alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali
Lapor Hansip
21-04-2019 21:58
PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)
Past Hot Thread
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Sinopsis


Quote:
PERHATIAN !!

1. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, untuk karakter, tempat kejadian dan nama perusahaan adalah murni dari imajinasi penulis. Penulis berpesan agar pembaca tidak terlalu menganggap serius

2. Cerita ini adalah lanjutan dari PACARKU KUNTILANAK. Bagi pembaca yang baru mengikuti cerita ini, harap membaca prequelnya terlebih dahulu

3. Penulis membebaskan pembaca untuk berkomentar apapun di dalam trit ini, selama tidak menyinggung SARA

4. Cerita ini banyak menampilkan adegan kekerasan. Harap bagi pembaca yang dibawah 17 Tahun untuk tidak membacanya

5. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan Typologi




Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Opening Song


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Closing Song



Polling
187 Suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ? 
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 64 lainnya memberi reputasi
65
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
21-04-2019 21:59
INDEKS CERITA


1. Alam Baka part 1 (first page)
1. Alam Baka part 2
1. Alam Baka part 3
2. Istana Puncak Hamerang (part 1)
2. Istana Puncak Hamerang (part 2)
2. Istana Puncak Hamerang (part 3)
3. Sayap Malaikat (part 1)
3. Sayap Malaikat (part 2)
4. Anggariti (part 1)
4. Anggariti (part 2)
5. Rapat Darurat Jilid II (part 1)
5. Rapat Darurat Jilid II (part 2)
6. Tugas Baru (part 1)
6. Tugas Baru (part 2)
7. Hati Terhubung (part 1)
7. Hati Terhubung (part 2)
8. Belajar Menjalani Hidup (part 1)
8. Belajar Menjalani Hidup (part 2)
9. Mantan Kuntilanak (part 1)
9. Mantan Kuntilanak (part 2)
10. Kembali ke Jakarta (part 1)
10. Kembali ke Jakarta (part 2)
11. Selamat Tinggal Asnawi (part 1)
11. Selamat Tinggal Asnawi (part 2)
12. Curahan Hati Hantu Imut
13. Tukang Ojek Perampok (part 1)
13. Tukang Ojek Perampok (part 2)
14. Sahabat Lama (part 1)
14. Sahabat Lama (part 2)
15. Reuni Keluarga (part 1)
15. Reuni Keluarga (part 2)
15. Reuni Keluarga (part 3)
16. Rahasia Rini (part 1)
16. Rahasia Rini (part 2)
16. Rahasia Rini (part 3)
17. Kembali Ke Kampus (part 1)
17. Kembali Ke Kampus (part 2)
17. Kembali Ke Kampus (part 3)
18. Menantu Idaman (part 1)
18. Menantu Idaman (part 2)
19. Paku Kuntilanak (part 1)
19. Paku Kuntilanak (part 2)
19. Paku Kuntilanak (part 3)
19. Paku Kuntilanak (part 4)
20. Daging dan Tulang Perawan Utami (part 1)
20. Daging dan Tulang Perawan Utami (part 2)
20. Daging dan Tulang PErawan Utami (part 3)
20. Daging dan Tulang PErawan Utami (part 4)
21. Menikahi Kuntilanak (part 1)
21. Menikahi Kuntilanak (part 2)
]21. Menikahi Kuntilanak (part 3)
21. Menikahi Kuntilanak (part 4)
22. Miramareu (part 1) Update !
23. Keluarga Tak Kasat Mata
24. Cleaning Service
25. Lelaki Tampan
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 47 lainnya memberi reputasi
48
profile picture
newbie
30-08-2019 22:55
Asnawi ceweknya mantep mantep....
profile picture
newbie
21-08-2019 11:50
pakde, kok gak dilanjut ceritanya? padahal komplit loh, ada misterinya, ada komedinya, sm BB+ nya jg.. ditunggu ya pakde lanjutannya..
profile picture
kaskus holic
31-05-2019 10:18


mantablah gan seru banget ceritanya. Hayati emang mantab.
Btw lanjut yg "pacarku kuntilanak" episod terakhir di kosan atau yg "pacarku hidup lagi" gan?
profile picture
kaskus addict
31-05-2019 09:26
InsyaAllah udah lebaran gan, lancrot lagi kembali ke hayati
profile picture
kaskus holic
31-05-2019 09:22
belum ada kelanjutannya ya gan? kentang ni hehehe
25-09-2019 23:33
BAGIAN 19
PAKU KUNTILANAK
part 4



Mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju teras depan rumah. Teras depan rumah mbah Encur terlihat sangat luas dan mewah dengan ubin yang dilapisi marmer. Pintu depannya sangat tinggi dan bercat putih mengkilat. Febri kemudian mengetuk pintu dengan keras sambil mengucap salam. Tak lama berselang, pintu terbuka dan ternyata ada sesosok wanita cantik dengan mengenakan seragam pembantu ala film anime. Asnawi mendadak jadi ingat sosok Bi Asih yang selalu mengenakan pakaian yang sama.

“waalaikum salam......ada yang bisa saya bantu dek?” sapa pembantu cantik itu dengan senyuman manis dan ramah.

“eehh...anu teh..kita mau ketemu sama mbah Encur...saya udah ada janji sama beliau” jawab Febri.

“ooh..mau berobat sama si mbah....oke kalo gitu ayo kalian masuk!”

Mereka mengikuti langkah sang pembantu cantik untuk masuk kedalam rumah. Asnawi sangat takjub dengan suasana didalam rumah yang sangat modern dan mewah, dia tidak menyangka ada rumah mewah di tengah perkampungan yang terpencil ditambah semua pegawai di rumah ini adalh wanita-wanita cantik.

Mereka dipersilakan duduk oleh pembantu cantik di sebuah ruangan yang terapat satu set sofa berharga mahal. Pembantu itu pergi meninggalkan mereka untuk memanggil sang tuan rumah dan manyiapkan beberapa makanan dan minuman untuk menjamu tamu.

Ketika menunggu, Eka dan Asnawi berjalan keliling ruangan itu untuk melihat foto-foto yang tepampang di dinding. Dalam salah satu foto itu terdapat potret seorang pria tua yang diyakini adalah mbah Encur yang diapit oleh belasan wanita-wanita berparas cantik.

“wah...si mbah hebat nih broo...anaknya banyak banget, cantik-cantik pula” ujar Asnawi.

“hmm...iya broo...semoga ada satu lah yang bisa gue kimpoiin”

“njiirr ngarep aja lu broo”

“pastinya broo.....gue mau lah jadi menantunya mbah Encur...udah anaknya cantik-cantik terus bapaknya tajir..hahaha”

“elu mah liat harta melulu”

Kemudian mbah Encur pun datang dan menghampiri mereka. Dia tampak digandeng oleh dua wanita cantik yang mengenakan pakaian model blouse motif bunga. Dibelakangnya diikuti sang pembantu cantik yang membawa nampan besar berisi makanan dan minuman untuk menjamu mereka. Eka dan Asnawi kaget dan langsung kembali duduk di tempat duduknya semula. Begitu mbah Encur duduk di kursinya, Asnawi, Eka dan Febri langsung mencium tangan mbah Encur yang duduk di sofa yang sedikit oanjang dengan diapit oleh kedua wanita cantik yang menggandengnya. Asnawi, Eka dan Febri pun sangat terpesona dengan kencantikan dua wanita itu.

“apa yang kalian inginkan?” tanya mbah Encur.

Ketiga sahabat itu terlihat bingung dan mendadak grogi. Mereka saling pandang untuk menentukan siapa yang akan berperan menjadi juru bicara. Akhirnya Asnawi dan Eka kompak menunjuk Febri menjadi juru bicara karena dialah yang berkepentingan.

“eee..anu mbah..maaf sebelumnya..saya mau perkenalkan diri dulu..nama saya Febri dan ini temen saya Eka dan Asnawi...saya ingin ngadain ritual pemasangan paku kuntilanak seperti yang saya omongin sebelumnya di telepon”

“hmmm....kamu udah bawa kuntilanaknya?”

