Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
4946
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali
Hayati tertarik ke alam baka dan memaksanya harus berpisah dengan Asnawi. Dia sebenarnya masih hidup namun akhirnya dia bisa kembali meski dalam wujud kuntilanak
Lapor Hansip
21-04-2019 21:58

PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)

Past Hot Thread
icon-verified-thread
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Sinopsis


KARAKTER


Karakter Utama

Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman

Karakter Pendukung



Quote:
PERHATIAN !!

1. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, untuk karakter, tempat kejadian dan nama perusahaan adalah murni dari imajinasi penulis. Penulis berpesan agar pembaca tidak terlalu menganggap serius

2. Cerita ini adalah lanjutan dari PACARKU KUNTILANAK. Bagi pembaca yang baru mengikuti cerita ini, harap membaca prequelnya terlebih dahulu

3. Penulis membebaskan pembaca untuk berkomentar apapun di dalam trit ini, selama tidak menyinggung SARA

4. Cerita ini banyak menampilkan adegan kekerasan. Harap bagi pembaca yang dibawah 17 Tahun untuk tidak membacanya

5. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan Typologi




Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Opening Song


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Closing Song



Polling
308 Suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ? 
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maxstroke dan 165 lainnya memberi reputasi
158
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
21-04-2019 21:59
INDEKS CERITA


1. Alam Baka part 1 (first page)
1. Alam Baka (part 2)
1. Alam Baka (part 3)
2. Istana Puncak Hamerang (part 1)
2. Istana Puncak Hamerang (part 2)
2. Istana Puncak Hamerang (part 3)
3. Sayap Malaikat (part 1)
3. Sayap Malaikat (part 2)
4. Anggariti (part 1)
4. Anggariti (part 2)
5. Rapat Darurat Jilid II (part 1)
5. Rapat Darurat Jilid II (part 2)
6. Tugas Baru (part 1)
6. Tugas Baru (part 2)
7. Hati Terhubung (part 1)
7. Hati Terhubung (part 2)
8. Belajar Menjalani Hidup (part 1)
8. Belajar Menjalani Hidup (part 2)
9. Mantan Kuntilanak (part 1)
9. Mantan Kuntilanak (part 2)
10. Kembali ke Jakarta (part 1)
10. Kembali ke Jakarta (part 2)
11. Selamat Tinggal Asnawi (part 1)
11. Selamat Tinggal Asnawi (part 2)
12. Curahan Hati Hantu Imut
13. Tukang Ojek Perampok (part 1)
13. Tukang Ojek Perampok (part 2)
14. Sahabat Lama (part 1)
14. Sahabat Lama (part 2)
15. Reuni Keluarga (part 1)
15. Reuni Keluarga (part 2)
15. Reuni Keluarga (part 3)
16. Rahasia Rini (part 1)
16. Rahasia Rini (part 2)
16. Rahasia Rini (part 3)
17. Kembali Ke Kampus (part 1)
17. Kembali Ke Kampus (part 2)
17. Kembali Ke Kampus (part 3)
18. Menantu Idaman (part 1)
18. Menantu Idaman (part 2)
19. Paku Kuntilanak (part 1)
19. Paku Kuntilanak (part 2)
19. Paku Kuntilanak (part 3)
19. Paku Kuntilanak (part 4)
20. Daging dan Tulang Perawan Utami (part 1)
20. Daging dan Tulang Perawan Utami (part 2)
20. Daging dan Tulang Perawan Utami (part 3)
20. Daging dan Tulang Perawan Utami (part 4)
21. Menikahi Kuntilanak (part 1)
21. Menikahi Kuntilanak (part 2)
]21. Menikahi Kuntilanak (part 3)
21. Menikahi Kuntilanak (part 4)
22. Miramareu (part 1)
22. Miramareu (part 2)
22. Miramareu (part 3)
22. Miramareu (part 4)
22. Miramareu (part 5)
23. Keluarga Tak Kasat Mata (part 1)
23. Keluarga Tak Kasat Mata (part 2)
24. Clening Service (part 1)
24. Cleaning Service (part 2)
24. Cleaning Service (part 3)
25. Lelaki Tampan (part 1)
25. Lelaki Tampan (part 2)
25. Lelaki Tampan (part 3)
26. Dilema Raizha (part 1)
26. Dilema Raizha (part 2)
26. Dilema Raizha (part 3)
26. Dilema Raizha (part 4)
26. Dilema Raizha (part 5)
26. Dilema Raizha (part 6)
27. Penolakan Cinta (part 1)
27. Penolakan Cinta (part 2)
28. Cinta Lama Bersemi Kembali (part 1)
28. Cinta Lama Bersemi Kembali (part 2)
28. Cinta Lama Bersemi Kembali (part 3)
29. Perjanjian Baru (part 1)
29. Perjanjian Baru (part 2)
29. Perjanjian Baru (part 3)
29. Perjanjian Baru (part 4)
29. Perjanjian Baru (part 5)
30. Ruang Bawah Tanah (part 1)
30. Ruang Bawah Tanah (part 2)
30. Ruang Bawah Tanah (part 3)
30. Ruang Bawah Tanah (part 4)
30. Ruang Bawah Tanah (part 5)
31. Asisten Dokter
32. Yayasan Putri Nurhayati (part 1)
32. Yayasan Putri Nurhayati (part 2)
33. Koki Terkenal (part 1)
33. Koki Terkenal (Part 2)
33. Koki Terkenal (part 3)
34.Wisuda (part 1)
34.Wisuda (part 2)
34. Wisuda (part 3)
34. Wisuda (part 4)
34. Wisuda (part 5)
35. Melamar Kerja (part 1)
35. Melamar Kerja (part 2)
35. Melamar Kerja (part 3)
36. Orang Tua Asuh (part 1)
36. Orang Tua Asuh (part 2)
36. Orang Tua Asuh (part 3)
37. Mimpi Buruk yang Berulang (part 1)
37. Mimpi Buruk yang Berulang (part 2)
37. Mimpi Buruk yang Berulang (part 3)
37. Mimpi Buruk yang Berulang (part 4)
38. Iblis Mata Kuning (part 1)
38. Iblis Mata Kuning (part 2)
38. Iblis Mata Kuning (part 3)
38. Iblis Mata Kuning (part 4)
38. Iblis Mata Kuning (part 5)
39. Pekerjaan Baru (part 1)
39. Pekerjaan Baru (part 2)
40. Langit Kelabu (part 1)
40. Langit Kelabu (part 2)
40. Langit Kelabu (part 3)
41. Menjadi Kuntilanak (part 1)
41. Menjadi Kuntilanak (part 2)
41. Menjadi Kuntilanak (part 3)
42. Penderitaan Kuntilanak (part 1)
42. Penderitaan Kuntilanak (part 2)
42. Penderitaan Kuntilanak (part 3)
43. Ditinggal Sendiri (part 1)
43. Ditinggal Sendiri (part 2)
44. Hujan Deras (part 1)
44. Hujan Deras (part 2)
44. Hujan Deras (part 3)
45. Wongso Suseno (part 1)
45. Wongso Suseno (part 2)
46. Mereka Kembali (part 1)
46. Mereka Kembali (part 2) Update!
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tirtaarta dan 112 lainnya memberi reputasi
113 0
113
Lihat 32 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 32 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
07-10-2020 09:14
BAGIAN 34
WISUDA
part 1


Asnawi telah berhasil menyelesaikan tugas akhir dengan baik. Ia mendapat nilai maksimal ketika mengikuti ujian sidang akhir. Ia kini telah resmi mendapat gelar sarjana teknik. Dua minggu setelah dinyatakan lulus, Asnawi akan menjalani prosesi wisuda di kampusnya.

Suatu hari ia dan para sahabatnya tengah berkumpul di kantin untuk merayakan kelulusan. Selain sahabat Asnawi, para anggota geng Cascade juga hadir untuk ikut merayakannya, tak terkecuali Merry. Ia untuk pertama kalinya bertemu kembali dengan Asnawi untuk mengucapkan selamat.

Asnawi dan Febri telah berhasil menyelsaikan studinya selama empat tahun, sedangkan Eka dan semua anggota geng Cascade harus menunggu beberapa tahun lagi untuk wisuda.

"Widiih selamat yah Nawi... Febri... kalian berdua bisa wisuda secepat ini" ucap Rani.

"Iya nih... kalian tega yah lulus cepet cepet ninggalin kita... jadinya gak bakalan bisa kongkow bareng lagi dong" sambung Vania.

"Kalian tenang aja gays... gue gak akan kemana mana... gue mau nyari kerja di Bandung jadi bisa lah kongkow bareng kalian" balas Asnawi.

"Hmmm... kalo gue mah udah dapet kerja di Jakarta cuy!! Jadi sorry banget... gue gak akan bisa kongkow lagi" tambah Febri.

"Yaelah Feb... lu tega banget sih ninggalin kita kita ini!" Gerutu Rani.

"Kalian tenang aja girls... gue ka orang Bandung... gue bakalan sering pulang kesini... gue janji akan nongkrong bareng kalian kalo gue lagi pulang ke Bandung" janji Febri.

"Maka dari itu, ayo kita rayain wisuda kedua sohib gue ini disini... kita makan sepuasnya dan gue semua yang bayarin hahahaha" teriak Eka.

Semua orang pun langsung senang mendengar celetukan Eka. Tanpa banyak basa basi, para cewek langsung menyerbu stand-stand penjual makanan di kantin untuk memesan. Febri pun ikut dengan cewek cewek itu untuk pesan makanan, namun tidak dengan Asnawi. Ia terlihat heran dengan Eka.

"Broo... gak salah nih lu yang traktir? Harusnya kan gue sama Febri yang bayar"

"Gak apa apa Bro... gue seneng kalo dua sohib gue udah sarjana" kata Eka.

"Lu kapan atuh?"

"Santei aja gue mah lah... lagian gue gak akan kesepian Bro... disini kan banyak geng nya Cascade... hahaha"

"Anjiiir!! Lu mau gabung ama mereka? Awas lu nanti jadi bencong!"

"Hahahaha... tenang aja Broo... gua kuat iman... gak kayak elu!"

"Anjiiing!!!"

"Jangan ngatain calon kakak ipar dong!! Pamali!"

"Njiiir! Siapa yang kakak ipar gue? Geer aja lu"

"Gue suka sama kakak lu Bro... gue harap bisa nikahin dia"

"Hadeeeeuh... berat Broo, kakak gue seleranya tinggi"

"Selera kayak gimana? Gue udah menuhin seleranya dia kok... wajah ganteng, tajir dan punya badan tinggi"

"Ada yang kurang... dia senenh cowok yang pinter... nah elu mah bloon nya kebangetan"

"Goblooook!! Kalo gitu gue mesti usaha"

"Yoi Broo!!! Lu jangan males malesan lagi! Beresin kuliah lu!"

"Kalo gitu gue mau bertekad Wi... gue mau belajar giat"

"Nah gitu dong! Itu baru sohib gue!"

"Okeh Wi... gue jadi semangat"

"Tapi tetep harus didukung takdir Broo... menurut gue lu gak ditakdirin jadi kakak ipar gue... hahahahaha"

"Anjeeeeeng asem lu"

Acara perayaan kelulusan Asnawi dan Febri pun berlangsung cukup meriah. Para cewek memesan makanan begitu banyak sehingga meja makan pun dipenuhi makanan yangenggunung. Asnawi dan Febri pun saling mengutarakan kesan kesan mereka selama kuliah. Asnawi kembali harus menitikan air mata ketika menceritakan kisah cintanya dengan Hayati.

Tiga jam lamanya acara itu berlangsung hingga pegawai kantin mengusir mereka karena hari sudah malam dan kantin memasuk jam tutup. Mereka pun akhirnya membubarkan diri. Para cewek pergi kembali ke gedung kampus mereka, sedangkan Asnawi , Febri dan Eka langsung berpisah untuk pulang.

Asnawi pergi ke basement kampus untuk mengambil motor mio nya. Suasana gelap dan sepi menyelimuti tempat parkir itu. Asnawi merasakan takut. Ia melihat ada sosok gadis yang menduduki motornya. Asnawi pun mendekatinya. Gadis itu ternyata adalah Merry.

"Hai Merr... kamu lagi apa disini? Bukannya motormu disimpen di basement gedung design?"

"Aku sengaja pergi kesini Wi... aku pengen bicara sama kamu"

"Mau bicara apa Merr?"

Merry kemudian berdiri, lalu ia menghampiri Asnawi.

"Aku mau minta maaf sama kamu Wi... aku dulu udah ninggalin kamu tanpa sebab... dan aku juga udah gak bicara sama kamu lagi... bahkan sekadar bertegur sapa"

"Hmmmm... kamu masih bahas itu? Kejadiannya udah lama Merr... kamu gak usah minta maaf... kamu gak salah"

"Tidak... tidak!! Aku harus minta maaf sama kamu... karena sebenernya..."

"Sebenernya apa?"

"Aku mencintaimu Asnawi... aku bener bener cinta sama kamu sejak pertama kali ketemu, tapi aku gak tau kenapa bisa menolakmu dulu... hatiku sebemrnya pengen nerima kamu pas dulu kamu nembak aku... tapi entah kenapa tiba tiba aku menolakmu dulu... aku kayak terhipnotis untuk itu Wi...aku gak tau... dan sekarang aku menyesal karena kamu jadian sama Hayati, terus balikan lagi sama Casey dan nyambung sama Bi Asih"

Merry pun meluapkan emosinya terhadap Asnawi. Air matanya membanjiri wajahnya. Asnawi hanya terdiam melihat hal itu. Dia tak tahu apa yang harus dilakukan.

Asnawi tahu alasan kenapa Merry menolaknya beberapa tahun yang lalu secara tak sadar. Semua itu akibat efek sihir batu tolak cinta yang ditanam Cascade dalam tubuhnya. Asnawi telah berjanji kepada Cascade untuk tal menceritakan kemampuan indigonya kepada semua orang. Ia kemudian mengeluarkan sapu tangan dari sakunya, lalu diberikan kepada Merry. Akan tetapi, Merry menapiknya hingga sapu tangan itu jatuh ke lantai.

"Aku gak suka perlakuan kamu kayak gitu!! Aku bukan cewek lemah"

"Aku cuman gak tega liat cewek nangis Merr"

"Kamu gak suka yah??? Justru kamulah yang selalu bikin aku nangis Wi!"

Asnawi terdiam, Merry kali ini benar benar marah. Emosi Asnawi pun meluap. Ia mulai mencurahkan isi hatinya.

"Kamu sakit hati karena gak jadi pacaran sama aku?? Kalo gitu kenapa ketika aku baru kehilangan Hayati... kamu malah ngejauhin aku Merr? Bahkan kamu gak mau aku panggil Dinda dan kamu membenciku! Padahal aku ngarepin banget sama kamu" bentak Asnawi.

"AKU TERPAKSA NGELAKUIN ITU!!!" teriak Merry. Asnawi mendadak terdiam dan tak bisa berkata kata lagi.

"Aku terpaksa ngejauhin kamu karena Casey yang menyuruhku!!"

"Apa kamu bilang? Casey nyuruh kamu?" Asnawi terkejut.

"Iya Wi... Casey begitu, aku tak menampik kebaikanmu sama mendiang Hayati yang telah mengubah kehidupanku dari seorang pelacur menjadi orang baik... aku juga tak menampik kebaikan Casey sebagai sahabat yang ngasih kerja di restoran miliknya atas perintah darimu... waktu itu aku rela ngorbanin perasaanku demi kebahagiaan Casey... aku berharap suatu hari bisa pacaran sama kamu... aku selalu berdoa dan alhamdulillah doaku terkabul... Casey mutusin pergi ke Perancis setelah wisuda... dia bilang sama aku kalo dia nyerahin kamu sama aku... aku boleh deket lagi sama kamu Wi... tentunya aku seneng banget... bahkan aku ngaterin dia ke airport untuk pergi... setelah Casey pergi, aku balik ke rumahnya untuk nemuin kamu... tapi apa yang aku liat? Kamu malah bermesraan sama Bi Asih... aku liat kamu berpelukan dan ciuman sama pembantu itu... aku... aku... sakit banget Wi liat itu... perasaanku tercabik cabik... harapanku direnggut begitu aja"

Tangisan Merry semakin kencang sampai memecah kesunyian. Asnawi kembali tak bisa berkata kata setelah mendengar pengakuan Merry. Diriya meraaa sangat berdosa. Ia cuma mengelus punggung Merry tanpa berkata apa apa.

"Aku gak nyangka... kamu bisa jadian sama Bi Asih... kamu ternyata lebih suka sama cewek yang lebih tua dan udah punya anak... Bi Asih... aku gak nyangka kamu sekarang jadi seleb... dulu aku sering nyuruh nyuruh Bi Asih kalo lagi maen di rumah Casey... tapi sekarang dunia terbalik... dia jadi bos ku di tempat kerja, lalu dia jadi selebriti chef... dan dia memilikimu Nawi... sungguh orang paling beruntung"

"Merr... aku gak bermaksud nyakitin kamu... aku... aku bisa jelasin"

"Kamu gak usah jelasin apa apa lagi Wi!! Semuanya udah jelas!!"

Merry mendorong Asnawi agar menjauhi dirinya. Dengan penuh amarah, Ia pergi meninggalkan Asnawi yang terlihat merasa bersalah. Setelah Merry tak terlihat, Asnawi jatuh terpuruk sambil meratapi nasibnya. Ia maracau dengan menyalahakan dirinya sendiri karena tidak peka terhadap perasaan Merry.

Kenapa semua ini terjadi padaku? Kenapa setiap perempuan yang mencintaiku selalu menderita? Andaikan waktu bisa terulang, aku akan menjauhi semua perempuan itu agar terlepas dari penderitaan. Pikiran Asnawi bergejolak dan akhirnya ia memilih pasrah dengan keadaan. Ia pun pergi menyusul Merry yang telah pergi terlebih dahulu. Asnawi akan mendatangi Merry ke rumahnya untuk mengungkapkan perasaannya.

Ketika Asnawi dalam perjalanan, ia melihat kerumunan orang di tepi jalan. Rasanpenasaran pun hinggapnpada dirinya. Asnawi menghentikan motornya untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dengan susah payah, iae menmbus kerumunan itu untuk mencapai pusat. Begitu berhasil mesuk ke pusat kerumunan, ternyata ia melihat seorang gadis yang tergeletak diatas tanah dengan tubuh penuh luka dan berlumuran darah. Ia memperhatikan wajah gadis itu, seketika ia terkejut.

"Pak... Pak... ini pacar saya Pak!! Dia kenapa?" Teriak Asnawi sambil merangkul tubuh gadis yang tak sadarkan diri itu.

"Oh Akang ini pacar si Eneng?" Balas seorang bapak yang berada di sebelahnya.

