Quote:Original Posted By bekticahyopurno
Sialakan berikan komentar, bagi dan cendolnya ya gan


Oke, bagus alurnya, Bang. Di prolog semua karakter tokoh dibahas satu persatu biar untuk lanjut ke part 2 udah gak perlu bolak-balik part.1

Akankah Chen-Chen akan kembali selamat dari sasaran hantu kuyang? Siap menanti episode selanjutnyaemoticon-thumbsup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 20:48
mantep tuh ceritanya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gustiarny dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 21:06

Bab 1 : Kabur Dari Rumah

Cerita Horor Bersambung, Misteri Royal Princes of Kuyang

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang


Lanjutan Cerita Sebelumnya

Waktu perjalanan menuju Sambi, Adela didalam mobil hanya masih diam membisu. Sebuah kebisuan yang membawa pikiran alam bawah sadar untuk melihat kejadian masa lalu. Neuron-neuron perlahan merambat membentuk koneksi memunculkan visual begitu jelas.

"Bayi?" lebih pada bergumam dalam hati.


Penglihatan Adela pada Masa Lalu


"Kenapa, Del?"
Pangilan Chen Chen membuyarkan lamunan Adela seketika. Tubuhnya menggigil, keringat dingin membasahi bajunya.

"Gak apa, Kok," balasnya lirih.
"Wajahmu terlihat pucat. Ni minum dulu ja."
Chen Chen menyodorkan minum botol yang masih tersegel.
"Maaf merepotkan lu."
"Gak apa-apa."

Setiap kali penglihatan Adela terbuka, entah berapa besar energinya terkuras. Tubuhnya biasa dehidrasi dan membutuhkan minuman segar untuk membuatnya kembali pulih.

"Ke Sambi kamu ingin menemui siapa?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dari papanya Chen Chen. Refleks.

"Mencari Om Agus, teman papa dulu," balas Adela gugub.
"Nama papamu siapa?"
"Namanya, Rico, Om."
"Rico....?"
Mobil berdecit seketika berhenti. Gadis berusia belasan tahun itu kaget, bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?

"Apa nama namamu bernama Delima?"

Sebuah pertanyaan dari lelaki paruh baya itu seperti petir menyambar jantung Adelia. Bagaimana papanya Chen Chen tau nama mamanya? Padahal ia belum pernah bercerita sama sekali.

"Apa Om mengenal Mama dan Papaku?" tanya balik Adela penasaran.

"Bagaimana kabar Alin dan Rahman? Kenapa kamu pergi sendirian?" tanya introgasi balik dari papanya Chen Chen.

Bagaimana Adel bercerita? Sedangkan ia justru penasaran pada lelaki asing yang begitu jelas paham akan keluarganya.

Apa yang akan terjadi? Next

BACK INDEK Link DISINI
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummuza dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 21:14

Flash Back A: Tiem Ekspedisi dan Kematian Aldy

Hantu Kuyang Kalimantan

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang


Flash Back; Tiem Ekspedisi dan Kematian Aldy


Quote:Adalah kisah orang tua Adelia pada masa lalu. Langsung saja Di Sini

~0~


20 Tahun Sebelumnya

Lagit baru saja mengulung mendung pagi tergesa seperti biasanya. Menyulap terang menjadi gelap cahaya remang. Bunyi-bunyi hewan dalam hutan bersahutan penuh pertanyaan hari itu. Sekelompok orang dari Kota melakukan Ekspedisi dengan misi survey pembebasan lahan untuk kebun kelapa sawit. Seperti desa lain sepanjang sungai Seruyan dan Sungai Lamandau banyak yang sudah menjadi perkebunan kelapa Sawit.

Tapi tidak dengan Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kota Waringin Barat. Penduduk desa Sambi menolak karena bagi mereka hutan adalah kehidupan. Di samping itu ada desa tersembunyi dibalik bukit tengah hutan. Ya itu Desa Ayawan ( Hidden village). Tapi bukan Konoha seperti di Naruto ya!

Dari desa Ayawan inilah kisah 'Hantu kepala pemakan ari - ari' dimulai. Mereka menyebutnya Kuyang dan tanpa di sadari tiem expedisi ini mereka terjebak di sana.

"Sebentar lagi hari akan gelap. Ayo cari kampung dekat disini," ucap Rico pimpinan tiem.

"Baik Bos," timpal Rahman. Setelah menyelusuri hutan akhirnya mereka sampai juga di desa dan rombongan itu menginap di rumah kepala suku.

Angin dingin singup hawa getar terasa redup entah itu sesuatu yang ganjil sedikit hawa menggigil, desa tengah hutan rumah panggug berbanjar sepanjang pingir sungai rawa-rawa. Indahnya suara hewan terkadang membawa bulu kuduk merinding.

Tikar anyaman khas kalimantan di gelar di atas lamin papan ulin terasa sejuk angin dari rumah panggung kepala suku. Terlihat kepala rusa bertanduk ganjil berjejer diatas dinding, mata melihat sedikit merinding.

"Ric..kamu tau gak sepertinya desa ini mistis. Entah mengapa aku selalu merinding."

"Ah itu perasaanmu saja!"

"Tidak Ric, tanya saja sama Aldy!" seru Rahman dengan menyerengitkan keningnya. Sementara Aldy yang hanya bengong diam tanpa kata. Mungkin Ia memikirkan gadis catik yang ditemui di sungai tadi.

"Memang benar perawan Kalimantan memang sungguh catik tidak kalah dengan artis Drakor. Bahkan SNSD, Tae Yeon Pun lewat. Prawan Kalimantan memang menawan," tanpa sadar Aldy ngomong sendiri.

"Aldy, jangan cari masalah ya di sini! Jangan sampai 'anu' mu hilang," bentak Rahman.

Aldy yang sepertinya sudah silap mata terkena guna-guna? Tidak mengetahui bahwa dia akan menjadi mangsa dari Antang Badiang. Gadis yang di jumpainya tadi adalah penjelmaannya.

***

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Antang semakin 'bijak' mengontrol dirinya. Dulu dia membutuhkan darah segar setidaknya sekali dalam satu bulan. Namun sudah lebih dari dua puluh tahun terakhir dia berhasil menjadikannya cukup satu dalam sebulan.

Hanya saja dia perlu asupan yang lebih besar,lebih banyak darah. Anak kecil dan bayi tidak akan mencukupi kebutuhannya dan yang paling pas adalah remaja.

Satu persatu remaja belia usia antara 15 - 20 tahun di desa-desa sekitar Ayawan lenyap setiap bulannya. Tidak banyak orang yang akan mencurigai hilangnya para remaja tersebut. Warga pun hanya menganggap mereka melarikan diri ke kota akibat tekanan kemiskinan.

Muslihat dan teror mengerikan ia ciptakan. Merubah wujud menjadi Diang Ama untuk mengelelabuhi warga dalam perburuan mangsanya, mencuri ari - ari bayi atau membunuh warga.

Sehingga anggapan orang kampung adalah itu kutukan dendam! Bahkan Tetua adat dan warga tidak mengetahui jika pelaku sebenarnya adalah Antang Badiang.

***

Pagi telah tiba, Desa Ayawan indah menyapa, udara sejuk bertajuk embun, nyainyian burung menari indah menawan. Biasanya desa-desa di Kalimantan ada di pinggiran sepanjang Sungai. Tapi berbeda dengan Desa Ayawan yang berada dibalik bukit dikelingi rawa-rawa dan hutan durian.

Di dalam hutan durian ini ada berbagai macam buah-buahan, ada cempedak, langsat, duku, kampul, rambutan hutan, kerantungan dsb. Sungguh ini memang surganya dunia.

Penduduk Ayawan memegang teguh tradisi. Mereka tidak mau menghianati hutan. Seperti desa- desa yang lain.

Lihat penduduk kampung-kampung itu sekarang,kemana mereka mencari ranting dan kayu lagi untuk masak didapur, jika hutan sudah habis terbakar.

"Pribumi menjadi budak dinegri sendiri. Mereka semua hidupnya tergantung dari perusahaan. Itu bukan 'Ayongku' lagi seperti yang mereka banggakan selama ini," kata Rico.

"Apa yang lu katakan Ric, kita disini dalam misi membebaskan lahan bukan membela mereka," sanggah Aldy.

Hari itu kebetulan ada acara 'Tewah' (pemakam orang mati) yang mana Rico dan kawan-kawan diundangnya. Menolak makan atau minuman yang dihidangkan itu namanya 'kepuhunan' di desa Ayawan mereka disuguhi 'baram' yang di campur dengan tempoyak.

"Minuman jorok," tolak Aldy

"Huss.., kalau gak mau dulit sedikit napa! Dari pada 'kepuhunan' tau rasa lu," ucap Rico.

"Ahk.., apaan si lu? Zaman now percaya tahayul?" tanya pemuda kota angkuh itu.

"Bukan gitu, terserah lah. Susah ngomong ama lu. Kalau ada apa-apa nanti gue kagak tanggung jawab," balas Rico kesal.

Sementara itu dari kejauhan Aldy melihat gadis cantik orentalis yang dilihatnya kapan hari. Terlihat gadis itu tersenyum manis bikin hati meleleh seolah memberi isarat padanya.

Tanpa berpikir panjang kali lebar Ia masuk ke dalam hutan durian itu mengikuti sang gadis. Terus berjalan menyelusuri hutan.

Mengikutinya hingga akhirnya tersesat di dalam hutan dan mulailah ia panik sepertinya ada yang aneh, kemanapun ia berjalan, kenapa selalu ditempat yang sama? Terus seperti itu hingga malam pun tiba.

"Aduh udah malam lagi, sinyal pun tak ada," pekiknya dalam hati yang mulai risau. Angin semakin dingin menusuk hingga ke tulang.

Wuss.. Brakk

Semendadak seperti suara benda terjatuh? Atau Hewan?

"Apa itu?" Aldy melompat ketakutan. Tubuhnya gemetar. Keringat dingin panas.

Sesuatu melesat cepat kilat terang seperti binatang terbang namun terlihat seperti api yang menyala-nyala begitu terang benderang. Bola apii? Matanya melihat jauh ke dalam hutan. Terdengar suara sangar dari dalam hutan. Suara terdengar seperti peluit, tapi terlalu dalam, terlalu tenang dan terlalu lama.

"Tolong... Tolong... Tolong...!!" Lolong Aldy ketakutan dengan perut kempas kempis gemetar.

Sekeras apapun ia berteriak tiadak ada satupun yang mendengarnya. Tubuhnya merasa dingin menggigil semakin ketakutan dan tidak lama setelah itu terlihat beberapa cahaya melesat yang berasal dari hutan gelap berhias kunang-kunang terbang tak beraturan.

Begitu terang menyala-nyala membara semburat saga.

Dag dig dug dag dig dug jantung mulai berdegub kencang.

Ternyata....

Itu adalah kepala wanita terbang dengan usus tanpa tubuh bagian bawah dan aromanya amis nyinyir bikin darah berdesir tidak beraturan. Rasa takutnya sudah menggerogoti jiwanya.

"Mamakhluk aapa ii tu..?" Pekik Aldy gagap gemetar ketakutan melihat makhluk mengerikan itu.

Bersinar menyala dengan darah menetes-netes dari usus yang menjuntai tampaknya terbang ke arahnya. Ia begitu takut hingga terkencing-kencing lalu lari tunggang langgang, lari sekencang-kencangnya.

Dalam keadaan berlari ketakutan, Aldy setiap menoleh kekiri atau kekanan terlihat kepala seperti wanita dengan rambut kusut panjang, mata merah menyala seperti api. Bukan hanya gemetar takut namun terasa mual pula perutnya, seperti isi dalam perut naik ke tenggorokan lalu...

"Huauweekk..," Aldy muntah, melihat kepala dengan usus dan organ-organ tubuh yang aromanya amis, nyinyir.

Ia pun terus berlari, rasa takut merenggut jiwa dan hatinya, keringat sebesar jagung menetes deras membasahi bajunya.

Terus berlari.

Tak peduli semak belukar ia lompati, duri dari pohon merampas menancap rapi pada kulitnya, sudah tak terasa lagi.

Terus berlari.