“udah mbah..udah saya masukin kedalam botol”

“baiklah coba keluarkan kunti itu!”

Febri membuka tutup botol kaca yang dibawanya, seketika kepulan asap putih keluar dari mulut botol. Kepulan asap itu kemudian membentuk suatu pola dan akhirnya memadat menjadi sosok Letty.

“wah...kuntilanak londo nih?”

“iya mbah”

Mbah Encur memandangi Letty yang berdiri dengan gaun kuntinya yang berwarna putih. Dia mulai menghitung seberapa besar ukuran tubuh yang akan dibuat untuk Letty.

“Ningsih....Cucum!...coba kalian ukur kuntilanak ini!” perintah mbah Encur.

“baik mbah” jawab kedua wanita itu secara bersamaan.

Kedua wanita cantik itu pun berdiri untuk mengukur ukuran tubuh Letty. Salah satu dari wanita itu tampak merogoh belahan dadanya seperti ingin mengambil sesuatu sehingga Asnawi langsung fokus kearah itu. Ternyata wanita itu mengeluarkan semacan meteran, buku dan alat tulis. Mereka pun akhirnya mengukur ukuran tubuh Letty, mulai dari tinggi badan, lingkar perut, lingkar dada, lingkar kepala, lingkar pinggang dan panjang dari tangan. Seorang wanita yang mengenakan blouse sleveless warna biru tampak menulis ukuran-ukuran tubuh Letty yang sudah diukur rekannya. Setelah selesai, mereka kembali duduk mengapit mbah Encur yang sedang menikmati kopi panasnya.

“baiklah..ukuran tubuh udah diukur...sekarang kita ngobrol dulu yah ujang (sebutan anak laki-laki dalam bahas sunda)...jangan tegang atuh...rileks aja hehe”

“iya mbah..maafin kita” ujar Febri.

“ah gak apa apa....kalian ini anak anak baik lho....ngomong-ngomong siapa diantara kalian yang ingin menikahi kuntilanak?”

Ketiga sahabat itu kaget dan bingung, mereka kembali saling berbisik.

“eeeehh....anu mbah saya yang pengen ngejalanin ritual paku kuntilanak...tapi saya tidak berniat untuk menikahinya” jawab Febri.

“ke..ke...ke...kenapa kamu gak mau menikah jang Febri?” tanya mbah Encur yang keheranan.

“saya ingin mengubah Letty jadi manusia aja pa...udah gitu aja...kalo masalah nikah mah saya belum siap....saya masih kuliah.”

“oohh...bukan gitu maksudnya ujang Febri!....menikah sama kuntilanak adalah salah satu syarat untuk ritual ini....tujuanmu mau nikahin kunti buat dapet kekayaan kan?”

“bukan mbah....tujuan saya adalah...saya mencintai Letty...saya pengen dia jadi manusia lagi”

“APAAAAHHH!!......KAMU SERIUS?”

“i..ii..iya mbah..saya serius”

Mbah Encur terdiam sesaat, sementara kedua wanita pendampingnya pun menunjukkan ekspresi tidak percaya.

“hmmm...muhun (baiklah)...jadi kamu adalah orang pertama yang mempunyai alasan cinta untuk membangkitkan kuntilanak” tegas mbah Encur.

“emang kenapa gitu mbah?” tanya Febri.

“karena setiap orang yang ingin melakukan ritual ini punya tujuan untuk jadi kaya.....mereka mengubah kunti jadi orang kemudian menikahinya dengan perjanjian pesugihan....banyak pasien yang datang kesini untuk jadi kaya,mulai dari pengusaha, artis, pejabat”

“artis?.....emang siapa artis yang nikah sama kunti mbah?” Asnawi tiba-tiba buka suara.

“bukan menikah tapi artis itulah kuntinya....dia adalah Suzanna”

“APAAAHHHH!!!..........bukannya Suzanna udah meninggal?” Eka mendadak buka suara mengikuti Asnawi.

“Suzanna bukan meninggal...tapi dia kembali menjadi kuntilanak....” jawab mbah Encur.

“Suzanna memang dia kuntilanak seperti eik...karena dia sepupu eik punya...kita punya nama belakang yang sama” celetuk Letty yang merasa tergelitik dengan obrolan mbah Encur.

“jadi kamu sodaranya Suzanna?” tanya Asnawi kaget.

“ja....Nawi...eik sepupunya dia, bahkan kita hampir mati bersamaan karena rumah kami diserang para inlander biadab” jawab Suzanna.

“oohh semua ini masuk akal...dulu Hayati pernah bilang kalo dia pernah ketemu Suzanna dan memberikannya parfum melati....jadi rupanya dia itu emang kunti” kata Asnawi mulai mengangguk angguk.

“bener ujang....sayah yang membuat Suzanna jadi manusia pake paku kuntilanak...dulu ada seorang sutradara film yang mendatangi sayah untuk membuat Suzanna jadi manusia dan dia akan menikahinya....dan setelah itu, Suzanna menjelma jadi artis terkenal”

Febri, Asnawi dan Eka terkejut dengan pernyataan mbah Encur. Mereka pun kembali saling pandang dan berbisik satu sama lain untul membicarakan semua rahasia tentang Suzanna yang dianggap sebagai legenda perfilman.

“tentang kunti yang akan dijadikan manusia, apa kamu tahu kalo kuntilanak itu gak bisa mencintai orang....karna perasaan cinta mereka sudah mati...jadi cintamu akan bertepuk sebelah tangan”

“tau mbah...saya tahu dan saya siap menanggung resiko segalanya”

“baiklah kalo begitu untuk ritual paku kuntilanak harus pada waktu yang tepat dan banyak syaratnya”

“baik mbah....waktunya kapan?”

“harus malam jumat kliwon dan bulan purnama...menurut perhitungan sayah.sekitar sepuluh hari lagi dari sekarang...kalian punya banyak waktu untuk menyiapkan persyaratannya”

“persyaratannya apa mbah?”

“persyaratannya ada dua yaitu bumbu dan komposisi....untuk bumbu, kalian mesti bawa gula kawung (aren), uyah badag (garam batu), kembang honje (kecombrang), surawung (kemangi), kunyit, jahe, cikur (kEncur), kembang tujuh rupa, kembang melati, buah kelapa gading cupat merah yang kulitnya diukir gambar srikandi, air dari 12 sumur....dan....paku besi yang dilapisi oleh tembaga”
Febri tampak sangat serius menulis semua bumbu untuk ritual paku kuntilanak, sementara Asnawi dan Eka malah penasaran dengan komposisi yang belum disebutkan.

“baiklah itu untuk bumbu...sekarang komposisi...manusia itu terdiri dari tiga unsur, yaitu daging...darah dan tulang....nah berhubung kuntilanak ini adalah wanita jadi kalian mesti membawa tiga unsur itu berupa daging, darah dan tulang perawan”

“apaaaaahh!!!..jadi komposisinya itu? Apa harus manusia atau diganti sama binatang?” Asnawi langsung berkomentar.

“muhun jang....dan harus manusia dan perawan” jawab mbah Encur dengan tenang.

“berarti kita mesti numbalin orang dong?” tanya Febri.

“yah kalo masalah itu terserah kalian bagaimana caranya....bisa menumbalkan orang atau memakai mayat yang masih perawan”

“maksudnya apa sama memakai mayat yang masih perawan?” tanya Febri yang semakin penasaran.
“yah mungkin kalian bisa mEncuri mayat dari kuburan yang baru...atau kalian memebeli mayat di rumah sakit...atau banyak lah caranya selain harus menumbalkan orang”

Setelah pertemuan dengan mbah Encur, mereka memutuskan kembali pulang menuju Bandung. Mereka sangat kebingungan untuk mencari komposisi yang dinilai sangat berat. Ketiganya memutar otak dengan sangat keras untuk mencari solusinya selama perjalanan pulang menuju Bandung. Mereka memiliki waktu sepuluh hari untuk memenuhi semua persyaratan yang dinilai mustahil bagi mereka.