"Iya Pak... nama gadis ini Merry... dia kenapa Pak?"

"Neng ini kecelakaan Kang... tadi pas dia lewat pake motor, tiba tiba ada mobil yang nabrak dia... terus mobil yang nabraknya kabur"

"PAK... CAPET PANGGIL AMBULANS!!!"

"Udah Kang, ambulannya lagi dalam perjalanan"

Asnawi panik melihat kondisi Merry yang mengenaskan, ia menyeka luka yang ada di pelipis kanannya demgan sapu tangan agar darah nya berhemti keluar.

Tak lama, ambulans pun tiba. Para petugas medis langsung memberikan pertolongan pertama untuk Merry, kemudian membawanya kedalam ambulans. Asnawi ikut menumpang untuk mendampingi Merry.

Sapanjang perjalanan, Asnawi merasa sangat sedih melihat kondisi Merry. Penyesalan pun menyeruak dalam akal pikirannya. Rasa bersalah pun menyerang dan menduduki ruang di hatinya.

Setibanya di Rumah Sakit, Merry langsung dibawa ke ruangan UGD untuk mendapat pertolongan lebih intensif, sedangkan Asnawi menunggu di beranda. Ia pun menghubungi keluarga Merry untuk memberitahu kejadian ini, selain itu ia juga menelepon Rani.

Merry mengalami luka yang parah sehingga dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Ia meminta izin terlebih dahulu kepada Asnawi melakukan pembedahan.

Tiga jam lamanya para dokter melakulan operasi terhadap Merry. Setelah itu ia dibawa menuju ruang rawat intensif. Asnawi sangat sedih melihat kondisi Merry yang terkulai lemah diatas ranjang. kaki kanannya disangga oleh gypsum berukuran besar, lengan kiri ditutupi perban dan wajah cantiknya pun kini telah pudar karena tertutupi luka lebam akibat benturan.

Asnawi memegangi tangan Merry yang lemas, ia lalu mencium punggung tangannya dengan berlinang air mata.

"Merry... maafin aku Merr... aku nyesel gak ngejadiin kamu pacarku... Merr... aku sebenernya sayang sama kamu... tapi... aku gak tau apa yang harus kulakukan saat ini... aku... aku udah nerima Bi Asih jadi pacarku... tapi... aku juga bingung sama kamu Merr... kukira kamu membenciku karena menjauh dariku dan gak mau adek-kakak lagi... maafin aku Merr... aku bener-bener mencintaimu... tapi aku gak bisa memilikimu"

Merry mengeluarkan air matanya ketika Asnawi mencurahkan isi hatinya. Walaupun tak sadar, tapi ia bisa mendengar suara Asnawi yang meratapi dirinya. Asnawi menangis sepanjang malam hingga ia pun tertidur di sebelah tubuh Merry yang kaku.

...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tn.ikhsan dan 58 lainnya memberi reputasi
59 0
59
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
23-07-2020 15:36
BAGIAN 32
YAYASAN PUTRI NURHAYATI
part 1


Setelah diangkat menjadi asisten oleh Tisha, Hayati kini mendapat tugas baru yang lebih disukainya sebagai mantan mahasiswa kedokteran. Ia bertugas mengecek kesehatan pasien terlebih dahulu sebelum diperiksa oleh Tisha. Kini ia pun telah menanggalkan seragam petugas kebersihan dan berganti dengan seragam perawat.

Pagi itu, Hayati seperti biasa melakukan ritual yang dilakukannya setiap hari, yakni sarapan pagi dengan keluarga gaibnya. Menu mengerikan seperti sudah menjadi suatu kebiasaan yang ia lihat. Para arwah memakan daging bangkai dan serangga yang menjijikan sebagai makanan pagi, ditambah dengan Miramareu yang selalu makan daging plasenta bayi untuk tetap menjaga keabadian dirinya. Akan tetapi, sekarang teman manusia di rumah itu bertambah. Fathiya kini menjelma menjadi gadis cantik setelah merasuki mayat misterius yang disembunyian Miramareu di ruang bawah tanah. Dia jadi mahir mengendalikan tubuh yang tak pernah membusuk itu dengan lancar setelah diajari oleh Hayati tentang teknik merasuki.

Selama ini, Fathiya adalah arwah suster ngesot yang tidak bisa berjalan, namun setelah merasuki jasad perempuan misterius, dia kini bisa kembali berjalan. Jasad yang disembunyikan Miramareu adalah jasad perempuan yang membuat para pria yang menyimpannya menjadi saling bunuh demi memperebutkannya.

Fathiya pagi itu keluar dari kamarnya dengan memakai baju daster milik Hayati. Tampak bagian dadanya terlihat longgar karena perbedaan ukuran payudara yang sangat kentara antara dirinya dengan Hayati. Dia tersenyum kepada semua penghuni rumah yang tengah duduk bersama dalam meja makan. Tak lupa dia mencium kening Margono sang suami sekaligus ayah dari Hayati. Setelah itu ia lalu duduk disebelah Hayati.

“Pagi semuanya!! Maaf yah aku telat bangun hehe” sapa Fathiya dengan senyum temanisnya.

“Pagi Fat...” serentak semua menjawab dengan nada yang sama. Fathiya terlihat kebingungan dengan isi dari piring-piring yang tersaji diatas meja yang berisi bangka-bangkai hewan kecil yang telah membusuk seperti tikus dan kucing. Ia merasa mual melihat semua hal itu, akan tetapi ketika mata beningnya melirik kepada sebungkus nasi rames yang berada diatas piring milik Hayati, Ia langsung memelas meminta makan kepadanya.

“Kamu kenapa Fat? Biasanya kamu suka banget sama bangkai tikus?” tanya Lenggayu sambil menawarkan kepala tikus kepada Fathiya.

“Hiihh!!...Jangan Jeng Gayu!!...jijik banget” Fathiya bergidik.

“Hahahahaha....aneh banget nih Mas Margo? Istri mudamu mendadak jadi jijik sama makanan kita” ledek Lenggayu kepada Margono.

“Aku gak tau Jeng...setelah aku merasuki jasad ini, aku jadi jijik sama makanan setan...aku malah ngiler sama makanan yang ada di piring Mala” tukas Fathya.

“Kamu makananku Fat?” tanya Hayati.

“Mau Mal...boleh?” Fathya memelas.

Hayati memberikan sebagian dari isi nasi bungkusnya kepada Fathya. Nasi kuning dengan telur dadar di bagian atasnya dan sambal merah membuat setiap orang pasti ngiler melihatnya. “Kamu kan Ibuku juga”

“Makasih banget Mala anak tiriku yang cantik” Fathya sangat terkesima dengan kebaikan anak tirinya itu. Hal itu juga membuat anggota keluarga yang lain terharu. Akan tetapi ketika Fathiya melahap sebagian kecil nasi kuning yang diberi Hayati, tiba-tiba ia melihat Hayati mengeluarkan satu bungkus nasi lagi dari bawah meja, lalu ia menuangkan isinya untuk digabungkan dengan nasi yang sudah ada dalam piring sebelumnya sehingga menjadi lebih banyak.

“Apaaaah!!!! Ternyata kamu masih punya sebungkus lagi Mal?” tanya Fathya dengan seper kaget.

“Iya Fat, soalnya aku gak kenyang kalo makan cuman sebungkus” jawab Hayati dengan santai.

“Yaelah Mal... kenapa gak dikasihin ke aku aja ihhh!!” keluh Fathya yang sontak diikuti gelak tawa semua anggota keluarga gaib di rumah itu.

“Kamu jangan banyak makan fat, nanti wadah yang kamu isi jadi gendut!!” tukas Hayati.

“Tapi kamu juga gak boleh makan banyak!! Entar gendut juga” sahut Fathya.

“Aku gak akan gendut Fat... “ sanggah Hayati.

“GAK MUNGKIN!!!” bentak Fahya.

“Mala bener Fat... dia punya kelainan di tubuhnya, jadi kalo makan sebanyak apapun, dia gak akan gendut” sahut Margono.

Semua orang yang berada di ruangan itu kaget mendengar jawaban arwah pria tampan berkumis tipis itu. Dolores tampak memicingkan matanya ka arah Hayati. Begitu pula Miramareu dan Lenggayu yang tidak percaya dengan hal itu.

“Emang Mala kelainannya gimana Mas?” tanya Miramareu yang sangat penasaran sambil diikuti anggukan Lenggayu dan Fathya.

“Entahlah Mir, tapi kata dokter dulu kalo Mala ini punya metabilisme yang sangat cepat, terus ada faktor genetik dari keluarga ibunya... jadi dia suka cepet lapar tapi gak gemuk-gemuk” jawab Margono.

“Kalo gak bisa gendut, kenapa itu buah dadanya bisa gede banget??... bahkan lebih gede daripada buah dada Jeng Gayu?” tanya Fathya dengan polosnya.

Semua orang kali ini melihat Hayati yang menjadi pusat perhatian. Ukuran payudara Hayati yang besar, membuat para arwah, Miramareu dan Fathya terheran-heran. Hampir semua waniat mendambakan memiliki buan dada yang berukuran besar karena hal itu merupakan seuatu kebanggan bagi mereka dan dapat memikat para lelaki. Seperti yang sudah diketahui, Hayati memiliki buah dada yang kecil, bahkan nyaris rata ketika muda dulu, sebelum ia berubah jadi kuntilanak. Akan tetapi, kini setelah dirinya terlahir kembali, ia jadi memiliki ukuran payudara yang besar, bahkan lebih besar dari adiknya.

“Anu... aku juga gak tau kenapa bisa begini... aku cuman banyak makan dan olahraga ketika jadi kuntilanak dulu... dan yang kutahu dadaku membesar dengan sendirinya... hehehe” jawab Hayati malu-malu.

“Apa kamu nanem implan ya?” tanya Lenggayu dengan mata sinis.

“Ya enggak lah Jeng... masa setan masang implan?” jawab Hayati dengan tatapan sinis juga.

“Udah-udah! Kalian teruskan makan!!... pagi-pagi malah debat!” bentak Margono.

Semua orang pun langsung terdiam dan melanjutkan makan pagi. Margono memiliki ketegasan dan kewibawaan yang kuat, sehingga dia selalu dihormati semua anggota keluarga. Hayati mekan dengan cepat karena waktu jam kerja semakin dekat. Tak lama berselang terdengar suara klakson motor. Arsal sang tukang ojek tampan telah berada didepan rumah untuk mengantar Hayati menuju tempat kerja. Hayati pun segera bergegas, dia mencium tangan sang ayah dan para ibu tirinya sambil berpamitan. Setelah itu dia pergi menghampiri Arsal yang tengah termenung diatas motornya.

“Woy... !! ngelamun aja kamu” seru Hayati sambil menepuk pundak Arsal.

“Lama banget sih Hayati? Aku sampe jamuran nih” balas Arsal.

“Lama gimana? Cuma lima belas menit kok” Hayati ngeles.

“Ah... lebih tau!!... saking lamanya nungguin kamu, aku bisa berangkat Umroh kali” kata Arsal dengan ketus.

“Yaelah si Abang, lebay banget sih! Hahahaha... yaudah maafin aku Bang”

“Cepet naik Bu ke motorku!” perintah Arsal.

“Apaaah!! Jangan panggil aku Ibu dong!” protes Hayati.

“Lha kamu kan udah Ibu-ibu Hayati... kamu seumuran sama Ibuku... hahaha... udah tua” tegas Arsal.

“Sembarangan... aku masih muda tauuuuuuuuuuuk!!!” Hayati memukul kepala Arsal.

“Aduh... aduh... jangan pake kekerasan dong!”

“Ihhh kamu nyebelin!!”

“Yaudah, kalo kamu gak mau kupanggil Ibu, gimana kalo kupanggil SAYANG”

“Iiiih Abang gombal aja deh... !” kata Hayati yang tersipu malu.

Akhirnya Hayati pun menaiki motor Arsal, lalu ia memegang pinggang Arsal agar tidak jatuh ketika motor melaju. Akhir-akhir ini Arsal dan Hayati terlihat semakin dekat. Hal tentunya membuat Hayati sedikit bisa melupakan Asnawi.

Hayati tiba di Klinik setelah dua jam berjibaku di lalu lintas Jakarta di pagi hari yang sangat padat. Ia langsung membuka loket pendaftaran dan mempersiapkan ruangan kerjanya untuk melayani pasien yang sudah menunggu dari subuh. Sejak Hayati promosi menjadi asisten, jumlah pasien yang berobat kepada dokter Tisha semakin meningkat. Setiap hari, setidaknya seratus pasien yang ditangani oleh mereka. Jam praktik Tisha di klinik itu pun kini jadi bertambah, hal ini berbanding lurus dengan penghasilannya sebagai seorang dokter. Akan tetapi, pembagian waktu untuk praktik di tempat lain menjadi terganggu. Tisha telah membuka praktik di beberapa klinik dan rumah sakit di Jakarta. Ia juga mengurus sebuah yayasan amal pengobatan dan khitan gratis bagi orang miskin.

Sejak resmi bergelar dokter, Tisha diberi amanah oleh ayahnya untuk mengelola yayasan amal miliknya. Tisha tengah kebingungan ketika fenomena bertambahnya pasien menimpa dirinya. Ia menjadi tak punya waktu untuk kegiatan amalnya. Ketika dirinya termenung sendiri, tiba tiba pintu terbuka dan masuklah Hayati sambil membawa beberapa berkas pasien.

“Maaf dok... aku mau lapor beberapa berkas pasien yang tadi diminta” kata Hayati sambil menyodorkan tiga buah map berwarna coklat.

Tisha pun menerima map-map itu kemudian menyimpannya diatas meja. Ia mendadak mendapatkan ide cemerlang ketika melihat Hayati.

“Mal... bisa kita bicara!”

“Bisa Dok...!”

“Nanti pas pulang kerja, kamu ikut sama mobil aku yah... aku pengen ngobrol sesuatu sama kamu”

“Obrolan apa yah Dok?”

“Nanti aja lah... sekarang lagi banyak pasien... kita lanjut kerja”

“Oke Dok”

Hayati kembali ke tempatnya untuk memamnggil pasien yang mendapat giliran untuk diperiksa oleh Tisha. Dia penasaran dengan apa yang akan disampaikan Tisha pada dirinya. Selama ini, Hayati memang jarang berbincang dengan Tisha selain masalah pekerjaan. Tak mau larut dalam rasa penasarannya, Hayati kembali fokus pada pekerjaannya. Ia melayani kembali pasien yang datang untuk mendaftarkan diri dan cek kesehatan.

...
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 53 lainnya memberi reputasi
54 0
54
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
04-08-2020 12:16
BAGIAN 32
YAYASAN PUTRI NURHAYATI
part 2

Senja pun menjelang, suasana klinik mulai sepi karena jam operasional telah berakhir. Hayati membereskan meja kerjanya yang terlihat berantakan dengan berkas rekam medik para pasien. Miramareu muncul dengan sapu besarnya untuk membersihkan lantai dari debu dan sampah. Hayati terlihat sangat lelah karena harus melayani para pasien berjam-jam. Walau begitu, Ia juga masih mengerjakan pekerjaan cleaning service dengan membantu Miramareu. Hayati beranjak dari tempat duduknya, lalu mengambil sebuah sapu yang berada pada kotak peralatan yang dibawa oleh Miramareu. Ia pun ikut menyapu lantai yang terlihat berdebu.

“Mal... kamu jangan bantuin aku hari ini... kamu keliatan capek banget”

“Gak apa apa kok Mir... aku masih semangat”

“Tapi kamu bisa sakit Mal... Istirahat sana!!!”

“Gak apa apa Mir... kan ada kamu kalo aku sakit mah hihihi”

“Yaelah... capek deh, aku bukan dokter kali Mal”

“Tapi ramuan saktimu banyak tauu!!”

Akan tetapi, baru sepuluh menit Hayati menyapu lantai, tiba-tiba terdengar suara Tisha yang menggelora dari dalam ruang praktek memanggil dirinya. Hayati pun langsung bergegas pergi menuju ruang praktek Tisha.

“Kamu lagi apa Mal?” tanya Tisha sambil mencatat sesuatu diatas secarik kertas putih diatas meja.

“Aku lagi bantu-bantu Mira nyapu Dok...” jawab Hayati sambil melirik kearah tulisan tangan Tisha.

“Wah... kamu rajin banget Mal, udah cape ngelayani pasien, kamu langsung nyapu-nyapu”

“Ah biasa aja kali Dok... hehe” Hayati tersipu malu.

“Mal... jangan panggil aku ‘Dok’ dong... panggil aku Tisha aja... aku pengen kita jadi temen Mal” protes Tisha.

“Oalaah... kalo gitu aku siap jadi temenmu Tisha” sahut Hayati sambi mengajak Tisha bersalaman.

Tisha kemudian memasukan kertas-kertas catatannya yang berserakan diatas meja ke dalam tasnya yang terlihat berkelas dan berharga tinggi. Hayati pun merasa terpukau melihat tas yang berwarna emas berkilauan. Di sebelah tas terdapat sebuah potret keluarga kecil Tisha, dalam potret itu terdapat sepasang suami istri yang sedang menggendong bayi. Hayati meyakini kalau bayi yang digendong perempuan berpakaian blouse itu adalah Tisha. Akan tetapi, ketika Hayati memperhatikan wajah sang ibu, mendadak memori nya bergejolak. Dia merasa sangat kenal dengan sosok sang ibu.

“Tisha... apa foto ini foto kamu sama keluargamu?”

“Iya Mal... itu foto aku pas jaman bayi”

“Kamu anaknya Maharani?” tanya Hayati.

“Kenapa kamu tau nama mamaku?” Tisha kaget.

“Ehhh... anu... eeehh... maksudku... eee... eee... aku pernah diajarin sama beliau di kampus dulu” Hayati berusaha ngeles.

Perempuan yang ada dalam potret itu adalah sahabat dekat Hayati semasa kuliah kedokteran. Dia adalah Maharani, seorang gadis cantik yang merupakan kakak tingkat Hayati ketika belajar di Fakultas kedokteran. Maharani selalu membimbing Hayati ketika menjalani berbagai perkuliahan. Dia adalah mahasiswi cerdas yang berprestasi, maka tidak heran kalau kali ini dia berprofesi sebagai dosen.

“Ooh... iya Mal, mamaku emang suka ngajar... dia dosen UI... berarti kamu dulu mahasiswa UI yah?”

“Iya Tish”

“Wah... kamu angkatan berapa nih? Kok aku belum pernah liat... secara aku ini dulu adalah ketua himpunan mahasiswa... aku pasti tau semua orang disana”

“Eeeee... ee... aku angkatan 85 “

“Apaaaah 85?”

“Eh... bukan... bukan... aku angkatan 15... 2015 maksudnya hehehe” Hayati kembali ngeles.