Lolongan serigala hutan menjerit jauh dikolong mendekati maut yang mengerikan dan hingga akhirnya jatuh dan terjerembab di semak-semak.

"Tolong....!"

Sebuah teriakan melengking dengan pita suara yang hampir putus. Putus karena takut. Menggigil gemetar.

Antang Badiang dengan cepat menggit leher Aldy yang dalam keadaan setengah sadar.

Gigi taring tajam menancap pada urat lehernya, merah genta darah mengalir seperti madu segar yang baru saja dipanen.

Rasa haus antang seperti diterik siang hari tidak sabar ingin menghisap darahnya dengan rakus.

Manis, segar, bukan lagi penunda lapar macam jely drink. Darah segar itu mengalir dari leher dan membasahi tubuhnya seperti orang mandi, mandi darah! Dan hawa dingin darah yang membasaihi tubuhnya membuatnya siuman tersadar.

Sakit yang luar biasa ia rasakan lalu menjerit .

"To to tolong...!" teriaknya lagi sekuat tenaga namun sepertnya sia-sia.

Makhluk mengerikan itu menyobek perut Aldy dengan gigi-gigi yang tajam.

"Dagingnya segar, manis," ucap makhluk kelaparan itu.

Rasa haus sudah terobati dengan darah segar, tinggal rasa lapar mengerogoti, tidak tertahan lagi, air liur menetes, jantung segar manis kan didapatnya. Kuku-kuku tajam menancap tepat diperut yang berkulit tipis lembut dan mengalir menetes rinai darah segar dari jantung, dari usus-usus perut Aldy yang sudah terkoyak, robek.

Aroma amis yang begitu nikmat membuat rasa lapar ingin segera menyantapnya jantung segar manusia.

"Nyaman banar te.., jatung segar handak yaku kuman cukup jualah te sebulan pang ae,' kata Antang yang melahap jantung segar itu. Gurih nikmat, manis anyir membuat Kuyang itu menikmati makanan lezatnya.

Aldy kejang-kejang, kelonjotan, tergelepar, perutnya robek, jantung dan hatinya di makan Siluman Kuyang itu, lalu tewas di tempat.

****

Sedari malam Aldy tidak kunjung pulang, membuat Rico dan wankawanya risau mencarinya kesana-sini. Bubuhan mereka memang tidak mengetahui sama sekali akan perihal kematian Aldy yang dimangsa hantu Kuyang.

"Kemana Aldy ya?" tanya Rahman tanpa curiga.

"Mungkin udah kecantol prawan Kalimantan!" seru Agus.

"Dasar 'PK' (Penjahat Kelamn), lihat kambing dibedakin aja diembat," balas Rahman.

"Ya.., baru berapa bulan sih olinya gak di tap, apa udah kental ha ha."

Mereka berdua tertawa renyah, seperti biasa percakapan lelaki pada umumnya.

Tentu tidak pada Rico, firasatnya berkata lain, entah seperti ada sesuatu yang ganjil.

"Udah, jangan lu pada becanda! Bagaimana'pun Aldy kawan kita," ujar Aldy dengan mengerutkan kening membentuk garis-garis sebuah tanya.

Mereka mulai pencarian keseluruh kampung, menanyakan satu persatu pada warga namun selalu berakhir dengan jawaban tidak tau.

Perlahan rasa panikpun kini meliputi hati mereka.

Dibantu warga dan Kepala Suku pencarian hilangnya Aldy dari semalam diperluas, menelusuri setiap hutan, sungai dan lembah juga tidak diketemukan.

Hingga akhirnya diturunkan pasukan khusus anti suap milik warga, Anjing Pemburu yang terlatih pada medan gunung dan hutan, bukan Akamaru ya! he he..

Penciuman anjing itu tajam dan setitik harapan'pun didapat. Terus menelusuri hutan Ayawan hingga akhirnya ditemukan mayat terkoyak yang sulit untuk dikenali lagi.

Seperti dimakan binatang buas, perut sobek, dada terbelah dengan hilangnya seperti jantung dan beberapa organ lainnya.

Gigitan, sayatan, cakaran dan luka-luka akibat semak dan duri semakin sulit mengenali mayat tersebut.

Dari sekian banyak warga hanya Kepala Suku yang berani memeriksa mayat tersebut. Beruntungnya ada KTP disaku celana, ternyata adalah Aldy yang ditemukan teman-temanya sudah tewas mengerikan.

Tiem Ekspedisi ada yang menjadi korban dan warga sekampung geger dibuat olehnya. Warga semakin resah, takut, mencekam dan aroma kampung bertambah mistis.

Apa yang akan terjadi dengan tim Ekspedisi ini?



"Apa Om mengenal Papaku?"

Adelia segera ingin menyelesaikan keingintauanya. Rasa penasaran dalam minda semakin menindas logikanya.

"Ya udah, nanti kita jelaskan sesampainya di rumah saja."

"Kenapa, Om? Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku? Ya... tidak Mama, tidak Papa, sekarang Om juga sama."

Bukan karena rasa penasaran yang membuat dada Adelia terasa sesak. Bukan? Lebih dari pada rasa dikhianati, tidak diakui. Sepertinya semua orang berkonspirasi untuk menyembunyikan dia dari dunia. Apakah memiliki anugerah berbeda dari pada manusia pada umumnya itu adalah dosa? Atau dunia merasa iri atas kelebihannya itu.


Apa yang akan terjadi? Next

BACK INDEK Link DISINI
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rens09 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 21:15

Flash Back B : Pernyataan Delima Badiang

Hantu Kuyang Kalimantan

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang



Quote:


Pernyataan Delima Badiang

Rico beserta rombongan  menganggap kematian Aldy disebabkan oleh binatang buas. Sedangkan warga menganggap Aldy meninggal akibat 'Kepuhunan' karena menolak makan dan minum waktu 'Tewah' kapan hari itu. 

Jasad Aldy segera dikirimlah ke jawa untuk disemayamkan oleh keluarganya. Meski kematiannya menyimpan misteri namun perusahaan mengirim Agus sebagai gantinya. Expansi monokultur perkebunan kelapa sawit harus terlaksana.

"Gus selamat bergabung," sambut Rico.

"Ingih Pak," jawab laki-laki jawa klutuk itu dengan khidmad. Ya namanya juga  orang baru tentu harus menyesuikan diri di tanah orang. 

Agus masih Ingat pesan dari keluarganya," Wong mertamu iku kudu Empan papan lan tepo sliro." Agus memahami kematian Aldy karena kesalahannya sendiri yang tidak bisa menghargai tradisi oran lain. 'Kepuhunan' artinya kejauhan sial, itulah tradisi mereka.

Di sisi lain tanpa disadari ada gadis cantik berkulit putih mata seolah mengantuk dengan gunung kembar padat berisi yang diam-diam suka sama Rico. Delima Badiang namanya putri dari Antang Badiang sang penguasa ilmu hitam yang sakti mandraguna.

Ada yang unik antara Delima dan Antang ini.  Bagi mereka yang belum mengenalnya, tentu akan menganggap seperti kakak adik. Padahal mereka adalah Anak dan Ibu. Meski begitu  Delima tidak mengikuti Jejak ibunya. Bisa dikatakan kecantikan mamanya melebihi putrinya itu karena ilmu hitam yang dimiliki oleh Antang Badiang.

"Amak, jangan lagi memburu mereka," pinta gadis dayak cantik imut kaya marmut itu.

"Dasar anak bungol te. Kalian tidak mungkin bisa bersama. Dunia kita beda."

"Amak kan bisa makan ari-ari saja tanpa membunuh manusia. Atau di ganti saja dengan hewan. Seperti leluhur kita."

"Ya.. Leluhur kita akhirnya dikhianati dan dibunuh oleh warga."

"Tidak Amak. Amun ja  Antang Tao tidak meneror warga ia kadak akan  tewas am."

"Delima. Kau masih muda,  tidak tau bagaimana sakitnya dikhianati. Antang Tao sakit hati ditinggalkan oleh Amang Badiang. "

"Tidak Amak, Delima yakin Rico adalah laki-laki yang baik."

"Baiklah, kalau dia menyakitimu. Mida ada ampun buat sida pang ae. "

Bagaimana pun Antang sangat menyayangi Delima putri sewata wayangnya yang sangat disayanginya. Luka demi luka yang terakumulasi dalam dirinya menggumpal menjadi dendam abadi dalam sukma.

Antang  awalnya tidak membunuh manusia, ia hanya makan ari-ari bayi saja dan menghisap darah hewan. Akan tetapi dendam pada suaminya yang membuat dia seperti itu. Mungkin itu kutukan dari leluhurnya? Atau mungkin sebuah hukum langit yang susah dipahami. 

Bisa di katakan dia dari garis keturunan Manusia dan Siluman dari masa lalu yang masih tersisa. Mungkin dia adalah mahkluk unik yang hampir punah untuk saat ini, dengan kenyataan warga kampung tidak ada yang mengetahui akan perihal tersebut.

~0~

Dahulu kala ada manusia yang mengawini siluman yang menjelma menjadi manusia berparas cantik jelita. Bertahun-tahun mereka tinggal bersama hingga mempunyai anak tanpa mengetahui istrinya adalah siluman. 

Pada suatu hari ia mendapat biniknya memakan ikan mentah tanpa dibersihkan kotoranya dan juga menghisap darah hewan. Setelah mengetahui kenyataan pahit yang mengerikan itu sang suami meninggalkannya begitu saja.

Sementara sang istri yang masih mencintai suaminya mersasa sedih dan kecewa. Mau bagaimana lagi kenyataanya ia mempunyai anak dari manusia itu. Sementara anaknya selalu memanggil-manggil Abahnya mau tidak mau akhirnya siluman cantik itu terus mencari dan terus mencari suaminya kesana-sini namun tidak ditemukan juga.

Karena kesungguhan cintanya, Ia memohon pada Hyang Tatu agar diberikan kekuatan untuk bisa terbang supaya mudah mencari sang suami.

Karena kesungguhannya, akhirnya terkabulkan. Itulah asal usul  Hantu kepala yang mereka menyebutnya Kuyang atau Palasit atau juga Pulung. Dan untuk menambah kekuatannya ia harus memakan ari-ari bayi atau mengisap darah kotoran wanita. 

~0~

Demi putri semata wayang Antang memutuskan berburu jauh dari desa dan kembali memakan ari-ari bayi atau mengisap darah kotoran wanita haid. Terkadang juga ia memangsa darah hewan sebagai gantinya.

Didalam bilik semedinya yang mana didalamnya ada berbagai sesaji mulai kain merah, sirih, tulang babi, kulit kukang beserta tulang belulangnya. Dinding-dindingya digantung kepala rusa bertantuk satu, tanduk tiga, tanduk lima, tanduk tuju dan tanduk sembilan dengan kekuatan alam ini rumahnya tidak akan bisa dibakar dia tidak mau bernasip seperti Diang Ama.

Tengah Malam genap bulan purnmama mati. Dia oleskan minyak bintang dileher melingkar sambil membakar tulang babi. Setelah dibaca mantra dengan mulut kumat kamit ia merasakan sakit yang luar biasa dan terlepaslah kepalanya dari raga, hanya jeroan dan usus yang masih menempel dengan darah yang menetes. Kepala itu terbang melesat seperti kilat.

Sementa di sisi lain, dari kejauhan nampak seorang remaja wanita yang baru saja membuang pembalut ditempat sampah.

"Udah malam, buang sini aja."

Gadis itu membuang pembalut kotoranya begitu saja dan langsung masuk ke rumah.

"Ada makanan segar," ucap Antang dan langsung ia mengisap darah kental hitam bau busuk dipembalut itu. Iya mengisapnya sampai habis dan melanjudkan perburuanya.

***



Pertemuan Rico dan Delima balai warga membuat pemuda kota tampan itu teringat terus akan gadis Dayak yang kecantikanya sungguh mempesona, perawan kalimantan yang menawan, cantik dan menarik, kulitnya putih seperti salju, wajah orentalis apa lagi saat bibir manisnya memangil, sungguh hati menggigil.

"Ric apa srategi kita untuk mengkelabuhi warga?" tanya Rahman sedikit menekan. Rico masih saja melamun memikirkan Delima, pikiranya bermain dalam khayala sendiri entah kemana .