..........................

APAKAH MEREKA AKAN BERHASIL MEMBANGKITKAN LETTY?

KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAH emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty

Catatatn Penulis:
ane mohon kepada para silent reader supaya bersuara, karena ane sangat membutuhkan banyak komentar dari para kaskuser untuk kelangsungan hidup trtt ini emoticon-Maaf Agan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 37 lainnya memberi reputasi
38
profile picture
newbie
27-09-2019 09:44
Ini mbahnya yg punya grup musik asu angels ya wjwjwkw
profile picture
newbie
29-09-2019 04:08


@zoyaaz ini nih yang bikin babang martin ambveg emoticon-cystg,
tak bantu emoticon-Blue Guy Bata (L) bang emoticon-Hammer2
profile picture
newbie
28-09-2019 17:22
Ngikutin cerita ini dari Pacarku kuntilanak sampai skrng.. Cuma gk pernah bersuara.. 😊 di tunggu ke lanjutanya gan ☺
profile picture
kaskus addict
27-09-2019 13:04
keren nh alurnya.. sampe ada cameo suzana...

jangan2 semua wanita di rumah mbah semua kunti ya...
profile picture
newbie
27-09-2019 01:58
Selir selir mbah pasti para nyai kunkun juga
05-09-2019 19:17
BAGIAN 18
MENANTU IDAMAN
part 2



“makan tuh jus mangga anyeeeenk!!!...hahahaha” ujar Eka dengan penuh kepuasan ketika melihat Asnawi yang basah kuyup terkena siraman jus mangga.

“aahh..tega bener si lu...nyiram gue pake jus” keluh Asnawi.

“ya abis elu kaya kesurupan gitu mau nyosor gue....”

Sementara, Febri dan Letty malah tertawa terpingkal-pingkal melihat kelakuan absurd kedua sahabatnya itu. Letty dengan sigap langsung mengambil lap yang berada di dapur untuk membersihkan tumpahan jus yang tercecer di lantai. Selain itu, dia juga memberi sehelai handuk kecil kepada Asnawi untuk mengelap mukanya.

“lu kenapa si Wi.....pake nyosor sama si Eka?” tanya Febri dengan muka merah akibat tertawa terbahak-bahak.

“anu...eh...enggak ah, gue cuman baper aja liat lu berdua pelukan..hehe” jawab Asnawi malu-malu.

“baper apa nafsu lu?.....gue hampir diperkosa sama elu!!” eka ngegas.

“wah...emang gue kayak gitu?” tanya Asnawi shock.

“si Eka bener broo...lu hampir merkosa dia hahahahaha.....nyaris aja gue muntah liat aksi lu berdua...hahahaha” sahut Febri.

“hih...amit-amit gue mau merkosa si Eka....gue masih normal euy” sanggah Asnawi.

“ahhh!!..normal-normal podol sia anyeeenk!!” Eka kembali ngegas.

“aduh maafin gue bro....hehehe...maafin yah” Asnawi memelas.

“BODO AH!”

Suasana sore itu pun berlangsung sangat heboh setelah aksi nekat Asnawi. Letty kembali duduk disebelah Febri yang masih tertawa.

“eik heran sama Asnawi...kenapa begitu cinta sama Hayati?” tanya Letty.

“aku cinta sama Hayati karena Hayati juga mencintaiku Lett.....jiwa kita seakan udah bersatu” jawab Asnawi.

“tapi kan arwah gentayangan tidak akan bisa merasakan cinta lagi kepada manusia....perasaan mereka udah ikut mati”

“tapi apa kalian bisa jatuh cinta juga antar sesama hantu?”

“iya.....sesama hantu maupun sama siluman...kita bisa merasakan cinta...kau tahu Bendoro dulu juga saling mencintai sama siluman Kera merah dan berakhir tragis....eik juga pernah punya namanya suami seorang siluman punya....tapi kita udah pisah”

“tapi kenapa Hayati bisa mencintaku dengan tulus...bahkan dia ingin menikah sama aku”

“hmmmm..eik juga tidak mengerti dengan apa yang Hayati rasakan.....dia adalah kuntilanak paling beda diantara yang lain....Hayati sangat manusiawi....dan penuh dengan rasa cinta”

“berarti apa Hayati itu adalah jenis kuntilanak langka?”

“ja.....bisa dikatakan begitu....eik malah nyangka dia itu sebenernya manusia”

Asnawi pun dibuat semakin bingung dengan pernyataan Letty. Apakah mungkin Hayati itu memang masih hidup atau selama ini dia itu adalah manusia yang berubah jadi kuntilanak? Pertanyaan itu terus menerus menyerang sel-sel otak Asnawi.

Malam pun tiba, sekitar pukul 9 Asnawi dan Eka pulang dari rumah Febri. Asnawi hari itu merasakan banyak hal, mulai dari senang sampai sedih. Bahkan dia juga merasakan suatu kebingungan ketika mengetahui rencana gila Febri untuk menghidupkan kembali Letty. Sebersit penyesalan mulai dirasakan Asnawi, mengapa dirinya menolak untuk melakukan ritual paku kuntilanak seperti yang akan Febri lakukan terhadap Letty. Asnawi sangat penasaran dengan hal itu karena ini merupakan yang pertama kalinya seumur hidup.

Sebelum pulang, Febri menyusun rencana untuk pergi menuju mbah Encur di daerah Sukabumi pada akhir pekan ini. Tepatnya di daerah Ujung Genteng. Daerah itu merupakan pesisir selatan dan diyakini adalah wilayah kekuasaan Ratu Siluman. Jarak antara rumah orang tua Asnawi dengan daerah itu sangatlah jauh, sehingga tidak dimungkinkan untuk menempuh perjalanan pulang-pergi. Mereka menentukan rumah Asnawi sebagai markas persinggahan di Sukabumi.

Pukul sepuluh malam, Asnawi tiba di kostan. Dia tampak kelelahan dan kurang sehat. Hari ini adalah hari pertamanya kembali ke kampus. Mulai besok, dia akan menjalani aktivitas kuliah nya seperti semula. Setelah memarkirkan motor mio bututnya, Asnawi manaiki tangga menuju kamarnya. Ketika dia membuka pintu ternyata didalam kamar ada Utami yang duduk berdampingan dengan sesosok hantu pria yang berpenampilan seperti anak band diatas ranjangnya.

“si..si..siapa dia Tami...?????” Asnawi terkejut.

“oohh...kamu belum tau yah...ini Brian..pacarku “ jawab Utami santai.

Brian pun bangun dan menghampiri Asnawi untuk bersalaman. Tangannya sangat dingin sehingga Asnawi cepat-cepat melepas tangan Brian. dia mulai heran dengan keberadaan Brian dikamarnya, kenapa dirinya bisa melihat Brian?

“apa kamu bisa menampakkan diri kayak Utami?” tanya Asnawi bingung.

“enggak kak....aku gak bisa melakukan itu”

“lantas...kenapa aku bisa melihatmu?”

“karena aku udah ngasih Brian energi!” tiba tiba Utami menjawab pertanyaan Asnawi.

“hah!...ngasih energi?...berarti kalian udah.......”

“tidak..tidak...tidak...bukan kaya gitu...aku ngasih energi pada Brian kaya gini nih!” Utami memegang kepala Brian, kemudian dia mengalirkan energi seperti aliran listrik. Brian tampak kaget dan kejang-kejang seperti tersengat listrik ketika aliran energi itu masuk. Setelah cukup, Utami melepas tangannya dari kepala Brian. Brian pun langsung berbaring diatas ranjang di sebelah Utami. Matanya tampak memandang kosong ke arah langit-langit ruangan. Asnawi tampak kebingungan dengan hal itu. Dia menghampiri Brian yang masih berbaring.

“kenapa dia?....apa yang kamu lakukan sama dia?”