“Ooh... tapi kenapa ya, aku gak pernah liat kamu Mal?” tanya Tisha yang mengernyitkan dahinya.

“Aku ini mahasiswa kupu-kupu Tish hehehe” jawab Hayati.

“Maksudnya apa?”

“Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang... gitu Tish”

“Oh... hahahahahaha... kamu lucu deh Mal, pinter ngelawak... udah lama aku gak ngakak kayak gini”

Tisha merasa sangat terhibur dengan kehadiran Hayati yang selalu riang dan melontarkan candaannya yang mengocok perut. Sementara, pikiran Tisha tentang pekerjaannya sedikit terlupakan.

Diatas meja kerja Tisha terdapat dua potret, Hayati memandang ada suatu keanehan antara dua potret itu. Keanehannya adalah sosok ayah yang berbeda. Pada potret pertama tampak seorang pria tampan yang mengenakan setelan jas yang rapi tampak tersenyum kepada kamera, sedangkan pada potret kedua tampak seorang pria berjanggut lebat dan berkacamata tengah berpose dengan serius. Dalam potret itu sang pria tak tersenyum sama sekal. Ia tampak mengenakan baju batik khas Cirebon.

“Tish... aku mau nanya nih, tentang foto keluargamu”

“Oh iya... kenapa?”

“Aku liat, foto ayahmu pas masih bayi dan kamu balita kok beda orang yah?”

“Emang beda Mal... kalo foto pas aku bayi, itu adalah ayah kandungku... tapi pas foto kedua ini, dia bukan ayahku”

“Apaaaah!!! Kok bisa?”

“Ketika aku berumur setahun, ayahku meninggal... lalu mamaku nikah lagi sama temennya yang juga seorang dokter pas aku berumur tiga tahun”

“Jadi dia bapak tirimu?”

“Iya Mal... sekarang aku jadi punya adik cowok... namanya Steve, dia mahasiswa teknik di Bandung... kamu pernah ketemu kan sama dia”

“Kapan yah?”

“Masa kamu lupa sih!!... pas dulu kamu ngambil tempat sampah di ruanganku”

“Aduh lupa lagi ah!”

“Alah... kamu mah masih muda udah pelupa... hehe”

“Hehe... maaf Tish”

“Yaudah, sekarang kamu ikut aku yuk!!”

“Kemana?”

“Kita dinner bareng malam ini” aku pengen ngobrol penting sama kamu”

Hayati kembali menuju pantry untuk membereskan semua barang-barangnya kedalam tas. Dia pun memberitahu Miramareu tentang ajakan dinner dari Tisha. Hayati sangat antusias kala itu, senyumnya selalu tercurah dari wajahnya yang manis. Tak lama berselang, Tisha tiba-tiba masuk kedalam pantry untuk mengajaknya pergi.

Hayati dan Tisha jalan bersama menuju tempat parkir. Mata Hayati kembali tertarik dengan tas jinjing milik Tisha yang terlihat sangat berkelas. Sesekali, ia curi-curi pandang sambil berjalan menyusuri koridor klinik. Ketika tiba di lapangan parkir, mereka pun langsung memasuki sebuah mobil Jeep yang terparkir di sudut timur.

“Mobilmu bagus banget Tish” sanjung Hayati.

“Makasih Mal... tapi ini sebenernya mobil adekku si steve... dia gak pernah mau pake” kata Tisha sambil menyalakan mesin mobilnya.

“Emang kenapa adikmu gak mau pake mobil ini? Padahal kan ini mobil bagus”

“Dia itu orangnya sederhana Mal, dia gak mau keliatan kaya... dari jaman SMA sampe sekarang, dia cuman pake motor mio nya yang udah jelek banget”

“Wah... keren dong adekmu Tish! Aku suka sama cowok sederhana”

“Yaelah, kamu bisa aja... hahaha... nanti aku kenalin kamu deh sama adekku, kebetulan dia lagi galau dan depresi... ya semoga kalo dikenalin sama kamu, adekku bisa normal lagi”

“Kenapa bisa gitu?”

“Dia baru kehilangan pacarnya Mal... katanya kena banjir bandang sampe mayatnya gak ditemuin”

“Duh!! Tragis banget”

“Iya Mal, aku kasihan banget sama dia... kalo gak salah namanya tuh... eee... eee... aduh siapa ya? Ee... Ra... Rayati... iya... iya namanya Rayati”

“Oalah... mirip sama nama belakangku yah”

“Emang nama belakangmu apa?”

“Hayati...”

“Iya, mirip juga yah... tapi kok namamu kayak nama yayasan punya bapakku yah? Namanya yayasan Putri Nurhayati?”

Mendengar perkataan Tisha tentang hal itu, Hayati mendadak terhenyak. Pikirannya langsung tertuju kepada suatu ingatan yang terpendam dalam sel-sel otaknya. Ia pernah mendengar perkataan itu keluar dari mulut Asnawi ketika pertama kali mereka bertemu. Tentunya ribuan pertanyaan datang menghujani ruang pikir Hayati. Kenapa omongan Tisha dan asnawi bisa sama? Apakah Tisha ini adalah kakaknya asnawi yang dokter itu? Tapi Tisha menyebutkan nama adiknya adalah Steve, bukan Asnawi? Hayati pun terlihat bengong sambil memandang jalanan. Tisha merasa heran dengan tingkah Hayati kali ini, dia pun menyadarkan sang asistennya itu dari lamunannya.

“WOY !! NGELAMUN AJA!!” seru Tisha sambil menepuk lengan kanan Hayati.

“Maaf... maaf Tish, aku lagi mikirin adek kamu” sahut Hayati yang terkaget-kaget.

Mobil pun mulai keluar dari tempat parkir, lalu melaju di jalanan Ibukota yang selalu padat dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki kesibukan tersendiri. Tisha akan mengajak Hayati pergi makan malam di rumahnya. Sambil mengemudikan mobil Jeep Rubicon yang berukuran besar, Tisha kembali mengajak Hayati untuk berbincang. Dia sangat ingin mengenali sosok gadis cantik berdada besar yang berada disebelahnya itu.

“Mal... kamu asli mana sih?”

“Aku lahir di Jakarta... tapi mendiang kedua orang tuaku berasal dari Banyumas”

“Kamu yatim piatu Mal?”

“Iya... bapakku seorang tentara, dia meninggal kena stroke dan ibuku meninggal karena leukemia”

“Duh kasihan banget sih Mal... aku jadi ikut sedih”

“Makasih Tish, atas simpatimu”

Mereka memasuki sebuah areal apartemen yang terlihat cukup mewah. Hayati sampai terpukau dengan keberadaan gedung-gedung tinggi, dimana salah satu ruangannya adalah tempat tinggal Tisha. Begitu tiba di drof-off area, Tisha dan Hayati keluar dari mobil. Tisha memberikan kunci mobilnya kepada petugas keamanan untuk diparkirkan di tempat yang sudah tersedia untuk penghuni. Sebelum masuk, Hayati diperkisa ketat oleh petugas keamanan untuk mencegah hal-hal yang bisa menggangu kemanan.

Setelah diperiksa, Tisha mengajak Hayati menaiki elevator menuju lantai sepuluh. Hayati masih bertanya-tanya dalam hatinya, mau dibawa kemana ini? Apakah gedung ini adalah restoran? Tak lama kemudian pintu elevator pun terbuka. Tisha dan Hayati langsung menyaksikan hamparan karpet merah yang memanjang menutupi lantai sepanjang koridor dihadapan mereka. Merekapun melangkahkan kaki untuk menyusuri koridor itu. Tisha kemudian membuka salah satu pintu yang berada disamping kirinya.

“Selamat datang di rumahku Mala”

Hayati terpukau dengan rumah Tisha yang sangat mewah. Ruangan apartemennya telihat sangat besar dengan dilengkapi berbagai perabotan yang modern dan mahal. Hayati jadi ingat rumah Cascade ketika dulu pertama kali diajak Asnawi mengunjungi rumahnya di malam Natal. Hayati kemudian dipersilakan duduk di sebuah sofa.

“Sekarang kita dinner disini yah Mal... pacarku lagi masakin makanan buat kita” kata Tisha sambil membnuka jas dokternya, lalu ia menyimpannya begitu saja diatas kursi.

“Pacarmu koki?”tanya Hayati.

“Oh enggak lah Mal, tapi dia punya hobby masak... enak lho”

“Kamu serumah sama pacarmu Tish?”

“Enggak atuh Mal, dosa itu namanya... pacarku ini emang sering maen ke rumahku, dia punya kunci rumahku”

Ketika mereka sedang mengobrol di ruang tamu, tiba tiba sesosok pria berbadan tegap, berwajah menawan dengan rambut hitam yang disisir rapi menghampiri mereka sambil membawa sepiring masakan yang mengeluarkan uap beraroma lezat. Hayati terperangah ketika melihat sosok tampan menghampirinya sambil menebar senyuman.

“Sayang... kamu udah dateng?” sapa pria itu kepada Tisha.

“Iya Sayang... sibuk banget nih hari ini, pasienku bejibun parah” jawab Tisha sambil mencicipi makanan yang dibawa pria itu.

“Oh iya, kenapa akhir-akhir ini pasienmu selalu banyak Yang?”

“Hmm... aku juga heran Yang... tapi Alhamdulillah lah, berarti penghasilanku sebagai dokter jadi ikut bertambah hehehe”

“Ah kamu pikirannya selalu duit mulu Yang” pria itu mencubit hidung Tisha yang tengah tertawa.

Hayati tampak baper melihat adegan romantis antara Tisha dengan pacarnya yang sangat tampan. Ia seakan terhipnotis dengan suasana itu dan mata kuningnya terus memandangi gerak-gerik pria itu. Merasa dipandangi oleh Hayati, pria itu pun balas memandangnya sambil bertanya.

“Eh... ada tamu ternyata!” kata pria itu sambil melontarkan senyum kepada Hayati.

Hayati semakin berdebar-debar jantungnya ketika pria itu menghampirinya sambi menjulurkan tangan. Ia hendak menhgajaknya bersalaman.

“Oh iya... lupa Yang, ini asistenku, namanya Mala... kenalin!!”

“Mala... hmmm, nama yang bagus... kenalin! Namaku Wongso Suseno... tapi kamu panggil aku Wong saja” kata Wongso yang masih menggengam tangan Hayati.

“I... i... iy... iya... mm... Maaas... Mas Wong, salam kenal” sahut Hayati yang mendadak grogi dan gagap.

“Eh, wait a minute!!... aku pernah liat kamu deh di klinik, kapan yah?” tanya Wongso.

“Dia udah pernah kerja sebelumnya di klinik Yang, tapi sebagai cleaning service” sambar Tisha.

“Be... beebb... betul... betul... Mas, a... aaku... pe... per... penah ke... kee... kerja... di... di...saana” jawab Hayati dengan susah payah.

“Kamu kenapa sih Mal? Kok jadi aneh gitu... kamu jadi gagap” Tisha terheran-heran ketika melihat tingkah aneh Hayati.

“Mungkin asistenmu ini grogi liat aku kali Yang... hehehe... yaudah kita makan malem yuk!!” sambung Wongso sambil menyerahkan sebuah kain putih dari sakunya kepada Hayati.

“Bu... buat... aa... apa?” tanya Hayati sambil kebingungan.

“Buat ngelapin darah yang keluar dari hidungmu Mal” jawab Wongso.

Sontak, Tisha langsung tertawa ketika melihat Hayati mimisan. Wongso pun ikut tertawa. Hayati baru menyadari kalau banyak darah keluar dari hidungnya. Dia langsung mengelap darah yang ada di lubang hidung dan mulutnya dengan sapu tangan milik Wongso yang sangat wangi dan halus. Wongso kembali pergi menuju dapur untuk menyajikan masakannya, sedangkan Tisha duduk disebelah Hayati sambil tetap menertawakannya.

“Kamu kenapa sih Mal? Pake mimisan segala... Gara-gara liat pacarku yah?” tanya Tisha.

“Iya Tish...”

“Ganteng yah?”

“Banget!!!... kamu beruntung banget bisa dapetin cowok kayak gitu”

“Hahahaha... makasih Mal, butuh usaha keras buat dapetin Wongso”

“Pastinya Tish... mantanku juga dulu adalah cowok terganteng di kampus”

“Siapa Mal? Barangkali aku tau”

“Rahasia dong! Hehehe”

“Yaelah...capek deh...Hmm... oh iya, sambil nunggu masakan siap, aku mau ngomong sesuatu sama kamu Mal”

“Ngomong apa?”

“Kamu tahu kan yayasan yang aku sebut tadi di mobil?”

“Yayasan Putri Nurhayati?”

“Iya Mal... kamu tau gak yayasan itu kayak gimana?”

“Gak tau”

“Jadi gini... Papi tiriku tuh punya semacam yayasan amal yang suka ngobatin orang-orang miiskin dengan gratis, beroperasinya itu setiap hari sabtu... Papi ku ini orangnya hampir sama kaya Steve, dia sederhana... dulu ketika Papi menikahi mamiku, dia mendirikan yayasan ini atas wasiat temennya yang kehilangan anaknya, namanya itu Putri Nurhayati... Papi mendedikasikann hidupnya untuk yayasan ini Mal, aku juga gak pernah dikasih tau temannya itu siapa dan sosok si Putri Nurhayati pun aku gak tau, Papi ngerahasiain semuanya dari keluarga, termasuk Mami dan Steve”

“Oalah... bapakmu hebat banget Tish, bisa punya yayasan amal, mulia banget”

“Iya Mal... bagus banget, tapi sekarang... sejak aku resmi jadi dokter umum... yayasan itu diserahin ke aku... katanya Papi udah capek ngurusin yayasan ini, dia pengen aku yang nerusin usaha amal ini Mal”

“Bagus dong!!... berarti kamu juga sama –sama mulianya dong karena udah ngejalanin yayasan ini”

“Hmmm... iya sih, tapi sekarang aku hampir gak bisa ngejalanin kegiatan yayasan ini mal”

“Lho kenapa?”

“Ya karena pasienku makin banyak Mal... aku ini kerja di tiga tempat sekaligus... ditambah yayasan, berati jadi empat... aku ngalamin keterbatasan Mal, makanya aku pengen minta tolong kamu”

“Tolongin apa?”

“Bantu aku ngejalanin yayasan ini yuk!! Gampang kok Mal, penyakit pasien disana ringan-ringan dan setiap sebulan sekali selalu ada sunat gratis”

“OkeTish... aku bisa kayaknya”

“Alhamdulillah... kalo gitu sabtu sekang kita bisa mulai yah Mal, soalnya jadwal sunatan masal... aku males banget kalo udah ada acara itu Mal... jijik banget, bikin aku Ilfil”

“Lha kenapa bisa males dan ilfil? Pesertanya kan anak-anak”

“Aku ilfil bukan sama yang disunatnya, tapi sama bapak-bapak yang nganter Mal, mereka itu genit-genit dan suka godain aku”

“Oalaaaah... jadi kamu gak suka digodain?”

“Iya... emang kamu suka digodain bapak-bapak?”

“Enggak juga sih, tapi aku kadang suka godain balik kalo mereka keterlaluan... aku bisa godain mereka sampe klepek-klepek hehehehe”

“Hiiih!! Kamu serem juga yah... kayak kunti”

“Aku emang dulunya kunti... hihihihihi”

“Apaaaaah!!... kamu kunti??”

“Errr... anu... errrr... maksudku aku... aku dulu pernah meranin jadi kunti pas pentas drama di sekolah... gitu lho Tish”

“Kirain kamu kunti lho Mal... syukur deh kalo gitu, soalnya aku takut banget sama kunti”

“Maafin aku Tish... hehe”

Wongso kemudian menghampiri mereka kembali untuk mengajak makan malam. Kali ini Tisha dan Hayati pun langsung mengikutinya. Hayati sangat terkesima dengan makanan yang disajikan diatas meja makan. Lidahnya pun secara tak sadar menjulur seperti anjing ketika melihat potongan ayam bakar yang disiram dengan madu.

Acara makan malam pun dimulai, Wongso mepersilakan Hayati untuk mengambil makanan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan tuan rumah kepada tamu. Akan tetapi Hayati membalas perlakuan sopan itu dengan tindakan yang sama sekali tak beradab. Dia langsung mengambil piring dan mengambil lima potong ayam sekaligus. Tanpa basa-basi, ia pun langsung melahapnya dengan sangat mengerikan. Tisha dan Wongso pun dibuat terkejut dan terheran-heran dengan tingkah laku Hayati yang sangat buas. Akhirnya mereka pun menertawakan Hayati.
.....................................................

HAYATI TELAH MEMASUKI KEHIDUPAN TISHA DAN IA JUGA BERKENALAN DENGAN WONGSO
APAKAH DIA AKAN BERTEMU KEMBALI DENGAN ASNAWI?..............................KITA REHATV SEJENAK PEMIRSAAAAAAH emoticon-Betty

Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 50 lainnya memberi reputasi
51 0
51
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
08-04-2020 12:44
BAGIAN 31
ASISTEN DOKTER


Suatu pagi, Hayati dan Miramareu seperti biasa tiba di klinik paling awal. Mereka langsung bekerja dengang membersihkan ruangan ruangan yang ada di klinik itu. Miramareu mengerjakan tugas membersihkan toilet dan membuang sampah, sedangkan Hayati membersihkan ruang tunggu pengunjung dan ruang praktek para dokter.

Hayati menggeserkan deretan kursi-kursi tunggu yang berderet untuk merapikannya kembali. Ia juga menyapu lantai yang terlihat sangat berdebu dengan hati-hati. Tak lupa masker dan sarung tangan selalu dipakainya untuk perlindungan diri dari berbagai kuman penyakit.

Tak lama berselang, ketika Hayati membersihkan kaca depan, tiba-tiba suasana halaman mendadak riuh. Sebuah kendaraan pick up datang dengan tergesa gesa menerobos taman. Kendaraan itu behenti tepat di depan pintu masuk. Seorang polisi dengan seragam yang lusuh dan dipenuhi darah keluar dari mobil. Ia berlari menghampiri Hayati yang tengah terkejut melihat kejadian itu.

“MBAK...MBAK...!!!!...TOLONG BUKA PINTUNYA!!!” teriak polisi.

Hayati berlari menuju ruangan pantry untuk membawa kunci yang . Tak lama , dia pun kembali dengan membawa rangkaian kunci yang terikat oleh kawat. Hayati membuka pintu utama, polisi itu langsung membukanya lebar-lebar.

“ada apa ini pak?” tanya Hayati yang kebingungan.