"Ric!!"
Bentak Rahman dengan hati dongkol.

"Ya, ada apa?"

"Apa rencana kita selanjudnya?"

"Entahlah, kita coba  lagi bujuk warga!"

"Jangan bilang kamu suka dengan gadis yang kemarin kita ketemu. Ingat kamu sudah bertunangan."

"Iya.. Iya.. Gua tau."

Tanpa diketahui oleh Rico dan Agus ternyata Rahman juga mendekati teman Delima ya itu Yensi begitu juga dengan Agus yang tertarik dengan Cencen. Ketiga pemuda itu sedang dimabuk asmara, mereka jatuh cinta dengan perawan kalimantan.

"Bos.. hati-hati jangan sampai kena Jipen atau jujuran," ingatkan Agus serius

Di kalimantan jika ada pemuda pemudi berduaan di tempat sepi bisa terkena hukum adat. Jika ingin bicara atau ngobrol harus ditempat Umum atau dilihat orang banyak. 

***
Genap purnama mati di hutan yang sunyi sepi, terdengar jelas suara lolongan anjing malam kelam dalam suram tenggelam. Bercumbu rayu iblis kematian dalam dendam yang membara. Dendam itu makin lama makin membara. Sakit hati ini makin menjerit, hanya buah hatinya yang membuat Antang bertahan.

Di ujung kampung terdengar tangisan bayi baru lahir. 

"Makananku telah tiba."

Antang  melesat secepat kilat seperti bola api menyala-nyala terbang dengan cahaya terang tengah malam.

****

Angin berhembus lirih menerpa daun dan ranting, riuh gaduh pecah dari dalam hutan. Malam menampakan sisi seram berselimut kabut tenggelam dalam riuh suara dari hutan. Gaduh gemuruh pecah oleh tangisan menyayat jiwa. 

Dari jauh nampak seorang pria yang menanti kelahiran sang buah hati. Cayaha pelita nampak samarkan wajahnya yang tertiup angin dingin. Dalam hati pria itu merasakan suasana janggal dan aneh malam ini. Angin membuat seisi rumah tertidur lelap tanpa sadar. Antang Badiang menyirep seluruh penghuni rumah.

Sang ibu dan dukun bayi itu'pun tertidur. Antang dengan leluasa memangsa ari-ari bayi dengan rakus. Giginya tajam menghuncam mencabik-cabik makanan faforitnya itu. Lidahnya menyulut menjilati cairan bercambur darah. Bau amisnya membuat nafsu maknanya semakin rakus.

"Malam ini cukup mengembangkan ku untuk satu pekan," ucap Antang dengan mulutnya yang penuh dengan darah dan air liur. Setelah kenyang ia pun pulang dengan bangga dan bahagia karena rasa laparnya telah hilang untuk sesaat.

 Antang Badiang terkadang tidak menunggu bayi lahir untuk dimangsanya. Ia mampu mengambil bayi yang masih dalam kandungan.

Dalam wujud manusia ia sering berpura-pura menjadi penjual sayur dan ketika bertemu dengan ibu hamil ia hanya perlu mengusapnya sebagi tanda untuk dimangsanya nanti.

Pria dan seisi rumah itu bangun dengan mendapati ari-ari bayinya hilang mengerikan. Terlihat darah dimana-mana seperti habis dimakan kucing atau anjing. Geger seketika melihat bayinya kini  sudah tak bernyawa. Seluruh kampung gempar sekaligus semakin mencekam.

***

Di pagi hari yang cerah mentari di desa Ayawan mentari menyapa manja menyinari rumah-rumah panggung yang berjajar dengan nyanyian burung merkicau merdu. Rico menemui Delima dan bercengkerama menggoda.



"Apa kabar hari ini?"

Sapa Rico menggoda pada suatu pagi yang cerah.

"Baik.. Dan kamu sendiri?" jawab balik tanya Delima dengan malu-malu kucing.  Sementara di sisi lain Antang selalu mengawasi putrinya dari kejauhan dengan kekuatan penglihatanya.

Rico dan Delima semakin hari semakin dekat. Cintanya bersambut lembut merkah mewangi walaupun di balik semua itu ada duri yang siap melukainya. Bagaimana tidak Rico sudah mempunyai tunangan di Jakarta. Apa jadinya jika Delima tau?.

Dan di lain pihak ada Rahman yang menjadi musuh dalam selimut. Ia menginginkan Rico di pecat dari perusahaan, makanya ia membuat berbagai siasat untuk menghancurkan Rico. Sayangnya Rico tidak mengetahui hal itu.

"Kamu betah tinggal disini?" tanya itu mengurai begitu saja dari bibir tipis manis Delima.

"Betah gak betah, tapi bener disini tempatnya istimewa. Walau sedikit misterius," jawab Rico dengan menatap bola mata Delima yang begitu indah, membuatnya tenggelam dalam pandangan itu.

"Istimewanya apa? Misteriusnya apa? " tanya balik Delima ketus  yang hatinya dag dig dug tidak karuan melihat tatapan laki-laki gagah asal Ibu Kota.

"Kamu.. "

"Maksudnya?"

Delima sedikit takut jika yang maksud Rico adalah misteri keluarganya.

"Kamu.. Iya kamu misteri hatiku,"  goda cowok berpenampilan modis itu.

"Maksudnya?"

"Hantu..."

"Apa.. Maksudnya Ric?" tanya Delima yang semakin takut jika-jika rahasianya terbongkar.

"Hantu kepala..!" jawab Riko dengan sedikit serius.

" Apa?" tanya Delima dengan mata melotot dengan degup jantung yang makin kencang. Saking kencangnya hingga seperti genderang mau perang.

"Maksudnya kamu yang selalu menghantuiku di kepalaku.  Entah mengapa kamu selalu hadir dalam pikiranku. Makan tak enak tidur tak nyenyak," goda Rico lagi manja.

"Ah kamu modus, alias gombal. Di jakarta pan banyak cewek-cewek yang lebih cantik. Mana mungkin kamu mau sama orang hutan seperti aku?"

"Benar kalau orang hutan aku memang gak mau."

"Nah kan!! Ngaku?"

"Iya siapa juga yang mau sama orangutan, kalau sama kamu saya mau banget. "

"Bohong?"

"Benar, Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Apa kamu mau menikah dengan ku?"

Tantang Riko serius dengan memegang tangan Delima, saling bertatapan mata. Harum nafas menderu semerbak merusak saraf otak. Ingin rasanya Rico seger melumat bibir cemokot itu.

Delima bahagia berbalut takut. Mungkinkah Rico bisa menerima dia apa adanya jika tau bahwa dia anak kuyang. Delima diam seribu bahasa hatinya tidak tau harus berkata apa. Delima hanya mengangguk, tanda menerima cinta laki-laki itu dengan cepat melumat bibir manisnya.

***

Hari berganti hari akhirnya Rico menikahi Delima gadis Dayak asal Kalimantan. Akan tetapi Delima tidak tau bahwa tujuanya Rico menikahinya adalah untuk menjalankan misinya. Misi membebaskan lahan perkebunan kelapa sawit.

Disisi lain Rahman berhasil akan rencananya, "sesuai rencana, aku akan menyingkirkanmu Rico," dalam hati Rahman bangga.

Antang  bahagia akan pernikahan putrinya. Berharap putrinya tidak senasib dengannya kelak. Dan pernikahan mereka menggunakan adat setempat. Setelah Rico memberikan 'jujuran' dan mas kimpoi pernikahan dilakukan dengan cukup meriah.

Bagi Delima itu adalah hari terindahnya. Dia akhirnya menikah dengan laki-laki yang ia cinta. Kebahagiaan itu terlihat jelas di wajahnya.
Bunga-bunga berseri indah dihati.
Burung - burung menari menyambut mentari pagi.
Pernikahan yang didambakan akhirnya menjadi kenyataan.
Hari itu, hari yang indah penuh kebahagiaan.

"Rico malam ini aku milikmu, kuserahkan jiwa dan raga hanya untuk mu. Akankah  mencintaku apa adanya?"

"Delima sayang...  Aku tak akan berhenti mencintamu walau musim telah berganti walau dihalaman yang berbeda hingga di ujung Senja."

Malam pertama yang indah penuh dengan gairah. Dimana surga dunia menjadi nyata. Deru nafas menyatu dalam kecup hangat, berpeluk hasrat membara dalam cinta menyapa. Terbang melayang diatas awan kebahagiaan. Setiap tetesan keringat malam menjadi embun menyejukan jiwa. Darah mengalir berdesir seirama senada nafas cinta. Oh Indahnya purnama malam ini. Raga bergeliat saling  menyatu dalam cinta berselimut rindu menyala beralaskan hasrat jiwa membara.






Apa yang akan terjadi? Next

BACK INDEK Link DISINI
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sofiayuan dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Lihat 9 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 21:27
Quote:Original Posted By bekticahyopurno
Ok Ini udah mulai, suka horor juga kah?


Suka semua genre cerita, Bang. Mau romansa, horor, creepypasta, atau misteri semua ane suka lah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummuza dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 21:44

Flash Back C : Hilangnya 'Anu' Rico

Hantu Kuyang Kalimantan

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang



Quote:


Rico akhirnya berhasil mengelabuhi warga dengan menikahi gadis cantik putih orentalis Suku Dayak pedalaman. Menjadi bagian dari mereka adalah strategi yang jitu lagi ampuh, dekati hancurkan. Satu persatu  warga mulai masuk terperangakap lalu setuju dengan memberikan lahan dan ladang menjadi monokultur perkebunan kelapa sawit. 

Proyek pembebasan lahan di desa itu akan segera dimulai tentu setelah semua persyaratan terselesaikan. Rico pulang ke Jakarta dan pamit dengan Delima dengan alasan pekerjaan. Padahal sejatinya laki-laki asal Ibu Kota itu hendak menikah dengan tunangannya, Alina. Tentu saja tanpa sepengetahuan istri yang baru beberapa bulan di nikahinya itu.

Dengan berat hati Delima melepas kepergian Rico meski dengan perasaan yang janggal.  

"Abang cepat pulang ya, Delima sangat merindukan Abang," ucap bibir mungilnya dengan suara terserak lirih entah mengapa seolah perih.

Tanpa sadar tirta bening itu melompat membasahi pipi Delima dalam dekapan suami tercintannya itu.

Tentu saja hatinya perih, baru saja menikmati indahnya cinta sudah di tinggal pergi.

 "Ya sayang," balas Rico mengecup pucuk rambut Delima.


Rico sengaja tidak membawa Delima pulang ke Jakarta dengan alasan dia akan menceritakan dulu hubungan mereka pada keluarganya.

Pria jangkung itu selalu mempunyai 101 alasan untuk membohongi wanita. Parahnya istrinya itu percaya begitu saja dengan semua apa yang dikatakan oleh Rico.

~◇~

Wanita itu paling suka di bodohi sedangkan laki-laki berbohong adalah keahlianya. Buktinya sejelek apapun wanita ia akan selalu senang jika di katakan cantik. Tidak percaya? Buktikan saja.

~☆~

Sesampainya di Jakarta, Rico kemudian menikahi tunangannya seorang gadis kota modis cosmopolitan. Pernikahan mereka cukup meriah karena memang mendapat restu dari kedua orang tua dari masing-masing pihak.

Sebenarnya Alina dan orang tua Rico juga tidak mengetahui bahwa pria jangkung hidung mancung itu sudah menikahi gadis cantik selama bekerja di Kalimantan. 

Setelah para tamu undangan pergi, itulah malam pertama Alina dan Rico yang di tunggu-tunggu selama ini dengan kekasih hati. Kekasih yang telah membohonginya selama ini tanpa diketahui. 

"Ric... Apa lu mencinta ma gue? Kenapa jarang memberi kabar sewaktu di Kalimantan?" tanya bisik gadis cantik modis dalam pelukan manja Rico. 

"Ngomong apaan sih, lu! Di sana susah sinyal, susah menghubungi lu," ucapnya  mengecup kening bening secerah cahaya purnama menyapa. 

"Malam Ini gue milik lu, Ric. Bawalah hati gua melayang-layang indah," pinta Alina manja dengan menanggalkan satu persatu kain yang menutupi tubuhnya.