“aku udah ngasihin energi ke tubuh Brian.....dia gak kenapa-kenapa Wi...dia Cuma shock dikit”

“kamu tahu dari mana bisa ngasih energi kayak gitu?”

“aku diajarin mbak kunti Wi....selama ini dia banyak ngajarin aku tentang bertahan hidup jadi mahluk gaib...dia ngajarin aku memegang benda-benda fisik, berkomunikasi sama orang dan menampakkan diri...”

“kenapa Hayati gak pernah cerita tentang itu”

“banyak hal yang tak harus kamu ketahui tentang mbak kunti.....makanya dia menyimpan rahasianya sendiri....mbak kunti itu orang yang penuh kejutan”

“tapi apakah Brian akan sadar lagi?”

“dia akan sadar 10 menit lagi...sekarang dia udah bisa memegang benda fisik”

“apa dia bisa menampakkan diri?”

“belum......butuh latihan keras buat kesana...lagian dia juga mesti banyak nerima energi dariku”

“hmmm...lantas, kenapa aku bisa melihat Brian?...kan aku gak ngasih energi ke dia”

“kamu bisa ngeliat Brian, karna sumber energiku berasal dari kamu Nawi.....kamu ngasih aku energi, terus sama aku disalurin lagi ke dia..maka otomatis kamu bisa liat dia”

“okeh...tapi kenapa kamu nyalurin energinya kayak gitu?...bukannya harus melalui hubungan intim?”

“sebenernya mah sih cukup sentuhan kulit aja udah bisa nyalurin energi hehehe”

“APAAAAHHH!!...kenapa kamu ngajak bercinta melulu buat nyalurin energi?”

Utami pun tersipu malu setelah memberitahu Asnawi tentang semuanya, namun sebaliknya, Asnawi terlihat sangat kesal dengan ekspresi Utami. Dia pun meminta penjelasan kepada Utami tentang semua hal.

“jelasin semuanya Tami....jelasin!!” teriak Asnawi sambil meremas kedua lengan Utami.

“hmmm....sebenenya semua ini gara-gara kamu juga Nawi!” Utami ngegas balik dan menghardik Asnawi untuk melepaskan cengkramannya.

“salahku apa?”

“kamu udah memperkosaku...hingga aku jadi ketagihan bercinta sama kamu”

Asnawi pun diam seketika seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Dia memandang Utami yang wajahnya terlihat sangat gusar. Utami kemudian mendorong Asnawi sampai terjatuh diatas karpet. Asnawi kembali bangun, lalu duduk bersila diatas karpet. Dia menundukkan kepalanya seakan tidak berani memandang Utami yang berdiri dihadapannya dengan berkacak pinggang.

“Nawi......liat aku!”

Asnawi memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan memandang Utami. Keringat dinginnya mulai bercucur deras dan tubuhnya menggigil. Utami akhirnya duduk dihadapan Asnawi, dia memandang tajam kedua matanya.

“Nawi.......”

“maafin aku Tami....maafin aku....maafin”

“udah...udah...udah....gak usah minta maaf...semua ini udah terlanjur....nasi udah jadi bubur...kamu gak boleh menyesal”

“terus aku mesti gimana?”

“lanjutkan aja hidupmu kayak biasa...lagian aku mah apah atuh..cuman arwah gentayangan yang gak jelas masa depannya”

“ihhh...jangan ngomong gitu lah”

“beneran Nawi......dulu mbak kunti juga ngomong kayak gitu....dan benarkan?....dia sekarang udah gak ada...begitu juga aku”

“tapi...tapi kamu jangan pergi atuh Mi....!”

“aku gak akan kemana mana.........Nawi...!!..”

“aku akan ngasih kamu energi....aku...”

“Nawi..Nawi...sssttt!!...dengerin aku!.....penyaluran energi melalui sentuhan cuman bisa dikit...paling sekitar 10 persen....tapi kalo melalui cara bercinta bisa sampe 5 kali lipat”

“kamu tahu darimana Tami?”

“dari mbak kunti....dia bilang kalo bercinta sama manusia maka energi kita bisa berlipat ganda....dan kamu itu adalah manusia yang punya energi kehidupan yang sangat besar...makanya dia ngebet banget sama kamu Nawi”

“tapi bukan karena itu Hayati ngebet sama aku Tami!...dia memang bener-bener cinta sama aku....kita udah saling bersumpah buat mencintai....”

“mustahil setan jatuh cinta sama manusia Wi....!!!.......rasa cinta kami udah mati”

“TIDAAAAAAAK!!!......aku tidak percaya!...aku yakin Hayati mencintaiku bukan memanfaatku...kamu jangan sok tahu!”

“tapi Wi......”

“udah...................!!”

Asnawi tiba tiba berdiri dan pergi keluar kamar, Utami berusaha menahan dirinya dengan memegang tangannya.

“kamu mau kemana Nawi?”

“aku mau cari udara segar.....lepasin aku!!!!!”

Asnawi melemparkan tangan Utami, dia berlari melewati teras atas, kemudian turun kebawah dan pergi keluar dari rumah kost. Utami hanya mengelus dada ketika melihat Asnawi marah besar terhadap dirinya.

Asnawi berjalan tergesa-gesa menuju taman yang gelap dan sepi. Dia kemudian duduk di sebuah bangku yang dulu pernah menjadi tempat kencan pertamanya dengan Hayati. Mukanya tampak merah karena aliran darah yang mendidih akibat terpancing emosi. “Hayati mencintaiku....dia benar benar mencintaiku...dia gak seperti setan-setan lainnya yang cuman manfaatin energi” gerutunya dalam hati.

Dia akhirnya membuka smartphone nya, kemudian membuka gallery foto. Asnawi melihat potret-potret Hayati bersama dirinya semasa bersama. Dia tampak senyum sendiri ketika membayangkan momen momen absurd yang dialaminya ketika hidup besama Hayati. Slide demi slide digesernya untuk mengenang Hayati, seorang gadis kuntilanak yang menghiasi hidupnya selama lebih dari tujuh bulan terakhir. Walaupun hal itu merupakan waktu yang singkat, akan tetapi bagi Asnawi itu adalah waktu yang sangat lama, serasa seumur hidup. Tampak Hayati berpose dengan senyum manis nya sambil melontarkan aura indah.

Koleksi Foto Hayati di Gallery Smartphone Asnawi


“oh Hayati...kenapa kamu ninggalin aku begitu cepat....aku rindu kamu Hayati”

Setelah menggeser beberapa slide foto Hayati, munculah potret swafoto antara Hayati dan Merry. Dalam potret itu keduanya tampak tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi putih mereka. Tampak Asnawi yang sedang makan sebagai atar belakang potret itu.

“oh merry...kenapa kamu juga ikut meninggalkanku?........kalian berdua sama sama meninggalkanku...aku harap kalian sekarang ada disini menemaniku” Asnawi kemudian mencium ponsel pintar itu dengan penuh perasaan.

Tak lama kemudian, Utami datang menghampirinya. Dia menepuk punggung Asnawi yang tengah asyik menciumi smartphonenya. Sontak, Asnawi pun langsung terperanjat kaget.

“hayo loh....kamu lagi ngapain ? nyiumin hape mulu”

“eh...enggak kok....gak apa apa...kamu ngapain kesini?”

“ya nyusul kamu lah..aku takut kalo kamu pergi”

“kenapa kamu takut aku pergi?...kan itu ada Brian”

“hmmm...Brian udah pulang...lagian aku kan tinggalnya bareng kamu bukan sama dia”

“hadeuuh...yaudah kamu duduk sini!”

Utami pun menyambutnya dengan gembira, dia duduk disebelah Asnawi dan langsung menyandarkan kepalanya di pundak Asnawi.

“Nawi...maafin aku yah...tadi aku udah meragukan perasaan mbak kunti”

“gak apa apa kok Tami...aku yang salah tadi...aku terlalu terbawa emosi, sampe-sampe aku ngebentak kamu...”