“tolong saya mbak...saya ini membawa korban kecelakaan...ada lakalantas di jalan tol..tabrakan beruntun...saya bawa 10 orang kesini karena saya liat klinik ini paling dekat sama TKP..mereka semuanya lagi sekarat”

“Tapi pak...kliniknya belum buka...para dokternya juga gak ada”

“kalo gitu segera panggil dokternya...!!”

“Tapi...tapi.....”

“UDAH JANGAN TAPI TAPIAN...KAMU PUNYA NOMER DOKTER DISINI KAN....CEPET PANGGIL!!”

“i...ii...iiya pak.....”

Hayati langsung berlari menuju pantry untuk mencari Miramareu. Akan tetapi, ia tak ada disana. Hayati kemudian berlari menyusuri ruangan periksa sampai akhirnya dia menemukan Miramareu di ruangan instalasi limbah.

“MIRAAA....MIRAAAA!!!”

“ada apa Mal...kok tereak-tereak?”

“itu..itu ada yang kecelakaan....banyak banget...ada pak polisi juga....dia pengen aku nelepon dokter yang ada disini”

“APAAAAHH!!...JADI DI DEPAN LAGI BANYAK ORANG”

“iya Mir...ada kecelakaan parah di jalan tol...korbannya pada dibawa kesini karena ini adalah klinik terdekat...duh gimana yah..aku gak tau nomer dokter disini”

“aku tau rumah dokter Tisha......aku mau jemput dia sekarang...gak jauh kok dari sini”

“baiklah kalo gitu....aku mau nelepon dia terus menjemputnya”

“sebaiknya kamu cepet Mir...aku takut mereka mati”

“kamu urus aja mereka dulu Mal...bukannya kamu dokter?”

“iya tapi...aku kan cuman petugas cleaning service..aku gak berwenang merawat pasien”

“kamu harus bisa Mal....selagi nunggu..kamu bisa nolongin mereka dulu”

Miramareu berlari menuju tempat parkir untuk menjemput dokter Tisha dengan motornya, sedangkan Hayati kembali menuju ruang tunggu di lobby depan. Ketika Hayati kembali tiba, beberapa pasien telah dibaringkan diatas lantai oleh polisi dan beberapa orang yang membantunya. Warga sekitar klinik pun tampak tumah mengerumuni bangunan klinik karena penasaran dengan keadaan yang sedang terjadi.

Kondisi korban sangat mengenaskan, mayoritas mereka mengalami luka patah tulang. Darah mereka pun bercucuran membasahi lantai yang baru saja dibersihkan oleh Hayati. terdenga suara tangis dan teriakan kesakitan yang dikeluarkan para korban. Hayati terdiam ketika melihat suasana itu, seakan akan tubuhnya membatu hinggak akhirnya dia disadarkan oleh polisi.

“gimana??....dokternya udah dipanggil?”

“u..udah...udah..udah pak...sekarang lagi dijemput sama temen saya”

“syukurlah kalo gitu....sekarang kamu bantu saya menerunkan korban lainnya dari mobil kesini”

“iya pak.....”

Polisi dengan Hayati mengangkat beberapa korban yang masih berada diatas mobil pick up. Darah pun bercucuran deras dari tubuh para korban hingga membentuk anak sungai. Hayati memandang ngeri korban-korban itu, apalagi ada salah seorang korban yang sudah tak sadarkan diri karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

Hayati mulai berpikir keras dengan apa yang harus dilakukannya untuk menolong para korban kecelakaan itu. Di otaknya terngiang suara Miramareu yang menyuruhnya untuk segeara menolong mereka. “kamu harus nolongin mereka Mal....kamu itu dokter” suara itu terus bergaun dalam gendang telinganya seolah Miramareu berada disebelahnya. Akhirnya Hayati tersadar ketika polisi kembali memanggil dirinya karena ada korban yang histeris. Hayati pun dengan cepat menghampiri mereka.

“pak...saya liat keradaan mereka semakin gawat...”

“iya mbak....??”

“panggil saya Hayati....nama saya Hayati”

“iya Hayati...eee...apakah dokternya masih lama?”

“saya gak tau pak...karena temen saya yang tau rumah dokter Tisha...rumahnya paling dekat sama klinik ini”

“waduh...bisa bisa terlambat ini...mereka bakalan mati kalo begini”

“tapi saya bisa nolongin mereka pak”

“APAAAAAHHH...JANGAN BERCANDA KAMU?”

“anu pak...sebenernya saya pernah kuliah kedokteran dulu..tapi karena karena gak ada biaya..saya gak namatin sekolahnya...tapi kalo pertolongan pertama saya bisa menangani mereka”

“wah..beneran nih.....kamu bisa nolongin mereka”

“asal bapak bantu saya”

“okeh..okeh...saya akan bantuin kamu”

Hayati mendapat kepercayaan penuh dari petugas polisi itu utuk menolong para korban kecelakaan. Ia kemudian berlari menuju gudang peralatan kesehatan dan obat obatan yang berada dalam klinik untuk membawa peralatan medis. Polisi membantu Hayati dengan membantu memegangi korban agar bisa ditindak.

Hayati menghadapi korban yang mengalami patah tulang kering. Tulangnya tampak menonhol keluar dengan merobek daging bertisnya. Polisi membantu menekan luka untuk menyeka darah agar berhenti mengalir.

“pak.....tulang korban ini harus saya sambungkan kembali...ini pasti bakalan sakit...bapak tahan si korban yah sementara saya mau menyambungkannya”

“okeh Hayati....cepet!!”

Hayati meraba raba bagian yang patah tulang. Dalam hitungan ketiga, dengan cepat ia menekan tulang yang patah hingga kembali menyatu. Teriakan korban menggema memenuhi sudut ruangan yang penuh dengan riuh. Hayati dengan cepat membebat kaki korban dengan pembalut agar tulang tetap menyambung.

Satu persatu korban ditangani Hayati dengan baik. Ia mengobati mereka dengan telaten. Seragam cleaning service yang dipakainya tampak kotor dengan noda darah, tapi hal itu tidak menyurutkan tekad Hayati.

Tiga puluh menit kemudian, Miramareu dan Tisha tiba di klinik. Mereka berdua terkejut dengan apa yang dilakukan Hayati terhadap para korban, terutama Tisha yang masih mengenakan baju tidurya yang seksi.

“MALAAAA!!....APA YANG KAMU LAKUKAN?” tanya Tisha yang melangkahkan kakinya diantara para korban yang terbaring di lantai.

“saya menolong mereka dok...kalo mau marah nanti aja...sekarang dokter tolongi para korban dulu” sahut Hayati dengan tatapan tajamnya.

Tisha pun terhenyak dengan jawaban Hayati yang menohok. Akhirnya ia pun menolong para korban yang masih belum tertangani. Tak lupa, Tisha mengenakan sarung karet beserta masker sebagai persiapan pertolongan. Selama satu jam, baik Hayati maupun Tisha menangani para korban kecelakaan dengan dibantu oleh polisi dan Miramareu. Kerumunan warga sekitar klinik semakin membeludak. Mereka penasaran dengan nasib para korban.

Setelah selesai, Tisha menghubungi ambulans dari rumah sakit untuk membawa para korban agar mendapat perawatan yang lebih intensif. Hayati tampak kelelahan, ia terduduk lesu di depan para korban yang berhasil ia selamatkan. Dengan baju yang tampak lusuh dan kotor, Hayati mengatur napasnya agar tetap sadar. Tisha pun menghampiri Hayati, lalu dia memeluknya dengan erat.

“Mal...makasih yah udah nolongin mereka...kalo gak ada kamu, mereka pasti udah pada mati”

“iya dok...sama sama...saya cuman ngelakuin apayang bisa saya lakuin”

“kamu tau gak?...tadi pas Mira jemput aku di rumah...aku shock banget lho...dia bilang kalo kamu akan nolongin mereka...aku sempet marah sama Mira karena nyuruh kamu nolongin...tapi...dia bilang kalo kamu itu dokter”

“huh dasar Mira...saya bukan dokter...tapi pernah kuliah kedokteran dulu”

“APAAAAHHH!!...KAMU ANAK KEDOKTERAN?”

“iya dok...saya pernah kuliah bahkan udah sempat lulus...tapi saya gak nerusin KO-AS”

“kenapa?”

“bapak saya meninggal dok...jadi saya gak punya biaya lagi buat nerusin”

“maafin aku Mal...aku prihatin”

“makasih dok...”

“terus kamu sekarang jadi cleaning service gitu?”

“iya dok...saya kerja serabutan yang penting bisa dapet uang...dan kebetulan saya diajak kerja disini sama Mira”

“baiklah kalo begitu...mulai sekarang kamu gak boleh kerja jadi cleaning service lagi!!!”

“APAAHH!!...JADI SAYA DIPECAT DOK??”

“iya kamu dipecat!!....tapi kamu akan kerja sama aku”

“maksud dokter apa?”

“Mala...mulai besok kamu akan kerja sebagai asistenku...”

“BENERAN DOK?”

“iya Mal...kamu kan udah menguasai ilmu kedokteran, jadi kamu bisa menangani beberapa pekerjaanku...soalnya aku sibuk banget...selain kerja disini, aku juga kerja di Rumah sakit terus kada ngisi kuliah..dan tiap 2 minggu sekali...aku kerja sosial di yayasan...jadi...apa kamu mau nerima tawaranku?”

“mau...mau ....mau dok...makasih banget..huhu” ungkap hayati sambil memeluk kembali Tisha.

Hayati terharu dengan tawaran yang diberikan oleh Tisha. Kebahagiaan mengalir deras dalam tubuhnya. Untuk pertama kalinya ia mendapat pekerjaan yang sesuai denga apa yang diinginkannya yakni mengobati orang-orang yang sakit.

Tak lama berselang ambulans pun datang, Hayati bersama Tisha membantu polisi dan petugas lainnya mengangkut para korban menuju ambulans. Orang-orang disekitar juga ikut membantu mereka dalam menggamankan para korban. Setelah itu mereka juga membantu membersihkan kembali ruangan lobby klinik yang kacau dan berantakan akibat dari peristiwa itu.

Hari itu adalah hari yang sangat berkesan dalam kehidupan Hayati. dia mengalami banyak hal luar biasa mulai dari adanya para korban kecelakaan yang membuat dirinya menjadi dokter dadakan hingga diangkat jadi asisten oleh Tisha. Selain itu Hayati juga mendapat penghargaan dari pihak kepolisian karena tindakannya yang sangat heroik telah menyelamatkan banyak nyawa.

.........................................

APAKAH HAYATI AKAN SEMAKIN DEKAT DENGAN ASNAWI SETELAH MENERIMA TAWARAN DARI TISHA UNTUK MENJADI ASISTEN?
APAKAH HAYATI MENYADARI BAHWA SELAMA INI DIA BEGITU DEKAT DENGAN ASNAWI?
APAKAH HAYATI AKAN MANDI SETELAH TUBUHNYA KOTOR AKIBAT MENOLONG PARA KORBAN?

KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAH.......SEMOGA BADAI INI CEPAT BERLALU...emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
coeloet dan 50 lainnya memberi reputasi
51 0
51
Lihat 18 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 18 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-01-2020 16:18
BAGIAN 29
PERJANJIAN BARU
part 3



“yeah...dia di Curug Dago...tempat dimana aku mutusin dia dulu dan disana adalah tempat bersemayam....malem itu aku berusaha ngomong sama dia...kalo akutu cinta sama dia....aku sampe ahirnya nyeritan apa yang terjadi selama ini sama Asnawi....”

“terus...apa reaksi Asnawi?”

“ya dia jadi berbalik....yang semula benci sama aku, jadi cinta...begitupun aku Tami....perasaan kita berdua malam itu kembali bersemi....dan kita pun saling mencurahkan kasih sayang di dalam mobilku”

“maksud mbak...kalian bercinta dalam mobil?”

“iya Tami....kita janji akan saling sayang tapi tanpa harus berpacaran...dan dia juga janji akan nolongin aku biar lepas dari semua kutukan ini”

“hmmmm ............jadi siluman itu ngambil Asnawi?....kenapa kamu gak beladiri mbak? Bukannya mbak punya pedang saktinya mbak kunti?”

“dia ngambil jiwa Asnawi nya senyap Tami!!....waktu aku lagi tidur...pas bangun tiba tiba mayatnya udah ngegantung di pohon”

“licik banget tuh mbak!......tapi apa mbak bisa ngebalikin Asnawi lagi nggak?”

“itu yang lagi aku usahain sekarang Tami....udah 4 hari aku nyari berbagai cara buat ngebalikin dia, but nothing!!..........bahkan aku juga udah ngehubungin saudara-saudaraku di Amerika tapi tetep gak ada solusi”

“apa kamu punya rencana mbak?”

“iya....aku tadi dapet ide cemerlang ketika ibumu nelpon Asnawi....makanya aku manggil kamu sekarang disini.....aku pengen kamu nganter aku sama setan yang bisa manggil siluman...apa kamu punya temen setan lainnya?”

Utami terdiam, dia lalu berjalan mendekat bathub yang dipenuhi es. Utami pun duduk di tepiannya, kemudian mengelus kepala Asnawi yang terlihat membiru. “aku punya temen namanya Ratih....dia kuntilanak sama kayak Hayati....dia pasti bisa ngasih solusi”

“okay kalo gitu....apa kamu bisa nganter aku ke tempat dia?”

“bisa mbak Casey.....sebaiknya kita bergerak cepat, karena Asnawi udah mulai membusuk mbak...aku takut dia mati selamanya”

“ayo kita pergi sekarang!!”

Cascade bergegas menuju mobilnya yang berada halaman villa. Mang ujang ditugasi oleh Cascade untuk terus menambahkan es pada bathub supaya tetap menjaga jasad Asnawi tetap awet.

Perjalanan pun dimulai, Utami masuk kedalam mobil dengan menembusnya. Cascade sangat tergesa gesa dalam menjalankan Land Rovernya. Dia tidak sabar ingin segera menyelamatkan Asnawi. waktu tempuh dari villa menuju rumah Ratih sangat lama, sekitar 3 jam. Padahal waktu itu jam menunjukkan pukul 8 malam, kondisi lalu lintas cenderung sepi.

Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah tua yang tampak terbengkalai dan mengerikan. Cascade memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Kondisi rumah sangat gelap, Cascade harus menggunakan lampu senter untuk membantunya menerangi jalan masuk. mereka kemudian berjalan secara perlahan ke halaman rumah tua itu. Cascade sangat takjub dengan keadaan rumah Ratih yang terlihat sangat mewah dan bersih dari sudut pandang mata indigonya. Dia memuji selera Ratih yang sangat perfectionist dalam memilik rumah.

Ketika tiba di beranda rumah, Utami mengetuk pintu. Tak lama berselang pintu pun terbuka dan nampaklah sosok Ratih. Dia tampak menggendong sesosok bayi berkepala besar dengan rambut panjang yang terurai sampai menyentuh lantai. Wajah bayi itu ditutupinya dengan kain putih. Ratih menggunakan sehelai kain samping batik untuk menggendong bayi .

“malem mbak Ratih...lama aku tak jumpa!” sapa Utami.

“ehhh..ada Tami....hehehe....apa kabar? Udah lama banget yah kamu gak kesini” jawab Ratih dengan senyum ramahnya.

“iya mbak....heheh...ngomong-ngomong mbak udah punya bayi?”

“hmmm.....iya ini anakku”

“wah...boleh aku liat mbak....pengen gendong hehe” Utami menjulurkan tangannya kearah bayi itu, namun secepat kilat Ratih langsung menepis tangan Utami.

“kenapa mbak!!” Utami terkejut.

“kamu gak boleh pegang anakku...sangat berbahaya!” jawab Ratih dengan ekspresi tegang.

“bahaya kenapa?” tanya Utami bingung.

“beracun Tami!!...kamu bisa mati!!”

“gak masalah kalo gitu mbak...aku kan udah mati”

“yaelaahh...maksudku kamu bakalan hilang dari dunia ini Tami!!!!.......”

“hiiiiihhh!!....amit amit mbak kalo gitu mah”

“iya makanya!!.....eh.....siapa orang yang ada disebelahmu?...apa dia bisa liat kita?”

“oh..iya ....kenalin nih mbak...orang ini namanya Cascade...dia punya indera ke 6 “

Ratih kemudia menyapa Cascade sambil engajaknya bersalaman. Akan tetapi ketika tengan mereka bersentuhan dan Ratih melihat ada tato segitiga dikedua tangan Cascade, tiba tiba Ratih berubah menjadi serius dan memandangi Cascade dengan tajam.

“apa kamu seorang pemburu setan?” tanya Ratih ketus.

“yeah...aku adalah seorang pemburu setan” jawab Cascade dengan tenang.

“TAMIIII!!....kenapa kamu bawa orang kayak gini kerumah ku?....bahaya banget!!” Ratih tiba tiba membentak Utami, namun Cascade segera mendinginkan suasan dengan berlutut dihadapan Ratih.
“aku memang pemburu setan...tapi kali ini aku tidak akan memburu siapapun....aku adalah teman Utami....aku juga teman Hayati.......teman Utami dan Hayati adalah taman ku juga...aku mohon sama kamu untuk bisa menerima keberadaanku disini”

Ratih terdiam, dia berusaha memahami apa yang dilakukan oleh Cascade. Raut wajahnya tampak sangat tegang. “baiklah...aku bisa menerimamu di rumah ini...tapi kamu jangan berani macam macam sama kita!......gini-gini aku udah membunuh puluhan orang seperti kalian ketika meencoba untuk melenyapkanku dari dunia ini!”

“yes..ma’am...eh I mean...baik mbak Ratih...aku tidak akan macam macam....aku sangat menghormatimu”

“aku pegang omonganmu...ayo kita masuk!”

Ratih mengajak Utami dan Cascade untuk memasuki rumahnya yang sangat gelap. Cascade tampak berpegangan kepada Utami karena tidak bisa melihat di kegelapan. Senter milik Cascade mendadak padam dan tidak berfungsi. Utami mengajak Cascade untuk duduk di ruang tamu. Ratih mulai menyalakan cahay lilin untuk menerangi ruangan. Cascade akhirnya bisa melihat wajah Ratih dengan jelas ketika memantulkan cahaya. Ratih duduk di sofa yang langsung berhadapan dengan Cascade.
“kalian mau apa datang kesini?” tanya Ratih kepada Utami dan Cascade.

“hmmm...maaf sebelumnya..mbak Casey ini...eeehhh...jadi dia itu...eeehh..temen.....” Utami memulai pembicaraan dengan sangat grogi.

“aku kesini pengen minta pertolonganmu untuk memanggil siluman kerbau datang kesini!....” tiba tiba Cascade memotong pembicaraan Utami.

“apa tujuan kau mendatangkan siluman kerbau?” tanya Ratih.

“aku ingin menolong Asnawi....”