Rambut lurus dengan alis mata yang lentik dengan pinggang meliuk seperti gitar spanyol putih padat berisi setiap lengkuknya. Cahaya lampu yang sengaja tidak dimatikan membuat kulitnya makin bersinar seputih salju selembut kapas yang kian memancarkan pesonanya.

Mulailah mereka menari manja hendak melintasi sembilan samudra, meluap-luap melepas rindu didalam dada dengan lincah dan indah. Nafas berderu menyatu dalam nafsu cinta impian syurga dunia menjadi nyata.

"Gue serahkan mahkota suci ini hanya untuk lu," ucap pasrah Alina mengharap hujan cinta menyiraminya seperti yang sudah diimpikan setiap gadis saat malam pertama.

"Baik sayang...."

Rico dengan semangat juang 45 siap tempur dengan tarian cinta di atas ranjang yang akan menjadi panggung aksinya. Gejolak dalam dada sudah siap menyerang pertahanan gadis cantik padat berisi dengan bunga mawar yang sudah lama menanti siraman hujan cinta.

Moment indah telah ditungggu namun tiba-tiba....

Rico kaget bukan kepalang 'pusakanya hilang' sekejap begitu saja semua rata tak masuk akal, kemana meriam itu? Sontak  Alina yang mengetahui hal itu langsung menjerit histeris ketakutan bukan kepalang.

Malam pertama yang dinanti-nantikan kini sekejap saja hancur berantakan tak bertuan.

Bagaimana tidak? Setiap Rico ingin 'menghisap madu dari mawar suci' istri keduanya itu  meriamnya hilang entah kemana? Serem bikin bulu kuduk merinding.

Bukan kebahagiaan melainkan ketakutan dan tanda tanya, apa yang sebenarnya terjadi?

Malam itu semakin mencekam.

~◇~

Sementara itu Rico tidak mengetahui bahwa Antang Badiang sudah memantrainya agar hanya putrinya saja yang berhak mendapatkan gemburan pria kota modis itu. Tak akan ada satu wanita manapun yang bisa menerima air sucinya kecuali hanya Delima mengijinkan.

~◇~

"Ada apa ini? Kenapa hatiku begitu resah? Apa suamiku baik-baik saja di Jakarta?"

Batin Delima penuh tanya merindukan suaminya yang jauh dimata. Sesuatu tanya menciptakan labirin dalam otak yang rasa ragu dan bertanya-tanya.

"Delima..," pangil Antang. 

"Ya Amak," terhenyak dari lamunannya. 

"Tak usah kau pikiran suamimu, ia akan kembali padamu," hibur ucap Antang dengan mulut yang masih mengunyah daun sirih dan beberapa potong isi pinang muda berusaha menghibur pada putrinya. Putri yang sangat disayanginya selama ini.

Sesuatu asam lambung saling mengikat dalam perut Delima yang menyebabkanya mual lalu muntah-muntah. Ternyata, setelah di periksa oleh Amaknya wanita dayak cantik itu hamil. Antang bahagia sebentar lagi ia akan mempunyai cucu dan lalu apakah ia masih akan berburu ari-ari bayi?


~◇~


Kemarahan

Malam pertama harusnya malam penuh kebahagiaan dan cinta yang indah namun tidak bagi Alina yang kini hatinya hancur penuh tanya, seram mencekam porak-poranda tanpa sisa. Walau begitu dia mencoba percaya pada Rico dengan gumpalan sesak di dalam dada yang kapan saja bisa meledak. 

"Rico... Katakanlah yang sebenarnya terjadi?" tanya Alina dengan tatapan mata elang yang tajam siap menghuncam. Gemeretak giginya terdengar karena menahan amarah. 

"Sayang, gue kagak tau kenapa seperti ini,"  jawab Rico dengan ketidak jujurannya. Emosi itu menggumpal lalu tak tertahan ia membanting pintu keluar kamar. Gemetar tidak tau harus berbuat apa? Pikiranya melayang tidak karuan.

Tiada pilihan lain, setetah kejadian malam itu akhirnya ia datang kepada guru Spiritual. Dan menurut guru spiritualnya Rico harus meminta maaf kepada kedua istrinya lebih khusus pada Delima.

Alina yang mengetahui akan hal itu sudah pasti marah besar dia tidak terima diperlakukan seperti tidak semestinya. Di khianati oleh kekasih hati sungguh menyakitkan. 

"Seumur hidup gue tidak akan memaafkan lu, Ric!"

Alina marah sangat kecewa mengetahui kebenaran yang menyakitkan. Hatinya kini berdarah karena cintanya  yang suci telah ternodai.

Tanpa berpikir panjang kali lebar akhirnya dia memutuskan untuk hendak bercerai dengan Rico sang pengkhianat cinta itu. Darimana pun ras dan sukunya wanita tercipta bukan untuk disakiti.

Lebih cepat dari pada angin, kabar sekandal Rico terdengar sampai perusahaan tempatnya bekerja. Tentu saja perusahaan langsung memecatnya dan hanya orang tuanya'lah yang menerimanya walau dengan kecewa.

Rahman berhasil menyingkirkan Rico dan pastinya ia yang menggantikan jabatannya di perusahaan. Tanpa sadar Rahman yang saat itu masih ada di Kalimantan menceritakan kebenaran Rico menikah lagi pada Delima.

Wanita mana yang tidak hancur saat mendengar kabar suaminya menikah lagi? Delima sangat terguncang dan depresi.

Apa lagi kini dia sedang mengandung benih cinta Rico dalam perutnya. Suka tidak suka sepandai apapun Delima menutupi kebenaran pada akhirnya sang ibu, Antang mengetahui perihal menyakitkan tersebut.

~◇~

Kemarahan Antang Badiang

Jika akibat mengomel sama dengan melahirkan yang mana mampu memutuskan ratusan urat saraf sudah  mengulitpohon wajah Antang. Apakah memang sudah berwujud demikian 'wajah tua itu' karena Delima sampai-sampai tidak paham membaca betapa Antang tengah tergelegak. 

Siap pecah, sekarang. 

Kesabarannya sudah terperas habis. Semua tampak menyala.

Menantang.
Menusuk - nusuk.
Kapan hari pernah berkisah, dulu Antang pernah marah  besar namun tak macam ini. Marahnya lebih pada sengatan dikhianati dari pada kebencian. Orang-orang itu, para pendatang telah melepaskan kendali dirinya. 

Mereka yang mengetuk pintu dengan hormat, bertamu santun dan bersapa seramah kelinci ternyata diam-diam menabur bubuk silva beracun ke dalam periuk di dapur. 

Lihatlah...!
Pagi tiba, mereka menyanyikan decak kagum saat melihat keindahan hutan asri kami, pepohonan yang menguatkan alam, katanya. 

Tapi...
Sekejap malam pohon itu telah hilang.

Pencuri?
Ya mereka mencurinya. Mereka juga memuji manis kesederhanaan kami, bahkan menaruh hormat kepada apa yang kami yakini, tapi beberapa hari selang berlalu....

Mereka mengirimkan angin puyuh. Sudah pasti wujudnya bermacam-macam. 

Raksasa mesin beroda banyak, kepiting baja, kapal penarik berekor pecut, hingga fitnah beracun. 

Sudahlah jelas pesannya itu...!
Agar kami segera bergeser dari kampung. Pindah ketempat jauh...
Atau, lenyap.

Tetua Adat yang berhati tempoyak, sempat berdamai. 

"Burung Kipasan Petualang sudah cukup senang jika diberi sejumput nasi. Ia mungkin tinggal sebentar, tapi ia pasti pergi lagi setelah kenyang. Jadi apa salahnya membagi mereka sedikit dari apa yang dibutuhkan? Tunjukan kita tuan rumah yang baik. "

Demikian ia membela para pendatang yang hendak mendirikan perusahaan sawit. Pembelaan yang disesalinya belakangan karena pendatang bukan oloh itah.

Lihat saja...!
Mereka melanggar tanpa rasa bersalah. Mereka mengabaikan bunyi gong tanda batas wilayah adat.
Bagi mereka, semua hendak dikangkangi. 

Seorang pencuri makanan seharusnya belajar dari para pendatang itu tentang bagaimana mencuri sesuatu tanpa dikenai hukuman.

Lihatlah!
Betapa hancurnya mereka yang bungul banar, ketika petak-petak tanah, kebun karet, durian dan rumpun rotanya, diserobot perusahaan. 

Tidak ada hukuman, tidak ada denda adat yang dibayar bahkan menjadi budak di tanah sendiri, menyedihkan. 

Antang Badiang berburu hanya untuk mempertahankan rumahnya, kampung dan hutan. Mengisolasi diri mungkin itu lebih baik dan teror adalah satu-satunya jalan yang ia bisa lakukan.

~☆~

Kemarahan Antang Badiang tidak terelakan lagi, dia kembali ganas dan buas menyerang warga. Haus akan darah penuh amarah memaksa untuk berburu manusia. 

Tepat malam bulan sideris setelah selesai ritual di dalam bilik, dia keluar berburu.

Di hadapan Antang muncul kabut hitam pekat. Dia mundur sekitar sepuluh langkah. Kabut hitam kini terlihat mirip dengan tumpukan tanah atau batu.

"Sempurna."

Antang mengulangi beberapa kali memastikan semua berjalan sesuai harapan. Waktu yang ditunggu'pun tiba. 

Tepat malam tiba Antang meninggalkan pondoknya dan terbang menyelinap di antara bayangan pohon dan semak. Tentu saja, dia menghindari jalanan yang umum dilalui orang. 

Antang hanya takut kepada manusia yang memiliki kemampuan sama seperti dirinya. Mereka akan dengan mudah mendeteksi tujuannya berada di alam terbuka seperti itu.

Dengan kekuatnya manusia setengah siluman itu harus terbang mengitari hutan dan jalanan untuk mencari mangsa semalaman sebelum akhirnya tiba di tujuan. 

Sepasang bola matanya menatap jauh dan setelah mengamati beberapa lokasi, Antang memilih sebuah spot yang sangat ideal. 

Sisi kiri dan kanan jalan dipenuhi semak-semak berduri dan berada di jalan yang lurus. Kendaraan pasti akan melaju dengan kecepatan cukup tinggi. 

Dan saat melihat 'tumpukan batu' ciptaannya di jalanan, semua akan sangat terlambat.

Dengan sabar dia menunggu di balik semak belukar. Tentu saja setelah memastikan keadaan sepi. Dia mulai merapalkan mantra yang sudah disempurnakan. Dalam sekejap kabut hitam tebal muncul, dan Antang kembali bersembunyi di balik semak berduri.

Waktu terasa berjalan sangat lambat sebelum akhirnya kuping Antang menangkap derungan mesin motor dari kejauhan. Dia langsung bersiap-siap. Bak seekor hewan buas yang tengah mengintai mangsa, Antang dengan sabar menunggu korban masuk ke dalam jebakannya.

Seorang pekerjaan di perusahaan sawit sedang dalam perjalanan pulang menuju kampung . Akibat motor yang sempat mogok dia jadi terlambat pulang . Namun dia harus kembali malam ini juga ke supaya besok tetap bisa masuk kerja.

 Ini adalah pekerjaan pertamanya dengan upah yang layak. Dia tidak boleh sampai dipecat.

Si karyawan memacu motornya secepat mungkin. Ia bersyukur saat itu sedang musim kemarau sehingga kondisi jalanan kering walau agak berdebu sehingga dia harus berulang kali melap kaca helm  membersihkan debu yang menempel.

Ini dilakukannya sambil tetap melaju di atas motor. Tatkala tangannya baru saja selesai melap kaca pelindung helm dia kaget setengah mati.

Di depannya terhampar tumpukan batu yang tinggi. Secepat mungkin dia menarik tuas rem di stang motornya.

Ciiiiit! Suara decitan roda di atas jalan tanah berdebu merobek kesunyian malam.

Tubuh si karyawan terlempar ke udara beberapa meter dan terbanting dengan keras di atas jalanan. Kedua kakinya patah dan berdarah namun dia masih hidup. Dengan bantuan kedua tangannya dia berusaha merayap ke arah motornya yang terguling.