“iya Wi...aku juga tadi udah gak sopan sama kamu....mulai sekarang aku gak mau berantem-berantem lagi sama kamu”

“lho kenapa?.....”

“kan kamu gak suka?”

“ya aku suka lah berantem sama kamu Tami....kamu itu asyik buat diajak berterung hahaha”

“ihhhh...kamu mah da.....dasar otak kopong...mesum...si raja co*i”

“eehh...sama sama bokong papan hahaha”

Dan mereka pun saling melontarkan kata makian sebagai bahan untuk bercanda. Sesekali Utami mencubit Asnawi dan menarik hidungnya sampai kesakitan dan sebaliknya Asnawi juga melontarkan gelitikan mautnya untuk menggoda Utami. Suasana malam yang sepi pun mendadak jadi ramai gara-gara aksi konyol mereka berdua.

“Tami.....”

“iya.......”

“apa kamu sama Brian pernah bercinta?”

“ya enggak lah Wi.......aku gak pernah bercinta sama siapapun..aku cuman bercinta sama kamu”

“lho kenapa..dia kan pacarmu”

“ihh..ogah ah, dia emang sering ngajakin aku begituan, tapi selalu kutolak....abisnya dia gak seasik kamu dan aku ngakunyaasoh setan perawan”

“emang aku asyiknya apa sih?”

“ya kamu mah bisa ngasih aku energi kalo dia mah ya gitu deh...gak ngasih apa-apa”

“tapi kan bisa ngasih kenikmatan”

“iya sih tapi jauh lebih enak sama kamu lah...hehehehe”

“hadeuuhh........dasar papan berjalan sangean”

“ihh sembarangan!....kamu tuh yang sangean”

Malam semakin larut, Utami dan Asnawi semakin larut dalam suasana bahagia yang tercipta hingga akhirnya Utami mengajak Asnawi untuk pulang. Utami meminta gendong kepada Asnawi, dia mendadak bersikap manja seperti seekor kucing betina. Asnawi pun menyetujuinya, dia mempersilakan Utami untuk naik ke punggungnya. Setelah itu, dia berjalan menuju rumah kost.

“Nawi....kamu jangan lupa minum obat yah!”

“iya.....aku tahu!...berisik wae!”

“ihhh...dikasih tahu malah ngegas”

“iya..iya...maafkan diriku tuan putri...karna suka ngegas”

“nah gitu atuh!...hahaha.
......................................................

KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAAAH...!! emoticon-Betty emoticon-Betty
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 27 lainnya memberi reputasi
28
profile picture
kaskuser
05-09-2019 20:36
kok enak banget ya bro jadi lu gak setan gak manusia semua suka sama lu semua bro
25-07-2019 15:57
BAGIAN 14
SAHABAT LAMA
part 2



“lu tau darimana Mal?” tanya Maemunah.

“sebelum gua terlahir kembali kedunia, gue sempet ketemu sama malaikat....dia ngasih tahu gua semuanya”

“MasyaAllah lu ketemu malaikat?....bentuknya kayak gimana?”

“Mumum!...kamu gak boleh tahu bentuk malaikat!...mereka itu mahluk gaib yang wajib kita yakini tapi kita gak boleh menerka-nerka wujudnya” sahut Zakaria dengan nada meninggi.

“tapi aku penasaran pak.....” ujar Maemunah dengan wajah memelas.

“yaudah...Mun...kamu gak usah gitu juga kali...aku kasih tahu....malaikat yang nemuin aku wujudnya berupa manusia...tapi itu bukan wujud aslinya....aku juga gak tahu seperti apa wujud asli malaikat”

“nah betulkan Mun?......tidak ada manusia yang pernah bertemu malaikat dalam wujud aslinya kecuali Nabi Adam dan Nabi Muhammad” Zakaria mempertegas pernyataan Hayati.

“iya pak....maafin aku”

Suasana perbincangan semakin menarik, Zakaria dan Maemunah tampak sangat terkesima dengan kemampuan Hayati yang menunjukkan perubahan wujud dengan mengubah warna mata menjadi kuning dan menumbuhkan kuku tajam serta taring. Hayati juga bisa melihat mahluk gaib penghuni rumah Zakaria dengan menggunakan tatapan mata kuningnya. Setidaknya ada empat sosok penghuni tak kasat mata yang bersemayam di rumah mereka. Setelah cukup lama mengikuti perbincangan, Zakaria merasa lelah, dia meminta izin kepada Hayati untuk beristirahat di dalam rumah dan meninggalkan Hayati dengan Maemunah di teras. Akhirnya mereka kembali meneruskan obrolan yang sempat terpotong. Maemunah sangat rindu dengan suasana yang dirasakannya ketika ngobrol bersama Hayati.

Ketika mereka asyik berbincang, seorang pemuda berpakaian rapi ala anak kuliahan keluar dari rumah. Dia berpamitan kepada semua orang yang berada di teras tak terkecuali Hayati. Pemuda itu tampak grogi ketika melihat Hayati yang memandangi dirinya dengan mata berbinar. Akhirnya dengan cepat pemuda itu meninggalkan rumah menuju kampus.

“wahh...itu anak lu Mun?”

“iya Mal....namanya Fauzi...dia baru 20 tahun”

“ganteng juga yah anak lu hahahaha...........eh dia kuliah dimana?”

“di universitas swasta Mal....ngambil Teknik Sipil....dia gak sepinter elu lah yang kuliah kedokteran dia UI hahahaha”

“wah Teknik Sipil...sama kayak mas Nawi dong?”

“pacar lu yang brondong itu Mal?...”

“iya....tapi sekarang gua udah putus sama dia....gue udah maksa dia buat balikan sama mantannya..”

“kenapa bisa gitu Mal?...kesian dia....pasti sampe sekarang dia nyangka lu udah mati”

“iya Mun....tapi biarin aja ah..lagian gue juga kasihan sama mantannya...mulai sekarang gua pengen membangun kembali hidup gua yang udah terlewat puluhan tahun...”

“Mala....apa yang mau lu lakuin sekarang?”

“gua pengen tahu kemana perginya adik gua...terus rumah bapak siapa yang ngisi?...kok kosong? Tadi bapak lu bilang rumah gue dikontrak sama cewek yang bernama...eehh..ehh...mi...mir....”

“MIRAMAREU?”

“nah itu..Miramareu....siapa sih sebenernya dia? Terus kenapa ibu sama Rini bisa pindah....dulu?”

“panjang juga sih ceritanya Mal...gua juga gak terlalu tahu dengan apa yang terjadi sama keluarga lu...tapi setahu gue sih bu Arin mengalami depresi ketika ditinggal mati sama elu dan pak Margono...”

“gue belum mati kali Mun...cuman jadi Kunti”

“iya lah...gue anggap lu mati aja deh.....gue juga pasti bakalan ngerasain kaya gitu Mal...jadi pas elu ngilang...bapak lu panik, dia nyari elu kesana-sini tiap hari sampe gak kenal waktu selama setahun....sampe akhirnya dia kelelahan dan kena stroke....dia nyariin elu gak sendirian Mal...bapak lu ditemenin sama Yadi”

“APAAAHHH!............YADI IKUT NYARIIN GUE?” Hayati langsung terkejut mendengar nama sahabat dari masa kecilnya itu.

“iya Mal....Yadi ikut nyariin elu..bahkan dia rela berhenti kuliah demi ikut nyari elu...tiap hari bapak lu sama Yadi berkeliling kota, bahkan sampe ke pelosok..bapak gue juga ikutan bantu Mal...dia ngehubungin semua Danramil di Jawa Barat dan Jawa Tengah....tapi hasilnya tetep nihil...setahun kemudian pak Margono langsung kena stroke dan meninggal....setahun setelah itu, keluarga lu pindah rumah”

“gua sedih banget Mun....lu tau dimana mereka sekarang?”

“hmmm..nanti gua tulisin ya alamatnya...yang jelas pasti Rini bakal seneng elu balik lagi.....dia bakalan kaget liat wujud lu yang masih muda”

“Rini kayak apa sekarang Mun?”