“APAAAAH!!.....KAMU MAU MENOLONG ASNAWI?....ORANG YANG UDAH MELENYAPKAN SAHABATKU BENDORO...!!!!” Ratih terkejut ketika mendengar nama Asnawi.

“iya.......Asnawi sekarang jiwanya diambil oleh siluman kerbau...aku akan berusaha untuk mengembalikan jiwanya kembali ke tubuhnya”

“KALO BEGITU AKU TIDAK BISA MEMBANTU....” Ratih langsung beranjak dari tempat duduknya lalu pergi menuju kamar. tiba tiba Cascade mencabut pistol dari celananya dan langsung menembak ke arah Ratih. Ratih dengan terkejut langsung menghindari arah tembakan Cascade, kemudian dia mencabut goloknya dari belahan dada dan menyerang Cascade sampai terpelanting.

Cascade tersungkur diatas lantai, Ratih dengan cepat menindih tubuh Cascade yang terlentang diatas lantai sambil menempelkan ujung goloknya yang sangat tajam ke leher.

“berani-beraninya kamu mau menembakku dari belakang!!.....kalo gitu aku akan membunuhmu sekarang!” ancam Ratih.

“bunuhlah aku sekarang juga!!!.......CEPAAAAATTTT!!!!” tantang Cascade dengan air mata berlinang dan napas tidak beraturan.

Utami terlihat sangat panik melihat keadaan yang terjadi. Dia seakan akan membatu dan tidak bisa melakukan apa apa. Bahkan untuk bersuara pun terasa sangat sulit.

“AYO CEPAT BUNUH AKUUUUUUU!!!” teriak Cascade dengan lantang.

Melihat ketguhan Cascade yang menantang dan airmatanya yang terus berlinang, Ratih mulai melunak. Dia melepaskan goloknya dan kemudian berdiri kembali dari atas tubuh Cascade. Dia kembali menyimpan goloknya kedalam belahan dadanya dan memunggungi Cascade. Utami dengan cepat menghampiri Cascade untuk menolongnya dan membantunya berdiri kembali.

“kenapa kau tak jadi membunuhku?” tanya Cascade.

“nyawamu sama sekali tak berharga buatku, jadi buat apa aku membunuhmu” jawab Ratih sambil pergi menjauhi Cascade, lalu menembus dinding untuk memasuki kamarnya.

“dia pergi kamana Tami?” tanya Cascade bingung.

“kayaknya dia gak mau menolongmu mbak.....” jawab Utami.

“tapi kenapa?”

“ya mungkin dia masih punya dendam sama Asnawi karena udah melenyapkan Bendoro”

“emang dia itu siapanya Bendoro?”

“dia sahabat terbaiknya mbak...Ratih dan Bendoro sudah bersahabat sejak mereka masih hidup...dan sampai sekarang ketika mereka berdua mati dan berubah jadi kuntilanak”
“hmmmmm...jadi gimana selanjutnya?”

“maafin aku mbak...kayaknya kita gagal....kita harus mengikhlaskan Asnawi”

“NO WAY!!!.....I CANT DO THAT!!” Cascade membentak Utami.

“begitu juga aku mbak...aku juga sedih ditinggal Asnawi...dia adalah sahabat terbaikku” ujar Utami.

Ketika Cascade dan Utami saling mangasihi dan meratapi nasib Asnawi di dalam ruang tamu, Ratih tangah berada dalam kamarnya sambil mengelus bayinya. Dia tampak berpikir sangat keras atas keputusannya beberapa saat lalu. Tiba tiba bayi itu mengeluarkan tangan mungilnya dari balik kain putih yang menutupinya. Tangan mungil itu menarik-narik rambut Ratih. Dia tampak ingin berbicara sesuatu kepada Ratih. Ratih pun menurutinya, dia mendekatkan telinganya ke mendekati bayi itu, lalu mendengar bisikannya.

Cascade dan Utami pun perlahan mulai mencoba tegar dan tabah dalam menerima keputusan Ratih. Mereka beranjak untuk pulang, namun tiba tiba Ratih kembali muncul dari balik dinding dan mengehentikan mereka.

“stop!!...kalian jangan pergi dulu” kata Ratih. Dia kemudian mengeluarkan sebuah kantung yang terbuat dari kain dari pelahan dadanya. Dia lalu melemparkan kantung itu kepada Cascade.

“kantung apa ini?”

“itu adalah bahan bahan untuk memanggil siluman....kamu tinggal memasukannya kedalam cawan terus mengalirinya dengan darah dan minya terus kamu bakar...maka siluman yang kau maksud akan datang”

Cascade sangat senang bukan kepalang ketika Ratih memberikannya cara untuk memanggil siluman. Cascade dengan terharu mengucapkan terima kasih kepada Ratih karena mau menolongnya. Dia pun berjanji akan mencari cara untuk mengeluarkan Bendoro dari alam perantara yang telah mengurungnya.
...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 50 lainnya memberi reputasi
51 0
51
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
20-09-2020 08:40
BAGIAN 33
KOKI TERKENAL
part 3


Sambil menunggu tim mempersiapkan proses syuting acara memasak, Bi Asih dirias dan didandani oleh make up artist di sebuah ruangan yang ditentukan sebelumnya. Asnawi tidak boleh mengikuti ke dalam ruang rias itu, ia terpaksa menunggu diluar bersama Anggariti. Suasana canggung kembali melanda hatinya. Asnawi seakan tak sanggup untuk sekadar mentap wanita aneh itu. Gunung es pun tumbuh menjulang diantara keduanya sehingga membuat kaeadaan semakin dingin.

Anggariti mulai mencoba meruntuhkan gunung es dengan menawari Asnawi secangkir kopi kepada Asnawi. Ia dengan senyum ramahnya mencoba untuk membuka obrolan sambil mengeluarkan sebuah ekor berbulu dari dalam roknya hingga menyembul keluar. Asnawi terkaget-kaget dengan hal itu. Ternyata dibalik rok besar yang dipakainya, terdapat sebuah ekor besar yang berbulu lebat.

"Duh... gerah banget nih, ekorku sampe keringetan gini" gerutu Anggariti.

"Maaf... apa itu ekor palsu?" tanya Asnawi.

"Yaiyalah Wi... masa ekor asli, emang menurutmu gimana?"

"Kulihat ekor ini kayak asli, soalnya bisa gerak gerak sendiri"

"Hmmm... ini ekor mahal Wi, aku sengaja beli dari Jepang langsung, ekor ini ada robotnya jadi bisa digerakin sama aku... mau pegang?"

"Aku percaya kok... Teh... hehehe gak usah megang"

"Jangan panggil Teteh dong!! Riti aja!!"

"Iya maafin aku Riti"

"Ayok dong pegang Wi!!"

"Enggak Rit, gak usah"

Anggariti memegang tangan Asnawi, lalu dia memaksanya untuk memegang ekor miliknya. Asnawi merasakan kelembutan bulu-bulu ekor Anggariti ketika memegangnya. Selain itu, ekor itu juga menyerbakkan wawangian bunga.

"Gimana? Canggih banget kan ekorku?"

"Iya Rit... bulu-bulunya halus banget, terus wangi lagi"

"Ini mahal banget lah Wi, sekitar 50 jutaan"

"Buseeeet!! Mahal amat!!... tapi... tapi... itu masangin di tubuhnya gimana?"

"Ada semcam sabuk yang dililitin di bokong aku Wi"

"Ooh... aku kira, maaf ekor itu..."

"Ditusukin ke lobang pantat gitu?... ya enggak lah Wi, sakit banget tuh... hahahaha"

Asnawi ikut tertawa ketika Anaggariti melontarkan candaan tentang ekor. Suasana canggung pun kini menghilang, gunung es yang menjulang tinggi telah mencair. Asnawi mulai merasa nyaman mengobrol bersama Anggariti.

"Nawi..."

"Iya.."

"Kamu kok bisa pacaran sama Mama Jaenal, gimana ceritanya tuh?" tanya Anggariti penasaran.

"Ceritanya panjang Rit... kenapa kamu pengen tau?" balas Asnawi.

"Aku penasarn aja, kenapa seleb terkenal kayak Mama Jaenal bisa pacaran sama brondong kayak kamu... hehehehe... jangan tersinggung yah!"

"Gak apa apa kok, aku gak tersinggung... mungkin udah takdir kali aku pacaran sama Bi Asih"

"Bi Asih?? Kamu manggil Mama Jaenal Bibi?"

"Anggap aja itu panggilan sayang dariku... ngomong-ngomong kenapa kamu kepo banget sama aku?"

"Hmmm... Mama Jaenal sama aku memilik persamaan yaitu sama sama janda yang ditinggal mati suami... makanya aku pengen tau cara dia bisa dapetin pacar kayak kamu"

"Aduh... hehehehe... kita baru kenal nih, tapi kamu udah mau tau semuanya tentang aku yah"

"Yaudah ikut aku!!"

Anggariti mengajak Asnawi pergi keluar cafe. Ia menarik tangan Asnawi untuk mengikuti langkahnya. Asnawi menuruti begitu saja ajakan wanita itu. Tangannya sangat halus bagaikan kain sutra, hal ini membuat Asnawi terbuai dengan pesonanya.

Ia mengajak untuk duduk di sebuah bangku panjang yang tebuat dari kau jati. Bangku itu menghadap ke sebuah lembah yang ditumbuhi pepohonan yang lebat. Di dasar lembah itu terdapat sungai kecil yang selalu menghasilkan suara deru aliran air yang membuat suasana hati menjadi tenang.

"Aku sengaja ngajak kamu kesini biara suasana ngobrol kita tenang... soalnya didalem tadi udah pada rame banyak orang... sekarang aku pengen tau cerita kamu bisa jadi pacar Mama Jaenal"

"Okeh... aku mau cerita, tapi aku juga pengen tau cerita kamu... tadi kamu bilang kalo kamu tuh senasib sama Bi Asih... maksudnya gimana?"

"Baiklah... aku janji mau nyeritain kisahku, ini pertama kalinya aku cerita tentang kisah hidupku sama orang asing"

Asnawi menarik napas panjang, lalu ia menceritakan semua kisah tentang pertemuan pertamanya dengan Bi Asih kepada Anggariti.

"Bi Asih adalah pembantu yang bekerja di rumah pacarku dulu... waktu itu, umurku baru 16 tahun sedangkan dia udah 25 tahun, dia baru nikah sama suaminya tapi belum dikaruniai anak"

"Gak mungkin!! Masa Mama Jaenal Pembantu? Bukannya ia lulusan luar negeri?"

"Bi Asih bukan pembantu biasa... dia adalah pengurus rumah tangga, dia mngatur segala kebutuhan rumah, orang tua pacarku tuh dulu orang kaya... mungkin dia adalah orang terkaya di pulau ini... aku juga gak tau kekayaannya kayak gimana, yang aku tau dia mempekerjakan Bi Asih dan menggajinya dengan fantastis"

"Wow... orang tua pacarmu hebat banget... terus kenapa sekarang kamu malah pacaran sama pembantunya?"

"Suatu hari, ketika aku kelas XI SMA... suami Bi Asih meninggal gara-gara kecelakaan... waktu itu dia lagi hamil tua, dia sangat shock denger kabar itu, pas lahiran pun dia cuman ditemenin sama aku dan pacarku... aku mulai deket sama dia semenjak itu... kita pun sampe terlibat hubungan gelap"

"Apaaaaa!!! Jadi kamu selingkuh sama Mama Jaenal?"

"Ya begitulah... tapi aku keburu putus sama pacarku dulu... jadi secara teknis, aku gak selingkuh"

"Yeeee!! sama aja kali!! apa mungkin kamu putus gara-gara selingkuh sama Mama Jaenal?"

"Enggak-enggak!! Aku udah single... lagian aku diputusin sama pacarku dengan alasan gak jelas, terus kita masih berhubungan baik... bahkan kemarn kami sempet balikan sampe akhirnya kita pisah lagi karena pacarku pergi ke Perancis untuk lanjut sekolah"

"Hmmm... terus kamu jadian sama Mama Jaenal?"

"Iya betul... aku jadian sama dia"

"Okeh... menarik juga ceritamu"

"Iya begitulah... sekarang giliranmu cerita!"

"Baiklah... tadi kamu penasaran dengan kesamaan aku sama Mama Jaenal?"

"Iya"

"Persamaan kita sama sama ditinggal mati suami di saat-saat butuh kasih sayang dari mereka... kalo tadi kamu bilang Mama Jaenal ditinggal mati ketika hamil tua, nah! kalo aku ditinggal mati sama suami ketika baru ngelahirin anak"

Asnawi mengeryitkan dahi sambil memandang serius Anggariti. Ia sangat tertarik dengan kisah hidup wanita yang baru dikenalnya itu.

"Maaf... apa suamimu meninggal karena kecelakaan juga?"

"Bukan Wi, suamiku mati dibunuh"

"APAAAAAH!! siapa yang ngelakuin hal keji itu?"

"Ayahku sendiri Wi... suamiku mati dipenggal sama ayahku karena dia emang gak menyetejui pernikahan kami"

Asnawi shock mendengar penjelasan Anggariti. Bibirnya bergetar dan matanya berkaca-kaca, ia terbawa emosi dengan kabar itu.

"Apa ayahmu ditangkep polisi?"

"Enggak Wi... ayahku sangat berkuasa, dia kebal hukum"

"Gak ada yang bisa kebal hukum di negeri ini Rit!! semua orang sama dimata hukum"

"Enggak Nawi... sebenernya ayahku tuh adalah Raja, dialah yang memegang hukum"

"KAMU BERCANDA YAH?? MANA ADA KERAJAAN DISINI? NYESEL AKU NANGGEPIN SERIUS TADI" bentak Asnawi.

"AKU SERIUS WI!!!!" bentak balik Anggariti dengan mata yang melotot. Asnawi pun langsung ciut, dia sangat ketakutan dengan aura yang dikeluarkan Anggariti.

"Baiklah... maafin aku, aku... aku... gak bermaksud... nyinggung kamu... tapi di sini udah gak ada kerajaan lagi, paling cuman Yogya dan Solo yang masih nyisa"

"Nawi!! banyak hal yang kamu gak ketahui tentang negeri ini, sebenernya banyak banget kerajaan yang tersembunyi dan memeilih untuk gak diketahui orang, salah satunya adalah kerajaan tempat dimana aku lahir... kerajaan itu bernama Puncak Hamerang... dan asal kamu tahu, aku lah sekarang yang menjadi Ratu di kerajaan itu, aku menggantikan ayahku yang memilih pensiun jadi Raja"

"Hmmmm... aku berusaha percaya sama kamu, tapi kerajaanmu wilayahnya dimana?"

"Kerajaanku di atas sebuah gunung di wilayah selatan pulau ini, kerajaanku ini bener bener tersembunyi... Akulah satu satunya orang yang bisa mendapat akses keluar dari wilayah kerajaan itu, aku pengen menuntut ilmu yang tinggi diluaran sama... aku kuliah di kota ini, selama itulah aku mulai mengenal dan berteman sama orang orang yang ada disekitarku... termasuk orang yang aku sukai... ya... dia cowok ganteng yang baik hati"

"Terus gimana suamimu bisa dibunuh?"

"Awalanya aku sama suamiku cuman berhubungan bisnis, tapi lama-lama kita saling mencintai... aku tahu banget kalo hal ini bakalan gak disetujuin orang tuaku, terutama ayahku, di Kerajaan ada aturan untuk dilarang menikah sama orang luar kerajaan... akhirnya aku nikah sembunyi-sembunyi, setahun kemudian kita dikarunai anak... tapi entah apa yang terjadi, mungkin ada mata-mata kerajaan yang mengetajui kehidupanku disini, hingga suatu malam aku dan suamiku di darengin sama ayahku ke rumah... ia murka karena tahu selama ini aku nikah sama orang luar dan punya anak... ayahku langsung menyerang suamiku... ia hendak membunuhnya... tak hanya itu, ia juga mau bunuh Angga, aku pun akhirnya bertarung sama ayahku sendiri, suami dan anakku di amankan sama adik perempuanku... aku pun kalah sama ayahku, aku terus dibawa pulang... aku disiksa, dipenjara dan dicuci otak... sampe akhirnya aku lupa akan keluargaku... selama itu aku cuma berharap suami dan anakku selamat... tapi takdir berkata lain, suamiku dibunuh dengan kejam... waktu itu aku gak tau keberadaan Angga, kukira dia juga terbunuh tapi ternyata selama ini adikku berhasil menyembunyikannya di sebuah panti asuhan"

Anggariti tak kuasa menitikan air matanya ketika itu. Asnawi merasa simpati kepada Anggariti walaupun ia tak mempercayai seratus persen ceritanya. Asnawi masih menganggap kalau Anggariti hanya mengarang cerita tentang kerajaan dan terbunuhnya suami. Masa iya ada kerajaan tersembunyi di Indonesia? Terus kenapa ada ayah yang kejam dan tega membunuh menantunya? Kalo terjadi pembununan, kenapa hal ini tidak diketahui kepolisian? Pertanyaan itu muncul di otaknya.

Asnawi memberikan dua helai tisue kepada Anggariti untuk mengjapus air matanya. Meskipun tak percaya, tapi Asnawi melihat kesedihan Anggariti sangatlah nyata.

"Sudahlah Rit! Kamu jangan sedih! Semoga arwah suamimu tenang di alam baka dan kamu bahagia karena udah kembali bersama Angga"

"Makasih Nawi!! Aku sekarang seneng banget karena udah ketemu anakku lagi... kali ini aku bersumpah akan selalu melindungi anakku dari gangguan siapapun... akan kubunuh jaika ada yang mau nyakitin anakku"

"Whoa... whoa... kamu jangan maen bunuh atuh Rit!! Entar kamu ditangkep polisi"

"Tapi aku gak mau kehilangan anakku lagi"

"Aku ngerti Rit... tapi kamu jangan sampe segitunya, aku juga siap melindungi Angga... aku gak mau kamu sampe berurusan sama polisi"

"Apakah kamu serius?"

"Iya Riti... aku serius!!"

"Mmmmm... makasih banget Nawi, walaupun aku baru mengenalmu, tapi aku ngerasa udah deket sama kamu... kamu baik banget Asnawi"

"Udah kewajiban sesama manusia saling bantu"

"Iya Wi... betul banget"

Ketika mereka tengah asyikc berbincang ditengah desiran angi yang berhembus dari lembah yang berada dihadapan mereka, tiba-tiba Jaenal dan Angga menghampiri. Mereka sangat senang melihat kehadiran Asnawi disana dan langsung mengajaknya untuk bermain. Asnawi sangat dekat dan akrab dengan anak-anak itu, sehingga Anggariti pun merasa senang melihatnya.