Antang yang masih berada di balik semak berduri langsung keluar dari persembunyiannya setelah yakin tidak ada orang lain yang mendekat. Dia terbang cepat kilat di hadapan calon korbannya yang tengah merayap atas jalan berdebu. Api terbang dengan cahaya terang jatuh seperti suara hewan di dekat pemuda itu.

Cahaya lampu depan motor yang masih bisa menyala memberi sedikit penerangan di tengah kegelapan malam. Antang mengamati si pemuda yang terus merayap tanpa menyadari apa yang sudah ada di hadapannya.

Pemuda calon korban Antang terkejut melihat kepala dengan usus menjuntai dan darah yang menetes sudah berada di depannya. Dia mendongak. Apa yang dia lihat membuat setiap urat saraf di dalam tubuhnya berkerut ketakutan.

Sesosok mahluk hantu kepala berambut panjang dengan mata merah menyala, membelalak lebar sementara pupilnya hitam memipih. Mulut mahluk itu menyeringai lebar sehingga terlihat semua giginya yang runcing mengkilat, termasuk empat buah taring. Bau yang teramat busuk menyeruak dari tubuhnya.

Si pemuda tidak lagi sempat berteriak. Mendadak semuanya hitam dan gelap. Antang menerkam untuk merampungkan misinya. Setelah selesai, dia pergi.
Dan keesokan harinya warga menemukan pemuda itu sudah tak bernyawa. Warga kampung menganggap itu kutukan balas dendam Diang Ama yang kapan hari dibakar oleh warga.

Next





BACK INDEKS Link Disini
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinafryanie dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 21:46
Quote:Original Posted By bekticahyopurno
Creepypasta ane kaga suka he he

Gak bagus untuk pikiran


Gak bagusnya karena bisa-bisa orang jadi psikopat bila terlalu mendalami, itu aja kayaknya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummuza dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 22:00

Flash Back D : Gamang & Hilangnya Bayi

Hantu Kuyang Kalimantan

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang



Quote:

Gamang

Kuyang mengamuk? Para warga memperbincangkanya selama beberapa waktu. Ada yang bilang, "dendam dari kubur." Bukan? Karena para pendatang itu bukan oloh itah olehnya roh sungai dan roh hutan murka dan memangsa korban. Entah apa yang sebenarnya terjadi yang jelas warga mulai ketakutan atas teror kematian karyawan yang sangat mengngerikan kapan hari. 

'Hanya Hyang Tatu yang bisa melindungi kita," kata kepala suku. 

Kini Delima bagai burung yang patah sayap di sudut kamar pondoknya, kusut, ketakutan. Takut akan masa depan anaknya kelak. Walaupun hatinya kecewa dan hancur tapi ia masih mencintai Rico ayah dari calon bayinya yang kini ada dalam perutnya.
Sedang luka dari cinta yang dikhianati membuat hatinya mengangah, sakit. Terbakar kecewa hancur terkapar tapi.. 

"Kini aku bahkan tak bisa hidup tanpamu, Rico,' ucap Delima dalam hati dengan membayangkan kenangan indah bersamanya. Dengan mengelus-elus bayi yang masih dalam kandungannya tak terasa air matanya telah membasahi seluruh bilik namun gersang. 

Menjadi butiran debu, lalu memenuhi seluruh mata, dada, tak terkendali meratapi cintanya hancur tapi demi buah hatinya ia harus kuat. Mungkin, dengan meyakini cintanya maka ia harus berjuang mendapatkan Rico kembali. Bukan demi dirinya tapi demi anaknya kelak. 

Lalu bagaimana dengan sakit hati yang Delima rasakan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

"Mana kutahu, dia yang mengetuk pintu dengan hormat, bertamu dengan santun, berbicara seramah kelinci ternyata diam-diam menaruh bubuk silva beracun ke periuk di dapur. Kini racun itu telah mengalir kedalam darah dan setiap nafas hidupku. Rico hanya kamu yang bisa menyembuhkan racun ini.  Tidak.

Kamulah yang menghancurkan hidupku..,ah.. Kenapa seperti ini. Aku mencintaimu Rico!! Gejolak air mendidih dalam hati istri yang malang nian.

"Oh Hyang Tatu .. Apa yang harus hamba lakukan?" doanya Delima yang hambar penuh gejolak.

Wanita kalimantan yang sedang terluka itu kini gamang. Apakah masih ingin bersama Rico yang telah mengkhianati cintanya atau melepaskanya dengan kenyataan pahit bahwa apapun alasanya benih dalam kandungan delima adalah darah pemuda kota penghianat baik itu.

"Aku rasa memang aku telah kehilangan dirinya atau memang dari awal aku tidak pernah aku miliki,"  tangisan Delima gamang.

~♡~


Rico yang kini telah menyesali perbuatannya masih mengumpulkan keberanian untuk kembali pada Delima perempuan kalimantan yang telah ia khianati. Hidupnya kini hancurdan telah kehilangan segalanya. Hampa dan kosong yang membuat jantung berhenti sebentar, nafas tercekat tanpa kekasih hati.

Semoga kau tau, apa yang paling menyiksaku di penghujung hari? Adalah angin tanpa suara hangatmu di sini? Raga mengaduh tertusuk, hujan pun mulai mengalunkan simfoninya yang menjadi sayu tak lagi merdu.

Dongeng indah yang pernah kau sebut kembali terdengar membuat aku terjaga. Sebuah dongeng tentang burung elang dan sedikit nyanyian setelahnya. Aku biarkan diri ini tenggelam dalam rindu sebab tak mampu lagi. 

Taukah kau, apa yang paling menyiksaku di penghujung hari? Adalah kenyataan bahwa aku tak mampu lagi memanggil namamu berulang-ulang. Aku tak lagi mampu membiarkan kau membisikan namaku di telingaku sendiri.

Semakin dalam tenggelam cinta ini menyiksaku... Berlaripun tak mampu, bayanganmu hadir dalam setiap mimpi - mimpi hingga di penghujung hari. Selalu begitu entah mengapa? Inikah cinta atau penyesalan?

Adakah kau mau memaafkanku dari semua luka yang telah ku berikan? Lamunan Rico atas istri tercinta yang telah khianati membuatnya ia sadar untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah ia lakukan.

Datanglah ia pada seorang guru untuk belajar pengetahuan agama yang mana sang guru untuk meminta maaf pada istrinya agar dia sembuh. Tidak lupa Rico juga di bekali beberapa ilmu pengetahuan batin untuk menangkal ilmu hitam dari mertuanya itu. 

Dengan kemampuan mata batin sang guru pun menjelaskan pada Rico siapa sebenarnya mertuanya.
"Kamu tak usah takut nak. Minta maaflah pada istri dan mertamu itu! "

"Baik Guru, tapi.. " sebelum Rico melanjudkan perkataanya sang guru langsung menyahuttnya, "tak usah kwatir, kau sudah kupagari dengan Asma' kurung dan Rajah kala cakra, InsyaAllah tak ada ilmu hitam yang bisa menyentuhmu. Dan gunakanlah Hizib Nashr untuk melawanya jika terdesak. Tapi Ingat tujuanmu kesana adalah untuk minta maaf," ucap guru dengan memegang bahu Rico. 

Dengankan mengumpulkan kepingan-kepingan keberanianya datanglah Rico ke kalimantan meksi ia tau sangat sulit bagi Delima untuk memaafkanya.

~•●•~


Kemenangan Rahman telah menyingkirkan Rico dari perusahaan dan bukan kesempatan mendapatkan Alina pun makin terbuka lebar. Alina cinta pertama rahman yang direbut Rico.

Pucuk di cinta ulam pun tiba Alina pun menerima Rahman. Walaupun tujuan sebenarnya hanya untuk menghancurkan Rico, laki-laki yang telah mengkhianatinya selama ini. Merekapun bersama meski tidak sehati dalam satu tujuan yaitu menghancurkan Rico.

"Selamat untuk hubungan kalian, semoga bahagia," ucap Rico dengan menjabat tangan Alina dan Rahman yang hari itu berada di Jakarta.

"Maafkan gue Ric. Gue sudah berusaha membantu sebisa gue tapi sepertinya lu kini telah kehilangan semuanya," kata bibir manis Rahman pada Rico dalam kepura-puraanya.

"it's ok, sudahlah. Yang terjadi sudah terjadi. Oh ya...,usa aku akan terbang ke kalimantan untuk memperbaiki semuanya, mohon doanya ya,' pamit Rico pada Alina dan Rahman.

Rico sebenarnya tau apa yang telah di lakukan Rahman namun ia mencoba memperbaiki semuanya. Bagaimanapun Rahman adalah sahabatnya. Ya walau 'pagar makan tanaman'.

Alina hanya diam dengan kepergian Rico. Hatinya bertambah mengangah setelah mendengar bahwa Rico ingin kembali pada wanita yang telah merebut cintanya. Dendam dalam hatinya pun menyala membara membakar hidupnya yang hampa.

Alina yang baru saja menikah dengan harapan hidupnya akan lebih bahagia karena bersama dengan kekasih hati namun kenyataanya? Cintanya di balas dengan dusta.

Baik Alina maupun Delima kedua wanita yang pernah di nikahi Rico sama-sama gamang. Gamang karena cinta yang gersang pelik menyakitkan.

~•♡•~



Hilangnya Bayi 




Setibanya di Kalimantan, sepanjang jalan terhampar luas perkebunan kelapa sawit, plasma milik swasta. Ada hati yang sakit menjerit tanpa bahasa, pribumi menjadi budak di tanah sendiri. Memperbaiki lahan tidak produktif bekas ladang, alibinya. 

"Dari pada hamparan ilalang, bukannya lebih baik jadi perkebunan kelapa sawit?" Alasan mereka membodohi pribumi. 

Yang sebenarnya adalah memperkosa alam demi kepentingan sekelompok pengusaha. Buktinya, bukan hanya bekas ladang yang mereka kakangi, rawa-rawapun yang luas tempat surganya ikan haruan dan kawannya, kini hanya lebar dua meter dan panjangnya seperti ular yang memakan semuanya. 

Bahkan hutanpun di bakar, setelah hutan mereka bakar dan rusak, mereka datang seperti pahlawan menyelamatkan lingkungan. Padahal mereka memakan semuanya tidak tersisa, hingga tak ada ranting dan kayu untuk memasak di dapur. Dalam hati Rico baru menyadari kesalahannya, dia bukan hanya mengkhianati Delima istri tercintanya itu tapi seluruh warga Ayawan.

"Memperkosa alam dan lingkungan, katanya demi ilmu pengetahuan. Berkelahi dengan saudara sendiri demi menegakan kebenaran, kebenaran siapa? Penguasa? Swasta? Pengusaha? Uang pastinya!. 

Melacur dan menipu demi keselamatan sendiri tanpa peduli. Pamer kekayaan demi mensyukuri kenikmatan, Pencitraan? Halallah segalanya! Mengatasnamakan kebaikan, halallah semua sampai pun yang paling tidak baik. Jangankan yang halal yang haram pun susah, alasanya. 

Pertarungan jiwa dalam benak Rico. Apa yang harus dia lakukan?

Tiba-tiba..
Citt settt.. Rem mendadak.
Ban mobil yang di tumpangi Rico gembes, bocor mungkin.

"Ada apa pak?" tanya Rico terkejut pada sopir taxi gelap itu.

"Bannya bocor. Tunggu sebentar, ganti ban serep dulu," jawab pak sopir.

Dengan menjulurkan kaku Rico pun turun dari mobil dan keluar sembil dengan menghela nafas. Sebenarnya perjalanan menuju base camp sudah makin dekat. Untuk masuk ke desa Ayawan tidak bisa di lalui mobil dan harus berjalan kaki sekitar setengah hari. 

"Pembebasan lahan desa Ayawan harus di hentikan bagaimanapun caranya karena semua ini asalahku? Aku harus memperbaiki semuanya," dalam hati Rico bicara sendiri.Neuron-neuron dalam otaknya mulai mengkai dan membentuk satu tekad untuk menjadi aktifis lingkungan, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. 

"Mata airku  yang harus mengalir bukan air mataku," itu yang terbesit dalam benak Rico.

~•♡•~


Pagi itu cuaca sangat cerah. Mentari berwarna jingga sesaat setelah keluar dari peraduaanya. Seiring dengan itu suasana base camp ramai hiruk pikuk oleh aktivitas seperti biasanya. 

Hari itu Antang Badiang sedang menyamar menjadi Emak-emak penjual sayur. Dengan menggendong ranjung ( seperti tas gendong yang terbuat dari rotan untuk mebawa sayur, daging atau hasil panen). Ia membawa sayur mayur seperti daun kelakai, jamur, ikan haruan, ikan toman hasil pancingan dsb. 

Terlihat ada salah satu istri karyawan operator dozer sedang berbadan dua, dia lah incaran Antang Badiang.

"Sayur, ikan buk?" Emak Antang menawarkan pada bumil itu. 

"Ini masih segar," tawarnya dan bumil itu pun itu mendekat.

"Lihat dulu mak! "

 "Boleh am."

Ibu hamil itu membeli sayur dan ikan haruan, tentu setelah tawar menawar dan sepakat akan harganya lalu membayarnya.

"Berapa bulan Ibu hamil?" tanya Emak Antang dan pura-pura mengelus perut bumil itu. 

( Dalam hati Antang Badiang, "dapat juga buruan ku.' Ibu hamil itu tidak tau bahwa 'mengelus perutnya adalah menandai mangsa Antang Badiang')

"Tuju bulan Mak," jawab bumil itu lugu. Tidak tau bahwa ia bayinya kini dalam ancaman.

Setelah itu Antang Badiang melanjudkan aktivitasnya lalu pulang.

~•●•~


Genap bulan purnama mati di tengah hutan gelap. Pondok tua rumah panggung, di dalam bilik Antang Badiang sedang mempersiapkan berbagai macam sesaji. Mulai dari tulang belulang hewan kukang, babi dan yang lainnya. 

Di atas meja di letakan cawan berisi air bunga dan disampingnya ada tempat arang untuk membakar tulang babi, tak lupa kain merah, daun andong, beras kuning hingga kapur sirih beserta pinang.

Tepat tengah malam  purnama sempurna

Antang Badiang dengan mulutnya yang komat-kamit membaca mantra sambil membakar tulang babi lalu ia mengoleskan minyak bintang, melingkar pada lehernya.

Suara gemuruh berbagai macam hewan di tengah hutan dan lolongan anjing serigala pecah di telan malam yang mencekam. Angin dingin berhembus kencang, asap putih mengepul..

Wuss..

Sekejap mata, di atas kain merah tiba-tiba ada bayi mungil beserta ari-arinya yang mana masih terbungkus plasenta dan pecah. Air kawah bercampur darah membasahi kulit bayi yang belum sempurna itu.

Dengan menggunakan kekuatan alam dan siluman ia mengambil bayi dalam kandungan ibu hamil yang kapan hari ia tandai.

~•♡•~


Ibu hamil itu terbangun tengah malam karena merasakan sesuatu menjalar bergerak dalam tubuhnya. Makin lama rasa rasa itu terasa sakit ke sekujur tubuhnya, mulai dari perut naik ke atas hingga kepala bahkan hingga keujung rambut.

Sekejab lalu menghilang entah kemana dan tubunya terlungkai lemas tak bertenaga seperti habis melahirkan tapi ia tidak melahirkan bayi melainkan....

"Pa.. Aduh.. Kenapa perutku sakit,' istrinya kelonjotan minta tolong pada sang suami.

"Apa mau melahirkan, tapi kan belum waktunya,' kata suaminya.

"Entahlah aku sudah tidak tahan lagi," teriaknya mengkirik hingga akhirnya sang istri  tidak sadarkan diri. Rinai bening keringat melompat membasahi sukujur wanita itu.

Sang suami yang panik seketika berteriak minta tolong dengan suara melolong menyayat jiwa. Tentu saja seluruh karyawan yang tinggal di base camp pun berdatangan. 

Geger malam itu seperti pasar tengah kebun kelapa sawit. Ada yang berlalri kesana kemari, ada juga yang langsung membawa mobil untuk mengajak pergi ke puskesmas terdekat.

Tapi... 

Setelah Ibu hamil tersadar, sesuatu diluar nalar terjadi yang membuat bulu kuduk mengkirik ngeri. Aneh tapi nyata, ternyata bayi dalam perutnya hilang tanpa melahirkan. 

Malam makin mencekam, angin dingin membuat bulu kuduk merinding, gemetar dan mencekam ketakutan.

"Bagaimana mungkin bayi dalam perut bisa hilang tanpa melahirkan?" tanya salah seorang warga karyawan di situ.

"Kuyang.. Ya itu ulah siluman kuyang, hantu kepala pemakan ari-ari bayi, pengguna ilmu hitam," sahut salah satu dari mereka.

Teror malam itu semakin mistis dan mencekam membuat siapapun pasti dibuatnya merinding gemetar. Rasa takut sudah menggerogoti setiap warga yang melihat kejadian tak masuk akal. Boleh percaya boleh tidak itulah fakta lapangan yang terjadi.

~•♡•~


Sambil merapalkan mantra, Antang Badiang menjerit kesakitan dan kepalanya lepas dari raganya dengan usus menjuntai di sertai darah menetes. Aroma amis nyinyir menyeruak ke udara malam tengah bulan purnama mati.

Dengan gigi-giginya yang runcing mengkilat seperti binatang buas ia melahap ari-ari bayi itu dengan buas.

"Ini baru hidangan pembuka," kata Antang Badiang sehabis makan ari-ari bayi dan melanjutkan memakan bayi itu.

Ia hisab ubun-ubun bayi itu dari kepalanya tanpa menghiraukan tangisan bayi itu yang kemudian tak bernyawa. Bayi itu pun di lahap habis tak tersisa sedikit pun. Ia melahapnya dengan buas.

Malam itu Antang Badiang tak seperti biasaanya yang hanya mengisap darah dan memakan ari - ari bayi tapi makan semuanya, itu semua karena kemarahan dan sakit hatinya. Ia marah besar. Bagaimana tidak putri tercintanya mengalami hal yang sama dengan dirinya. Di khianati laki-laki yang ia cintai.

***

Setibanya di base camp Rico merasa ada yang ganjil.

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?"

Ya.. Rico nyampai basecam tengah malam. Rencananya besok pagi ia pergi menemui Delima di kampung. Entah mengapa tiba-tiba badan Rico gemetar dan bulu kuduknya merinding, mistis seram penuh pertanyaan.

Next






BACK INDEKS Link Disini
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummuza dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 4 balasan
Memuat data ..
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 22:35
jejak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abahekhubytsany dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
08-05-2019 22:56

Flash Back E : Menuju Pertemuan

Hantu Kuyang Kalimantan

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang


Quote:


Gelap menyingkap malam mencekam di base camp orang berkerumul nampak terlukis jelas wajah-wajah ketakutan. Rico mendatangi mereka dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. 

"Ada apa ini?" tanya Rico kepada salah satu dari mereka.
"Ada ibu hamil yang kehilangan bayinya, padahal ia tidak melahirkan pak. Ini sungguh aneh," jawab mereka.

Ibu yang kehilangan bayinya pun kesurupan dan depresi. Rico mencoba mendatanginya dan ia ketemu Agus temannya.

"Rico.. Semenjak Loe pergi banyak hal aneh terjadi," kata Agus sedikit gugup dengan tatapan mata penuh misteri

"Maksudnya apa Gus?" tanya laki-laki yang baru saja tiba dari Jakarta itu. Kulit bersih dengan baju rapi terlihat jelas perbedaan penampilan para warga dengannya.

"Mulai dari kematian karyawan kita yang seperti di makan binatang buas. Kejadiannya sama dengan kejadian kematian Aldy teman kita," jawab Agus menjelaskan setelah  membawa Rico keluar untuk bicara empat mata.

"Loe masih Ingat kan! Waktu pertama kita datang ketempat istrimu Delima?"

"Ya gua ingat."

"Kemungkinan pelakunya sama dengan kejadian di sana. Loe harus hati-hati Ric. Ini semua ada hubungan ama Loe ,"  Agus mengingatkan Rico.

"Ya gua tau Gus. Gua datang kesini untuk memperbaiki semua itu."

"Rico.. Sebaiknya Loe pulang dah.. Ini demi keselamatan loe sendiri!"

"Tidak.. Apapun yang terjadi nanti gua sudah siap Gus."

"Terserah loe lah Rico.. Yang penting sudah gua ingatin."

"Ya.. Makasih ya Gus."

Rico dan Agus membantu ibu yang kerasukan tadi dengan menetralisirnya dan setelahnya di bawa ke puskesmas terdekat yang di bantu oleh para karyawan di situ. Keesokan harinya Rico melanjutkan perjalanannya hendak menemui Delima Istri tercintanya itu yang telah ia khianati.

~♤~


Berita teror itu pun sampai juga kepada Rahman dan tentu itu kesempatan bagus untuk menjadikan Rico kayu bakar. ia pun langsung terbang ke kalimantan dengan Alina yang memaksa untuk ikut. 

Rahman menyebar isu bahwa semua itu gara-gara laki-laki saingannya dengan dalih Rico sakit hati dan balas dendam karena di pecat dari perusahaan.

Sebenarnya Alina senang karena Rico hancur tapi hati kecilnya berkata lain. Bagaimanapun juga ia adalah lelaki yang pernah mengisi hatinya. Karena itulah ia memutuskan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, tentu dengan memanfaatkan Rahman.

Ini adalah pertama kali Alina ke kalimantan, sepanjang perjalanan ia memandang hamparan kebun kelapa sawit. Tibalah ia basecamp pusat yang mana di situ sudah menjadi perkebunan kelapa sawit produksi. Sedang basecamp tempat Rico datang adalah tempat pembukaan lahan sekitar setengah hari perjalanan. 

Para pekerja ada yang tinggal basecamp, avdeling, juga ada di barak atau bedeng.

Pagi itu...

"Udara di sini sejuk beda dengan Jakarta yang penuh polusi, panas. Apa lagi kalau pas macet," kata Alena yang jalan-jalan di pagi hari di teman Rahman.

"Lebih sejuk lagi kalau dekat hutan dan banyak burung-burung menari dan bernyanyi di pagi hari," Sahut Rahman.

"Ajak aku kesana Man?"

"Besok akan aku ajak kesana"

"Makasih ya.. Untuk sejenak aku bisa melupakan sakit hatiku pada Rico."

Rahman memegang tangan Alena yang lebih lebut dari pada tepung sagu, dengan kulit putih terlihat jelas ia gadis modis dari Jakarta. "Sayang, aku akan berusaha membahagiakanmu," ucap Rahman dengan menatap mata Alena. 

Ia hanya senyum manis dalam kepura - puraan.Hatinya tak bisa bohong jika ia masih menginginkan Rico.


"Kini.. Aku kehilanganmu, mengapa ada pertemuan jika akhirnya berpisah. Kecewa hati ini membawa kehilangan atas dirimu. Ku rindu bersandar dibahumu,belai mesramu.. Tapi.. Kini kau pergi..
Haruskah aku memperjuangkan cintaku?
Atau
Membalas sakit hatiku."

Alina

~•♤•~

Pagi

Pagi telah menyapa
Tapi belum juga kita membuka mata
Yang nyenyak dalam fitnah dunia
Hangat dalam selimut wanita
Terbuai mimpi ambisi akan tahta
Empuk, berkasur harta

Hari sudah pagi
Bangun, cepatlah mandi
Bersihkan pikiran dari penyakit hati
Lalu sarapan dengan keyakinan
Berpikir besar dalam jiwa dan pikiran
Sambutlah mentari yang menyinari."

Pagi itu Rico sudah bertekad hendak menemui Delima apapun yang terjadi. Burung - burung menari menyambut mentari pagi dan menari. Udaranya sejukan hati. Langkah demi langkah melewati jalan setapak dalam belantara menuju desa tersembunyi. Wauwa monyet merah berekor panjang bergelayut bergantungan.
Tiba - tiba..
Seekor burung ketket menyerang Rico di tengah jalan..

Wuss.. Ket.. Ket.. Wess..ket... Ket.. Menyambar Rico tapi tak bisa mengenalinya.