“hmmm...dia udah kaya sekarang, dia bekerja sebagai pengacara.....dulu dia juga pernah jadi model”

“Apaaaahh?...jadi model?...elu serius!”

“iya Mal...dia kan punya wajah cakep dan tubuh langsing, jadi cocok lah jadi model hahaha .... daripada elu dulu badan kurus kayak papan penggilesan, muka culun pake kacamata, rambut dikepang, baju kaya nenek-nenek ..hahahaha”

“ihh elu malah ngehina gue...liat dong sekarang!...gue udah berubah”

Maemunah tertegun memandang Hayati yang sangat berbeda dari yang dikenalnya dulu. Sekarang Hayati terlihat lebih cantik dengan tubuh berisi. Rambut panjangnya tampak berurai anggun ketika melambai-lambai diterpa angin pagi. Maemunah tampak terpesona dengan penampilan baru Hayati yang lebih segar dan menawan.

“iya yah...gue baru nyadar elu cantik ...dada lu jadi besar banget yah...hmmm....kanapa gak dari dulu Mal elu berpenampilan kayak gini?”

“gua juga gak tau kalo penampilan kayak gini bisa disebut cantik...dulu pernah gue berpenampilan kayak gini..Bram langsung terpesona dan melamar gue jadi kekasihnya, tapi gue malah dihamilin dan dibunuh sama dia”

“ya itu mah salah elu sendiri...kenapa jadi cewek polos banget...mau-mau ajalu diperawanin sama orang...kan elu bisa nolak dong”

Hayati bangkit dari kursinya, dia kemudian berjalan ke ujung beranda dimana ada sebuah tanaman hias yang sedang berbunga dan dihinggapi oleh kupu-kupu yang berwarna-warni. Hayati memperhatikan kupu-kupu cantik itu sambil melanjutkan obrolan, sementara Maemunah masih bertahan dalam nyamannya duduk di atas kursi.

“gua emang bodoh banget waktu itu...gue polos dan sangat berharap kalo Bram mencintai gue...tapi ternyata dia cuman mau manfaatin gue....abis itu gue malah dicampakkan....seandainya gue......hmmm.....udah ah gue terlalu sakit mengingatnya....ngomong-ngomong Yadi apa kabar?”

“gak tau Mal...gue udah lama banget gak ketemu dia......sejak bapak lu meninggal, Yadi juga ikutan pindah dari komplek ini...dia ikut bapaknya yang dipindahtugaskan ke kota lain...dari situ gue gak pernah kontak lagi sama dia”

Hayati kembali tertunduk dan terisak ketika mengingat kenangan bersama Yadi yang mendadak terlintas dalam benaknya. Dia kemudian duduk diatas undakan ketiga di depan beranda sambil mengusap air mata yang mengalir.

“lu kenapa nangis Mal?”

“gue cuman mendadak inget sama Yadi....hampir tiap hari kita selalu bersama..bahkan disekolah pun kita selalu maen bareng...gua sama sekali gak nyadar kalo selama ini dia lah lelaki yang selalu setia mendampingi gue kemanapun baik senang maupun sedih”

“apa elu cinta sama Yadi?”

“iya Mun...gue cinta sama dia...tapi gue baru sadar perasaan itu ketika gue lagi sekarat.....gua nyesel banget udah nyia-nyiain dia selama ini”

“oh berarti kalian saling mencintai kalo gitu”

“HAH!...kenapa lu bisa tau?” Hayati kaget. Dia langsung memandang serius ke Maemunah.

“sebelum dia pindah...gue sempet ngobrol sama dia...lebih ke curhat masalah pribadi”

“curhat?....dia bilang apa?”

“yah sama kayak kata-kata lu barusan...dia selama ini memendam rasa sama elu...tapi dia gak berani mengungkapkannya sama elu....dan dia baru sadar dan menyesali kesalahannya itu ketika elu menghilang”

Hayati semakin terisak dan tenggelam dalam lautan kesedihan akibat luka dalam hati yang menganga. Maemunah pun bangkit, lalu menghampiri Hayati yang menangis di depan beranda. Dia kemudian merangkulnya dan mengasihinya.

“yang sudah biarlah berlalu Mal...sekarang lu udah kembali...elu jangan larut dalam kesedihan masa lalu...elu musti liat kedepan...apalagi sekarang elu masih muda...elu bisa mendapatkan cinta sejati yang baru....mungkin elu bisa balikan lagi sama pacar brondong lu atau elu bisa cari pacar baru lagi yang bisa bimbing lu menjadi lebih baik”

“makasih Mun...elu emang sahabat terbaik gue....sekarang gue mau pergi ke rumah Rini...tapi.....”

“segini cukup?” tanya Maemunah yang langsung memberikan sejumlah uang kepada Hayati.

“waaahh banyak banget Mun...jangan banyak banyak ah....gue cuman butuh buat ongkos doang”

“gak usah sungkan lah Mal....kita kan udah sahabatan lama banget...lagian gue belum masak...kan gue tahu elu pasti makannya banyak...dan laper...hahaha....apa elo masih rakus kayak dulu?”

“oalah...Mumun...Mumun....tau aja kalo gue laper...haha...masih tetep lah Mun”

“Buseeet dah....gue mah heran sama elu, makan banyak tapi gak gendut”

“yah mungkin cacing di perut gue rakus-rakus juga kali..jadi gue gak gemuk-gemuk kayak lo haha”

“yaelaahh....hahahahaha...berarti elu emang cacingan parah”

“Mun.....!”

“apa?”

“gue gak tahu jalan ke rumah Rini.....naek angkot apa sih?”

“yaelah Mala...elu masih jadul aja apke angkot...sekarang udah jamannya OJOL...ntar gue pesenin ojol dari hape gue”

Maemunah pergi kedalam rumah untuk mengambil smartphone. Dia hendak memesan ojek online melalui aplikasi di smartphone miliknya. Selagi menunggu pesanan, Hayati kembali duduk di kursi tamu dan memakan cemilan yang disajikan tuan rumah. Dalam sekejap Hayati mampu menghabiskasn dua piring kue yang disajikan, Maemunah sangat kaget dengan kerakusan Hayati yang semakin menggila. Setelah mendapat tanggapan dari driver ojol terdekat, mereka pun beranjak menuju halaman depan rumah untuk menunggu driver ojol menjemput.

“apa rumah gue sempet mau dijual?”

“belum Mal....bu Arin gak berniat ngejual rumahnya..tapi cuman dikontrakin aja”

“oohh..tapi kenapa kosong yah? Padahal semalam gue liat ada motor parkir diterasnya...gue ketok ketok pintunya....gak ada jawaban”

“iya emang pengontrak di rumah lu adalah orang aneh......dia sering ngilang kalo malam hari...”

“ya mungkin dia kerja malam kali Mun...jadi sering ngilang”

“iya kali..........tapi gue salut sama dia Mal.....dia bisa bertahan tinggal di rumah lu selama lima tahun...padahal rumah lu itu angker banget lho....kalo udah lewat magrib gak ada orang yang berani lewat depan rumah lu....kecuali bapak gue yang selalu lewatin rumah lu kalo mau sholat di masjid...bapak gue emang Ustadz jadi gak takut sama setan kali yah terus jalan lewat rumah elu adalah rute terdekat menuju masjid”

“oalah..kenapa rumah gue jadi angker?...emang ada setan apa aja disana?”

“banyak Mal...yang sering dilihat sama warga mah ada setan noni Belanda sama kuntilanak yang sering nangkring di pohon nangka”

“ah iya...pas tadi malem gue liat kunti itu, gue coba komunikasi sama dia, tapi dianya malah kabur masuk ke rumah”

“wah..iya kan!...ada kuntinya........oh iya gue baru inget...beberapa tahun yang lalau rumah lu sempet diserang warga karena ngejar hantu Kuyang yang lari dan ngumpet di rumah lu”

“apaaaah?...hantu Kuyang?....hihh! serem banget tuh”

“elu takut sama Kuyang?....kan elu pernah jadi setan juga?”

“iya Mun gue pernah sekali liat Kuyang...bahkan gue berantem sama dia...Kuyang itu sakti banget Mun..susah dikalahinnya”

“kenapa elu bisa berantem?”

“kan gue dulu pernah mengabdi sama siluman buat jadi penagih nyawa....gue waktu itu dapet tugas untuk mengambil nyawa Kuyang yang udah jatuh tempo...tapi dia ngelawan keras sama gue”

“elu bisa ngalahin dia gak?”

“bisa.....waktu itu kepalanya gue potong dan dibungkus pake karung yang udah dilumuri minyak siluman perawan”

“waaahh kaya di film mak lampir aja Mal.....elu bisa berantem sekarang?”

“bisa banget...gue kan udah dilatih banyak ilmu beladiri”

“waw...hebaat hahahaha”

“eh emang kenapa rumah gue bisa jadi angker gitu?”

“yah..gak tau juga yah...dulu gak ada pengontrak yang bisa bertahan sampe setahun...rumah lu sempet kosong bertahun-tahun...terus sempet dijadikan gudang..tapi akhirnya dikontrak sama Miramareu sampe sekarang”

“elu kenal sama dia gak?”

“kenapa emang?”

“gue penasaran sama kuntilanak yang ada di pohon itu....dia masuk kedalam rumah pas gue panggil...kunti kan gak bisa sembarangan masuk rumah orang kalo gak ada ijin dari pemilik rumah”

“gue gak kenal Mal.....tapi gue sering liat kalo sore-sore anak-anak Rini suka datang ke dia..katanya sih mau belajar privat”

“oohh...dia guru?”

“iya kali...tapi dia gak keliatan kaya guru juga sih.......gue mah cuman selewat aja taunya”

Tak lama berselang pengemudi ojol pun tiba, dia langsung berhenti di depan Hayati dan Maemunah yang tengah berdiri di depan gerbang pagar rumah. Betapa kagetnya ketika pengemudi itu membuka helmnya melihat Hayati.

“HAYATI!!!”

“BANG ARSAL?”

Baik Arsal maupun Hayati sama-sama kaget. Arsal tidak menyangka jika orang yang order di aplikasi ojolnya adalah Hayati. Dia sangat takut melihat Hayati yang telah mengahajar teman-temannya sampai babak belur dan mengancam mengeluarkan isi perutnya.

“waaahhh....kalian udah saling kenal yah!...sejak kapan lu dipanggil Hayati?” tanya Maemunah.

“iya Mun...dia yang nganterin gue dari Kampung Rambutan kesini.....dan gue dipanggil Hayati sejak jadi setan hahaha”

“wah....elu dapet brondong baru lagi nih kayaknya”

“ganteng kan Mun?”

“ganteng banget Mal hahaha.........jadi gemes deh ih...ajak dia maen kesini dong”

“pasti Mun...semoga bisa...pasti dia kuat banget...kita bisa bagi dua yah...sahabat harus saling berbagi kan”

“cakep banget lu.......elu emang sahabat terbaik gue Mal ..haha”

Mendengar pembicaraan antara Hayati dan Maemunah yang bernada seduktif, Arsal mulai salah tingkah. Perasaannya menjadi campur aduk, dia membayangkan dirinya diperkosa oleh Hayati dan Maemunah yang disangkanya pasangan sebagai ibu dari Hayati. “njiirr...apes banget gue hari ini...kenapa gue mesti ketemu sama cewek kunti ini lagi sih...apa lagi sekarang sama emaknya...anjiir...tolong aku Tuhan!!” gumam Arsal dalam ketakutan. Setelah berpamitan, Hayati akhirnya pergi menuju rumah Rini dengan diantar oleh Arsal yang ketakutan setengah mati.

....................................

SIAPA SEBENARNYA SOSOK MIRAMAREU?
SIAPA PULA SOSOK SOSOK MAHLUK ASTRAL YANG BERGENTAYANGAN DI RUMAHNYA?
APAKAH HAYATI AKA BERTEMU DENGAN YADI?
APA YANG AKAN DILAKUKAN HAYATI TERHADAP ARSAL?
APAKAH HAYATI JATUH CINTA DENGAN ARSAL?

KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAH emoticon-Betty emoticon-Betty





profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 25 lainnya memberi reputasi
26
profile picture
kaskus holic
26-07-2019 09:51
rehat 2 minggu lagi nih ye...
profile picture
kaskuser
26-07-2019 07:59
Baru juga udh mau nanya eh udh di tulis in Sama si again nya Yaudh nyimak ae. Lancrotkan gan GPL GPS GPU 🤣
profile picture
newbie
30-07-2019 08:35
Lancrutkan bang Martin,
11-10-2019 16:30
BAGIAN 21
MENIKAHI KUNTILANAK
part 4



Mbah Encur sangat kaget ketika melihat Asnawi, Febri dan Eka sudah dalam keadaan hidung berdarah. Mereka tidak kuat melihat pesona Letty yang sangat luar biasa dengan keadaan berlumuran cairan merah kental.

“astagfirulloh!!..........kalian!!..aduhh...maaf...maafkan mbah jang...kalian ini orang-orang pertama kali yang melihat prosesi ritual ini...biasanya pasien lain gak pernah mbah izinkan melihat ritual paku kuntilanak”

“lha kenapa mbah gak dibolehin?” tanya Eka.

“ya mbah takut kaya kalian....hahaha” jawab Mbah Encur.

“aduh si mbah ...ngerjain kita nih”

“hahah...ya maaf, mbah udah lama gak ketawa sekeras ini..hehehe..sekarang Letty akan dimandikan oleh para asisten...lebih baik kalian menunggu di ruang tamu sebelah yuk!

Mbah Encur mengajak Asnawi, Febri dan Eka untuk menunggu di sebuah ruangan lain di sebelah aula. Letty tampak sudah sadar, tubuhnya langsung ditutupi kain putih sebelum akhirnya dia dibawa oleh para asisten cantik itu untuk dibersihkan.

Mereka memasuki sebuah ruangan yang terdapat beberapa set sofa yang berjajar rapi. Mbah Encur dibanti oleh salah satu asistennya untuk duduk dan diikuti oleh Asnawi, Febri dan Eka.

“setelah Letty bersih, mbah akan menikahkan kamu sama dia” kata Mbah Encur.

“apaaaah!!! Menikah!!.......apa mesti sekarang mbah?” tanya Febri kaget.

“iya jang....pernikahan adalah pengunci dari ritual ini...kamu mesti siap sekarang”

“tapi kan mbah...saya gak bawa apa apa...saya juga ini gak tau mesti bayar mbah berapa...soalnya saya cuman punya duit sebanya 2 juta”

“hmmm...kamu gak usah bayar apa apa buat mbah....semua ini gratis...mbah ini cuma membantu...lagian mbah udah gak butuh duit lagi..kalian bisa liat semua!...mbah udah punya segalanya....tapi kamu mesti bayar kepada kuntilanak yang akan menjadi istrimu itu”

“bayar apa mbah?” Asnawi tiba-tiba ikut bertanya.

“jang Febri harus bayar pake energi kehidupan yang jang Febri....itu bisa sampe beberapa tahun atau bahkan seumur hidup...nah jang Febri mau bayar berapa?” tanya Mbah Encur kepada Febri.

“saya mau ngasih seumur hidup saya mbah.....”

“apaaaahhh...kamu serius?”

“sayah serius mbah...sangat serius baiklah kalo begitu...nanti pas ijab kabul..kamu akan diikat oleh Letty”

“mbah saya mau nanya nih?” Asnawi kembali bertanya.

“iya jang Nawi...mau nanya apa?” tanya balik Mbah Encur.

“resikonya apa mbah kalo ngasihin energi kehidupan kepada kunti?”

“maka harapan hidupmu akan berkurang....”

“apa umur saya akan berkurang mbah?” tanya Febri yang mendadak kaget.

“oh enggak-enggak...kalo masalah umur udah ditentuin sama Alloh....palingan kamu akan cepat menua jang Febri...apa kamu siap?”

“sayah siap mbah....saya siap menerima semua resiko”

“baiklah kalo begitu”

Pintu tiba-tiba terbuka. Masuklah Letty yang tampil sangat cantik dengan balutan kain putih tipis yang menutupi tubuh indahnya. Dia tersenyum kepada Febri dan langsung menghampirinya. Tanpa banyak basa basi, Febri langsung bangkit dari tampat duduknya dan langsung saling berpelukan dengan Letty.

“apa kamu baik baik aja Letty?”

“eik baik baik aja Febri...eik sangat senang bisa kembali hidup”

“alhamdulillah...mulai sekarang aku dan kamu akan terus bersama Letty”

“ja...Febri...eik juga akan mengikutimu”

Melihat Febri dan Letty saling berpelukan dengan bahagia, Asnawi mendadak terbawa perasaan. Dirinya merasa sangat sedih ketika teringat dengan sosok Hayati yang sangat dicintainya. Air mata pun tak terbendung dan akhirnya mengalir deras membasahi wajahnya. Asnawi terisak, Eka berusaha merangkulnya.

“lu kenapa nangis Wi?”

“gue sedih aja broo...gue inget Hayati...seandainya gue dulu nurut kata-kata lu pade tentang rutual paku kuntilanak....mungkin sekarang gue udah hidup bahagia sama dia”

“udah bro...elu mesti ikhlas sekarang....masih banyak cewek di dunia ini broo....kayak anak anak si mbah ini..gue mau coba kenalan sama anaknya...elu mau juga?”

“..........”

“yaudah...lu ikut aja ke gue sekarang yah!”

Eka mengajak Asnawi untuk ngobrol dengan Mbah Encur yang sedang menikmati seruputan kopi hitamnya.

“mbah..maaf mau nanya!” Eka berbasa basi.

“mau nanya apa jang Eka...sok aja” jawab Mbah Encur dengan ramah.

“mbah...sayah sama temen sayah nih masih jomblo...baeangkali mbah punya anak gitu, boleh dong kenalin sama kita berdua soalnya sayah liat di foto di rumah, mbah punya banyak anak cewek...cantik-cantik lagi...hehehe”

“oohh...yang itu...hmmm...itu istri-istri mbah jang...hahahahahaha”

“APAAAAHHH!!!..itu istri mbah semua” Eka dan Asnawi kaget berjamaah.

“iya jang...hehehehehehe”

“yaelah mbah kok kemaruk banget sih....gak disisiain buat kita-kita yang jomblo nih”

“ya gimana lagi atuh...merekanya yang mau sama mbah..hahahahaha”

“hmmm...oke kalo gitu boleh gak saya macarin salah satu pegawi mbah di rumah ini...satpam depan misalnya...soalnya cantik banget..terus temen saya ini juga naksir sama pembantu mbah juga lho”

“oh kamu suka sama mereka?.....kalo mau mah slilakan aja jang...nikah sama mereka”

“yang bener nih mbah?”

“bener ujang...mbah bisa nikahin mereka sekarang juga..tapi kalian mesti kaya Febri yang mau ngasih energi kehidupan buat mereka”

“APAAAAAHHH....KENAPA BEGITU???....JADI MEREKA ITU??”

“bener jang...mereka semua kuntilanak yang udah dipasangi paku sama mbah...termasuk istri-istri mbah yang ada di foto itu....”

“njiiiirrr...semuanya mereka kunti mbah?”

“semua wanita yang ada di rumah ini adalah kunti jang...mereka sengaja dipekerjakan disini sama mbah”

“anjaaaaaay...kalo gitu gak jadi ah mbah...sayah takut..”

“hadeuuhh..si ujang mah gak bener sih gimana?”

“maafin mbah heheheheh...maaf maaf pisan “ Eka tersipu malu.

Acara pernikahan Febri dan Letty pun tiba. Tanpa banyak persiapan, acara ijab kabul dilaksanakan disuasan kesederahanaan. Febri menjadika uangnya yang sebesar 2 juta rupiah sebagai mahar, semntara Asnawi dan Eka bertindak menjadi saksi pernikahan. Dengan sangat khidmat Mbah Encur menikahkan Febri dan Letty. Asnawi pun kembali mendadak terharu setelah menyatakan pernikahan mereka sah. Febri dan Letty pun resmi menjadi pasangan suami-istri.

Setelah semua acara selesai, Febri memutuskan untuk segera pulang menujun Bandung. Hari sudah larut malam. Asnawi kini mendapat giliran mengemudi, sementara Eka berada disampingnya. Febri dan Letty berada di kabin belakang. Seperti pasangan yang sedang kasmaran, Febri an Letty terus menerus berciuman dan saling mencurahkan kasih sayang ketika mobil sedang melaju. Hal ini membuat Eka dan Asnawi terusik.

“woy...kalo mau ML jangan disini euy!!!” Eka ngegas.

“suka suka gue dong...dia kan istri gue...gue udah sah lah mau begituan disini juga” bantah Febri.

“ya jangan disini juga kalo....nanti kalo digerebeg warga gimana...ada pasangan mesum dalem mobil ini” kata Eka.

“ya cuekin aja lah warga mah...sama kaya elu..elu juga cuekin kita aja disini...elu sama si Nawi fokus ke jalan ajah..yah...yah...yah” Febri ngeyel.

“huhh!!!...dasar anjiiir...ku aing....!!!”

“udah udah bro...biarin aja si Febri begitu....dia lagi bahagia sekarang....mending lu ajakin gue ngobrol aja biar gak ngantuk pas nyetir!” kata Asnawi yang berusaha menenangkan Eka.

Akhirnya Eka menuruti perkataan Asnawi, dia mulai mengacuhkan Febri dan Letty dibelakang dan mengajak Asnawi ngobrol. Eka membicarakan masalah tentang kehidupan asmaranya dan cewek yang sedang diincarnya di kampus.

“lo tau gak Wi?...ternyata pak Edward itu punya anak yang kuliah di kampus...anak nya cakep banget..sampe-sampe gue kesengsem”

“ah masa sih” Asnawi mulai grogi ketika mendengar obrolan Eka.

“iya broo...namanya Raizha...dan dia mau gue gebet...gimana elu setuju gak?”

Asnawi semakin tidak karuan dengan pertanyaaan Eka. Diasangat tidak menyangka kalau Eka juga menyukai Raizha dan akan menjadikannya sebagai gebetan. Asnawi hanya mengangguk-angguk saja sambil tetap fokus mengemudi.

...........................................


SIAPAKAH ARTIS PEMERAN IBU NEGARA, ANGGOTA IDOL GRUP DAN PEMAIN IKLAN POKI?
APAKAH FEBRI AKAN BERBAHAGIA SETELAH MENIKAHI LETTY?
APAKAH HUBUNGAN PERSAHABATAN ASNAWI DAN EKA AKAN TERGANGGU OLEH SOSOK RAIZHA?

KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAAAAAAAH.....................................emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty

*Tetaplah berkomentar karena niscaya reader yang mengirim komentar di trit ini akan masuk surga...amiiiin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cococrash dan 24 lainnya memberi reputasi
25
profile picture
kaskus addict
14-10-2019 07:36
@Nic.Noc. lagi di ketik gan, minggu ini lah update
profile picture
newbie
14-10-2019 05:54
Yg trit sebelah ga updet jg wi
profile picture
newbie
15-10-2019 18:36
hmmm.. sudaj kuduga mreka semua k*nt* :v
profile picture
kaskus addict
14-10-2019 15:25
@Nic.Noc. @Martincorp ashiapppp bro emoticon-Big Grin
profile picture
newbie
12-10-2019 08:46
Mantap 4 chapter sekaligus......
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cahaya-di-ujung-pantura
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.