Sore pun akhirnya tiba, acara pertemuan itu pun akhirnya berakhir. Mereka kembali ke rumah masing-masing setelah Bi Asih menyelesaikan syuting. Mereka pun saling berpamitan di tempst parkir cafe. Aggariti dan anaknya menaiki mobil van mewah dengan menggunakan sopir pribadi. Mobil pi melaju meninggalkan Asnawi, Bi asib dan Jaenal yang masih berada di tempat parkir. Tampak Anghariti melambaikan tangan sambil tersenyum kepada Asnawi.

"Den... kamu sama Mama Angga ngapain aja selama aku syuting?"

"Ya... kita cuman ngobrol-ngobrol aja diluar tadi"

"Dia orangnya asyik kan Den?"

"Iya sih, dia asyik banget kalo ngobrol, tapi menurutku dia ahak kurang waras Bi"

"Maksudnya gimana Den?"

"Iya maksudnya dia bilang kalo suaminya mati dibunuh ayahnya, terus ayahnya itu Raja... dia berasal dari Kerajaan Puncak Hamerang... dan dia ini sekarang menjabat sebagai Ratu... kan aneh banget Bi! Masa ada kasus pembunuhan yang gak bisa ditanganin polisi dan mana ada kerajaan tersembunyi di Indonesia, bukannya udah gak ada lagi kerajaan sekarang?"

"Iya juga sih Den, menurutku dia trauma karena kehilangan suami... aku gak tau yah suaminya mati kenapa, yang jelas dia selalu bilang ada yang ngebunuh, kalo masalah kerajaan kayaknya dia ini sangat terobsesi sama kehidupan kerajaan dan dunia fantasi, sampe-sampe dia berpenampilan kayak manusia rubah kemana mana"

"Dia bener bener seorang Wibu Bi, bahkan dia lebih parah dariku... kalo aku cuman sebatas suka baca dan nonton film anime, tapi dia sampe ngecosplay tiap hari... dia juga menguasai bahasa Jepang lho"

"Ah masa sih Den?"

"Iya Bi, tadi dia mempraktekannya didepanku... aku sampe bingung sendiri dengernya hehe... sebernya dia itu asli orang mana sih Bi?"

"Dia itu orang Tasik Den... dia bukan Ratu, dia kerja sebagai manajer di sebuah perusahaan... aku lupa nama perusahaannya"

"Oh gitu... pantes dia ngomongya agak nyunda gitu ya... hahahaha"

"Yaudah Den... kita jalan yuk, kemana gitu... aku lagi butuh hiburan"

"Kita nonton aja yuk! Kebetulan ada film baru, Jaenal pasti suka"

Akhirnya mereka memasuki mobil,lalu pergi dari cafe itu.

...

Mobil van mewah itu tiba di halaman rumah. Anggariti dan Angga langsung turun dari dalam mobil. Sang supir pun membantu Anggariti keluar dari mobil dengan memegani tangannya.

"Pak supir! Nanti barang barang anterin ke kamarku yah!" perintah Anggariti.

"Baik Nyonya..." jawab supir.

Annggariti dan Angga pun berjalan masuk kedalam rumah. Angga langsung memasuki kamarnya sedamgkan Anggariti pergi ke dapur untuk menyimpan beberapa potonh roti yang dibeli dari cafe. Setelah itu, dia pun pergi ke kamarnya di lantai 2.

Sang supir mengeluarkan barang belanjaan dari dalam mobil setelah memarkirkannya di dalam garasi. Ia membawa 3 tas belanja yang berisi pakaian. Supir itu naik ke lantai dua lalu mengetuk pintu kamar Anggariti. Tak lama berselang, Anggariti membuka pintu dan mengajak supir untuk masuk kedalam. Anggariti tampak sangat anggun dengan baju kimono tipis yang pakainya, tentunya hal itu membuat sang supir menjadi salah tingkah.

"Saya pergi dulu Nyonya" pinta supir.

"Jangan Pak! Sini dulu temenin aku... kebetulan hari ini lagi bahagia banget karena ketemu sama Asnawi"

"Asnawi? Pemuda yang tadi ngobrol sama Nyonya?"

"Iya pak... makanya hari ini aku merayainnya sama kamu pak disini"

"Merayain gimana maksudnya?"

Tiba tiba Anggariti membuka baju kimononya dihadapan supir. Ia memperlihatkan kemolekan tubuhnya yang sempurna. Ekor rubahnya tampam bergerak gerak seakan mengikiti irama suara hati. Sang supir kaget, ia langsung memalingkan muka dari Anggariti. Ia pun berdiri dari kursi dan berniat pergi. Namun Anggariti menarik tubunya, lalu mendorongnya keatas ranjang sampai berbaring.

"ADUH NYONYA!! APA YANG NYONYA LAKUIN SAMA SAYA?"

"Aku akan ngasih kamu hadiah Pak... malem ini kamu akan bercinta denganku"

"Gak mau... saya udah punya istri!"

"Ayolah Pak... ini perintah dariku... kamu harus mematuhinya!"

"Maaf Nya... saya tidak bisa"

"Kamu mau kupecat?"

"Ampun Nya... jangan pecat saya!"

"Yaudah dong! Turuti perintahku!"

"Baik Nyonya... terserah padamu"

Akhirnya mereka berciuman, lalu bermesraan diatas ranjang dengan saling berpelukan. Perlahan baju sanh supir pun terbuka da menunjukkan kejantannua dihadpaan Anggariti. Mereka pun akhirnya bercinta. Serelah selesai, sang supir berbaring di sebelah Anggariti yang tengah tertidur. Ia tengah meratapi nasibnya yang beruntung karena memilik majikan sebaik Anggariti. Ia pun mulai jatuh cinta kepadanya. Anggariti kemudian bangun lalu mencium sang supir hang tangah memandanginya.

"Pagi nyonya... gimana tidurnya nyneyak?"sapa supir.

"Pagi pak... semalam indah banget, kamu sangat pintar muasin aku"

"Makasih Nyonya... saya sayang sama Nyonya... mulai saat ini saya akan melakukan apa pun demi Nyonya"

"Makasih sayangku... hmmm... kalo gitu aku lapar maukah kami nyiapin makanan buatku"

"Laksanakan Nyonya, saya mau pergi keluar buat beli makanan... Nyonya mau makan apa?"

"Kamu gak usah pergi... Kamu disini aja, karena aku mau makan kamu"

"Hahahaha... Nyonya bercanda aja ah, masa mau makan saya"

"AKU SERIUS"

Tiba tiba Anggariti mengigit leher sang supir, lalu mengunyah sebagian kecil daging yang terbawa mulutnya. San supir pun teriak dan panik. Ia berusaha pergi keluar kamar sambil memeganhi lehernya yang terluka parah. Akan tetapi, ketika mendekati pintu, Anghariti lamgsjng menusuk punggungnya dengan tangan sampai menembus ke dada. Sang supir mengalami shock berat, lalu dia mati seketika. Anggariti kemudian mencabut tangannya dan membiarkan mayat supir tergeletak diatas lantai dengan berlumuran darah.

Perlahan, anggariti menumbuhkan kukunya menjadi panjang dan tajam, lalu ia mencabik cabik mayat itu dan mengeluarkan isi perutnya. Ia mulai melahap organ-organ dalam mulai dari jantung sampai pangkreas. Dia merasa sangat senang ketika mengunyah daging yang masih mengeluarkan darah segar.

Satu jam kemudian, Prameswari masuk kedalam kamar. Ia kaget bukan kepalang ketika memergoki adinya tengah menikmati kudpan daging sang supir sambil bersenandung ria. Mayat supir sudah tidak utuh, hanya tersisa kepala, tangan, kaki dan tulang belulang.

"ASTAGA NAGA!!! KAMU MAKAN SUPIR LAGI RIT??" tanya Prameswari yang hanya dijawab oleh senyuman manis Anggariti.

Ia pun kemudian menarik sebuah kursi, lalu duduk dihadapan Anggariti yabg tengah melahap daging supir diatas lantai.

"Ini udah supir ke berapa yang kamu makan?"

"Kelima... nyam... nyam... rasanya enak banget Pram... kamu harus coba"

"Hihhh!!! Najis... aku gak suka dagkng manusia... kamu juga sebelumnya gak suka makan daging orang, tapi sekarang kamu jadi doyan daging supir... ada apa sama kamu Rit?"

"Aku juga bingung Pram... semenjak ganti tubuh, rasa laparku jadi tak terkendali... aku jadi seneng makan daging orang"

"Bukannya kamu samgat manyukai manusia? Kenapa sekarang malah kamu makanin mereka?"

"Entahlah Pram... aku juga gak tau mesti ngapaon, aku jarus belajar ngendaliin diri"

"Riti... Riti... aku jadi kasihan sama kamu... seharusnya kamu sekarang hidup di istana dan menjadi Ratu, bukan disini, jadi hewan buas"

"HMMMM.... SEMUA INI GARA GARA KUNTILANAK JALANG ITU!!! AKU HAMPIR KEHILANGAN SEGALANYA... AKAN KUBALAS DENDAMKU PADA DIA SECEPATNYA"

"Emang kamu udah siap balas dendam?"

"Aku udah ketemu sama Asnawi... aku udah berkenalan sama dia"

"Wah hebat nih! Dia orangnya kayak gimana?"

"Dia orangnya baik, ramah dan ganteng... pantes aja si kunti jalang itu suka sama orang ini, soalnya dia ganteng banget dan tubuhnya mengeluarkan aura kehidupan yang sangat banyak"

"Aku jadi penasaran sama dia Rit... tapi awas ya kalo kamu sampe jatuh cinta sama dia? Bisa bisa gagal nih misi kamu buat ngasihin kepalanya kepada Ratu"

"Kamu tenang aja Pram... aku gak akan tergoda sama Asnawi"

Terdengar sayup-sayup suara Angga yang berteriak memanggil ibunya. Anggariti dan Pramewari pun kaget dibuatnya.

"Pram... samperin anakku gih!! Aku gak mau kalo sampe dia liat aku kayak gini... aku gak mau Angga jadi siluman kayak kita, aku pengen dia jadi manusia seutuhnya"

"Baiklah Rit... tapi kamu jangan malan supir lagi dong!! Aku repot nih jarus ngatur ngatur semuanya biar hak ada yang curiga"

"Akan kuusahakan... aku gak akan malan orang lagi Pram... supir ini adalah yang terakhir"

Prameswari beranjak dari tempat duduknya, lalu ia pergi keluar untuk menghampiri Angga. Anggariti kekudian menyelesaikan santapan mengerikakannya dengan membelah kepala supir itu dan memakan otaknya.

APAKAH USAHA ANGGARITI AKAN BERHASIL?? KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAH.... emoticon-Betty


LOWONGAN PEKERJAAN
JADI SUPIR PRIBADI NYONYA ANGGARITI
GAJI 10 JUTA/BULAN
BONUS MANTAP2 DARI NYONYA

MINAT??









Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tn.ikhsan dan 49 lainnya memberi reputasi
50 0
50
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
22-08-2020 13:08
BAGIAN 33
KOKI TERKENAL
part 1

Hayati kini bekerja bersama Tisha di Yayasan Putri Nurhayati yang berada di sebuah bangunan sederhana di bawah jalan tol. Yayasan ini memiliki lima lokasi yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta. Setiap minggu, praktek di yayasan ini selalu bergiliran di lima lokasi tersebut. Pada awalnya Tisha selalu kerja sendiri melayani pasien dari masayarakat miskin dan memberi mereka pengobata dengan gratis, tapi kini, Hayati ikut melayani pasien layaknya seorang dokter sungguhan. Berkat ilmu kedokteran yang ia miliki dan keterampilan yang mumpuni, Hayati dengan cepat menjadi terkenal dikalangan masyarakat. Bahkan ia mendapat julukan sebagai 'Jagal Sunat' karena keahliannya dalam mengkhitan orang, baik itu anak-anak atau orang dewasa.

Pada suatu hari, para penghuni rumah tengah duduk di ruang keluarga. Mereka tengah asyik berbincang membicarakan masalah sehari-hari para arwah gentayangan. Tampak Margono duduk diapit oleh Lenggayu dan Dolores yang sangat mencintainya, sedangkan Fathya tengah sibuk memotong kuku sambil duduk mengahadap ke jendela. Miramareu kala itu tidak berada di rumah karena diajak jalan-jalan oleh Rini dan keluarganya. Tak lama berselang Hayati membuka pintu depan rumah, kemudian masuk.

"Kamu dari mana aja Mal? Kok baru pulang sore-sore gini" sapa Dolores.

"Aku abis kerja, Nyonya... pasienku banyak banget" jawab hayati.

"Apaaaah!! Kamu kerja di hari minggu?" tanya Dolores.

"'Iya Nyonya, aku sekarang kerja di yayasan" jawab Hayati sambil duduk dihadapan mereka

"Maksudmu yayasan apa?" sambung Margono.

"Yayasan Putri Nurhayati Pak... yayasan itu punya bosku, Tisha... kita kerja berdua disana tiap hari minggu"

"Kamu kerja ngapain aja Mal?" lanjut Margono.

"Aku ngobatin banyak orang miskin Pak, tanpa dibayar sepeserpun" jawab Hayati.

Margono mendadak terhenyak mendengar jawaban hayati. Dia langsung berdiri sambil memandang hayati dengan tajam. Perlahan, ia melayang mendekati hayati, lalu kemudian memeluk erat hayati sambil menangis terharu. Hayati pun kaget dengan tingkah sang ayah.

"Bapak bangga sama kamu nak! Akhirnya kamu bisa memenuhi apa yang bapak inginkan"

"Maksud Bapak gimana?"

"Bapak dari dulu ingin menolong banyak orang miskin yang lagi sakit, makanya bapak nyekolahin kamu ke kedokteran buat tujuan itu Mal"

"Iya pak... aku juga bangga sama Bapak... Bapak punya hati mulia"

Suasana rumah pun menjadi dihiasi dengan haru biru para penghuninya. Dolores, Lenggayu dan Fathya ikut menitikan air mata ketika melihat momen mengharukan itu. Margono pun melepaskan pelukannya, matanya yang berlinang air mata menyiratkan suatu kebahagian yang sangat lama didambakannya.

"Bapak bahagia sekali Mal... aku bangga sama anak-anak ku yang udah kudidik dengan baik... Rini sekarang jadi pengacara handal dan kamu dokter yang membanggakan... walaupun Bapak gak menyaksikan kalian ketika hidup, tapi Bapak selalu melihat apa yang dialami kalia, khusunya Rini yang berjuang keras untuk mencapai cita-citanya... dia juga mengalai penderitaan yang luar biasa... tapi Bapak tidak bisa melakukan apa apa selain cuma melihat... begitu juga Ibumu... Bapak sangat merindukan dia kali ini"

"Bapaaaak... "

Tiba-tiba secercah cahaya terang muncul dari pernukaan langit-langit rumah.  Cahaya kuning itu menyinari tubuh Margono yang tengah memeluk Hayati.  Semua orang di ruangan itu terkejut dengan kemunculan cahaya itu. Margono kemudian tertegun sambil melihat pancaran sinar itu.

"Cahaya apa ini?" tanya Margono.

"Tidak mungkin!!  Cahaya itu keluar" sahut Lenggayu.

Hayati kemudian berdiri,  lalu memegangi pundak ayahnya. Sementara para istri Margono juga ikut berdiri dan manghampiri Margono yang tengah kebingungan.  Tampak raut sedih tersirat pada wajah mereka,  bahkan Dolores berlinang air mata.  Margono semakin bingung dengan tingkah aneh semua keluarganya.

"Bapak... Ini cahaya dari alam baka,  sudah waktunya bagi bapak untuk pergi kesana" jawab Hayati dengan mata berkaca kaca.

"Maksudmu,  Bapak udah gak gentayangan lagi?" balas Margono.

"Iya Pak,  Bapak udah gak jadi arwah penasaran lagi,  karena tujuan hidup Bapak udah terpenuhi" jelas Hayati.

"Jadi tujuan hidupku adalah liat kamu jadi dokter yang rela menolong orang-orang miskin tanpa dibayar... ya betul,  untuk itulah kenapa aku menyekolahkanmu ke kedokteran... tujuan hidupku yang sempat sirna ketika kamu menghilang Mal... aku senang kamu bisa memenuhinya" kata Margono yang terisak penuh haru.

Margono kemudian menoleh kearah para istrinya yang tengah menangis. Ia melihat Dolores,  Lenggayu dan Fathya yang kompak menundukkan kepalanya.  Suara isakan saling bersahutan seakan hal itu membuat suasana menjadi sedih.  Margono memeluk erat istrinya satu persatu sambil memberikan pesan terakhir. Dimulai dengan Dolores uang terlihat sangat sedih.

"Nyonya... makasih udah mencintaiku selama ini,  aku senang bisa hidup bersamamu baik dalam suka dan duka,  kamu selalu berada disampingku ketika aku takut menghadapi kenyaataan pahit kalo aku jadi setan gentayangan... kamu selalu memberiku semangat dan kasih sayang" ucap Margono.

"Ik juga cinta sama kamu Mas Margo... ik berterima kasih karenakamu udah bebasin ik yang terkurung di ruang bawah tanah... ik bahagia bisa jadi istri kamu" balas Dolores sambil memandang mata Margono.

"Kamu adalah pemilik rumah ini Nyonya,  sekarang kamu harus tetap menjaga rumah ini sampai kapanpun... dan sayangilah anak-anakku!!" pesan Margono.

"Baik Mas... ik akan menjaga rumah ini dan ik janji akan menyayangi Mala dan Rini" janji Dolores.

Setelah memeluk dan memberi pesan kepada Dolores,  Margono kemudian menghampiri Lenggayu.  Dia pun langsung memeluknya dengan penuh haru.  Lenggayu pun teriak histeris, dia terlihat paling sedih diantara semuanya.  Margono memandang wajahnya,  lalu mengusap air mata yang membasahi wajah Lenggayu dengan jarinya.

"Gayu... aku mencintaimu, sudahlah!! Janganlah kamu menangis" kata Margono.

"Aku gak mau kehilangan kamu Mas... aku sayang sama kamu" balas Lenggayu.

"Kalo kamu sayang sama aku,  kamu harus merelakanku pergi!  Semua ini udah takdir"

"Tapi aku..."

"Udah Gayu... sekarang tugasmu adalah menyayangi anak anakku, mereka adalah harta paling berharga buatku... aku titipkan semuanya padamu Gayu... lindungi terus mereka!  Sayangi mereka seperti kamu menyayangiku" pesan Margono.
"Baiklah Mas... aku janji sama kamu, aku akan melindungi Mala dan Rini" sahut Lenggayu.

"Terima kasih Gayu... " tukas Margino.
Terakhir,  ia menghampiri Fathya yang hanya tertunduk.  Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.  Margono kemudian memeluknya.