"Burung apa itu.. Kenapa menyerangku tiba-tiba," ucap Rico sedikit kaget dan gemetar. Setelah itu anjing hutan menyerangnya..

"Gaukhh... Gaukhh..,' menyerang Rico dengan bengis. Tapi tak pernah mengenainya. Setiap anjing itu menyerang, kurang dari sejengkal, anjing itu terpental.

Anjing itu pun pergi dan hilang.

Rico sudah di rajah dengan Asma kurung, setiap serangan dengan amarah, kurang dari sejengkal tak akan pernah mengenainya.

"Apa yang sebenarnya terjadi?"  Rico bertanya-tanya dalam hati. Tapi ia sudah bertekad hendak menemui Delima.

Tiba - tiba jalan menuju desa Ayawan berubah jadi hutan semua. Semua jalanpun nampak sama.

Tanpa di ketahui Rico semua serangan itu di lakukan oleh Antang Badiang.

~•♤•~

Minta Maaf

Jalan menuju kampung Ayawan berubah menjadi hutan dan semua pun nampak sama. Sengaja demikian dilakukan Antang Badiang hendak mengelabuhi Rico.

"Ini hutan ilusi," ujar Rico dalam hati sedikit gemetar. Kemanapun Rico berjalan selalu di tempat yang sama. Pohon, semak, ranting pun nampak sama.

Dengan membaca Ayat Qursi, Rico menghentakan kaki tiga kali. Jalan itu kembali kesemula. Ia pun terus berjalan hingga sampai ke kampung.

Sementara di balik semak Antang Badiang terpental kepanasan. Dengan luka bakar yang ia terima ia pergi ke pondoknya di dalam hutan. Tidak pulang kerumah.

"Rico... Kau selamat tapi tidak esok," ucap Antang Badiang dengan tertatih dan pergi.

***

Hati gemetar, keringat dinginpun bercucuran. Bukan karena takut akan teror tadi di jalan tapi lebih takut jika Delima tak mau memaafkanya.

"Delima abang pulang..." Teriak Rico

Delima yang berada di dalam rumah langsung menutup pintu dan menguncinya. Seperti dia mengunci hatinya karena cintanya dikhianati.

Di depan rumah panggung Rico berdiri diam menunggu Delima membuka pintu di depan tangga kayu itu. Tidak kecewa jika kedatangannya tidak di sambut tapi lebih ingin membuktikan bahwa ia benar-benar minta maaf.

"Delima.. Maafkan aku atas kesalahanku padamu. Sungguh aku mencintaimu. Berikanlah kesempatan kedua untukku." kata Rico dengan berdiri di depan tangga. Tak terasa air mata mengalir tanda penyesalan.

Delima hanya diam tanpa suara di dalam rumah panggung itu.

"Sebelum kau memaafkanku, aku akan berdiri menunggu di sini!"

Delima pun tetap diam tanpa kata.

"Apapun hukuman yang kau berikan aku siap menerimanya. Tapi tolong maafkan aku!"

Delima pun tetap diam tanpa menjawabnya. Ia menangis tersedu - sedu. Sakit hatinya teringat akan di khianati cintanya. Tapi lebih sakit jika terjadi sesuatu sama Rico suami tercintanya itu. Delima takut Amaknya akan membunuh suaminya karena itu ia ingin Rico pergi.

"Aku memaafkanmu .., pulanglah Rico. Jangan di sini," kata Delima dari dalam rumahnya.

"Baiklah, tapi temuilah aku sekali saja."

"Tidak, pulanglah itu hukumanmu!" Jawab Delima dengan dadanya yang sakit menjerit, sesak. Air matanya berlinang membasahi pipinya.

Mendung bergulung gelap pekat hujan pun mengguyur membasahi Rico yang masih tetap berdiri. Hingga senja tiba tenggelam berganti malam. Badanya gemetar, gigi gemeletuk kedinginan.

Delima tak tau harus berbuat apa lagi. Cintanya Pada Rico lebih besar dari pada amarahnya. Masalahnya ia tidak mau suaminya terluka karena mamanya. Air matanya menetes deras dari pada hujan waktu itu.

Matanya selalu memandang Rico yang berdiri di balik pintu.

Tiba - tiba badan yang kekar itu roboh Rico pingsan karena kehujanan sehari semalam. Delima pun lari memeluknya dengan menangis tak berdaya. Susah payah Delima menarik tubuh suaminya kedalam rumah.

"Kenapa kau lakukan ini, aku mencintaimu sayang. Cepat bangun," sambil mengelap wajahnya Rico dengan handuk kering lalu mengganti bajunya yang basah dengan yang kering. Dengan menatap wajahnya membelai rambutnya ia cium kening suaminya yang masih pingsan.

Beruntung Amaknya Antang hari ini tidak di rumah sehingga Delima sedikit lega.

Ia ciumi wajah suaminya dan..

"Uhukk.. Hukk" Rico terbangun melihat sang istri menangis menciumnya.

"Sayang.. Maafkan aku.. Aku mencintaimu," ucap Rico berulang-ulang.

"Iya aku memaafkanmu."

"Iya."

"Benar."

"Iya," ucap Delima dan langsung mencium bibir suaminya. Ia sangat merindukannya. Malam yang dingin berganti hangat. Bercinta melepas rindu yang terpendam. Cinta selalu menang.

Karena sudah mendapatkan maaf dari Delima, senjata Rico pun kembali normal dan malam itu Rico memberikan nafkah batin pada istrinya. Pertempuran di atas ranjang pun di mulai.

"Rico.. Jangan keras - keras.. Di perutku ini ada anakmu," kata Delima menjelaskan kehamilanya pada Rico yang selama ini tidak tau.

"Bener itu?"

"Iya sayang...," ucap Delima yang tenggelam dalam kebahagiaan.

Itu adalah penderitaan bagi Antang Badiang yang tidak mengetahui jika calon cucunya ada dalam perut putrinya dan hari itu ia tidak pulang karena tidak mau jika Rico mengetahuinya.

Next 






BACK INDEKS LINK
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummuza dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
09-05-2019 03:10

Flash Back F : Meditasi

Hantu Kuyang Kalimantan

[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang

.

Quote:


Antang Badiang 

Malam tengah hutan di atas pohon, dibalik ranting-ranting, suara burung hantu seolah memanggil roh penghuni hutan. Pondok kecil tua berbentuk panggung beratap ilalang berdinding papan sedikit lapuk yang di ikat dengan tali rotan.

"Kurang ajar anak itu  ada yang melindunginya" ucap Antang  dengan menahan rasa sakit terbakar, "aku harus menambah kekuatan untuk menghabisinya," ucapnya dengan kemarahan yang membara.

Untuk menjadi Dewa diperlukan waktu seribu tahun sedang menjadi iblis hanya satu hari. Antang Badiang duduk bersemedi dengan mulutnya yang merapal mantra di depan sesaji-sesaji yang sudah di siapkan.

Ia tidak hanya membakar tulang babi namun tidak lupa juga membakar tulang kukang dan di teteskan pula minyak kuyang.

Darah yang keluar dari tangan yang ia gigit sendiri di oleskan pada kulit kijang putih yang mati secara alami.

"Oh Hyang Tatu Sang Maha Kuasa ijinkan aku memanggil seluruh ruh di semesta," doa Antang Badiang.

Roh leluhur, roh hutan, roh sungai, roh rawa, roh seluruh penghuni hutan ia panggilnya.

Asap putih setengah gelap pekat mengepul di atas sesaji-sesaji. Terdengar suara seperti peluit terlalu dalam, terlalu tenang, terlalu lama.

Muncul sosok menyeramkan, seperti manusia dengan kepala terbalik dan badanya seperti anjing. Dengan mulutnya terbuka lidah menjulur, matanya memerah darah dengan aroma nyinyir amis menyeruak.

Di sisi lain, asab gelap bercampur putih, semua roh itu masuk ke dalam tubuh Antang Badiang yang menjerit kesakitan dan kembali tentang kedalam pertanyaanya.

"Kenapa kau memanggilku?" tanya makhluk aneh menyeramkan pada Antang Badiang.

"Aku membutuhkan bantuanmu, Siluman hutan!"

"Bantuan apa?"

"Aku butuh kekuatan siluman untuk membalas dendam."

"Baiklah! Aku akan masuk ke dalam tubuhmu."

Makhluk aneh itu menyatu dengan tubuh Antang Badiang. Karena bagaimanapun di darah Antang Badiang mengalir darah siluman sehingga makhluk itu mudah menyatu.

"Aku membutuhkan darah untuk menambah kekuatanku," ucap Antang Badiang dalam dirinya.

Anjing malam dan seluruh hewan dalam hutan bersuara berisik menyayat hati, resah.

"Kita membutuhkan darah," ucap bersamaan seluruh makhluk yang ada dalam tubuh Antang Badiang.

Tiba-tiba tubuh Antang Badiang menjadi jutaan nyamuk yang terbang menyebar ke seluruh penjuru. Siapapun yang tergigit nyamuk jadi-jadian ini pasti sakit demam dan bagi jiwa manusia yang lemah bisa kehilangan nyawanya.

Siapapun yang di gigit nyamuk ini pasti bermimpi buruk, lalu keesokan harinya sakit. Biasa dengan gejala panas tinggi lalu demam.

Tapi demam ini tak seperti pada umumnya, manusia yang tergigit hanya menggigil di waktu sore sekitar jam 15:00 WITA hingga 16:00 WITA

Menjadi jutaan nyamuk adalah cara paling aman untuk berburu agar tidak di ketahui warga.

~•☆•~


Alina, Rahman dan Agus menyusul Rico ke kampung Ayawan.

"Hutan di sepanjang jalan ini begitu asri ya, Man?" Alina yang kagum akan keindahan alam bumi Boerneo Kalimantan.

"Ya, Sayang," jawab Rahman tersenyum semburat merekah indah.

"Masih jauh Gus?" tanya Alina pada Agus.

"Tu dekat," balasnya.

"Dari tadi, setiap kutanya, kau jawab 'tu dekat', tu dekat terus, Gus," tandas Alina mengerutu sebab baginya ini pertamakali ia berjalan kaki sejauh ini. Tiap-tiap bagian ruas tulangnya seakan putus.

"Alina sayang, lihat mulutnya Agus waktu bilang 'tu dekat', kalau moncong berarti jauh, kalau biasa pasti dekat, dia sudah ikut kebiasan orang sini," sahut Rahman nyinyir dan mereka bertiga tertawa bersama.

Sampailah mereka di kampung dengan rumah panggung berjajar di kanan dan kiri jalan. Suasana perkampungan nan indah, setidaknya itu yang terpikirkan oleh Alina yang baru pertama kali datang di kampung orang.

Nampak terlihat laki-laki gagah yang tidak asing bagi Alina cinta itu kini tidur di pangkuan wanita lain.

Menggumpal dalam dada hatinya terasa sakit, sesak tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Berdiri tegak lemas dengan air mata yang menetes deras tanpa terasa membasahi pipi bening Alina degan tatapan kosong.

"Rico.. Kami datang," sapa Agus

Sontak saja Pria modis asal ibu kota itu kaget dan terkejut melihat istri sahnya yang hampir bercerai itu  bersama Rahman dan Agus.

"Oh ya Gus masuk, naik sini," jawabnya dengan suara parau gemetar sedikit menggigil.

Mereka perlahan naik tangga dan masuk ke rumah panggung khas kalimat. Delima tidak terkejut dengan kedatangan Rahman dan Agus karena memang sudah kenal tapi....

Wanita catik itu...?

"Kenapa matanya berkaca-kaca melihat Rico suamiku?"


Sebuah tanya dalam hati Delima, mengganjal, aneh, ada sesuatu yang ganjil.

"Apa yang membawamu ke sini, Lin?" kalimat tanya terlontar begitu saja dari mulut Rico yang membuat ada sesuatu serpihan nyesek didalam hati Delima seolah mengkoyak pertahanan jiwanya.

"Gue diajak Rahman! Iyakan, Sayang," jawab Alina sembari memegang tangan Rahman erat dengan kepura-puraan.

"Delima ini calon istriku,"  Rahman mengenalkannya pada Delima.

"Alina," ucapannya parau mengenalkan diri.
"Delima." Mereka saling menatap dan berjabat tangan.

"Ya! dia adalah Alina mantan istriku! Tentu setelah sidang perceraian nanti," sahut secepat kilat  Rico menjelaskan pada Delima. Semua diam membisu kelu tanpa kata hanya dalam hati bicara sendiri.

🔥🔥🔥🔥🔥


Untuk apa kita berjumpa, jika harus menoreh luka. Kepedihan di hati mendayuhkan bicara asmara.
Kering layu bagai daunan yang terkikis oleh usia.
Bicaramu..
Sentuhanmu kasih..
Menghangatkan kenangan..
Namun hati yang terluka..
Tak mungkin kembali untuk bercinta lagi..
Bahtera impian kini menjadi luka..
Kemanapun cinta menyapa, takdir selalu merenggutnya..
Salah siapa?
Dosa siapa?
Jawabnya di hati yang terluka. 

😭😭😭😭😭


~•☆•~

Bangkit Dari Kubur

(Alina bicara dalam hati) 

Rico mencintai Delima? Tentu aku tau, jika tidak kenapa ia kesini. Apa ia masih mencintaiku? Ah... Tentu tidak.. Keadaannya sudah berbeda. Tapi kenapa hatiku masih menginginkannya.

Sepertinya Delima memang wanita yang baik lagi cantik. Ah...Tidak. Dia'lah alasan aku kehilangan Rico.


"Bisa kita bicara berdua?" pinta Alina para lelaki itu. Mereka semua'pun ke luar rumah. Tinggalah kedua Istri Rico bicara empat mata.

"Maafkan aku,Alin. Andai saja aku tau dia dulu sudah berpunya, kejadiannya mungkin tidak seperti ini," ucap Delima gugup mulai pembicaraan.

"Maaf katalu? Tidak semudah itu! Lu sudah menghancurkan hidup gue!" bentak Alina serak menahan sakit di dada. " Ya mau gimana lagi? Terpaksa aku memaafkanmu. Tapi..."

"Tapi apa, Lin?"

"Jangan sakiti dia, jangan sampai gue merebutnya dari lu!"

"Itu tidak akan terjadi! Karena sebentar lagi Rico akan menj ayah dari bayi yang ada dalam perutku ini."

Kalimat yang diucapkan Delima bagai petir yang menyambar hati. Tubuhnya menggigil, "malam ini kami menginap di sini, jika boleh," lanjut Alina mengalihkan pembicaraan

"Dengan senang hati, silahkan tinggal di sini sesukamu, Lin, anggap rumah sendiri."

~•☆•~

Sore itu Alina masih di rumah Delima. Rasanya tidak memungkinkan ia kembali ke Base camp pusat.

"Temani gue jalan-jalan keliling kampung sini, Man,"  pinta Alina pada Rahman dengan suara serak tanda galsu tinggat dewa.

"Ayuk!" Rahman berpamitan pada Rico dan Delima untuk menemani wanita cantik berambut lurus itu. Merekapun berkeliling jakan-jalan melihat keindahan kampung Ayawan.

"Kenapa kampung di sini sedikit mencekam ya?" tanya Alina  dengan menyerengitkan kening tanda rasa sedikit takut.

"Ah tidak...! Mungkin itu perasaan lu aja."

"Tidak.. Benar, lihat bulu kuduk gue pada merinding "

"Apa kamu masih mencintai Rico?" tanya Rahman serius dengan tatapan mata elang sedikit menindas.

Entah arogansi apa yang membuat laki-laki itu bertanya pada Alina. Ia 'pun diam matanya sedikit nanar dan berkaca, "tidak," balasnya nyesek.

"Ya gue tau," jawab Rahman yang paham jika Alina masih mencintai Rico. Ia hanya bisa mencoba untuk bertahan pada cinta pertamanya itu.

Tanpa sadar, senja telah berganti malam, udara dingin berhembus melulai menusuk tulang. Di antara rumah warga yang agak berjauhan, ada pepohonan durian yang sudah berumur ratusan tahun seolah memberi isyarat mencekam.


Wuss brakkk

Semendadak angin, ada suara seperti durian jatuh. Padahal belum saat musim durian.


"Apa itu Man?" tangan Alina menarik tangan Rahman gemetar merinding.

"Ranting jatuh mungkin?"

Api terbang begitu terang, lalu jatuh ke bawah dan terdengar suara seperti peluit yang terlalu dalam, terlalu tenang, terlalu menyayat jiwa. Terlihat rambutnya terurai seperti seorang perempuan, seperti laki-laki.

"Apa itu?"

Alina menggigil ketakutan dan ketakutanya bertambah setelah melihat rambut itu hanya sepotong kepala dengan organ tumbuh yang ususnya menjuntai. Aroma anyir amis menyeruak ke udara.

"Tolong...! Tolong...! Tolong..!!"

Seketika mereka berdua lari tunggang langgang.

Anehnya, setiap Alina melihat kesamping terlihat hantu kepala itu terbang di sampingnya dengan gigi-gigi tajam yang siap menerkam.

Akibat jeritan dua orang ketakutan membuat warga kampung satu persatu ke luar rumah dengan membawa mandau, tombak dan juga obor dan sebagian mengambil batu dan ranting kayu.

Mereka berdua berlari mendekati kerumunan warga. Sebagian warga melempari makhluk kuyang itu dengan batu dan ranting tapi kuyang itu terbang ke atas pohon yang tinggi sehingga tidak satu'pun lemparan itu mengenainya.

"Bukankah itu Diang Ama? Bukankah kita sudah membakarnya?" bisik warga saling bertanya.

"Aku akan menuntut balas atas perlakuan kalian padaku," ucap Antang Badiang yang merubah wujud menjadi Diang Ama.

"Diang bukankah kau sudah mati terbakar?" Hardik kepala suku dengan membawa mandau dan jimat-jimat penangkal kuyang.

"Aku bangkit dari kubur untuk membalas dendam! Kalian semua akan mati satu persatu akkhhhh...."

Wargapun semakin ketakutan begitu juga Alina dan Rahman. Agus, Rico dan Delima yang mendengar keramain warga segera menyusul.

Kuyang itu melempar bola api ke arah warga dan..
Plass ia menghilang.

Alina yang ketakutan langsung memeluk Rico. Ia shok berat badanya lemas lalu pingsan.

Rico menggendong Alina membawanya menuju rumah. Sebenarnya Delima yang melihat itu hatinya sedikit nyeri. Bukan nyeri karena takut kuyang, sebab ia tahu bahwa kuyang tadi adalah jelmaan ibunya. Hatinya nyeri lebih karena Rico menggendong Alina yang sebenarnya secara hukum negara ia masih istri yang sah. Tapi sebagai sesama Istrinya Rico iya mencoba berdamai walau hatinya sakit.

Terlihat nampak jelas jika Alina sungguh masih mencintai Rico. Perlahan hati Delima terbakar cemburu.

~•☆•~

Suasana kampung Ayawan mencekam malam itu, wargapun berjaga bergantian untuk antisifasi jika ada serangan lagi dari kuyang.

FLASH BACK

Matanya garang gersang menatap orang-orang yang mengerumuninya. Diang membuka mulutnya lebar-lebar, lalu dari tenggorokannya keluar teriakan melengking yang menulikan telinga.
"Aaakkhhhh....." Semua orang spontan menutup kuping mereka.

Salah satu penduduk kampung berlari mendekati Diang dengan membawa obor dan langsung menyulut tumpukan kayu yang sudah basah oleh minyak tanah. Tindakan itu diikuti oleh penduduk lainnya. Mereka menyulut kayu dari sisi yang berbeda. Api mulai merambat, dan menjilat tubuh Diang

"Tunggu pembalasanku...! Kalian akan mendapatkan kematian yang sangat mengngerikan." Kutuk Diang dengan penuh dendam.
Di tengah kobaran api, Diang tertawa mengejek, seolah sedang merendahkan musuh-musuhnya. Suara tawa yang membuat semua orang mengkirik. Satu per satu penduduk desa menyingkir, meninggalkan Diang yang terus tertawa sebelum akhirnya membisu untuk selamanya. Tersisa suara gemeretik api yang masih membakar residu tubuh Diang Ama.


Apa mungkin Dian Ama bangkit dari kubur? Itulah yang membuat warga semakin ketakutan.

~•☆•~

"Ambilkan air mati, Dek," pinta Rico pada Delima.

Air mati dalam gelas itu di berikan pada Rico dan setelah di isi doa lalu diminumkan pada Alina. Setelah beberapa saat Alina sadar dengan memanggil-manggil nama Rico.

Delima hatinya terasa sakit, perih begitu juga dengan Rahman yang makin membenci Rico.

"Ric... Rico...." Pangil Alina lirih.

"Ya, aku disini," jawab Rico, lalu Alina memeluk Rico dan menangis histeris teringat dengan kejadian yang mengerikan tadi. Bayangan kuyang itu masih seolah terlihat jelas dimata wanita cosmopolitan itu.

Delima yang harus melihat Alina dan Rico berpelukan di depan mata? Membuat ia lemas tidak berdaya. Sakit. Perih....

"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Delima dalam hati.

Next




Baca cerita selanjutnya di INDEKS Link. Mohon yang komentar gunakan replay ditiap parynya. Terimakasih yang sudah mengikuti cerita ini.


BACK INDEKS LINK
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummuza dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
09-05-2019 03:31
Quote:Original Posted By bekticahyopurno
Yups betul banget. Kecuali yang baca dokter bedah gak apa-apa. Masih mending cerita horor aja.


Cerita horor seru juga, tetapi lebih seru cerita horor misteri. Gak ketebak siapa pelakunya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
09-05-2019 04:13
mantap gan, nih fiksi atau nyata, kalau kisah nyata fiksinya ada berapa persen?
profile-picture
profile-picture
makola dan bekticahyopurno memberi reputasi
2 0
2
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
09-05-2019 04:30
Quote:Quote:Original Posted By trifatoyah
Serem

Engak juga bunda
Quote:Original Posted By evywahyuni
Oke, bagus alurnya, Bang. Di prolog semua karakter tokoh dibahas satu persatu biar untuk lanjut ke part 2 udah gak perlu bolak-balik part.1

Akankah Chen-Chen akan kembali selamat dari sasaran hantu kuyang? Siap menanti episode selanjutnyaemoticon-thumbsup


Quote:Original Posted By seowsepedah
mantep tuh ceritanya


Quote:Original Posted By evywahyuni
Suka semua genre cerita, Bang. Mau romansa, horor, creepypasta, atau misteri semua ane suka lah.


Quote:Original Posted By evywahyuni
Gak bagusnya karena bisa-bisa orang jadi psikopat bila terlalu mendalami, itu aja kayaknya


Quote:Original Posted By simucil
jejak


Quote:Original Posted By evywahyuni
Gak bagusnya karena bisa-bisa orang jadi psikopat bila terlalu mendalami, itu aja kayaknya



Yups betul banget. Kecuali yang baca dokter bedah gak apa-apa. Masih mending cerita horor aja.
[5/4 16:35] Belajar Bersama Bisa: Quote:Original Posted By simucil
jejak


OK, thanks ya

Quote:Original Posted By evywahyuni
Cerita horor seru juga, tetapi lebih seru cerita horor misteri. Gak ketebak siapa pelakunya.


Detektiv ya, nanti kalau cerita udah pada selesai. Buat cerita Detektiv he he. İni mau fokus nyelesein cerbung dulu deh he he
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[SFTH] Mistery Royal Princes Of Kuyang
09-05-2019 04:34
Quote:Original Posted By doyanoncom
mantap gan, nih fiksi atau nyata, kalau kisah nyata fiksinya ada berapa persen?


50 : 50 he he. Lebih baik enak dianggap fiksi agar tidak menjadi perdebatan dan nulisnya juga lebih bebas.

Kalau mau di bilang fakta ya susah untuk bukti karena ini berhubungan dengan kearifan lokal. Namun jika di bilang semua fiktif juga tidak, karena kenyataanya emang ada di dunia nyata.

Ya gitu, jadi bingung ngejelasinya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Halaman 1 dari 12
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
perahu-tanpa-layar
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
mas-ingin-menikah-lagi-dek
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia