alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbd907da2d195421a70ad4c/kpu-sebaiknya-pemilu-2024-dipisah-untuk-pilpres-caleg-dpr-dengan-pilgub-caleg-dprd
Lapor Hansip
22-04-2019 16:59
KPU: Sebaiknya Pemilu 2024 Dipisah untuk Pusat dan Daerah
Past Hot Thread
KPU: Sebaiknya Pemilu 2024 Dipisah untuk Pilpres/Caleg DPR dengan Pilgub/Caleg DPRD
Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari, mengatakan pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang sebaiknya dipisah untuk pusat dan daerah. Selain lebih fokus, pemisahan ini juga bermanfaat agar masyarakat memahami betul esensi dari pemilihan yang diselenggarakan.

"Iya sebaiknya begitu (dipisah, Red). Ke depan desainnya serentak nasional untuk memilih lembaga nasional seperti presiden, DPR dan DPD. Kemudian, keserentakan pemilu daerah yang meliputi pemilihan untuk gubernur, wali kota, bersamaan dengan DPRD provinsi serta kabupaten/kota," ujar Hasyim ketika dihubungi wartawan, Ahad (21/4).

Dia pun mengungkapkan KPU sudah berpandangan untuk memisahkan pemilu pusat dan daerah. Ada sejumlah pertimbangan yang mendasari hal itu.

Pertama, dalam sistem pemerintahan ada relasi pemerintah dengan legislatif. Semestinya dalam pemilu serentak itu DPR dengan presiden dilakukan bersama.

"Namun di daerah kan tidak (tidak ada relasi, Red). Contoh, Pilkada 2018 untuk memilih kepala daerah, nah yang mengusung kan parpol yang punya kursi atau punya suara hasil Pemilu 2014. Sementara pada 2019 ini kan dilaksanakan Pemilu 2019, itu konstelasi konfigurasi di DPR bisa berubah," ungkap Hasyim.

Jika demikian, maka implikasinya langsung kepada pemilih. "(Jika tidak dipisah) pemilih juga binggung ini orang kampanye yang satu kampanyekan tingkat nasional, tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota. Maka jadi tidak fokus. Sementara kalau dipisah orang akan fokus, oh ini lagi bicara soal daerah, dan seterusnya," tegas Hasyim.

Sementara itu, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan pada Pemilu Serentak 2019, memiliki volume kerja yang sangat besar. Konsekuensinya, energi dan pikiran penyelenggara juga berlipat-lipat ditujukan untuk pelaksanaan pemilu.

Wahyu pun berpandangan bahwa beban kerja yang berat ini memicu terjadinya kelelahan untuk pelaksana di lapangan (KPPS) dan mungkin dapat menyebabkan beberapa kesalahan entri data suara. Bahkan puluhan KPPS meninggal dunia saat melaksanakan tugas pada 17 April lalu.


Meski begitu, Wahyu menyerahkan teknis pelaksanaan Pemilu mendatang kepada pemerintah dan DPR sebagai penyusun undang-undang (UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017). "Mungkin ini bisa menjadi masukan dalam menyelenggarakan pemilu selanjutnya. KPU dalam hal ini posisinya sebagai pelaksana undang-undang. Kami kembalikan kepada pembuat UU, " tutur Wahyu.


https://www.republika.co.id/amp/pqaxg7384
Diubah oleh KASKUS.HQ
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Lapor Hansip
25-04-2019 16:16
Balasan post kakeksaya
Itu krn ketakutan klo make sistem lama...jkw bkal d unggulkan.asal muasalnya kn itu.
0
23-04-2019 11:07
pakai e-vote aje laaah. sedian apps di appstore emoticon-Ngakak
0
23-04-2019 10:49
Gak usah dipisah gak masalah, tp dilakukannya bukan selesai satu hari tapi dua hari, hari pertama hanya pencoblosan sedangkan hari kedua penghitungan serta melakukan rekap c1 dll
-1
23-04-2019 10:37
memang harus dipisah
gara2 digabung, pileg jadi gak favorit, bahkan ada yang asal coblos/gak coblos pileg sama sekali
semua pada mentingin capres emoticon-Big Grin

tp kebetulan ada sodara dan temen kul ane yang nyaleg
jadi ane coblos mereka lah emoticon-Big Grin
0
23-04-2019 10:33
Serentak, khan salah satu tujuannya adalah 'ngirit biaya yang harus dikeluarkan. Kalau itu mau dirubah, maka perlu dipikirkan pula mengenai pendanaannya. Anggaran dari sektor mana yang bisa dikurangi dan sebagainya.
Terkait meninggal dunia itu, kiranya proses penghitungan suara-nya lah yang patut untuk dipelototi. Pada thread lain pernah saya komen mengenai sistim pencoblosan secara online, dimana itu bisa dilakukan pakai hape atau mungkin juga tablet/laptop. Dimana tidak perlu juga setiap orang harus punya hape atau tablet/laptop yang bersangkutan.
Err..., kepinginnya sekaligus untuk mengurangi pemakaian kertas. Jadi ... bisa lebih ramah lingkungan. emoticon-Smilie
Ataupun kalau masih ingin melakukan proses yang lama, bisa rundingan sama anak tehnik industri dan kedokteran terkait masalah ergonomi, dan jam/waktu kerja-istirahat.
0
23-04-2019 06:42
gw lebih setuju, kalau yang digabung itu pemilihan antara eksekutif dengan eksekutif. legislatif dengan legislatif. contoh : pilpres dan pilkada itu digabung. pileg dengan pileg daerah. hal ini dilakukan agar pemilih bisa melihat calonnya. emoticon-Traveller
0
23-04-2019 06:05
yang terbaik saja
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
22-04-2019 22:09
kalo tidak ada solusi yang lebih baik, ane dukung yang ini bre emoticon-Jempol
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
22-04-2019 21:31
Petugas kpps nya itu digaji juga gak sih
0
Lapor Hansip
22-04-2019 21:27
Balasan post Kakek.Sugiono69
Quote:Original Posted By Kakek.Sugiono69
semoga 2024
kaum minoritas tionghoa bisa jadi presiden indonesia

di isingapore
kaum minoritas melayu aja bisa jadi presiden


Jangan samakan negara demokrasi berbasis Islam dgn negara berbasis agama lain
Sekalian komentar gitu di forum Arab Saudi emoticon-Wakaka
0
Lapor Hansip
22-04-2019 19:57
Balasan post warnacemerlang
gub jatim juga nunggu lama itu bre baru di lantik
0
22-04-2019 19:29
idenya bagus kok, cuma masalahnya di pilkada/dprd dilaksanakan pada tahun yang sama dengan pilpres/dpr/dpd atau pada tahun yang berbeda?
Atau 5 tahun setelah masing-masing pilkada sebelumnya?
Kalau disamakan dengan pilpres, artinya ada gubernur/walikota/bupati yang menjabat lebih dari 5 tahun karena nunggu 2024.
0
Lihat 1 balasan
22-04-2019 19:10
Quote:Original Posted By phithor
Tetap saja bukan solusi bre...karena jam istirahatnya yg cukup panjang tidk ada emoticon-Big Grin

Lain halnya.. perhitungan suaranya sehari setelah pemungutan... barulah cocok saya kira emoticon-Big Grin


Atur aja dah bre ...kita kembalikan semua kepada para pemangku jabatan tertinggi di negeri ini biar kagak ada lagi korban karna kelelahan di tppsemoticon-Malu
1
22-04-2019 19:06
Lebih setuju serentak
Kayak ramadan ketemu lebaran

0
22-04-2019 18:58
sebaiknya pemilu 2024 gausah ajak si itu... emoticon-Stick Out Tongue
0
22-04-2019 18:52
Pilih partai aja,biar jual beli kursi di internal partai. masa bodo beli kucing dalam karung daripada politik uang makin merajalela sampe tingkat terbawah
0
22-04-2019 18:36
Quote:Original Posted By simsol...


Biarlah bre daripada banyak eror dan korban jiwa ....uang bisa di cari kalo nyawa orang cari dimanaemoticon-Malu


Tetap saja bukan solusi bre...karena jam istirahatnya yg cukup panjang tidk ada emoticon-Big Grin

Lain halnya.. perhitungan suaranya sehari setelah pemungutan... barulah cocok saya kira emoticon-Big Grin
2
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.