"Fathya... aku juga cinta sama kamu,  jaga dirimu baik-baik... walauoun kamu baru setahun tinggal disini,  tapi begitu banyak kenangan indah yang kamu ciptakan... jaga tubuh barumu itu ya! Dan tetaplah menjadi sahabat bagi Mala... dia butuh seorang teman" pesan Margono.

"Iya Mas... aku berjanji akan melakukan semua keinginanmu" balas Fathya.

"Oh iya... sampaikan juga kepada Miramareu yah!  Aku juga mencintainya sama seperti ke yang lain" tambah Margono.

"Baiklah Mas... akan kusampaikan" pungkas Fathya.

Margono kemudian berdiri ditengah pancaran sinar,  perlahan tubuhnya mulai memudar.  Ia lalu menoleh kepada Hayati yang berdiri disampingnya. 

"Akhirnya aku bisa kembali menemui ibumu Mal,  akan kuceritakan semua tentang kamu sama dia... ibumu adalah cinta sejatiku" pesan terakhir Margono untuk sang anak.

"Bapaaaaaak!!!" teriak Hayati.

Margono kemudian menghilang dari pandangan mata,  begitupun dengan cahaya yang seakan sirna ditelan kegelapan. Hayati langsung rubuh,  dia larut dalam kesedihan. Tangisannya menggema di senatero rumah. Para ibu tiri menghampirinya, mereka berusaha meraih kembali Hayati dari keterpurukan.

"Sudahlah Mala!! Kamu harus mengikhlaskan kepergian Bapakmu..." kata Lenggayu.

"Gayu bener Mal, kamu gak usah khawatir, kamu gak bakalan sendirian,  masih ada kita yang berjanji akan menyangi mu" tambah Dolores.

"Ayo berdirilah!! " ajak Fathya sambil menjulurkan tangannya.

Hayati kemudian meraih tangan Fathya,  lalu ketika berdiri,  semua ibu tiri memeluknya dengan erat.  Mereka semua berjanji akan selalu ada untuk Hayati.

Malampun tiba,  Hayati berbaring diatas ranjangnya sambil merenung.  Ia berusaha untuk tidak tenggelam dalam kesedihan,  ia membayangkan ayahnya bertemu kembali dengan ibunya di alam baka,  lalu dia menceritakan semua tentang dirinya kepada ibunya.

Tak lama,  tiba-tiba terdengar suara peralatan dapur yang terjatuh.  Hayati pun terkejut, ia langsung pergi ke dapur untuk mengecek nya.  Hayati melihat Fathya tengah memunguti bahan masakan yang diatas tercecer diatas lantai. Ia pun membantu Fathya memunguti bahan masakan itu.

"Kamu kenapa Fat?  Kok bisa tumpah begini? "

"Aku lagi belajar masak Mal,  tadi pas bawa panci ini,  aku kepeleset"

"Emang kamu belajar masak?  Tumben banget nih"

"Iya kan aku udah janibsama bapakkmu buat ngurus kamu,  jadi aku mau belajar masak buat nyediain makanan buat kamu yang rakus"

"Oalah!! Gitu toh... jangan bilang aku rakus dong!!  Malu ah"

"Ihhh!! Emang kamu beneran rakus kok dan pelit!! "

"Ya maafin aku Fat,  waktu itu kan aku beli nasi bungkusnya cuman dua,  jadi kurang,  lagian kan di rumah ini cuman aku yang makan makanan normal"

"Aku juga sekarang jadi normal lagi Mal!... semenjak aku merasuki tubuh ini,  aki jadi pengen makanan kayak orang,  bukan bangkai dan kotoran"

"Hmmm... kayaknya tubuh yang kami rasuki itu masih punya jiwa?"

"Aku gak tau Mal"

Akhirnya semua bahan masakan yang terserak berhasil diselamatkan,  Hayati kemudian mengangkat panci yang berada diatas lantai,  sedangkan Fathya mencuci bahan masakan itu sambi melihat kebuah smartphone yang ia simpan diatas meja dapur. Hayati terheran-heran dengan Fathya yang sedang menonton video di smartphonenya.

"Kamu kok malah nonton video Fat? "

"Aku belajar masaknya dari hape Mak,  dari Youtube"

"Wah... hebat!  Kamu belajar dari chef? "

"Iya Mal... aku lagi nonton video Chef Kartika... Dia sekarang lagi naek daun"

Hayati ikut melihat video yang ditonton Fathya.  Ia kaget ketika melihat sosok koki yang tengah memsaka dalam video itu. Dia sangat mengenali sosok itu.

"Bi Asih?"

"Apa kamu bilang?"

"Dia ini Bi Asih Fat...!"

"Kamu kenal sama chef Kartika? "

"Iya Fat... dia ini dulunya pembanti di rumah temenku"

"Ah masa sih? Pembantu kok bisa cantik banget? "

"Sumpah Fat!!! Dia ini pembantu di rumah temenku, dia ini lulusan sekolah memasak di Amerika dan Perancis, temenku itu orang super kaya, jadi dia mempekerjakan Bi Asih jadi pembanti di rumahnya"

"Astaga!! Kamu bener bener kenal sama chef Kartika? "

"Iya Fat, kenal banget malahan... Dia ini janda anak satu lho... terus umurnya sekarang sekitar 32 tahun"

"Waaw!! Kamu bener bener mengenalinya Mal, semua yang kamu sebuetin itu bener, aku pernah baca blog yang membahas dia, semuanya sama persis kaya cerita kamu barusan"

"Hahaha... kamu bisa aja ah Fat, tapi aku heran... kok dia bisa jadi artis yah? Jadi terkenal gitu"

"Dia emamg baru masuk tv Mal, ada sebulan mah...dia langsung viral karena makanan yang ia bikin enak-enak dan ditambah sama wajah dan penampilannya yang menarik"

Hayati pun terkagum kagum melihat Bi Asih beraksi dalam video masaknya. Ia jadi penadaran dengan kehidupan Bi Asih sekarang. Banyak timbul pertanyaan yang keluar dari otaknya mulai dari kenapa Bi Asih jadi celebrity chef? Apakah dia masih bekerka di rumah Cascade? Dan yang terakhir, apakah Asnawi masih berhubungan sama koki cantik ini? Hayati pun akhitnya ikut membantu Fathya memasak untuk makan malam waktu itu.
...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tn.ikhsan dan 48 lainnya memberi reputasi
49 0
49
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
25-09-2019 23:33
BAGIAN 19
PAKU KUNTILANAK
part 4



Mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju teras depan rumah. Teras depan rumah mbah Encur terlihat sangat luas dan mewah dengan ubin yang dilapisi marmer. Pintu depannya sangat tinggi dan bercat putih mengkilat. Febri kemudian mengetuk pintu dengan keras sambil mengucap salam. Tak lama berselang, pintu terbuka dan ternyata ada sesosok wanita cantik dengan mengenakan seragam pembantu ala film anime. Asnawi mendadak jadi ingat sosok Bi Asih yang selalu mengenakan pakaian yang sama.

“waalaikum salam......ada yang bisa saya bantu dek?” sapa pembantu cantik itu dengan senyuman manis dan ramah.

“eehh...anu teh..kita mau ketemu sama mbah Encur...saya udah ada janji sama beliau” jawab Febri.

“ooh..mau berobat sama si mbah....oke kalo gitu ayo kalian masuk!”

Mereka mengikuti langkah sang pembantu cantik untuk masuk kedalam rumah. Asnawi sangat takjub dengan suasana didalam rumah yang sangat modern dan mewah, dia tidak menyangka ada rumah mewah di tengah perkampungan yang terpencil ditambah semua pegawai di rumah ini adalh wanita-wanita cantik.

Mereka dipersilakan duduk oleh pembantu cantik di sebuah ruangan yang terapat satu set sofa berharga mahal. Pembantu itu pergi meninggalkan mereka untuk memanggil sang tuan rumah dan manyiapkan beberapa makanan dan minuman untuk menjamu tamu.

Ketika menunggu, Eka dan Asnawi berjalan keliling ruangan itu untuk melihat foto-foto yang tepampang di dinding. Dalam salah satu foto itu terdapat potret seorang pria tua yang diyakini adalah mbah Encur yang diapit oleh belasan wanita-wanita berparas cantik.

“wah...si mbah hebat nih broo...anaknya banyak banget, cantik-cantik pula” ujar Asnawi.

“hmm...iya broo...semoga ada satu lah yang bisa gue kimpoiin”

“njiirr ngarep aja lu broo”

“pastinya broo.....gue mau lah jadi menantunya mbah Encur...udah anaknya cantik-cantik terus bapaknya tajir..hahaha”

“elu mah liat harta melulu”

Kemudian mbah Encur pun datang dan menghampiri mereka. Dia tampak digandeng oleh dua wanita cantik yang mengenakan pakaian model blouse motif bunga. Dibelakangnya diikuti sang pembantu cantik yang membawa nampan besar berisi makanan dan minuman untuk menjamu mereka. Eka dan Asnawi kaget dan langsung kembali duduk di tempat duduknya semula. Begitu mbah Encur duduk di kursinya, Asnawi, Eka dan Febri langsung mencium tangan mbah Encur yang duduk di sofa yang sedikit oanjang dengan diapit oleh kedua wanita cantik yang menggandengnya. Asnawi, Eka dan Febri pun sangat terpesona dengan kencantikan dua wanita itu.

“apa yang kalian inginkan?” tanya mbah Encur.

Ketiga sahabat itu terlihat bingung dan mendadak grogi. Mereka saling pandang untuk menentukan siapa yang akan berperan menjadi juru bicara. Akhirnya Asnawi dan Eka kompak menunjuk Febri menjadi juru bicara karena dialah yang berkepentingan.

“eee..anu mbah..maaf sebelumnya..saya mau perkenalkan diri dulu..nama saya Febri dan ini temen saya Eka dan Asnawi...saya ingin ngadain ritual pemasangan paku kuntilanak seperti yang saya omongin sebelumnya di telepon”

“hmmm....kamu udah bawa kuntilanaknya?”

“udah mbah..udah saya masukin kedalam botol”

“baiklah coba keluarkan kunti itu!”

Febri membuka tutup botol kaca yang dibawanya, seketika kepulan asap putih keluar dari mulut botol. Kepulan asap itu kemudian membentuk suatu pola dan akhirnya memadat menjadi sosok Letty.

“wah...kuntilanak londo nih?”

“iya mbah”

Mbah Encur memandangi Letty yang berdiri dengan gaun kuntinya yang berwarna putih. Dia mulai menghitung seberapa besar ukuran tubuh yang akan dibuat untuk Letty.

“Ningsih....Cucum!...coba kalian ukur kuntilanak ini!” perintah mbah Encur.

“baik mbah” jawab kedua wanita itu secara bersamaan.

Kedua wanita cantik itu pun berdiri untuk mengukur ukuran tubuh Letty. Salah satu dari wanita itu tampak merogoh belahan dadanya seperti ingin mengambil sesuatu sehingga Asnawi langsung fokus kearah itu. Ternyata wanita itu mengeluarkan semacan meteran, buku dan alat tulis. Mereka pun akhirnya mengukur ukuran tubuh Letty, mulai dari tinggi badan, lingkar perut, lingkar dada, lingkar kepala, lingkar pinggang dan panjang dari tangan. Seorang wanita yang mengenakan blouse sleveless warna biru tampak menulis ukuran-ukuran tubuh Letty yang sudah diukur rekannya. Setelah selesai, mereka kembali duduk mengapit mbah Encur yang sedang menikmati kopi panasnya.

“baiklah..ukuran tubuh udah diukur...sekarang kita ngobrol dulu yah ujang (sebutan anak laki-laki dalam bahas sunda)...jangan tegang atuh...rileks aja hehe”

“iya mbah..maafin kita” ujar Febri.

“ah gak apa apa....kalian ini anak anak baik lho....ngomong-ngomong siapa diantara kalian yang ingin menikahi kuntilanak?”

Ketiga sahabat itu kaget dan bingung, mereka kembali saling berbisik.

“eeeehh....anu mbah saya yang pengen ngejalanin ritual paku kuntilanak...tapi saya tidak berniat untuk menikahinya” jawab Febri.

“ke..ke...ke...kenapa kamu gak mau menikah jang Febri?” tanya mbah Encur yang keheranan.

“saya ingin mengubah Letty jadi manusia aja pa...udah gitu aja...kalo masalah nikah mah saya belum siap....saya masih kuliah.”

“oohh...bukan gitu maksudnya ujang Febri!....menikah sama kuntilanak adalah salah satu syarat untuk ritual ini....tujuanmu mau nikahin kunti buat dapet kekayaan kan?”

“bukan mbah....tujuan saya adalah...saya mencintai Letty...saya pengen dia jadi manusia lagi”

“APAAAAHHH!!......KAMU SERIUS?”

“i..ii..iya mbah..saya serius”

Mbah Encur terdiam sesaat, sementara kedua wanita pendampingnya pun menunjukkan ekspresi tidak percaya.

“hmmm...muhun (baiklah)...jadi kamu adalah orang pertama yang mempunyai alasan cinta untuk membangkitkan kuntilanak” tegas mbah Encur.

“emang kenapa gitu mbah?” tanya Febri.

“karena setiap orang yang ingin melakukan ritual ini punya tujuan untuk jadi kaya.....mereka mengubah kunti jadi orang kemudian menikahinya dengan perjanjian pesugihan....banyak pasien yang datang kesini untuk jadi kaya,mulai dari pengusaha, artis, pejabat”

“artis?.....emang siapa artis yang nikah sama kunti mbah?” Asnawi tiba-tiba buka suara.

“bukan menikah tapi artis itulah kuntinya....dia adalah Suzanna”

“APAAAHHHH!!!..........bukannya Suzanna udah meninggal?” Eka mendadak buka suara mengikuti Asnawi.

“Suzanna bukan meninggal...tapi dia kembali menjadi kuntilanak....” jawab mbah Encur.

“Suzanna memang dia kuntilanak seperti eik...karena dia sepupu eik punya...kita punya nama belakang yang sama” celetuk Letty yang merasa tergelitik dengan obrolan mbah Encur.

“jadi kamu sodaranya Suzanna?” tanya Asnawi kaget.

“ja....Nawi...eik sepupunya dia, bahkan kita hampir mati bersamaan karena rumah kami diserang para inlander biadab” jawab Suzanna.

“oohh semua ini masuk akal...dulu Hayati pernah bilang kalo dia pernah ketemu Suzanna dan memberikannya parfum melati....jadi rupanya dia itu emang kunti” kata Asnawi mulai mengangguk angguk.

“bener ujang....sayah yang membuat Suzanna jadi manusia pake paku kuntilanak...dulu ada seorang sutradara film yang mendatangi sayah untuk membuat Suzanna jadi manusia dan dia akan menikahinya....dan setelah itu, Suzanna menjelma jadi artis terkenal”

Febri, Asnawi dan Eka terkejut dengan pernyataan mbah Encur. Mereka pun kembali saling pandang dan berbisik satu sama lain untul membicarakan semua rahasia tentang Suzanna yang dianggap sebagai legenda perfilman.

“tentang kunti yang akan dijadikan manusia, apa kamu tahu kalo kuntilanak itu gak bisa mencintai orang....karna perasaan cinta mereka sudah mati...jadi cintamu akan bertepuk sebelah tangan”

“tau mbah...saya tahu dan saya siap menanggung resiko segalanya”

“baiklah kalo begitu untuk ritual paku kuntilanak harus pada waktu yang tepat dan banyak syaratnya”

“baik mbah....waktunya kapan?”

“harus malam jumat kliwon dan bulan purnama...menurut perhitungan sayah.sekitar sepuluh hari lagi dari sekarang...kalian punya banyak waktu untuk menyiapkan persyaratannya”

“persyaratannya apa mbah?”

“persyaratannya ada dua yaitu bumbu dan komposisi....untuk bumbu, kalian mesti bawa gula kawung (aren), uyah badag (garam batu), kembang honje (kecombrang), surawung (kemangi), kunyit, jahe, cikur (kEncur), kembang tujuh rupa, kembang melati, buah kelapa gading cupat merah yang kulitnya diukir gambar srikandi, air dari 12 sumur....dan....paku besi yang dilapisi oleh tembaga”
Febri tampak sangat serius menulis semua bumbu untuk ritual paku kuntilanak, sementara Asnawi dan Eka malah penasaran dengan komposisi yang belum disebutkan.

“baiklah itu untuk bumbu...sekarang komposisi...manusia itu terdiri dari tiga unsur, yaitu daging...darah dan tulang....nah berhubung kuntilanak ini adalah wanita jadi kalian mesti membawa tiga unsur itu berupa daging, darah dan tulang perawan”

“apaaaaahh!!!..jadi komposisinya itu? Apa harus manusia atau diganti sama binatang?” Asnawi langsung berkomentar.

“muhun jang....dan harus manusia dan perawan” jawab mbah Encur dengan tenang.

“berarti kita mesti numbalin orang dong?” tanya Febri.

“yah kalo masalah itu terserah kalian bagaimana caranya....bisa menumbalkan orang atau memakai mayat yang masih perawan”

“maksudnya apa sama memakai mayat yang masih perawan?” tanya Febri yang semakin penasaran.
“yah mungkin kalian bisa mEncuri mayat dari kuburan yang baru...atau kalian memebeli mayat di rumah sakit...atau banyak lah caranya selain harus menumbalkan orang”

Setelah pertemuan dengan mbah Encur, mereka memutuskan kembali pulang menuju Bandung. Mereka sangat kebingungan untuk mencari komposisi yang dinilai sangat berat. Ketiganya memutar otak dengan sangat keras untuk mencari solusinya selama perjalanan pulang menuju Bandung. Mereka memiliki waktu sepuluh hari untuk memenuhi semua persyaratan yang dinilai mustahil bagi mereka.

..........................

APAKAH MEREKA AKAN BERHASIL MEMBANGKITKAN LETTY?

KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAH emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty

Catatatn Penulis:
ane mohon kepada para silent reader supaya bersuara, karena ane sangat membutuhkan banyak komentar dari para kaskuser untuk kelangsungan hidup trtt ini emoticon-Maaf Agan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 46 lainnya memberi reputasi
47 0
47
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-12-2020 17:47
BAGIAN 35
MELAMAR KERJA
part 3


Ratih kemudian menurunkan Bendoro dan meletakannya diatas meja kerja. Bendoro kemudian merangkak pelan pelan menuju pangkuan Merry yang berada dihadapannya. Merry masih ketakuram dengan wujud Bendoro yang sangat aneh, dimana kepala dewasa tapi tubuh bayi.

Setelah duduk dipangkuan Merry, Bendoro menatap mata Merry dengan mata kuningnya.

"Kamu mirip dengan Hayati... matamu berwarna kuning" kata Merry dengan spontan.

"Darimana kamu tau Hayati?"tanya Bendoro.

"Dia itu pacar Asnawi, dia udah mati terbawa hanyut banjir bandang ketika piknik sama Asnawi"

"Hayati mati kena banjir bandang? Hihihihihihihi... yang bener aja?" ujar Ratih sambil tertawa.

"Apanya yang lucu? Dia emang beneran hilang, mayatnya pun gak ada" tandas Merry.

"Merr... Hayati itu adalah muridku dan sebangsa denganku... dia itu kuntilanak"

"Apaaaaaa!!! Hayati itu kuntilanak kayak kalian?"

"Betul Merry... tapi entah kenapa Hayati sekarang hidup kembali jadi manusia... harusnya dia pergi ke alam baka"

"Hayati masih hidup? Bentar... aku jadi bingung nih, tadi kamu bilang Hayati itu setan... udah mati... tapi dia hidup lagi jadi manusia... ceritanya gimana?"tanya Merry yang semakin bingung.

"Baiklah... aku ceritakan dari awal... Hayati dulu dibunuh sama pacarnya karena gak mau tanggung jawab udah menghamili Hayati... Hayati didorong ke jurang... dia sekarat... menderita... tapi gak mati mati... aku kasihan liat dia, terus dia kujadikan kuntilanak hidup hidup.... dia gak nyadar kalo dirinya masih hidup... aku ubah wujud dia jadi mahluk gaib dengan sihir yang aku kuasai... aku latih dia bertahan hidup sebagai kunti... aku latih dia berbagai ilmu sampe dia menjadi kuntilanak yang memiliki mata yang sama denganku"

"Aku gak nyangka kalo Hayati itu kuntilanak... dia cantik banget... bahkan auranya pun sangat cerah... terus gimana dia bisa ketemu Asnawi? Setauku, Asnawi itu penakut, apalagi sama setan"

"Aku juga gak tau gimana ceritanya mereka bisa ketemu dan pacaran... tapi gara gara mereka pacaran, timbul masalah besar di dunia gaib"

"Masalah apa?"

"Hayati membunuh siluman Wewe Gombel demi nyelametin Asnawi"

"Apaaaah! Wewe Gombel? Hahahahahahaha emang ada setan itu? Itu kan cuman dongeng"

"Apa kamu percaya sama hal gaib?"

"Tadinya aku gak percaya sama hal gituan, setan lah, kunti, jin, siluman.... apapun itu... semua itu cuman dongeng belaka dan ada dalam film horor... tapi pas aku koma dan sekarang kalian muncul dihadapanku... aku percaya ada kehidupan gaib di dunia ini... tapi kalo Wewe Gombel... itu terlalu gak masuk logika"

"Wewe Gombel itu beneran ada Merr... sama kayak aku, Ratih dan Hayati... kita ini ada, bukan cuma dongeng"

"Maafin aku... udah gak percaya"

"Iya"

"Terus... setelah Hayati bunuh Wewe Gombel, apa yang terjadi?"

"Wewe Gombel adalah sepupu dari Ratu Siluman... dia tentunya menuntut balas dengan kematiannya sodaranya... dia nugasin aku buat nangkep dan ngehukum Hayati"

Merry sangat terkejut dengan cerita Bendoro. Dia seakan baru mendapat sebuah informasi rahasia yang dibongkar. Ia pun akhirnya tahi kalau Asnawi selama ini berbohong dengan kematian Hayati dan dia pun tahu kalau sahabat terdekatnya yaitu Cascade, memiliki kekuatan indigo.

"Sekarang semuanya masuk akal Ndoro... kenapa dulu ketika Asnawi menembakku malah kutolak... padahal aku tuh udah bener bener suka sama dia, ternyata itu ulah sahabatku sendiri... hmmm... batu tolak cinta... dia ternyata iblis yang berwujud malaikat... menyiksa Asnawiku sampe segitunya... seandainya aku nerima dia dulu dan Asnawi gak dikutuk batu tolak cinta sama Cascade... mungkin sekarang aku udah hidup bahagia sama dia dan mungkin aja kita udah nikah... Asnawi gak bakalan ketemu sama kuntilanak itu dan terjerumus masalah sampe kayak gini sama Ratu Siluman"

"Begitulah hidup Mer, banyak yang gak sesuai harapan... hingga ujungnya penuh penderitaan... aku jadi gini, itu semua gara gara Asnawi"

"Ceritakan semuanya!"

"Aku bertarung sama Hayati sampe bumi ini bergetar... waktu itu Asnawi dan Hayati tengah mencari sisa jasad Hayati untuk dikuburkan secara layak... tapi hal itu tentunya gak bakalan ada, karena Hayati emang belum mati tapi berubah wujud jadi gaib... aku berhasil ngelahin Hayati waktu itu, tapi tiba tiba aku terjebak sama omongan Asnawi... dia tiba tiba nyatain cinta kepadaku dan ngajak ciuman... hmmm... bodohnya aku malah nurut aja diajak ciuman sama dia... waktu pas kita lagi ciuman, tiba tiba Asnawi menusuk leherku pale kayu cemara yang udah dilumuri minyak suci... aku langsung terhisap ke alam perantara... untungnya aku masih bisa memotong kepalaku sampe buntung disaat saat terakhir... dan wujudku akhirnya jadi begini deh"

"Alam perantara itu apa?"

"Alam perantara itu adalah tempat penampungan bangsa siluman kalo mati... sama kayak alam baka untuk manusia yang udah mati"

"Oh gitu... ternuata banyak hal yang baru aku tahu di dunia ini... terus apa yang terjadi sama Hayati?"

"Hayati dan aku udah terikat kontrak, kalo aku mati berarti Hayati juga mati... berarti dia langsung pergi ke alam baka... tapi berhubung aku masih hidup dan cuman nyisain kepala... Hayati juga belum waktunya mati... dia kemungkinan terlahir kembali jadi manusia"

"Apa Asnawi tau akan hal ini?"

"Dia gak tau tapi Hayati udah mutusin untuk ninggalin dia"

"Kamu tau darimana?"

"Burung gagak peliharaanku pernah bertemu sama Hayati... dia bilang sama burungku ingin membangun kembali kehidupannya yang telah hilang... dia gak mau mengganggu hubungan Asnawi dengan Cascade"

"Apa Hayati juga terkena kutukan batu tolak cinta itu?"

"Iya... semenjak jadi manusia kembali, ia ikut terkena... makanya ia memilih untuk menjauhi Asnawi dan memulai hidup baru"

"Syukurlah kalo gitu... kalo Hayati kembali, aku gak bisa ngapa ngapain... jadi... menurutku kamu ini punya dendam sama Asnawi... kamu pengen Asnawi mati?"

"Ya... aku dendam sama cowok itu, dia yang menghancurkan hidupku"

"Kalo gitu balaskan dendamnya kepadaku... kamu jangan bunuh Asnawi... aku siap menggantikannya... aku tak rela kalo Asnawi harus mati... lebih baik aku aja karena aku udah gak diharepin di dunia ini"

"Hihihihihi... kamu sampe sebegitunya cinta sama cowok!"

"Asnawi adalah segalanya buatku, dia satu satunya orang yang peduli ketika aku terpuruk... walaupun di milik orang lain, tapi aku tetep mencintainya"

"Satu lagi Bucin dari Asnawi... hmmmmmm... menyedihkan banget... pertama Hayati, terus kamu N'doro... sekarang cewek ini" gerutu Ratih.

"Tidaaaaaak!! Aku bukan bucin Asnawi!!" bentak Bendoro dengan wajahnya yang memerah.

"Lha... itu wajahmu memerah, berarti kamu bucin dia... hihihihihihi... udah deh akuin aja" balas Ratih.

"Diem kamu Jeng!! Jangan hancurkan reputasiku di depan Merry!!" kata Bendoro ngegas.

"Apa kamu juga suka sama Asnawi?" tanya Merru dengan polos.

"Engaaaaak!! Ratih cuman bercanda... aku gak bisa jatuh cinta sama manusia... aku cinta sama sesama mahluk gaib" pungkas Bendoro.

"Hmmm... oke... kalo gitu, bunuhlah aku Ndoro!! Balaskan semua dendamu kepadaku" Merry pasrah dengan keputsannya.

"Tunggu dulu... aku gak berniat bunuh kamu... aku pengen kamu yang membunuh Asnawi untukku" balas Bendoro.

"Aku gak mau!! Aku bukan pembunuh... Apalagi harus membunuh Asnawi... lebih baik aku mati!!"

"Merry... kamu akan mendapatkan Asnawi kalo kamu berhasil membunuhnya"

"Maksudnya apa?"

"Apa yang paling kamu inginkan dalam hidupmu sekarang?"

"Aku pengen memiliki Asnawi, hidup bersama sampe tua... sampe maut memisahkan kita"

"Aku bisa mewujudkan mimpimu... bahkan lebih bagus lagi, kamu dan Asnawi akan hidup bersama selamanya... gak pernah tua dan mati"

"Maksudmu gimana Ndoro?"

"Kamu akan hidup berdua bersama Asnawi sebagai mahluk gaib"

"Apaaaaaah!! Jadi kita mesti mati dulu gitu?"

"Iya Merr... kamu akan kujadikan kuntilanak seperti Hayati... dan Asnawi akan jadi arwah gentayangan... kalian bisa hidup berasama selamanya sampe hari kiamat tiba... gak pernah menua dan gak akan ada maut yang memisahkan... malahan maut lah yang menyatukan kalian"

"Ya... kayaknya hal itu sangat menggiurkan... cuman ada aku dan Asnawi selamanya dalam keabadian"

"Betul Merr... kamu akan tinggal di sebuah rumah kosong... gak akan ada yang gangguin kamu"

"Kalo gitu akan kubunuh Asnawi... lalu abis itu aku bunuh diri... terus arwah kita saling menyati... aaaaahhh!! Sungguh nikmat rasanya... aku bisa bercinta sama Asnawi sampai kapanpun hahahahahaha"

"Kamu jangan bunuh Asnawi!! Tapi kamu harus bikin dia mati bunuh diri dengan penuh penyesalan"

"Apa maksudmu?"

"Kalo kamu mati... udah dipastikan kamu akan bergentayangan karena dirimu dipenuhi rasa penyesalan, amarah, kebencian, dosa dan tersakiti... tapi Asnawi gak punya semua hal itu... kalopun dia mati sekarang, maka arwahnya akan langsung pergi ke alam baka... kamu akan tetep sendirian"

"Waduh... rugi dong kalo gitu, aku bisa jadi kunti yang kesepian... terus caranya gimana dong biar Asnawi jadi setan gentayangan?"

"Bikin dia bunuh diri Merr... bikin dia larut dalam kesedihan dan penyesalan... kamu ajak dia mati bersama"

"Kayak Romeo dan Juliet gitu ya?"

"Begitulah... aku gak tau siapa Romeo dan Juliet"

Merry langsung terinspirasi dengan ide jahat Bendoro. Ia mulai membayangkan dirinya sekarat bersama Asnawi di sebelahnya. Menderita, kesakitan dan sedih. Merry berciuman dengan Asnawi ketika meregang nyawa, lalu mereka kembali dipertemukan sebagai arwah gentayangan. Ia pun tersenyum ketika membayangkan setiap hari bercinta dengan Asnawi.

"Ide kamu cemerlang Ndoro... aku akan membuat dia mati bunuh diri dan jadi arwah gentayangan" kata Merry.

"Baiklah kalo gitu, sebagai permulaan... kamu harus minum ini!" Bendoro memberikan sebotol kecil cairan perawan kepada Merry.

"Minuman apa ini?" tanya Merry penasaran.

"Itu obat mujarab Merr... kamu akan merasa baikan"

Merry kemudian meminum cairan perawan itu sampai habis. Ia merasa jiiik ketika cairan itu masuk ke mulutnya. Ia lalu mengerang kesakitan hingga akhirnya jatuh ke lantai. Ia menggelepar seperti orang sekarat. Rasa sakit tak tertahankan dirinya. Ia merasa kematiannya akan tiba. Pandangannya pun mulai memudar dan akhirnya gelap.

"Din... bangun Din!! Dinda... bangun" panggil Asnawi yang panik melihat Merry yang tergeletak di lantai.

Asnawi kemudian membopong tubuh Merry keatas sofa. Ia lalu memgoleskan minyak kayu putih di hidung Merry. Seketika Merry pun siuman, ia langsung memeluk Asnawi sambil menangis.

"Kamu kenapa Din? Aku sampe panik liat kamu tadi"

"Aku... aku... aku... takut banget Kan... aku tadi liat kunti"

"Udah udah... sekarang kita pulang yuk!"

Asnawi mendorong kursi roda yang masih tergeletak di lantai mendekati Merry, lalu ia menyuruh Merry berpindah ke kursi roda. Tiba-tiba, Merry secara tak sadar berdiri dari sofa begitu saja lalu duduk diatas kursi roda. Asnawi terkejut dengan hal aneh itu.

"DINDA!!!!! KAMU BISA JALAN?" teriak Asnawi yang shock.

"Apa!! aku gak bisa jalan Kan... aku kan lumpuh?" kata Merry yang masih tak menyadari.

"Coba kamu berdiri!! Ayo cepat!!"

"Tapi Kan....."

"UDAH CEPETAN BERDIRI!!" Asnawi ngegas.

Merry dengan tidak percaya berusaha menggerakkan kakinya. Ternyata ia bisa kembali merasakan impuls-impuls syaraf yang saling berhubungan di kakinya sehingga ia bisa menggerakan otot-otot yang kaku. Perlahan ia mampu berdiri tegak dengan dua kakinya. Merry sangat tak menduga dengan kejadian itu, ia merasa berada dalam dunia mimpi.

"AAAAARRRRRGHHHH!!! AKU BISA BERDIRI LAGI KANDA!!!" teriak Merry yang masih tak percaya.

"Udah kubilang tadi Din... kamu bisa berdiri"

"ALHAMDULILAAAAAAAAAH... KAN... AKU BISA BERDIRI KAN!!"

"Ayo sini jalan kearahku!"

Merry berusaha berjalan menghampiri Asnawi yang berjarak sekitar 5 meter dari dirinya. dengan sempoyongan, ia berhasil menjangkau Asnawi.

"Kamu berhasil Din... kamu bisa jalan lagi"

"Yeaaaaaaaay.... Alhamdulillah... aku seneng banget Kand"

"Aku udah bilang sama kamu, kamu itu harus yakin bisa jalan dan ternyata bener kan kamu bisa jalan lagi"

"Iya Kanda... aku seneng banget..hehehe"

"Harus dirayain nih Din... kamu mau apa?"

"Eeeeee apa yah... aku pengen...Eeeeeeeh"

"Gak usah malu Din... kamu mau apa?"

"Aku mau sosis bakar hehehehehe"

"Yaelah... gitu doang... gampang atuh... yang agak mahal dong?"

"Iya Sosis Kan..."

"Sosis mah di pinggir jalan juga banyak yang jual"

"Aku pengen sosis kamu Kanda"

"Sosis aku? maksudnya?"

"Ahhhhh... kayak gak ngerti aja"

"Hadeeeeeeeeuh... iya deh aku ngerti... mau kapan?"

"Malem ini juga Kan hehehehe"

"Yaelah... okeh deh...Hmmmmm..."

"Yeaaaaaaaayyyy...asiiiikkkk"

"Asem"

"Alah gak usah pura pura lah Kan... kau juga suka kan?"

"Iya suka... tapi lagi males"

"Kamu tenang aja... nanti kubuat kamu semangat"

"Hmmm... boleh juga... janji ya?"

"Iya Kakandaku sayang"

Ratih dan Bendoro yang berdiri di sudut ruang kerja tersenyum melihat Merry bahagia. mereka terus menerus memperhatikan gerak geriknya. Malam itu Merry adalah cewek yang paling bahagia di dunia ini, namun sebuah malapetaka tengah menantinya.

"Kamu bener bener cewek kejam Jeng... apa tujuanmu sebenernya?" tanya Ratih.

"Aku cuman pengen balas dendam sama Asnawi dan aku pengen mencari pengganti Hayati yang sepadan dan mungkin lebih hebat darinya" jawab Bendoro.

"Apa dengan balas dendam sama Asnawi, tubuhmu akan kembali normal?"

"Aku gak tau, yang jelas aku pengen memperbudak cowok ganteng itu... aku pengen membuatnya bertekuk lutut dihadapankau dan bisa ku permainkan dengan sesuka hati...hihihihihihih"

"Kalo Merry gimana? dia mungkin akan murka kalo cowok idamannya kamu perbudak"

"Udah kubilang dari awal... Merry akan kucuci otaknya dan dia akan kujadikan mesin pembunuh siluman... dengan gitu aku bisa mengalahkan si Ratu lemah itu"

"Kamu yakin dia gak berkhianat kayak Hayati?"

"Aku dulu melakukan kesalahan dengan membiarkan sisi kemanusiaannya berkembang... sekarang akan kuhapus sisi kemanusiaan Merry... hingga dia bener bener jadi kuntilanak terkejam di dunia gaib...hihihihihihihihihihihihihi"

"Njiiiiir!! kok jadi merinding ya"

"Kamu gak usah takut sahabatku!! nanti kalo kita berhasil menguasai Kerajaan Siluman... kamu akan kubuatkan istana megah"

"Boleh juga... apa aku boleh pake Asnawi gak?"

"Apaaaaaah!!! Kamu juga pengen sama Asnawi?"

"Ya aku penasaran aja... kayaknya asyik banget maen sama dia... tuh liat aja!!"

Ratih menunjuk ke arah Asnawi dan Merry yang tengah memadu kasih di ruang kerja. Perlahan mereka berdua saling menanggalkan pakaian mereka dan mulai mengalirkan kasih sayang dan curahan cinta satu sama lain. Lenguhan dan desahan Merry membuat ruangan yang sepi menjadi gaduh dan penuh gairah.

"Hmmmm... bener juga Jeng... aku kangen begituan sama cowok!! terakhir au begituan sama siluman kera merah... dan sampe sekarang.... aku gak pernah punya pasangan lagi" keluh Bendoro sambil memegangi lehernya.

"Duh... ciyan banget nih sodaraku... kuharap kamu bisa dapetin cinta lagi kayak dulu... dan kuharap... tubuh indahmu cepet kembali tumbuh" sahut Ratih.



.................

APAKAH MERRY DAPAT MENGAJAK ASNAWI UNTUK MATI BERSAMA DALAM SUKA CITA?
APAKAH BENDORO MULAI MEMBUKA HATINYA UNTUK ASNAWI?
APAKAH TUJUAN BENDORO AKAN BERHASIL?

KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAAAAAH emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tn.ikhsan dan 43 lainnya memberi reputasi
44 0
44
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
perjalanan-hantu-cantik
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
ayahku-membunuhku
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia